Senin, 09 Juni 2008

[daarut-tauhiid] Ghibah (bagian ke-1)

http://www.al-ikhwan.net/index.php/tazkiyyah-an-nufus/2006/ghibah-bagian-ke-1/

Ghibah (bagian ke-1)

Al-Ikhwan.net | 16 January 2006 | 15 Dzulhijjah 1426 H | Hits: 2,385

Abi AbduLLAAH


"Dan janganlah sebagian kalian meng-ghibbah sebagian yang lainnya,
sukakah kalian jika nanti (di hari Kiamat) memakan daging bangkai
saudara kalian tersebut, pasti (saat itu kelak) kalian akan merasa
sangat jijik…" (QS 49/12)

MAKNA GHIBAH

1. Secara Bahasa: Merupakan musytaq dari al-ghib, artinya lawan dari
nampak, yaitu segala sesuatu yang tidak diketahui bagi manusia baik
yang bersumber dari hati atau bukan dari hati. Maka ghibah menurut
bahasa ialah: Membicarakan orang lain tanpa sepengetahuannya baik isi
pembicaraan itu disenanginya ataupun tidak disenanginya, kebaikan
maupun keburukan.

2. Secara Definisi: Seorang muslim membicarakan saudaranya sesama
muslim tanpa sepengetahuannya tentang hal-hal keburukannya dan yang
tidak disukainya, baik dengan tulisan maupun lisan, terang-terangan
maupun sindiran. Sebagaimana disebutkan dalam hadits bahwa nabi SAW
pada suatu hari bersabda:

Tahukah kalian apa itu ghibah? Jawab para sahabat : ALLAH dan
rasul-NYA yang lebih mengetahui. Maka kata nabi SAW: Engkau
membicarakan saudaramu tentang apa yang tidak disukainya. Kata para
sahabat: Bagaimana jika pada diri saudara kami itu benar ada hal yang
dibicarakan itu? Jawab nabi SAW: Jika apa yang kamu bicarakan
benar-benar ada padanya maka kamu telah meng-ghibah-nya, dan jika apa
yang kamu bicarakan tidak ada padanya maka kamu telah membuat
kedustaan atasnya. (HR Muslim/2589, Abu Daud 4874, Tirmidzi 1935)

BENTUK-BENTUK SERTA JENIS-JENIS GHIBAH

1. Aib dalam Agama. Seperti kata-katamu pada sesama muslim: Dia itu
fasiq, atau fajir (suka berbuat dosa), pengkhianat, zhalim, melalaikan
shalat, meremehkan terhadap najis, tidak bersih kalau bersuci, tidak
memberikan zakat pada yang semestinya, suka meng-ghibah, dan
sebagainya.

2. Aib Fisik. Seperti kata-katamu pada sesama muslim: Dia itu buta,
tuli, bisu, lidahnya pelat/cadel, pendek, jangkung, hitam, gendut,
ceking, dan sebagainya.

3. Aib Duniawi: Seperti kata-katamu pada sesama muslim: Dia itu kurang
ajar, suka meremehkan orang lain, tukang makan, tukang tidur, banyak
omong, sering tidur bukan pada waktunya, duduk bukan pada tempatnya,
dan sebagainya.

4. Aib Keluarganya. Seperti kata-katamu pada sesama muslim: Dia itu
bapaknya fasik, Cina, tukang batu, dan lain-lain.

5. Aib Karakter. Seperti kata-katamu pada sesama muslim: Dia itu buruk
akhlaqnya, sombong, pendiam, terburu-buru, lemah, lemah hatinya,
sembrono, dan lain-lain.

6. Aib Pakaian. Kedodoran bajunya, kepanjangan, ketat, melewati mata
kaki, kucel/dekil, dan sebagainya.

7. Ghibah dikalangan Ulama. Seperti kata-katamu pada sesama muslim:
Bagaimana sih kabarnya? (dengan maksud meremehkan), semoga ALLAH
memperbaikinya, semoga ALLAH mengampuninya, kita memohon 'afiah dari
ALLAH, semoga ALLAH memaafkan kita karena kurang rasa malu, dan
sebagainya semua kata dan doa yang maksudnya mengecilkan kedudukan
orang lain.

8. Prasangka Buruk Tanpa Alasan. Prasangka buruk merupakan ghibah hati.

9. Mendengar Ghibah. Tanpa mengingkari/menegur, dan tidak meninggalkan
majlis tersebut.

HUKUM GHIBAH DALAM ISLAM

Ghibah hukumnya haram dalam syariat Islam berdasarkan ijma' kaum
muslimin karena dalil-dalil yang jelas dan tegas baik dalam kitab
maupun sunnah, diantaranya:

1. Bersabda nabi SAW saat hajji wada':

"Hari apakah ini?!" Jawab semua manusia yang hadir ketika itu:
Hari Arafah ya rasuluLLAH.. Tanya nabi SAW lagi: "Di tanah apakah
ini?!" Jawab manusia yang hadir: Di tanah haram ya rasuluLLAH… Tanya
nabi SAW lagi: "Bulan apakah ini?!" Jawab manusia lagi: Bulan haram ya
rasuluLLAH… Maka kata nabi SAW: "Sesungguhnya darah-darah kalian,
harta-harta kalian, kehormatan-kehormatan kalian haram hukumnya atas
kalian, sama seperti haramnya hari ini, di tanah ini dan di bulan ini
!!! Apakah sudah aku sampaikan pada kalian?!" Maka jawab manusia yang
hadir: Sudah wahai rasuluLLAH.. Maka kata nabi SAW lagi: "Ya ALLAH
saksikanlah sudah aku sampaikan…" (HR Bukhari 1/145-146, Muslim 1679)

2. Bersabda nabi SAW:

"Barangsiapa yang membela kehormatan saudaranya sesama muslim,
maka ALLAH SWT akan membelanya dari neraka kelak di hari Kiamat." (HR
Tirmidzi 1932, Ahmad 6/450)

3. Bersabda nabi SAW:

"Ketika aku dimi'rajkan aku melihat ada 1 kaum yang memiliki
kuku-kuku panjang dari tembaga, sedang mencakari muka-muka dan
dada-dada mereka sendiri. Maka aku bertanya pada Jibril: Siapa mereka
ini? Jawab Jibril: Mereka adalah orang-orang yang suka memakan daging
manusia dengan merusak kehormatan mereka." (HR Abu Daud 4878 dan Ahmad
3/224)

4. Nabi SAW berdiri untuk shalat, lalu beliau SAW bertanya:

"Dimana Malik bin Dukhsyum?" Maka ada yang menjawab: Ia sudah
munafik wahai rasuluLLAH, tidak lagi mencintai ALLAH dan rasul-NYA.
Maka jawab nabi SAW: "Jangan sekali-kali kamu berani berkata begitu!
Tidakkah kamu lihat ia mengucapkan Lailaha ilaLLAH karena mengharap
keridhaan-NYA?! Sungguh ALLAH SWT telah mengharamkan neraka bagi orang
yang mengucapkan La ilaha illaLLAH karena mengharapkan keridhaan-NYA."
(HR Bukhari 3/49-50, Muslim 1/455)

5. Bersabda nabi SAW:

"Muslim dengan muslim lainnya itu bersaudara, tidak boleh
mengkhianati, mendustakan dan menghina. Setiap muslim dengan muslim
lainnya haram kehormatan, harta dan darahnya. Taqwa itu disini!
(sambil nabi SAW menunjuk pada dadanya) Cukup disebut seorang itu
jahat jika ia mencaci saudaranya sesama muslim." (HR Muslim 2564)

6. Bersabda nabi SAW pada Aisyah ra ketika Aisyah ra berkata tentang
Shafiyyah ra:

Apakah cukup bagi anda Shafiyyah yang begitu? (maksudnya pendek
badannya). Maka jawab nabi SAW: "Sungguh engkau sudah mengucapkan 1
kata yang seandainya dicampur dengan air lautan maka niscaya akan
berubah lautan itu karenanya." (HR abu Daud 4875, Tirmidzi 2504-2505,
Ahmad 6/189).

Sehingga berkata Imam Nawawi rahimahuLLAH:

Diantara peringatan yang paling hebat tentang akibat ghibbah
adalah hadits ini dan aku tidak pernah menemukan hadits yang lebih
keras peringatannya tentang masalah ini selain hadits ini.

(bersambung…)

http://www.al-ikhwan.net/index.php/tazkiyyah-an-nufus/2006/ghibah-bagian-ke-1/

------------------------------------

===================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
===================================================
website:

http://dtjakarta.or.id/
===================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar: