Messages In This Digest (11 Messages)
- 1.
- Ujian Kehidupan (Sebuah Motivasi) From: Wildan Fikri
- 2.
- (CERPEN) TUMBAL From: fiyan arjun
- 3a.
- Balasan: [sekolah-kehidupan] Re: [OOT] Salam dr april >>> Doain Apri From: bujang kumbang
- 4a.
- Re: [INFO] Ayo Dukung Indonesia !!! From: dyah zakiati
- 5a.
- Pendidikan : Kala musik berkumandang di kelas From: ammy ramdhania
- 6.1.
- Re: KITA HITUNG MUNDUR MILAD ESKA DARI SEKARANG From: dyah zakiati
- 7.1.
- Re: (Woro-woro Milad) Daftarkan diri Anda (Azis) From: adzdzaki
- 8.1.
- Re: (Woro-woro Milad) Daftarkan diri Anda (Bu Has) From: adzdzaki
- 9.
- Ya Iya Sih.... From: Hadian Febrianto
- 10a.
- Re: Sekadar mengisi absen. From: adzdzaki
- 10b.
- Re: Sekadar mengisi absen (Bahasa Arab) From: Rumah Ilmu Indonesia
Messages
- 1.
-
Ujian Kehidupan (Sebuah Motivasi)
Posted by: "Wildan Fikri" prialembuthati@yahoo.com prialembuthati
Thu Jun 5, 2008 3:44 am (PDT)
Ujian Kehidupan
- 2.
-
(CERPEN) TUMBAL
Posted by: "fiyan arjun" paman_sam2@yahoo.com paman_sam2
Thu Jun 5, 2008 6:17 am (PDT)
TUMBAL
Fiyan Arjun
htp://sebuahrisalah .multiply. com
ID YM:paman_sam2
Dengan mata minusnya yang agak menutupi rambutnya Gus memedarkan matanya ke sebuah gedung. Gedung dimana tempat ia mencukupi kebutuhan perutnya sehari-hari sebagai seorang pekerja. Dan sesekali Gus membetulkan anak rambutnya yang di terpa oleh angin. "Ternyata perhelatan besar itu telah usai begitu saja. Dan kini hanya menjadi saksi bisu semata," kata Gus membathin.
Gus masih menatap gedung itu dengan nanar.
Gus berharap ia bisa dapat mengingat-ingat kembali peristiwa malam itu. Peristiwa yang membuat dirinya merasa bersalah terhadap Tuhannya yang ia sembah tiap hari. Dari pagi hingga malam. Lalu beralih lagi dari malam hingga siang dan begitu seterusnya. Begitulah Gus ketika ia mengingat kembali perisitiwa yang telah dialaminya. Apa yang sudah dilakukan oleh kawan-kawannya terhadap dirinya malam itu. Gus menerawang. Gus lelah.
"Sedang apa kamu Gus disini?" tanya Kas rekan kerja satu divisinya saat melihat Gus tidak seperti biasanya. Melamun. Terus memandangi gedung yang ada dihadapannya itu.
"Ah, tidak ada apa-apa kok, Kas. Oya, aku mau tanya sama kamu Kas? Apa kamu ingat perhelatan semalam, Kas," ujar Gus menanyakan perhelatan yang semalam yang dilaksanakan oleh perusahaannya, tempat dimana Gus bekerja.
Kas hanya diam. Tak langsung menjawab.
"Lho kok kamu tanya sama aku, Gus. Bukankah semalam kamu pergi bersama Yos dan kawan-kawannya pergi bersama."
Gus yang mendengar jawaban seperti itu semakin tak percaya. Bahwa Kas rekan kerjanya itu sama sekali tak tahu menahu tentang perhelatan itu. Gus makin penasaran dengan Kas.
"Oya, kamu Gus dipanggil sama Pak Sud. Kamu disuruh menghadap beliau sekarang ini," lanjut Kas memberitahukan Gus untuk menghadap atasan mereka itu. Kini Kas merasa sedikit aman dengan pemberitahuan itu. Kas tahu Gus pasti akan mencecar dirinya mengenai perhelatan itu. Kas tahu benar siapa sesungguhnya Gus. Rekan kerja satu divisinya itu. Kas merasa Gus adalah saingan yang tak begitu mudah bisa dapat ditaklukan.
Hari itu udara sangat panas. Mentari sedang memayungi Gus saat ia meninggalkan Kas sendirian di tempat itu. Tempat yang sejak tadi menjadi obyek mata Gus sedari tadi. Kini Gus dengan gontai melangkah ke ruangan Pak Sud, atasan Gus dan Kas dimana mereka bekerja. Gus tak merasakan firasat apa-apa. Bahwa awan gelap sedang mengitari dirinya saat itu. Ada sesuatu yang tak baik yang akan dihadapi Gus.
***
"Kamu saya pecat! Kamu telah memalukan perusahaan ini dengan perbuatan kamu yanh tak dapat saya toleransi lagi. Apa yang kamu lakukan semalam sudah cukup membuat perusahaan ini jelek oleh ulah kamu. Mulai saat ini kamu saya pecat!"
Gus semakin tak mengerti ketika ia baru memasuki ruangan Pak Sud. Tiba-tiba saja Pak Sud seakan-akan ingin menerkam Gus. Begitu Gus sampai atasnya itu seperti orang kalap. Pak Sud mencaci maki Gus tanpa ada pembelaan apalagi pembenaran diri. Gus hanya pasrah dan tak bisa berkutik ketika surat pemecatan itu sudah dihadapannya.
"Sekarang kamu keluar dari tempat ini!" Lanjut Pak Sud memerintahkan Gus meninggalkan ruangan itu." Jangan lupa ambil pesangon kamu di depan!"
Akhirnya Gus meninggalkan ruangan Pak Sud. Di tempat itu ia seakan-akan seperti orang dungu yang dicaci maki tanpa pembelaan sedikit pun. Dan yang lebih menyakitkan saat ia meninggalkan ruang itu banyak mata-mata yang mengarahkan kepadanya. Dan orang-orang itu tak lain rekan-rekan kerja dirinya. Gus seakan bumi yang ia pijak tak terasa. Ia merasa dirinya saat itu orang yang sangat memalukan sekaligus orang tak patut mendapatkan kasihan dari siapa pun.
Saat itu juga Gus menyusuri ruang dimana ia bekerja. Gus memasuki ruang tempat ia bekerja. Ia merapikan dan membereskan segala benda miliknya di ruangan itu. Dan tanpa sadar sekilas ekor telinganya mendengar seseorang yang sangat ia kenal sedang tertawa lepas atas nasib yang ia terima saat itu. Ternyata orang itu tak lain adalah rekan kerjanya, Kas.
"Bangsat! Bajingan! Begini cara kamu memainkan dan menyingkirkan aku. Aku tak peduli aku dikeluarkan dari tempat yang busuk ini. Tempat penuh kemunafikan!" Tiba-tiba pukulan hebat dari Gus melayang ke muka Kas. Gus saat itu seperti kemasukan setan. Ia tak peduli dengan sekitarnya melihat dirinya. Namun pertingkaian itu terhenti ketika mereka dapat dipisahkan oleh rekan-rekan kerja mereka sendiri. Tapi bagi Gus ia sudah puas menghantam orang yang telah mengkhianati dirinya dengan sebuah pukulan yang Gus layangkan ke arah Kas. Itu lebih dari cukup untuk melampiaskan kelicikan Kas. Gus semakin puasa dengan itu! "Ingat aku akan membuktikan bahwa aku tak bersalah. Dan aku bukan tipe seperti kamu. Penjilat!" ancam Gus kepada Kas.
Usai Gus memuaskan amarahnya ke Kas malam pun tiba. Gus pun lalu keluar dari tempat yang telah membuat dirinya seperti anjing kudis yang dibuang oleh tuannya. Gus menyusuri jalan itu dengan hati yang membara. "Aku harus membela diriku. Dan aku harus menghapus nama baikku. Terlebih saat perhelatan itu aku tak sadar bahwa aku sudah di jadikan bahan permainan mereka. Aku dijadikan tumbal bagi mereka dalam perhelatan malam itu. Aku di jadikan kelinci percobaan atas kelicikan mereka. Dan itu aku sama sekali tak menyadari bahwa rekan kerjaku yang aku percaya itu tak lebih hanya dari seekor anjing yang mengelus kaki Tuannya telah berbuat tega terhadap diriku. Ia mencari muka terhadap atasanku." Mata Gus makin memerah saat ia mengetahui bahwa dalam perhelatan malam itu adalah semua hasil perbuatan Kas. Kas telah memperlakukan Gus dihadapan orang-orang yang menaruh hormat kepadanya. Gus makin meradang saat wajah Kas terus membayangi pikirannya.
"Hai orang bodoh kenapa kau menceracau tak karuan." Tiba-tiba Gus mendengar suara yang sangat berat. "Kamu itu adalah korban permainan mereka. Halnya sama dengan diriku sewaktu aku mendapatkan kemakmuran di tempat aku bekerja." Suara itu makin jelas didengar oleh Gus. Gus tak tahu suara siapa itu yang terus menyudutkan dirinya.
"Hai siapa kamu sesungguhnya. Tunjukan kalau kamu benar-benar jantan. Hadapi aku!" seru Gus. Suara Gus memecahkan keheningan malam.
Tanpa angin dan tanpa halilintar tiba-tiba orang yang Gus teriak-teriakan itu sudah ada dihadapannya.
Gus terkejut. Gus takut. Dengan tiba-tiba ada makhluk yang amat besar ada dihadapannya.
"Ka-kamu si-siapa, hah!" ucap Gus dengan gigi gemeretak. Gus tak sangka bahwa ada mahkluk yang sangat mengerikan ada di hadapannya. Makhluk yang paling mengerikan pertama kali ia lihat.
"Kau tak perlu tahu siapa aku. Tapi yang kamu harus tahu adalah siapa yang membuat kamu mejadi begini." Makhluk aneh itu merajuk Gus. Gus tak menyadari bahwa ia telah masuk dalam pengikutnya.
"Baik siapa orangnya, hah. Kalau kamu memberitahukannya aku siap menjadi pengikutmu." Gus dengan berapi-api menjanjikan dirinya sebagai pengikutnya.
"Baiklah besok kamu lihat di surat kabar. Nanti kamu akan tahu siapa dibalik semua ini." Kata makhluk aneh terus membujuk Gus. Dan akhirnya Gus mempercayainya. Dan saat Gus mempercayai makhluk aneh itu seketika pula makhluk aneh itu hilang tak berbekas.
Keesokanya hari Gus ingin membuktikan perkataan mahluk aneh yang ia temui malam itu. Dan Gus membeli surat kabar di emperan toko. Kas tewas dengan leher tercekik serta lidah terjulur. Gus terkejut ketika ia ketahui bahwa Kas telah tewas dengan cara mengerikan. Setelah ia mermbaca surat kabar pagi itu. Namun yang membuat Gus terkejut ketika ia membaca barisan berita di surat kabar itu bahwa Kas tewas akibat ulahnya. Gus yang membaca kumpulan kata-kata yang menjadi berita itu semakin tak mengerti. Gus sama sekali tak mempercayai itu. Ketika dalam berita itu ia telah menjadi sasaran daftar pencarian orang (DPO) oleh pihak berwajib atas perbuatan yang tak pernah dilakukannya. Gus linglung. Gus tak sadar diri. Gila.
Ciputat, 05 Juni 2008
Ketika angkara dan keserakan meraja didada. Hingga menghalalkan segala cara.
- 3a.
-
Balasan: [sekolah-kehidupan] Re: [OOT] Salam dr april >>> Doain Apri
Posted by: "bujang kumbang" bujangkumbang@yahoo.co.id bujangkumbang
Thu Jun 5, 2008 6:18 am (PDT)
yuk kita doakan
semoga lekas sembuh.amin!
ila liqo
piss, luv and laugh
tabe
wassalam
Fiyan Arjun
salah satu moderator
dan ketua milad ESKA
ukhtihazimah <ukhtihazimah@yahoo.com > wrote: bu` April lagi bermasalah ma lambungnya, tp kata
nona manis ini, dy dah baikan walaupun masih harus
rawat inap,dan karena dokternya cakep dy bersedia
dirawat inap [glodak...] :p
salam dari bu` april buat smua
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. ,com
"fil_ardy"
<fil_ardy@...> wrote:
>
> Syafakillah, April
> Duh, kabarnya sakit apa Nop?
> mungkinkah, SK membantu meringankan sakitnya
april?
>
> Ayoo, bantu April dengan doa dan cinta
> CEPET SEMBUH ya Pril??
>
--------------------- --------- ---
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers
- 4a.
-
Re: [INFO] Ayo Dukung Indonesia !!!
Posted by: "dyah zakiati" adzdzaki@yahoo.com adzdzaki
Thu Jun 5, 2008 7:05 am (PDT)
Dah meluncur, dah select Asia, trus... trus... whaaaa kok ndak ada pilihan Indonesianya????
----- Original Message ----
From: Rumah Ilmu Indonesia <rumahilmubandung@gmail.com >
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
Sent: Thursday, June 5, 2008 4:18:55 PM
Subject: [sekolah-kehidupan] [INFO] Ayo Dukung Indonesia !!!
Ayo dukung Indonesia!
Pemilihan 7 keajaiban milik dunia kembali digelar lagi, berbeda dengan
kriteria sebelumnya dengan keajaiban yang dibuat secara sengaja oleh
manusia dalam bentuk bangunan, kali ini panitia mengajak dunia untuk
memilih 7 keajaiban baru milik dunia yang bukan dari buatan manusia.
Sudah terpilih sebanyak 77 tempat diseluruh dunia dari berbagai
kategori, dan Indonesia mengajukan atau setidaknya sudah terpilih
sebanyak 3 tempat eksotik, antara lain:
1. Komodo National Park
2. Krakatau, Volcanic Island
3. Lake Toba
Banyak kontroversi memang tentang acara pemilihan ini, boleh
disetarakan seperti pemilihan idol-idolan kalau untuk gaya artis.
Pemenangnya di pilih dari berapa banyak sms yang masuk, bedanya untuk 7
wonders ini voting dilakukan melalui internet.
Sangatlah mungkin meski lokasinya tidak menarik, seperti Singapura misalnya yang mengajukan Bukit Timah
Nature Reserve, tapi karena masyarakatnya lebih melek internet, Indonesia yang lebih punya potensi bisa kalah.
Di beberapa negara kecil, Brazil misalnya pemerintahnya menyediakan
fasilitas gratis untuk masyarakatnya yang tidak punya akses internet
agar bisa memilih nominasi untuk negaranya.
Pilih untuk Indonesia di
www.new7wonders. com
Salam ___
- 5a.
-
Pendidikan : Kala musik berkumandang di kelas
Posted by: "ammy ramdhania" ammy_ram@yahoo.co.id ammy_ram
Thu Jun 5, 2008 7:11 am (PDT)
Kala musik berkumandang di kelas…
Tadinya kelas terasa gersang. Sepi, hanya sesekali terdengar suara decakan sengaja dari mulut anak-anak jahil. Atau cekikikan anak perempuan yang asyik lempar-lemparan surat kecil.
Di sudut sana, tiga anak ganteng merelakan jambul rambutnya dihembus angin sepoi-sepoi. Matanya, sudah tak jelas lagi memandang. Tetap ke depan, tapi kabur. Tulisan Bu Rindu sudah tak terbaca lagi…
Dan, nyepppp….sunyi…redup……redup..
Yah, kelas tak bergairah. Suara Bu Rindu menerangkan tentang energi listrik tetap merdu berkumandang, malah semakin merdu. Lukisan a b c d nya semakin banyak di white board. Semakin boring, semakin tak ada yang bisa menempel di labirin otak.
Tiba-tiba….jreng,…!!! Bu Rindu menyalakan speaker kecil yang tersambung dengan laptopnya. Si ganteng terbangun…saatnya bersenang-senang.
Lagu Changcuters terbaru menghentak-hentak atmosfir kelas….
Tidak lama, Berganti dengan suara merdu Bu Rindu. Rupanya Bu rindu hanya ingin menjelaskan tentang energi listrik yang berubah menjadi energi bunyi.
Tapi selanjutnya, Bu Rindu yang baik hati tetap menyalakan winampnya, dengan catatan lagunya pilihan bu Rindu. Wah selera jadul nih jangan-jangan…
Ternyata, bu Rindu suka Project Pop, syairnya lucu-lucu.
Lagupun mengalir merdu…tak terlalu keras. Tapi cukup membangkitkan semangat 45 didalam kelas 5. Dan soal demi soal pun dapat diselesaikan bersama. Materi kelar, anak-anak segar, Bu rindu tetap tegar dengan materi Sains nya yang cukup berjibun…
AMMY
Sekolah Interaktif Gemilang Mutafannin
Maaf terlambat posting, karena mati lampu seharian....
--------------------- --------- ---
Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga.
- 6.1.
-
Re: KITA HITUNG MUNDUR MILAD ESKA DARI SEKARANG
Posted by: "dyah zakiati" adzdzaki@yahoo.com adzdzaki
Thu Jun 5, 2008 7:11 am (PDT)
Oke deeeh, berarti mbak Fitri dah aku tulis sebagai peserta yaaaa:D
Selamat datang ya mbak. Hehe selamat datang di sekolah kehidupan:D
Oiya INGAT, waktu terus berlalu daaaaan:
52
hari lagiiiiii!!!
Makasih, Novi:D
Salam
Qq ;)
----- Original Message ----
From: novi khansa <novikhansa@gmail.com >
wah boleh kok mbak Fitri
langsung aja daftar ke humas milad mbak Qq alias Dyah zakiati
selamat datang mbak Fitri :)
salam
novi
salah satu moderator :)
2008/6/5 fitri hidayani <fhidayani@gmail. com>:
baru gabung nih...masih suka bingung...boleh ikutan milad-nya gak sih?...walaupun belum pernah kirim email apapun ke eska...
tengkyu
fitri
- 7.1.
-
Re: (Woro-woro Milad) Daftarkan diri Anda (Azis)
Posted by: "adzdzaki" adzdzaki@yahoo.com adzdzaki
Thu Jun 5, 2008 7:36 am (PDT)
Oke deeeh, info lebih jelasnya:
Waktunya tanggal 27 Juli 2008
Tempatnya di Danau Situ Gintung (pastinya sih ditepinya ya^_^)
Acaranya seruuuu abis. (boleh dibocorin dikit kan teman-teman acara:)
Copy darat (ya iya lah:), ramah tamah, Ada launching buku Eska hasil
karya teman-teman, penyerahan donasi buku (Sebenarnya mo ngomong,
"Hayoh teman-teman, segera sumbangkan buku Anda!!!" tapi ndak jadi ah,
soalnya aku juga belum nyumbang:) hehe, tunggu ya, Vi:) dan ada acara
seruuuuu lho. Apakah itu? Rahasia, hehe.
Terima kasih sudah mendaftar:D
Siapa menyusul?
Tanpa kehadiran Anda, Sahabat, Milad Eska takkan ramai jadinya:D
Salam
Dyah
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "abdul azis"com
<abdul_azis80@...> wrote:
>
> Saya mau ikutan dong...
> Boleh minta info lebih jelasnya...?
>
> Azis-Nung-Qori
> www.cahayarumah.multiply. com
> http://indonetwork.or.id/salmaninst itute/profile/ salman-institute .htm
- 8.1.
-
Re: (Woro-woro Milad) Daftarkan diri Anda (Bu Has)
Posted by: "adzdzaki" adzdzaki@yahoo.com adzdzaki
Thu Jun 5, 2008 8:09 am (PDT)
Hehe, boleh bu:D Dengan senang hati menyambut. Bu Has dikasih absen
nomor 35 yaaa di urutan daftar peserta:D
Horeee, jadi tambah rame deh, ada pasukannya bu Has. Hayo yang lain
segera menyusul. Biar rame. Semakin rame, semakin asyik:D
Salam
Dyah
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , Kartina Haswantocom
<buhas_hj@...> wrote:
>
> Dyah
> Wah, mo ikutan juga...bawa pasukan boleh ngak???
> kalo ngak boleh...ber-sepuluh.. .ya, kami dan si bungsu Aris (
ber-3) aja
> Nama dan Ukuran kaos
> 1. Bu Has (L)
> 2. Aris (3th) kaos ukuran anak 7th
> 3. Fika (5th)
> 4. Fida (5th)
> 5. Tata (M)
> 6. Rasid (L)
> 7. Donnie (3th)
> 8. Ummi (M)
> 9.
> 10.
> Salam
> Bu Has
- 9.
-
Ya Iya Sih....
Posted by: "Hadian Febrianto" hadianf@gmail.com hadian.kasep
Thu Jun 5, 2008 8:20 am (PDT)
*YA IYA SIH�*
B: Assalaamu'alaikum Pa Hadian, kami dari Bank ***
S: wa'alaikum salam wr.wb. Mbak.
B: Apakah benar Kartu ATM bapak tertinggal di ATM di jl Surapati?
S: Ya Mba, lebih tepatnya tertelan�
B: Sekarang kartu ATM bapak sudah ada di kantor kami dan dapat diambil pada
jam kantor
S: Terima kasih Mbak, kemungkinan besar saya akan ambil pada Senin depan.
B: Baik pa terima kasih, Assalaamu'alaikum
S: Kembali mbak, Wa'alaikum salam wr.wb
Begitulah cuplikan dialog yang mengantarkan saya ketika akan berangkat ke
Kalimantan Selatan. Sesaat setelah menerima telepon dari Bank tersebut hati
saya terasa sakit lagi karena teringat dengan peristiwa menjelang persiapan
untuk pergi. Sebelum saya dijemput taksi pada pk.00.30 hari rabu yang lalu,
saya bersama teman saya pulang dari pengajian rutin pekanan. Karena
mengingat belum mengambil uang untuk pegangan istri dan biaya berobat ke
dokter. Setelah mengambil sekitar 2 juta, saya teringat untuk mengambil dana
pegangan saya di perjalanan nanti. Ketika memasukkan kembali kartu ATM saya
ke mesin ATM, ternyata mesin ATM tersebut langsung gelap alias mati. Alhasil
kartu saya pun tertelan begitu saja. Saya lihat jam tangan saya menunjukkan
pk.23.30, menandakan 60 menit lagi taksi akan menjemput saya di rumah.
Mengingat belum mempersiapkan barang yang akan dibawa, saya langsung ambil
HP saya untuk menghubungi call centre dan diterima selama 15menit (sampai
kuping saya panas� fiyuh).
***
Ternyata kisah tertelannya kartu ATM saya langsung terobati dengan kejadian
unik di tempat pengajian saya. Kisahnya seperti ini� mmmh mulai dari mana
ya?
Memang hari selasa (khususnya kemarin) adalah hari yang cukup melelahkan
bagi saya, bagaimana tidak? Dari pagi sudah ditunggu tugas kantor dan
persiapan berangkat ke Kalimantan, belum lagi barang-barang titipan orang
Kalimantan (kan lumayan nambah bekal, hehehe). Hingga saya pun telat datang
ke pengajian rutin pekanan. Seharusnya sholat maghrib berjamaah di dekat
rumah yang mendapat giliran, dan saya baru bisa datang sekitar pk. 19.30.
Untungnya acaranya masih makan malam berjamaah (halah� segala serba
berjamaah).
Di sela-sela makan malam, yang tinggal beberapa orang (entah mereka datang
terlambat juga atau ngambilnya tidak berhenti juga, hehehe afwan) ada salah
satu telpon berdering. Ketika ditelusuri ternyata ajakan berbisnis. Karena
beberapa diantara kami tahu mengenai bisnis yang ditawari akhirnya
terjadilah perbincangan yang cukup menarik perhatian lainnya. Pada satu
saat, seseorang bertanya, "Emang seperti itu?" (maaf saya lupa perbincangan
sebelumnya). Saya pun menjawab, "Ya iyalah masa ya iya dong� kan Mulan
Jamilah bukan Mulan Jamidong". Ups, saya hanya menjawab secara spontan. Dan
lega lah hati saya setelah respon dari forum malah tertawa, saya sangka akan
dapat taushiyah. Saya pun lihat wajah sang Ustadz, beliau pun tidak
mempermasalahkan ucapan saya itu.
Ternyata diam-diam seseorang masih berfikir� Dan secara spontan pula dia pun
membalas, *Ya Iya Sih Masa Ya Iya Dong� Kan Elvi Sukaesih bukan Elvi
Sukaedong*. Saya terkaget-kaget dengan ucapannya, karena usia beliau yang
sepantar usia almarhum bapak saya masih mengikuti perkembangan zaman,
hehehe. Jadilah bertambah satu koleksi Ya iya *** untuk diri saya. Memang
kalian semua sahabat terbaik bagi saya, meskipun usia kita jauh berbeda.
Alhamdulillah kalian tidak mempermasalahkannya, *Ana uhibbukum
fillah*. *Jazaakumullah
bi ahsanil jazaa wa jazaa'an jaziilan*.
***
--
Regards,
Hadian Febrianto, S.Si
PT SAGA VISI PARIPURNA
Jl. Rereng Barong no.53 Bandung 40123
Ph/fax: (+6222) 2507537
- 10a.
-
Re: Sekadar mengisi absen.
Posted by: "adzdzaki" adzdzaki@yahoo.com adzdzaki
Thu Jun 5, 2008 8:22 am (PDT)
hwaaaa, bahasa Arabnya belum ketemu, maz Jun. Yang lain bisa membantu?
Maaf ya, padahal aku dah janji cariin.
Salam
Dyah
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , dyah zakiati <adzdzaki@..com .>
wrote:
>
> Bolehkah kuisi pula absen itu? Mmm, mungkin bukanlah absen, tapi
presensi. Hehehe, pantas kau sering absen. Karena yang kau isi daftar
ketidakhadiran. Bukan daftar hadir.
>
> Hohoho, kau tak perlu banyak uang tuk bisa turut bercerita tentang
kehidupan. karena kehidupan bukan hanya milik mereka yang kaya.
Kehidupan juga milikku, milikmu, milik semua, semiskin atau sepapa
apapun dia. Kegetiran pun bukan hanya milik mereka yang miskin. Karena
sang kayapun dapat merasakan getirnya hidup.
>
> Dan kau masih bisa sempatkan diri tuk tatap layar internet. Bah! kau
katakan dirimu gelandangan. Ya, mungkin kau gelandangan intelektual.
Gelandangan yang mencari jati dirinya. Atau mungkin kau orang yang
menyamar menjadi gelandangan tuk temukan arti sebuah kejujuran, arti
sebuah cinta. Entahlah! Apapun yang kau cari, moga kelak kan kau temukan.
>
> Sobat, bangku ini buat orang-orang yang belajar. Belajar tentang
kehidupan. Siapapun dia, karena dunia ini toh bukan hanya diisi oleh
sastrawan-sastrawan maupun penulis. Aku pun ada di sini. Di bangku
ini. Padahal siapalah aku. Aku hanya orang yang terkatung-katung
mengejar mimpi yang tak pasti. Kehidupan tentu akan membosankan bila
hanya terdiri dari satu warna bukan? Maka biarkan warna dirimu hiasi
indah sekolah ini. Biaskan cahaya bentuk pelangi warnai dunia.
>
> Aku tak bisa ajarkan engkau apa bahasa Arabnya "Aku mencintaimu
ibu," dan "pukul aku, tapi jangan ibuku," karena aku tak kuasai bahasa
itu. Yang aku bisa hanyalah kata "Uhibbukum fillah, maine schwester
und bruther". Ya, kuyakin yang lain bisa membantumu, karena kita ada
dalam kebersamaan. Saling tolong menolong.
>
> Baik, pulanglah engkau.Siapkan dirimu tuk hadapi hari esok. Jangan
lupa tuk kembali ke bangku ini. Ia akan tersedia untukmu. Selalu.
>
> Bila kau buka pintu untuk mereka guru-guru Bandung, maukah kau
bukakan pula untuk kami, orang-orang dari berbagai penjuru?
>
> Bila kita ada dalam koridor yang sama, apakah kekontrasan itu begitu
kontras? Apakah kegetiran begitu getir terasa dalam getirnya getir?
>
> Hmmmm, ajarkan aku belajar ya sahabat:)
>
> Salam
> Dyah Adz Dzaki ^_^
>
>
>
> ----- Original Message ----
> From: tinta_mirah <tinta_mirah@...>
> To: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
> Sent: Tuesday, June 3, 2008 9:36:20 PM
> Subject: [sekolah-kehidupan] Sekadar mengisi absen.
>
>
> tunggu....saya masuk.!
> aku si banyak bolos,karena tak punya ongkos.aku seorang gelandang yang
> baru punya uang.
> maaf..guru-guru yang baik,aku seorang payah yang benar-benar putus
> sekolah.
> aku si orang udik yang benar-benar tak terdidik.
> sastrawan gelandangan yang hanya menumpah kegetiran.
> selesai ini,mungkin aku akan di pelototi operator warnet,karena
> serahkan uang yang kurang.
> habis,mau bagaimana lagi.?aku ingin duduk dulu di sekolah ini,sekolah
> kehidupan,kehidupan kegetiran..bagiku, bukan bagi kalian.
> ini bangku buatku,kan? atau sama,khusus buat penulis atau sastrawan
> mapan?lalu,sebelah mana bangku khusus penulis gelandangan?
> salam..guru- guru.terlihatkah aku? aku ingin bertanya, bahasa arabnya
> "aku mencintaimu, ibu" dan " pukul aku,tapi jangan ibuku".
> mohon jawabannya para pak/bu. sebab itu untuk bahan cerpen sastrawan
> gelandangan yang tak pintar.mungkin disini ada yang mengajarkannya!
> bukan sungkan,tapi kini aku harus pulang.dan besok berdagang.
> untuk guru-guruku yang beristana di daerah bandung,maka singgahlah ke
> saungku yang murung,surauku yang muram.
> jln.kiaracondong no:156
> seorang duplicator kunci.
> maka guru-guruku yang baik,akan melihat betapa kontrasnya kehidupan
> seorang gelandang yang ingin menulis...
> awas,bangku punyaku jangan di lenyapkan.meski aku masih belum bayar
> SPP..sekolah, sekolah kehidupan,kehidupan kegetiran..bagiku, bukan bagi
> kalian.
> syukron..boleh ngutang.
> salam.jun an nizami.
>
> __._,_
>
- 10b.
-
Re: Sekadar mengisi absen (Bahasa Arab)
Posted by: "Rumah Ilmu Indonesia" rumahilmubandung@gmail.com rezaervani
Thu Jun 5, 2008 12:34 pm (PDT)
Ini jawaban dari yang sedang belajar juga,
Aku Mencintaimu, Ibu : Uhibbuki, yaa ummi
Pukul Aku, Jangan Ibuku : Dhorobni, Wa Lakin Laa Ummi
Silahkan koreksi
Salam,
Reza Ervani
komunitas : http://groups.yahoo.com/ group/rezaervani
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "adzdzaki" <adzdzaki@..com .> wrote:
>
> hwaaaa, bahasa Arabnya belum ketemu, maz Jun. Yang lain bisa membantu?
> Maaf ya, padahal aku dah janji cariin.
>
> Salam
> Dyah
>
>
> --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , dyah zakiati <adzdzaki@>com
> wrote:
> >
> > Bolehkah kuisi pula absen itu? Mmm, mungkin bukanlah absen, tapi
> presensi. Hehehe, pantas kau sering absen. Karena yang kau isi daftar
> ketidakhadiran. Bukan daftar hadir.
> >
> > Hohoho, kau tak perlu banyak uang tuk bisa turut bercerita tentang
> kehidupan. karena kehidupan bukan hanya milik mereka yang kaya.
> Kehidupan juga milikku, milikmu, milik semua, semiskin atau sepapa
> apapun dia. Kegetiran pun bukan hanya milik mereka yang miskin. Karena
> sang kayapun dapat merasakan getirnya hidup.
> >
> > Dan kau masih bisa sempatkan diri tuk tatap layar internet. Bah! kau
> katakan dirimu gelandangan. Ya, mungkin kau gelandangan intelektual.
> Gelandangan yang mencari jati dirinya. Atau mungkin kau orang yang
> menyamar menjadi gelandangan tuk temukan arti sebuah kejujuran, arti
> sebuah cinta. Entahlah! Apapun yang kau cari, moga kelak kan kau
temukan.
> >
> > Sobat, bangku ini buat orang-orang yang belajar. Belajar tentang
> kehidupan. Siapapun dia, karena dunia ini toh bukan hanya diisi oleh
> sastrawan-sastrawan maupun penulis. Aku pun ada di sini. Di bangku
> ini. Padahal siapalah aku. Aku hanya orang yang terkatung-katung
> mengejar mimpi yang tak pasti. Kehidupan tentu akan membosankan bila
> hanya terdiri dari satu warna bukan? Maka biarkan warna dirimu hiasi
> indah sekolah ini. Biaskan cahaya bentuk pelangi warnai dunia.
> >
> > Aku tak bisa ajarkan engkau apa bahasa Arabnya "Aku mencintaimu
> ibu," dan "pukul aku, tapi jangan ibuku," karena aku tak kuasai bahasa
> itu. Yang aku bisa hanyalah kata "Uhibbukum fillah, maine schwester
> und bruther". Ya, kuyakin yang lain bisa membantumu, karena kita ada
> dalam kebersamaan. Saling tolong menolong.
> >
> > Baik, pulanglah engkau.Siapkan dirimu tuk hadapi hari esok. Jangan
> lupa tuk kembali ke bangku ini. Ia akan tersedia untukmu. Selalu.
> >
> > Bila kau buka pintu untuk mereka guru-guru Bandung, maukah kau
> bukakan pula untuk kami, orang-orang dari berbagai penjuru?
> >
> > Bila kita ada dalam koridor yang sama, apakah kekontrasan itu begitu
> kontras? Apakah kegetiran begitu getir terasa dalam getirnya getir?
> >
> > Hmmmm, ajarkan aku belajar ya sahabat:)
> >
> > Salam
> > Dyah Adz Dzaki ^_^
> >
> >
> >
> > ----- Original Message ----
> > From: tinta_mirah <tinta_mirah@>
> > To: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
> > Sent: Tuesday, June 3, 2008 9:36:20 PM
> > Subject: [sekolah-kehidupan] Sekadar mengisi absen.
> >
> >
> > tunggu....saya masuk.!
> > aku si banyak bolos,karena tak punya ongkos.aku seorang gelandang yang
> > baru punya uang.
> > maaf..guru-guru yang baik,aku seorang payah yang benar-benar putus
> > sekolah.
> > aku si orang udik yang benar-benar tak terdidik.
> > sastrawan gelandangan yang hanya menumpah kegetiran.
> > selesai ini,mungkin aku akan di pelototi operator warnet,karena
> > serahkan uang yang kurang.
> > habis,mau bagaimana lagi.?aku ingin duduk dulu di sekolah ini,sekolah
> > kehidupan,kehidupan kegetiran..bagiku, bukan bagi kalian.
> > ini bangku buatku,kan? atau sama,khusus buat penulis atau sastrawan
> > mapan?lalu,sebelah mana bangku khusus penulis gelandangan?
> > salam..guru- guru.terlihatkah aku? aku ingin bertanya, bahasa arabnya
> > "aku mencintaimu, ibu" dan " pukul aku,tapi jangan ibuku".
> > mohon jawabannya para pak/bu. sebab itu untuk bahan cerpen sastrawan
> > gelandangan yang tak pintar.mungkin disini ada yang mengajarkannya!
> > bukan sungkan,tapi kini aku harus pulang.dan besok berdagang.
> > untuk guru-guruku yang beristana di daerah bandung,maka singgahlah ke
> > saungku yang murung,surauku yang muram.
> > jln.kiaracondong no:156
> > seorang duplicator kunci.
> > maka guru-guruku yang baik,akan melihat betapa kontrasnya kehidupan
> > seorang gelandang yang ingin menulis...
> > awas,bangku punyaku jangan di lenyapkan.meski aku masih belum bayar
> > SPP..sekolah, sekolah kehidupan,kehidupan kegetiran..bagiku, bukan
bagi
> > kalian.
> > syukron..boleh ngutang.
> > salam.jun an nizami.
> >
> > __._,_
> >
>
Need to Reply?
Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.
MARKETPLACE
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Individual | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar