Kamis, 04 Maret 2010

[sekolah-kehidupan] Digest Number 2995

Messages In This Digest (5 Messages)

Messages

1a.

Re: [ woro - woro] MILAD IV : info tiket murah >> mbak Mimin

Posted by: "Mimin" minehaway@gmail.com   mine_haway

Wed Mar 3, 2010 5:55 am (PST)



2010/3/3 Lia Octavia <liaoctavia@gmail.com>

>
>
> Yup, aku juga sama seperti Mbak Sisca. Pengen ikutan backpacker-an tapi
> harus menyesuaikan dengan hari & jam kerja.
> Mudah2an nanti ada solusinya...
>
> cheers *^^*
> Lia
>
Mbak Lia & Mbak Sisca, saya sebenarnya juga belum pulang kalau jam segitu.
Kecuali izin pulang duluan.
Kalau emang gak dapat izin atau kerjaan belum kelar ya cari alternatif lain.
Naik bis mungkin. Jalurnya JKT - SMG (Pati) - SBY.
Perkiraan total biaya transport minimal 150rb. Oce kah?

*Masih mikir jalan alternatif*
--
http://minehaway.com
~Write what you think everyday~
2a.

(Kickandy) Inovasi Tiada Batas

Posted by: "Ramaditya Skywalker" ramavgm@gmail.com

Wed Mar 3, 2010 2:46 pm (PST)



INOVASI TIADA BATAS
Tayang di KICKANDY Metro TV: Jumat 5 Maret 2010 pukul 21:30 s/d 23:00 WIB
Tayang Ulang: Minggu 7 Maret 2010 pukul 15:30 s/d 17:00 WIB

Jangan pernah bilang kalau perkembangan kreatifitas dan inovasi anak
negeri di bidang teknologi informatika jauh ketinggalan dibanding
sumber daya manusia dari negara lain, di hadapan para narasumber Kick
Andy episode ini. Anda bisa saja langsung diseret ke tempat mereka dan
dibuat bengong dengan sejumlah produk TI mutakhir hasil karya
"kecanggihan" otak mereka.
Salah satu contohnya, empat remaja kelas tiga SMK Negeri I Surabaya
ini. Irene Erlyn Wina Rachmawan, Putri Dyah Citra Nur Kumala Sari,
Rara Indah Permatasari dan Mochamad Basofi Eko Nugroho. Siswa-siswi
jurusan rekayasa perangkat lunak dan multimedia ini, sudah sangat jago
aplikasi bahasa pemrograman berbasis Java. Untuk sekedar membuat game
dan kamus digital untuk handphone, bukan sesuatu yang sulit bagi
mereka. Bahkan mereka punya pengalaman unik dan dahsyat saat terpilih
sebagai siswa program pertukaran antara Indonesia dengan Kamboja dan
Vietnam tahun 2009 lalu. Di dua negara itu, mereka bukannya duduk
sebagai siswa, namun justru berposisi sebagai pengajar, bagi para
mahasiswa teknik elektro dan sains terapan di kampus teknik dua negara
tersebut!

Sementara dari Universitas Bina Nusantara Jakarta, dua tim TI
mahasiswa serta alumnus dari kampus ini juga sudah mampu "bersuara
lantang" di kancah kompetisi teknologi informatika dan multimedia
dunia. Yang lebih membuat salut lagi, teknologi kecerdasan ciptaan
mereka, dibuat berdasarkan empati kepada para kalangan yang memiliki
keterbatasan fisik. Eye-B Pod karya Stanley Audrey, Victor dan
Josphine Klara misalnya. Perangkat lunak ini dibuat berdasarkan
kepedulian mereka pada keinginan kaum tuna daksa, yang tak memiliki
lengan namun tetap berhasrat tinggi pada komputer. Mereka bertiga
membuat aplikasi pengganti mouse dan keyboard komputer, dengan
mengandalkan gerakan bola mata serta kedipan!

Sementara produk MLM for the Blind, dari namanya saja pasti sudah
ketahuan apa dasar pertimbangan penciptaan aplikasi ini. Yup, Erik
Taurino Chandra, Rico Wijaya dan Yudhi merekayasa perangkat keras dan
lunak sekaligus, untuk membuat para tuna netra memiliki alat pembaca
buku digital portabel. Alat ciptaan mereka ini, mampu menerjemahkan
tulisan elektronik atau artikel e-book ke dalam huruf Braille, dan
enaknya bisa ditenteng-tenteng kemana saja oleh teman-teman tuna
netra. Masalah keterbatasan bahan bacaan bagi para tuna netra, diatasi
oleh kreatifitas dahsyat mereka bertiga.

Tak mau kalah dari para jago TI berfisik normal, Eko Ramaditya Adikara
juga membuat kita berdecak kagum. Setelah mendemonstrasikan
kecanggihan kinerja MLM for the Blind, Rama yang tak bisa melihat
sejak lahir ini ternyata juga memperlihatkan hasil karyanya. Rama
adalah tuna netra yang berprofesi sebagai seorang sound engineer
digital, alias komposer musik digital yang harus menggunakan komputer
juga. Prestasinya tak tanggung-tanggung. Ia berhasil menyisihkan
ribuan sound engineer pada kompetisi pembuatan ilustrasi musik untuk
game digital Super Mario Galaksi keluaran Nintendo serta sejumlah game
online lain seperti Ragnarok dan Final Fantasy VII.

Sementara 2 narasumber lain asal Bandung, juga tak kalah inovatif. Tim
TI mahasiswi ITB yang berjuluk Putri Petir misalnya, menciptakan game
interaktif yang berbasis kepedulian pada pelestarian seni dan budaya
tradisional Indonesia. Mereka berhasil membuat Tari Saman Digital,
yang dibuat serupa dengan game Dance-Dance Revolution. Jika saja
aplikasi ini sudah mampu diproduksi secara massal, tak pelak game
tarian yang bernama keren Thousand Hand Revolution ini, merupakan
salah satu gerakan memperkenalkan seni budaya asli Indonesia yang
dilakukan secara efektif dan menyenangkan.

Narasumber satunya dari Bandung, adalah komunitas anak muda pecinta TI
sekaligus asas Bhineka Tunggal Ika, ABIGDEV. Komunitas yang juga
perusahaan pengembang game digital ini, telah memiliki 8 produk game
digital yang tersebar dan dimainkan di situs-situs jejaring sosial
secara online. Dua di antaranya adalah game bisa dipakai sebagai
permaainan an sich sekaligus sebagai sarana pembelajaran dan
pengenalan berbagai adat istiadat, seni budaya dan kekayaan
tradisional warisan nenek moyang di berbagai suku dan daerah
Indonesia. Angklung Heroes dan Nusa Challenge, adalah produk yang
lahir didasari keprihatian Fajar Persada Supandi dan teman-temannya di
ABIGDEV, terhadap isu klaim budaya Indonesia oleh Malaysia beberapa
waktu lalu, serta langkanya game yang "berbicara" tentang kekayaan
budaya Indonesia.

Dan narasumber berikutnya, adalah perusahaan pencipta ribuan perangkat
lunak pembelajaran matematika dan sains terapan untuk kalangan pelajar
SD, SMP dan SMA serta SMK. Pesona Edukasi, terbukti menjawab keraguan
lemahnya kreatifitas dan inovasi teknologi informatika dan multimedia
SDM Indonesia secara nyata. Siapa sangka, Pesona Edukasi telah
mengekspor ribuan software pendidikan hingga ke 23 negara dunia? 3500
sekolah dalam negeri juga telah mengaplikasikan produk TI mereka dalam
mata pelajaran matematika dan fisika. Dan berbagai penghargaan dari
pemerintah negara-negara di 5 benua serta pengakuan PBB, telah mereka
raih. Dan semua karya ciptaan ini, murni hasil kerja keras anak
negeri.

Jadi, masih adakah yang meragukan kualitas "otak" bangsa Indonesia di
bidang Teknologi Informatika dan Multimedia?

--
"Ramaditya Skywalker: The Indonesian game music lover"

- Eko Ramaditya Adikara
http://www.ramaditya.com

2b.

Re: (Kickandy) Inovasi Tiada Batas

Posted by: "rahma dewi" rachma_dewod1981@yahoo.com   rachma_dewod1981

Wed Mar 3, 2010 6:11 pm (PST)



Bangga rasanya menjadi bangsa indonesia membaca artickel ini...

--- On Wed, 3/3/10, Ramaditya Skywalker <ramavgm@gmail.com> wrote:

From: Ramaditya Skywalker <ramavgm@gmail.com>
Subject: [sekolah-kehidupan] (Kickandy) Inovasi Tiada Batas
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Cc: yarsinelia.yunus@tnt.com
Date: Wednesday, March 3, 2010, 5:27 PM

INOVASI TIADA BATAS
Tayang di KICKANDY Metro TV: Jumat 5 Maret 2010 pukul 21:30 s/d 23:00 WIB
Tayang Ulang: Minggu 7 Maret 2010 pukul 15:30 s/d 17:00 WIB

Jangan pernah bilang kalau perkembangan kreatifitas dan inovasi anak
negeri di bidang teknologi informatika jauh ketinggalan dibanding
sumber daya manusia dari negara lain, di hadapan para narasumber Kick
Andy episode ini. Anda bisa saja langsung diseret ke tempat mereka dan
dibuat bengong dengan sejumlah produk TI mutakhir hasil karya
“kecanggihan” otak mereka.
Salah satu contohnya, empat remaja kelas tiga SMK Negeri I Surabaya
ini. Irene Erlyn Wina Rachmawan, Putri Dyah Citra Nur Kumala Sari,
Rara Indah Permatasari dan Mochamad Basofi Eko Nugroho. Siswa-siswi
jurusan rekayasa perangkat lunak dan multimedia ini, sudah sangat jago
aplikasi bahasa pemrograman berbasis Java. Untuk sekedar membuat game
dan kamus digital untuk handphone, bukan sesuatu yang sulit bagi
mereka. Bahkan mereka punya pengalaman unik dan dahsyat saat terpilih
sebagai siswa program pertukaran antara Indonesia dengan Kamboja dan
Vietnam tahun 2009 lalu. Di dua negara itu, mereka bukannya duduk
sebagai siswa, namun justru berposisi sebagai pengajar, bagi para
mahasiswa teknik elektro dan sains terapan di kampus teknik dua negara
tersebut!

Sementara dari Universitas Bina Nusantara Jakarta, dua tim TI
mahasiswa serta alumnus dari kampus ini juga sudah mampu “bersuara
lantang”  di kancah kompetisi teknologi informatika dan multimedia
dunia. Yang lebih membuat salut lagi, teknologi kecerdasan ciptaan
mereka, dibuat berdasarkan empati kepada para kalangan yang memiliki
keterbatasan fisik. Eye-B Pod  karya Stanley Audrey, Victor dan
Josphine Klara misalnya. Perangkat lunak ini dibuat berdasarkan
kepedulian mereka pada keinginan kaum tuna daksa, yang tak memiliki
lengan namun tetap berhasrat tinggi pada komputer. Mereka bertiga
membuat aplikasi pengganti mouse dan keyboard komputer, dengan
mengandalkan gerakan bola mata serta kedipan!

Sementara produk MLM for the Blind, dari namanya saja pasti sudah
ketahuan apa dasar pertimbangan penciptaan aplikasi ini. Yup, Erik
Taurino Chandra, Rico Wijaya dan Yudhi merekayasa perangkat keras dan
lunak sekaligus, untuk membuat para tuna netra memiliki alat pembaca
buku digital portabel. Alat ciptaan mereka ini, mampu menerjemahkan
tulisan elektronik atau artikel e-book ke dalam huruf Braille, dan
enaknya bisa ditenteng-tenteng kemana saja oleh teman-teman tuna
netra. Masalah keterbatasan bahan bacaan bagi para tuna netra, diatasi
oleh kreatifitas dahsyat mereka bertiga.

Tak mau kalah dari para jago TI berfisik normal, Eko Ramaditya Adikara
juga membuat  kita berdecak kagum. Setelah mendemonstrasikan
kecanggihan kinerja MLM for the Blind, Rama yang tak bisa melihat
sejak lahir ini ternyata juga memperlihatkan hasil karyanya. Rama
adalah tuna netra yang berprofesi sebagai seorang sound engineer
digital, alias komposer musik digital yang harus menggunakan komputer
juga.  Prestasinya tak tanggung-tanggung. Ia berhasil menyisihkan
ribuan sound engineer pada kompetisi pembuatan ilustrasi musik untuk
game digital Super Mario Galaksi keluaran Nintendo serta sejumlah game
online lain seperti Ragnarok dan Final Fantasy VII.

Sementara 2 narasumber lain asal Bandung, juga tak kalah inovatif. Tim
TI mahasiswi ITB yang berjuluk Putri Petir misalnya, menciptakan game
interaktif yang berbasis kepedulian pada pelestarian seni dan budaya
tradisional Indonesia. Mereka berhasil membuat Tari Saman Digital,
yang dibuat serupa dengan game Dance-Dance Revolution. Jika saja
aplikasi ini sudah mampu diproduksi secara massal, tak pelak game
tarian yang bernama keren Thousand Hand Revolution ini, merupakan
salah satu gerakan memperkenalkan seni budaya asli Indonesia yang
dilakukan secara efektif dan menyenangkan.

Narasumber satunya dari Bandung, adalah komunitas anak muda pecinta TI
sekaligus asas Bhineka Tunggal Ika, ABIGDEV.  Komunitas yang juga
perusahaan pengembang game digital ini, telah memiliki 8 produk game
digital yang tersebar dan dimainkan di situs-situs jejaring sosial
secara online. Dua di antaranya adalah game bisa dipakai sebagai
permaainan an sich sekaligus sebagai sarana pembelajaran dan
pengenalan berbagai adat istiadat, seni budaya dan kekayaan
tradisional warisan nenek moyang di berbagai suku dan daerah
Indonesia. Angklung Heroes dan Nusa Challenge, adalah produk yang
lahir didasari keprihatian Fajar Persada Supandi dan teman-temannya di
ABIGDEV, terhadap isu klaim budaya Indonesia oleh Malaysia beberapa
waktu lalu, serta langkanya game yang “berbicara” tentang kekayaan
budaya Indonesia.

Dan narasumber berikutnya, adalah perusahaan pencipta ribuan perangkat
lunak pembelajaran matematika dan sains terapan untuk kalangan pelajar
SD, SMP dan SMA serta SMK. Pesona Edukasi, terbukti menjawab keraguan
lemahnya kreatifitas dan inovasi teknologi informatika dan multimedia
SDM Indonesia secara nyata. Siapa sangka, Pesona Edukasi telah
mengekspor ribuan software pendidikan hingga ke 23 negara dunia? 3500
sekolah dalam negeri juga telah mengaplikasikan produk TI mereka dalam
mata pelajaran matematika dan fisika. Dan berbagai penghargaan dari
pemerintah negara-negara di 5 benua serta pengakuan PBB, telah mereka
raih. Dan semua karya ciptaan ini, murni hasil kerja keras anak
negeri.

Jadi, masih adakah yang meragukan kualitas “otak” bangsa Indonesia di
bidang Teknologi Informatika dan Multimedia?

--
"Ramaditya Skywalker: The Indonesian game music lover"

- Eko Ramaditya Adikara
http://www.ramaditya.com

------------------------------------

Yahoo! Groups Links

2c.

Re: (Kickandy) Inovasi Tiada Batas

Posted by: "APRILLIA" april_reto@yahoo.com   april_reto

Wed Mar 3, 2010 7:12 pm (PST)



Aku baca ini di web Kick Andy
cool... :)

sukses,

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, Ramaditya Skywalker <ramavgm@...> wrote:
>
> INOVASI TIADA BATAS
> Tayang di KICKANDY Metro TV: Jumat 5 Maret 2010 pukul 21:30 s/d 23:00 WIB
> Tayang Ulang: Minggu 7 Maret 2010 pukul 15:30 s/d 17:00 WIB
>
> Jangan pernah bilang kalau perkembangan kreatifitas dan inovasi anak

3.

[OOT] Fakta-Fakta Bike to School

Posted by: "Bang Aswi" bangaswi@yahoo.com   bangaswi

Wed Mar 3, 2010 10:54 pm (PST)



73% orangtua tidak pernah berpikir bahwa anak-anak mereka memiliki cukup latihan fisik selama di sekolah.Anak-anak yang diantar ke sekolah menggunakan kendaraan bermotor
menghabiskan waktunya di atas kendaraan tersebut rata-rata 2 jam 35
menit dalam satu minggu, yang setara dengan 8% dari waktu sekolah
mereka. Bandingkan dengan 5% dari waktu sekolah untuk kegiatan fisiknya
(olahraga resmi).67% orangtua melihat adanya peningkatan kesehatan dan kebugaran saat anak-anak mereka bersepeda ke sekolah.59%
orangtua yang anak-anaknya bersepeda ke sekolah secara teratur
mengatakan bahwa ada perkembangan fisik mereka yang lebih sehat dan
bugar. Seperempatnya mengatakan juga ada perkembangan yang positif pada
mental mereka.Lebih banyak ayah (28%) daripada ibu (20%) yang melihat kalau bersepeda telah meningkatkan rasa percaya diri anak-anak mereka.36% orangtua yang menyadari bahwa anak-anak mereka yang bersepeda
ke sekolah telah mengurangi kemacetan lalu lintas dan mengurangi polusi.Kurang lebih 81% anak-anak menempuh perjalanan kurang dari lima mil
(8 km) untuk ke sekolah, jarak yang bisa ditempuh dengan bersepeda,
tetapi hanya 2% yang melakukannya. Jika ada fasilitas seperti bikelane, 37% orangtua akan mengijinkan anak-anak mereka untuk bersepeda ke sekolah.Di Inggris, 8,3 juta anak-anak pergi ke sekolah setiap hari, tetapi
hanya sebagian kecil saja yang bersepeda ke sekolah (di bawah 2%),
meskipun fakta di sana menunjukkan bahwa satu dari tiga anak ingin
sekali bersepeda ke sekolah.Penelitian di Amerika pun menunjukkan bahwa ada hubungan yang
selaras antara aktivitas fisik dengan hasil tes di sekolah. Artinya,
makin banyak aktivitas fisik yang dijalani oleh seorang murid, makin
baik pula hasil tesnya.Para orangtua yang memiliki anak 11-18 tahun dapat menghemat uang
sampai 520 juta poundsterling (1 poundsterling = 6.000 rupiah) setahun
bagi mereka yang anak-anaknya bersepeda ke sekolah daripada menggunakan
kendaraan bermotor.Mobil mengeluarkan 21% dari emisi CO di Inggris (salah satu penyebab terjadinya efek global warming), akibatnya satu dari tujuh anak-anak di Inggris mempunyai penyakit asma yang diakibatkan oleh polusi kendaraan bermotor.90% anak-anak mendapatkan sepeda dari orangtuanya dan lebih dari
30% ingin bersepeda ke sekolah, tetapi hanya 1% yang melakukannya.Satu dari empat perjalanan mobil memang bike-friendly tetapi hanya mereka yang menempuh perjalanan 2 mil (3,2 km) atau kurang.Jumlah anak-anak yang diantar ke sekolah dengan kendaraan bermotor bertambah dua kali lipat (tahun 2006) sejak 1985.Dengan bersepeda, kita dapat melakukan perjalanan empat kali lebih cepat daripada berjalan dengan energi yang sama.[]

Bang Aswi - Pekerja Buku
Blog: http://bangaswi.com
YM: bangaswi
Hotline: 08139472539

Recent Activity
Visit Your Group
Drive Traffic

Sponsored Search

can help increase

your site traffic.

Y! Groups blog

the best source

for the latest

scoop on Groups.

Yahoo! Groups

Dog Lovers Group

Connect and share with

dog owners like you

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web

Tidak ada komentar: