Rabu, 11 Juni 2008

[sekolah-kehidupan] Digest Number 2034

sekolah-kehidupan

Messages In This Digest (25 Messages)

1a.
Balasan: Re: [sekolah-kehidupan] Pengumuan Artikel Inspiratif dan Pu From: sismanto
1b.
Re: Balasan: Re: [sekolah-kehidupan] Pengumuan Artikel Inspiratif da From: Nia Robiatun Jumiah
1c.
Balasan: Re: [sekolah-kehidupan] Pengumuan Artikel Inspiratif dan Pu From: sismanto
2a.
Re: Artikel Inspiratif dan Puisi Terpilih >> Selamat!! From: sismanto
3a.
Re: [catatan] rumput tetangga From: sismanto
4a.
Re: Untuk Mas Fiyan: Pengumuan Artikel Inspiratif dan Puisi Terpilih From: sismanto
5a.
Re: Pengumuan Artikel Inspiratif dan Puisi Terpilih Untuk Buku Antol From: inga_fety
6.
PUISI [SG#2] MATAHARI BERKILAU From: yan_ku
7a.
(Diary) Jalan-jalan di rapat Milad From: dyah zakiati
7b.
Re: (Diary) Jalan-jalan di rapat Milad From: fil_ardy
7c.
Re: (Diary) Jalan-jalan di rapat Milad From: dyah zakiati
7d.
Re: (Diary) Jalan-jalan di rapat Milad From: inga_fety
8a.
Re: KEPADA SIAPA HATI (INI) BERTANYA--Bang Fiyan From: Diaz Rossano
9a.
(Artikel) Pelupa Oh Pelupa From: febty febriani
9b.
Re: (Artikel) Pelupa Oh Pelupa From: dyah zakiati
10a.
OOT [cerpen] Sky Dining From: Syamsul Arifin
10b.
Re: OOT [cerpen] Sky Dining From: Nia Robiatun Jumiah
10c.
Re: OOT [cerpen] Sky Dining From: adzdzaki
10d.
Re: OOT [cerpen] Sky Dining From: Nia Robiatun Jumiah
10e.
Re: OOT [cerpen] Sky Dining From: adzdzaki
11a.
Ini cerpen lhooo, bukan beneran:D From: dyah zakiati
11b.
Re: Ini cerpen lhooo, bukan beneran:D From: Diaz Rossano
12a.
Re: SK MEMPERTEMUKAN (JODOH) KAMI>>m sya2, m dani, p teha, m sismant From: punya_retno
12b.
Re: SK MEMPERTEMUKAN (JODOH) KAMI>>m sya2, m dani, p teha, m sismant From: inga_fety
13a.
Biodata Penulis Artikel Inspiratif & Puisi Yang Terpilih Dalam Buku From: Lia Octavia

Messages

1a.

Balasan: Re: [sekolah-kehidupan] Pengumuan Artikel Inspiratif dan Pu

Posted by: "sismanto" siril_wafa@yahoo.co.id   siril_wafa

Tue Jun 10, 2008 7:02 pm (PDT)

Nia selamat ya....

puisi Nia memang sumeringah .. . .
terus berkarya Nia .. .

Salam,

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, arya noor amarsyah arya
<arnabgaizir@...> wrote:
>
> Assalamu'alaikum wr wb.
> Selamat ya Nia, baru kita bicarakan hari Minggu kemarin, nggak
tahunya nama Nia masuk nominasi puisi terpilih. Sekali lagi selamat dan
terus berkarya
>
> Nia Robiatun Jumiah musimbunga@... wrote:
assalamuallaikum mba lia dan panitia
> terima kasih ya, alhamdulillah juga... akhirnya bisa bikin buku juga
walaupun segambreng:D
> btw... kalo biodata singkatnya dikirim kemana?
> thanks ya panitia...
> semangat!!! dan terima kasih atas kerjasamanya...
>
>
>
> 2008/6/10 Lia Octavia liaoctavia@...:
> PENGUMUMAN ARTIKEL INSPIRATIF DAN
PUISI TERPILIH UNTUK BUKU ANTOLOGI ESKA

1b.

Re: Balasan: Re: [sekolah-kehidupan] Pengumuan Artikel Inspiratif da

Posted by: "Nia Robiatun Jumiah" musimbunga@gmail.com

Tue Jun 10, 2008 7:17 pm (PDT)

selamat juga mas sis..
btw sobat2 sk kalimantan jadi ikutan milad juga gak? (emang berapa sobat sk
yang dikalimantan.. didata coba.. hi..hi..)
ditunggu kabar baiknya...
-nia lagi bantuin mba dyah yang baik-

Pada 11 Juni 2008 09:02, sismanto <siril_wafa@yahoo.co.id> menulis:

> Nia selamat ya....
>
> puisi Nia memang sumeringah .. . .
> terus berkarya Nia .. .
>
> Salam,
>
> --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com<sekolah-kehidupan%40yahoogroups.com>,
> arya noor amarsyah arya
>
> <arnabgaizir@...> wrote:
> >
> > Assalamu'alaikum wr wb.
> > Selamat ya Nia, baru kita bicarakan hari Minggu kemarin, nggak
> tahunya nama Nia masuk nominasi puisi terpilih. Sekali lagi selamat dan
> terus berkarya
> >
> > Nia Robiatun Jumiah musimbunga@... wrote:
> assalamuallaikum mba lia dan panitia
> > terima kasih ya, alhamdulillah juga... akhirnya bisa bikin buku juga
> walaupun segambreng:D
> > btw... kalo biodata singkatnya dikirim kemana?
> > thanks ya panitia...
> > semangat!!! dan terima kasih atas kerjasamanya...
> >
> >
> >
> > 2008/6/10 Lia Octavia liaoctavia@...:
> > PENGUMUMAN ARTIKEL INSPIRATIF DAN
> PUISI TERPILIH UNTUK BUKU ANTOLOGI ESKA
>
>
>
1c.

Balasan: Re: [sekolah-kehidupan] Pengumuan Artikel Inspiratif dan Pu

Posted by: "sismanto" siril_wafa@yahoo.co.id   siril_wafa

Tue Jun 10, 2008 7:37 pm (PDT)

Sahabat2 SK yang ada di Kalimantan hanya 1 (satu\
), jarang ngomong. ngomong pas lagi butuh ^_^

Ayo...sahabat-sahabat SK, yang merasa berasal dari "Borneo island", atau
berada di kalimantan silahkan menghubungi saya di sirilwafa@ gmail.com
(hilangkan spasi)
 
Salam,

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "Nia Robiatun Jumiah"
<musimbunga@...> wrote:
>
> selamat juga mas sis..
> btw sobat2 sk kalimantan jadi ikutan milad juga gak? (emang berapa
sobat sk
> yang dikalimantan.. didata coba.. hi..hi..)
> ditunggu kabar baiknya...
> -nia lagi bantuin mba dyah yang baik-
>
> Pada 11 Juni 2008 09:02, sismanto siril_wafa@... menulis:
>
> > Nia selamat ya....
> >
> > puisi Nia memang sumeringah .. . .
> > terus berkarya Nia .. .
> >
> > Salam,
> >
> > --- In
sekolah-kehidupan@yahoogroups.com<sekolah-kehidupan%40yahoogroups.com>,
> > arya noor amarsyah arya
> >
> > arnabgaizir@ wrote:
> > >
> > > Assalamu'alaikum wr wb.
> > > Selamat ya Nia, baru kita bicarakan hari Minggu kemarin, nggak
> > tahunya nama Nia masuk nominasi puisi terpilih. Sekali lagi selamat
dan
> > terus berkarya
> > >
> > > Nia Robiatun Jumiah musimbunga@ wrote:
> > assalamuallaikum mba lia dan panitia
> > > terima kasih ya, alhamdulillah juga... akhirnya bisa bikin buku
juga
> > walaupun segambreng:D
> > > btw... kalo biodata singkatnya dikirim kemana?
> > > thanks ya panitia...
> > > semangat!!! dan terima kasih atas kerjasamanya...
> > >
> > >
> > >
> > > 2008/6/10 Lia Octavia liaoctavia@:
> > > PENGUMUMAN ARTIKEL INSPIRATIF DAN
> > PUISI TERPILIH UNTUK BUKU ANTOLOGI ESKA
> >
> >
> >
>

2a.

Re: Artikel Inspiratif dan Puisi Terpilih >> Selamat!!

Posted by: "sismanto" siril_wafa@yahoo.co.id   siril_wafa

Tue Jun 10, 2008 7:09 pm (PDT)

Pun demikian dengan saya Om Catur . . .

juga mengucapkan selamat kepada para sahabat SK yang naskah
inspiratifnya terpilih dalam buku antologi kehidupan, semoga harapan
kita buku ini menjadi amal ibadah para mujahid/mujahidah pena SK
(hii...sebutan apa lagi ini??) *_*
untuk dunia yang lebih maju dan beradab yang mau belajar dan
bersahabat  dengan alam (pinjem judulnya mbak Siwi). Semoga.

Salam,

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, CaturCatriks <akil_catur@...>
wrote:
>
> selamat kepada teman2 yang tulisannya terpilih
> terus semangat beramal (salah satunya dengan antologi amal ini)
>
> semoga nantinya buku kita bisa laku di pasaran
> semakin banyak yang terjual, semakin banyak yang bisa kita amalkan!
> semoga
>
>
> Lia Octavia liaoctavia@... wrote:
>
>
> PENGUMUMAN ARTIKEL INSPIRATIF DAN PUISI TERPILIH UNTUK BUKU ANTOLOGI
ESKA
>
>
>
>
> Artikel-artikel inspiratif yang terpilih:
>
> 1) 7.500 rupiah (Asma Sembiring)
> 2) Ibu (Arham Kendari)
> 3) Love Miracle From The Andes (Syafa'atus Syarifah)
> 4) Kekayaan Berharga (Catur Catriks)
> 5) Mimpiku Di Sengatta (Sismanto)
> 6) Nikmat-Nya Yang Tak Terhingga (Novi Khansa)
> 7) Lin, Aku Belajar Banyak Darimu (Setta)
> 8) Aku Sayang Ibu (Yudhi Mulianto)
> 9) Pelajaran Menulis (Retnadi Nur'aini)
> 10) Ksatria Hingga Senja (Hamasah Putri)
> 11) Trouble Maker (Benny Oktaviano)
> 12) Cerita Di Balik Rumah Kopel (Ichen Zr)
> 13) Kekuatan Sang Pemimpi (Jenny Jusuf)
> 14) Bersahabat Dengan Alam (Siu Elha)
> 15) Nasi Goreng (Lia Octavia)
> 16) Rindu Abah (Fely Hilman)
> 17) Ketika Mempertanyakan Cinta (Febty Febrianti)
> 18) Menambal Hati (St Fatimah)
> 19) Satu Rindu (Listya Arisanti)
>
> Puisi-Puisi yang terpilih:
> 1) Adalah Niskala Dalam Setiap Harapku (Dani Ardiansyah)
> 2) Pulang (Novi Khansa)
> 3) Kepada Laila (Nia Robie)
> 4) Lukisan (Ain Nisa)
> 5) Bocah Debu (Divin Nabb)
> 6) Rasa Yang Membunuh (Penuliz Mizteriuz)
> 7) Hati Yang Bergolak (Regantini Salsabila)
> 8) Aku Adalah Sebongkah Batu (Andhini Putri)
> 9) Sebuah Penyadaran (Lukman Hadi)
> 10) Tak Cukup (Candrawali)
> 11) Asaku Mengukir Senja (Rachmad Jr)
> 12) Bulir Kebeningan (Lanny Megasari)
> 13) Mujahid Kecil Kami (Bu Has)
> 14) Sidoarjo Mengemis (Nana S)
> 15) Menggenggam Cahaya (Lia Octavia)
> 16) Terkadang (Wildan Fikri)
> 17) Jika Kuntum Tak Lagi Mekar I (Sayyid Madany Syani)
> 18) Untuk Ayah (Meyla Farid)
> 19) Bayang-Bayang! (Dyah Zakiati)
> 20) If God Was One Of Us (Retnadi Nur'aini)
> 21) Penyair Padi (Epri Tsaqib)
> 22) Menuju Tak Terkenang (Arrizki Abidin)
> 23) Seratus Purnama (Lilyani Taurisia)
> 24) Jejak Luka 2 (Azwar Nazir)
> 25) Tebas Saja Leherku (Siu Elha)
> 26) Kisah Angin (Sunu Hadi)
> 27) Permainan Hidup (St Fatimah)
> 28) Panggung Senayan (Yoyong)
> 29) Kabar Dari Tuhan (Nera Andiyanti)
> 30) 20 Mei, Seratus Tahun Kemudian (Hasan Bisri BFC)
> 31) Tahukah Kau Saudaraku? (Inna Putri)
>
>

3a.

Re: [catatan] rumput tetangga

Posted by: "sismanto" siril_wafa@yahoo.co.id   siril_wafa

Tue Jun 10, 2008 7:14 pm (PDT)

lHo...lho..
Mas jadi kesindir, makasih ya dah diingatkan.
"peribahasanya dimakan aja mas biar nggak termakan"
khan makannya dengan sengaja, jadi kita bisa menikmati rumput tetangga
dengan puas,
hijau mana dengan yang dimakan kambing mas? (lho koq ngelantur ngene,
^_^ maklum mo cuti)

Salam,

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "Afriandi EP" <afriandie@...>
wrote:
> Afriandi Eka Prasetya
>
> be learning and be living
> http://pondokecil.wordpress.com
>

4a.

Re: Untuk Mas Fiyan: Pengumuan Artikel Inspiratif dan Puisi Terpilih

Posted by: "sismanto" siril_wafa@yahoo.co.id   siril_wafa

Tue Jun 10, 2008 7:19 pm (PDT)

Om FIyan nggak sombong koq..???
kalo nggak amal buku, ya amal kaca mata aja om.
khan lebih terlihat ^_^

Salam,

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "Lia Octavia" <liaoctavia@...>
wrote:
>
> Assalamu'alaikum wrwb
>
> Mas Fiyan, mohon maaf sebesar-besarnya, artikel dari Mas Fiyan baru
diterima
> Panitia pada Senin malam kemarin (9 Juni 2008) sementara seperti yang
telah
> diumumkan sebelumnya, batas waktu penerimaan artikel inspiratif dan puisi
> adalah tanggal 25 Mei 2008.
> Jadi dengan sangat menyesal, Panitia tidak dapat mengikutsertakan
artikelnya
> dalam buku antologi ini. Sekali lagi mohon maaf. Insya Allah bisa
> diikutsertakan dalam kesempatan lain. Terima kasih banyak sebelumnya atas
> pengertiannya.
>
> Salam
>
> Tim Panitia Buku Antologi Sekolah Kehidupan
>
>
> On 6/10/08, bujang kumbang <bujangkumbang@...> wrote:
> >
> > lho Mbak Lia kok tulisanku gak masuk daftar?
> > nanti dikira sombong kok gak ikut antologi amal buku?
> > padahal aku udah kirim ulang lho hari Senin kemarin
> > mohon penjelasan ya....
> >
> > *Lia Octavia <liaoctavia@...>* wrote:
> >
> > *PENGUMUMAN ARTIKEL INSPIRATIF DAN PUISI TERPILIH UNTUK BUKU ANTOLOGI
> > ESKA*
> > Tim Panitia Buku Antologi Eska:
> >
> > Epri Tsaqib
> > Dani Ardiansyah
> > Lia Octavia
> > Retnadi Nur'aini
> > Nursalam AR
> > Udo Yamin Majdi
> > Beni Jusuf
> > Catur Catriks
> > Novi Ningsih
> > Listya

5a.

Re: Pengumuan Artikel Inspiratif dan Puisi Terpilih Untuk Buku Antol

Posted by: "inga_fety" inga_fety@yahoo.com   inga_fety

Tue Jun 10, 2008 7:34 pm (PDT)

selamat untuk semuanya:)
pagi tadi buka blognya mbak sya-sya, eh ternyata ada pengumuman ini:)

salam,
fety

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "Lia Octavia"
<liaoctavia@...> wrote:
>
> *PENGUMUMAN ARTIKEL INSPIRATIF DAN PUISI TERPILIH UNTUK BUKU
ANTOLOGI ESKA*
>
>
> Assalamu'alaikum wrwb
>
> Sahabat-sahabat di mana saja berada terutama sahabat-sahabat Eska,
> alhamdulillah, setelah melalui penjurian dan penilaian seluruh artikel
> inspiratif dan puisi yang masuk ke Panitia, dan juga setelah melalui
> berbagai diskusi dan pertimbangan tim juri dan Panitia Buku Antologi
Sekolah
> Kehidupan, akhirnya telah terpilih sebanyak *19 (sembilan belas) artikel
> inspiratif* dan *31 (tiga* *puluh satu)* *puisi* untuk Buku Antologi
Sekolah
> Kehidupan.
>
> Terima kasih banyak sebelumnya kami haturkan bagi sahabat-sahabat
semua yang
> telah mengirimkan naskahnya untuk Buku Antologi ini. Launching buku ini
> insya Allah akan diselenggarakan pada perayaan Milad Sekolah
Kehidupan yang
> kedua pada 27 Juli 2008 mendatang.
>
> Secara umum, kualitas tulisan yang masuk berada di level rata-rata.
Namun
> ada beberapa yang karena kekuatan tema, dan keunikan gaya bahasa,
membuat
> tulisan-tulisan tersebut layak untuk diterbitkan. Yang menjadi indikator
> penilaian adalah substansi cerita, gaya bertutur, dan kekuatan tema.
>
> Berikut beberapa argumen juri dalam pemilihan artikel inspiratif:
>
>
> - *Bersahabat dengan Alam: Siu Elha*
>
> Tak banyak orang yang peduli pada alam. Pun, tak banyak orang yang sudi
> membaktikan waktu, tenaga, dan hidupnya pada alam. Orang2 inilah yang
> ditulis oleh Siu Elha. Di tengah isu pemanasan global, tulisan Siu Elha
> tentang para tokoh inspiratif lingkungan ini cukup menyejukkan.
Semoga dari
> sini, semua kita bisa belajar untuk bersahabat dengan alam.
>
>
>
> - *Nasi Goreng: Lia Octavia*
>
> Lia sering menulis artikel kontemplatif dengan gaya yang menarik,
seperti
> gaya cerpen. Tapi justru di situ uniknya. Di sini, kita bisa
belajar, bahwa
> utk hal sesederhana kebiasaan berlangganan nasi goreng pada penjual
tertentu
> saja, bisa membuat kita berprasangka. Padahal, tak selamanya
perubahan itu
> buruk. Ini dapat dilihat dari "kejutan kecil" banyaknya pembeli yang
antre
> di belakang penjual nasi goreng pengganti Pak Jangkung.
>
>
>
> - *Rindu Abah: Fely Hilman*
>
> Setiap orangtua bisa menjadi inspirasi kita. Tak terkecuali oleh Fely
> Hilman. Meski terkesan ditulis dengan tergesa-gesa, namun Fely mampu
> menggambarkan sosok Abah sebagai sosok yang pekerja keras, jujur,
dan sangat
> memperhatikan kehidupan beragama anak2nya. Seperti yang ditulis Fely
"tak
> banyak PNS yang siap lembur tanpa dibayar, atau mau membukakan pintu
bagi
> karyawan dan menyapu ruangan, pun bukan tugasnya." Hal2 yang
dilakukan oleh
> Abah dari Fely. Hal2 sederhana yang berarti.
>
>
>
> - *Ketika Mempertanyakan Cinta: Febty Febrianti*
>
> Banyak wanita muda—termasuk saya—yang merasakan sejumlah dilema
ketika akan
> menikah muda. Banyak pertanyaan berseliweran di kepala tentang
cinta, sosok
> pendamping hidup, potongan2 penggalan ayat suci, serta setumpuk
kecemasan
> berseliweran di kepala. Tulisan Febty cukup meresensi itu semua. Dan
karena
> menurut Helvy TR "Cinta harus ditumbuhkan setiap hari," dari tulisan
Febty
> kita belajar bagaimana proses cinta itu bertumbuh.
>
>
>
> - *Satu Rindu: Listya Arisanti*
>
> Seperti tak banyak orang yang bersedia membaktikan waktu, tenaga, dan
> hidupnya untuk alam, saya piker, tak banyak juga orang yang bersedia
> membaktikan waktu, tenaga, dan hidupnya untuk menyebarkan dakwah di
> lingkungan sekolah. Disini, Listya menuliskan dengan rinci, bagaimana si
> tokoh menginspirasinya untuk kembali berkomitmen dan konsisten pada
dakwah
> di sekolah. Karena seperti yang diucapkan si tokoh "*Istirahatnya
seorang
> muslim, nanti setelah kita di syurga.."*
>
>
>
> - *Menambal Hati: St. Fatimah*
>
> Dari judulnya saja sudah memikat mata saya. "Menambal Hati". Judul
yang pas
> dengan isi cerita, tokoh penambal ban yang dalam percakapan sederhananya
> mengajarkan tentang kehidupan. Di sini, kita jadi tahu, bahwa
pelajaran ttg
> kehidupan bisa didapat dimana saja, oleh siapa saja. Bahkan dari seorang
> penambal ban sekalipun.
>
>
> - *7.500 Rupiah: Asma Sembiring*
>
> Bahasanya kuat, isi kuat dengan sentuhan ironisme. Didukung gaya
penulisan
> yang tidak monoton.
>
>
>
> - *Ibu: Arham Kendari*
>
> Simpel tapi diolah dengan gaya bertutur yang enak. Saran: lebih
dieksplorasi
> lagi sisi pengalaman penulis dan sang ibu.
>
>
>
> - *Love Miracle From The Andes: Syafa'atus Syarifah*
>
> Sangat inspiratif meski penulisannya berdinamika lambat.Tema yang
ditawarkan
> adalah resep keunggulan.
>
>
>
> - *Kekayaan Berharga: Catur Catriks*
>
> Pengalaman nyata memang selalu mengesankan. Kekuatan ceritalah
membuat saya
> memilih tulisan ini. Meski ending perlu dibikin lebih menyentak dan gaya
> bertutur yang perlu dibikin lebih kontemplatif.
>
>
>
> - *Mimpiku di Sangatta: Sismanto*
>
> Cerita dengan warna lokal sedang trend, dan selalu menarik. Ini
kelebihan
> tulisan ini.
>
>
>
> - *Nikmat-Nya yang Tak Terhingga: Novi Khansa'*
>
> Cerita sederhana. Namun gaya bertutur penulis yang unik membuatnya layak
> dijagokan.
>
>
>
> - *Lin, Aku Belajar Banyak Darimu: Setta*
>
> Pengisahan yang dramatis ditopang pengalaman nyata yang kuat sehingga
> tulisan ini cocok jadi andalan.
>
> Dan inilah hasil lengkap artikel-artikel inspiratif dan puisi yang
terpilih:
>
> *Artikel-artikel inspiratif yang terpilih:*
>
> * *
>
> *1) 7.500 rupiah (Asma Sembiring)*
>
> *2) Ibu (Arham Kendari)*
>
> *3) Love Miracle From The Andes (Syafa'atus Syarifah)*
>
> *4) Kekayaan Berharga (Catur Catriks)*
>
> *5) Mimpiku Di Sengatta (Sismanto)*
>
> *6) Nikmat-Nya Yang Tak Terhingga (Novi Khansa)*
>
> *7) Lin, Aku Belajar Banyak Darimu (Setta)*
>
> *8) Aku Sayang Ibu (Yudhi Mulianto)*
>
> *9) Pelajaran Menulis (Retnadi Nur'aini)*
>
> *10) Ksatria Hingga Senja (Hamasah Putri)*
>
> *11) Trouble Maker (Benny Oktaviano)*
>
> *12) Cerita Di Balik Rumah Kopel (Ichen Zr)*
>
> *13) Kekuatan Sang Pemimpi (Jenny Jusuf)*
>
> *14) Bersahabat Dengan Alam (Siu Elha)*
>
> *15) Nasi Goreng (Lia Octavia)*
>
> *16) Rindu Abah (Fely Hilman)*
>
> *17) Ketika Mempertanyakan Cinta (Febty Febrianti)*
>
> *18) Menambal Hati (St Fatimah)*
>
> *19) Satu Rindu (Listya Arisanti)*
>
> * *
>
> *Puisi-Puisi yang terpilih:*
>
> *1) Adalah Niskala Dalam Setiap Harapku (Dani Ardiansyah)*
>
> *2) Pulang (Novi Khansa)*
>
> *3) Kepada Laila (Nia Robie)*
>
> *4) Lukisan (Ain Nisa)*
>
> *5) Bocah Debu (Divin Nabb)*
>
> *6) Rasa Yang Membunuh (Penuliz Mizteriuz)*
>
> *7) Hati Yang Bergolak (Regantini Salsabila)*
>
> *8) Aku Adalah Sebongkah Batu (Andhini Putri)*
>
> *9) Sebuah Penyadaran (Lukman Hadi)*
>
> *10) Tak Cukup (Candrawali)*
>
> *11) Asaku Mengukir Senja (Rachmad Jr)*
>
> *12) Bulir Kebeningan (Lanny Megasari)*
>
> *13) Mujahid Kecil Kami (Bu Has)*
>
> *14) Sidoarjo Mengemis (Nana S)*
>
> *15) Menggenggam Cahaya (Lia Octavia)*
>
> *16) Terkadang (Wildan Fikri)*
>
> *17) Jika Kuntum Tak Lagi Mekar I (Sayyid Madany Syani)*
>
> *18) Untuk Ayah (Meyla Farid)*
>
> *19) Bayang-Bayang! (Dyah Zakiati)*
>
> *20) If God Was One Of Us (Retnadi Nur'aini)*
>
> *21) Penyair Padi (Epri Tsaqib)*
>
> *22) Menuju Tak Terkenang (Arrizki Abidin)*
>
> *23) Seratus Purnama (Lilyani Taurisia)*
>
> *24) Jejak Luka 2 (Azwar Nazir)*
>
> *25) Tebas Saja Leherku (Siu Elha)*
>
> *26) Kisah Angin (Sunu Hadi)*
>
> *27) Permainan Hidup (St Fatimah)*
>
> *28) Panggung Senayan (Yoyong)*
>
> *29) Kabar Dari Tuhan (Nera Andiyanti)*
>
> *30) 20 Mei, Seratus Tahun Kemudian (Hasan Bisri BFC)*
>
> *31) Tahukah Kau Saudaraku? (Inna Putri)*
>
> *
> *
> Selamat bagi para penulis yang artikel maupun puisinya terpilih
dalam buku
> antologi ini. Untuk teknis pembayaran investasi, akan dihubungi via
japri
> oleh Panitia.
>
> Bagi yang tulisannya belum terpilih, mudah-mudahan tetap bersemangat
untuk
> terus menulis dalam mengambil inspirasi dari setiap peristiwa
kehidupan di
> dunia ini.
>
> Terima kasih banyak untuk partisipasi dari sahabat-sahabat semua.
>
>
> SEKOLAH KEHIDUPAN
>
>
> *Make a comfort home for all*
>
> *Menggagas Sekolah Tanpa Batas:*
>
> Menjalin Kebersamaan, Kepedulian, dan Keaktifan Bersama
>
>
>
> Wassalam,
>
> Tim Panitia Buku Antologi Eska:
>
> Epri Tsaqib
> Dani Ardiansyah
> Lia Octavia
> Retnadi Nur'aini
> Nursalam AR
> Udo Yamin Majdi
> Beni Jusuf
> Catur Catriks
> Novi Ningsih
> Listya
>

6.

PUISI [SG#2] MATAHARI BERKILAU

Posted by: "yan_ku" yayan_unj@yahoo.com   c_al_iyan

Tue Jun 10, 2008 8:03 pm (PDT)



PUISI (SG#2) MATAHARI GELAPLAH
Jun 10, '08 10:44 PM
for
everyone

&nbsp;

Segera gelaplah
mataku telah kututup
dari terang berkilauan

Segera saja pudarmatahari berkilau

cahaya silaukan
sebuah rasa bernama universal
Tak ada yang terkejar atau dikejar
untuk tetap biasa sebagai manusia biasa
- calliyan -- http://ya2nya2n.multiply.com

----------------------------------------------------------
yayan supardjo

Singapore Adress:

WoodlandAve 6 Block 758 Unit 08-44

Singapore 730758

+6581649587

7a.

(Diary) Jalan-jalan di rapat Milad

Posted by: "dyah zakiati" adzdzaki@yahoo.com   adzdzaki

Tue Jun 10, 2008 8:27 pm (PDT)

Jumat yang unik, penuh kenangan. Bermula dari undangan rapat Milad dari bu Has, aku mengikat janji (halah) tuk datang bersama adikku yang pintar dan kreatif itu. Sepanjang pagi hingga siang kuhabiskan dengan bersantai menikmati tulisan-tulisan di depan layar kompiku. Jelang pukul 15.00 kami masih berkomunikasi tuk datang ke sana. Mengingat track rekord nyasarku yang luar biasa (Maaf ya, Vi, tulisan "jalan-jalanku" yang nyasar cukup parah sengaja aku posting setelah perjalanan kita. Hehehe, soalnya kalau kamu udah baca, aku ndak yakin kamu mau bareng:), aku meminta dirinya tuk mencari jalan menuju lokasi.

Sekitar pukul 16.00 agak tergesa, aku menyiapkan perlengkapan yang perlu aku bawa tuk rapat dan mabit. Ya. setelah rapat, aku akan langsung mengikuti mabit di sekolahku. Tak lupa kubawa Harry Potter jilid terakhir (sabar....bentar lagi selesai koook), persiapan tuk mengerjakan tugas sekretaris panitia ulumku, dan tentu saja tas dengan perlengkapan minim. Bahkan baju ganti tak kubawa karena mabit hanya semalam saja. (maaf yaaa, orang-orang yang berada di dekatku Sabtu pagi itu:)

Lagi-lagi kurang fokus. Columbusku salah jalan.Seharusnya aku tidak lurus arah stasiun Jatinegara tapi agak ke kanan arah Kampung Melayu. Akan tetapi, karena ada artikel dari MP teman yang sedang aku pikirkan, spontan aku menuju arah stasiun. Yups, kebiasaan karena tiga hari dalam satu pekanku aku ke Bintara lewat Pondok Kopi.

Sampai di Melayu, Novi sudah melambai-lambai dengan senyum manisnya. Ternyata kami kompak.Sama-sama memakai jilbab hitam. Pengikut setia Ksatria Hitam:D Jangan berpikir kok aku sering pakai jilbab hitam, trus jangan-jangan ndak dicuci-cuci lhooo, ternyata setelah aku hitung-hitung, aku punya empat jilbab hitam. Halah.

Duhaii, aku lupa bawa helm tambahan. Please deeeh. Gimana duuunk. Akhirnya sambil tertawa, kami mencoba mencari solusinya. Duuh, ada aja ya peristiwa aneh begini. Aku kemudian menyusuri jalan yang muaaacetnya bukan main itu untuk mencari toko helm. Novi terpaksa berjalan di belakangku (maaf ya, Vi). Di jarak yang lumayan jauh, akhirnya aku mendapatkan helm yang sengaja kupilih warna hitam. Cukup murah. Rp10.000,00.

Kami akhirnya bertolak dengan modal peta. Bukan gambar, akan tetapi deskripsi (dasar yang memberi peta penulis!) seperti mencari harta karun. Berjalanlah lima langkah kearah kiri, kemu... hehehe, udah ah. Kami ke arah stasiun Tebet. Perjalanan kami bisa dibilang cukup aneh dan penuh tawa. Sampailah kemudian kami di Jalan Casablanca, belok sebelah kiri terowongan (tidak masuk) dan bertanya dengan manis di putaran balik. Yups, kami diberitahu untuk putar balik mengikuti 44 dan belok kiri sebelum jembatan. Perlahan Columbusku menyusuri jalan. Tak kulihat ada jalan ke kiri. Sesudah jembatan, kami kemudian bertanya (sebuah prinsip yang perlu dicamkan dalam-dalam: Malu bertanya, lama di jalan!). Yups, ternyata kami kelewatan. Sebenarnya aku agak heran karena tak kulihat ada jalan ke kiri sama sekali. Mungkin ada tapi kecil.

Putar balik (lagi), itulah nasihat yang diberikan. Dekat dari situ ada jalan kanan putar balik. Arus sangat deras saat itu. Cukup lama Columbusku menanti agar dapat ke arah kanan. Lampu sen sudah kupasang. Dan saudara-saudara, tibalah saat kecelakaan itu. Kecelakaan yang begitu parah hingga meremuk redamkan hatiku. Columbusku ditubruk dari sisi kanan. Motor yang menubruk terjatuh. semua menahan nafas. Apakah yang terjadi? Aku segera mematikan mesin motorku dan berjalan ke arah mereka. Tanganku mengepal, darahku mendidih. Siap melontarkan kata makian.

"Mas, ndak papakan?" Kataku pada pria yang memegang motor itu. Dia menatapku.
"Bukan saya, mbak, dia yang jatuh." Waduh, salah orang. hihihi
"Ndak papakan?" Kataku pindah sasaran. Ia hanya mengangguk. Motornya tak papa. Dia juga tak cedera. Orang-orang banyak yang menolongnya. Aku kembali pada Novi yang setia menjaga Columbusku.
"Makanya kalau putar arahnya dekat, jangan di sini, mbak. Disini sudah ada banyak korban yang mati."
"Iya, mas. Ini juga sebenarnya saya belum jalan, lho, masih nunggu arus."
"Mbak jangan lewat situ. Terus aja."
Akhirnya kemudian ada yang menyarankan untuk melawan arus saja karena sebenarnya gang yang terlewat cukup dekat. Seseorang kemudian menawarkan diri memutarkan Columbus. Aku mengangguk berterima kasih. Jadilah Columbus naik ke trotoar. Aku menuntunnya melewati segerombolan pemuda yang tampak simpatik itu.
"Maz, makasih yaa. Pamit, maz." kataku dengan penuh senyum. aku kemudian melihat seseorang duduk terbalut handuk. Duh, aku mesti pamit sama orang yang menubrukku ini nih.

"Maz. duluan ya. Bener Maz ndak papa kan?" Mereka saling pandang. Novi tertawa.
"Mbak, orangnya udah pergi dari tadi."
Ampuuuun deeeeh. Hehehe, setelah diperhatikan, orang yang sedang duduk dan memakai handuk itu sedang potong rambut. Hiiih, bisa-bisanya salah sasaran. Lagi siapa suruh potong rambut di pinggir jalan.

Mukaku merah menahan malu. Kami segera pergi dari tempat itu disertai lambaian ramah dari para pemuda baik hati itu. Kami bertanya lagi pada rumput yang bergoyang. Karena tak menjawab, kutanya malam, eh, belum malam. Orang yang beruntung mendapat pertanyaan dari dua gadis imut itu menunjuk kearah pekuburan yang tepat berada di samping kanan kami.

"Lewat sana." Katanya horor, eh, ramah. Aku dan Novi saling berpandangan dan tertawa.
"Cateeeet... Kayaknya perjalanan kita penuh dinamika yaa?"
Lewatlah kami diantara makam yang terdiam kaku. Assalamu'alaikum yaa ahli kubur. Insya Allah kami akan menyusul kalian. Sayangnya tak satupun yang ramah dan mau menjawab salam kami.

Keluar dari pemakaman (pastinya sempat nanya arah juga ke orang), ternyata kami sudah dekat tujuan. Dengan gembira Novi menunjuk Pasar Festival. Mataku mencari kesegala arah, tapi tak kulihat pasar satupun. Hehehe, ternyata aku lebih parah yaa. Pasar Festival itu bukan pasar yang seperti aku bayangkan.

Sebelum kami lagi-lagi bertanya, untungnya mataku melihat gedung Sentra Mulia berdiri anggun bersebrangan dengan pasar festival. Pergilah kami kesana. Di bawah, kami kemudian bertanya pada satpam dan dengan senang hati penuh keramahan mereka menunjuk arah tempat parkir. Lumayan memutari gedung, kami sampai di basement. Parkirlah kami di sana. Naiklah kami di lift (hehehe, liftnya keren deh, bisa foto-foto lewat kaca. Kalau ndak percaya, aku posting foto-fotonya di adzdzaki.multiply.com kok)

Dan akhirnya sampailah kami dengan gembira di kantor bu Has. Ternyata kami dua orang pertama yang datang rapat itu. Beliau menyambut kami dengan penuh keramahan, dan meja beliau juga menyambut kami dengan bertumpuk makanan dan minuman yang menggoda.

Cerita selanjutnya.... kami rapat deeh.

Spesial thanks to:
-Novi yang menemaniku dalam perjalanan indah itu
-Bu Has yang begitu baik hatinya mengundang kami rapat lengkap dengan berbagai fasilitas. Kantor ibu nyamaaan sekali. Kapan-kapan tertarik deh main bilyard di sebelah ruang ibu. halah.
-Oom Fiyan Arjun dan Dikdik yang datang setelah kami. Artis lhoooo.
-Maz Epri, bolehkan aku minta tanda tangan di majalah gong yang memuat puisimu ^_^
-Mbak Nia yang supeer baik yang juga bantu aku di humaz
-Mbak Lia, aku masih kagum dengan dirimu yang begitu indah membuat kata
-Taufiq, aku ndak tau kenapa cuma kamu satu-satunya yang ditahan satpam di bawah dan harus dijemput:D
-Pasangan yang begitu luar biasa, Maz Catur dan mbak Retno
-Maz Dani yang begituuu sabar menanti dalam kemacetan
-Kak Ikrar Aulia dengan SMS yang tak terduganya:D
-Murid-muridku sayang yang menantiku menemani mereka mabit. maaf ya ibu terlambat.
-Orang-orang yang tak kukenal yang begitu baik hati menunjukkan arah
-orang yang menabrak Columbusku. Untungkan ditabrak di pinggir. Kalau di tengah jalan kan bahayaa.
-orang yang sudah berbaik hati menuntun motorku menentang arus lewat trotoar
-para pemuda di jalan, orang salah kusangka 'korban':D
-buat teman-teman yang membaca hingga cerita ini berakhir. kalian luar biasa sabar:D

Salam:D
Dyah

7b.

Re: (Diary) Jalan-jalan di rapat Milad

Posted by: "fil_ardy" fil_ardy@yahoo.com   fil_ardy

Tue Jun 10, 2008 9:04 pm (PDT)

Heuheuhueu
Mbak Dyah, tulisanmu cukup menghibur
di tengah-tengah kegalauan hati yang
melandaku pagi ini dengan sangat tiba-tiba (halah)
Heuheuheu

TFS ya, kalo aku memang bener2
mengalamai kemacetan yang luar biasa malam itu.

DANI

In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, dyah zakiati <adzdzaki@...> wrote:
>
> Jumat yang unik, penuh kenangan. Bermula dari undangan rapat Milad
dari bu Has, aku mengikat janji (halah) tuk datang bersama adikku yang
pintar dan kreatif itu. Sepanjang pagi hingga siang kuhabiskan dengan
bersantai menikmati tulisan-tulisan di depan layar kompiku. Jelang
pukul 15.00 kami masih berkomunikasi tuk datang ke sana. Mengingat
track rekord nyasarku yang luar biasa (Maaf ya, Vi, tulisan
"jalan-jalanku" yang nyasar cukup parah sengaja aku posting setelah
perjalanan kita. Hehehe, soalnya kalau kamu udah baca, aku ndak yakin
kamu mau bareng:), aku meminta dirinya tuk mencari jalan menuju lokasi.
>

7c.

Re: (Diary) Jalan-jalan di rapat Milad

Posted by: "dyah zakiati" adzdzaki@yahoo.com   adzdzaki

Tue Jun 10, 2008 10:01 pm (PDT)

Sudahkah galau menghilang dari dirimuh karena siang tlah menjelang? ^_^
Sukses yaaah Maz Dani. Teteup semangat:D

Hehehe, iya, luar biasa banget. Dirimuh sampai berjam-jam di mobil. Doakan Jakarta lebih baik lagi di tangani "ahlinya" yaaa:D

Salam
Dyah

----- Original Message ----
From: fil_ardy <fil_ardy@yahoo.com>
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, June 11, 2008 11:04:49 AM
Subject: [sekolah-kehidupan] Re: (Diary) Jalan-jalan di rapat Milad

Heuheuhueu
Mbak Dyah, tulisanmu cukup menghibur
di tengah-tengah kegalauan hati yang
melandaku pagi ini dengan sangat tiba-tiba (halah)
Heuheuheu

TFS ya, kalo aku memang bener2
mengalamai kemacetan yang luar biasa malam itu.

DANI

In sekolah-kehidupan@ yahoogroups. com, dyah zakiati <adzdzaki@.. .> wrote:
>
> Jumat yang unik, penuh kenangan. Bermula dari undangan rapat Milad
dari bu Has, aku mengikat janji (halah) tuk datang bersama adikku yang
pintar dan kreatif itu. Sepanjang pagi hingga siang kuhabiskan dengan
bersantai menikmati tulisan-tulisan di depan layar kompiku. Jelang
pukul 15.00 kami masih berkomunikasi tuk datang ke sana. Mengingat
track rekord nyasarku yang luar biasa (Maaf ya, Vi, tulisan
"jalan-jalanku" yang nyasar cukup parah sengaja aku posting setelah
perjalanan kita. Hehehe, soalnya kalau kamu udah baca, aku ndak yakin
kamu mau bareng:), aku meminta dirinya tuk mencari jalan menuju lokasi.
>

7d.

Re: (Diary) Jalan-jalan di rapat Milad

Posted by: "inga_fety" inga_fety@yahoo.com   inga_fety

Wed Jun 11, 2008 12:45 am (PDT)

wah, klo nanti ke jakarta, kyknya hrs ingat satu hal ni: jangan nanya
dengan mbak dyah:D

salam,
fety

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, dyah zakiati <adzdzaki@...>
wrote:
>
> Jumat yang unik, penuh kenangan. Bermula dari undangan rapat Milad
dari bu Has, aku mengikat janji (halah) tuk datang bersama adikku yang
pintar dan kreatif itu. Sepanjang pagi hingga siang kuhabiskan dengan
bersantai menikmati tulisan-tulisan di depan layar kompiku. Jelang
pukul 15.00 kami masih berkomunikasi tuk datang ke sana. Mengingat
track rekord nyasarku yang luar biasa (Maaf ya, Vi, tulisan
"jalan-jalanku" yang nyasar cukup parah sengaja aku posting setelah
perjalanan kita. Hehehe, soalnya kalau kamu udah baca, aku ndak yakin
kamu mau bareng:), aku meminta dirinya tuk mencari jalan menuju lokasi.
>
> Sekitar pukul 16.00 agak tergesa, aku menyiapkan perlengkapan yang
perlu aku bawa tuk rapat dan mabit. Ya. setelah rapat, aku akan
langsung mengikuti mabit di sekolahku. Tak lupa kubawa Harry Potter
jilid terakhir (sabar....bentar lagi selesai koook), persiapan tuk
mengerjakan tugas sekretaris panitia ulumku, dan tentu saja tas dengan
perlengkapan minim. Bahkan baju ganti tak kubawa karena mabit hanya
semalam saja. (maaf yaaa, orang-orang yang berada di dekatku Sabtu
pagi itu:)
>
> Lagi-lagi kurang fokus. Columbusku salah jalan.Seharusnya aku tidak
lurus arah stasiun Jatinegara tapi agak ke kanan arah Kampung Melayu.
Akan tetapi, karena ada artikel dari MP teman yang sedang aku
pikirkan, spontan aku menuju arah stasiun. Yups, kebiasaan karena tiga
hari dalam satu pekanku aku ke Bintara lewat Pondok Kopi.
>
> Sampai di Melayu, Novi sudah melambai-lambai dengan senyum manisnya.
Ternyata kami kompak.Sama-sama memakai jilbab hitam. Pengikut setia
Ksatria Hitam:D Jangan berpikir kok aku sering pakai jilbab hitam,
trus jangan-jangan ndak dicuci-cuci lhooo, ternyata setelah aku
hitung-hitung, aku punya empat jilbab hitam. Halah.
>
> Duhaii, aku lupa bawa helm tambahan. Please deeeh. Gimana duuunk.
Akhirnya sambil tertawa, kami mencoba mencari solusinya. Duuh, ada aja
ya peristiwa aneh begini. Aku kemudian menyusuri jalan yang
muaaacetnya bukan main itu untuk mencari toko helm. Novi terpaksa
berjalan di belakangku (maaf ya, Vi). Di jarak yang lumayan jauh,
akhirnya aku mendapatkan helm yang sengaja kupilih warna hitam. Cukup
murah. Rp10.000,00.
>
> Kami akhirnya bertolak dengan modal peta. Bukan gambar, akan tetapi
deskripsi (dasar yang memberi peta penulis!) seperti mencari harta
karun. Berjalanlah lima langkah kearah kiri, kemu... hehehe, udah ah.
Kami ke arah stasiun Tebet. Perjalanan kami bisa dibilang cukup aneh
dan penuh tawa. Sampailah kemudian kami di Jalan Casablanca, belok
sebelah kiri terowongan (tidak masuk) dan bertanya dengan manis di
putaran balik. Yups, kami diberitahu untuk putar balik mengikuti 44
dan belok kiri sebelum jembatan. Perlahan Columbusku menyusuri jalan.
Tak kulihat ada jalan ke kiri. Sesudah jembatan, kami kemudian
bertanya (sebuah prinsip yang perlu dicamkan dalam-dalam: Malu
bertanya, lama di jalan!). Yups, ternyata kami kelewatan. Sebenarnya
aku agak heran karena tak kulihat ada jalan ke kiri sama sekali.
Mungkin ada tapi kecil.
>
> Putar balik (lagi), itulah nasihat yang diberikan. Dekat dari situ
ada jalan kanan putar balik. Arus sangat deras saat itu. Cukup lama
Columbusku menanti agar dapat ke arah kanan. Lampu sen sudah kupasang.
Dan saudara-saudara, tibalah saat kecelakaan itu. Kecelakaan yang
begitu parah hingga meremuk redamkan hatiku. Columbusku ditubruk dari
sisi kanan. Motor yang menubruk terjatuh. semua menahan nafas. Apakah
yang terjadi? Aku segera mematikan mesin motorku dan berjalan ke arah
mereka. Tanganku mengepal, darahku mendidih. Siap melontarkan kata makian.
>
> "Mas, ndak papakan?" Kataku pada pria yang memegang motor itu. Dia
menatapku.
> "Bukan saya, mbak, dia yang jatuh." Waduh, salah orang. hihihi
> "Ndak papakan?" Kataku pindah sasaran. Ia hanya mengangguk. Motornya
tak papa. Dia juga tak cedera. Orang-orang banyak yang menolongnya.
Aku kembali pada Novi yang setia menjaga Columbusku.
> "Makanya kalau putar arahnya dekat, jangan di sini, mbak. Disini
sudah ada banyak korban yang mati."
> "Iya, mas. Ini juga sebenarnya saya belum jalan, lho, masih nunggu
arus."
> "Mbak jangan lewat situ. Terus aja."
> Akhirnya kemudian ada yang menyarankan untuk melawan arus saja
karena sebenarnya gang yang terlewat cukup dekat. Seseorang kemudian
menawarkan diri memutarkan Columbus. Aku mengangguk berterima kasih.
Jadilah Columbus naik ke trotoar. Aku menuntunnya melewati
segerombolan pemuda yang tampak simpatik itu.
> "Maz, makasih yaa. Pamit, maz." kataku dengan penuh senyum. aku
kemudian melihat seseorang duduk terbalut handuk. Duh, aku mesti pamit
sama orang yang menubrukku ini nih.
>
> "Maz. duluan ya. Bener Maz ndak papa kan?" Mereka saling pandang.
Novi tertawa.
> "Mbak, orangnya udah pergi dari tadi."
> Ampuuuun deeeeh. Hehehe, setelah diperhatikan, orang yang sedang
duduk dan memakai handuk itu sedang potong rambut. Hiiih, bisa-bisanya
salah sasaran. Lagi siapa suruh potong rambut di pinggir jalan.
>
> Mukaku merah menahan malu. Kami segera pergi dari tempat itu
disertai lambaian ramah dari para pemuda baik hati itu. Kami bertanya
lagi pada rumput yang bergoyang. Karena tak menjawab, kutanya malam,
eh, belum malam. Orang yang beruntung mendapat pertanyaan dari dua
gadis imut itu menunjuk kearah pekuburan yang tepat berada di samping
kanan kami.
>
> "Lewat sana." Katanya horor, eh, ramah. Aku dan Novi saling
berpandangan dan tertawa.
> "Cateeeet... Kayaknya perjalanan kita penuh dinamika yaa?"
> Lewatlah kami diantara makam yang terdiam kaku. Assalamu'alaikum yaa
ahli kubur. Insya Allah kami akan menyusul kalian. Sayangnya tak
satupun yang ramah dan mau menjawab salam kami.
>
> Keluar dari pemakaman (pastinya sempat nanya arah juga ke orang),
ternyata kami sudah dekat tujuan. Dengan gembira Novi menunjuk Pasar
Festival. Mataku mencari kesegala arah, tapi tak kulihat pasar
satupun. Hehehe, ternyata aku lebih parah yaa. Pasar Festival itu
bukan pasar yang seperti aku bayangkan.
>
> Sebelum kami lagi-lagi bertanya, untungnya mataku melihat gedung
Sentra Mulia berdiri anggun bersebrangan dengan pasar festival.
Pergilah kami kesana. Di bawah, kami kemudian bertanya pada satpam dan
dengan senang hati penuh keramahan mereka menunjuk arah tempat parkir.
Lumayan memutari gedung, kami sampai di basement. Parkirlah kami di
sana. Naiklah kami di lift (hehehe, liftnya keren deh, bisa foto-foto
lewat kaca. Kalau ndak percaya, aku posting foto-fotonya di
adzdzaki.multiply.com kok)
>
> Dan akhirnya sampailah kami dengan gembira di kantor bu Has.
Ternyata kami dua orang pertama yang datang rapat itu. Beliau
menyambut kami dengan penuh keramahan, dan meja beliau juga menyambut
kami dengan bertumpuk makanan dan minuman yang menggoda.
>
> Cerita selanjutnya.... kami rapat deeh.
>
> Spesial thanks to:
> -Novi yang menemaniku dalam perjalanan indah itu
> -Bu Has yang begitu baik hatinya mengundang kami rapat lengkap
dengan berbagai fasilitas. Kantor ibu nyamaaan sekali. Kapan-kapan
tertarik deh main bilyard di sebelah ruang ibu. halah.
> -Oom Fiyan Arjun dan Dikdik yang datang setelah kami. Artis lhoooo.
> -Maz Epri, bolehkan aku minta tanda tangan di majalah gong yang
memuat puisimu ^_^
> -Mbak Nia yang supeer baik yang juga bantu aku di humaz
> -Mbak Lia, aku masih kagum dengan dirimu yang begitu indah membuat kata
> -Taufiq, aku ndak tau kenapa cuma kamu satu-satunya yang ditahan
satpam di bawah dan harus dijemput:D
> -Pasangan yang begitu luar biasa, Maz Catur dan mbak Retno
> -Maz Dani yang begituuu sabar menanti dalam kemacetan
> -Kak Ikrar Aulia dengan SMS yang tak terduganya:D
> -Murid-muridku sayang yang menantiku menemani mereka mabit. maaf ya
ibu terlambat.
> -Orang-orang yang tak kukenal yang begitu baik hati menunjukkan arah
> -orang yang menabrak Columbusku. Untungkan ditabrak di pinggir.
Kalau di tengah jalan kan bahayaa.
> -orang yang sudah berbaik hati menuntun motorku menentang arus lewat
trotoar
> -para pemuda di jalan, orang salah kusangka 'korban':D
> -buat teman-teman yang membaca hingga cerita ini berakhir. kalian
luar biasa sabar:D
>
> Salam:D
> Dyah
>

8a.

Re: KEPADA SIAPA HATI (INI) BERTANYA--Bang Fiyan

Posted by: "Diaz Rossano" dizzman@yahoo.com   Dizzman

Tue Jun 10, 2008 8:29 pm (PDT)

salam kenal juga bang fiyan,

dah maju terus pantang mundur, siapa nih sasaran tembaknya? ntar di'comblangin' deh....he3x.....

keep the faith, that God supports U forever!!!!
(ingat, Tuhan itu semena-mena lho, makanya berdoalah supaya Tuhan semena-mena sama dirimu, supaya dapet pasangan yg cantik, cepet kaya, dan barokah)

--- On Tue, 6/10/08, bujang kumbang <bujangkumbang@yahoo.co.id> wrote:

From: bujang kumbang <bujangkumbang@yahoo.co.id>
Subject: [sekolah-kehidupan] Re: KEPADA SIAPA HATI (INI) BERTANYA--Mas Diaz
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Date: Tuesday, June 10, 2008, 5:06 AM

ass wr wb
 
 
syukron ya atas supportnya
 
 
 
oya, lam kenal dari aku
 
aku anak Betawi yang punya Ulujami...hehehe
 
sukses ya....
 
ial liqo
 
piss, luv and laugh
 
tabe
 
wassalam
 
Fiyan Arjun
http://sebuahrisala .multiply. com
ID YM:paman_sam2

9a.

(Artikel) Pelupa Oh Pelupa

Posted by: "febty febriani" inga_fety@yahoo.com   inga_fety

Tue Jun 10, 2008 8:45 pm (PDT)



Pelupa
Oh Pelupa
Inga
Fety

Satu
kelemahanku: memori ingatanku tidak terlalu bagus. Atau, mungkin,
termasuk pada kategori memprihatinkan? Untuk urusan menaruh sesuatu,
aku memang harus berhati-hati. Tapi, kalau sudah berada rush hour seakan memory otakku menjadi
penuh dan kelemahanku akan muncul tanpa menunggu persetujuan dariku.

Menikah
ternyata tidak membuatku menyadari akan kekuranganku yang satu ini.
walaupun kata-kata :"Fey,
biasakan meletakkan barang-barang itu pada tempatnya, yah"
lumayan sering terdengar di gendang telingaku. Ini adalah pesan
spesial dari suamiku, untuk kekesalannya yang tersembunyi terhadap
kelemahan yang satu ini.
"Mas,
kacamata Fey dimana yah?" atau
"Mas, ngelihat kacamata Fey, gak?",
adalah pertanyaan yang sering kulontarkan kepada suamiku.
"Loh,
tadi Fey taruh di mana?", ini
adalah pertanyaan balik standar dari suamiku.
"Perasaan
Fey taruh di sini deh.",
jawabku dengan setengah tidak yakin.
"Itukan
perasaan Fey aja. Coba diingat lagi di mana terakhir meletakkannya",
selalu jawaban ini yang muncul kalau aku sudah melontarkan komentar
"perasaan Fey letakkin disini dehatau perasaan Fey taruh di sini deh."
Dan, ternyata, aku memang salah perasaan. Pernah setelah berkomentar
seperti itu, aku menemukan kacamataku terletak manis di dapur, di
dekat kompor. Atau pada tempat yang lainnya. Dan, biasanya, selalu
pada tempat yang berbeda dengan tempat jawabanku atas pertanyaan
suamiku: "Loh, tadi Fey letakkin di mana?"
Begitulah.

Atau
saat aku lupa meletakkan handphonedi suatu pagi. Menjelang jam delapan pagi, sehabis mandi dan saat
sedang bersiap-siap untuk pergi ke kantor, aku lupa di mana aku
meletakkan handphoneku.
Padahal pagi sudah beranjak. Menit-menit sudah bergeser dari biasanya
jam berangkatku ke kantor. Aku sudah mencari di tempat biasa aku
meletakkan handphone:
di atas meja televisi atau di atas tumpukan buku di dekat tempat
tidur. Tapi, tetap saja benda hitam mungil itu tidak menampakkan
dirinya. Hmm, aku mencoba untuk mengingat-ingat kapan terakhir kali
aku menggunakan benda mungil itu. Karena saat itu adalah saat rush
hourmenjelang aku berangkat ke
kantor, aku semakin menjadi manusia pelupa. Aku mulai mengobrak-abrik
tempat tidur. Mengalihkan posisi kasur. Melongok pada sisi bawah
kasur. Tetap aja, aku belum menemukan benda mungil itu. Akhirnya, aku
diam sesaat dan sesuatu yang menjendol dari
balik sprei kasur menarik perhatianku, dan ternyata di sanalah
bersembunyi handphoneku.

Atau
di saat yang lain. Bahkan, kejadian ini adalah kejadian terparah
sejarah penyakit pelupaku. Sepulang dari kantor di suatu hari, aku
buru-buru meninggalkan ruanganku. Saat itu hampir menjelang magrib.
Sesampainya di rumah, saat akan membuka pintu rumah, aku tidak
menemukan kunci rumah di tempat biasanya aku meletakkannya di tasku.
Mencoba mencari ke saku-saku yang lain, tetap saja tali gantungan
kunci yang berwarna biru itu tidak nampak olehku. Aku mencoba
mengingat kembali: aha!,
aku ingat aku menggunakan kunci itu terakhir kali sewaktu aku akan
mengunci laci mejaku. Kunci laci mejaku dan kunci rumah memang aku
gabungkan pada satu gantungan. Maksudku adalah supaya aku dapat
meminimalisir penyakit pelupa ini. Akhirnya, aku berjalan kaki menuju
ke kantorku kembali. Berjalan dengan tergesa-gesa dan berkeringat
selama lebih kurang lima belas menit, apalagi setelah itu harus
menaiki tangga sebanyak tiga tingkat cukup membuat energiku terkuras.
Aku segera melongok ke laciku sesampainya di ruanganku. Ternyata
laciku telah terkunci rapi. Lalu, di mana aku meletakkan
kunci itu yah?, batinku. Aku
duduk sebentar, mengambil nafas sekedar mengisi rongga paru-paruku.
Setelah agak tenang, aku meneruskan pencarianku kembali. Kali ini,
aku mencari kunci itu di dalam tasku dengan lebih teliti. Aku
mencarinya di antara buku-buku, juga di dalam saku-saku yang lain.
Ternyata, kunci itu terselip rapi di dalam saku depan dompet handphoneku. Ada nafas
kelegaan tetapi tetap saja rasa lelah dan kesal juga bercampur
menjadi satu.

Pernah juga aku lupa membayar ongkos angkot. Tidak hanya satu kali,
dua kali bahkan. Saat itu angkot sudah berhenti di depan gang menuju
kosku. Aku dengan tenangnya turun dari angkot dan menuju ke tempat
abang penjual nasi goreng yang letaknya sekitar lima meter dari
tempat aku turun dari angkot tadi. Aku belum makan malam saat itu.
Perutku sudah berbunyi kukuruyuk. Sesampainya di tempat abang penjual
nasi goreng, aku baru sadar ternyata aku masih menggenggam uang untuk
ongkos angkot tadi. Tapi, angkotnya sudah pergi jauh dariku. Dan
tinggallah aku melongo dan menatap dengan hampa.

Juga
untuk sebuah kejadian di suatu sore. Sehabis dari tempat kursus, aku
buru-buru menuju ke kantor. Sesampainya di kantor, aku segera turun
dan menuju pintu gerbang dan Masya Allahaku masih menggenggam uang untuk ongkos angkot. Aku segera balik ke
tempat angkot berhenti tadi, dan alhamdulillahangkotnya masih ada. Aku segera menyerahkan ongkos angkotku, dengan
wajah memelas sembari berucap: punten yah, pak.
Juga tidak lupa diiringi tatapan-tatapan aneh dari penumpang angkot
yang lain.

Ah,
pelupa. Kadang memang menjengkelkan. Jika
sudah berhadapan dengan situasi seperti ini, aku kangen pada sesuatu,
pesan spesial dari suamiku : "Fey,
biasakan meletakkan barang-barang itu pada tempatnya, yah".
Dan, aku hanya bisa tersenyum kecut. Atau teman-teman punya saran
untukku? Setidaknya bisa membuatku terbebaskan dari
pengalaman-pengalaman yang lebih 'gila' lagi.

Bandung,
Juni 2008
~ http://ingafety.wordpress.com ~

9b.

Re: (Artikel) Pelupa Oh Pelupa

Posted by: "dyah zakiati" adzdzaki@yahoo.com   adzdzaki

Tue Jun 10, 2008 9:05 pm (PDT)

^_^ ada beberapa kasus yang sama, mbak Fety. Hampir tiap pagi mo jalan, ada dua benda yang selalu kucari. Kunci Columbus sama hapeku. Nah kalau mencari hape gampang. Tinggal misscal dari telepon rumah. Trus kalau kunci Columbus, wah, cukup repot juga. Biasanya sih aku selalu menaruh di beberapa titik yang kalau ndak di sini, di situ. Atau sepertinya warna gantungan kuncinya harus diganti kali ya, soalnya gantunganku juga biru, dan sering kehilangan, hehehehe

Salam
Dyah

----- Original Message ----
From: febty febriani <inga_fety@yahoo.com>

Pelupa
Oh Pelupa
Inga
Fety

Satu
kelemahanku: memori ingatanku tidak terlalu bagus. Atau, mungkin,
termasuk pada kategori memprihatinkan? Untuk urusan menaruh sesuatu,
aku memang harus berhati-hati. Tapi, kalau sudah berada rush hour seakan memory otakku menjadi
penuh dan kelemahanku akan muncul tanpa menunggu persetujuan dariku.

Menikah
ternyata tidak membuatku menyadari akan kekuranganku yang satu ini.
walaupun kata-kata :"Fey,
biasakan meletakkan barang-barang itu pada tempatnya, yah"
lumayan sering terdengar di gendang telingaku. Ini adalah pesan
spesial dari suamiku, untuk kekesalannya yang tersembunyi terhadap
kelemahan yang satu ini.
"Mas,
kacamata Fey dimana yah?" atau
"Mas, ngelihat kacamata Fey, gak?",
adalah pertanyaan yang sering kulontarkan kepada suamiku.
"Loh,
tadi Fey taruh di mana?", ini
adalah pertanyaan balik standar dari suamiku.
"Perasaan
Fey taruh di sini deh.",
jawabku dengan setengah tidak yakin.
"Itukan
perasaan Fey aja. Coba diingat lagi di mana terakhir meletakkannya",
selalu jawaban ini yang muncul kalau aku sudah melontarkan komentar
"perasaan Fey letakkin disini dehatau perasaan Fey taruh di sini deh."
Dan, ternyata, aku memang salah perasaan. Pernah setelah berkomentar
seperti itu, aku menemukan kacamataku terletak manis di dapur, di
dekat kompor. Atau pada tempat yang lainnya. Dan, biasanya, selalu
pada tempat yang berbeda dengan tempat jawabanku atas pertanyaan
suamiku: "Loh, tadi Fey letakkin di mana?"
Begitulah.

Atau
saat aku lupa meletakkan handphonedi suatu pagi. Menjelang jam delapan pagi, sehabis mandi dan saat
sedang bersiap-siap untuk pergi ke kantor, aku lupa di mana aku
meletakkan handphoneku.
Padahal pagi sudah beranjak. Menit-menit sudah bergeser dari biasanya
jam berangkatku ke kantor. Aku sudah mencari di tempat biasa aku
meletakkan handphone:
di atas meja televisi atau di atas tumpukan buku di dekat tempat
tidur. Tapi, tetap saja benda hitam mungil itu tidak menampakkan
dirinya. Hmm, aku mencoba untuk mengingat-ingat kapan terakhir kali
aku menggunakan benda mungil itu. Karena saat itu adalah saat rush
hourmenjelang aku berangkat ke
kantor, aku semakin menjadi manusia pelupa. Aku mulai mengobrak-abrik
tempat tidur. Mengalihkan posisi kasur. Melongok pada sisi bawah
kasur. Tetap aja, aku belum menemukan benda mungil itu. Akhirnya, aku
diam sesaat dan sesuatu yang menjendol dari
balik sprei kasur menarik perhatianku, dan ternyata di sanalah
bersembunyi handphoneku. __

10a.

OOT [cerpen] Sky Dining

Posted by: "Syamsul Arifin" ipin.kerenz@gmail.com   syamsul.arifin

Tue Jun 10, 2008 9:26 pm (PDT)

Oleh: Syamsul Arifin

"Mas, *sky dining* itu apa sih?", tanya istriku sembari memberikan es teh
manis. Aku baru saja pulang dari kantor, sedang mengendurkan dasi yang ketat
mencekik leherku sedari pagi tadi.

"Hmmm… memang kenapa tanya tentang itu dik?, sahutku sembari meletakkan
sepatu di rak sepatu.

"Tadi sore di kantorku, si Ardhi ngajakin Nisa tuk *sky dining*. Tapi aku
ngga diajak. Katanya itu paket buat berdua aja", ujarnya sebal

"Hehehehe…", aku tertawa ringan, "si Ardhi lagi ngadain pendekatan sama si
Nisa ya" , istriku mengangguk, "trus apa jawab si Nisa?", tanyaku lagi.

"Ya si Nisa ngga mau lah, dia kan dah tau adab-adab pergaulan bareng lawan
jenis. Ngga boleh berkhalwat, aku tegaskan ke Ardhi. Nah makanya, Nisa hanya
mau kalau saya ikutan juga. Tapi sepertinya si Ardhi lagi ngga punya banyak
uang, makanya dibatalkan ajakannya, dengan alasan cek dulu tempatnya,
padahal kan ini akhir bulan, pasti uangnya tidak cukup untuk kami bertiga,
memang laki-laki itu pandai cari alasan ya", jelasnya terkekeh-kekeh, serasa
dia tidak berbicara dengan seorang laki-laki aja nih istriku.

"Kenapa ngga tanya ke Ardhi-nya aja langsung? Kan jadi lebih jelas tuh"

"Si Ardhi ngga mau jelasin, katanya itu *surprise* buat Nisa"

"Ow, gitu toh, hmmmm…", aku bergumam pelan

"Kalau dilihat dari katanya sih, mungkin artinya 'makan langit' ", aku
tertawa ringan, "si Nisa emang perutnya besar ya, sampe perlu diajakin makan
langit segala, hahahahaha…", tawaku menggelegar.

"Atau bisa juga, menikmati langit malam, kata 'makan' cuma sebagai
perumpamaan aja, jadi menatap langit malam berduaan aja, huwaaa…,
romantisnya, dah seperti khayalan mu aja nih dik", aku melirik kepada
istriku, dia pencinta film-film melodrama korea, senyum renyah mengembang
dari bibirnya, matanya berbinar.

"Atau bisa juga makan malam di suatu tempat yang terbuka, sehingga bisa
sekalian menatap langit malam", kataku menutup hipotesaku.

"Huwaaaa…, ternyata si Ardhi romantis juga ya", istriku terlihat senang.

Hening sejenak.

"Hmmm…, bagaimana kalau kita adain *sky dining* malam ini dik", aku
memecahkan keheningan, "kita makan malam di halaman belakang, diterangi
lilin-lilin sambil menatap bintang, gimana? Mau tidak", tawarku sambil
mengerdipkan sebelah mata kepadanya.

"Hmmmm… boleh juga, sepertinya seru", dia melonjak kegirangan.

"Ok, kamu siapin makanannya, saya siapin tempatnya. Tapi cuma sekedar *sky
dining* aja lho ya, ngga perlu sampe *sky sleeping*", kataku

"Wah, apaan lagi tuh *sky sleeping*?", tanyanya penasaran dan menghentikan
langkah kaki saat menuju ke dapur.

"*Sleep* itu kan artinya tidur, sedang *sky* kan artinya langit, berarti
kita tidur sambil menatap langit malam", aku tersenyum, "kamu kan kalo tidur
suka ngga bisa jauh, dan maunya dekat-dekat mas aja, jadi nanti malu kalo
dilihat tetangga, so, kita ngga usah sampe sana ya, hahahahaha…", tawaku
mulai lepas.

Dia mengejarku gemas, dan mencubit perutku. Malam ini akan menjadi malam
yang indah, batinku berujar.

*Dik, temani aku menatap langit malam ini*

*Sandarkan kepalamu di bahuku*

*Biar sunyi malam menjadi saksi cinta kita*

*Biar bulan dan bintang cemburu akan kemesraan kita*

*Semoga kekal abadi cinta yang bersemi dalam dada*

*Aku cinta kamu karena Allah semata*

**

**

---

09062008

*Sky dining* yang sesungguhnya sangatlah tidak romantis, bahkan terkesan
terlalu banyak unsur kesia-siaannya, ada banyak duka yang harus ditelan, ada
berbagai himpitan dan kesulitan yang harus dilupakan, dan ada banyak
kesempatan yang dihambur-hamburkan.

*Sky dining* = Di menara imperium, diatasnya, paling atas, ada sebuah
restoran mewah, yang mejanya bisa bergerak setiap 5-10 menit, sehingga
pemandangan Jakarta bisa terlihat dari segala sisi, satu orang perlu
membayar tempat pemesanan sekitar tujuh ratus ribuan rupiah per orang, jadi
jika berdua dengan pasangan, maka biaya yang diperlukan sekitar satu
setengah juta rupiah per meja, biasanya tempat yang bagus untuk melamar,
untuk perayaan pernikahan, dan lain-lain. [pengalaman pribadi teman yang
pernah ke sana]

Diposting juga di MP saya di:
http://genkeis.multiply.com/journal/item/236/cerpen_Sky_Dining <--
sekalian promosi MP saya ^_^

*cerpen dengan khayalan tingkat tinggi nih :D

--
Syamsul Arifin, SKM
E-mail: syamsul.arifin@yahoo.com
Mobile ph. +62 8569889007
Website: www.ipin4u.co.nr

"Young Professional Expert"
10b.

Re: OOT [cerpen] Sky Dining

Posted by: "Nia Robiatun Jumiah" musimbunga@gmail.com

Tue Jun 10, 2008 9:38 pm (PDT)

USTAD IPIN SURIPIN NIKAH! HI..HI..
kalo aku sih mening sky dining-an di atas genteng.. hi..hi..
kalo kata andrea hirata mah ya.. kalo lagi jatuh cinta apa juga jadi indah
jadi gak perlu 750 rebu seorang...
mening gw kumpulin beli biola baru...
ato nyicil rumah misalkan..
btw milad dateng kan ya? ajak2 temennya ya...
biar tambah ruame

Pada 11 Juni 2008 11:05, Syamsul Arifin <ipin.kerenz@gmail.com> menulis:

> Oleh: Syamsul Arifin
>
>
>
> "Mas, *sky dining* itu apa sih?", tanya istriku sembari memberikan es teh
> manis. Aku baru saja pulang dari kantor, sedang mengendurkan dasi yang ketat
> mencekik leherku sedari pagi tadi.
>
>
>
>
10c.

Re: OOT [cerpen] Sky Dining

Posted by: "adzdzaki" adzdzaki@yahoo.com   adzdzaki

Tue Jun 10, 2008 10:26 pm (PDT)

Waaaah, kok ndak undang-undang (dasar 45) sih, Pin? Kalau aku maunya
sih sky dining di Rinjani atau di Semeru (soalnya belum pernah sih).
Tapi karena katanya takut keburu laper, ya udah, sky dining di tepi
pantai laut selatan kayaknya asik deh.

Hehehe, cinta, benarkah tak punya logika? Mungkin demi cinta juga ya
ada orang yang rela mengeluarkan uang segitu banyak demi yang
dicintainya. Karena cinta juga ya, apapun jadi indah. Ah,
entahlah,ndak ngerti.^_^

Salam
Ya udah deh, ndak papa ndak ngundang-ngundang. yang penting kalian
bahagia:D

Dyah

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "Nia Robiatun Jumiah"
<musimbunga@...> wrote:
>
> USTAD IPIN SURIPIN NIKAH! HI..HI..
> kalo aku sih mening sky dining-an di atas genteng.. hi..hi..
> kalo kata andrea hirata mah ya.. kalo lagi jatuh cinta apa juga jadi
indah
> jadi gak perlu 750 rebu seorang...
> mening gw kumpulin beli biola baru...
> ato nyicil rumah misalkan..
> btw milad dateng kan ya? ajak2 temennya ya...
> biar tambah ruame
>
> Pada 11 Juni 2008 11:05, Syamsul Arifin <ipin.kerenz@...> menulis:
>
> > Oleh: Syamsul Arifin

10d.

Re: OOT [cerpen] Sky Dining

Posted by: "Nia Robiatun Jumiah" musimbunga@gmail.com

Tue Jun 10, 2008 10:50 pm (PDT)

wadum mba dyah yag baixx
ustad ipin belum nikah, cuma aku menyuruh ustad ipin nikah.. begitu bu...
gawat nih ntar aku dibilang bigos lagi.. ampyuuun...

Pada 11 Juni 2008 12:26, adzdzaki <adzdzaki@yahoo.com> menulis:

> Waaaah, kok ndak undang-undang (dasar 45) sih, Pin? Kalau aku maunya
> sih sky dining di Rinjani atau di Semeru (soalnya belum pernah sih).
> Tapi karena katanya takut keburu laper, ya udah, sky dining di tepi
> pantai laut selatan kayaknya asik deh.
>
> Hehehe, cinta, benarkah tak punya logika? Mungkin demi cinta juga ya
> ada orang yang rela mengeluarkan uang segitu banyak demi yang
> dicintainya. Karena cinta juga ya, apapun jadi indah. Ah,
> entahlah,ndak ngerti.^_^
>
> Salam
> Ya udah deh, ndak papa ndak ngundang-ngundang. yang penting kalian
> bahagia:D
>
> Dyah
>
> --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com<sekolah-kehidupan%40yahoogroups.com>,
> "Nia Robiatun Jumiah"
>
> <musimbunga@...> wrote:
> >
> > USTAD IPIN SURIPIN NIKAH! HI..HI..
> > kalo aku sih mening sky dining-an di atas genteng.. hi..hi..
> > kalo kata andrea hirata mah ya.. kalo lagi jatuh cinta apa juga jadi
> indah
> > jadi gak perlu 750 rebu seorang...
> > mening gw kumpulin beli biola baru...
> > ato nyicil rumah misalkan..
> > btw milad dateng kan ya? ajak2 temennya ya...
> > biar tambah ruame
> >
> > Pada 11 Juni 2008 11:05, Syamsul Arifin <ipin.kerenz@...> menulis:
> >
> > > Oleh: Syamsul Arifin
>
>
>
10e.

Re: OOT [cerpen] Sky Dining

Posted by: "adzdzaki" adzdzaki@yahoo.com   adzdzaki

Wed Jun 11, 2008 12:28 am (PDT)

Ooooh. maaaf... aku pikir:p
Maafin aku yaaa:D
Ya udah, kita doakan saja:D

Salam
Dyah

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "Nia Robiatun Jumiah"
<musimbunga@...> wrote:
>
> wadum mba dyah yag baixx
> ustad ipin belum nikah, cuma aku menyuruh ustad ipin nikah.. begitu
bu...
> gawat nih ntar aku dibilang bigos lagi.. ampyuuun...

11a.

Ini cerpen lhooo, bukan beneran:D

Posted by: "dyah zakiati" adzdzaki@yahoo.com   adzdzaki

Wed Jun 11, 2008 12:04 am (PDT)

Rinta menatap dalam-dalam lembar kertas di tangannya. Ah, itukah yang
dia cari? Terlalu baik. Ia merasa dirinya tak sepadan dengan orang itu.
Aktivitas dakwahnya yang luar biasa membuat Rinta mengaca dalam-dalam.
Ia hanyalah gadis biasa yang masih gemar main-main dan tak pandai
membagi waktu. Begitu banyak kekurangan yang ia miliki. Tapi ia
berfikir bahwa itulah jalan dan cara yang ia harapkan. Bersih tanpa
noda. Ia juga berharap orang yang menjadi pendampingnya bukanlah orang
yang ia kenal sebelumnya.

Seperti apakah yang ia inginkan,
seperti apakah? Kalaulah ia mengaca pada dirinya, maka sebenarnya ia
tak berharap banyak. Tapi kalaulah ia boleh bermimpi dan berharap, maka
ada hal yang ia inginkan:
Aku ingin dia yang mencintaiku karena
Allah, dan aku mencintainya karena Allah. Aku ingin dia yang
menyediakan waktunya bagi dakwah ini. Tak mengapa bagiku bila ia tak
dapat banyak membagi waktu untukku. Aku akan mendukungnya,
menyemangatinya untuk terus di jalan ini. Aku ingin agar kami bisa
saling belajar lebih banyak. Aku ingin dia yang bijak dan visioner
karena kutahu betapa takteraturnya aku. Aku ingin dia dapat menjadi
pemimpin yang baik bagiku dan aku dapat menjadi pendamping yang baik
baginya.

Rinta tersenyum atas pertanyaan mbak yang selama ini
membimbingnya mengaji, apakah ia menerima kondisi orang itu. Apalah
artinya fisik. Bukankah ketampanan tak menggambarkan kebaikan hati. Ia
ingat beberapa temannya yang jauh dari kata tampan. Mereka begitu baik
dan shalih. Rinta yakin, wanita yang mengenal mereka takkan menolak,
bahkan berebut tuk menjadi pendampingnya. Karena kebanyakan wanita
tidak melihat fisik seseorang. Kebaikan hati dan keshalihan jauh lebih
penting dan menarik.

Bagaimanakah dengan kondisi kakinya? Dia
teringat lagi percakapannya dulu ketika BPH BEMF sedang
berbincang-bincang. Agus sang ketua menyatakan kekagumannya pada wanita
yang bersedia menikah dengan pria yang cacat kakinya. Saat itu ia
sedang membahas sebuah cerpen karya Helvy yang bercerita tentang itu.
Ia ingat. Saat itu dia terheran-heran. Memang kenapa kalau ada wanita
yang mau menikah dengan pria itu? Bukankah pria itu orang yang baik?
Kadang dia juga bertanya-tanya dalam hati. Maukah ia menerima orang
yang kekurangan dalam fisiknya sebagai pendampingnya? Kalau dia baik
dan shalih, mengapa tidak? Walau memang mungkin akan sulit baginya
mendapatkan restu dari kedua orangtuanya. Dari keluarga dan
teman-temannya. Tapi dia tak tahu. Dia tak pernah mengalami kondisi itu
sebelumnya. Bukankah tak adil bila seseorang yang mendapat apa yang tak
diinginkannya harus tersisih? Bukankah kondisi seperti itu bisa menimpa
siapa saja.
Ah, lagipula pria yang datanya ada di tangannya itupun
baik-baik saja. Normal malah. Tak terlalu ada masalah apa-apa. Hanya
sedikit kekurangan dalam cara dia berjalan karena waktu kecil pernah
mengalami musibah. Masih bisa naik motor dan berlari. Lalu mengapa?

Entahlah.
Hati Rinta tak merasa apa-apa. Benar-benar tak merasa apa-apa. Tak ada
getar, tak ada penolakan, tak ada harap. Benar-benar tanpa rasa. Ia
hanya bisa memasrahkan pada Yang Maha Cinta, karena ia yakin, semua
sudah diatur. Bila memang itu yang terbaik baginya, pastikan terjadi.
Bila itu bukan yang terbaik, maka semoga ukhuwah tak sirna.

11b.

Re: Ini cerpen lhooo, bukan beneran:D

Posted by: "Diaz Rossano" dizzman@yahoo.com   Dizzman

Wed Jun 11, 2008 12:39 am (PDT)

ini cerpen apa refleksi diri, he3x..... di doain deh....
tapi sangat manusiawi koq, kalo manusia ingin sesuatu yang sempurna ...fisiknya, duitnya, rumahnya, isinya, dsb.....
tinggal pilih mau yang instan atau mau berjuang bersama-sama

berdoalah semoga Tuhan semena-mena terhadap kita....

--- On Wed, 6/11/08, dyah zakiati <adzdzaki@yahoo.com> wrote:

From: dyah zakiati <adzdzaki@yahoo.com>
Subject: [sekolah-kehidupan] Ini cerpen lhooo, bukan beneran:D
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Date: Wednesday, June 11, 2008, 12:04 AM

12a.

Re: SK MEMPERTEMUKAN (JODOH) KAMI>>m sya2, m dani, p teha, m sismant

Posted by: "punya_retno" punya_retno@yahoo.com   punya_retno

Wed Jun 11, 2008 12:08 am (PDT)

wadhuhwadhuh,
ramenya komennya ya

iya mas sis dan pak teha,
saya sepakat,
baiknya mempelai wanita juga ikut nulis.
silakan, mempelai wanita (sok lupa, hehe)

dan buat semuanya juga,
pernytaan dr mas catur bhw retno nge-fans duluan itu, dikelaurkan mas
catur dlm pengaruh obat flu yang mengandung obat tidur.
harap maklum.

-retno-

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, CaturCatriks
<akil_catur@...> wrote:
>
> mb sya2
> pas cucurak di bogor dulu, sy belm ada rasa apa2 ma retno
> biasa saja seperti teman2 lain
> (tp deg2an seperti yg dimaksud mungkin terjadi pada diri retno, krn
kemudian diketahui bahwa - menurut primbon - dia sudah nge-fans dari
dulu ma aku, hihihi)
>
> ms dani
> thanx pujiannya
> tiba2 aku merasa gemuk
> semakin dipuji, semakin gemuk, hehe
>
> p teha + p sis
> iya, kayaknya mmg ada cerita versi istri
> (gmn istriku sayang?)
>
> m novi
> cie cie ..
> ehm ehm
> (saya punya julukan buat kamu: Nope, Gope, cepe, cape de, hehe, pis)
>
> m fiyan
> thanx y
> bagaimana klo kamu jgn jadi mak comblang
> tapi jadi orng yng dicomblangin?
> (biar hatimu gak gundah gulana terus?)
>
> mb diyah
> hmm, sy mmg priasejati, hehe
> iya aku juga sepakat, klo "pernikahan impian saya" punya istriku itu
keren banget, hehe
>
> btw
> thanx semua
> maaf klo ada yg kurang berkenan
>
> salam persaudaraan
>
>
> punya_retno <punya_retno@...> wrote:
iya, mas catur, saya sepakat sama kang dani.
> serius, tulisan indah di hari senin (dgn gaya formil ke suami).
> thanks for writing such a wonderful essay.
> that's why i love you, sunshine.
> meet you later yak!
>
> -retno-
>
> --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "Syafaatus Syarifah"
> <syarifah@> wrote:
> >
> > duh..kok diriku jadi termehe-mehe bacanya... romantis pisan euy..
> > brarti sewaktu Retno jadi MC di cucurka bogor itu..Catur pasti udah
> dag dig dug ya ngeliatnya... :D
> > moga2 jadi keluarga samara yaa...
> > maaf aku gak bisa dateng ke nikahan kalian wkt itu
> >
> > ----- Original Message -----
> > From: CaturCatriks
> > To: sekolah kehidupan
> > Sent: Monday, June 09, 2008 7:41 AM
> > Subject: [sekolah-kehidupan] SK MEMPERTEMUKAN (JODOH) KAMI
> >
> >
> >
> > SK MEMPERTEMUKAN (JODOH) KAMI
> > Oleh CaturCatriks
> >
> >
> > Pernikahan impian saya tak perlu perjanjian pra-nikah. Bagi saya,
> janji seorang pria kepada Tuhan saat ijab kabul adalah janji yang
> paling utama. Karena itu adalah janji seorang pria pada penciptanya,
> Sang Maha. Dan saya selalu percaya, bahwa para pecinta Tuhan, tak akan
> pernah berani untuk mendustaiNya.
> > ***
> >
> > Karena ingatan yang cukup pendek, saya lupa dengan kalender.
> Tepatnya kapan dan hari apa saya mulai bergabung dengan milis Sekolah
> Kehidupan (SK). Mungkin, sekarang waktu tidak begitu penting. Aku
> hanya sedikit ingat tentang proses. Tapi ketika sampai pada tahap yang
> tak terduga, saya menyadari bahwa sesuatu yang terabaikan, bisa
> menjadi cukup penting jika aku menuliskannya. Karena di milis Sekolah
> Kehidupan inilah, kutemukan jodohku.
> > .
> >
>
>
>
>
>
>
> CaturCatriks
>
> Editor - Penulis
> http://caturcatriks.blogspot.com
>
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di
Yahoo! Answers
>

12b.

Re: SK MEMPERTEMUKAN (JODOH) KAMI>>m sya2, m dani, p teha, m sismant

Posted by: "inga_fety" inga_fety@yahoo.com   inga_fety

Wed Jun 11, 2008 12:43 am (PDT)

baru baca cerita ini, iya mba, ayo cerita pertemuannya versi istri:)

salam,
fety

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "punya_retno"
<punya_retno@...> wrote:
>
> wadhuhwadhuh,
> ramenya komennya ya
>
> iya mas sis dan pak teha,
> saya sepakat,
> baiknya mempelai wanita juga ikut nulis.
> silakan, mempelai wanita (sok lupa, hehe)
>
> dan buat semuanya juga,
> pernytaan dr mas catur bhw retno nge-fans duluan itu, dikelaurkan mas
> catur dlm pengaruh obat flu yang mengandung obat tidur.
> harap maklum.
>
> -retno-
>
> --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, CaturCatriks
> <akil_catur@> wrote:
> >
> > mb sya2
> > pas cucurak di bogor dulu, sy belm ada rasa apa2 ma retno
> > biasa saja seperti teman2 lain
> > (tp deg2an seperti yg dimaksud mungkin terjadi pada diri retno, krn
> kemudian diketahui bahwa - menurut primbon - dia sudah nge-fans dari
> dulu ma aku, hihihi)
> >
> > ms dani
> > thanx pujiannya
> > tiba2 aku merasa gemuk
> > semakin dipuji, semakin gemuk, hehe
> >
> > p teha + p sis
> > iya, kayaknya mmg ada cerita versi istri
> > (gmn istriku sayang?)
> >
> > m novi
> > cie cie ..
> > ehm ehm
> > (saya punya julukan buat kamu: Nope, Gope, cepe, cape de, hehe, pis)
> >
> > m fiyan
> > thanx y
> > bagaimana klo kamu jgn jadi mak comblang
> > tapi jadi orng yng dicomblangin?
> > (biar hatimu gak gundah gulana terus?)
> >
> > mb diyah
> > hmm, sy mmg priasejati, hehe
> > iya aku juga sepakat, klo "pernikahan impian saya" punya istriku itu
> keren banget, hehe
> >
> > btw
> > thanx semua
> > maaf klo ada yg kurang berkenan
> >
> > salam persaudaraan
> >
> >
> > punya_retno <punya_retno@> wrote:
> iya, mas catur, saya sepakat sama kang dani.
> > serius, tulisan indah di hari senin (dgn gaya formil ke suami).
> > thanks for writing such a wonderful essay.
> > that's why i love you, sunshine.
> > meet you later yak!
> >
> > -retno-
> >
> > --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "Syafaatus Syarifah"
> > <syarifah@> wrote:
> > >
> > > duh..kok diriku jadi termehe-mehe bacanya... romantis pisan euy..
> > > brarti sewaktu Retno jadi MC di cucurka bogor itu..Catur pasti udah
> > dag dig dug ya ngeliatnya... :D
> > > moga2 jadi keluarga samara yaa...
> > > maaf aku gak bisa dateng ke nikahan kalian wkt itu
> > >
> > > ----- Original Message -----
> > > From: CaturCatriks
> > > To: sekolah kehidupan
> > > Sent: Monday, June 09, 2008 7:41 AM
> > > Subject: [sekolah-kehidupan] SK MEMPERTEMUKAN (JODOH) KAMI
> > >
> > >
> > >
> > > SK MEMPERTEMUKAN (JODOH) KAMI
> > > Oleh CaturCatriks
> > >
> > >
> > > Pernikahan impian saya tak perlu perjanjian pra-nikah. Bagi saya,
> > janji seorang pria kepada Tuhan saat ijab kabul adalah janji yang
> > paling utama. Karena itu adalah janji seorang pria pada penciptanya,
> > Sang Maha. Dan saya selalu percaya, bahwa para pecinta Tuhan, tak
akan
> > pernah berani untuk mendustaiNya.
> > > ***
> > >
> > > Karena ingatan yang cukup pendek, saya lupa dengan kalender.
> > Tepatnya kapan dan hari apa saya mulai bergabung dengan milis Sekolah
> > Kehidupan (SK). Mungkin, sekarang waktu tidak begitu penting. Aku
> > hanya sedikit ingat tentang proses. Tapi ketika sampai pada tahap
yang
> > tak terduga, saya menyadari bahwa sesuatu yang terabaikan, bisa
> > menjadi cukup penting jika aku menuliskannya. Karena di milis Sekolah
> > Kehidupan inilah, kutemukan jodohku.
> > > .
> > >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > CaturCatriks
> >
> > Editor - Penulis
> > http://caturcatriks.blogspot.com
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > ---------------------------------
> > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di
> Yahoo! Answers
> >
>

13a.

Biodata Penulis Artikel Inspiratif & Puisi Yang Terpilih Dalam Buku

Posted by: "Lia Octavia" liaoctavia@gmail.com   octavialia

Wed Jun 11, 2008 12:12 am (PDT)

*BIODATA PENULIS ARTIKEL INSPIRATIF & PUISI YANG TERPILIH*

Assalamu'alaikum wrwb

Sahabat-sahabat penulis artikel inspiratif & puisi yang terpilih dalam buku
Antologi Sekolah Kehidupan, mohon segera mengirimkan biodatanya secara
singkat ke email Panitia Buku Antologi Sekolah Kehidupan yaitu
antologi_sk@yahoo.com (Baca: antologi under score sk et yahoo dot com).

Contoh biodata singkat seperti di bawah ini:

*Dani Ardiansyah, lahir di Jakarta pada 11 November 1982. Putra terakhir
dari 3 bersaudara ini menjalani masa remajanya di kota hujan, Bogor. Ia
sempat kuliah di Akademi Bahasa Asing (ABA), Bandung, dan menyelesaikan
kuliahnya di STAI Darul Ma'arif Jakarta, dengan program studi S1 Pendidikan
Agama Islam. Kegiatannya saat ini adalah bekerja di sebuah perusahaan mobile
telecommunication di Jakarta sebagai staff content development. Ia juga
aktif di Forum Lingkar Pena DKI Jakarta (FLP). Selain puisi, 2 buah novel
juga telah ditulisnya. Khoirunnass anfa uhum linnass adalah motto hidupnya.*

atau
**
*Lia Octavia, Dara kelahiran Jakarta ini sangat menyukai sastra dan filsafat
terutama filsafat agama Islam, sering menulis puisi-puisinya dengan nama
pena Lu'lu' yang berarti mutiara. Sekarang masih bekerja di sebuah
perusahaan swasta dan aktif di FLP DKI dan organisasi kepenulisan
lainnya. Fasih berbahasa Inggris, Perancis dan sedikit bahasa Jepang.
Sebagian karya-karyanya dapat dinikmati di http://mutiaracinta.multiply.com.
*
**
**
Biodata singkat dikirimkan ke email tersebut di atas paling lambat *15 Juni
2008*.

Kami tunggu biodatanya dan terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.

Wassalam

Tim Panitia Buku Antologi Sekolah kehidupan

**
Recent Activity
Visit Your Group
Drive Traffic

Sponsored Search

can help increase

your site traffic.

Y! Messenger

Instant smiles

Share photos while

you IM friends.

Yahoo! Groups

How-To Zone

Do-It-Yourselfers

Connect & share.

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web
MARKETPLACE
Blockbuster is giving away a free trial of Blockbuster Total Access to smart movie lovers like you.

Tidak ada komentar: