Messages In This Digest (18 Messages)
- 1a.
- Re: (Renungan) Rama Aditya yang Membuat Kita Malu From: Jonru
- 1b.
- Re: (Renungan) Rama Aditya yang Membuat Kita Malu From: fil_ardy
- 1c.
- Re: (Renungan) Rama Aditya yang Membuat Kita Malu From: Jonru
- 2a.
- Re: (chicken soup) KEPADA SIAPA HATI (INI) BERTANYA? From: dyah zakiati
- 2b.
- Re: (chicken soup) KEPADA SIAPA HATI (INI) BERTANYA? From: fil_ardy
- 2c.
- Balasan:KEPADA SIAPA HATI (INI) BERTANYA?--Kang Dhani From: bujang kumbang
- 2d.
- Balasan:KEPADA SIAPA HATI (INI) BERTANYA?--Mbak Dyah From: bujang kumbang
- 3a.
- Re: PUISI : DUA SHOLAWAT UNTUK BAPAK From: adzdzaki
- 3b.
- Re: PUISI : DUA SHOLAWAT UNTUK BAPAK From: Nia Robiatun Jumiah
- 4a.
- NIKMATI KUEMU SEBELUM BASI, Re:KEPADA SIAPA HATI (INI) BERTANYA From: Diaz Rossano
- 5a.
- Re: (Inspirasi) Mendengarkan Cinta From: fil_ardy
- 6a.
- Re: (OOT) Serial Bernapas untuk Kehidupan From: fil_ardy
- 7a.
- Re: Mapan Itu = ? Re: [sekolah-kehidupan] Kucing Kurus Mandi di Papa From: dyah zakiati
- 7b.
- Re: Mapan Itu = ? Re: [sekolah-kehidupan] Kucing Kurus Mandi di Papa From: Hadian Febrianto
- 8a.
- Re: Episode Tinggal Bersama yang Akan Berakhir From: novi_ningsih
- 9.
- Jadi Ga Ya??? From: Hadian Febrianto
- 10a.
- Pengumuan Artikel Inspiratif dan Puisi Terpilih Untuk Buku Antologi From: Lia Octavia
- 10b.
- Balasan: [sekolah-kehidupan] Pengumuan Artikel Inspiratif dan Puisi From: bujang kumbang
Messages
- 1a.
-
Re: (Renungan) Rama Aditya yang Membuat Kita Malu
Posted by: "Jonru" jonrusaja@gmail.com j0nru
Tue Jun 10, 2008 12:46 am (PDT)
Dyah yang baik...
Tentu sebuah kehormatan bila saya diundang oleh SK
Tahun lalu saya datang kayaknya
Jonru
2008/6/10 dyah zakiati <adzdzaki@yahoo.com >:
> Subhanallah. Tulisan Maz Jonru dan blog Rama sangat inspiratif.
> Menyadarkan dan mengingatkan kembali pada saya (dan saya yakin teman-teman
> juga), betapa harus bersyukurnya diri ini. Saya jadi malu merasa diri
> 'rendah' (hehehe, 153 cm) dan kurang mampu menulis.
>
> Oiya, bolehkah dengan hormat kami mengundang Maz Jonru untuk mengikuti
> Milad Eska ke-2 pada tanggal 27 Juli 2008? Undangan secara resmi akan kami
> sampaikan melalui e-mail. Kami akan sangat merasa mendapat kehormatan bila
> maz Jonru dapat hadir:D
>
> Salam
> Dyah
> Salah satu Humaz Milad Eska
>
> Tanpa kehadiranmu, Sahabat, Milad Eska takkan ramai jadinya
>
- 1b.
-
Re: (Renungan) Rama Aditya yang Membuat Kita Malu
Posted by: "fil_ardy" fil_ardy@yahoo.com fil_ardy
Tue Jun 10, 2008 1:16 am (PDT)
Iya, perjuangan yang patut dihargai
saya sudah berkunjung ke blog beliau
kesimpulannya adalah, tidak ada halangan untuk terus berkreatifitas
thx for share mas Jonru
Btw, kemana ja nih baru muncul di SK? ^^
DANI
In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , Jonru <jonrusaja@.com ..> wrote:
>
> "Saya ingin menulis, tapi bagaimana ya? Komputer saja tidak punya."
> "Saya ingin jadi penulis. Tapi rumah saja masih ngontrak. Bising
banget. Tak
> bisa tenang untuk menulis."
> "Bagaimana mungkin saya bisa menulis? Saya kan ibu dari lima anak
yang masih
> kecil-kecil. Jangankan buat nulis. Ngasuh anak aja sering enggak
sempat."
>
> * * *
>
- 1c.
-
Re: (Renungan) Rama Aditya yang Membuat Kita Malu
Posted by: "Jonru" jonrusaja@gmail.com j0nru
Tue Jun 10, 2008 1:33 am (PDT)
Halo Dani, saya baru saja keluar dari tahanan.
Info selengkapnya, coba tanya mas epri
hehehehee.....
(dulu kita pernah ngobrol soal ini di YM deh kayaknya)
Jonru
2008/6/10 fil_ardy <fil_ardy@yahoo.com >:
>
>
> Btw, kemana ja nih baru muncul di SK? ^^
>
> DANI
>
>
- 2a.
-
Re: (chicken soup) KEPADA SIAPA HATI (INI) BERTANYA?
Posted by: "dyah zakiati" adzdzaki@yahoo.com adzdzaki
Tue Jun 10, 2008 12:52 am (PDT)
Tanyakan kepada rumput yang bergoyang:D halah.
bukankah ada berasal dari tiada?
Salam
Dyah
----- Original Message ----
From: Nia Robiatun Jumiah <musimbunga@gmail.com >
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
Sent: Monday, June 9, 2008 10:29:28 PM
Subject: Re: [sekolah-kehidupan] (chicken soup) KEPADA SIAPA HATI (INI) BERTANYA?
sabar bang fy...
tetap semangat!! aku mendukungmu temans!
there's a will there's a way..
jadi melow gini.. ck..ck..ck..
2008/6/9 fiyan arjun <paman_sam2@yahoo. com>:
KEPADA SIAPA HATI (INI) BERTANYA?
Fiyan Arjun
http://sebuahrisala h.multiply. com
ID YM:paman_sam2
- 2b.
-
Re: (chicken soup) KEPADA SIAPA HATI (INI) BERTANYA?
Posted by: "fil_ardy" fil_ardy@yahoo.com fil_ardy
Tue Jun 10, 2008 1:18 am (PDT)
Ay6o FIyan
Semangat
Jangan pernah menyerah
dia pasti datang di saat yang tepat
dalam kondisi yang tepat
DANI
In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , fiyan arjun <paman_sam2@com ...> wrote:
>
>
> KEPADA SIAPA HATI (INI) BERTANYA?
> Fiyan Arjun
> http://sebuahrisalah.multiply. com
> ID YM:paman_sam2
>
- 2c.
-
Balasan:KEPADA SIAPA HATI (INI) BERTANYA?--Kang Dhani
Posted by: "bujang kumbang" bujangkumbang@yahoo.co.id bujangkumbang
Tue Jun 10, 2008 3:15 am (PDT)
ass wr wb
syukron atas supportnya Dede Kecil
yee neh makin hari aye makin gak semangat untuk menampaki hidup
kerja gajinya kecil....
mo nikah gak ada modal......
lebih baik ...???
makasih ya Dede Kecil....
sukses buat Dede Kecil dan Bunda Endah serta Nibras
sukses
ila liqo
piss, luv and laugh
tabe!!
wassalam
Fiyan Arjun
salah satu moderator ESKA
dan ketua Milad ESKA
--------------------- --------- ---
Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga. - 2d.
-
Balasan:KEPADA SIAPA HATI (INI) BERTANYA?--Mbak Dyah
Posted by: "bujang kumbang" bujangkumbang@yahoo.co.id bujangkumbang
Tue Jun 10, 2008 3:17 am (PDT)
ass wr wb
syukron atas supportnya Dede Kecil
yee neh makin hari aye makin gak semangat untuk menampaki hidup
kerja gajinya kecil....
mo nikah gak ada modal......
lebih baik ...???
makasih ya Mbak Dyah
sukses selalu ya
ila liqo
piss, luv and laugh
tabe!!
wassalam
Fiyan Arjun
salah satu moderator ESKA
dan ketua Milad ESKA
--------------------- --------- ---
Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga.
- 3a.
-
Re: PUISI : DUA SHOLAWAT UNTUK BAPAK
Posted by: "adzdzaki" adzdzaki@yahoo.com adzdzaki
Tue Jun 10, 2008 1:03 am (PDT)
Senangnya di milad akan datang para penyair:D Ada mbak Lia, ada mbak
Divin, ada maz Dani, dan ada banyaaaaak banget. Maz Misbach juga bisa
datang kaaan? Rencananya tanggal 27 Juli 2008 di Danau Situ Gintung.
Semoga dilancarkan persalinannya ya Maz. Eh, maksud saya persalinan
istri Maz nanti:D Kalau lahir bulan Juli, bisa bareng dunk miladnya
sama Eska:D
Salam,
Dyah
Salah satu humas Eska
Tanpa kehadiran Anda, Sahabat, Milad Eska takkan ramai jadinya
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "Misbach Udin"com
<mmisbach@...> wrote:
>
> Aduh sori banget sudah beberapa minggu ini saya jarang OL. Jadi
nggak tau
> kalok mo ada milad. Kapan nih rencananya?
> Istri belum melahirkan. Perkiraan dokter bulan depan. Mohon doa dari
> semuanya.....
>
>
> On 6/5/08, Nia Robiatun Jumiah <musimbunga@...> wrote:
> >
> > tepuk tangan buat mas misbach
> > ikut kopdar dan milad ya mas
> > mau belajar puisi di situ gintung:)
> > btw, istri sudah melahirkankah?
> > ajak juga ya istri dan anak tercinta:)
> > biar milad sk rame...
> > nia
> > (yang bantuin humas milad sk)
> >
> > Pada 5 Juni 2008 14:08, Misbach Udin <mmisbach@...> menulis:
> >
> >> SHOLAWAT UNTUK BAPAK, 1
> >>
> >> "aku mau dibawa
> >> jika ditempatkan di kamar istimewa"
> >>
> >> lalu isyarat-isyarat mengerjap
> >> dari langit yang lelap
> >> mengantungi selaksa doa
> >> yang mengetuk tingkap waktu
> >> : di matamu
> >> malam pun
> >> biru
> >>
> >> magelang, mei 2008
> >>
> >>
> >> SHOLAWAT UNTUK BAPAK, 2
> >>
> >> bapak. saat kulihat sepasang sayap
> >> tumbuh di balik bahu kekarmu
> >> aku tahu,
> >> betapa sepanjang hidup
> >> aku mesti menanggung rindu
> >> tapi aku tak menangis, bapak
> >> seperti pesanmu
> >>
> >> magelang-jakarta, mei 2008
> >>
> >>
> >> --
> >> http://lenteralangit.multiply. com
> >>
> >
> >
> >
>
>
>
> --
> http://lenteralangit.multiply. com
>
- 3b.
-
Re: PUISI : DUA SHOLAWAT UNTUK BAPAK
Posted by: "Nia Robiatun Jumiah" musimbunga@gmail.com
Tue Jun 10, 2008 1:06 am (PDT)
Semog diperlancar. Amin... Allohumma Amin
27 Juli seperti yang mba Dyah bilang mas...
ikut yaq..
semangat nih mo minta tanda tangan
low? maksudnya mo belajar puisi
Pada 10 Juni 2008 14:37, Misbach Udin <mmisbach@gmail.com > menulis:
> Aduh sori banget sudah beberapa minggu ini saya jarang OL. Jadi nggak
> tau kalok mo ada milad. Kapan nih rencananya?
> Istri belum melahirkan. Perkiraan dokter bulan depan. Mohon doa dari
> semuanya.....
>
>
> On 6/5/08, Nia Robiatun Jumiah <musimbunga@gmail.com > wrote:
>>
>> tepuk tangan buat mas misbach
>> ikut kopdar dan milad ya mas
>> mau belajar puisi di situ gintung:)
>> btw, istri sudah melahirkankah?
>> ajak juga ya istri dan anak tercinta:)
>> biar milad sk rame...
>> nia
>> (yang bantuin humas milad sk)
>>
>> Pada 5 Juni 2008 14:08, Misbach Udin <mmisbach@gmail.com > menulis:
>>
>>> SHOLAWAT UNTUK BAPAK, 1
>>>
>>> "aku mau dibawa
>>> jika ditempatkan di kamar istimewa"
>>>
>>> lalu isyarat-isyarat mengerjap
>>> dari langit yang lelap
>>> mengantungi selaksa doa
>>> yang mengetuk tingkap waktu
>>> : di matamu
>>> malam pun
>>> biru
>>>
>>> magelang, mei 2008
>>>
>>>
>>> SHOLAWAT UNTUK BAPAK, 2
>>>
>>> bapak. saat kulihat sepasang sayap
>>> tumbuh di balik bahu kekarmu
>>> aku tahu,
>>> betapa sepanjang hidup
>>> aku mesti menanggung rindu
>>> tapi aku tak menangis, bapak
>>> seperti pesanmu
>>>
>>> magelang-jakarta, mei 2008
>>>
>>>
>>> --
>>> http://lenteralangit.multiply. com
>>>
>>
>>
>
>
> --
> http://lenteralangit.multiply. com
>
>
- 4a.
-
NIKMATI KUEMU SEBELUM BASI, Re:KEPADA SIAPA HATI (INI) BERTANYA
Posted by: "Diaz Rossano" dizzman@yahoo.com Dizzman
Tue Jun 10, 2008 1:04 am (PDT)
NIKMATI KUEMU SEBELUM BASI
Makanlah kue yang ada di depanmu, sebelum terlanjur basi
Karena bila telah basi, tidak ada lagi yang bisa dimakan
Nikmatilah hidupmu, sebelum hilang kenikmatan itu
Karena hanya penyesalan yang tersisa, ketika nikmat itu hilang
Seorang sahabat pernah mengeluh, betapa sibuknya ia bekerja, penghasilannya habis seketika, hanya untuk memenuhi kebutuhan primer yang tiada henti menguras kantongnya. Mulai makan, transport, anak sekolah, cicilan rumah, mobil, asuransi, pembantu, dsb.
Apalagi kondisi saat ini, manakala harga-harga sudah tak tertandingi tingginya. Boro-boro buat beli laptop atau HP bagus, liburan aja cukup di rumah, gak bisa kemana-mana. "Gak ada sisa mas," keluhnya. "Kalaupun ada, ditabung sejenak, esoknya sudah ke ATM lagi, mantab (alias makan tabungan)," lanjutnya.
"Mungkin kita sedikit berbeda prinsip kali ya," jawabku sekenanya. "Kalau aku sih sendiri sih, selalu berusaha menikmati apa yang dikasih Tuhan, dan percaya aja kalo kita butuh, pasti ada jalannya koq, walaupun sering deg-degan juga sih, he3x....," candaku. "Kebutuhan ya menyesuaikan rejeki aja, yang penting nikmati apa yang kita peroleh." sambungku. "Dulu waktu masih CPNS, gaji pas-pasan, ya gak usah mikir beli mobil dulu deh, nyicil rumah aja dah cukup. Sisanya ya nikmati buat jalan-jalan, walau cuma ke Bandung, yang penting hati bahagia, tidak dikejar-kejar debt collector, ha5x.....".
"Seiring waktu, Tuhan juga mendengar koq kebutuhan kita. Ketika butuh mobil, ada aja yang ngasih proyek, tanpa diduga-duga sebelumnya. Walaupun second, tapi gak ngutang, dan sisanya bisa dinikmati lagi, paling gak sampe ke Solo lah, nengok kakak di sana".
"Memang sih, rejeki itu gak muncul gitu aja dari langit, tapi itu sebenarnya buah dari apa yang kita tanam dulu. Masa menanam memang masa-masa sulit, sering layu lah, sering dipetik oranglah, sampe kadang frustasi juga sih. Tapi yakinlah dan tetap bersabar, suatu saat Tuhan pasti mendengar keluhan hambaNya".
Banyak orang terjebak pada kebutuhan dasar, tapi melupakan kebutuhan yang paling dasar. Pemenuhan kebutuhan materi terkadang sering dipaksakan, bahkan hingga mengorbankan kebutuhan rohani. Ada orang yang menunda nikah karena secara materi belum mencukupi, ada juga orang yang memaksakan diri kredit dengan berbagai cara yang belum tentu halal agar tembus kreditnya, ada yang saking takutnya mengasuransikan anaknya. Kasihanilah jiwa kita, yang juga butuh makan, walau sekedar jalan-jalan menikmati indahnya ciptaan Tuhan, istri dan anak-anak kita yang juga butuh bermain di luar lingkungan rumah.
"Jangan takut mas, kalo duitmu habis hari ini hanya untuk jalan-jalan, atau untuk beli laptop, Insya Alloh, akan terganti koq di lain waktu. Kesehatan jiwa dan modal lebih penting daripada materi. Laptop bisa berguna untuk modal kerja, daripada memikirkan kebutuhan primer yang gak ada habisnya". "Mumpung masih ada waktu, tetaplah menanam kebajikan, kepada siapapun, se-ikhlas mungkinlah, walaupun sesekali gondok juga kalo diboongin, he3x..... Itu manusiawi koq". "Punten nih, jadi berceramah, cuma sekedar sharing koq, soale aku sendiri juga masih berjuang, melewati garis kemiskinan".
wassalam,
Diaz
buat yang lagi mencari cinta, yang lagi berjuang menuju kemapanan, yang lagi berjuang menuju sorgaMu.....
- 5a.
-
Re: (Inspirasi) Mendengarkan Cinta
Posted by: "fil_ardy" fil_ardy@yahoo.com fil_ardy
Tue Jun 10, 2008 1:16 am (PDT)
Huuuu
membaca judulnya
saya teringat film august rush
Makasih Eyang ^^
DANI
In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , teha <teha.sugiyo@com ...> wrote:
>
> /Inspirasi/
>
> *MENDENGARKAN CINTA *
>
> /Oleh Teha Sugiyo/
>
> "/Aku lebih gandrung gemericik, semilir, bisikan, daripada gelombang,
> badai yang serba gegap gempita. Karenanya lebih percaya suara hati dan
> bisikan nurani. ADS Swawedar69"/. Demikian pesan pendek yang terbaca
> pada layar /hape/ saya sepulang dari kantor menuju Universitas
> Widyatama, untuk mengajar. Tepat pada jam 18.39 kemarin. Saya tak
segera
> menjawab. Pertemuan dengan seorang dosen yang mengajar sebelumnya di
> kelas yang sama, saat saya tiba di ruang dosen, sempat menyita waktu
> kami. Perbincangan semakin seru manakala kami berbicara mengenai dunia
> ritel, yang sama-sama kami geluti. Dia secara teoritis menguasai dunia
> itu, karena memang disertasi doktornya berkaitan dengan manajemen
ritel.
> Sementara saya seorang praktisi yang bekerja di dunia ritel. Jadi klop.
>
> Usai mengajar, saya langsung pulang ke rumah. Mandi dan makan, terus
> istirahat sejenak sambil tiduran, saya buka kembali sms tadi. /"Kadang
> gelombang, badai dan gegap gempita diperlukan untuk ujian kehidupan,"/
> balas saya dalam sms. ADS adalah sahabat dari Bogor. Kemarin hari
Minggu
> kami bertemu di Gelanggang Generasi Muda di Jalan Merdeka Bandung,
dalam
> rangka reuni para penulis angkatan tahun70-80-an, sekaligus /launching/
> buku Antologi Puisi: /Senandung Bandung jilid 2./ Reuni itu dihadiri
> sekitar 20 orang. Ada penulis, pelukis, pemain drama, wartawan dan juga
> mahasiswa yang sengaja ingin menimba pengetahuan dari para
seniornya. Di
> antara yang hadir ada nama-nama yang pernah beken dan masih beken: Eddy
> D. Iskandar, Rachmat Dst., Maman S. Iskandar, Soni Farid Maulana, Diro
> Aritonang, Le Basuki dan lainnya. Jakob Sumardjo dan Wilson Nadeak
tidak
> hadir. Jeihan diwakili anaknya, Atasi Amin. Kami berbagi pengalaman
> sejak jam 10.30 hingga jam 14.00. Usai pertemuan Eddy, Rachmat, ADS dan
> saya masih melanjutkan ngobrol untuk mengevaluasi pertemuan dan
> merancang pertemuan berikutnya. Selanjutnya saya antarkan ADS ke
> terminal Leuwipanjang untuk kembali pulang ke Bogor.
>
> Pada malam sebelumnya, saya janjian dengan ADS bertemu di rumah Jakob
> Sumardjo, karena mendapat kabar kalau profesor yang mengajar di STSI
itu
> sakit. Ternyata ADS datang lebih awal, menunggu lama, lalu dia kembali
> setelah mengetahui bahwa Jakob tidak ada di rumahnya. Saya datang
> berikutnya dan menjumpai rumah sepi. Beruntung saya kontak ADS, yang
> ternyata masih di Jalan Padasuka. Saya minta agar dia menunggu saya,
dan
> nyatanya benar, kami pun bisa ketemu, dan berbarengan kami meluncur ke
> arah jalan Riau mencari rumah makan khas Sunda, kesukaan ADS. Layaknya
> sahabat lama, kami ngobrol /ngalor ngidul ngetan bali ngulon/. Tentu
> saja porsi paling besar pada dunia kepenulisan, kesenimanan dan
kehidupan.
>
> Banyak hal yang saya kagumi dari sahabat saya ADS ini. Kami sebaya.
> Namun pengalaman kehidupan dia lebih kaya. Empat kali sudah dia
pergi ke
> Tanah Suci. Bukan wisata, tapi naik haji. Jika tidak /digondeli/
> istrinya, mungkin sudah kelima, keenam dia pergi ke tanah suci. Namun
> penampilannya sangat sangat sederhana. Dia begitu /low profile/ dan
> /humble./ Kepeduliannya pada sesama, khususnya para sahabatnya, begitu
> besar. Pernah pada suatu pagi saya mendapat sms dari dia yang meminta
> saya untuk membawa Mas Jakob ke rumah sakit, karena beliau sakit dan
> tidak bisa jalan. Dengan panik saya coba kontak balik, dan dia bilang
> kemarinnya sengaja ia menemui Mas Jakob di TIM Jakarta, tapi Mas Jakob
> keburu pulang karena sakit. Ia membayangkan begitu parah sakitnya, dan
> begitu mengkhawatirkan kondisi Mas Jakob.
>
> Pada lain kesempatan dia sangat menyesal saat tidak dapat menemui Pak
> Sudjoko, karena ada rencana kerjasama dengan beliau. Tahu-tahu dia
> mendapat kabar mengenaskan tentang wafatnya profesor yang sepanjang
> hidupnya melajang itu. Dia juga merasa terpukul ketika mendengar
penyair
> Hamid Jabbar yang meninggal saat berada di panggung sedang membacakan
> puisi. Juga sastrawan Rustandi Kartakusumah, budayawan Sunda yang cukup
> disegani. Dan pukulan terakhir, saat dia tidak berhasil menjumpai Bang
> Ali, padahal sudah berjanji ketemu pada bulan Mei silam. Tapi Bang Ali
> Sadikin keburu dipanggil Tuhan.
>
> ADS adalah Swawedar69, dan Swawedar69 adalah ADS. Ialah yang mendirikan
> sanggar seni yang selanjutnya berubah bentuk menjadi teater karena
> dirasa teater sebagai alat pengembangan mental anak muda. Terakhir
> Swawedar mengembangkan diri menjadi Yayasan yang khusus menangani
> generasi dini dengan mendirikan play group, TK, sampai SMEA dan kuliah
> eksekutif.
>
> Tak terasa telah 39 tahun usia Swawedar69. /Swa wedar/ ; swa = sendiri,
> wedar = bangkit. Artinya, bangkit, bergerak, maju, berkembang atas
usaha
> sendiri. Swadaya. Swadana. Dan begitulah, selama 39 tahun usianya,
> segala kegiatan dibiayai sendiri. Lebih sering ADS sendiri yang
> mengeluarkan koceknya.
>
> Telah banyak karya bagi anak bangsa yang dihasilkan Swawedar69. Dari
> perpustakaan keliling yang pernah diresmikan walikota Bandung,
> pendidikan, dan juga penerbitan buku-buku. Membincangkan sosok ADS tak
> akan ada habisnya. Selalu ada hal-hal yang menginspirasi.
>
> Dari berbagai sepak terjangnya itulah saya mendengarkan adanya cinta.
> Cinta pada sahabatnya, cinta pada generasinya, cinta pada anak-anak
masa
> depan dan cinta pada bangsa dan negeri bumi pertiwi. Salah satu bukti
> lain, menjelang Agustus nanti, kami merancang untuk menerbitkan buku
> "/Indonesia Ah",/ sebagai bukti bakti kami pada negeri ini.
>
> Saat dia turun dari mobil di depan terminal Leuwipanjang, dia menjabat
> tangan saya erat-erat. Matanya tajam menghunjam, bertabrakan dengan
mata
> saya. Kami tak saling bicara, tapi nurani kami masing-masing yang penuh
> makna. O, sahabat... Saya mendengar ada cinta di sana. Sama, saat Novi
> mengatakan "/speechless/", dan Dyah menulis tentang orang-orang yang
> merunduk, saya juga mendengar cinta di sana. Sama juga kondisinya, saat
> dulu-dulu setiap datang ke rumah Jeihan, dia selalu berteriak,
> /"Jiancuk! Isih urip toh kowe?"/ Saya merasakan ada getaran cinta di
sana!
>
> Seringkali ada hal-hal yang ingin kita omongkan, atau yang harus kita
> katakan, justru tidak pernah dapat kita ungkapkan. Parahnya lagi, kita
> terbiasa menggunakan simbol-simbol atau kata-kata lain untuk
menunjukkan
> arti yang sebenarnya. Alhasil, sering maksud kita itu menjadi tidak
> sampai, tidak terkomunikasikan dengan baik, dan malah membuat orang
lain
> merasa /bete,/ tidak disayang, tidak dihargai.
> "Iya sih, ada saat-saat kita ngerasa nggak nyaman mengekspresikan
> cinta yang kita rasa. Karena takut mempermalukan orang lain, atau diri
> kita sendiri, kita ragu buat bilang, "/I love you./" Jadinya, kita
> menyampaikan perasaan itu lewat kata-kata yang lain; "jaga diri
> baik-baik," "belajar yang bener," "hati-hati di jalan," "jangan
ngebut,"
> "jangan lupa makan," Tapi, sebenernya, itu cuma opsi-opsi lain dari
> perkataan yang sesungguhnya; "saya sayang kamu," "saya peduli sama
> kamu," "kamu sangat berarti buat saya," "saya nggak mau kamu terluka".
> So, tidak ada salahnya kita coba MENDENGARKAN CINTA lewat
> kalimat-kalimat yang dikatakan orang lain. Ungkapan eksplisit itu
> penting, tapi bagaimana kita mengungkapkannya bisa jadi jauh lebih
> penting. Setiap pelukan bermakna cinta meski kata-kata yang keluar
> sangat berbeda. Setiap perhatian yang diberikan orang lain menyimpan
> cinta walau bentuknya kaku, atau mungkin kasar. Yang pasti, kita harus
> mencari dan mendengar cinta yang ada di baliknya.
> Seorang ibu bisa mengomeli anaknya karena nilai rapor atau kamar
> yang berantakan. Sang anak mungkin hanya mendengar omelannya. Tapi
kalau
> dia benar-benar MENDENGAR, dia bakal mendapatkan cinta di sana.
> Kepedulian dan cinta ibunya muncul dalam bentuk omelan. Tapi bagaimana
> pun, itu adalah cinta.
> Seorang gadis pulang larut malam, dan akhirnya mendapat kuliah gratis
> dari /bokap/nya. Gadis itu cuma menangkap kemarahan sang /bokap./ Tapi
> kalau dia mencoba MENDENGARKAN CINTA, dia bakal menemukannya. "Kamu
> gimana sih, Papa jadi khawatir sama kamu," kata bokapnya. Tahu nggak,
> itu sama aja dengan "Papa sayang dan peduli sama kamu. Kamu sangat
> berarti buat Papa"-- yang sayangnya, tidak tersampaikan secara lisan.
> Kita mengungkapkan cinta dalam banyak cara -- hadiah ulang tahun,
> pesan-pesan kecil, dengan senyuman, dengan air mata. Cinta tidak hanya
> ada dalam kata-kata, tapi juga dalam diam. Dan kita bisa menunjukkan
> cinta dengan memaafkan orang yang tidak mau mendengar cinta yang kita
> sampaikan.
> Masalah dalam "mendengarkan cinta" adalah kesulitan dan
keterbatasan
> kita untuk mengerti bahasa cinta yang dipakai orang lain. Yang kerap
> terjadi, kita jarang mendengarkan orang lain. Kita mendengar kata-
kata,
> tapi kita tidak mempertimbangkan ekspresi atau tindakan-tindakan yang
> mengiringi kata-kata itu. Sayangnya juga, kita lebih sering mendengar
> hal-hal negatif, penolakan, kesalahpahaman dan mengabaikan cinta yang
> menjadi dasarnya.
> Dengarkanlah cinta. Cinta ada di sekitar kita. Kalau kita
> benar-benar berusaha mendengarkan, kita bakal menemukan bahwa kita
> sebenarnya memang dicintai. Mendengarkan cinta dapat membuat kita sadar
> bahwa dunia ini adalah tempat yang begitu indah.
> Cinta adalah anugerah.
> Membuat kita tertawa.
> Membuat kita bernyanyi.
> Membuat kita sedih.
> Membuat kita menangis.
> Membuat kita bertanya "kenapa?"
> Membuat kita menerima.
> Membuat kita memberi.
> Dan yang paling penting, membuat kita hidup.
>
> Bukanlah kehadiran atau ketidakhadiran yang penting. Kita tidak perlu
> merasa kesepian meski kita sedang sendiri. Sendiri itu perlu, lho. Dan
> hal itu jangan sampai membuat kita menjadi kesepian. Yang menjadi
> masalah bukan berada bersama seseorang, tetapi berada untuk seseorang.
> Jangan pernah ragu menyatakan cinta. Jujurlah dengan apa yang kita rasa
> dan katakan. Tidak ada ruginya mengekspresikan diri. Ambil kesempatan
> untuk mengungkapkan pada seseorang betapa pentingnya dia buat kita.
> Lakukan, buat perubahan, hindari penyesalan.
> Satu lagi, tetaplah dekat dengan kawan dan keluarga, karena mereka
sudah
> berjasa membangun diri kita sekarang. Cinta memang ada untuk
ditebarkan.
> Dan saat cinta yang kita berikan diterima, atau dibalas, itulah saat
> hidup menjadi penuh makna. /(teriring ucapan terima kasih kepada paulin
> sandra yang memberikan bahan inspirasi ini, juga kepada semua sahabat
> eska yang banyak menebarkan cinta dari hatinya)./
>
>
>
> /Live as if you were to die tomorrow
> Learn as if you were to live forever
> /(Mahatma Gandhi)
>
- 6a.
-
Re: (OOT) Serial Bernapas untuk Kehidupan
Posted by: "fil_ardy" fil_ardy@yahoo.com fil_ardy
Tue Jun 10, 2008 1:18 am (PDT)
Wah.. Therapy yang bagus nih
Sepertinya patut dicoba
dulu saya ikut MAHATMA (Maju Sehat Bersama)
Tapi sekarang udah ga pernah lagi
Heuheuheu
DANI
In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , teha <teha.sugiyo@com ...> wrote:
>
> *(OOT) SERIAL: BERNAPAS UNTUK KEHIDUPAN*
>
> *MELATIH PERNAPASAN -- KONSENTRASI PADA HEMBUSAN*
> /Oleh Teha Sugiyo/
>
>
> "Pak Teha masih melakukan latihan pernapasan tiap hari?" tanya Pak
> Hendro, rekan yang mengikuti pelatihan /Qi Circulation for Helath./
>
> "Ya, Pak!" saya menjawab mantap.
>
> "Berapa jam?"
>
- 7a.
-
Re: Mapan Itu = ? Re: [sekolah-kehidupan] Kucing Kurus Mandi di Papa
Posted by: "dyah zakiati" adzdzaki@yahoo.com adzdzaki
Tue Jun 10, 2008 1:32 am (PDT)
hehehehehe. Maz Diaz bisa aja. Aku tambahin ya?
Mapan = Mailadnya kapan??
Tanggal 27 Juli 2008
Mangtempatnya kapan, eh, dimana?
di Danau Situgintung, Ciputat. Tempatnya asyiiik banget
Hehehe, promo.... promo....
Maz Diaz dah daftar. yang lain nyusul yaaaa:D
Tanpa kehadiran Anda, sahabat, Milad Eska takkan ramai jadinya:D
Salam
DyahZ
----- Original Message ----
From: Diaz Rossano <dizzman@yahoo.com >
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
Sent: Monday, June 9, 2008 8:33:10 PM
Subject: Mapan Itu = ? Re: [sekolah-kehidupan] Kucing Kurus Mandi di Papan
MAPAN ITU......
Mapan = Majune Kapan?? = orang yang baru mau maju kapan-kapan, alias masih merintis jalan menuju kemapanan... .
Mapan = Mangane Kapan?? = orang yang baru mau mencari makan, alias boro-boro mikirin makan....
Mapan = Married-nya Kapan?? = orang yang baru mau nikah, alias mau nyari-nyari pasangan
Mapan = Matine Kapan?? = orang yang tangguh, alias gak ada matinye
Mapan = Mabure Kapan?? = orang yang gak bisa terbang, alias pasrah wae
Mapan = ...... (lanjutin donk!! gak bisa kan lanjutin lah!!, makanya ya iya donk, bukan ya iyalah!!!)
--- On Mon, 6/9/08, dyah zakiati <adzdzaki@yahoo. com> wrote:
From: dyah zakiati <adzdzaki@yahoo. com>
(Untuk Anto, dan teman-temanku yang sedang mencari kemapanan. Seperti apakah mapan itu?)
__._,
- 7b.
-
Re: Mapan Itu = ? Re: [sekolah-kehidupan] Kucing Kurus Mandi di Papa
Posted by: "Hadian Febrianto" hadianf@gmail.com hadian.kasep
Tue Jun 10, 2008 2:20 am (PDT)
yang saya ingat MAPAN itu adalah MAkan paPAN
Makanan mulu ya???
--
Regards,
Hadian Febrianto, S.Si
PT SAGA VISI PARIPURNA
Jl. Rereng Barong no.53 Bandung 40123
Ph/fax: (+6222) 2507537
- 8a.
-
Re: Episode Tinggal Bersama yang Akan Berakhir
Posted by: "novi_ningsih" novi_ningsih@yahoo.com novi_ningsih
Tue Jun 10, 2008 1:52 am (PDT)
@mas catur
iya, nih
gitu, deh
halah...
sekarang sih masih berasa biasa, tapi ga tahu nanti pas mereka pindah,
bisa disamperin sih...
tapi, tetep rasanya beda
semangat donk, pastinya
nopee, cepe, cape gitu lho
halah :D
@Mbak Qq
apa coba maksudnya?
pura2 ga ngerti aja, ah ;p
hehehe
mbak qq, pulang dari ngajar di bintara, jangan lupa main ke sini ya ;)
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , dyah zakiati <adzdzaki@..com .>
wrote:
>
> Heheehe, biar rame lagi sih sebenarnya ada caranya, Vi. ^_^
Undanglah satu orang memasuki rumah hatimu:D
>
> Salam
> Dyah
> Peace yaaaaach:D
>
>
> ----- Original Message ----
> From: novi khansa' <novi_ningsih@...>
> To: sekolah kehidupan <sekolah-kehidupan@yahoogroups. >com
> Sent: Tuesday, June 10, 2008 2:53:33 AM
> Subject: [sekolah-kehidupan] Episode Tinggal Bersama yang Akan Berakhir
>
>
> Episode Tinggal Bersama yang Akan Berakhir
>
>
>
>
>
>
> Sudah empat
> tahun lebih sejak kematian bapak, ramainya rumah ini. Kami tinggal
bersama.
> Saya dan ibu sebagai keluarga pertama serta kakak, suaminya dan 4
anaknya
> sebagai keluarga kedua. Beserta khadimat yang datang dan pergi.
>
> Saya tak ingin menyatakan sesak, tapi seru. Sangat
> seru dengan berjuta konflik yang hadir. Yah, masa itu akan segera
hilang,
> beberapa bulan lagi, mengingat kakak saya dan keluarga, beserta dua
khadimat,
> atau lebih (entahlah) akan pindah.
>
> Pasti suasana rumah akan berbeda. Sangat ekstrem
> malah. Rumah ini memang silih berganti penghuni. Kakak pertama yang
kuliah di
> Bogor, abang yang kuliah di Solo dan saya yang sempat kuliah di
Depok. Bapak
> dan ibu sempat hanya tinggal berdua karena hanya sesekali saya
pulang. Kemudian,
> bertiga, berempat hingga akhirnya kakak menikah. Kembali lagi karena
bapak
> meninggal dunia...
>
> Hmmm, bukannya tidak menyenangkan. Bukannya tidak
> pernah ada masalah. Bukannya tidak lengkap. Bukannya tidak melelahkan.
> Hari-hari yang terlalui. Empat tahun sudah menjadi saksi, si kecil
Fikri yang
> beranjak besar hingga akan masuk SD. Si kembar Fahimah dan Fahmi,
serta Fattah
> yang lahir 10 hari yang lalu. Penuh warna... bagai pelangi, hingga
kadang tak
> sanggup saya melihat warna apa saja yang hadir.
>
> Saya sadari penuh, banyak kepala, banyak pula
> pendapat dan banyak hal yang bisa menuai konflik. Saya sadari penuh,
kemampuan
> saya sebagai individu masihlah kecil. Rasa egoisme seorang anak
bontot masih
> merajai sikap saya. Tapi, tahukah kawan, selama ini saya terus
belajar. Belajar
> untuk melihat segala hal dari berbagai sisi. Melihat kalau saya
masihlah lemah,
> selemah hamba-Nya yang bodoh.
>
> Hhh, dari mulai listrik yang bergantian. Makin memaksa saya menjadi
kalong. Kadang
> bersalah dan kadang kesal karena AC harus mati, air harus nyala, tapi
> terang-terangan komputer Online 24 jam karena deadline. Cara
bersikap kepada 3
> bocah lucu yang sedang golden Age. Fikri yang berkeras tidak mau
kena air,
> teriakan-teriakan, perebutan kursi, halah... Saya yang kerja mulu di
rumah, hampir
> pergi mulu kalau week-end, dan merasa terganggu dengan berjuta
> pernak-pernik. ... dan ingin berteriak... wooy, gw butuh privasi,
abis itu
> ngos-ngosan karena haus.. halah.
>
> Seegois apapun sikap saya. Semanja apapun saya
> sebagai anak bontot. Rasa cinta ini begitu besar. Rasa tulus menyayangi
> malaikat-malaikat kecil itu... yah, saya memang masih belajar... Di
balik
> segala kekonyolan saya, kegokilan saya, kecuekan saya... saya selalu
punya hati
> untuk mereka. Warna hidup yang tak akan mudah terlupa. Tapi, saya
juga punya
> kehidupan... saya punya kegiatan... saya dengan berjuta mimpi dan
cita-cita
> saya... Aah, naif, ya? Biarin.... terserah gw, halah
>
> Banyak yang terjadi selama empat tahun... moga
> bisa menjadi pelajaran...
> Banyak yang terjadi selama ini... moga banyak
> hikmah yang bisa saya pungut...
>
> Kalau kata ibu, koreksi diri yang penting...
> Saya pikir saya memang banyak salah...
> Apalagi sama ibu...
>
> Kerinduan akan masa-masa itu pasti akan hadir.
> Yakin, sih... tapi bukankan roda terus berputar. Sudah banyak pula
rencana di
> kepala. Memang harus begini dan begitu. Doakan saja semua bahagia...
happly
> ever after, hehehehe, halah..
> Hmm... moga kita semua selalu diberi hidayah dan
> limpahan kasih sayang dari-Nya... aamiin :)
>
> Hmm, sambil mikir-mikir. ..
> Bulan juli ntar listrik, telepon, Pam, udah kudu
> bayar sendiri belum, yak :D
> Kurangin semuanya, dah pengeluaran yang ga mikir-mikir. ..
> Bakalan mirip kayak anak kos lagi, neh...
>
- 9.
-
Jadi Ga Ya???
Posted by: "Hadian Febrianto" hadianf@gmail.com hadian.kasep
Tue Jun 10, 2008 2:38 am (PDT)
Assalaamu'alaikum wr.wb
Jadi ga ya???? FUTSAL tanggal 15 Juni ini?
Mohon basalan eh balasan segera... kirm ke MABOX (MAil inBOX) di bawah
ini... halah naon ieu teh
--
Regards,
Hadian Febrianto, S.Si
PT SAGA VISI PARIPURNA
Jl. Rereng Barong no.53 Bandung 40123
Ph/fax: (+6222) 2507537
- 10a.
-
Pengumuan Artikel Inspiratif dan Puisi Terpilih Untuk Buku Antologi
Posted by: "Lia Octavia" liaoctavia@gmail.com octavialia
Tue Jun 10, 2008 3:17 am (PDT)
*PENGUMUMAN ARTIKEL INSPIRATIF DAN PUISI TERPILIH UNTUK BUKU ANTOLOGI ESKA*
Assalamu'alaikum wrwb
Sahabat-sahabat di mana saja berada terutama sahabat-sahabat Eska,
alhamdulillah, setelah melalui penjurian dan penilaian seluruh artikel
inspiratif dan puisi yang masuk ke Panitia, dan juga setelah melalui
berbagai diskusi dan pertimbangan tim juri dan Panitia Buku Antologi Sekolah
Kehidupan, akhirnya telah terpilih sebanyak *19 (sembilan belas) artikel
inspiratif* dan *31 (tiga* *puluh satu)* *puisi* untuk Buku Antologi Sekolah
Kehidupan.
Terima kasih banyak sebelumnya kami haturkan bagi sahabat-sahabat semua yang
telah mengirimkan naskahnya untuk Buku Antologi ini. Launching buku ini
insya Allah akan diselenggarakan pada perayaan Milad Sekolah Kehidupan yang
kedua pada 27 Juli 2008 mendatang.
Secara umum, kualitas tulisan yang masuk berada di level rata-rata. Namun
ada beberapa yang karena kekuatan tema, dan keunikan gaya bahasa, membuat
tulisan-tulisan tersebut layak untuk diterbitkan. Yang menjadi indikator
penilaian adalah substansi cerita, gaya bertutur, dan kekuatan tema.
Berikut beberapa argumen juri dalam pemilihan artikel inspiratif:
- *Bersahabat dengan Alam: Siu Elha*
Tak banyak orang yang peduli pada alam. Pun, tak banyak orang yang sudi
membaktikan waktu, tenaga, dan hidupnya pada alam. Orang2 inilah yang
ditulis oleh Siu Elha. Di tengah isu pemanasan global, tulisan Siu Elha
tentang para tokoh inspiratif lingkungan ini cukup menyejukkan. Semoga dari
sini, semua kita bisa belajar untuk bersahabat dengan alam.
- *Nasi Goreng: Lia Octavia*
Lia sering menulis artikel kontemplatif dengan gaya yang menarik, seperti
gaya cerpen. Tapi justru di situ uniknya. Di sini, kita bisa belajar, bahwa
utk hal sesederhana kebiasaan berlangganan nasi goreng pada penjual tertentu
saja, bisa membuat kita berprasangka. Padahal, tak selamanya perubahan itu
buruk. Ini dapat dilihat dari "kejutan kecil" banyaknya pembeli yang antre
di belakang penjual nasi goreng pengganti Pak Jangkung.
- *Rindu Abah: Fely Hilman*
Setiap orangtua bisa menjadi inspirasi kita. Tak terkecuali oleh Fely
Hilman. Meski terkesan ditulis dengan tergesa-gesa, namun Fely mampu
menggambarkan sosok Abah sebagai sosok yang pekerja keras, jujur, dan sangat
memperhatikan kehidupan beragama anak2nya. Seperti yang ditulis Fely "tak
banyak PNS yang siap lembur tanpa dibayar, atau mau membukakan pintu bagi
karyawan dan menyapu ruangan, pun bukan tugasnya." Hal2 yang dilakukan oleh
Abah dari Fely. Hal2 sederhana yang berarti.
- *Ketika Mempertanyakan Cinta: Febty Febrianti*
Banyak wanita mudatermasuk sayayang merasakan sejumlah dilema ketika akan
menikah muda. Banyak pertanyaan berseliweran di kepala tentang cinta, sosok
pendamping hidup, potongan2 penggalan ayat suci, serta setumpuk kecemasan
berseliweran di kepala. Tulisan Febty cukup meresensi itu semua. Dan karena
menurut Helvy TR "Cinta harus ditumbuhkan setiap hari," dari tulisan Febty
kita belajar bagaimana proses cinta itu bertumbuh.
- *Satu Rindu: Listya Arisanti*
Seperti tak banyak orang yang bersedia membaktikan waktu, tenaga, dan
hidupnya untuk alam, saya piker, tak banyak juga orang yang bersedia
membaktikan waktu, tenaga, dan hidupnya untuk menyebarkan dakwah di
lingkungan sekolah. Disini, Listya menuliskan dengan rinci, bagaimana si
tokoh menginspirasinya untuk kembali berkomitmen dan konsisten pada dakwah
di sekolah. Karena seperti yang diucapkan si tokoh "*Istirahatnya seorang
muslim, nanti setelah kita di syurga.."*
- *Menambal Hati: St. Fatimah*
Dari judulnya saja sudah memikat mata saya. "Menambal Hati". Judul yang pas
dengan isi cerita, tokoh penambal ban yang dalam percakapan sederhananya
mengajarkan tentang kehidupan. Di sini, kita jadi tahu, bahwa pelajaran ttg
kehidupan bisa didapat dimana saja, oleh siapa saja. Bahkan dari seorang
penambal ban sekalipun.
Dan inilah hasil lengkap artikel-artikel inspiratif dan puisi yang terpilih:
*Artikel-artikel inspiratif yang terpilih:*
* *
*1) 7.500 rupiah (Asma Sembiring)*
*2) Ibu (Arham Kendari)*
*3) Love Miracle From The Andes (Syafa'atus Syarifah)*
*4) Kekayaan Berharga (Catur Catriks)*
*5) Mimpiku Di Sengatta (Sismanto)*
*6) Nikmat-Nya Yang Tak Terhingga (Novi Khansa)*
*7) Lin, Aku Belajar Banyak Darimu (Setta)*
*8) Aku Sayang Ibu (Yudhi Mulianto)*
*9) Pelajaran Menulis (Retnadi Nur'aini)*
*10) Ksatria Hingga Senja (Hamasah Putri)*
*11) Trouble Maker (Benny Oktaviano)*
*12) Cerita Di Balik Rumah Kopel (Ichen Zr)*
*13) Kekuatan Sang Pemimpi (Jenny Jusuf)*
*14) Bersahabat Dengan Alam (Siu Elha)*
*15) Nasi Goreng (Lia Octavia)*
*16) Rindu Abah (Fely Hilman)*
*17) Ketika Mempertanyakan Cinta (Febty Febrianti)*
*18) Menambal Hati (St Fatimah)*
*19) Satu Rindu (Listya Arisanti)*
* *
*Puisi-Puisi yang terpilih:*
*1) Adalah Niskala Dalam Setiap Harapku (Dani Ardiansyah)*
*2) Pulang (Novi Khansa)*
*3) Kepada Laila (Nia Robie)*
*4) Lukisan (Ain Nisa)*
*5) Bocah Debu (Divin Nabb)*
*6) Rasa Yang Membunuh (Penuliz Mizteriuz)*
*7) Hati Yang Bergolak (Regantini Salsabila)*
*8) Aku Adalah Sebongkah Batu (Andhini Putri)*
*9) Sebuah Penyadaran (Lukman Hadi)*
*10) Tak Cukup (Candrawali)*
*11) Asaku Mengukir Senja (Rachmad Jr)*
*12) Bulir Kebeningan (Lanny Megasari)*
*13) Mujahid Kecil Kami (Bu Has)*
*14) Sidoarjo Mengemis (Nana S)*
*15) Menggenggam Cahaya (Lia Octavia)*
*16) Terkadang (Wildan Fikri)*
*17) Jika Kuntum Tak Lagi Mekar I (Sayyid Madany Syani)*
*18) Untuk Ayah (Meyla Farid)*
*19) Bayang-Bayang! (Dyah Zakiati)*
*20) If God Was One Of Us (Retnadi Nur'aini)*
*21) Penyair Padi (Epri Tsaqib)*
*22) Menuju Tak Terkenang (Arrizki Abidin)*
*23) Seratus Purnama (Lilyani Taurisia)*
*24) Jejak Luka 2 (Azwar Nazir)*
*25) Tebas Saja Leherku (Siu Elha)*
*26) Kisah Angin (Sunu Hadi)*
*27) Permainan Hidup (St Fatimah)*
*28) Panggung Senayan (Yoyong)*
*29) Kabar Dari Tuhan (Nera Andiyanti)*
*30) 20 Mei, Seratus Tahun Kemudian (Hasan Bisri BFC)*
*31) Tahukah Kau Saudaraku? (Inna Putri)*
*
*
Selamat bagi para penulis yang artikel maupun puisinya terpilih dalam buku
antologi ini. Untuk teknis pembayaran investasi, akan dihubungi via japri
oleh Panitia.
Bagi yang tulisannya belum terpilih, mudah-mudahan tetap bersemangat untuk
terus menulis dalam mengambil inspirasi dari setiap peristiwa kehidupan di
dunia ini.
Terima kasih banyak untuk partisipasi dari sahabat-sahabat semua.
SEKOLAH KEHIDUPAN
*Make a comfort home for all*
*Menggagas Sekolah Tanpa Batas:*
Menjalin Kebersamaan, Kepedulian, dan Keaktifan Bersama
Wassalam,
Tim Panitia Buku Antologi Eska:
Epri Tsaqib
Dani Ardiansyah
Lia Octavia
Retnadi Nur'aini
Nursalam AR
Udo Yamin Majdi
Beni Jusuf
Catur Catriks
Novi Ningsih
Listya
- 10b.
-
Balasan: [sekolah-kehidupan] Pengumuan Artikel Inspiratif dan Puisi
Posted by: "bujang kumbang" bujangkumbang@yahoo.co.id bujangkumbang
Tue Jun 10, 2008 3:21 am (PDT)
lho Mbak Lia kok tulisanku gak masuk daftar?
nanti dikira sombong kok gak ikut antologi amal buku?
padahal aku udah kirim ulang lho hari Senin kemarin
mohon penjelasan ya....
Lia Octavia <liaoctavia@gmail.com > wrote:
PENGUMUMAN ARTIKEL INSPIRATIF DAN PUISI TERPILIH UNTUK BUKU ANTOLOGI ESKA
Assalamu'alaikum wrwb
Sahabat-sahabat di mana saja berada terutama sahabat-sahabat Eska, alhamdulillah, setelah melalui penjurian dan penilaian seluruh artikel inspiratif dan puisi yang masuk ke Panitia, dan juga setelah melalui berbagai diskusi dan pertimbangan tim juri dan Panitia Buku Antologi Sekolah Kehidupan, akhirnya telah terpilih sebanyak 19 (sembilan belas) artikel inspiratif dan 31 (tiga puluh satu) puisi untuk Buku Antologi Sekolah Kehidupan.
Terima kasih banyak sebelumnya kami haturkan bagi sahabat-sahabat semua yang telah mengirimkan naskahnya untuk Buku Antologi ini. Launching buku ini insya Allah akan diselenggarakan pada perayaan Milad Sekolah Kehidupan yang kedua pada 27 Juli 2008 mendatang.
Secara umum, kualitas tulisan yang masuk berada di level rata-rata. Namun ada beberapa yang karena kekuatan tema, dan keunikan gaya bahasa, membuat tulisan-tulisan tersebut layak untuk diterbitkan. Yang menjadi indikator penilaian adalah substansi cerita, gaya bertutur, dan kekuatan tema.
Berikut beberapa argumen juri dalam pemilihan artikel inspiratif:
Bersahabat dengan Alam: Siu Elha
Tak banyak orang yang peduli pada alam. Pun, tak banyak orang yang sudi membaktikan waktu, tenaga, dan hidupnya pada alam. Orang2 inilah yang ditulis oleh Siu Elha. Di tengah isu pemanasan global, tulisan Siu Elha tentang para tokoh inspiratif lingkungan ini cukup menyejukkan. Semoga dari sini, semua kita bisa belajar untuk bersahabat dengan alam.
Nasi Goreng: Lia Octavia
Lia sering menulis artikel kontemplatif dengan gaya yang menarik, seperti gaya cerpen. Tapi justru di situ uniknya. Di sini, kita bisa belajar, bahwa utk hal sesederhana kebiasaan berlangganan nasi goreng pada penjual tertentu saja, bisa membuat kita berprasangka. Padahal, tak selamanya perubahan itu buruk. Ini dapat dilihat dari "kejutan kecil" banyaknya pembeli yang antre di belakang penjual nasi goreng pengganti Pak Jangkung.
Rindu Abah: Fely Hilman
Setiap orangtua bisa menjadi inspirasi kita. Tak terkecuali oleh Fely Hilman. Meski terkesan ditulis dengan tergesa-gesa, namun Fely mampu menggambarkan sosok Abah sebagai sosok yang pekerja keras, jujur, dan sangat memperhatikan kehidupan beragama anak2nya. Seperti yang ditulis Fely "tak banyak PNS yang siap lembur tanpa dibayar, atau mau membukakan pintu bagi karyawan dan menyapu ruangan, pun bukan tugasnya." Hal2 yang dilakukan oleh Abah dari Fely. Hal2 sederhana yang berarti.
Ketika Mempertanyakan Cinta: Febty Febrianti
Banyak wanita mudaâ"termasuk sayaâ"yang merasakan sejumlah dilema ketika akan menikah muda. Banyak pertanyaan berseliweran di kepala tentang cinta, sosok pendamping hidup, potongan2 penggalan ayat suci, serta setumpuk kecemasan berseliweran di kepala. Tulisan Febty cukup meresensi itu semua. Dan karena menurut Helvy TR "Cinta harus ditumbuhkan setiap hari," dari tulisan Febty kita belajar bagaimana proses cinta itu bertumbuh.
Satu Rindu: Listya Arisanti
Seperti tak banyak orang yang bersedia membaktikan waktu, tenaga, dan hidupnya untuk alam, saya piker, tak banyak juga orang yang bersedia membaktikan waktu, tenaga, dan hidupnya untuk menyebarkan dakwah di lingkungan sekolah. Disini, Listya menuliskan dengan rinci, bagaimana si tokoh menginspirasinya untuk kembali berkomitmen dan konsisten pada dakwah di sekolah. Karena seperti yang diucapkan si tokoh "Istirahatnya seorang muslim, nanti setelah kita di syurga.."
Menambal Hati: St. Fatimah
Dari judulnya saja sudah memikat mata saya. "Menambal Hati". Judul yang pas dengan isi cerita, tokoh penambal ban yang dalam percakapan sederhananya mengajarkan tentang kehidupan. Di sini, kita jadi tahu, bahwa pelajaran ttg kehidupan bisa didapat dimana saja, oleh siapa saja. Bahkan dari seorang penambal ban sekalipun.
Dan inilah hasil lengkap artikel-artikel inspiratif dan puisi yang terpilih:
Artikel-artikel inspiratif yang terpilih:
1) 7.500 rupiah (Asma Sembiring)
2) Ibu (Arham Kendari)
3) Love Miracle From The Andes (Syafa'atus Syarifah)
4) Kekayaan Berharga (Catur Catriks)
5) Mimpiku Di Sengatta (Sismanto)
6) Nikmat-Nya Yang Tak Terhingga (Novi Khansa)
7) Lin, Aku Belajar Banyak Darimu (Setta)
8) Aku Sayang Ibu (Yudhi Mulianto)
9) Pelajaran Menulis (Retnadi Nur'aini)
10) Ksatria Hingga Senja (Hamasah Putri)
11) Trouble Maker (Benny Oktaviano)
12) Cerita Di Balik Rumah Kopel (Ichen Zr)
13) Kekuatan Sang Pemimpi (Jenny Jusuf)
14) Bersahabat Dengan Alam (Siu Elha)
15) Nasi Goreng (Lia Octavia)
16) Rindu Abah (Fely Hilman)
17) Ketika Mempertanyakan Cinta (Febty Febrianti)
18) Menambal Hati (St Fatimah)
19) Satu Rindu (Listya Arisanti)
Puisi-Puisi yang terpilih:
1) Adalah Niskala Dalam Setiap Harapku (Dani Ardiansyah)
2) Pulang (Novi Khansa)
3) Kepada Laila (Nia Robie)
4) Lukisan (Ain Nisa)
5) Bocah Debu (Divin Nabb)
6) Rasa Yang Membunuh (Penuliz Mizteriuz)
7) Hati Yang Bergolak (Regantini Salsabila)
8) Aku Adalah Sebongkah Batu (Andhini Putri)
9) Sebuah Penyadaran (Lukman Hadi)
10) Tak Cukup (Candrawali)
11) Asaku Mengukir Senja (Rachmad Jr)
12) Bulir Kebeningan (Lanny Megasari)
13) Mujahid Kecil Kami (Bu Has)
14) Sidoarjo Mengemis (Nana S)
15) Menggenggam Cahaya (Lia Octavia)
16) Terkadang (Wildan Fikri)
17) Jika Kuntum Tak Lagi Mekar I (Sayyid Madany Syani)
18) Untuk Ayah (Meyla Farid)
19) Bayang-Bayang! (Dyah Zakiati)
20) If God Was One Of Us (Retnadi Nur'aini)
21) Penyair Padi (Epri Tsaqib)
22) Menuju Tak Terkenang (Arrizki Abidin)
23) Seratus Purnama (Lilyani Taurisia)
24) Jejak Luka 2 (Azwar Nazir)
25) Tebas Saja Leherku (Siu Elha)
26) Kisah Angin (Sunu Hadi)
27) Permainan Hidup (St Fatimah)
28) Panggung Senayan (Yoyong)
29) Kabar Dari Tuhan (Nera Andiyanti)
30) 20 Mei, Seratus Tahun Kemudian (Hasan Bisri BFC)
31) Tahukah Kau Saudaraku? (Inna Putri)
Selamat bagi para penulis yang artikel maupun puisinya terpilih dalam buku antologi ini. Untuk teknis pembayaran investasi, akan dihubungi via japri oleh Panitia.
Bagi yang tulisannya belum terpilih, mudah-mudahan tetap bersemangat untuk terus menulis dalam mengambil inspirasi dari setiap peristiwa kehidupan di dunia ini.
Terima kasih banyak untuk partisipasi dari sahabat-sahabat semua.
SEKOLAH KEHIDUPAN
Make a comfort home for all
Menggagas Sekolah Tanpa Batas:
Menjalin Kebersamaan, Kepedulian, dan Keaktifan Bersama
Wassalam,
Tim Panitia Buku Antologi Eska:
Epri Tsaqib
Dani Ardiansyah
Lia Octavia
Retnadi Nur'aini
Nursalam AR
Udo Yamin Majdi
Beni Jusuf
Catur Catriks
Novi Ningsih
Listya
--------------------- --------- ---
Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga.
Need to Reply?
Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.
MARKETPLACE
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Individual | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar