Rabu, 17 Maret 2010

[daarut-tauhiid] Istri Yang Setia

 

Istri Yang Setia

By: agussyafii

Kesetiaan seorang istri terhadap suami teramat begitu mulia. benarlah
kiranya perhiasan yang terindah dari seorang suami adalah istri yang
sholehah. Kesholehan seorang istri tercermin dalam kehidupan
sehari-harinya mencintai dengan setulus hati suami dan anak-anaknya.
Kala suka dan duka, dilalui bersama. Keluarga dengan suami yang
menyayangi dan istri yang setia juga anak-anak yang sholeh menjadikan
rumah seindah surga.

Begitu pula seorang ibu yang berkenan untuk berbagi rizki di Rumah
Amalia. Setiap ibu itu hadir senantiasa membawa kebahagiaan tersendiri
bagi anak-anak Amalia. Setiap kali terlihat anak-anak Amalia, tak
henti-hentinya memanjatkan puji syukur kepada Allah. 'Alhamdulillah ya
Allah..kebahagiaannya adalah kebahagiaanku.' ucapnya.

Pada satu kesempatan beliau bercerita bahwa ketika suami sedang sakit,
suaminya tetap memilih untuk tinggal di rumah daripada rawat inap di
Rumah Sakit namun tetap rajin melakukan check up dan pemeriksaan
kesehatannya pada dokter ahli. Ada sesuatu yang mengganjal relung hati
saya, mas. Setiap pergi keluar rumah, saya selalu bergetar. saya
membayangkan, jangan-jangan suami saya telah tiada. Buru-buru saya
menghapus bayangan itu. Tetapi pikiran itu senantisa hadir dan hinggap
di dalam benak saya..Mas Agus Syafii, lanjutnya.

Sudah selama sebulan suami saya tinggal dirumah. Ketika kami check up,
tubuhnya menjadi membaik. Saya dan anak-anak bersyukur hal ini pertanda
ayahnya sudah mulai pulih sehat. Namun dokter menyarankan agar suami
saya menjaga berat tubuhnya agar jangan sampai menurun, kata sang ibu.

Tak lama kemudian suami saya sudah bisa berlari pagi sehingga saya dan
anak-anak juga menemani berlari pagi. Dokter yang menangani suami saya
terheran-heran, katanya ini sebuah keajaiban. 'Iman saya kembali pulih.
saya bertambah rajin memanjatkan doa. Bagi saya, hanya doa yang dapat
mengubah yang buruk menjadi baik. yang salah menjadi benar.'kata sang
ibu dengan berderai air mata.

Karena suami saya sudah pulih, beliau kembali aktif mengajar. Dan
aktifitasnya sebagai pengurus masjid terlihat lebih rajin sebagai
bendahara DKM (dewan Kepengurusan Masjid). Baru aktif mengajar tiga hari
suami saya mengajak pergi ke pesantren dimana beliau dulu pernah
belajar. Kami pergi dengan mengendarai mobil. Lantas saya dan anak-anak
memenuhi permintaan beliau. Sepanjang jalan suami saya terlihat gembira.
bershalawat dan tertawa bersama. Apalagi sesampai kami pondok pesantren
di Jawa Timur, kami disambut hangat oleh keluarga besar pondok.
Kebahagiaan suami saya terpancar dari wajahnya.

Sepulang kami dari pondok pesantren, kesehatannya kembali menurun.
apakah ini tanda kepergiannya? ah..saya tepis semua pikiran yang membuat
saya dan anak-anak bisa menjadi bersedih. Tetapi saya selalu
mempersiapkan diri untuk semuanya dan saya mengajarkan kepada anak-anak
bahwa hidup mati kita adalah milik Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Saya
mengajak anak-anak untuk ikhlas menerima apapun yang sudah menjadi
kehendakNya.

Atas izinNya, suami saya meninggal. 'Saya mencoba untuk tabah menghadapi
kepergiannya. tetapi begitu saya melihat semua orang berkumpul dirumah
menyambut jenazahnya, hati saya bagai teriris sembilu.' kata Ibu itu
penuh dengan cucuran air mata. 'Sayapun tak sanggup melihatnya,' 
'Ketika itu saya menyadari bahwa saya tidak hidup sendiri. betapa
berartinya suami saya. Saya teringat pesan suami saya yang terakhir,
'Bersandarlah diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Hanya kepadaNyalah
kita bergantung dan hanya kepada Allahlah kita memohon pertolongan.'
lanjut sang ibu.

Kedukaan yang teramat dalam, pesan terakhir dari suaminya tercinta
justru memberikan motivasi agar menguatkan keimanan dan ketaqwaanNya
kepada Allah. Hanya kepada Allahlah dirinya bergantung dan hanya kepada
Allahlah dirinya memohon pertolongan. Itulah makna kesetiaan seorang
istri sampai pada pesan terakhir suaminya. Subhanallah..

---

Cukuplah Allah sebagai penolong kami dan Allah adalah sebaik-baiknya
tempat bersandar (QS. Ali Imran (3): 172).

Wassalam,

agussyafii

---

Tulisan ini dibuat dalam rangka kampanye program Kegiatan 'Muhasabah
Amalia (MUSA)' Hari Ahad, Tanggal 18 April 2010 Di Rumah Amalia.
Kirimkan dukungan dan partisipasi anda di http://www.facebook.com/agussyafii2,
atau http://agussyafii.blogspot.com/,
http://www.twitter.com/agussyafii
atau sms di 087 8777 12 431

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
.

__,_._,___

Tidak ada komentar: