<http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2010/03/todays-dialog.jpg>Obama,
lebih dari satu tahun memimpin Amerika. Banyak pihak kecewa, bahkan anti
pati padanya lantaran janjinya hanya bualan saja. Menjalin *mutual
respect*dengan Dunia Islam hanya isapan jempol belaka.
Janji menarik seluruh tentara di Irak tidak kunjung nyata, malah menambah
30.000 pasukan ke Afghanistan membuat rakyatnya makin sengsara. Obama juga
tidak berucap walau sepatah kata terkait pembantain Israel Raya terhadap
warga Gaza, Palestina, yang menelan korban sekitar 1500 nyawa.
"Meskipun saya kecewa karena Obama tidak dapat merealisasikan janjinya, saya
harus meyakini kekuatan dialog untuk menyelesaikan masalah yang ada," ujar
Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin lewat layar konferensi jarak jauh
dalam acara Metro Hari Ini (17/3) petang di Metro TV.
Pernyataan Din pun dibantah Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia Muhammad
Ismail Yusanto. "Dialog itu penting bagi orang yang menghargai dialog, tapi
itu tidak akan ada artinya bila yang kita hadapi itu hanya menggunakan
logika kekuatan," sanggah satu-satunya narasumber yang berada di studio
Metro TV, Jakarta.
"Maksud Anda Amerika menggunakan logika kekuatan?" tanya moderator MHI
kepada narasumber yang berada disebelahnya itu.
Ismail pun menjawabnya dengan mencontohkan penjajahan terhadap Palestina.
"Dari dulu dialog dilakukan, berbagai resolusi diputuskan PBB, presiden
Amerika silih berganti tetapi Amerika tetap saja dengan logika kekuatannya
medukung penuh penjajahan Israel di Palestina!" paparnya.
Kenyataan tersebut diakui pula Pengamat Hubungan Internasional William
Liddle. "Kebijakan Amerika tidak berubah sejak dulu, jadi saya juga tidak
terlalu optimis Obama akan menyelesaikan masalah Palestina karena di Amerika
orang yang mendukung Israel jauh lebih banyak dibanding yang mendukung
Palestina," aku guru besar Universitas Negeri Ohio Amerika itu lewat layar
konferensi jarak jauh.
Namun Din menyatakan harapan dan optimismenya bahwa kedatangan Obama ke
Indonesia bisa membawa perbaikan hubungan Amerika dengan Dunia Islam. Ismail
pun kembali menyanggah ketika moderator bertanya, "Apakah Anda tidak
berharap dan optimis?".
"Harapan dan optimis itu harus punya dasar, sebenarnya kita ingin berharap
dan optimis tetapi dasarnya itu tidak ada, lebih dari satu tahun Obama tidak
bisa memenuhi janjinya terhadap Dunia Islam!" sanggahnya.
"Satu tahun itu kan waktu yang sebentar…" timpal sang moderator. "Satu tahun
itu bisa disebut sebentar, bisa juga disebut lama, tapi yang pasti itu
adalah waktu yang cukup untuk menarik pasukannya dari Irak!" tandas Ismail.
Kemudian William Liddle memberikan alasan mengapa Obama tidak menarik
pasukan dari Irak. "Satu-satunya negara Arab yang yang demokratis adalah
Irak, Irak sudah pemilu dua kali, pemerintahan yang sah di Irak meminta
Obama untuk tidak menarik dulu pasukannya dari Irak!," kelitnya.
Betapa naifnya ucapan Professor Liddle ini, padahal masyarakat dunia tahu
pemimpin Irak dimaksud adalah bonekanya Amerika. Puluhan nyawa rakyat Irak
mejadi tumbal untuk menaruh boneka lugu itu di kursinya Saddam Hussen.
Hal itu dilakukan pemerintah Amerika demi memenuhi hasrat perusahaan multi
nasional (MNC) Amerika. Sehingga Bush, pendahulu Obama, menghancurkan rezim
Saddam dan membantai rakyat Irak dengan dusta bahwa Irak mengembangkan
senjata biologis pembunuh massal.
Kemudian Ismail menjelaskan posisi Amerika dan dunia Islam bahwa Dunia Islam
sebenarnya merupakan korban dari penjajahan Negara Kapitalisme Amerika
Serikat. Maka kalau memang ucapan Obama bukan sekedar bualan belaka maka
Amerika harus menarik semua pasukannya dari Irak, Afghanistan, Pakistan,
dll.
"Tapi mengapa Anda memusuhi Obama dan menolak kedatangannya?" tanya
moderator MHI kepada Ismail.
"Kita wajar menegaskan pendirian kita, bila Islam itu diserang maka kita
bereaksi. Jadi penolakan ini hanyalah reaksi bukan memusuhi," dalih Ismail.
Kemudian Din menyarankan agar reaksi yang dilakukan HTI tidak dengan cara
kekerasan.
"Hizbut Tahrir, dalam aksinya itu, tidak pernah punya catatan membuat tindak
kekerasan, 15 ribu massa tolak Obama pada 21 Maret nanti pun, insya Allah,
demikian," pungkasnya dalam acara yang bertema *Obama dan Islam* tersebut.*(
mediaumat.com, 18/3/2010)*
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar