Selasa, 15 Juli 2008

[daarut-tauhiid] Mana Tangan Kanan-mu....

Dalam sebuah pelatihan sehari Mind Mapping untuk pelajar SLTP-SLTA, saya meminta peserta untuk mengangkat tangan kanan mereka. Pada awalnya, beberapa anak kelihatan ragu-ragu mengangkat tangannya. Tetapi setelah diminta dua kali, mereka dengan penuh semangat mengangkat tangannya tanpa ragu.

Amazing! Tidak ada satu pun yang berbeda. Mereka mengangkat tangan pada sisi yang sama. Cuma sayangnya, dalam pandangan mata saya, kok tangan yang sebelah kiri yang diangkat? Mengapa mereka kompak untuk berbeda dengan pandangan saya?

......

Manusia adalah makhluk yang melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya sebagai subyek, dan kemudian menyebut pandangannya sebagai obyektif (Mario Teguh, 2007).

.......

Bagi saya, fenomena mengangkat tangan pada pelatihan tersebut, memiliki pelajaran yang sangat penting. Ini merupakan bukti proses pembelajaran kehidupan yang paling efektif dan bijak.

Ketika saya mengajarkan tentang sisi kanan-kiri pada putra terkecil kami yang berusia 2 tahun, kami menggunakan media kedua tangannya. Kami berkali-kali melatih dia untuk mengenali sisi yang sama untuk disebut kanan atau kiri. Kami sadar bahwa pengenalan dan kesadaran akan adanya orientasi arah, sangat penting. Banyak hal dalam kehidupan ini, memerlukan orientasi arah geografi dasar kanan-kiri. Selain berguna dalam perjalanan fisik di jalan raya, jalan-jalan kehidupan banyak yang terkait dengan orientasi arah kanan-kiri. Misalnya anjuran mulia untuk mengelompokkan hal-hal bercitra positif dengan sisi kanan (makan, minum, melangkah ke dalam masjid dll).

Kita tidak memiliki alasan yang mudah diterima akal sehat, mengapa anjuran mulia itu memilihkan kanan untuk citra positif dan kiri untuk hal sebaliknya. Kami dengar, kami taat dan kami yakin sebagai pilihan terbaik bagi kemanusiaan. That is all...

Tapi, tahukah kita, bahwa keberhasilan pembelajaran tentang kanan-kiri sangat ditentukan oleh kerelaan, kesediaan, keberserahan, keikhlasan, penerimaan tanpa syarat dari anak kita? Seandainya saja putra kami 'tidak tunduk' pada aksioma kami, maka putra kami akan mengalami dis-orientasi arah yang berpotensi menyulitkan kehidupannya nanti.

Jangan pernah menolak pembelajaran hanya karena belum mengerti alasannya.

..........

Saat seluruh peserta mengangkat tangannya, dalam pandangan saya yang diangkat adalah tangan bagian kiri mereka, padahal saya meminta mereka untuk mengangkat tangan bagian kanan. Mengapa? Karena arah pandangan saya berlawanan dengan arah pandangan peserta.

Dalam pergaulan yang saling memperhatikan, kita tidak akan dapat menghindarkan diri dari keniscayaan untuk berlawanan arah pandangan. Adalah upaya yang sia-sia, jika kita bersikukuh, hanya berpedomankan pada arah pandangan sendiri. Kecuali Anda sedang berbaris bersama lawan bicara Anda, maka pandangan Anda tidak akan pernah searah dengan lawan bicara Anda.
ATAU, jika posisi berdiri Anda saat ini adalah sangat penting, maka ketulusan Anda untuk menerima dan menggunakan arah pandangan lawan bicara Anda, adalah syarat tercapainya kesepahaman pengertian bersama yang bijak. Apa jadinya jika saya, pada pelatihan itu, bersikukuh dengan pandangan mata saya?

Kesediaan yang tulus menerima sudut pandang lawan bicara, adalah syarat utama tercapainya pengertian bersama.

Kalaupun Anda sangat berkepentingan atas kebaikan sudut pandang Anda diterima, maka saya menyarankan agar Anda memilih strategi diterima dahulu, yaitu dengan beralih posisi sementara. Ketika Anda telah diterima, Anda akan dapat bersama-sama mengalihkan pandangan.

.........

Sahabat-sahabat milist yang budiman,

Saya sering sekali menyaksikan dalam postingan milist, perdebatan tak berujung, saling melukai, kasar, menghakimi, menuduh, memvonis; yang semuanya berakar pada kesalah-mengertian mengenai posisi arah pandang masing-masing.

Mengapa Anda demikian angkuh, tidak bersedia dengan tulus menerima keniscayaan arah pandangan yang berlawanan dengan Anda?
Mengapa Anda demikian memaksa, agar seluruh lawan bicara Anda berarah pandangan yang sama dengan Anda?
Mengapa Anda demikian bangga dengan kesendirian Anda, padahal hanya kebersamaan yang telah terbukti mampu menorehkan budaya cemerlang?

Pengalaman terindah kehidupan adalah ketika kita dengan tulus menyadari bahwa kita harus mengubah arah pandangan karena telah penuhnya pengertian akan keharusan untuk berubah ke arah lebih baik.

Terima kasih atas kebersamaan yang penuh rona.

Wassalam

Syarif Niskala
syarifniskala.wordpress.com

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
===================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
===================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
===================================================
MARKETPLACE

Yahoo! Groups users, check out this limited time offer from Blockbuster! Rent DVDs free for a month!
Recent Activity
Visit Your Group
Search Ads

Get new customers.

List your web site

in Yahoo! Search.

Wellness Spot

on Yahoo! Groups

A resource for living

the Curves lifestyle.

Real Food Group

Share recipes,

restaurant ratings

and favorite meals.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: