From: sam arifin <zamsubahar@yahoo.com>
NOTULENSI DAN BERITA ACARA DISKUSI DENGAN AHMAD HARIADI
MANTAN MUBALIGH AHMADIYAH
By Sam
Tempat: Masjid Agung Al Azhar
Waktu: 18.15-21.00/ 6 juni 2008
Pembicara: Ahmad Hariadi
Sebagai seorang Mubaligh Ahmadiyah, maka ia di beri target, berapa orang yang harus bisa dijadikan anggota sebagai Ahmadiyah. Ia juga mendapatkan penempatan di wilayah mana harus berdakwah. Bukan hanya itu selama menjalankan tugas sebagai mubaligh, ia mendapatkan fasilitas dari Ahmadiyah untuk mengganti uang tidak bekerja, maka di mulailah fase ia menjadi seorang mubaligh Ahmadiyah
Dalam suatu masa, ia di tempatkan di Lombok. Setelah beberapa lama, mengidentifikasi ulama-ulama yang ada di sana, maka ia mengirimkan selebaran, pamflet ahmadiyah berikut dengan tantangan untuk perand doa (muhabalah) dengan pa para ulama tersebut yang berjumlah 70 orang. Semuanya 70-70nya tidak ada yang menjawab tantangan dia. Tapi kemudian seorang kiai pesantren yang tidak masuk dalam daftarnya justru menerima tantangan dia untuk melakukan Muhabalah. Kiai Irfan namanya.
Kiai Irfan bersumpah atas desakan bapak Hariadi, bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Kafir, Murta, dan Pembohong, dan apabila tidak benar maka ia siap di azab dan mati dengan cara yang paling mengenaskan di hadapan orang banyak dalam waktu 3 bulan. Bapak Hariadi juga menerima tantangan itu, apabila dalam waktu 3 bulan Irfan tidak mati, maka ia Rela di potong lehernya di depan orang banyak.
Bapak Hariadi selama 3 bulan, konsisten melakukan puasa sunnah, tidak berani melihat perempuan sedikit juga, sholat tahajud tiap malam, bahkan memotong kambing untuk kurban. Tapi 3 bulan telah berlalu, kiai Irfan tetap sehat, segar bugar. Dari sanalah, keyakinannya terhadapMirza Ghulam Ahmad sebagai Rasul menjadi luntur. Luntr, luntur, luntur, lama-lama ia membangkang dan keluar dari Ahmadiyah.
Press release ia keluar dari Ahmadiyah di lakukan di Malaysia dan di Singapore. Bahkan buku, mengapa ia keluar dari Ahmadiyah di keluarkan oleh penerbit Buku di Singapore.
Tidak cukup sampai di situ, Bapak Hariadi, berbalik menantang muhabalah dengan Khalifah Ahmadiyah yang berkedudukan di London. Khalifah Ahmadiyah pada saat itu menerima tantangan muhabalahnya, jika dalam setahun Hariadi tidak mati di azab maka Khalifah bersedia untuk meninggalkan Ahmadiyah dan mengajak pengikutnya untuk keluar dari Ahmadiyah. Khalifah Ahmadiyah di London ini karenanya kemudian memerintahkan jemaat Ahmadiyah agar Jemaat Ahmadiyah setiap habis shalat Jum¢at melakukan doa khusus agar Hariadi segera mati di azab. Potong Kambing.
Kenyataannya setelah setahun, Hariadi tetap segar bugar maka ia menagih janji Khalifah Ahmadiyah. Namun Khalifah Ahmadiyah mengelak Khalifah bahkan mengirim surat khusus sebanyak 18 halaman kepada pimpinan Jemaah Ahmadiyah , intinya tidak mengakui muhabalah itu dan menganggap Jemaah Ahmadiyah Indonesia tidak becus mengurus anggotanya.
Hariadi, karena rasa penasarannya, ia kemudian melakukan perjalanan sampai ke London untuk bertemu langsung dan meminta pertanggunjawaban janjinya khalifah Ahmadiyah. Namun sayang, sampai di sana. Khalifah Ahmadiyah menolak terus menemuinya dengan berbagai alasan yang berbohong. Nyata-nyata Khalifah Ahmadiyah itu pembohong besar.
Demikian beberapa point yang sajikan selama pembicaraan. Berikut ini beberapa ringkasan point berdasarkan 6 pertanyaan yang di ajukan oleh para penanya:
1. Apakah Ahmadiyah itu Islam atau bukan?
Ahmadiyah menggunakan dalil bahwa Mirza adalah mahdi, atau rasul yang tidak membawa syariat. Namun, dalam kitabnya mereka, Tadzkirah. Jelas-jelas Tadzkirah itu adalah kitab wahyu, petunjuk karenanya tentu saja. Mirza pada faktanya membawa syariat-syariat baru. Oleh karenanya sepanjang menggunakan kitab tadzkirah itu maka Ahmadiyah jelas-jelas keluar dari Islam.
(Di dalam kitab tadzkirah, ada kata-kata wahyu dari Allah kepada Mirza. Misalnya... Mirza engkau adalah isa... Dstnya... Model-model sama dengan Lia Eden-Salamullah)
2. Apakah Jemaah Ahmadiyah mau di ajak berdialog?
Bapak Hariadi menukaskan jemaah Ahmadiyah selalu menghindar untuk berdialog dengan dia. Padahal ia siap untuk berdialog, kapanpun dan dimanapun. (Karenanya mungkin bagi Jemaah Ahmadiyah yang merasa sanggup dan siap untuk berdialog, silahkan beri komentar, kalau perlu kita beri fasilitas di Al Azhar. Dialog. Bukan pukul-pukulan. Ini pasti lebih bermanfaat dan mudah)
3. Apakah Ahmadiyah pernah melakukan kekerasan Fisik kepada Bapak Hariadi?
Jawabnya, tidak pernah. Tidak pernah juga ada instruksi fisik untuk melakukan intimidasi ataupun penganiayaan terhadap bapak Hariadi.
Demikian notulensi dan beritanya di sampaikan, kurang lebihnya mohon maaf apabila ada kesalahan nama, tempat peristiwa, dll,
Semoga Allah kuatkan kita semua dengan iman yang Haq dan sempurna
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
===================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
===================================================
website:
http://dtjakarta.or.id/
===================================================Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar