Messages In This Digest (23 Messages)
- 1a.
- Re: Daftar Milad ESKA -> Mbak Obi From: fil_ardy
- 2a.
- Re: [esai] Sayap-Sayap Kecil Keberkahan From: fil_ardy
- 2b.
- Re: [esai] Sayap-Sayap Kecil Keberkahan From: novi_ningsih
- 3a.
- Re: [esai] Lajang Betawi Mencari Cinta From: fil_ardy
- 4a.
- Re: cerpen-PILIHAN From: fil_ardy
- 5.
- Majalah Seni dan Budaya GONG From: Epri Saqib
- 6a.
- Re: SK MEMPERTEMUKAN (JODOH) KAMI From: Syafaatus Syarifah
- 6b.
- Re: SK MEMPERTEMUKAN (JODOH) KAMI From: fil_ardy
- 6c.
- Re: SK MEMPERTEMUKAN (JODOH) KAMI From: teha
- 6d.
- Re: SK MEMPERTEMUKAN (JODOH) KAMI From: novi_ningsih
- 6e.
- Re: SK MEMPERTEMUKAN (JODOH) KAMI From: punya_retno
- 6f.
- Re: SK MEMPERTEMUKAN (JODOH) KAMI From: sismanto
- 7a.
- Re: ETIKA DEMONSTRASI From: fil_ardy
- 8.
- Kreativitas, Kunci Mengatasi Stagnasi Bisnis From: arda dinata
- 9a.
- Re: Segera!! Konferensi Penulis Cilik Indonesia 2008 -> Mas Fanfan From: fil_ardy
- 10a.
- Pengumuman From: Adiguna Sinaga
- 10b.
- Re: Pengumuman From: novi_ningsih
- 11a.
- Balasan: [sekolah-kehidupan] ETIKA DEMONSTRASI From: CaturCatriks
- 12.
- (Kue Lama) Sosok: Kiswanti, Bersepeda Melawan Pembodohan From: abe setiawan
- 13.
- Balasan: MABIT 2 AL KAUNY : Keutamaan sholat Khusuk From: arya noor amarsyah arya
- 14.
- [info] petualangan energi From: Afriandi EP
- 15a.
- Koq Tuhan Semena-mena sih? From: Agung Argopo
- 16a.
- Re: [Mendidik Anak]: Mengajar Anak Berani --asma From: (no author)
Messages
- 1a.
-
Re: Daftar Milad ESKA -> Mbak Obi
Posted by: "fil_ardy" fil_ardy@yahoo.com fil_ardy
Sun Jun 8, 2008 7:15 pm (PDT)
Wa'alaikumusallam wrwb
Heuheuheu
Salam kenal Mbak Obi
nantikan sua kita (halah)d milad SK ya
Jgn lupa ajak tuh ncang ncing nyak babeh
dan warga sekampung
Salam Kenal
DANI
In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , edwea chan <edwea@...> wrote:com
>
> Assalamu'alaikum
>
> wuaahhh mau ada milad yah,
> ikut yah....ada pepatah mengatakan "TAK KENAL MAKA TA 'ARUF" ^o^
>
> daftar juga deh...supaya ukhuwah tambah erat dengan saling mengenal
> kan obi masih "newbie"
>
> "mohon bimbingannya !"
>
> salam ukhuwah
>
> Robiatul Adawiyah
>
- 2a.
-
Re: [esai] Sayap-Sayap Kecil Keberkahan
Posted by: "fil_ardy" fil_ardy@yahoo.com fil_ardy
Sun Jun 8, 2008 7:17 pm (PDT)
Hiks, kalo saya
waktu pengumuman UMPTN di koran,
udah baca bulak balik
nggak ada juga tuh yang namanya
DANI Ardiansyah
tercantum di pengumuman
Sedih
DANI
In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "Nursalam AR" <nursalam.ar@com ...>
wrote:
>
> *Sayap-Sayap Kecil Keberkahan *
>
> *Oleh Nursalam AR*
>
>
>
> Keajaiban tidak selalu berupa hal-hal besar yang menakjubkan. Bisa jadi
> hal-hal kecil yang luput dari perhatian kita tetapi sebenarnya
bernilai plus
> dalam kehidupan kita adalah bagian dari keajaiban itu sendiri.
Berkah atas
> sebuah kegiatan adalah juga bentuk keajaiban. Demikian jawabku bila aku
> ditanya apakah pernah mengalami keajaiban karena ketaatan pada orang
tua.
>
>
- 2b.
-
Re: [esai] Sayap-Sayap Kecil Keberkahan
Posted by: "novi_ningsih" novi_ningsih@yahoo.com novi_ningsih
Sun Jun 8, 2008 10:27 pm (PDT)
:D
terharu...
nyentil...
dalam...
apalagi, ya? :(
pertama, soal kuliah,
aku ga pernah mimpi kuliah di program penerbitan yang nyambung banget
dengan bapak... Alhasil, ketika kuliah, aku bolak-balik depok-jakarta
buat jadi asisten bapak yang saat itu menulis kira2 lebih dari 5
naskah...
Beliau senang banget waktu akhirnya aku lulus. Beliau dan ibu pakai
baju kembar pas wisuda aku...
akhirnya, selepas wisuda, cuma nganggur sebentar dan akhirnya diterima
di penerbitan jadi sekred dan editor, tapi baru beberapa waktu, aku
keluar, tanpa bapak ketahui... padahal bapak seneng banget waktu aku
diterima kerja di sana... Sampai akhirnya, 1 1/2 bulan setelah aku
diwisuda, bapak meninggal, dan aku belum dapat kerja :(...
Meninggalnya bapak, jadi pukulan yang sangat keras buat aku. Naskah
terakhir yang beliau tulis, cukup bikin aku nangis2 di depan komputer :((
Hmm, sekarang aku kerja di rumah...
dan tetap berhubungan dengan naskah, sesekali bantu kakak yang kini
merevisi buku bapak, kalau ada request dari penerbit... walau buku
sekolah, berasa banget jiwa bapak di buku2nya...
Dan, kerja di rumah belum tentu bisa deket sama orang rumah... hehehe,
betul banget... kadang aku emang gokil yang pengennya kerja mulu,
sampe untuk ngelirik susah, halah...dan di saat hari libur, biasanya
ke mana-mana :D
sebenernya tetap deket, tapi kualitasnya itu, lho... kadang suka
cemburu, kalo ponakan deket sama khadimat dan kasian liat ibu yang ga
enakan minta tolong aku...
Alhamdulillah, baca ini jadi berasa...
berasa banget...:D
makasi ya mas nursalam
semangaaaaat
novi
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "Nursalam AR"com
<nursalam.ar@...> wrote:
>
> *Sayap-Sayap Kecil Keberkahan *
>
> *Oleh Nursalam AR*
>
>
>
> Keajaiban tidak selalu berupa hal-hal besar yang menakjubkan. Bisa jadi
> hal-hal kecil yang luput dari perhatian kita tetapi sebenarnya
bernilai plus
> dalam kehidupan kita adalah bagian dari keajaiban itu sendiri.
Berkah atas
> sebuah kegiatan adalah juga bentuk keajaiban. Demikian jawabku bila aku
> ditanya apakah pernah mengalami keajaiban karena ketaatan pada orang
tua.
>
>
>
> Jika keajaiban yang dimaksud adalah sebuah hal besar, seperti
mendapat rumah
> mewah atau rezeki melimpah karena suatu ketaatan pada orang tua, jelas
> tidak. Mungkin orang lain pernah mengalaminya, rasanya aku tidak.
Barangkali
> karena tingkat ketaatanku pada orang tua yang, sejujurnya harus diakui,
> fluktuatif. Aku bukanlah anak yang taat betul. Sering sekali aku
merengut
> atau membentak orang tua. Bahkan menolak permintaan mereka yang sekedar
> ringan-ringan saja, seperti meminta dibelikan sesuatu ke warung, hanya
> karena kemalasan atau kesibukanku.
>
>
>
> Kenanganku terputar kembali semasa ibuku, Ulya binti Sayuti masih
ada. Terus
> terang aku lebih dekat dengan ibu ketimbang dengan ayah, yang kami
panggil *
> aba'*. Aku lebih menurut jika disuruh apa-apa oleh ibu. Tingkat rasa
> bersalahnya pun lebih besar jika aku mengabaikan perintah atau
keinginan ibu
> ketimbang saat membantah disuruh *aba'*.
>
>
>
> Ada kenangan tersendiri mengenai ibuku. Saat SMA, aku bukanlah murid
yang
> pintar dalam artian menduduki rangking sepuluh besar di kelas.
Bahkan pernah
> di kelas tiga, aku mendapat rangking 29 dari 46 siswa dan ada satu mata
> pelajaran yang dapat angka merah. Memang aku saat itu sangat aktif di
> kegiatan rohis (Rohani Islam) sekolah. Aktif yang sangat berlebih,
hingga
> melupakan kewajiban sebagai seorang siswa untuk belajar. Ulangan
banyak yang
> harus *her *terutama Fisika sebagai mata pelajaran wajib di jurusan A1
> (Fisika) karena selain aku tidak punya waktu mengulang pelajaran
juga otakku
> tidak terlalu kuat untuk pelajaran eksakta. Singkatnya, dengan kondisi
> seperti itu, lolos UMPTNtes penerimaan mahasiswa barudi
universitas negeri
> jurusan IPA pularasanya jauh dari bayangan.
>
>
>
> Yang aku ingat saat itu menjelang UMPTN beberapa bulan sebelumnya
aku ikut
> bimbingan belajarini pun atas beasiswa bimbel tersebut sebagai bentuk
> santunan kepada keluargaku karena almarhum abang tertua pernah
mengajar di
> bimbel tersebutdan belajar semampuku. Ibadah pun diusahakan rajin
dengan
> tahajud dan mengaji qur'an. Yang lebih penting aku ingat betul petuah
> *aba'*yang mengatakan doa orang tua mustajab.
>
>
>
> Sebetulnya jauh-jauh sebelum UMPTN aku sudah memilih Fakultas Psikologi
> Universitas Padjajaran (Unpad) di Bandung yang termasuk jurusan IPA.
Berbeda
> dengan fakultas Psikologi UI yang termasuk jurusan IPS. Selain berminat
> dengan psikologi, menurutku, jurusan psikologi di Unpad menawarkan ranah
> ilmu yang lebih lengkap dengan mata kuliah anatomi dan syaraf
manusia persis
> seperti yang dipelajari di fakultas kedokteran. Mungkin karena itu F-Psi
> Unpad digolongkan dalam fakultas IPA.
>
>
>
> Namun ibu tak setuju dengan pilihanku itu. "Pilih aje di Jakarta,
biar gak
> jauh-jauh." Memang jika aku pilih Unpad otomatis aku harus *indekost* di
> Bandung, jauh dari ibu. Dengan setengah hati, berusaha mengikhlaskan
diri,
> aku pilih jurusan IPA di Universitas Indonesia (UI) yang tak jauh beda
> dengan F-Psi Unpad, tak terlalu eksakta tapi masih termasuk jurusan IPA:
> Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM).
>
>
>
> Aku sendiri dalam formulir pendaftaran UMPTN memilih IPC, program
campuran
> dengan dua pilihan fakultas non-eksakta yakni Sastra Inggris di pilihan
> pertama dan Sastra Indonesia di pilihan ketiga. FKM di pilihan
kedua. Itu
> pun karena pertimbangan strategi dengan asumsi seburuk-buruknya aku
masih
> dapat tembus di Sastra Indonesia UI yang tingkat persaingannya lebih
rendah
> daripada di FKM. Faktor lain, karena almarhum abang sulungku alumnus
FS-UI
> jurusan Sastra Indonesia. Aku menikmati membaca buku-buku kuliahnya yang
> tebal. Tak lupa pertimbangan terutama adalah biaya kuliah di UI yang
saat
> itu relatif lebih murah dibandingkan dengan perguruan tinggi swasta.
>
>
>
> Saat pengumuman UMPTN pun tiba. Pagi itu, 27 Juli 1996, aku
mendapati namaku
> dengan suatu kode nomor pendaftaran tertera di lembaran koran. Saat itu
> pukul 08.00. Aku luarbiasa gembira. Tapi aku tidak tahu di fakultas
mana aku
> diterima. Aku lebih hafal kode jurusan Sastra Inggris atau Sastra
Indonesia.
> Sejenak aku terkaget ketika mencocokkan kode fakultas yang tertera
dengan
> buku panduan UMPTN, dan mendapati aku diterima di FKM-UI. Memangnya aku
> pernah memilih FKM-UI sebagai pilihan? Batinku sempat berbisik
demikian. Ya,
> aku sendiri sudah pesimis untuk dapat menembusnya karena konon tingkat
> persaingannya termasuk papan tengah.
>
>
>
> Aku bersujud syukur dan mencium tangan kedua orang tuaku. Mereka tampak
> senang. Mata ibu berkaca-kaca. Ya, pilihan yang tepat, Bunda. Terima
kasih,
> Bunda, jika aku abaikan kemauanmu bisa jadi takdir Alah berbicara
lain: aku
> mungkin tidak lolos UMPTN dan mengendap di rumah sebagai pengangguran.
> Sedari awal *aba'* dan ibu wanti-wanti bahwa mereka tak mungkin
> mengkuliahkanku di perguruan tinggi swasta karena biaya yang mahal.
>
>
>
> Teman-temanku terkaget-kaget ketika mengetahui aku diterima di UI.
Siapalah
> aku yang sering bolos demi kegiatan rohis, dan rangkingnya pun jauh
di luar
> 10 besar? Aku hanya suka membaca. Itu saja. Dan di antara siswa yang
biasa
> menduduki rangking 10 besar di kelasku, tak satu pun yang lolos UMPTN.
>
>
>
> Yah, inilah berkah yang aku rasakan, jika kecil kadarnya jika disebut
> keajaiban. Aku yakin ini berkat doa orang tuaku. Ya, *aba' *benar,
doa orang
> tua mustajab. Ibuku orang yang rajin bangun malam untuk *qiyamul
lail* dan
> kemudian pagi-pagi membuat kue untuk dititipkan di warung-warung di
dekat
> rumah, membantu penghasilan *aba'* yang pas-pasan sebagai montir mobil
> panggilan selain pendapatan bulanan dari rumah kontrakan petakan
kelas bawah
> yang tak seberapa.
>
>
>
> Pada 1997, ibu wafat karena kerusakan ginjal. Tepat ketika aku menginjak
> tahun pertama perkuliahan. Tinggallah *aba'* sebagai orangtuaku
> satu-satunya. Sempat aku mengalami depresi berat hingga kuliahku
berantakan.
> Tahun-tahun berlalu selepas kuliah, hingga setelah beberapa kali
> keluar-masuk berbagai pekerjaan, aku memilih jadi penerjemah
*full-time* di
> rumah. Beberapa tahun sebelumnya setelah kematian ibu hubunganku
dengan *
> aba'* agak renggang. Kata orang tabiat kami sama-sama keras kepala. Tapi
> ketika aku memilih bekerja SOHO (*Small Office Home Office*) selepas
bekerja
> di sebuah *production house* besar, alhamdulilah, hubungan kami mulai
> membaik. Frekuensi pertengkaran agak berkurang. Aku jadi lebih dapat
> memahami *aba'*. Aku jadi lebih memahami betapa aku salah
menafsirkan sikap
> keras *aba'* yang dulu kurasakan sangat mengekang sehingga aku sering
> berontak adalah bentuk kasih sayangnya yang memang terkesan
*over-protective
> *. Namun, itulah orang tua yang masing-masing punya ciri-khas mendidik
> anaknya.
>
>
>
> Kenangan mengenai *aba' *berawal ketika suatu kali aku *kemaruk*
mengambil
> order terjemahan. Sebagai penerjemah, aku tidak berpayung badan
perusahaan.
> Klien-klienku sebagian besar adalah biro-biro penerjemahan yang
> mensubkontrakkan pekerjaannya kepadaku dengan honor terjemahan
sekitar Rp
> 6.000 sampai Rp 10.000 per halaman hasil.
>
>
>
> "Mas, ada kerjaan (terjemahan) Inggris-Indonesia, kontrak bisnis, untuk
> Selasa bisa nggak?" tanya klienku. Waktu itu hari Jumat.
>
>
>
> "Berapa halaman?'
>
>
>
> "Banyak nih, 100 halaman. Sanggup tidak? Atau di-*split *aja?"
>
>
>
> Wah, lumayan nih, pikirku. "Oke, Mas, sanggup. Saya ambil semuanya."
>
>
>
> "Oke, nanti kurir saya antar dokumennya ke rumah. Benar ya, Mas, Selasa.
> Jangan sampai telat. Kalau tidak, kami kena *penalty* dari klien."
>
>
>
> Aku mengiyakan. Entahlah, aku lupa, sudah mengucapkan Insya Allah
atau tidak
> saat itu. Yang jelas, ini order kakap. Itu yang ada dalam pikiranku.
>
>
>
> Tak lama masuk satu orderan lagi dari bahasa Inggris untuk
diterjemahkan ke
> bahasa Indonesia, sekitar 30 halaman spasi rapat, untuk hari Rabu. Aku
> sanggupi pula. Dalam hitung-hitunganku, 30 halaman spasi rapat itu
berarti
> sekitar 90 halaman hasil. Kalikan saja dengan Rp 7.000, lumayan kan?
>
>
>
> Eh, *'ndilalah*, ada lagi order terjemahan ekspres untuk keesokan
harinya 10
> halaman. Ini berarti *double price*, honornya bisa Rp 14.000 sampai Rp.
> 20.000 per halaman hasil. Juga aku ambil. Saat itu aku tidak ada niatan
> untuk mengoper sebagian orderan itu ke penerjemah lain. Yang lebih aku
> pikirkan banyaknya uang yang bakal aku dapat sendirian. Sebab jika
dibagi
> dengan penerjemah lain otomatis pendapatanku berkurang. Bayang-bayang
> penghasilan sekitar Rp 2,5 juta dalam waktu kurang dari sepekan lebih
> menggiurkan saat itu.
>
>
>
> Alhasil keserakahanku menyeretku dalam perjibakuan dari Jumat sampai
Selasa
> dengan ketiga order terjemahan dengan total halaman hasil sekitar 300
> halaman lebih. Padahal kemampuanku menerjemahkan dokumen adalah 30
halaman
> spasi dua dalam sehari. Ketika tenggat berjatuhan, mulailah bencana
itu. Dua
> orderan memang terkejar tuntas pada waktunya meski di ujung-ujung
*injury
> time*. Namun justru orderan pertama sebanyak 100 halaman tak
tertanggulangi.
> Aku gagal menyelesaikannya tepat waktu. Selisihnya pun jauh, masih
separuh
> halaman lagi. Aku minta maaf pada pemilik biro tersebut yang
habis-habisan
> memakiku.
>
>
>
> Sebagai bentuk pertanggungjawaban, aku gratiskan klienku tersebut
untuk tak
> perlu membayar jumlah halaman yang sudah aku kerjakan. Ini musibah betul
> buatku. Klien itu termasuk klien yang rajin menyuplai order
kepadaku, dan
> hubungan bisnis kami sudah terbina hampir separuh perjalananku
bekerja SOHO.
> Aku pun sudah berpikir ia akan memasukkanku dalam daftar hitam
penerjemah.
> Alamat sepi order.
>
>
>
> Memang setelah itu entah bagaimana order sepi. Bahkan dalam dua
minggu aku
> hanya dapat order terjemahan dokumen 20 halaman. Untungnya aku hobi
menulis
> sehingga dapat mengisi waktu yang lowong dengan menulis. Namun hikmahnya
> adalah dalam waktu sekitar tiga pekan kosong tanpa order terjemahan aku
> punya banyak waktu luang untuk menemani *aba'* ngobrol di ruang depan.
> Bekerja SOHO tidak serta-merta menjamin kita bisa dekat dengan
keluarga atau
> orang-orang yang kita sayangi. Terlebih jika Anda orang yang
> *workaholic*dan tidak mempekerjakan orang lain untuk membantu
> pekerjaan Anda.
>
>
>
> Aku pun jadi tahu ada tagihan Pajak Bumi Bangunan (PBB) yang belum
dibayar *
> aba'*. Aku tahu itu setelah aku menangkap gelagat aneh saat beliau
tampak
> tercenung di suatu siang sambil mengisap rokok dalam-dalam. Dalam
hitungan *
> aba'*, sangat riskan untuk menggunakan uang hasil kontrakan rumah hanya
> untuk membayar uang PBB sebesar Rp 2,8 juta setahun. Tiap tahun
tagihan PBB
> memang terus membubung tinggi. Aku pun menyanggupi menyumbangkan Rp 1,2
> juta. Agak nekat, karena saat itu tabunganku sedang menipis. Tapi
aku pikir
> biarlah, toh kapan-kapan aku bisa pinjam dari *aba'* jika ada keperluan
> mendesak atau *kepepet *membeli sesuatu. Aku pikir ini *shodaqoh *kepada
> orang tua.
>
>
>
> Kakakku nomor dua menyanggupi menambahi Rp 500 ribu. Jadi *aba'*
cukup perlu
> mengeluarkan Rp. 1,1 juta. Jumlah sebesar itu dalam hitunganku tidak
> mengganggu *cash-flow* bisnis kontrakan rumah petakan yang kami
punyai. *
> Aba'* awalnya menolak, namun akhirnya bersedia menerima dan sangat
berterima
> kasih. "*Aba'* doain biar rejeki lo lancar, ngalir." Aku
mengaminkan. Meski
> aku tak pernah cerita soal sepinya order terjemahan mungkin beliau tahu
> kegundahanku, puteranya yang memilih kerja SOHO di rumah. Kami di rumah
> memang tinggal berempat: *aba'*, aku, kakak perempuanku dan satu orang
> adikku laki-laki.
>
>
>
> Selang dua hari kemudian datang kurir dari biro klien yang aku kira
sudah
> memasukkanku dalam daftar hitamnya. Ada kerjaan yang tenggatnya
seminggu.
> Total honor Rp. 300.000. Lumayanlah, yang penting aku masih mendapat
> kepercayaan. Itu hal yang mahal dalam bisnis. Berturut-turut masuk
order
> terjemahan lain dari biro-biro rekananku yang lain. Total omzetku
sepekan
> itu Rp. 2 juta lebih. Barangkali ini berkah lain dari bakti pada
orang tua.
> Benar kata salah satu hadits Rasulullah SAW, orang tua adalah
keramat kita.
> Hal yang keramat tentu akan membawa berkah jika kita taat dan
membawa laknat
> jika kita tidak hormat.
>
>
>
> Kini kedua keramatku telah sirna. *Aba'*, Abdul Rahman bin Hasan,
wafat lima
> belas hari menjelang Ramadhan 1427 Hijriah setelah sakit panas satu
hari.
> Ah, jika mengingat kedua orang tua yang telah tiada ingin aku
meminta kepada
> Allah agar waktu-waktu semasa keduanya masih ada dikembalikan lagi,
dan aku
> akan berbakti kepada mereka setaat-taatnya. Sepenuh waktu, sepenuh hati.
> Semasa mereka hidup, aku melupakan sayap-sayap kecil keberkahan dari
mereka
> yang sebenarnya telah menerbangkanku tinggi. Kini aku hanya bisa
panjatkan
> doa untuk *aba'* dan ibu di ujung sholat. Agar Allah terangi kubur
keduanya
> dan pertemukan keduanya di surga-Nya.
>
> * *
>
> *Nikmat adalah nikmat tatkala tiada, saat di genggaman ia hanyalah
kewajaran
> yang lazim ada*.
>
> * *
>
>
> --
> -"When there's a will there's a way"
> Nursalam AR
> Translator & Writer
> 0813-10040723
> 021-91477730
> http://nursalam.multiply. com
> YM ID: nursalam_ar
>
- 3a.
-
Re: [esai] Lajang Betawi Mencari Cinta
Posted by: "fil_ardy" fil_ardy@yahoo.com fil_ardy
Sun Jun 8, 2008 7:17 pm (PDT)
Heueheue
Beruntung sekarang lajang betawinya dah ketemu sama
lajang palembang, ya Bro
Sip lah
DANI
In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "Nursalam AR" <nursalam.ar@com ...>
wrote:
>
> Lajang Betawi Mencari Cinta
>
> *Oleh Nursalam AR*
>
>
>
> *Malam merayap siput. Hujan menderap*
>
> *Sepi meranggas hati. Dingin mendekap naluri*
>
> *Mata susah pejam, angan layang liar*
>
> *Kuraba sisi kasur. Kosong*
>
> *Kapankah ia berpenghuni?*
>
> *Hanya Takdir yang tahu*
>
> *Sebagaimana pengetahuanNya akan rizki dan mati.*
>
> (*Elegi Lajang*, 2002)
>
>
- 4a.
-
Re: cerpen-PILIHAN
Posted by: "fil_ardy" fil_ardy@yahoo.com fil_ardy
Sun Jun 8, 2008 7:19 pm (PDT)
Nop kok banyak kode spasinya sih ( )
Jadi agak lieur bacanya..
Heuheuheu
Sepertinya mengharu biru ungu nih cerpennyah
DANI
In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , novi khansa' <novi_ningsih@com ...>
wrote:
>
> PILIHAN
> novi khansa'
>
>
>
>
> Di
> hadapanku tertidur seorang laki-laki yang tergolek pasrah. Nafasnya
> tersengal-sengal. Sudah beberapa infus yang mengalir di tubuhnya. Rasa
> sesak merebak di mana-mana ditambah lagi bau obat memenuhi ruangan ini.
> Rasanya hati ini ingin berteriak. Aku sudah tak kuat lagi berada di
> sini. Dihadapkan dengan masalah yang datang dengan tiba-tiba. Masalah
> karena kesalahanku yang dulu. Masalah yang aku fikir tak akan lagi
> menghampiriku. Seandainya aku tak punya hati nurani tentunya aku akan
> keluar dari ruangan ini dan mengingkari janjiku Air
> mataku menetes. Aku tak mampu menahan tangis ini ketika menatap
> wajahnya. Wajah orang yang pernah berada begitu dekat dengan diriku.
> Kini ia hanya laki-laki yang kurus tak terurus. Kulit yang telah
> keriput tetapi bukan karena tua membungkus tulang-tulang yang
- 5.
-
Majalah Seni dan Budaya GONG
Posted by: "Epri Saqib" epri_tsi@yahoo.com epri_tsi
Sun Jun 8, 2008 7:23 pm (PDT)
http://geraibuku.multiply. com/photos/ album/39
Bagi anda yang senang dengan dunia kesenian, majalah ini sangat cocok anda baca. Di dalamnya banyak sekali info dan kajian tentang berbagai macam seni, kegiatan termasuk karya sastra dari para penyair, cerpenis dan esai mereka.
Ada juga info resensi buku-buku seni terbaru, dunia panggung, agenda budaya, dan kali ini tema utama pembahasannya adalah tentang kupas tuntas seni Kaligrafi yang ternyata bukan milik dunia Arab akan tetapi juga Cina, Korea, Jepang dan Amerika Latin.
Ada pula tulisan dan foto-foto tentang seni tari, lukisan dan lain-lain.
Harga Majalah : Rp 12.500,-
Anda dapat memesannya melalui GERAI BUKU ON-LINE via email geraibuku@gmail.com atau website ini, atau ke hotline kami di (021) 3099-8655. Jangan sampai kehabisan ya.
Salam
GERAI BUKU ON-LINE
www.geraibuku.multiply. com
- 6a.
-
Re: SK MEMPERTEMUKAN (JODOH) KAMI
Posted by: "Syafaatus Syarifah" syarifah@gratika.co.id sya4215
Sun Jun 8, 2008 7:24 pm (PDT)
duh..kok diriku jadi termehe-mehe bacanya... romantis pisan euy..
brarti sewaktu Retno jadi MC di cucurka bogor itu..Catur pasti udah dag dig dug ya ngeliatnya... :D
moga2 jadi keluarga samara yaa...
maaf aku gak bisa dateng ke nikahan kalian wkt itu
----- Original Message -----
From: CaturCatriks
To: sekolah kehidupan
Sent: Monday, June 09, 2008 7:41 AM
Subject: [sekolah-kehidupan] SK MEMPERTEMUKAN (JODOH) KAMI
SK MEMPERTEMUKAN (JODOH) KAMI
Oleh CaturCatriks
Pernikahan impian saya tak perlu perjanjian pra-nikah. Bagi saya, janji seorang pria kepada Tuhan saat ijab kabul adalah janji yang paling utama. Karena itu adalah janji seorang pria pada penciptanya, Sang Maha. Dan saya selalu percaya, bahwa para pecinta Tuhan, tak akan pernah berani untuk mendustaiNya.
***
Karena ingatan yang cukup pendek, saya lupa dengan kalender. Tepatnya kapan dan hari apa saya mulai bergabung dengan milis Sekolah Kehidupan (SK). Mungkin, sekarang waktu tidak begitu penting. Aku hanya sedikit ingat tentang proses. Tapi ketika sampai pada tahap yang tak terduga, saya menyadari bahwa sesuatu yang terabaikan, bisa menjadi cukup penting jika aku menuliskannya. Karena di milis Sekolah Kehidupan inilah, kutemukan jodohku.
.
- 6b.
-
Re: SK MEMPERTEMUKAN (JODOH) KAMI
Posted by: "fil_ardy" fil_ardy@yahoo.com fil_ardy
Sun Jun 8, 2008 7:33 pm (PDT)
Huaaaaaaaaa
Mas Chat, keren luar biasa
perpaduan yang sempurna
perjuangan yang sempurna
entah karena saya..yang.. ehem sentimentil
atau memang tulisanmu
yang berhasil menjadi bawang sampai mataku bercermin-cermin
Halah
Serius, cerita indah di hari senin
thx for share
DANI
In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , CaturCatriks <akil_catur@com ...>
wrote:
>
> SK MEMPERTEMUKAN (JODOH) KAMI
> Oleh CaturCatriks
>
>
> Pernikahan impian saya tak perlu perjanjian pra-nikah. Bagi saya,
janji seorang pria kepada Tuhan saat ijab kabul adalah janji yang
paling utama. Karena itu adalah janji seorang pria pada penciptanya,
Sang Maha. Dan saya selalu percaya, bahwa para pecinta Tuhan, tak akan
pernah berani untuk mendustaiNya.
> ***
>
- 6c.
-
Re: SK MEMPERTEMUKAN (JODOH) KAMI
Posted by: "teha" teha.sugiyo@toserbayogya.com
Sun Jun 8, 2008 9:38 pm (PDT)
lebih romantis lagi jika retno juga dapat membagikan pengalaman
"jadian"-nya dengan catur. setuju teman-teman? kita tunggu hwahaha...
Syafaatus Syarifah wrote:
>
> duh..kok diriku jadi termehe-mehe bacanya... romantis pisan euy..
> brarti sewaktu Retno jadi MC di cucurka bogor itu..Catur pasti udah
> dag dig dug ya ngeliatnya.. . :D
> moga2 jadi keluarga samara yaa...
> maaf aku gak bisa dateng ke nikahan kalian wkt itu
>
>
> ----- Original Message -----
> *From:* CaturCatriks <mailto:akil_catur@yahoo.co.id >
> *To:* sekolah kehidupan <mailto:sekolah-kehidupan@yahoogroups. >com
> *Sent:* Monday, June 09, 2008 7:41 AM
> *Subject:* [sekolah-kehidupan] SK MEMPERTEMUKAN (JODOH) KAMI
>
> *SK MEMPERTEMUKAN (JODOH) KAMI*
> Oleh CaturCatriks
> * *
> /Pernikahan impian saya tak perlu perjanjian pra-nikah. Bagi saya,
> janji seorang pria kepada Tuhan saat ijab / /kabul/ / adalah janji
> yang paling utama. Karena itu adalah janji seorang pria pada
> penciptanya, Sang Maha. Dan saya selalu percaya, bahwa para
> pecinta Tuhan, tak akan pernah berani untuk mendustaiNya. /
> ***
>
> Karena ingatan yang cukup pendek, saya lupa dengan kalender.
> Tepatnya kapan dan hari apa saya mulai bergabung dengan milis
> Sekolah Kehidupan (SK). Mungkin, sekarang waktu tidak begitu
> penting. Aku hanya sedikit ingat tentang proses. Tapi ketika
> sampai pada tahap yang tak terduga, saya menyadari bahwa sesuatu
> yang terabaikan, bisa menjadi cukup penting jika aku
> menuliskannya. Karena di milis Sekolah Kehidupan inilah, kutemukan
> jodohku.
>
> .
>
>
- 6d.
-
Re: SK MEMPERTEMUKAN (JODOH) KAMI
Posted by: "novi_ningsih" novi_ningsih@yahoo.com novi_ningsih
Sun Jun 8, 2008 10:10 pm (PDT)
Cie.... cie....
ketemu jodoh di SK niye....
cie...
halah... :D
iya, tuh bener kata pak teha, retnonya juga berbagi, donk
selamat ya ke sekian kalinya untuk mas catur dan retno, semoga menjadi
keluarga yang samara... aamiin :)
salam
novi
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , CaturCatrikscom
<akil_catur@...> wrote:
>
> SK MEMPERTEMUKAN (JODOH) KAMI
> Oleh CaturCatriks
>
>
> Pernikahan impian saya tak perlu perjanjian pra-nikah. Bagi saya,
janji seorang pria kepada Tuhan saat ijab kabul adalah janji yang
paling utama. Karena itu adalah janji seorang pria pada penciptanya,
Sang Maha. Dan saya selalu percaya, bahwa para pecinta Tuhan, tak akan
pernah berani untuk mendustaiNya.
> ***
>
> Karena ingatan yang cukup pendek, saya lupa dengan kalender.
Tepatnya kapan dan hari apa saya mulai bergabung dengan milis Sekolah
Kehidupan (SK). Mungkin, sekarang waktu tidak begitu penting. Aku
hanya sedikit ingat tentang proses. Tapi ketika sampai pada tahap yang
tak terduga, saya menyadari bahwa sesuatu yang terabaikan, bisa
menjadi cukup penting jika aku menuliskannya. Karena di milis Sekolah
Kehidupan inilah, kutemukan jodohku.
>
> Adalah hari-hari yang lesu saya lewati. Saat itu saya baru saja
jatuh untuk sebuah urusan yang cukup serius. Emosi saya sangat tidak
stabil. Banyak diam, banyak menatap dengan pandangan kosong, gampang
tersinggung.
>
> Hari kerja kantor yang tidak produktif, saya gunakan untuk
membuka-buka yahoogroups. Begitu banyak milis tersedia di sana. Dengan
pemilihan yang tidak saksama, saya bergabung dengan beberapa milis
sekaligus. Sengaja saya ikut banyak milis karena sekarang milis ibarat
angin yang bertiup kencang masuk ke rumah manakala pintunya dibuka,
dengan membawa sekian banyak informasi.
>
> Milis yang saya ikuti hanya sedikit yang ber-web. Di antara yang
sedikit tersebut, salah satunya adalah milis SekolahKehidupan (SK).
>
> Sebelum saya meng-klik sebagai awal penggabungan, terlebih dahulu
saya buka content web, saya baca, saya jatuh hati, dan saya subcribe.
Banyak arsip tulisan di web SK yang saya baca sekali dan ternyata saya
tidak cukup puas karena isinya terlalu menarik. Maka saya mengopi
arsip-arsip tulisan tersebut dan saya simpan pada folder tersendiri
untuk saya baca kembali di lain kesempatan.
>
> Saya tidak langsung menjadi anggota yang aktif, tapi saya cukup
memerhatikan dengan membaca postingan yang masuk, yang saat itu belum
begitu membanjir. Sampai akhirnya, pada saat itu di milis sedang
ramai-ramainya mempersiapkan HUT SK yang pertama, termasuk juga
pengumuman lomba menulis dengan tema hikmah kehidupan.
>
> Saya ikut menulis. Dan karena pengumuman tulisan akan dibacakan
pada saat acara ulang tahun SK di Rasuna Said, Jakarta, maka saya ikut
mendaftar sebagai peserta. Alhamdulillah, tulisan saya terpilih.
>
> Pada saat acara ultah SK I di Rasuna Said itulah untuk pertama
kalinya saya melihat seorang gadis bermata belo dan berjilbab hitam,
duduk di kursi urutan kesekian.
> Kami tak saling menyapa, atau berkenalan, atau mencuri pandangan.
Saya hanya melihat begitu saja di antara banyak orang. Begitu saja,
tak ada apa-apa, sampai acara selesai dan pulang. Bahkan saya tidak
mengenal namanya.
>
> Dan seperti sebuah jalan yang tersambung-sambung, kegiatan SK
selalu mempertemukan kami, yang kebetulan sering sama-sama kebagian
menjadi panitia. Seingatku, hanya ada 3 pertemuan di SK yang
mempertemukan kami. Yang pertama seperti yang telah disebut, yaitu
pada ulang tahun SK I, yang kedua cucurak dan sosialisasi program
kerja di Bogor, serta yang ketiga adalah raker SK di Bandung. Aku
sudah lupa untuk masing-masing bulannya. Dan dalam tiga pertemuan itu,
hubungan kami seperti hubungan dengan teman-teman yang lain, bahkan
kami terlihat jauh, tidak akrab, dan tidak berpotensi.
> Tapi saya telah tahu kalau gadis itu bernama Retnadi Nurâaini
(Retno).
>
> Kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi esok hari. Kita hanya
tahu setelah esok hari berganti dengan hari ini. Alloh telah
memasukkan siang ke dalam malam dan malam ke dalam siang. Ia
memberikan kekuasaan terhadap apa yang Ia kehendaki.
> Dan pada waktu yang berjalan, lewat postingan-postingan di milis,
saya atau tepatnya kami, seperti merasakan ada gejala yang lain.
Mungkin samar bila diidentifikasikan. Tapi saya menyebutnya sebagai
gejala ketertarikan.
>
> Gejala ketertarikan tersebut menempati waktu yang cukup lama
sampai akhirnya saya tersadar bahwa hal tersebut tidak boleh dibiarkan
menggantung. Dengan ragu yang diyakinkan dan dengan takut yang saya
beranikan, setelah berdoa, saya ajak dia untuk bertemu secara khusus,
walau tidak di tempat yang spesial.
> (Saat itu, benakku masih berkata, bahwa aku bukanlah tipe-nya).
>
> Saat pertemuan tiba, langsung saja kuajak dia untuk membina
hubungan yang serius. Mirip sebuah taâaruf (perkenalan), kusampaikan
apa-apa yang bisa kusampaikan tentang diriku, keluargaku, keadaanku
saat itu, dan sedikit keinginan dan cita-citaku ke depan. Kusampaikan
juga bahwa saya adalah laki-laki yang tidak berpredikat, tidak gaul,
dan jauh dari kata mapan (walau saya sendiri kurang sepakat jika ini
menjadi alasan substansial). Tapi bagaimanapun isi perkenalan ini
menempati posisi yang cukup penting. Karena diakui atau tidak, banyak
para bujang yang menunda pernikahan hanya karena alasan materi dan
banyak para perempuan yang meragukan ajakan dari laki-laki yang
berpenghasilan minim.
>
> Dengan penyampaian yang kurang begitu lancar, kuutarakan yang aku
anggap perlu. Termasuk juga keyakinan bahwa apabila kita serius
mempersiapkan urusan nikah, pasti Alloh akan membantu sesuai dengan
janjiNya.
>
> Saatnya meminta jawaban. Saat hati menegang akan kata yang segera
ia utarakan. Karena kali pertama itulah saya mengajak seorang wanita
untuk membina hubungan yang serius secara langsung.
> Ia menjawab dengan isyarat yang begitu nyata, khas seorang
perempuan. Dia menyambutku dengan sebuah anggukan. Walau pelan,
anggukan kepala itu tiba-tiba menjadi sebuah gerakan yang begitu
indah. Seperti bunga yang mekar dengan gerak slowmotion. Kulafalkan
alhamdulillah sebagai rasa syukur.
>
> Agar lebih tegas, kutemui kedua orangtuanya dan bilang bahwa aku
serius dengan anaknya untuk membina hubungan ke arah pernikahan.
Mereka menyambut dengan positif, walau sebenarnya kedatanganku cukup
mengaggetkan. âKok, cepat sekali dan tiba-tiba?â Mungkin itu yang
ingin mereka katakan. Tidak apa-apa saya kira. Untuk urusan ini,
memang harus disegerakan, tapi bukan berarti terburu-buru.
>
> Dalam waktu yang pendek, aku segera melamarnya. Walau datang
dengan Om dan Tante, tapi aku melamarnya sendiri. Sedikit gugup memang
ketika bicara untuk mengkhitbah. Tapi harus diberanikan. Lebih
âberasaâ sepertinya jika kita tertarik dengan seorang perempuan,
kita sendirilah yang melamarnya, bukan diwakili oleh orangtua atau
wakil-wakil lain. Alhamdulillah, lamaranku bersambut. Semua lancar,
tampaknya.
>
> Baru kemudian setelah pulang, aku tersadar sepenuhnya apa yang
akan saya hadapi: mempersiapkan sebuah pernikahan. Buru-buru kuhitung
jumlah tabunganku, buru-buru kuhitung jarak persiapan, dan kemudian
menyimpulkan, âBahkan untuk acara sederhana tanpa resepsipun, jumlah
tabunganku sama sekali tidak cukupâ. Gajiku selama ini sudah aku
gunakan untuk keperluan yang lain dan aku tak bisa mengandalkan orang
tua. Dahiku berkerut.
>
> Hari-hari menjelang pernikahan, saya selalu dipenuhi dengan
perasaan takut, ragu-ragu, dan bingung. Bagaimana caranya, bagaimana
caranya.
>
> Untuk sebuah defence atau apologi, saya beranggapan bahwa masalah
seperti ini memang harus dihadapi oleh setiap orang yang akan menikah.
Masalah kepercayaan diri (untuk menjadi qawam keluarga) dan masalah
yang sangat klise, tapi berat dan memusingkan, biaya. Tapi bukan
berarti ini menjadi penghalang atau penunda pelaksanaan.
>
> Di tengah kebingunganku, tiba-tiba saya mendapat imel dari calon
istri. Imel berupa ekspektasi yang begitu tinggi, tapi sederhana,
mengagetkan sekaligus menenangkan. Imel tersebut berjudul
âPernikahan Impian Sayaâ.
> Bunyi imel tersebut antara lain:
>
> Pernikahan impian saya tak perlu perjanjian pra-nikah. Bagi saya,
janji seorang pria kepada Tuhan saat ijab kabul adalah janji yang
paling utama. Karena itu adalah janji seorang pria pada penciptanya,
Sang Maha. Dan saya selalu percaya, bahwa para pecinta Tuhan, tak akan
pernah berani untuk mendustaiNya.
>
> Pernikahan impian saya tak perlu perayaan megah. Saya tak
membutuhkannya. Bagi saya, lebih penting adalah rencana setelahnya.
>
> Pernikahan impian saya tak perlu mahar luar biasa ataupun
seserahan tujuh rupa. Tapi saya tahu, mahar saya mahal harganya.
Saking mahalnya, mahar yang nantinya akan saya minta, calon suami saya
malahan tak akan bisa menemukannya di toko serba ada. Karena mahar itu
berupa niatan untuk terus memperbaiki diri dan juga tanpa henti untuk
terus belajar saling memahami.
>
> Pernikahan impian saya tak perlu gaun pengantin sewarna dengan
taplak meja. Saya tahu, apapun yang akan saya kenakan nantinya, saya
akan tampak istimewa. Karena gaun pengantin saya telah ditenun dengan
menggunakan benang-benang terindah di dunia. Namanya, benang-benang
bahagia. Bahagia ini pula yang nantinya akan digunakan untuk merias
wajah saya, sehingga saya percaya, bahwa apapun riasannya, saya akan
tampak cantik luar biasa.
>
> Pernikahan impian saya tak perlu banyak bunga. Karena saya tahu,
setiap hari dari sisa umur saya nantinya akan diisi oleh saya dan
suami saya dengan mengumpulkan bunga-bunga tercantik di dunia. Untuk
kemudian ditanam dalam pot-pot bunga yang menghiasi setiap sudut ruang
hati saya. Tempat di mana kami nantinya akan bercengkerama setiap
petang. Menanti matahari terbenam, sambil mengagumi kecantikan
bunga-bunga langka ini, yang dengan ajaibnya akan mekar sepanjang masa.
> ***
> Aku ingat sebuah kalimat, âJika kau berurusan dengan orang yang
akan menikah, maka mudahkanlah urusannya, mudahkanlah urusannya.â
Dan betapa saya sangat bersyukur bahwa saya telah dipermudah jalan
oleh calon istri saya sendiri.
>
> Seiring dengan harapan, kami (saya, calon istri, dan kedua ortu
kami) bersepakat untuk mengadakan acara pernikahan dengan sederhana
tanpa resepsi, pun untuk tidak mengabarkan kepada teman-teman.
> Tapi karena sebuah pernikahan harus dikabarkan, maka kami
menyiarkannya setelah selesai pelaksanaan, dengan risiko, ini akan
cukup mengagetkan dan mengundang banyak pertanyaan. Tidak jadi soal.
Sepanjang kita benar, sedikit perbedaan bisa dibuat, yang penting kita
bisa menempatkan kemampuan pada posisi yang nyaman.
>
> Begitulah.
> Tapi urusan bukan berarti sudah selesai. Setelah aku beli ini, beli
itu, bayar persiapan ini persiapan itu, uang saya habis sama sekali,
sedang waktu nikah tinggal lima hari.
>
> Tapi saudaraku, sekali lagi, pertolongan Alloh ternyata begitu
dekat. Tiga buku anak yang aku tulis (yang satu bersama seorang
teman), dan lama tak ada kabarnya, tiba-tiba saja dibayar! (walau
hanya baru uang mukanya). Alhamdullillah, begitu longgar benakku yang
tengah sesak.
>
> Pagi, 1 Mei 2008, di Masjid Baiturrohmah, Petamburan, Jakarta
Barat, kami melangsungkan akad nikah, diawali pembacaan dua kalimat
syahadat, dengan mahar seperangkat alat sholat, Catur Sukono dan
Retnadi Nurâaini resmi menjadi suami istri.
>
> Segala puji bagi Alloh. Semoga Ia memberkahi kehidupan kami dan
diberi keturunan yang shaleh/hah.
> Barakallohu
>
>
>
> Special dedicated to:
> Istriku, Retnadi Nurâaini (Retno). I love you!
>
> Thanx to:
> 1. Keluarga yang selalu mengiringi kami dengan kasih dan doa
> 2. Mas Nursalam dan Mas Suhadi (plus istri dan 3 jagoannya)
yang datang di hari bahagia
> 3. Teman-teman SK yang datang dalam syukuran kecil tanggal 18
Mei â08
> 4. Teman-teman SK Bogor, Taufiq, Asma, dan Nia atas
kehangatan selama ini
> 5. Mas Dani dan Mas Epri yang membantu istriku untuk
bergabung dan belajar dengan/pada sebuah organisasi harokah. Jazakalloh
> 6. Sahabat-sahabat SK semuanya, di manapun berada dan pada
kesempatan apa pun
>
>
>
> CaturCatriks
>
> Editor - Penulis
> http://caturcatriks.blogspot. com
>
>
>
>
>
>
>
> --------------------- --------- ---
> Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download
sekarang juga.
>
- 6e.
-
Re: SK MEMPERTEMUKAN (JODOH) KAMI
Posted by: "punya_retno" punya_retno@yahoo.com punya_retno
Sun Jun 8, 2008 10:54 pm (PDT)
iya, mas catur, saya sepakat sama kang dani.
serius, tulisan indah di hari senin (dgn gaya formil ke suami).
thanks for writing such a wonderful essay.
that's why i love you, sunshine.
meet you later yak!
-retno-
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "Syafaatus Syarifah"com
<syarifah@...> wrote:
>
> duh..kok diriku jadi termehe-mehe bacanya... romantis pisan euy..
> brarti sewaktu Retno jadi MC di cucurka bogor itu..Catur pasti udah
dag dig dug ya ngeliatnya... :D
> moga2 jadi keluarga samara yaa...
> maaf aku gak bisa dateng ke nikahan kalian wkt itu
>
> ----- Original Message -----
> From: CaturCatriks
> To: sekolah kehidupan
> Sent: Monday, June 09, 2008 7:41 AM
> Subject: [sekolah-kehidupan] SK MEMPERTEMUKAN (JODOH) KAMI
>
>
>
> SK MEMPERTEMUKAN (JODOH) KAMI
> Oleh CaturCatriks
>
>
> Pernikahan impian saya tak perlu perjanjian pra-nikah. Bagi saya,
janji seorang pria kepada Tuhan saat ijab kabul adalah janji yang
paling utama. Karena itu adalah janji seorang pria pada penciptanya,
Sang Maha. Dan saya selalu percaya, bahwa para pecinta Tuhan, tak akan
pernah berani untuk mendustaiNya.
> ***
>
> Karena ingatan yang cukup pendek, saya lupa dengan kalender.
Tepatnya kapan dan hari apa saya mulai bergabung dengan milis Sekolah
Kehidupan (SK). Mungkin, sekarang waktu tidak begitu penting. Aku
hanya sedikit ingat tentang proses. Tapi ketika sampai pada tahap yang
tak terduga, saya menyadari bahwa sesuatu yang terabaikan, bisa
menjadi cukup penting jika aku menuliskannya. Karena di milis Sekolah
Kehidupan inilah, kutemukan jodohku.
> .
>
- 6f.
-
Re: SK MEMPERTEMUKAN (JODOH) KAMI
Posted by: "sismanto" siril_wafa@yahoo.co.id siril_wafa
Sun Jun 8, 2008 11:47 pm (PDT)
Berbobot dan menarik, saya sependapat dengan Pak Teha ini harus diimbani
oleh mempelai perempuan biar tambah sipppss....
Maaf kommentnya telat,
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "Syafaatus Syarifah"com
<syarifah@...> wrote:
> ----- Original Message -----
> From: CaturCatriks
> To: sekolah kehidupan
> Sent: Monday, June 09, 2008 7:41 AM
> Subject: [sekolah-kehidupan] SK MEMPERTEMUKAN (JODOH) KAMI
>
>
>
> SK MEMPERTEMUKAN (JODOH) KAMI
> Oleh CaturCatriks
>
>
> Pernikahan impian saya tak perlu perjanjian pra-nikah. Bagi saya,
janji seorang pria kepada Tuhan saat ijab kabul adalah janji yang paling
utama. Karena itu adalah janji seorang pria pada penciptanya, Sang Maha.
Dan saya selalu percaya, bahwa para pecinta Tuhan, tak akan pernah
berani untuk mendustaiNya.
> ***
>
> Karena ingatan yang cukup pendek, saya lupa dengan kalender.
Tepatnya kapan dan hari apa saya mulai bergabung dengan milis Sekolah
Kehidupan (SK). Mungkin, sekarang waktu tidak begitu penting. Aku hanya
sedikit ingat tentang proses. Tapi ketika sampai pada tahap yang tak
terduga, saya menyadari bahwa sesuatu yang terabaikan, bisa menjadi
cukup penting jika aku menuliskannya. Karena di milis Sekolah Kehidupan
inilah, kutemukan jodohku.
> .
>
- 7a.
-
Re: ETIKA DEMONSTRASI
Posted by: "fil_ardy" fil_ardy@yahoo.com fil_ardy
Sun Jun 8, 2008 7:34 pm (PDT)
Jadi inget jaman2 kuliah dulu
demo sepanjang hari
Thx for remind, Kang Galih
DANI
In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , galih@... wrote:com
>
> ETIKA DEMONSTRASI
> Oleh : Galih Ari Permana
>
>
> Pada harian Republika edisi jumat 6 Juni 2008 saya menbaca sebuah
tulisan
> yang cukup menarik dan memberikan banyak pelajaran. Tulisan tersebut
> berjudul Fikih Demonstrasi yang ditulis oleh Nur Faizin Muhith seorang
> mahasiswa pascasarjana Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir, dan calon
mufti
> di Darul Ifta' Mesir. Tulisan ini menarik untuk dicermati di tengah
> maraknya demonstrasi-demonstrasi yang berujung dengan kerusuhan dan
>
- 8.
-
Kreativitas, Kunci Mengatasi Stagnasi Bisnis
Posted by: "arda dinata" reusenews@yahoo.com reusenews
Sun Jun 8, 2008 7:43 pm (PDT)
Kreativitas, Kunci Mengatasi Stagnasi Bisnis
Oleh: ARDA DINATA
Email: arda.dinata@gmail.com
Pakar Mathematical Financial Planning, Steve Asikin, PhD., mengungkapkan bahwa orang yang punya sikap baik, punya ketrampilan baik, dan pengetahuan baik, diharapkan akan berprestasi baik. Cuma masalahnya, ada orang tertentu yang punya ketekunan di detil. Ada orang tertentu yang tidak detil, tetapi punya kreativitas tinggi. Ada orang tertentu yang bisa memutuskan dan berpikir secara baik. Karena itu ternyata harus dilakukan pemahaman terhadap bakat orang secara keseluruhan.
Berkait dengan itu, ternyata dalam dunia bisnis dan berwirausaha pun, keberadaan unsur kreativitas ini memiliki peranan yang sangat penting. Sehingga ada sebuah ungkapan yang menyebutkan bahwa kreativitas memang menjadi keharusan untuk mengatasi stagnasi bisnis/usaha di tanah air. Hal ini didasarkan atas kondisi keuangan, politik, mengecilnya investasi, ketidak stabilan ekonomi, dll., sehingga memaksa para pembisnis untuk berpikir kreatif dalam mengembangkan bisnisnya.
Beberapa sosok manusia kreatif berikut ini, bisa kita contoh perjalanan hidupnya dalam mengembangkan bisnisnya antara lain: Bob Sadino yang terkenal itu; Purdie E Candra dengan Primagama-nya; Sukyatno Nugroho dengan Es Teler 77; Sosrodjojo dengan Teh Botol Sosro-nya; almarhum Tirto Utomo dengan aqua-nya; atau Haji Masfuk sebagai Bupati Lamongan, Jawa Timur, dengan usaha membangun jiwa entrepreneur pada dinas-dinas di bawah pemerintahannya.
Yang menarik kalau kita cermati lebih jauh, misalnya dari sosok Haji Masfuk ini, dalam sejarah perjalanan waktunya sebelum menjadi seorang bupati, ternyata beliau sudah mencoba menjadi seorang wirausaha. Uniknya, modal awalnya bukan uang, namun tekad dan kreativitas. Dengan berbekal Rp 15 ribu (lima belas ribu rupiah), Masfuk menuju Jepara. Singkat cerita, melalui 'lobby' tingkat tinggi, seorang pengusaha Jepara memperbolehkan Masfuk membawa berbagai aksesoris perhiasan. Hal ini, ia jadikan sebagai modal awal berjualan.
Singkat cerita, dengan tekad dan niat tersebut, melalui gerai sederhana di swalayan Sinar, Surabaya, akhirnya menghantarkannya pada tonggak keberhasilan. Sepuluh tahun kemudian (2002), modal Rp 15 ribu berkembang menjadi Rp 15 milyar. Realitasnya, didukung dari berawal berupa perusahaan-perusahaan kecil, sekarang telah memiliki lima perusahaan besar dengan aneka bidang usaha.
Manusia Kreatif
Untuk mewujudkan atau membangun kreativitas dalam jiwa seseorang, tentu dibutuhkan suatu inovasi atau perubahan yang panjang. Menurut Arvan Pradiansyah (2002), segala sesuatu yang ada di dunia ini dapat diubah, kecuali tiga hal. Pertama, adalah perubahan itu sendiri. Kedua, hukum alam. Dan ketiga, adalah kenyataan bahwa manusia itu memiliki pilihan dalam kondisi sesulit apapun.
Pada tataran ini, sehingga proses inovasi kreativitas akan bersentuhan dan dibangun pada dasar maupun ruang yang berkait dengan pemikiran, praktik, inkubasi, evaluasi dan implementasinya dari proses inovasi kreativitas itu sendiri.
Melalui proses inovasi semacam itulah, selanjutnya akan terlahir sosok manusia yang kreatif. Ada beberapa ciri yang dapat memposisikan seseorang itu termasuk dalam golongan manusia kreatif. Ciri-ciri yang menyelimutinya, antara lain adalah ia pintar, tapi tidak harus jenius dan memiliki kemampuan baik/maksimal dalam menjalankan ide-idenya.
Selain itu, ia juga memiliki pandangan positif terhadap diri sendiri, peka terhadap orang lain dan lingkungan di sekitarnya, memiliki inspirasi dan motivasi dari masalah-masalah nyata yang dilihatnya, menghargai kebebasan dan perbedaan pendapat, cenderung kaya akan fantasi dalam hidupnya, orang kreatif ini bersikap fleksibel dan biasanya lebih memberikan arti dari sebuah masalah.
Mengembangkan Kreativitas
Ada hal-hal yang bisa dilakukan oleh kita dalam usaha mengembangkan kreativitas ini, yaitu setiap kita harus dapat belajar mengenal hubungan kausalitas yang terjadi di sekitar kita. Selain itu, kita juga perlu mengembangkan hubungan fungsional secara benar dengan diimbangi melalui maksimalisasi dalam mengembangkan potensi akal. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah kita harus yakin bahwa setiap orang mampu berbuat kreatif. Karena tiap orang itu memiliki keunikan tersendiri yang tidak dimiliki oleh orang lain.
Keberadaan pola-pola tersebut dalam mengembangkan kreativitas itu, sebenarnya akan beriringan dengan pola berpikir lateral. Menurut Edwar de Bono, berpikir lateral akan mengajarkan manusia untuk mencari terobosan cara berpikir guna mendobrak sistem berpikir vertikal (baca: kaidah baku tradisional-pen). Selain itu, berpikir model ini merupakan proses penggunaan informasi untuk menumbuhkan kreativitas dan membangun kembali pemahaman.
Dua kekuatan berupa kreativitas dan berpikir lateral ini, tentu memiliki posisi strategis dalam pengembangan setiap usaha yang kita bangun. Karena kalau bisnis dan usaha kita ingin tetap bertahan (baca: "langgeng") dalam persaingan yang sehat, maka syaratnya tidak lain adalah harus memiliki daya kreativitas yang tinggi.
Dalam hal ini, bukankah dalam ajaran Islam kita disuruh dalam menyampaikan sesuatu hal itu, hendaknya menggunakan bahasa yang dimengerti oleh kaumnya. Artinya dengan kreativitas dalam berbisnis dan berusaha, maka tujuan kita tersebut akan mudah sampai kepada kalayak sasaran (baca: segmen pasar kita).
Lebih dari itu, kita harus sadar betul bahwa entrepreneur sejati adalah tidak akan memposisikan berapa besarnya uang sebagai modal usaha. Tapi, kreativitaslah di atas modal uang itu. Waallahu'alam.***
Arda Dinata adalah pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, http://www.miqrabisnis.blogspot. com.
ARDA DINATA
- Dunia Kesehatan Lingkungan: http://arda-dinata.blogspot. com
- Dunia Pemberantasan Penyakit: http://ardap2b2.blogspot. com
- Dunia PENULIS SUKSES: http://ardapenulis.blogspot. com
ADA EBOOK GRATIS SEBAGAI BONUS YANG WAJIB ANDA BACA:
· Buku Sukses Untuk Anda. Klik di sini .
· Peta Harta Karun, Menulis Buku & Menerbitkannya Sendiri, dll klik disini
- 9a.
-
Re: Segera!! Konferensi Penulis Cilik Indonesia 2008 -> Mas Fanfan
Posted by: "fil_ardy" fil_ardy@yahoo.com fil_ardy
Sun Jun 8, 2008 8:51 pm (PDT)
Wah acara yang menarik mas Fan-fan
Sudah saatnya anak-anak indonesia menulis
mudah-mudahan sahabat2 SK bisa hadir diacara tersebut
dan memberikan motivasi buat para penulis cilik tersebut.
Oh ya, satu lagi mas Fan fan
SK akan memperingati miladnya pada tanggal 27 Juli nanti, InsyaAllah
Dan diperkirakan 300an orang member dan non member SK akan hadir
disana, kita juga akan melounching buku antologi amal SK disana,
jika sekiranya Mizan mau berpartisipsari dalam acara tersebut, dengan
senang hati kami akan menerimanya, sekalian memperkenalkan para
penulis ciliknya mungkin?
Begitu saja, dari kami
Salam Kehidupan
DANI
(SAlah satu moderator SK)
In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , fan fan darmawancom
<efdarmawan@...> wrote:
>
>
> Konferensi Penulis Cilik Indonesia 2008
> Sabtu, 5 Juli 2008 / jam 10.00 â" 15.00 wib
> Ruang Anggrek, Arena Pesta Buku Jakarta 2008
> Istora Gelora Bung Karno, Senayan â" Jakarta
>
> Inilah saatnya, seluruh
> bangsa Indonesia membuka mata untuk eksistensi para penulis yang
masih berusia
> sangat muda. Sejumlah anak-anak Indonesia kini telah menulis buku,
diterbitkan
> oleh penerbit secara profesional, di distribusikan ke seluruh
Indonesia, dan
> menerima hak royalti sebagaimana penulis pada umumnya.
>
> Fan Fan F Darmawan
> Promosi & Komunikasi Mizan Publishing
>
> Send instant messages to your online friends
http://uk.messenger.yahoo.com
>
- 10a.
-
Pengumuman
Posted by: "Adiguna Sinaga" adiguna.sinaga@gmail.com adiguna.sinaga
Sun Jun 8, 2008 9:44 pm (PDT)
Kepada Rekan-Rekan:
Mohon kiranya bagi siapa yg memiliki rekening di bank yg tercantum dibawah
ini agar waspada dan terus memonitor perkembangan bank dimaksud sebelum
terjadi kesulitan utk mencairkan dananya.
DAFTAR
BANK YANG AKAN TUTUP - UTK TINJAUAN DI THN 2008
Dengan berakhirnya program penjaminan Pemerintah atas simpanan dana
pihak ketiga di perbankan nasional periode 31 Januari 2007 dan pasca
dibubarkannya BPPN, nasabah saat ini harus pandai2 menilai &
memilih bank yg sehat sebagai partner, dalam aktivitas
usaha ataupun tempat untuk menyimpan dana.
Dengan dibubarkannya BPPN pada February 2004 maka berarti tidak akan ada
lagi lembaga yg akan menyelamatkan bank2 sakit/sekarat.
Pernyataan dari Dirjen Lembaga Keuangan yg secara tersirat menyatakan akan
ada beberapa bank lagi yang akan tutup, berdasarkan hasil investigasi yang
kami peroleh.
Berikut daftar bank bank yang akan tutup:
1. Bank Bukopin
2. Bank BRI
3. Bank Mandiri
4.. Bank BTN
5. Bank Danamon
6. Bank BCA
7. Bank BII
8. Bank Permata
9. Bank Niaga
10. Bank Agro
11. Bank ABN
12. Citibank
13. Bank HSBC
14. Bank Panin
15. Bank Standard Chartered
16. Bank BNI
Bank-bank
tersebut di atas akan tutup sore hari setiap harinya sekitar pukul
15.00 dan akan dibuka kembali esok pagi setiap harinya sekitar pukul
08.00 Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan, agar maklum adanya..
Ttd.
PPCS BSI
Persatuan Petugas Cleaning Service BANK Seluruh Indonesia
He3x, serius banget siiih bacanya .....
- 10b.
-
Re: Pengumuman
Posted by: "novi_ningsih" novi_ningsih@yahoo.com novi_ningsih
Sun Jun 8, 2008 10:08 pm (PDT)
duh, kirain beneran
sempet tegang, lgsg cari bank yg biasa aku pakai...
fiyuh...
pas baca endingnya
fiyuh...
cape, dey........
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "Adiguna Sinaga"com
<adiguna.sinaga@...> wrote:
>
> Kepada Rekan-Rekan:
>
> Mohon kiranya bagi siapa yg memiliki rekening di bank yg tercantum
dibawah
> ini agar waspada dan terus memonitor perkembangan bank dimaksud sebelum
> terjadi kesulitan utk mencairkan dananya.
>
> DAFTAR
> BANK YANG AKAN TUTUP - UTK TINJAUAN DI THN 2008
> Dengan berakhirnya program penjaminan Pemerintah atas simpanan dana
> pihak ketiga di perbankan nasional periode 31 Januari 2007 dan pasca
> dibubarkannya BPPN, nasabah saat ini harus pandai2 menilai &
> memilih bank yg sehat sebagai partner, dalam aktivitas
> usaha ataupun tempat untuk menyimpan dana.
> Dengan dibubarkannya BPPN pada February 2004 maka berarti tidak akan ada
> lagi lembaga yg akan menyelamatkan bank2 sakit/sekarat.
> Pernyataan dari Dirjen Lembaga Keuangan yg secara tersirat
menyatakan akan
> ada beberapa bank lagi yang akan tutup, berdasarkan hasil
investigasi yang
> kami peroleh.
>
> Berikut daftar bank bank yang akan tutup:
> 1. Bank Bukopin
> 2. Bank BRI
> 3. Bank Mandiri
> 4.. Bank BTN
> 5. Bank Danamon
> 6. Bank BCA
> 7. Bank BII
> 8. Bank Permata
> 9. Bank Niaga
> 10. Bank Agro
> 11. Bank ABN
> 12. Citibank
> 13. Bank HSBC
> 14. Bank Panin
> 15. Bank Standard Chartered
> 16. Bank BNI
>
> Bank-bank
> tersebut di atas akan tutup sore hari setiap harinya sekitar pukul
> 15.00 dan akan dibuka kembali esok pagi setiap harinya sekitar pukul
> 08.00 Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan, agar maklum adanya..
>
> Ttd.
> PPCS BSI
>
> Persatuan Petugas Cleaning Service BANK Seluruh Indonesia
> He3x, serius banget siiih bacanya .....
>
- 11a.
-
Balasan: [sekolah-kehidupan] ETIKA DEMONSTRASI
Posted by: "CaturCatriks" akil_catur@yahoo.co.id akil_catur
Sun Jun 8, 2008 9:46 pm (PDT)
hmm, pengetahuan yang berbobot
seharusnya pemahaman ini dimiliki oleh kita semua, yg suka berdemo, yg suka didemo, yg suka mencela demo, atau yang suka mengomentari demo
sipsip ms Galih!
galih@asmo.co.id wrote:
ETIKA DEMONSTRASI
Oleh : Galih Ari Permana
Pada harian Republika edisi jumat 6 Juni 2008 saya menbaca sebuah tulisan yang cukup menarik dan memberikan banyak pelajaran. Tulisan tersebut berjudul Fikih Demonstrasi yang ditulis oleh Nur Faizin Muhith seorang mahasiswa pascasarjana Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir, dan calon mufti di Darul Ifta' Mesir. Tulisan ini menarik untuk dicermati di tengah maraknya demonstrasi-demonstrasi yang berujung dengan kerusuhan dan bentrokan yang cenderung mengakibatkan kerugian bagi semua pihak.
CaturCatriks
Editor - Penulis
http://caturcatriks.blogspot. com
--------------------- --------- ---
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers
- 12.
-
(Kue Lama) Sosok: Kiswanti, Bersepeda Melawan Pembodohan
Posted by: "abe setiawan" setyawan_abe@yahoo.com setyawan_abe
Mon Jun 9, 2008 12:48 am (PDT)
Dear all,
Kue lama..lama..sekali... , sorri di mori bagi yg pernah mencicipi. Semoga tidak basi...
Salam
arif
Sosok:
Kiswanti, Bersepeda Melawan Pembodohan
Oleh: Indira Permanasari dan Rien
Kuntari
KompasOnline - Jumat, 21 Juli 2006
Kemarahan pada dunia pendidikan yang terus membara di hati membuat wanita ini terpacu
melawan "pembodohan" dan buta aksara dengan caranya sendiri. Berbekal
sepeda onthel (kayuh), ia mencoba menumbuhkan rasa cinta membaca di kalangan masyarakat
yang bias disebut "terbawah".
Kiswanti,
begitu wanita ini terlahir. Ia tinggal di daerah Lebak Wangi, Bogor, di sebuah rumah yang tak
seberapa besar. Meski seadanya, rumah tipe 36 itu menjadi tempat pertemuan komunitas
Lebak Wangi. Tepatnya, Warung Baca Lebak Wangi atau Warabal.
Ruang tamu yang juga berfungsi sebagai warung kelontong, berimpitan dengan meja
makan sekaligus tempat belajar serta tempat menjahit, di ruang dalam. Ujung meja
berbatas dengan sebuah rak buku yang
kemudian disebut sebagai perpustakaan. Kursi dan meja sepertinya tidak lengkap satu set, semua dalam motif yang berbeda.
Keramik di lantai juga tidak "kompak" lantaran dipungut dari
reruntuhan tempat kerja suaminya, Ngatmin,
seorang buruh bangunan.
Perpustakaan yang ia maksud adalah sebuah rak yang tersandar di dinding, penuh
dengan beragam buku. Mulai dari buku bacaan anak, resep masakan, tanaman, buku
cerita, hingga majalah berbahasa Jawa, Joko Lodang. Maklum, meski sudah berada
di Jakarta sejak tahun 1980-an dan pindah ke Bogor sekitar tahun 1994, Kiswanti tetaplah
perempuan Jawa yang lahir di Desa
Ngidikan, Bantul, Yogyakarta, tanggal 4 Desember 1963.
Selain rak di ruang dalam, buku-buku Kiswanti yang kini berjumlah 245 eksemplar
juga tertumpuk di sebuah kardus dan keranjang-keranjang di sudut rumah dan di teras,
bahkan di bekas kulkas tua dan karatan
di belakang rumah. Kulkas itu sengaja ia beli dari seorang tukang loak, khusus
untuk menyimpan koran-koran tua.
Gagal sekolah
Kesadaran Kiswanti pada pentingnya membaca sudah tumbuh sejak usia dini. "Dari kecil saya
senang membaca apa saja," ujarnya.
Pengenalannya pada buku diperoleh dari sang ibu, almarhumah Tumirah. Buku
adalah satu-satunya hal yang bisa dibeli Tumirah dengan harga murah, tetapi cukup menenggelamkan" Kiswanti. Ia memang berasal dari keluarga tidak mampu.
Ayahnya, Trisno Suwarno, adalah petani gurem di Bantul.
Kiswanti masih mengingat percakapannya dengan salah seorang gurunya. Sang guru melarangnya naik kelas hanya karena
ia belum membayar SPP selama lima bulan. "Saya nangis.
Saya bertanya, ¢Saya, kan, sering ikut lomba-lomba (deklamasi dan membaca),
kenapa hanya enggak bayar SPP lima bulan tidak naik kelas?¢"
katanya dengan nada tinggi dan berapi-api.
Hal serupa terjadi lagi di SLTA. Ia terpaksa berhenti di kelas II karena tak ada biaya. Namun, ia berhasil
mengantongi ijazah dari sebuah madrasah tsanawiyah negeri di
kampungnya dan ikut Kejar Paket C, tetapi tidak selesai.
Gagal dan geram pada dunia pendidikan membuat Kiswanti mengandalkan buku sebagai gudang ilmu paling berharga.
Pengalaman itu pula yang membuatnya mantap menularkan pentingnya
membaca di kalangan masyarakat sekitar. Modal mendirikan
perpustakaan ia awali dengan menjadi pembantu rumah tangga di keluarga
Filipina di Jakarta, sekitar tahun 1989.
"Saya tidak minta dibayar dengan uang, tetapi dengan buku. Ya kalau sekarang, mungkin saya
dibayar sekitar Rp 40.000," ujarnya.
Untuk selanjutnya, ia menyisihkan ongkos belanja ke pasar sebesar Rp 3.000 dari total keuntungan warung kelontong
Rp 7.000 per hari. "Setahun kemudian saya bisa membeli
sepeda ini," katanya bangga. Hal itu masih ditambah dengan hasil tulisan
ceramah pengajian di kelompoknya yang kemudian ia fotokopi dan ia
jual seharga Rp 5.000. Dengan usaha itu,
koleksi buku Kiswanti yang semula hanya
puluhan kini telah menjadi ratusan.
Sepeda "onthel"
Dengan sepeda onthel itu, Kiswanti setiap hari menempuh sekitar lima kilometer untuk mengenalkan buku kepada
masyarakat setempat. Ia tidak ingin melihat orang bernasib seperti dirinya. Menjadi "bodoh" hanya karena tak ada biaya.
Ia membawa sebagian buku koleksinya di dalam keranjang yang kemudian ia loncengkan
di sepeda. Usahanya bersepeda selama sekitar tujuh bulan di tahun 2003 itu membuahkan hasil.
Tetangga sekitar yang mayoritas buruh pabrik garmen menjadi
"melek" akan pentingnya membaca. Ia tidak memungut bayaran karena buku
masih menjadi barang mewah.
"Saya bilang ke mereka, kalau anak-anak saya bias pintar dan masuk sekolah favorit, itu karena saya membiasakan
membaca buku," ujar ibu dari Afief Priadi (16), siswa terbaik SMK II
Ciluar, Bogor; dan Dwi Septiani (12), siswa kelas V SD Lebak Wangi.
Perlahan
tetapi pasti, kini Kiswanti mampu melengkapi perpustakaannya dengan gitar,
seruling, komputer, serta mesin tik. Tentu, semuanya pada tingkat yang sangat sederhana.
Jiwa mendidik Kiswanti tak hanya tertuang melalui perpustakaan, tetapi juga pada sikap tegasnya menolak barang
dagangan yang tidak bermanfaat di
warungnya. misalnya, makanan ringan berpengawet tinggi atau mainan tiup yang konon
mengandung racun. "Saya kira tidak adil kalau kita hanya berbicara
keuntungan," ujarnya tegas.
Untuk mengajarkan disiplin, ia hanya menjual permen hanya kepada anak- anak
yang sudah mandi, suka minum air putih, atau sudah makan. Kiswanti sekarang
memang tak harus setiap hari mengayuh sepeda onthel- nya. Namun, ia menyatakan
takkan pernah lelah mengajak warga berkunjung ke taman bacaannya demi seteguk
ilmu.
- 13.
-
Balasan: MABIT 2 AL KAUNY : Keutamaan sholat Khusuk
Posted by: "arya noor amarsyah arya" arnabgaizir@yahoo.co.id arnabgaizir
Mon Jun 9, 2008 12:51 am (PDT)
â«
suseno hadi <seno.kws@gmail.com > wrote: Assamu'alaikum Wr. Wb.
Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah SWT,
Berikut ini saya kirimkan informasi acara MaBIT Al Kauny II.
Mohon dapat di-forward pada yang lain.
Semoga dapat memberikan manfaat.
Jazakumullah Khairan Katsiro.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Ssn
-- DD TRAVEL (Haji & Umrah) //
KUWAIS INT'L (Books & Magz Publishing -TV Program)
Keutaman Sebuah Perjalanan
Jl. Bambu Wulung No. 10
Bambu Apus - Cipayung. Jakarta Timur
Telp. +62 21 - 84599981 (hunting)
arnabgaizir.blogspot. com
arnab20.multiply.com
--------------------- --------- ---
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers
- 14.
-
[info] petualangan energi
Posted by: "Afriandi EP" afriandie@gmail.com afriandie
Mon Jun 9, 2008 1:34 am (PDT)
Bagi yang pengen kenal tentang energi minyak dan gas bumi, mungkin
sulit mencari "for dummies" yang berbicara dengan bahasa awam dan
mudah dimengerti. Belum lagi kebanyakan sarana belajar itu tidak murah
didapatkan. Nah, di internet ada sebuah situs yang menyediakan modul
belajar bagi teman-teman yang awam tentang energi migas, namun untuk
memahami isi di dalamnya harus bisa bahasa Inggris.
Modul belajar yang disediakan oleh American Petroleum Institute ini
sangat bermanfaat. Dalam modul belajar ini kita dapat memulai
petualangan energi dari sumber migas hingga menjadi produk yang kita
gunakan sehari-hari. Ketika saya menemukan situs ini atas saran
seorang teman, thx bro, modul belajar dibuat interaktif dengan
platform flash. ada suara dan animasi. namun sulit diakses bagi yang
memiliki koneksi internet yang lambat. Barangkali permasalahan itu
jadi peer pengelola situs sehingga saat ini hanya tayangan tertentu
saja yang berbentuk animasi flash, selebihnya bacaan yang bisa di
copy-paste buat bacaan di rumah
situs yang berada di alamat http://www.adventuresinenergy. inicom
boleh dibookmark di browser kita, barangkali suatu waktu perlu
dibaca-baca lagi. hal ini penting sebagai dasar pemikiran kita
mengenai dunia migas, apalagi modul belajar ini ditangani oleh tim
institusi perminyakan amerika, "mbahnya" industri migas. selamat
belajar!
--
Afriandi Eka Prasetya
be learning and be living
http://pondokecil.wordpress. com
- 15a.
-
Koq Tuhan Semena-mena sih?
Posted by: "Agung Argopo" gopo_alhusna@yahoo.co.id gopo_alhusna
Mon Jun 9, 2008 2:21 am (PDT)
Saya setuju sekali mbak/mas?
Allah itu emang adil, kalo yang ganteng harus sama
yang cantik, kasihan saya dong, saya kan gak cantik
hahaha... tapi untung suaminya ganteng! hahaha...
salam muaniez
Achi TM
Cari tahu ramalan bintang kamu - Yahoo! Indonesia Search.
http://id.search.yahoo.com/ search?p= %22ramalan+ bintang%22& cs=bz&fr= fp-top
- 16a.
-
Re: [Mendidik Anak]: Mengajar Anak Berani --asma
Posted by: "(no author)" (no email address) udoyamin_majdi
Mon Jun 9, 2008 3:41 am (PDT)
Asma... makasih ya, udah berbagi kepada udo...
Udo sepakat bahwa membiarkan anak berbuat jelek sama artinya kita mengajari mereka berbuat jelek. Hanya saja, kapan prinsip ini kita terapkan? Dalam tulisan udo itu menceritakan anak udo berumur 2 tahun. Menurut udo, bagi anak balita, bahkan sampai mereka baligh, konsep baik-buruk itu belum mereka fahami. Mereka sedang memasuki tahapan untuk mengenal dan menamai sesuatu.
Oleh sebab itu, mereka mengenal dan menamai sesuatu dengan "mencoba". Dari pengalaman udo berintraksi dengan kedua anak udo, udo lihat apa yang mereka lakukan, hanya sebatas ingin tahu atau mencoba, apabila telah mereka penuhi, maka mereka mencoba yang lain. Misalnya, ada waktunya, mereka "mengulum" semua benda yang mereka temui, namun setelah itu mereka lakukan, mereka mencoba "memukul" setiap benda yang mereka pegang, lalu ada tahap "melempar", ada tahap "menyusun", ada tahap "memindahkan", dan seterusnya.
Nah, demi perkembangan motorik, kecerdasan, kreativitas, dan kemandirian anak-anak udo, maka untuk saat ini, sampai 3 tahun, udo berusaha tidak ada "larangan". Nanti akan udo terapkan secara perlahan-lahan, umur 5 tahun dan umur 7 tahun. Makanya, dalam tulisan itu, udo katakan, bahwa untuk 7 tahun pertama, anak adalah raja, ortu pelayannya. 7 tahun kedua, mereka prajurit, ortu sebagai komandan, dan 7 tahun kedua, mereka adalah sahabat, sedangkan ortu patner.
Jadi, udo membiarkan bukan tanpa alasan, apalagi cuek atas ketidak-baikan anak2 udo, tapi itu demi perkembangan hidup mereka. Maka kita harus menghargai setiap perbuatan mereka sesuai dengan tugas perkembangan yang mereka capai. Menghadapi anak-anak, menurut udo, kita harus masuk ke dunia mereka, dunia anak-anak, dunia yang tidak mengenal baik-buruk, dunia yang tidak ada larangan, jangan sampai kebalik, malah anak-anak-anak harus ikut dunia kita.
'ala kulli hal, bagi udo, terlalu membebaskan anak akan melahirkan generasi pemberontak, sebaliknya, terlalu mengekang, akan melahirkan generasi pengecut. Solusinya adalah kita harus pandai-pandai, kapan kita memberikan kebebasan, dan kapan kita melarang mereka. Inilah yang disebut disiplin dan ini baru bisa kita terapkan ketika anak berusia 7 sampai 14 tahun, jangan sampai di bawah umur 7 tahun kita terapkan banyak aturan, begitu juga di atas 14 tahun.
O iya, tentang kasus anak yang diceritakan oleh kakak iparmu, itu kan berbeda dgn melempar dan merobek buku, itu sama kasus anak udo (fatih) menganggu adiknya (fathin). Nah dalam tulisan udo, udo jelaskan, bahwa udo tidak membiarkan anak udo menganggu adiknya dan orang lain.
Dan sekarang, Fatih sudah tidak membongkar, melempar, dan merobek buku, tapi sedang belajar "melawan" siapa saja yang menghambat keinginannya. Setelah udo baca dibuku2 dan diskusi dgn teman2, memang anak umur 2 tahun, sedang masanya belajar "melawan" sebagai bentuk ingin menunjukan kekuatannya.
Jadi gitu Asma... minta do'anya, agar udo dan ami, istiqomah mendidik kami sepanjang hayat
===================== ========= ========= ========= ========= ========= ========= =======
Penulis buku Quranic Quotient: Menggali & Melejitkan Potensi Diri Melalui Al-Quran (Qultum Media, 2007)
Silahkan berkunjung ke http://udoyamin.multiply. atau add YM: udoyamin_majdi Hp +20100380728com/
===================== ========= ========= ========= ========= ========= ========= =======
--- On Mon, 5/26/08, asma_h_1999 <asma_h_1999@yahoo.com > wrote:
From: asma_h_1999 <asma_h_1999@yahoo.com >
Subject: [sekolah-kehidupan] Re: [Menidik Anak]: Mengajar Anak Berani
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
Date: Monday, May 26, 2008, 10:14 AM
Tema yang menarik nih udo buat didiskusikan. Saya sependapat dengan
artikel Udo, namun ada beberapa bagian juga yang menjadi pertanyaan di
benak saya, ketika terdapat kalimat
Teman-temanku .... melihat aku membiarkan anak-anakku membongkar
buku-buku di rak dan melemparkannya di lantai sehingga rumah berubah
seperti kapal pecah. Sengaja aku biarkan...
Saya potong kalimatnya di sini Udo. Membiarkan anak-anak membongkar
dan melemparkan ? ... sebab bila buku rusak atau robek, aku bisa beli
lagi, tapi jika perasaan anakku terluka, maka tak ada satu pun toko
yang menjual obatnya....
Apa yang membuat hati anak terluka ketika dia membongkar buku dan
melemparkannya kalau sebagai orang tuanya kita berkata "sayang,
bukunya boleh di bongkar, dioprek-oprek dan diberantakin, dibaca dan
dilihat-lihat. Gini caranya, abi tunjukin ngebolak-baliknya. Yang
pelan ya". Dan setelah permainan bongkar dan berantak buku itu
selesai, ortu bisa berkata "Yuk kita beresin lagi sama-sama". Walau
saya tahu banget, paling anak hanya akan membantu membereskan 2-3 buku
saja dan orang tuanya yang lebih banyak membereskan. Tapi dari situ
anak secara tidak langsung menjadi belajar "boleh ambil buku, baca dan
oprek-oprek tapi entar diberesin lagi, seperti Abi". Jadi bagian
mana yang akan bikin hati anak terluka. Kecuali mungkin ketika anak
mengambil, orang tua menghardik
"Adik, jangan pegang2 buku Abi ato Ummi. Nanti dirobekin lagi !",
nah...yang begini yg bikin hati anak terluka.
Kebetulan kakak ipar saya lulusan sekolah guru Udo dan sekarang
mengelola playgroup untuk usia 3-5 tahun. Beberapa kali kami
berbincang terutama soal anak-anak. Sampai satu ketika, dia
menceritakan perilaku salah seorang anak.
"Ampun deh Asma, beberapa kali anak itu berbuat yang tidak baik pada
teman-temannya. Mb ngobrol sama mamanya untuk mencari solusi menangani
anak tersebut. Pas Mba ceritakan tentang anaknya, ibunya berkata
seperti ini"
"Aduh Ibu, saya tidak pernah mengajari anak saya berbuat seperti itu
?". Namun Mba hatikan beberapa kali anak tersebut bersikap kurang
baik di depan mamanya, dibiarkan saja oleh sang mama.
Mbak sampaikan kepada ibu tersebut "Ibu memang tidak pernah mengajari
anak ibu untuk berbuat tidak baik. Tapi ibu tidak juga pernah
melarangkan ? "
Dari situ saya juga belajar Udo, bahwa tidak melarang anak ketika dia
melakukan perbuatan yang kita artikan "tidak baik", bukankah itu
berarti kita sepakat dengan apa yang mereka lakukan ?.
Wassalam
asma
Need to Reply?
Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.
MARKETPLACE
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Individual | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar