Messages In This Digest (18 Messages)
- 1a.
- Re: Menggurat Cinta di Sekolah Kehidupan; Kemesraan Ini, Janganlah C From: sismanto
- 2a.
- Re: Eska Idol Pilihan Saya From: sismanto
- 2b.
- Eska Idol Pilihan Saya From: yudhi mulianto
- 3a.
- Re: [re-posting] Menggurat Cinta di Sekolah Kehidupan; Kemesraan Ini From: fil_ardy
- 4.
- (Inspirasi) Lingkaran-lingkaran Kehidupan From: setyawan_abe
- 5.
- (OOT) HT Made In Temanggung From: setyawan_abe
- 6.
- (OOT) Mati Karena Cambuk From: setyawan_abe
- 7a.
- Re: INILAH DAFTAR NOMINASI SK IDOL 2008 TAHAP I From: setyawan_abe
- 8a.
- Re: Siapa saja finalis SK IDOL 2008? From: setyawan_abe
- 9a.
- Re: MAAF, PEMIRA SK DITUNDA! From: setyawan_abe
- 10a.
- Re: [ralat] DAFTAR FINALIS LIGA SK IDOL 2008 -- mohon maaf sejuta ka From: novi_ningsih
- 10b.
- Re: [ralat] DAFTAR FINALIS LIGA SK IDOL 2008 -- mohon maaf sejuta ka From: setyawan_abe
- 11a.
- Re: INILAH 4 FINALIS SK IDOL 2008! YUK, PILIH! From: setyawan_abe
- 12.
- (Cerpen) Mencari Bahagia From: Jenny Jusuf
- 13.
- Lesson Of Life (2) - TAMAT...? From: setyawan_abe
- 14.
- New poll for sekolah-kehidupan From: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
- 15a.
- Re: Pemimpin - Yang Bertanggung Jawab From: setyawan_abe
- 16a.
- Re: [ralat] DAFTAR FINALIS LIGA SK IDOL 2008 -- Yang Bertanggung Jaw From: setyawan_abe
Messages
- 1a.
-
Re: Menggurat Cinta di Sekolah Kehidupan; Kemesraan Ini, Janganlah C
Posted by: "sismanto" siril_wafa@yahoo.co.id siril_wafa
Mon Jul 14, 2008 12:25 am (PDT)
Wah Romantis sekali Perayaan SK yang pertama Bu Guru Lia,
membaca tulisan Ibu membuat saya semakin yakin kalau Ibu guru layak
menjadi SK Idol.
Salam,
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "Liacom
Octavia" <liaoctavia@...> wrote:
>
> *Menggurat Cinta Di Sekolah Kehidupan;*
>
- 2a.
-
Re: Eska Idol Pilihan Saya
Posted by: "sismanto" siril_wafa@yahoo.co.id siril_wafa
Mon Jul 14, 2008 12:30 am (PDT)
Waktu sekolah di SD dulu, kalau ingin jawabannya betul harus
memberikan jawaban yang sama. dan, saya juga sependapat dengan para
sesepuh Kang Epri dan Bu Catur (Retno).
terakhir, dengan menyebut nama bismillahirrahmanirrahim saya
menyatakan bahwa saya memilih ibu LIA OCTAVIA menjadi SK IDOL 2008.
Selamat, semoga dapat mengemban amanah dan esok menjadi lebih baik.
Amin ^_^
Salam,
Sismanto
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "Bucom
CaturCatriks" <punya_retno@...> wrote:
>
> iya, sepakat dgn kang epri,
> saya juga memilih mbak lia.
>
> ps: imel serupa sudah saya kirimkan ke eskaidol@...
>
> trims.
>
> -retno-
>
> --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , Epri Saqib <epri_tsi@>com
wrote:
> >
> > Dear Juri Eska Idol
> >
> >
> >
> > meski menentukan pilihan pada 4 orang itu begitu sulit, tapi
dengan
> ini saya vote Lia Octavia sebagai Eska Idol 2008.
> >
> > Salah satu alasannya adalah beliau ini terbukti komitmennya pada
SK
> terutama saat2 menjelang milad SK tahun ini. Pribadi yang tekun dan
> telaten dan saya yakin dia punya banyak kisah yang bisa dibagi
dengan
> kita semua berkenaan pengalaman2 kehidupannya khususnya soal
> spiritualitas dan lain-lain.
> >
> > Selebihnya ia jg manusia biasa yang banyak pula kekurangan.
> >
> > Wallohu 'alam bissawab
> >
> > Epri Tsaqib
> >
>
- 2b.
-
Eska Idol Pilihan Saya
Posted by: "yudhi mulianto" yudhi_sipdeh@yahoo.com yudhi_sipdeh
Mon Jul 14, 2008 2:24 am (PDT)
Dengan berat hati harus memilih satu diantara 4 wanita..:-)
saya memilih mba Lia Octavia....
alasan saya memilih mba Lia karena orangnya baik hati dan tidak sombong :-)
kalo boleh jujur sih maunya milih yang pria semisal kang Dani yang muda dan seger (semisal daun muda kali) ...namun apa daya yang tampil adalah wanita...:-)
semoga pilihan saya tidak salah.
yudhi (murid baru)
- 3a.
-
Re: [re-posting] Menggurat Cinta di Sekolah Kehidupan; Kemesraan Ini
Posted by: "fil_ardy" fil_ardy@yahoo.com fil_ardy
Mon Jul 14, 2008 12:56 am (PDT)
Huaaaaaaaaaaa
selaluuuu
setiap kali membaca hal ini
diriku langsung terharuuuu
Hiksss, thx Sistaa
DANI
In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "Lia Octavia" <liaoctavia@com ...>
wrote:
>
> re-posting
> *Menggurat Cinta Di Sekolah Kehidupan;*
>
> * Kemesraan Ini, Janganlah Cepat Berlalu *
>
> * *
>
> Oleh Lia Octavia
> *Kemesraan ini *
>
> *Janganlah cepat berlalu*
>
> * Kemesraan ini *
>
> * Ingin kukenang selalu*
>
> * Hatiku damai*
>
> * Jiwaku tenteram bersamamu*
- 4.
-
(Inspirasi) Lingkaran-lingkaran Kehidupan
Posted by: "setyawan_abe" setyawan_abe@yahoo.com setyawan_abe
Mon Jul 14, 2008 2:21 am (PDT)
Kucontek habis tulisan Pak Made, kemudian kugelontorkan, mari kita
nikamati bersama....Have A Nice Day
Lingkaran-Lingkaran Kehidupanby (MTA) Made Teddy Artiana
http://semarbagongpetrukgareng. blogspot. com/
<http://semarbagongpetrukgareng. >blogspot. com/
Mataharimengintip perlahan. Bola raksasa yang tampak kemerahan itu
menyembuldari cakrawala. Sinar kuning emasnya menyeruak menembus
gumpalanawan-awan tipis. Seolah puluhan lampu sorot memancar ke segala
penjurulangit, memantul diatas permukaan air yang dipenuhi riak kecil.
Malamsudah berlalu, pagi datang menjelang. Gelap yang menyelimuti
pantai,kini semakin sirna. Permukaan pasir pun kini kian
memutih.Perahu-perahu yang tadinya hanya sebuah bayangan hitam yang
dingin,sekarang jelas sudah. Pagi yang menakjubkan disuatu pantai nan
indah.
Aku dan kakek menghentikan langkah kami sejenak. Ratusan jejak kakiyang
sedari tadi mengekor itu pun terputus. Begitu juga dengan duabayangan
hitam yang terlihat memanjang itu. Dengan kaki terbenam basahdi
permukaan pasir yang lembut, kami berdua memandang ke kejauhan.Tidak ada
yang ingin ku lakukan selain diam.
"Inilah yang ku pelajari dari hidup..", ujar kakek perlahan
Aku menoleh kepadanya sebentar, wajah yang tampak tertimpa cahaya
matahari itu tersenyum lembut.
"Hidup menyimpan begitu banyak misteri", lanjutnya sambil kembali
melempar pandangan kearah pantai.
"Misteri ?", tanyaku dengan kening berkerut.
"Iya,cucuku..", jawab kakek,"sampai kapanpun tidak perduli berapapun
umuryang dianugrahkan oleh sang hidup, selalu saja ada sesuatu
yangtersembunyi bagi matamu".
"Apakah itu berarti kakek tidak puas akan hidup ini?"
"Sama sekali tidak", kakek meraih tanganku, kami berjalan mencari tempat
yang kering kemudian duduk bersama di atas pasir.
"Hidupmemberi petunjuk tetapi tidak membuka seluruhnya bagi hidupmu",
ujarnyakembali,"meninggalkan rasa ingin tahu yang dalam dihati mereka
yangbersedia berpikir".
"Jika demikian, apa yang Kakek pelajari setelah sekian lama hidup
?",tanyaku sambil menghadapkan tubuhku kepada nya.
"Sederhana",jawab kakek,"aku belajar banyak hal. Tetapi dari semua hal
itu,lingkaran-lingkaran kehidupanlah yang paling aku sukai".
"Lingkaran kehidupan ?"
"Ya..lingkaran kehidupan", jawab kakek.
Tangannyakemudian meraih sebongkah kerang. Tangan tua itu
bergerak-gerak,menggambar diatas permukaan pasir. Sebuah lingkaran,
kemudian dua buahlingkaran yang saling berpotongan satu sama lain.
"Inilah yang ku maksud.", Kakek menunjuk lingkaran pertama,
"Kehidupanini dibentuk oleh berbagai lingkaran. Segalanya bergerak dan
tanpadisadari sebuah lingkaranpun terbentuk. Air turun dari langit,
jatuhdiatas permukaan tanah, bumi menghisapnya dan mengeluarkannya
padasebuah sungai. Sungai berjalan beriringan menuju tempat dimana
lautansudah menunggunya. Setibanya disana. Matahari menjemput air itu
danmemberikannya lagi ke langit. Demikian seterusnya dan seterusnya.
Inihanya secuil dari berjuta lingkaran-lingkaran penyusun kehidupan
ini".
"Bagaimana dengan manusia ?", tanya ku ingin tahu,"apakah manusia dan
sesama nya juga membentuk lingkaran-lingkaran itu ?"
"Benar cucuku",kata kakek sambil menunjuk kembali lingkaran yang
pertama.
"Meskipunagak berbeda dengan alam. Tetapi manusia dan sesamanya
membentuk sebuahlingkaran dan setiap kita berada dalam lingkaran kita
masing-masing."
"Apa maksud kakek ?"
"Pikiran, perkataan dan perbuatan mu menentukan kau ada di lingkaran
yang mana", jawab kakek
"Aku semakin tidak mengerti", kataku sambil menggaruk-garuk rambut di
kepala.
"Beginimaksud kakek. Jika pikiran, perkataan dan perbuatan mu baik, kau
beradadalam lingkaran yang baik. Tetapi jika ketiga hal itu berada
ditempatyang tercela, berarti hidupmu tergabung dalam lingkaran
orang-orangtercela. Orang lain dapat kita bohongi, bahkan diri kita
sendiri,tetapi hidup adalah hakim yang adil. Engkau hanya akan
mendapatkan upahsesuai dengan di lingkaran mana kau berdiri. Jika
hidupmu tulus, makaengkau akan merasakan ketulusan dari orang lain dan
orang itupun akanmengalami ketulusan juga dari orang yang lain lagi.
Begitu juga jikaengkau murah hati, maka hidup akan mendekatkanmu dengan
orang-orangyang murah hati, sehingga orang-orang yang murah hati itu
akanmembentuk sebuah lingkaran lagu. Tetapi jika pikiran, perkataan
danperbuatan kita penuh tipu daya, maka hidup akan mengutus
orang-oranglain untuk memperdaya kita. Dan orang yang memperdaya kita
akandiperdaya lagi oleh orang lain, dan demikian seterusnya."
"Tetapi Kek, pernah ku ketahui ada seseorang yang jujur dan
diperdayadengan orang lain. Bagaimanakah lingkaran kakek dapat
menjelaskan halitu ?"
Kakek tersenyum, kemudian mengelus kepalaku sebentar.
"Engkau cerdas.", jawabnya sambil menunjuk lingkaran yang saling
berpotongan.
"Karena itu aku menggambarkan lingkaran lain,"
"Lingkaran-lingkaranyang ku jelaskan tadi kadang kala bersinggungan.
Seperti gambar ini.Itu lah hidup. Ia selalu memberikan kesempatan dan
kebebasan buat kitauntuk memilih. Apakah tetap pada lingkaran ataukah
pindah ke lingkaranlain, keputusan ada ditangan kita. Suatu saat
lingkaran ketulusan harusbersinggungan dengan lingkaran tipu daya. Ini
sebuah ujian bagi merekayang berada dalam lingkaran ketulusan. Apakah ia
akan tetap beradadilingkarannya ataukah dendam dan kepahitan membuat
mereka membalas danakhirnya terbuang dari lingkaran yang mulia. Jika
mereka bertahan, upahyang menjadi bagian mereka tetap akan mereka
dapatkan. Hal yang samaberlaku pada lingkaran tipu daya, persinggungan
ini membuat mereka yangberada dalam lingkaran jahat tersebut, punya
kesempatan untuk melihatkeindahan lingkaran lain. Inilah yang Kakek
ingin kau pegang seumurhidupmu. Berusahalah menjadi bagian dalam
lingkaran yang mulia dansekali engkau masuk kedalamnya, jangan pernah
keluar lagi. Sebab besarupah yang pasti menjadi bagian mu. Ingat hidup
adalah hakim yang adil.Dan siapapun tidak berkuasa untuk mengurangi
ataupun mencuri upah muitu. Dan jika suatu saat lingkaran mu
bersinggungan dengan lingkaranyang jahat. Janganlah tawar hati.
Bertahanlah. Lapangkanlah hatimu.Siapa tahu mereka-mereka yang kurang
beruntung, yang kebetulan beradadalam lingkaran itu, karena keteguhanmu,
akhirnya berpindah menjadibagian lingkaranmu. Dengan begitu hidup mereka
akan menjadi yang lebihmulia, sesuai dilingkaran mana mereka sekarang
berada." (*** mta ***)
--
what a wonderfull world..what an exciting journey !!!
Made Teddy Artiana
(021)70820318 - 0813 178 227 20
BOB SADINO dalam lensa kamera ku......
http://withbobsadino.multiply. <http://withbobsadincom/ o.multiply. >com/
- 5.
-
(OOT) HT Made In Temanggung
Posted by: "setyawan_abe" setyawan_abe@yahoo.com setyawan_abe
Mon Jul 14, 2008 2:25 am (PDT)
MAJALAH TEMPO Edisi. 28/XIIIIII/06 - 12 September 1986
Indonesiana Ht made in temanggung Dengan rp 10.000,- sukma dan
sumiherwanto merakit pesawat interkom untuk komunikasi antar rt/rw
perumahan maron baru. undangan rapat rt, kursus bahasa inggris & membuat
pr dilakukan via interkom. (ina)
BREAK! Break! .... Malam ini harap waspada. Ada orang yang
mencurigakan." Begitu pesan lewat pesawat interkom di suatu
malam, terdengar di rumah-rumah penduduk Perumahan Maron Baru,
dua kilometer di luar Kota Temanggung, Jawa Tengah. Yang memberi
pesan: penduduk yang terjaga. "Pokoknya, siapa yang terjaga dan
melihat keganjilan di kompleks, dialah yang meng-call warga,"
kata Capa (Pol) Sumrman yang juga warga.
Sejak awal bulan lalu, ke-37 buah rumah di kompleks ini
dipasangi pesawat interkom. Pesawat ini kecil, hampir sebesar HT
2 M (yang dipakai ORARI), tetapi hubungan rumah ke rumah memakai
kabel. Harganya Rp 10.000 sebuah. Murah, karena onderdilnya
dibeli di toko-toko, kemudian pesawat dirakit sendiri -- oleh
Sukma dan Sumiherwanto, keduanya lulusan STM Dr. Sutomo,
Temanggung, penduduk situ juga. "Pesawat ini tak mengganggu
frekuensi udara. Tapi supaya keren, percakapannya meniru ORARI:
break! break!" Sumi bertutur.
Jadi, inilah pertama kalinya ada kampung di Indonesia -- dan
agaknya di mana-mana juga -- yang rapat RT dan RW-nya
diselenggarakan tanpa surat undangan, cukup dengan brik-brik
tadi. Siang hari, anak-anak sekolah menggunakan pesawat itu
untuk mencocokkan PR. "Kami juga kursus bahasa Inggris lewat
interkom," kata Sumi, orang yang menemukan pesawat itu. Istilah
"menemukan" memang tepat, karena berbeda dari interkom biasa,
yang made in Temanggung ini bisa dipakai untuk pembicaraan
kelompok -- asal ada yang bertindak sebagai lurah, yang mengatur
pcrcakapan. Para ibu pun bisa menggunakan pesawat ini untuk,
biasalah, ngobrol ini-itu.
Apakah pesawat ini tak malah merenggangkan pergaulan langsung
sesama warga? "Lha, sebelum ada interkom, penghuni di sini sudah
jarang bertemu. Sekarang malah bisa bertemu di udara," kata
seorang warga. Maklum, seperti perumahan yang dibangun BTN
umumnya, kampung ini dihuni orang-orang sibuk.
- 6.
-
(OOT) Mati Karena Cambuk
Posted by: "setyawan_abe" setyawan_abe@yahoo.com setyawan_abe
Mon Jul 14, 2008 2:27 am (PDT)
Majalah Tempo Edisi. 25/XIIIIII/16 - 22 Agustus 1986
Kriminalitas Mati Karena Cambuk Marsiah, 20, berobat ke dukun
hasim suryanto di simpar, tumenggung, tewas akibat dicambuk dadung awuk.
hasim dianggap bisa menyembuhkan berbagai penyakit dengan cambuk. ia dan
tiga anak buahnya ditahan.(krim)
DENGAN cambuk Dadung Awuk-nya, dukun bersama tiga pembantunya
itu mulai beraksi. Marsiah, 20, yang dikira kesurupan roh halus
itu, hanya bisa menjerit histeris, "Biyung . . . biyung." Itu
bisa berarti ia memanggil-manggil ibunya (biyung, bahasa Jawa,
artinya ibu), bisa juga mengaduh kesakitan (kata itu bisa pula
menjadi kata seru). Ia dicemeti bertubi-tubi, bergantian. Anak
bungsu dari 5 bersaudara itu lalu lemas tanpa daya. Dua jam
kemudian ia meninggal.
Dukun itu, Hasim Suryanto namanya, sudah ditangkap polisi,
setelah Kepala Desa Simpar di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah,
melaporkan cara pengobatan yang aneh itu. Kuburan Marsiah pun
terpaksa dibongkar, awal bulan lalu -- 26 hari setelah
pemakamannya. Menurut visum dokter puskesmas setempat, ternyata
mayat korban menunjukkan adanya luka memar akibat pukulan benda
tumpul. Sedangkan bagian kepala dan lehernya sulit diperiksa,
karena sudah rusak. Namun, hasil pemeriksaan ini belum cukup
menjelaskan penyebab kematian Marsiah. Akibatnya, Hasim bersama
ketiga anak buahnya kini diadili di Pengadilan Negeri
Temanggung. Mereka dituduh melakukan penganiayaan sampai korban
tewas.
Kartodikromo, 65, orangtua korban, selain menyesal juga masih
heran. "Bocah diobati, kok jadinya tewas," ujar petani di
perbukitan itu. Sudah 5 tahun Marsiah sakit, gara-gara jatuh
dari pohon nangka setinggi sekitar 3,5 meter. Marsiah lalu
berubah, sejak itu. Ia jadi lamban, tak lagi segesit anak-anak
seusianya. Hampir tiap hari ia cuma duduk di serambi, memandang
hampa ke depan. Bicara pun jarang, paling-paling memanggil
ibunya dan minta makan. Makannya cuma bubur, tetapi minumnya
banyak. Remaja pada usia mekar itu lalu jadi kurus dan tampak
pucat.
Ketika bapaknya membelikan obat di Pasar Ngadirejo, sekitar 20
km dari desanya, Karto mendapat petunjuk dari seorang kenalannya
bahwa di Candiroto ada dukun ampuh. Prestasinya tak diragukan
lagi. Dukun itu sudah menyembuhkan 9 orang penderita gila, dan
berbagai penyakit lainnya.
Kontan Karto minta tolong dukun Hasim agar datang ke rumahnya.
Pengobatan ronde pertama dipilih Hasim pada hari Sabtu Kliwon,
awal bulan Mei lalu. Malam itu ia membawa dua pembantu.
Mula-mula Marsiah disuruh berbaring. Dengan air yang sudah
diberi asap kemenyan dan mantra Hasim lalu mengusap ubun-ubun,
ulu hati, dan kaki Marsiah. Sebagian air itu diminumkan.
Kemudian Hasim mengurai jimat yang melilit di pinggangnya, yang
digunakan sebagai sabuk.
Itulah Dadung Awuk, cambuk dari tali sutera yang dibungkus kain
putih, dibalut lagi dengan kain hitam, dan kedua ujungnya diberi
tali merah, putih, dan hitam. Hasim lantas melecutkan cemeti itu
ke kepala, dada, dan kaki Marsiah, masing-masing tiga kali. Ini
belum selesai. Cambukan kemudian dilanjutkan oleh dua
pembantunya, bergantian. Tentu saja Marsiah menjerit kesakitan.
Tapi ia tak bisa lari, karena dipegangi.
Tengah malam, Marsiah dibiarkan tidur sendirian di kamar yang
berdinding anyaman bambu itu. Keesokan harinya, Pak Karto tampak
gembira. "Dia sudah mau main-main dan menimba air," tuturnya
kepada Syahril Chili dari TEMPO. Namun, belum sembuh benar. Dan
sepekan kemudian Hasim datang lagi. Kali ini dia membawa tiga
pembantu karena, konon, pengobatan ronde kedua memerlukan kerja
Dadung Awuk sekitar 2 jam. Sungguh malang, Marsiah bukannya
sembuh, melainkan melayang jiwanya.
Hasim, karyawan di rumah sakit tentara di Magelang, mengaku
mempunyai ilmu dan bisa menyembuhkan penyakit apa saja, terutama
gila, atau kemasukan roh halus. Yakni, setelah ia menyepi di
makam keramat beberapa lama lalu. Antara lain di Banyubiru, dan
sebuah makam lain di Jepara, Jawa Tengah.
Marsiah, menurut diagnosanya, jelas kemasukan roh halus. Itu
diketahui, ketika tubuh kurus dan lemah itu, saat hendak diobati
-- dicemeti maksudnya -- mendadak tenaganya jadi luar biasa.
Menurut Hasim lagi, pasien-pasiennya biasa sembuh berkat jimat
si Dadung Awuk. Seperti beberapa orang yang kesurupan karena
latihan kuda kepang di dekat rumahnya, misalnya. Pasiennya dari
Jepara pun sembuh. Tapi saat mengobati Marsiah, rupanya, Dadung
Awuk sedang mogok. Padahal, si empunya, ya, Hasim itu, sudah
mengantungi Rp 10.000 dari ayah korban.
Memang, di rumah sakit jiwa pengobatan terhadap pasien pun
sering tampak seperti menyiksa orang. Disetrum, kepala
dibenam-benamkan ke dalam air, umpamanya. Tapi itu semua dengan
pengawasan seorang dokter ahli.
Adapun Hasim, menurut polisi, kini telah sadar. Yakni bahwa
ilmunya sesat. Apa boleh buat sudah terlambat, pengadilan kini
yang berbicara -- dan Dadung Awuk, sebenarnya nama tokoh
raksasa penggembala sapi dalam pewayangan, pun tak berdaya.
buatan Radja|endro Majalah Tempo
20/XXXVII/07 - 13 Juli 2008
<http://www.tempointeraktif.com/ >hg/mbmtempo/ free
- 7a.
-
Re: INILAH DAFTAR NOMINASI SK IDOL 2008 TAHAP I
Posted by: "setyawan_abe" setyawan_abe@yahoo.com setyawan_abe
Mon Jul 14, 2008 2:39 am (PDT)
Ini yang TAHAP I ya...?
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "Kabinet Eska"com
<kabinet.eska@...> wrote:
>
> Assalamu'alaikum Wr. Wb
>
>
>
>
> Sahabat Eska, mohon maaf atas keterlambatan pengumuman daftar nominasi
SK
> IDOL ini.
>
> Nama-nama berikut adalah hasil penjaringan tahap I melalui usulan dari
> sahabat-sahabat SK.
>
> Selanjutnya para nominator ini akan menjalani kompetisi internal yang
akan
> dipandu dewan juri SK.
>
> Bentuk kompetisinya akan diposting pada tanggal 21 Juni.
>
> Untuk para nominator, selamat atas kepercayaan yang Anda dapat.
Selamat
> berkompetisi dan tetap berbagi! Juga tetap semangat!
>
>
>
> Lia Octavia = 10 suara
>
> Dhani Ardiansyah = 8 suara
>
> Retnadi Nur'aini (Retno) = 7 suara
>
> Novi Ningsih (Novi Khansa) = 6 suara
>
> Fiyan Arjun = 5 suara
>
> Jenny Jusuf = 3 suara
>
> Udo Yamin = 3 suara
>
> Rini Nurul Badariah = 2 suara
>
> Suhadi = 2 suara
>
> Aprilia Ekasari = 1 suara
>
> Sismanto = 1 suara
>
> Dyah Zakiati = 1 suara
>
> Hadian Febrianto = 1 suara
>
> Galih Ali Permana = 1 suara
>
> Muhammad Taufiq = 1 suara
>
> Catur Catriks = 1 suara
>
> Arrizki Abidin (Rizki) = 1 suara
>
> Pak Abir = 1 suara
>
> Divin Nahb = 1 suara
>
> Nia Robiatun jumiah = 1 suara
>
> Siwi (Siu Elha) = 1 suara
>
> Asma Sembiring = 1 suara
>
> Achi TM. = 1 suara
>
>
>
> Ada beberapa orang yang memilih Pak Teha Sugiyo sebagai nominator.
Tapi,
> mohon maaf karena Pak Teha adalah juri SK IDOL dan agar tidak terjadi
> konflik kepentingan maka nama beliau ditiadakan dalam daftar nominasi.
> Terimakasih atas partisipasi Anda. Sungguh, itu hal yang mulia dan
tidak
> sia-sia.
>
>
>
>
> Wassalammu'alaikum Wr. Wb
>
>
>
>
>
>
> Nursalam AR
> Ketua SK
>
>
>
>
>
>
>
>
> --
> "Comfort home for all"
>
- 8a.
-
Re: Siapa saja finalis SK IDOL 2008?
Posted by: "setyawan_abe" setyawan_abe@yahoo.com setyawan_abe
Mon Jul 14, 2008 2:40 am (PDT)
Yang ini tahap 1, 5 ya...?
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "Kabinet Eska"com
<kabinet.eska@...> wrote:
>
> Ass.wr.wb.
> Salam sejahtera!
>
> Sahabat Eska,
>
> Brdasarkan naskah yang diterima panitia hingga 7 Juli 2008, terkumpul
8
> tulisan dari 7 nominator. Jumlah tersebut adalah yang sah diterima
sebelum
> tanggal 8 Juli. Ada 2 tulisan yang dianggap tidak sah karena dikirim
> melewati batas waktu yang ditetapkan. Sayangnya, dari 2 tema wajib
yang
> harus ditulis para nominator, hanya 1 nominator yang memenuhi syarat
> pengiriman atau mngirimkan tulisan berdasarkan kedua tema tersebut.
Namun
> tidak berarti perjuangan selesai. Karena dewan juri (nama-nama
terlampir)
> yang berwenang menilai dan menetapkan akumulasi skor rata-rata dari
tiap
> nominator.
>
> Untuk para nominator SK IDOL tahap 2 yang telah mngirimkan karyanya,
selamat
> atas kerja keras dan perjuangan Anda untuk berani mengirimkan karya
terbaik
> Anda sesuai tugas panitia. Dewan Juri akan menilainya dan 4 kandidat
terbaik
> (dengan akumulasi skor rata-rata) berhak maju ke tahap 3 atau babak
final
> untuk di-voting oleh seluruh Sahabat SK melalui fasilitas yahoogroups
pada
> 14 Juli 2008 21 Juli 2008.
>
>
>
> Tunggu pengumuman siapa saja finalis SK IDOL pada 13 Juli 2008!
>
>
> *DAFTAR NOMINATOR SK IDOL TAHAP II YANG MENGIRIMKAN KARYA*
>
> 1. Lia Octavia
>
> 2. Retnadi Nur'aini (Retno)
>
> 3. Novi Ningsih (Novi Khansa)
>
> 4. Fiyan Arjun
>
> 5. Jenny Jusuf
>
> 6. Sismanto
>
> 7. Asma Sembiring
>
>
>
> *DEWAN JURI SK IDOL*
>
> 1. Teha Sugiyo (editor dan penulis kawakan serta trainer motivasi
> alumnus Dale Carnegie Center)
>
> 2. Dewi Cendika (penulis buku terbaik versi IKAPI Award 2007)
>
> 3. Indarpati (editor dan penulis lepas)
>
> 4. Sinta Nisfuana (editor lepas dan moderator milis SK)
>
>
>
> *Tabik,*
>
>
>
> *Nursalam** AR***
>
> *Ketua Umum Eska Pusat 2007-2008** *
>
>
>
>
>
>
>
> --
> "Comfort home for all"
>
- 9a.
-
Re: MAAF, PEMIRA SK DITUNDA!
Posted by: "setyawan_abe" setyawan_abe@yahoo.com setyawan_abe
Mon Jul 14, 2008 2:43 am (PDT)
Iya deh dimaafin kok....
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "Kabinet Eska"com
<kabinet.eska@...> wrote:
>
> Ass.wr.wb.
> Salam sejahtera!
>
> Sahabat, dengan berat hati, karena mempertimbangkan banyaknya bakal
kandidat
> yang mengundurkan diri (14 dari 16 orang!) yang tentunya merupakan
faktor
> serius yang perlu dicermati demi nasib komunitas ini ke depan, maka
dengan
> ini *PEMIRA (Pemilihan Raya) SK untuk memilih Ketua komunitas Sekolah
> Kehidupan* yang sedianya dilangsungkan pada 9 Juli - 23 Juli, dengan
ini
> kami nyatakan: *DITUNDA SAMPAI DENGAN WAKTU YANG TIDAK DITENTUKAN.
> *
>
> TIM 7:
>
> 1. Teha Sugiyo
> 2. Indarwati Harsono
> 3. Syafa'atus Syarifah
> 4. Sinta Nisfuana
> 5. Febty Febriani
> 6. Nursalam AR
> 7. Ugik Madyo
>
> --
> "Comfort home for all"
>
- 10a.
-
Re: [ralat] DAFTAR FINALIS LIGA SK IDOL 2008 -- mohon maaf sejuta ka
Posted by: "novi_ningsih" novi_ningsih@yahoo.com novi_ningsih
Mon Jul 14, 2008 2:45 am (PDT)
sama-sama retno, uni dan mbak lia
selamat, ya :)
mari kita bikin grup nyanyi... kwartet :D
mengingat obrolan dengan salah satu sobat eska via ym :D
salam
Novi
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "Kabinet Eska"com
<kabinet.eska@...> wrote:
>
> *Ass.wr.wb.*
>
> *
> *
>
> *Salam sejahtera!*
>
> Sahabat SK, "*to err is human*", manusia adalah tempatnya salah dan
lupa.
> Dan, sebelumnya, saya pribadi sebagai penyelenggara pemilihan SK
IDOL 2008
> dan Ketua SK Pusat 2007-2008 memohon maaf sebesar-besarnya kepada
Sahabat SK
> semua terutama para semifinalis SK Idol, dewan Juri (Pak Teha Sugiyo
dkk),
> Pak Sinang Bulawan sebagai Owner SK dan Ketua Dewan Penasihat
Kabinet Eska
> dan jajaran kabinet Eska bahwa *saya telah lupa dan salah melakukan
> penghitungan nilai para semifinalis SK IDOL (berdasarkan rekomendasi
nilai
> dari Dewan Juri) yang hasilnya saya posting pada tgl 13 Juli 2008.
> Semestinya seluruh nilai rata-rata perolehan semifinalis SK Idol, dalam
> formulanya, dibagi 2 karena ada 2 tugas wajib yang harus diselesaikan di
> babak semifinal (tahap 2) yakni menuliskan tema wajib: "ESKA DI MATA
SAYA"
> dan "MY LIFE". Dan ketentuan tersebut berlaku untuk semua
semifinalis. *Untuk
> itu, kendati harus mempertaruhkan kredibilitas saya sebagai Ketua SK
Pusat,
> maka untuk menegakkan asas keadilan dengan penuh kesadaran dan tanpa
tekanan
> agar semua Sahabat SK memperoleh kesejahteraan batin berupa
kenyamanan dan
> menikmati kompetisi yang indah di milis tercinta ini maka diputuskan,
> berdasarkan penghitungan ulang, bahwa:
>
> *1. Daftar Finalis Liga SK IDOL 2008 yang diposting tertanggal 13
Juli 2008
> dinyatakan DIANULIR dan TIDAK BERLAKU.*
>
> *2. Sebagai hasil penghitungan ulang yang sah, ditetapkan daftar baru
> finalis Liga SK IDOL tertanggal 14 Juli 2008 yang valid dan final sbb:*
>
>
>
> *4 FINALIS LIGA SK IDOL 2008*
>
> * *
>
> *1. **NOVI** NINGSIH*
>
> *2. **LIA OCTAVIA*
>
> *3. **ASMA SEMBIRING*
>
> *4. **RETNADI NUR'AINI*
>
>
>
>
>
> *daftar perolehan nilai para semifinalis liga sk idol 2008*
>
> * *
>
> *No.*
>
> *nama*
>
> *total nilai rata-rata*
>
> 1.
>
> *NOVI** NINGSIH*
>
> *83*
>
> 2.
>
> *LIA OCTAVIA*
>
> *44,125*
>
> 3.
>
> *ASMA SEMBIRING*
>
> *42,625*
>
> 4.
>
> *RETNADI NUR'AINI*
>
> *42,375*
>
> 5.
>
> *JENNY JUSUF*
>
> *41,75*
>
> 6.
>
> *sismanto*
>
> *39,50*
>
> 7.
>
> *fiyan arjun*
>
> *38,125*
>
>
>
>
> *TABULASI PENILAIAN*
>
> * *
>
> *No.*
>
> *Nominator*
>
> *Judul Tulisan*
>
> *Total Nilai Rata-Rata*
>
> *Catatan*
>
> * *
>
> *1.*
>
> *Novi** Ningsih*
>
> *Total Nilai Rata-rata (mean)*
>
> *83*
>
> Formula: nilai rata-rata dari penjumlahan total nilai rata-rata untuk
> masing-masing tulisan bertema "MY LIFE" dan "ESKA DI MATA SAYA"
>
>
>
>
>
> *"Tak Akan Pernah Mati"*
>
> * *
>
> *(Tema : My Life)*
>
> 84,25
>
> *Teha Sugiyo*
>
> Kekuatan kisah yang bertema keluarga ini pada kesederhanaan gaya
ucapnya.
> Bahasa dan kisahnya mengalir lancar.
>
> *skor: 88***
>
> *Dewi Cendika*
>
> Tulisan dengan tiga episode kehidupan.
>
> Menyentuh.
>
> Tata bahasanya baik.
>
> *Skor: 93*
>
> *Indarpati*
>
> Berdasarkan penilaian pesan moral, gaya bahasa, EYD, gagasan dan
> *novelty*(unsur kebaruan), secara rata-rata,
>
> *Skor: 79*
>
> *Sinta Nisfuana*
>
> Penghayatan ceritanya dapet (terutama mulai masuk bagian: Januari 2004).
>
> *Skor: 77*
>
> *"Terus Belajar Pada Kehidupan"*
>
>
>
> *(Tema : Eska di Mata Saya )*
>
>
>
>
>
> 81,75
>
> *Teha Sugiyo*
>
> Curhat yang dikisahkan dengan mengalir lancar, ringan dan menghibur.**
>
> *Skor: 80*
>
>
>
>
>
>
>
> *Dewi Cendika*
>
> Dituturkan dengan lancar dan ringan.
>
> Judulnya kurang nendang yaa, kurang bikin penasaran (:D)
>
> Tapi tulisannya menarik dan puisinyaaa okeeee deh!
>
> *Skor: 90*
>
> *Indarpati*
>
> Berdasarkan penilaian pesan moral, gaya bahasa, EYD, gagasan dan
> *novelty*(unsur kebaruan), secara rata-rata,
>
> *Skor: 78*
>
> *Sinta Nisfuana*
>
> Gaya bahasanya natural. Susunan kalimat kadang masih gak jelas. Ide oke
> juga, menghubungkan sekolah nyata dan maya.
>
> *Skor: 79*
>
> *2.*
>
> *Lia Octavia*
>
> *Total Nilai Rata-rata (mean)*
>
>
>
> Catatan: Tidak menyerahkan tulisan bertema "ESKA DI MATA SAYA"
sebagai salah
> satu syarat wajib.
>
> *44,125*
>
> Formula: nilai rata-rata dari penjumlahan total nilai rata-rata untuk
> masing-masing tulisan bertema "MY LIFE" dan "ESKA DI MATA SAYA"**
>
>
>
> * *
>
> *"Kak, Kubawakan Bintang Dari Langit!"*
>
> * *
>
> *(Tema : My Life)*
>
> * *
>
> *88,25*
>
> *Teha Sugiyo*
>
> Tema sederhana yang diolah dengan luar biasa. Plot, jalinan cerita dan
> suspens diolah dengan baik. Unsur hiburannya menyentuh pembaca, apalagi
> dengan ending yang manis.
>
> *Skor: 95***
>
> *Dewi Cendika*
>
> Tulisan yang menyentuh.
>
> Dituturkan dengan rapi dan tata bahasa yang baik.
>
> Sangat Mengalir.
>
> Ada kejutan yang membuat pembaca penasaran.
>
> *Skor: 96*
>
> *Indarpati*
>
> Berdasarkan penilaian pesan moral, gaya bahasa, EYD, gagasan dan
> *novelty*(unsur kebaruan), secara rata-rata,
> *Skor: 80*
>
> *Sinta Nisfuana*
>
> Pesan moral dapet. Penyampaian dan gaya bahasa rapi (teratur), tapi
> terkadang jadi terasa datar. Ide cerita menarik.
>
> *Skor: 82*
>
> *3.*
>
> *Asma Sembiring*
>
> *Total Nilai Rata-rata (mean)*
>
> * *
>
> Catatan: Tidak menyerahkan tulisan bertema "ESKA DI MATA SAYA"
sebagai salah
> satu syarat wajib.
>
> *42,625*
>
> Formula: nilai rata-rata dari penjumlahan total nilai rata-rata untuk
> masing-masing tulisan bertema "MY LIFE" dan "ESKA DI MATA SAYA"**
>
> *"Dunia Sunyi"*
>
> * *
>
> *(Tema : My Life )*
>
> * *
>
> *85,25*
>
> *Teha Sugiyo*
>
> Tema sederhana, teknik kilas baliknya bagus. Sayang kurang digarap
dengan
> sungguh-sungguh. Jika unsur "suasana" dalam kisah ini digali
(dieksplor)
> lebih dalam lagi, niscaya kisah ini akan lebih menarik.
>
> *Skor: 90***
>
> *Dewi Cendika*
>
> Tulisan yang keren, seperti membaca cerpen.
>
> Pemilihan kata yang bagus.
>
> Mengalir.
>
> Ada pesan moral.
>
> Cuma sedikkiiiiittt ajaaa kesalahan tata bahasanya.
>
> *Skor: 95*
>
> *Indarpati*
>
> Berdasarkan penilaian pesan moral, gaya bahasa, EYD, gagasan dan
> *novelty*(unsur kebaruan), secara rata-rata,
>
> *skor: 76*
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> *Sinta Nisfuana*
>
> Gagasan dan gaya bahasanya menarik, membuat pembaca berimajinasi dan
> berpikir. Tapi pesan moralnya kurang jelas (apa yang ingin
disampaikan sang
> penulis?)
>
> *Skor: 80*
>
> *4.*
>
> *Retnadi Nur'aini*
>
> *Total Nilai Rata-rata (mean)*
>
> * *
>
> Catatan: Tidak menyerahkan tulisan bertema "ESKA DI MATA SAYA"
sebagai salah
> satu syarat wajib.
>
>
>
> *42,375*
>
> Formula: nilai rata-rata dari penjumlahan total nilai rata-rata untuk
> masing-masing tulisan bertema "MY LIFE" dan "ESKA DI MATA SAYA"**
>
> *"Kisah Tentang Bidadari"*
>
> * *
>
> *(Tema : My Life)*
>
> * *
>
> *84,75*
>
> *Teha Sugiyo*
>
> Temanya sederhana, namun digarap dengan intens. Plot dan karakternya
bagus
> dan sangat kuat. Unsur hiburannya sangat menyentuh. Kekhasan kisah ini
> adalah melibatkan (emosi) pembacanya, sehingga kisah mengalir
lancar dan
> akrab.
>
> *Skor: 95***
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> *Dewi Cendika*
>
> Tulisannya mengalir dan menarik. Ada pesan moral.
>
> Ada sedikiiiiittt aja kesalahan tata bahasanya.
>
> *Skor: 93*
>
> *Indarpati*
>
> Berdasarkan penilaian pesan moral, gaya bahasa, EYD, gagasan dan
> *novelty*(unsur kebaruan), secara rata-rata,
>
> *skor: 75*
>
> *Sinta Nisfuana*
>
> Ide cerita *simple* dan gaya bahasanya seperti mengajak pembaca ngobrol.
> Pesan moralnya dapet, walaupun terkadang diceritakan dengan
kebanggaan yang
> terlalu meluap (terasa kurang natural, dalam arti semua orang
memiliki sisi
> negatif dan positif termasuk sosok ibu)
>
> *Skor: 76*
>
> *5.*
>
> *Jenny Jusuf*
>
> *Total Nilai Rata-rata (mean)*
>
> * *
>
> Catatan: Tidak menyerahkan tulisan bertema "MY LIFE" sebagai salah satu
> syarat wajib.
>
>
>
> *41,75*
>
> Formula: nilai rata-rata dari penjumlahan total nilai rata-rata untuk
> masing-masing tulisan bertema "MY LIFE" dan "ESKA DI MATA SAYA"**
>
>
>
> * *
>
> *"(Cuma) Seorang Tukang Curhat"*
>
> * *
>
> *(Tema : Eska di Mata Saya)*
>
> *83,50*
>
> *Teha Sugiyo*
>
> Kekuatan kisah ini pada kejujurannya. Kelancaran berkisah memang tidak
> diragukan. Analogi tentang kehidupan dan pembelajaran kurang digali
dengan
> intens, sehingga kisah ini tergelincir seperti judulnya.**
>
> *Skor: 85*
>
> *Dewi Cendika*
>
> Tata bahasa baik
>
> Ceritanya lepas dan ringan sehingga asyik dibaca.
>
> Pemilihan kata yang variatif.
>
> *Skor: 90*
>
> *Indarpati*
>
> Berdasarkan penilaian pesan moral, gaya bahasa, EYD, gagasan dan
> *novelty*(unsur kebaruan), secara rata-rata,
>
> *skor: 78*
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> *Sinta Nisfuana*
>
> Pengungkapan ceritanya menyenangkan (ngalir banget) dan gaya bahasa
seru.
>
> *Skor: 81*
>
> *6.*
>
> *Sismanto*
>
> *Total Nilai Rata-rata (mean)*
>
>
>
> Catatan: Tidak menyerahkan tulisan bertema "MY LIFE" sebagai salah satu
> syarat wajib pada batas waktu yang ditetapkan (maksimal 7 Juli 2008).
>
> *39,50*
>
> Formula: nilai rata-rata dari penjumlahan total nilai rata-rata untuk
> masing-masing tulisan bertema "MY LIFE" dan "ESKA DI MATA SAYA"**
>
> *"Sekolah Kehidupan: Sebuah Testimoni"*
>
> * *
>
> *(Tema : Eska di Mata Saya )*
>
> * *
>
> *79*
>
> *Teha Sugiyo*
>
> Sebuah testimoni (kesaksian) yang bagus dan dikisahkan dengan lancar.
>
> *Skor: 80***
>
> *Dewi Cendika*
>
> Tulisannya terlalu singkat namun dituturkan dengan baik.
>
> Pemilihan kata yang variatif.
>
> Enak dibaca.
>
> *Skor: 89*
>
> *Indarpati*
>
> Berdasarkan penilaian pesan moral, gaya bahasa, EYD, gagasan dan
> *novelty*(unsur kebaruan), secara rata-rata,
>
> *Skor: 76*
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> *Sinta Nisfuana*
>
> Gaya penceritaan kurang nyaman, sepertinya penulis ingin bercerita
dengan
> santai tapi malah jadi agak kaku. Pesan moral dapet tapi gak mantep.
>
> *Skor: 71*
>
> *7.*
>
> *Fiyan Arjun*
>
> *Total Nilai Rata-rata (mean)*
>
>
>
> Catatan: Tidak menyerahkan tulisan bertema "ESKA DI MATA SAYA"
sebagai salah
> satu syarat wajib.
>
> *38,125 *
>
> * *
>
> Formula: nilai rata-rata dari penjumlahan total nilai rata-rata untuk
> masing-masing tulisan bertema "MY LIFE" dan "ESKA DI MATA SAYA"**
>
> *"Hanya Janji Yang Tersisa"*
>
> * *
>
> *(Tema : My Life )*
>
>
>
> * *
>
> *76,25*
>
> *Teha Sugiyo*
>
> Diksi, pilihan kata dan istilah serta ejaannya masih sering kurang pas.
> Kekuatan kisah ini pada kepolosan penulisnya serta usahanya yang terus
> menerus untuk berlatih, sekalipun sekadar "curhat".
>
> *skor: 78***
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> *Dewi Cendika*
>
> Pemilihan kata yang beragam
>
> Sedikiiiiit kesalahan tata bahasa
>
> Tulisannya mengalir.
>
> Ada pesan moral.
>
> *Skor: 90*
>
> *Indarpati*
>
> Berdasarkan penilaian pesan moral, gaya bahasa, EYD, gagasan dan
> *novelty*(unsur kebaruan), secara rata-rata,
>
> *Skor: 69*
>
> *Sinta Nisfuana*
>
> Pesan moral belum sampai, karena penceritaan penulis yang
berputar-putar.
> Susunan kalimat kurang bagus
>
> *Skor: 68*
>
> * *
>
> *Jadwal pemilihan SK IDOL tetap pada jadwal semula terhitung 14
Juli 2008 -
> 21 Juli 2008 dengan cara: Mengirimkan dukungan berisi 1 nama SK IDOL
(dari 4
> finalis) via email (lebih bagus disertai alasan) ke email panitia di
> eskaidol@... (baca: eskaidol et gmail dot com).*
>
>
> Dengan demikian semoga semua menjadi berbesar hati dan maklum. Mohon
maaf
> sekali lagi. Dan keputusan ini mulai saat ini BENAR-BENAR berlaku
final dan
> tidak dapat diganggu gugat.
>
>
> Tabik,
>
>
> *Nursalam AR*
>
> *Panitia LIGA SK IDOL 2008 dan Ketua Umum SK Pusat periode 2007-2008*
>
>
>
> *DEWAN JURI LIGA LIGA SK IDOL 2008*
>
> *1. **Teha Sugiyo (editor, penulis kawakan dan trainer motivasi alumnus
> Dale Carnegie Center) *
>
> *2. **Dewi Cendika (penulis buku anak Islami terbaik versi
Islamic Book
> Fair 2008)***
>
> *3. **Indarpati (editor dan penulis lepas)***
>
> *4. **Sinta Nisfuana (editor lepas dan moderator milis SK)***
>
>
>
>
> --
> "Comfort home for all"
>
- 10b.
-
Re: [ralat] DAFTAR FINALIS LIGA SK IDOL 2008 -- mohon maaf sejuta ka
Posted by: "setyawan_abe" setyawan_abe@yahoo.com setyawan_abe
Mon Jul 14, 2008 2:52 am (PDT)
Yang sekarang ranking berubah lagi ya?
Mau minta maaf sejuta kali ? kagak ape...
Aku maafin kok...Kurang baik pegimane coba...?
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "Kabinet Eska"com
<kabinet.eska@...> wrote:
>
> *Ass.wr.wb.*
>
> *
> *
>
> *Salam sejahtera!*
>
> Sahabat SK, "*to err is human*", manusia adalah tempatnya salah dan
lupa.
> Dan, sebelumnya, saya pribadi sebagai penyelenggara pemilihan SK IDOL
2008
> dan Ketua SK Pusat 2007-2008 memohon maaf sebesar-besarnya kepada
Sahabat SK
> semua terutama para semifinalis SK Idol, dewan Juri (Pak Teha Sugiyo
dkk),
> Pak Sinang Bulawan sebagai Owner SK dan Ketua Dewan Penasihat Kabinet
Eska
> dan jajaran kabinet Eska bahwa *saya telah lupa dan salah melakukan
> penghitungan nilai para semifinalis SK IDOL (berdasarkan rekomendasi
nilai
> dari Dewan Juri) yang hasilnya saya posting pada tgl 13 Juli 2008.
> Semestinya seluruh nilai rata-rata perolehan semifinalis SK Idol,
dalam
> formulanya, dibagi 2 karena ada 2 tugas wajib yang harus diselesaikan
di
> babak semifinal (tahap 2) yakni menuliskan tema wajib: "ESKA DI MATA
SAYA"
> dan "MY LIFE". Dan ketentuan tersebut berlaku untuk semua semifinalis.
*Untuk
> itu, kendati harus mempertaruhkan kredibilitas saya sebagai Ketua SK
Pusat,
> maka untuk menegakkan asas keadilan dengan penuh kesadaran dan tanpa
tekanan
> agar semua Sahabat SK memperoleh kesejahteraan batin berupa kenyamanan
dan
> menikmati kompetisi yang indah di milis tercinta ini maka diputuskan,
> berdasarkan penghitungan ulang, bahwa:
>
> *1. Daftar Finalis Liga SK IDOL 2008 yang diposting tertanggal 13 Juli
2008
> dinyatakan DIANULIR dan TIDAK BERLAKU.*
>
> *2. Sebagai hasil penghitungan ulang yang sah, ditetapkan daftar baru
> finalis Liga SK IDOL tertanggal 14 Juli 2008 yang valid dan final
sbb:*
>
>
>
> *4 FINALIS LIGA SK IDOL 2008*
>
> * *
>
> *1. **NOVI** NINGSIH*
>
> *2. **LIA OCTAVIA*
>
> *3. **ASMA SEMBIRING*
>
> *4. **RETNADI NUR'AINI*
>
>
>
>
>
> *daftar perolehan nilai para semifinalis liga sk idol 2008*
>
> * *
>
> *No.*
>
> *nama*
>
> *total nilai rata-rata*
>
> 1.
>
> *NOVI** NINGSIH*
>
> *83*
>
> 2.
>
> *LIA OCTAVIA*
>
> *44,125*
>
> 3.
>
> *ASMA SEMBIRING*
>
> *42,625*
>
> 4.
>
> *RETNADI NUR'AINI*
>
> *42,375*
>
> 5.
>
> *JENNY JUSUF*
>
> *41,75*
>
> 6.
>
> *sismanto*
>
> *39,50*
>
> 7.
>
> *fiyan arjun*
>
> *38,125*
>
>
>
>
> *TABULASI PENILAIAN*
>
> * *
>
> *No.*
>
> *Nominator*
>
> *Judul Tulisan*
>
> *Total Nilai Rata-Rata*
>
> *Catatan*
>
> * *
>
> *1.*
>
> *Novi** Ningsih*
>
> *Total Nilai Rata-rata (mean)*
>
> *83*
>
> Formula: nilai rata-rata dari penjumlahan total nilai rata-rata untuk
> masing-masing tulisan bertema "MY LIFE" dan "ESKA DI MATA SAYA"
>
>
>
>
>
> *"Tak Akan Pernah Mati"*
>
> * *
>
> *(Tema : My Life)*
>
> 84,25
>
> *Teha Sugiyo*
>
> Kekuatan kisah yang bertema keluarga ini pada kesederhanaan gaya
ucapnya.
> Bahasa dan kisahnya mengalir lancar.
>
> *skor: 88***
>
> *Dewi Cendika*
>
> Tulisan dengan tiga episode kehidupan.
>
> Menyentuh.
>
> Tata bahasanya baik.
>
> *Skor: 93*
>
> *Indarpati*
>
> Berdasarkan penilaian pesan moral, gaya bahasa, EYD, gagasan dan
> *novelty*(unsur kebaruan), secara rata-rata,
>
> *Skor: 79*
>
> *Sinta Nisfuana*
>
> Penghayatan ceritanya dapet (terutama mulai masuk bagian: Januari
2004).
>
> *Skor: 77*
>
> *"Terus Belajar Pada Kehidupan"*
>
>
>
> *(Tema : Eska di Mata Saya )*
>
>
>
>
>
> 81,75
>
> *Teha Sugiyo*
>
> Curhat yang dikisahkan dengan mengalir lancar, ringan dan
menghibur.**
>
> *Skor: 80*
>
>
>
>
>
>
>
> *Dewi Cendika*
>
> Dituturkan dengan lancar dan ringan.
>
> Judulnya kurang nendang yaa, kurang bikin penasaran (:D)
>
> Tapi tulisannya menarik dan puisinyaaa okeeee deh!
>
> *Skor: 90*
>
> *Indarpati*
>
> Berdasarkan penilaian pesan moral, gaya bahasa, EYD, gagasan dan
> *novelty*(unsur kebaruan), secara rata-rata,
>
> *Skor: 78*
>
> *Sinta Nisfuana*
>
> Gaya bahasanya natural. Susunan kalimat kadang masih gak jelas. Ide
oke
> juga, menghubungkan sekolah nyata dan maya.
>
> *Skor: 79*
>
> *2.*
>
> *Lia Octavia*
>
> *Total Nilai Rata-rata (mean)*
>
>
>
> Catatan: Tidak menyerahkan tulisan bertema "ESKA DI MATA SAYA" sebagai
salah
> satu syarat wajib.
>
> *44,125*
>
> Formula: nilai rata-rata dari penjumlahan total nilai rata-rata untuk
> masing-masing tulisan bertema "MY LIFE" dan "ESKA DI MATA SAYA"**
>
>
>
> * *
>
> *"Kak, Kubawakan Bintang Dari Langit!"*
>
> * *
>
> *(Tema : My Life)*
>
> * *
>
> *88,25*
>
> *Teha Sugiyo*
>
> Tema sederhana yang diolah dengan luar biasa. Plot, jalinan cerita dan
> suspens diolah dengan baik. Unsur hiburannya menyentuh pembaca,
apalagi
> dengan ending yang manis.
>
> *Skor: 95***
>
> *Dewi Cendika*
>
> Tulisan yang menyentuh.
>
> Dituturkan dengan rapi dan tata bahasa yang baik.
>
> Sangat Mengalir.
>
> Ada kejutan yang membuat pembaca penasaran.
>
> *Skor: 96*
>
> *Indarpati*
>
> Berdasarkan penilaian pesan moral, gaya bahasa, EYD, gagasan dan
> *novelty*(unsur kebaruan), secara rata-rata,
> *Skor: 80*
>
> *Sinta Nisfuana*
>
> Pesan moral dapet. Penyampaian dan gaya bahasa rapi (teratur), tapi
> terkadang jadi terasa datar. Ide cerita menarik.
>
> *Skor: 82*
>
> *3.*
>
> *Asma Sembiring*
>
> *Total Nilai Rata-rata (mean)*
>
> * *
>
> Catatan: Tidak menyerahkan tulisan bertema "ESKA DI MATA SAYA" sebagai
salah
> satu syarat wajib.
>
> *42,625*
>
> Formula: nilai rata-rata dari penjumlahan total nilai rata-rata untuk
> masing-masing tulisan bertema "MY LIFE" dan "ESKA DI MATA SAYA"**
>
> *"Dunia Sunyi"*
>
> * *
>
> *(Tema : My Life )*
>
> * *
>
> *85,25*
>
> *Teha Sugiyo*
>
> Tema sederhana, teknik kilas baliknya bagus. Sayang kurang digarap
dengan
> sungguh-sungguh. Jika unsur "suasana" dalam kisah ini digali
(dieksplor)
> lebih dalam lagi, niscaya kisah ini akan lebih menarik.
>
> *Skor: 90***
>
> *Dewi Cendika*
>
> Tulisan yang keren, seperti membaca cerpen.
>
> Pemilihan kata yang bagus.
>
> Mengalir.
>
> Ada pesan moral.
>
> Cuma sedikkiiiiittt ajaaa kesalahan tata bahasanya.
>
> *Skor: 95*
>
> *Indarpati*
>
> Berdasarkan penilaian pesan moral, gaya bahasa, EYD, gagasan dan
> *novelty*(unsur kebaruan), secara rata-rata,
>
> *skor: 76*
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> *Sinta Nisfuana*
>
> Gagasan dan gaya bahasanya menarik, membuat pembaca berimajinasi dan
> berpikir. Tapi pesan moralnya kurang jelas (apa yang ingin disampaikan
sang
> penulis?)
>
> *Skor: 80*
>
> *4.*
>
> *Retnadi Nur'aini*
>
> *Total Nilai Rata-rata (mean)*
>
> * *
>
> Catatan: Tidak menyerahkan tulisan bertema "ESKA DI MATA SAYA" sebagai
salah
> satu syarat wajib.
>
>
>
> *42,375*
>
> Formula: nilai rata-rata dari penjumlahan total nilai rata-rata untuk
> masing-masing tulisan bertema "MY LIFE" dan "ESKA DI MATA SAYA"**
>
> *"Kisah Tentang Bidadari"*
>
> * *
>
> *(Tema : My Life)*
>
> * *
>
> *84,75*
>
> *Teha Sugiyo*
>
> Temanya sederhana, namun digarap dengan intens. Plot dan karakternya
bagus
> dan sangat kuat. Unsur hiburannya sangat menyentuh. Kekhasan kisah ini
> adalah melibatkan (emosi) pembacanya, sehingga kisah mengalir lancar
dan
> akrab.
>
> *Skor: 95***
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> *Dewi Cendika*
>
> Tulisannya mengalir dan menarik. Ada pesan moral.
>
> Ada sedikiiiiittt aja kesalahan tata bahasanya.
>
> *Skor: 93*
>
> *Indarpati*
>
> Berdasarkan penilaian pesan moral, gaya bahasa, EYD, gagasan dan
> *novelty*(unsur kebaruan), secara rata-rata,
>
> *skor: 75*
>
> *Sinta Nisfuana*
>
> Ide cerita *simple* dan gaya bahasanya seperti mengajak pembaca
ngobrol.
> Pesan moralnya dapet, walaupun terkadang diceritakan dengan kebanggaan
yang
> terlalu meluap (terasa kurang natural, dalam arti semua orang memiliki
sisi
> negatif dan positif termasuk sosok ibu)
>
> *Skor: 76*
>
> *5.*
>
> *Jenny Jusuf*
>
> *Total Nilai Rata-rata (mean)*
>
> * *
>
> Catatan: Tidak menyerahkan tulisan bertema "MY LIFE" sebagai salah
satu
> syarat wajib.
>
>
>
> *41,75*
>
> Formula: nilai rata-rata dari penjumlahan total nilai rata-rata untuk
> masing-masing tulisan bertema "MY LIFE" dan "ESKA DI MATA SAYA"**
>
>
>
> * *
>
> *"(Cuma) Seorang Tukang Curhat"*
>
> * *
>
> *(Tema : Eska di Mata Saya)*
>
> *83,50*
>
> *Teha Sugiyo*
>
> Kekuatan kisah ini pada kejujurannya. Kelancaran berkisah memang tidak
> diragukan. Analogi tentang kehidupan dan pembelajaran kurang digali
dengan
> intens, sehingga kisah ini tergelincir seperti judulnya.**
>
> *Skor: 85*
>
> *Dewi Cendika*
>
> Tata bahasa baik
>
> Ceritanya lepas dan ringan sehingga asyik dibaca.
>
> Pemilihan kata yang variatif.
>
> *Skor: 90*
>
> *Indarpati*
>
> Berdasarkan penilaian pesan moral, gaya bahasa, EYD, gagasan dan
> *novelty*(unsur kebaruan), secara rata-rata,
>
> *skor: 78*
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> *Sinta Nisfuana*
>
> Pengungkapan ceritanya menyenangkan (ngalir banget) dan gaya bahasa
seru.
>
> *Skor: 81*
>
> *6.*
>
> *Sismanto*
>
> *Total Nilai Rata-rata (mean)*
>
>
>
> Catatan: Tidak menyerahkan tulisan bertema "MY LIFE" sebagai salah
satu
> syarat wajib pada batas waktu yang ditetapkan (maksimal 7 Juli 2008).
>
> *39,50*
>
> Formula: nilai rata-rata dari penjumlahan total nilai rata-rata untuk
> masing-masing tulisan bertema "MY LIFE" dan "ESKA DI MATA SAYA"**
>
> *"Sekolah Kehidupan: Sebuah Testimoni"*
>
> * *
>
> *(Tema : Eska di Mata Saya )*
>
> * *
>
> *79*
>
> *Teha Sugiyo*
>
> Sebuah testimoni (kesaksian) yang bagus dan dikisahkan dengan lancar.
>
> *Skor: 80***
>
> *Dewi Cendika*
>
> Tulisannya terlalu singkat namun dituturkan dengan baik.
>
> Pemilihan kata yang variatif.
>
> Enak dibaca.
>
> *Skor: 89*
>
> *Indarpati*
>
> Berdasarkan penilaian pesan moral, gaya bahasa, EYD, gagasan dan
> *novelty*(unsur kebaruan), secara rata-rata,
>
> *Skor: 76*
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> *Sinta Nisfuana*
>
> Gaya penceritaan kurang nyaman, sepertinya penulis ingin bercerita
dengan
> santai tapi malah jadi agak kaku. Pesan moral dapet tapi gak mantep.
>
> *Skor: 71*
>
> *7.*
>
> *Fiyan Arjun*
>
> *Total Nilai Rata-rata (mean)*
>
>
>
> Catatan: Tidak menyerahkan tulisan bertema "ESKA DI MATA SAYA" sebagai
salah
> satu syarat wajib.
>
> *38,125 *
>
> * *
>
> Formula: nilai rata-rata dari penjumlahan total nilai rata-rata untuk
> masing-masing tulisan bertema "MY LIFE" dan "ESKA DI MATA SAYA"**
>
> *"Hanya Janji Yang Tersisa"*
>
> * *
>
> *(Tema : My Life )*
>
>
>
> * *
>
> *76,25*
>
> *Teha Sugiyo*
>
> Diksi, pilihan kata dan istilah serta ejaannya masih sering kurang
pas.
> Kekuatan kisah ini pada kepolosan penulisnya serta usahanya yang terus
> menerus untuk berlatih, sekalipun sekadar "curhat".
>
> *skor: 78***
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> *Dewi Cendika*
>
> Pemilihan kata yang beragam
>
> Sedikiiiiit kesalahan tata bahasa
>
> Tulisannya mengalir.
>
> Ada pesan moral.
>
> *Skor: 90*
>
> *Indarpati*
>
> Berdasarkan penilaian pesan moral, gaya bahasa, EYD, gagasan dan
> *novelty*(unsur kebaruan), secara rata-rata,
>
> *Skor: 69*
>
> *Sinta Nisfuana*
>
> Pesan moral belum sampai, karena penceritaan penulis yang
berputar-putar.
> Susunan kalimat kurang bagus
>
> *Skor: 68*
>
> * *
>
> *Jadwal pemilihan SK IDOL tetap pada jadwal semula terhitung 14 Juli
2008 -
> 21 Juli 2008 dengan cara: Mengirimkan dukungan berisi 1 nama SK IDOL
(dari 4
> finalis) via email (lebih bagus disertai alasan) ke email panitia di
> eskaidol@... (baca: eskaidol et gmail dot com).*
>
>
> Dengan demikian semoga semua menjadi berbesar hati dan maklum. Mohon
maaf
> sekali lagi. Dan keputusan ini mulai saat ini BENAR-BENAR berlaku
final dan
> tidak dapat diganggu gugat.
>
>
> Tabik,
>
>
> *Nursalam AR*
>
> *Panitia LIGA SK IDOL 2008 dan Ketua Umum SK Pusat periode 2007-2008*
>
>
>
> *DEWAN JURI LIGA LIGA SK IDOL 2008*
>
> *1. **Teha Sugiyo (editor, penulis kawakan dan trainer motivasi
alumnus
> Dale Carnegie Center) *
>
> *2. **Dewi Cendika (penulis buku anak Islami terbaik versi Islamic
Book
> Fair 2008)***
>
> *3. **Indarpati (editor dan penulis lepas)***
>
> *4. **Sinta Nisfuana (editor lepas dan moderator milis SK)***
>
>
>
>
> --
> "Comfort home for all"
>
- 11a.
-
Re: INILAH 4 FINALIS SK IDOL 2008! YUK, PILIH!
Posted by: "setyawan_abe" setyawan_abe@yahoo.com setyawan_abe
Mon Jul 14, 2008 2:47 am (PDT)
Lha trus yang ini pegimane deui...? Katanya, No urut sekaligus ranking,
katanya......
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "Kabinet Eska"com
<kabinet.eska@...> wrote:
>
> Ass.wr.wb.
>
> Salam sejahtera!
>
>
> Sahabat SK, berdasarkan karya para nominator tahap 2 Liga Eska Idol
2008
> yang secara SAH diterima (dalam artian: tidak melewati batas waktu
yakni 7
> Juli 2008 dan di-cc ke email: kabinet.eska@...) maka ada 8 tulisan
> dari 7 penulis. Dan hanya 1 nominator (Novi Ningsih) yang memenuhi
syarat
> pengiriman yakni menuliskan 2 tema wajib kompetisi ("Eska Di Mata
Saya" dan
> "My Life"). Dan ke-7 semifinalis tersebut adalah: Novi Ningsih, Lia
Octavia,
> Fiyan Arjun, Sismanto, Retnadi Nur'aini (Retno), Jenny Jusuf dan Asma
> Sembiring. Namun, perjuangan belum usai karena masih ada 1 saringan
lagi
> yakni penilaian dewan juri yang terdiri dari 4 orang terpilih untuk
memilih
> 4 finalis berdasarkan akumulasi nilai rata-rata atas tiap tulisan.
>
> Nah, berdasarkan akumulasi nilai rata-rata dari dewan juri yang
dilakukan
> sejak 8 Juli hingga 11 Juli didapatlah 4 kandidat berdasarkan ranking
nilai
> yang diperoleh. *Adapun 4 Finalis LIGA ESKA IDOL 2008 yang akan
Sahabat SK
> pilih melalui voting di yahoogroups sejak 14 Juli (hari Milad SK)
hingga 21
> Juli 2008 untuk mendapatkan 1 orang pemegang gelar SK IDOL 2008 adalah
sbb
> (nomor urut ranking sekaligus merupakan nomor urut finalis dalam
voting):**
> *
>
> * *
>
> *4 FINALIS SK IDOL 2008*
>
> * *
>
> *1. **Lia Octavia*
>
> *2. **Asma Sembiring*
>
> *3. **Retnadi Nur'aini*
>
> *4. **Jenny Jusuf*
>
>
>
>
>
> *Daftar Perolehan Nilai Para Semifinalis Liga SK Idol 2008*
>
>
>
> *No.*
>
> *nama*
>
> *total nilai rata-rata*
>
> 1.
>
> *lia octavia*
>
> *88,25*
>
> 2.
>
> *asma sembiring*
>
> *85,25*
>
> 3.
>
> *retnadi nur'aini*
>
> *84,75*
>
> 4.
>
> *jenny jusuf*
>
> *83,50*
>
> 5.
>
> *novi** ningsih*
>
> *83*
>
> 6.
>
> *sismanto*
>
> *79*
>
> 7.
>
> *fiyan arjun*
>
> *76,25*
>
>
>
>
>
> *TABULASI PENILAIAN*
>
>
>
> *No.*
>
> *Nominator*
>
> *Judul Tulisan*
>
> *Total Nilai Rata-Rata*
>
> *Catatan*
>
> * *
>
> 1.
>
> *Lia Octavia*
>
> *"Kak, Kubawakan Bintang Dari Langit!"*
>
> * *
>
> *(Tema : My Life)*
>
> *88,25*
>
> *Teha Sugiyo*
>
> Tema sederhana yang diolah dengan luar biasa. Plot, jalinan cerita dan
> suspens diolah dengan baik. Unsur hiburannya menyentuh pembaca,
apalagi
> dengan ending yang manis.
>
> *Skor: 95***
>
> *Dewi Cendika*
>
> Tulisan yang menyentuh.
>
> Dituturkan dengan rapi dan tata bahasa yang baik.
>
> Sangat Mengalir.
>
> Ada kejutan yang membuat pembaca penasaran.
>
> *Skor: 96*
>
> *Indarpati*
>
> Berdasarkan penilaian pesan moral, gaya bahasa, EYD, gagasan dan
> *novelty*(unsur kebaruan), secara rata-rata,
> *Skor: 80*
>
> *Sinta Nisfuana*
>
> Pesan moral dapet. Penyampaian dan gaya bahasa rapi (teratur), tapi
> terkadang jadi terasa datar. Ide cerita menarik.
>
> *Skor: 82*
>
> *2.*
>
> *Asma Sembiring*
>
> *"Dunia Sunyi"*
>
> * *
>
> *(Tema : My Life )*
>
> *85,25*
>
> *Teha Sugiyo*
>
> Tema sederhana, teknik kilas baliknya bagus. Sayang kurang digarap
dengan
> sungguh-sungguh. Jika unsur "suasana" dalam kisah ini digali
(dieksplor)
> lebih dalam lagi, niscaya kisah ini akan lebih menarik.
>
> *Skor: 90*
>
> *Dewi Cendika*
>
> Tulisan yang keren, seperti membaca cerpen.
>
> Pemilihan kata yang bagus.
>
> Mengalir.
>
> Ada pesan moral.
>
> Cuma sedikkiiiiittt ajaaa kesalahan tata bahasanya.
>
> *Skor: 95*
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> *Indarpati*
>
> Berdasarkan penilaian pesan moral, gaya bahasa, EYD, gagasan dan
> *novelty*(unsur kebaruan), secara rata-rata,
>
> *skor: 76*
>
> *Sinta Nisfuana*
>
> Gagasan dan gaya bahasanya menarik, membuat pembaca berimajinasi dan
> berpikir. Tapi pesan moralnya kurang jelas (apa yang ingin disampaikan
sang
> penulis?)
>
> *Skor: 80*
>
> 3.
>
> *Retnadi Nur'aini*
>
> *"Kisah Tentang Bidadari"*
>
> * *
>
> *(Tema : My Life)*
>
> *84,75*
>
> *Teha Sugiyo*
>
> Temanya sederhana, namun digarap dengan intens. Plot dan karakternya
bagus
> dan sangat kuat. Unsur hiburannya sangat menyentuh. Kekhasan kisah ini
> adalah melibatkan (emosi) pembacanya, sehingga kisah mengalir lancar
dan
> akrab.
>
> *Skor: 95***
>
> *Dewi Cendika*
>
> Tulisannya mengalir dan menarik. Ada pesan moral.
>
> Ada sedikiiiiittt aja kesalahan tata bahasanya.
>
> *Skor: 93*
>
> *Indarpati*
>
> Berdasarkan penilaian pesan moral, gaya bahasa, EYD, gagasan dan
> *novelty*(unsur kebaruan), secara rata-rata,
>
> *skor: 75*
>
> *Sinta Nisfuana*
>
> Ide cerita *simple* dan gaya bahasanya seperti mengajak pembaca
ngobrol.
> Pesan moralnya dapet, walaupun terkadang diceritakan dengan kebanggaan
yang
> terlalu meluap (terasa kurang natural, dalam arti semua orang memiliki
sisi
> negatif dan positif termasuk sosok ibu)
>
> *Skor: 76*
>
> 4.
>
> *Jenny Jusuf*
>
> *"(Cuma) Seorang Tukang Curhat"*
>
> * *
>
> *(Tema : Eska di Mata Saya)*
>
> *83,50*
>
> *Teha Sugiyo*
>
> Kekuatan kisah ini pada kejujurannya. Kelancaran berkisah memang tidak
> diragukan. Analogi tentang kehidupan dan pembelajaran kurang digali
dengan
> intens, sehingga kisah ini tergelincir seperti judulnya.**
>
> *Skor: 85*
>
> *Dewi Cendika*
>
> Tata bahasa baik
>
> Ceritanya lepas dan ringan sehingga asyik dibaca.
>
> Pemilihan kata yang variatif.
>
> *Skor: 90*
>
> *Indarpati*
>
> Berdasarkan penilaian pesan moral, gaya bahasa, EYD, gagasan dan
> *novelty*(unsur kebaruan), secara rata-rata,
>
> *skor: 78*
>
> *Sinta Nisfuana*
>
> Pengungkapan ceritanya menyenangkan (ngalir banget) dan gaya bahasa
seru.
>
> *Skor: 81*
>
> *5.*
>
> *Novi** Ningsih*
>
> *Nilai rata-rata (mean)*
>
> *83*
>
> Formula: nilai rata-rata dari penjumlahan total nilai rata-rata untuk
> masing-masing tulisan ("Tak Akan Pernah Mati" dan "Terus Belajar Pada
> Kehidupan")
>
>
>
>
>
> *"Tak Akan Pernah Mati"*
>
> * *
>
> *(Tema : My Life)*
>
> 84,25
>
> *Teha Sugiyo*
>
> Kekuatan kisah yang bertema keluarga ini pada kesederhanaan gaya
ucapnya.
> Bahasa dan kisahnya mengalir lancar.
>
> *skor: 88***
>
> *Dewi Cendika*
>
> Tulisan dengan tiga episode kehidupan.
>
> Menyentuh.
>
> Tata bahasanya baik.
>
> *Skor: 93*
>
> *Indarpati*
>
> Berdasarkan penilaian pesan moral, gaya bahasa, EYD, gagasan dan
> *novelty*(unsur kebaruan), secara rata-rata,
>
> *Skor: 79*
>
> *Sinta Nisfuana*
>
> Penghayatan ceritanya dapet (terutama mulai masuk bagian: Januari
2004).
>
> *Skor: 77*
>
>
>
> *"Terus Belajar Pada Kehidupan"*
>
>
>
> *(Tema : Eska di Mata Saya )*
>
>
>
>
>
> 81,75
>
> *Teha Sugiyo*
>
> Curhat yang dikisahkan dengan mengalir lancar, ringan dan
menghibur.**
>
> *Skor: 80*
>
> *Dewi Cendika*
>
> Dituturkan dengan lancar dan ringan.
>
> Judulnya kurang nendang yaa, kurang bikin penasaran (:D)
>
> Tapi tulisannya menarik dan puisinyaaa okeeee deh!
>
> *Skor: 90*
>
> *Indarpati*
>
> Berdasarkan penilaian pesan moral, gaya bahasa, EYD, gagasan dan
> *novelty*(unsur kebaruan), secara rata-rata,
>
> *Skor: 78*
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> *Sinta Nisfuana*
>
> Gaya bahasanya natural. Susunan kalimat kadang masih gak jelas. Ide
oke
> juga, menghubungkan sekolah nyata dan maya.
>
> *Skor: 79*
>
> *6.*
>
> *Sismanto*
>
> *"Sekolah Kehidupan: Sebuah Testimoni"*
>
> * *
>
> *(Tema : Eska di Mata Saya )*
>
> *79*
>
> *Teha Sugiyo*
>
> Sebuah testimoni (kesaksian) yang bagus dan dikisahkan dengan lancar.
>
> *Skor: 80***
>
> *Dewi Cendika*
>
> Tulisannya terlalu singkat namun dituturkan dengan baik.
>
> Pemilihan kata yang variatif.
>
> Enak dibaca.
>
> *Skor: 89*
>
> *Indarpati*
>
> Berdasarkan penilaian pesan moral, gaya bahasa, EYD, gagasan dan
> *novelty*(unsur kebaruan), secara rata-rata,
>
> *Skor: 76*
>
> *Sinta Nisfuana*
>
> Gaya penceritaan kurang nyaman, sepertinya penulis ingin bercerita
dengan
> santai tapi malah jadi agak kaku. Pesan moral dapet tapi gak mantep.
>
> *Skor: 71*
>
> *7.*
>
> *Fiyan Arjun*
>
> *"Hanya Janji Yang Tersisa"*
>
> * *
>
> *(Tema : My Life )*
>
> *76,25*
>
> *Teha Sugiyo*
>
> Diksi, pilihan kata dan istilah serta ejaannya masih sering kurang
pas.
> Kekuatan kisah ini pada kepolosan penulisnya serta usahanya yang terus
> menerus untuk berlatih, sekalipun sekadar "curhat".
>
> *skor: 78***
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> *Dewi Cendika*
>
> Pemilihan kata yang beragam
>
> Sedikiiiiit kesalahan tata bahasa
>
> Tulisannya mengalir.
>
> Ada pesan moral.
>
> *Skor: 90*
>
> *Indarpati*
>
> Berdasarkan penilaian pesan moral, gaya bahasa, EYD, gagasan dan
> *novelty*(unsur kebaruan), secara rata-rata,
>
> *Skor: 69*
>
> *Sinta Nisfuana*
>
> Pesan moral belum sampai, karena penceritaan penulis yang
berputar-putar.
> Susunan kalimat kurang bagus
>
> *Skor: 68*
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> *DEWAN JURI LIGA SK IDOL 2008*
>
> 1. *Teha Sugiyo (editor, penulis kawakan dan trainer motivasi
alumnus Dale
> Carnegie Center) *
>
> 2. *Dewi Cendika (penulis buku anak Islami terbaik versi Islamic
Book
> Fair 2008)***
>
> 3. *Indarpati (editor dan penulis lepas)***
>
> 4. *Sinta Nisfuana (editor lepas dan moderator milis SK)***
>
>
>
> Demikian agar menjadi maklum. Dan keputusan panitia dan dewan juri
bersifat
> final dan tidak dapat diganggu gugat.
>
>
> Terima kasih atas partisipasi Sahabat semua. Dan kami tunggu voting
Anda!
>
>
> Mari berlomba, mari berbagi, mari memberi dan mari berbahagia!
>
> DIRGAHAYU ESKA (14 JULI 2008)!
>
> Tabik,
>
>
> Nursalam AR
>
> Ketua Umum Eska Pusat 2007-2008
>
> --
> "Comfort home for all"
>
- 12.
-
(Cerpen) Mencari Bahagia
Posted by: "Jenny Jusuf" j3nnyjusuf@yahoo.com j3nnyjusuf
Mon Jul 14, 2008 4:12 am (PDT)
Ahh.. setelah sekian lama, saya baru menulis cerpen lagi, yang samasekali
bukan chicklit, apalagi teenlit ;-) Semoga cerpen ini bisa mendatangkan
inspirasi. Ditunggu komentar, kritik dan masukannya yaa.. ;-)
- JJ -
Mencari Bahagia
Di kaki gunung, tersembunyi dari hiruk-pikuk kota, hidup seorang pemuda
yang kerjanya menebang pohon untuk dijadikan kayu api dan dijual di pasar.
Pekerjaan itu sudah ia lakukan selama belasan tahun, nyaris seumur hidupnya.
Ketika ia kecil, belum bisa melangkah apalagi bicara, setiap hari
orangtuanya menjunjungnya dalam jarit dan membawanya ke pasar. Di sanalah,
untuk pertama kalinya, bocah itu mengenal dunia. Dunia yang lebih luas dari
sepetak pekarangan sempit yang ditumbuhi ketela dan rumah kayu yang sederhana.
Pasar adalah tempatnya bertumbuh. Setiap hari, setiap jam, bocah itu
memperhatikan tingkah laku orang-orang yang lalu-lalang; bertransaksi, sekadar
melihat-lihat, sampai berkelahi.
Pasar becek yang kadang menguarkan bau amis itu telah menjadi dunianya
selama bertahun-tahun. Ketika orangtuanya meninggal, ia melanjutkan berjualan
kayu di tempat yang sama, di pojok yang sama, selama bertahun-tahun.
Ia jauh lebih suka berada di pasar, karena pasar selalu dipenuhi
orang-orang yang beraneka ragam, dengan berbagai perangai unik yang memancing
rasa ingin tahunya.
Sering, sambil menunggui dagangannya, sang pemuda mengamati keadaan
sekitar, berharap menemukan sesuatu yang lain dari biasanya -- sesuatu yang
menantang indera dan intuisinya.
Ia suka mengamati ibu-ibu bersanggul yang menenteng tas yang tampak mahal,
diikuti babunya yang tergopoh-gopoh berusaha mengimbangi kecepatan jalan sang
majikan. Mereka tampak kontras di antara pengunjung pasar yang rata-rata
berpakaian seadanya dan bersandal lusuh. Sesekali, wanita itu berbicara kepada
si babu dengan nada cepat sambil menunjuk sesuatu, dan babu itu akan segera
memilih satu dari tumpukan barang yang ditunjuk yang kualitasnya paling baik,
paling besar, paling bagus- dan memasukkannya ke keranjang belanja. Sang Nyonya
akan membayar tanpa menawar lebih dahulu.
Si pemuda mengamati semua itu tanpa bersuara. Mungkin memang tak ada
gunanya nyonya besar itu menawar. Tas yang dijinjingnya tampak lebih mahal dari
semua dagangan di pasar ini dijadikan satu.
Ketika si Nyonya dan babunya
berlalu, pemuda itu berpikir,"Bagaimana rasanya memiliki banyak uang?
Apa rasanya bisa membeli sesuatu tanpa menawar? Bagaimana rasanya punya babu
yang bisa diperintah sesuka hati?"
Menjelang gelap, saat pedagang-pedagang lain membereskan jualan, pemuda itu
bersembunyi di pojokan pasar -- di tempat yang agak sepi dan jarang dilalui
orang. Kayu-kayu dagangannya telah terikat rapi dan disembunyikan di tempat yang
aman, siap diangkut kapanpun.
Ia tak perlu menunggu lama. Seorang pedagang kain yang berjalan kaki sambil
bersiul-siul menghitung uang melintas di depannya. Dengan cepat ia menarik penutup
wajah yang tersampir di kepala, menutupi seluruh mukanya kecuali hidung, dan
merampas dompet kulit di genggaman si pedagang.
Pedagang yang kaget itu berteriak, namun si pemuda lebih cepat dari
siapapun. Ia berlari berbelok-belok, memasuki gang-gang sempit secepat kilat,
mengecoh para pengejar. Ia masuk ke dalam tempat sampah besar dari semen,
mengayunkan penutupnya yang terbuat dari besi berkarat, dan bersembunyi di
sana, mendengarkan suara para pengejarnya memudar di kejauhan, semakin mengecil
ketika mereka memutuskan untuk berpencar ke arah yang berbeda-beda, dan
akhirnya lenyap sama sekali.
Ketika hari telah benar-benar gelap, ia keluar, kembali ke pasar untuk
mengambil kayu-kayunya, dan berjalan pulang. Sesampainya di pondok, ia melempar
gelondongan kayu ke sudut. Ia tak akan membutuhkannya dalam waktu dekat. Uang
yang diperolehnya cukup untuk bertahan hidup selama sebulan, jika ia berhemat.
Seminggu, jika ia berleha-leha dan membelanjakannya sesuka hati.
Pemuda itu memilih yang kedua. Dengan saku penuh uang, ia berjalan ke rumah
makan terdekat, memesan makanan termahal yang bisa diperolehnya dan melahap
semuanya hingga kekenyangan. Lalu ia pergi ke rumah pedagang kain, membeli
beberapa meter satin dan mengunjungi penjahit terkemuka di seberang jalan,
memesan 3 potong pakaian dengan kualitas yang jauh lebih baik dari yang pernah
dikenakannya seumur hidup. Belum cukup puas dengan semuanya, ia pergi ke sudut
jalan yang lain, daerah kumuh tempat anak-anak gelandangan, dan memanggil
seorang anak yang kelihatan agak bodoh.
"Jadilah pelayanku selama seminggu," katanya. "Pijat kakiku, ambilkan air
dari sungai untuk mandiku, cuci pakaian-pakaianku, siangi pekaranganku,
masakkan nasi dan lauk untukku, dan tebanglah kayu bagiku," ia memperlihatkan
gulungan uang kepada si anak, yang segera menyambarnya tanpa bertanya
sedikitpun.
Malam itu, untuk pertama kalinya, si pemuda menikmati kehidupan bak seorang
raja. Ia menghambur-hamburkan air mandi (merasa tak perlu berhemat karena bukan
ia yang susah-payah mengangkutnya dari sungai), makan sayuran segar yang
dipetik dan dimasakkan si anak untuknya, serta tertidur sambil merasakan
pijatan nyaman di kakinya.
Hari demi hari berlalu. Uang di sakunya mulai menipis. Si pemuda menyadari
kehidupan mewahnya akan segera berakhir. Ia ingin merampas lagi, namun
diurungkannya. Meskipun bisa mendatangkan uang dengan cepat dan mudah, setiap
malam tidurnya diganggui ketakutan dan mimpi buruk. Ia selalu bangun dengan
rasa bersalah, kepada dirinya sendiri dan kepada orangtuanya yang selalu
mengajarnya untuk berlaku jujur.
"Aku tak akan melakukan hal itu lagi," gumamnya pada hari ketujuh, ketika
uang di sakunya tinggal selembar. Ia menyodorkan uang itu kepada si anak yang
baru selesai mengikat kayu. "Ambillah, dan pergilah. Aku tak memerlukanmu
lagi." Setelah itu, ia memanggul gelondongan-gelondongan kayu dan berjalan ke
pasar, mendirikan tenda jualannya, dan kembali pada aktivitas rutinnya:
berdagang sambil memperhatikan orang-orang di sekitarnya.
Suatu hari, datanglah seorang tukang cukur ke pasar itu. Ia menyewa sebuah
los kecil tidak jauh dari tempat berjualan si pemuda dan memasang papan
bertuliskan: CUKUR RAPI, TUA-MUDA SEPULUH SEN.
Tertarik melihat harga yang diajukan, beberapa orang menghampiri los itu.
Terdorong penasaran, si pemuda ikut mendekat. Ia tak mau memotong rambut, hanya
ingin melihat seperti apa di dalam.
Si tukang cukur ternyata sangat piawai bicara. Sambil menggunting rambut,
ia terus mengajak pelanggannya mengobrol, menceritakan kisah-kisah lucu dan
bersenda gurau. Hasil pekerjaannya juga bagus. Setiap orang yang keluar dari
los itu merasa puas dan berjanji pada diri sendiri akan kembali ke situ.
Apabila tidak memotong rambut, mereka bercerita tentang si tukang cukur kepada
orang-orang lain. Dalam sekejap, si tukang cukur kebanjiran pelanggan. Losnya
tak pernah sepi pengunjung.
Si pemuda memperhatikan bagaimana laki-laki berperawakan kecil yang agak
bungkuk itu selalu tertawa. Wajahnya tak pernah sepi dari senyum. Ia ramah, tak
segan mengobrol dengan siapa saja (bahkan anak kecil sekalipun), dan tampak
sangat menikmati pekerjaannya. Itulah yang memunculkan senyum di wajahnya,
setiap hari, setiap menit.
Pemuda itu mulai berpikir, alangkah enaknya jadi tukang cukur. Uangnya
mungkin tak seberapa karena ia tak memasang tarif mahal, namun ia tampak
bahagia. Tukang cukur sederhana itu menularkan kegembiraan pada orang-orang dan
ia disayangi pelanggan-pelanggannya. Mencukur juga pekerjaan yang mengasyikkan.
Bunyi kres-kres yang terdengar setiap kali gunting digerakkan menggelitik
telinga, dan para pelanggan selalu tersenyum puas setiap habis dicukur.
Maka si pemuda meninggalkan pondoknya di kaki gunung, pindah ke kota,
menguras pundi-pundinya dan menukarkan isinya yang tak seberapa dengan sewa los
selama setahun, persis di seberang los si tukang cukur. Ia memasang papan:
PANGKAS RAPI, TUA-MUDA DELAPAN SEN. Ia akan sangat merugi dengan ongkos semurah
itu, namun ia tak keberatan apabila hasilnya sebanding dengan pengorbanannya,
karena yang dicarinya kini bukan keuntungan, melainkan kebahagiaan. Ia
menginginkan senyuman yang dimiliki si tukang cukur.
Tertarik dengan harga yang diajukan, pengunjung pasar berduyun-duyun
menghampiri losnya. Mereka duduk dan menunggu gunting cukurnya bekerja, dan
mereka menantikan cerita-cerita yang akan dibawakannya. Namun si pemuda tak
pandai bercerita. Sehari-hari, ia hanya pedagang yang lebih banyak diam kecuali
untuk bertransaksi, dan ia tak punya lelucon-lelucon memikat untuk dikisahkan.
Ia juga bukan sosok berkepribadian menarik yang pintar bicara. Maka, ia
mengerjakan tugasnya dalam diam. Selesai dipangkas, seorang laki-laki memandang
cermin, berpaling ke arahnya dan berkata, "Kau tak bisa mencukur dengan baik,
dan selera humormu payah."
Si pemuda terdiam, hatinya mencelos. Seharian itu ia tak sanggup tersenyum.
Pikirannya sering mengembara ke uang tabungan yang dikumpulkan selama
bertahun-tahun dan terbuang sia-sia di los sempit itu. Di penghujung hari, tamu
terakhirnya, seorang anak kecil dengan rambut ikal yang manis, menangis
meraung-raung ketika melihat wajahnya.
Hari-hari berikutnya ternyata lebih buruk dari yang diduganya. Orang-orang
kecewa dan menyebarkan berita buruk mengenai salon baru yang murah namun tidak
memuaskan. Mereka kembali ke los tukang cukur lama, sekadar untuk
bercakap-cakap dan mendengarkan cerita-ceritanya. Mereka tertawa, si tukang
cukur tertawa, namun sebaris senyum pun tak tampak di wajah si pemuda.
Kebahagiaan yang dinantikannya tak kunjung tiba. Senyum yang
ditunggu-tunggunya tak sudi mampir di wajahnya, walau hanya sesaat. Makin lama,
losnya semakin sepi. Dari dalam ia bisa mendengar obrolan-obrolan riang di los
seberang, dan hatinya kian merana. Ia patah arang.
Suatu siang, ketika ia sedang duduk menyesali nasib, seorang gadis mengetuk
pintu los. Spontan, ia berdiri dan menepis debu di pakaiannya, memasang senyum
terbaik yang bisa diusahakannya, dan bersiap-siap memotong rambut si gadis yang
panjang sebahu.
Gadis itu duduk dan membuka pembicaraan. Sementara gunting bekerja, mereka
terlibat dalam percakapan yang menyenangkan. Si gadis sangat suka berceloteh
dan perkataannya segar menggembirakan. Ia juga memiliki selera humor yang baik.
Untuk pertama kalinya setelah berbulan-bulan, si pemuda tertawa lepas dan
merasa bahagia.
Sepeninggal gadis itu, ia merasa jauh lebih baik. Senyum terus tersungging
di bibirnya hingga malam tiba dan ia terlelap. Gadis itu telah membawakan
senyuman yang dinanti-nantinya.
Dua hari kemudian, si gadis datang lagi, kali ini membawa seorang bocah
laki-laki. Keponakannya. Sementara gunting bekerja, mereka kembali terlibat
dalam percakapan yang menyenangkan. Tahulah si pemuda bahwa gadis itu baru
pindah ke sana, dan ia memiliki dua keponakan yang lucu-lucu. Ia juga tahu
bahwa si gadis sangat menyukai langit senja, pelangi dan aroma tanah menjelang
hujan. Yang terpenting, kini ia tahu, gadis itu bisa memberikan apa yang
dicarinya selama ini: kebahagiaan.
Mereka semakin sering bertemu. Terkadang si gadis mampir ke losnya hanya
untuk bercakap-cakap. Bila los sedang sepi pengunjung, si pemuda akan
menutupnya dan pergi ke rumah si gadis, untuk sekadar melewatkan senja dan
mendengarkan jangkrik bernyanyi. Semakin lama, hati pemuda itu semakin dipenuhi
perasaan aneh yang tak bisa dijelaskannya. Perasaan itu demikian kuat dan tak bisa
digambarkan dengan kata apapun, kecuali cinta.
Ia jatuh cinta.
Malam-malamnya mulai diisi mimpi indah tentang seorang gadis yang membawakan
senyuman baginya. Hari-hari sepinya mulai diisi dengan khayalan tentang gadis
yang suara renyahnya menularkan gelak tawa. Lamunan-lamunannya mulai diisi
dengan wajah manis yang senantiasa berbinar, yang mengajarinya bergurau dan
bercerita.
Suatu hari, pada senja yang indah setelah hujan, ketika matahari mulai
menghilang di ufuk, si pemuda mengutarakan isi hatinya kepada sang gadis. Ia
jatuh cinta, dan berharap sang gadis bersedia menyambut cintanya.
Gadis itu menatapnya dengan mata bulat berbinar. "Kenapa?"
"Karena engkau bisa memberikan kebahagiaan untukku." Si pemuda menjawab
sambil mengulurkan setangkai mawar. "Dan aku ingin kebahagiaan itu kekal
adanya, maka aku memintamu menjadi milikku selamanya."
Tanpa disangka, binar gembira di wajah si gadis meredup. Sedikit.
"Hanya itu? Karena aku bisa membuatmu bahagia?"
Pemuda itu mengangguk. Ia meraih tangan si gadis, mengecupnya lembut.
"Karena engkau bisa membuatku bahagia. Engkau telah membawakan senyuman yang
telah lama kucari."
Si gadis menarik tangannya. Belum habis rasa terkejutnya, si pemuda menatap
pujaannya dan menemukan kaca di mata gadis itu.
Ia terperanjat. Kenapa ia menangis?
Apa salahnya?
"Kau tidak mencintaiku. Kau hanya mencintai dirimu sendiri."
Sebelum si pemuda sempat memahami maksud perkataan itu, sang gadis telah
beranjak pergi.
Pemuda itu pulang dengan bingung dan sengsara. Ia merasa jauh lebih merana
dari yang sudah-sudah. Untuk sebuah alasan yang tidak dipahaminya, gadis
pujaannya telah menolak cintanya. Kini ia hancur berkeping-keping. Rusak dan
takkan dapat diperbaiki. Hidupnya sudah berakhir.
Ia duduk di depan losnya, termangu. Mawarnya sudah lama dibuang, dan ia
sedang memikirkan cara terbaik untuk mengakhiri hidupnya. Ia sedang
menimbang-nimbang, hendak menggantung diri atau menusukkan belati ke lehernya,
tatkala si tukang cukur beranjak mendekatinya dan duduk di sebelahnya.
Si pemuda tak menyadari kehadiran tukang cukur itu, sampai ia merasakan
tepukan ringan di pundaknya. Si tukang cukur menatapnya sambil tersenyum,
dengan binar yang tak pernah lepas dari wajahnya.
"Aku tak mengerti." cetus si pemuda. Dan kata-kata berhamburan dari
mulutnya. Kegalauan dan kepahitan hatinya tumpah ruah. Si tukang cukur hanya
diam dan mendengarkan.
"Aku hanya mencari bahagia," bisik pemuda itu. "Mengapa begitu sulit?"
Si tukang cukur merenung sejenak, lalu tersenyum arif. "Mungkin kau tak
perlu mencarinya, Nak. Mungkin kau hanya perlu berdamai dengan dirimu sendiri."
Pemuda itu menatap si tukang cukur, keningnya berkerut bingung. "Apa
maksudmu? Aku tidak bermusuhan dengan siapapun."
"Kau tidak bermusuhan dengan siapapun," si tukang cukur mengulangi. "Kau
hanya perlu menerima dirimu sendiri, apa adanya, tanpa syarat."
"Aku tidak mengerti," gumam si pemuda, kini tampak lelah. Selain patah hati
dan sengsara, apakah ia juga telah menjadi dungu? "Aku hanya ingin bahagia. Di
mana salahnya?"
Lagi-lagi si tukang cukur tersenyum bijak. "Tak ada yang salah, Nak. Engkau
hanya menganggapnya sebagai kesalahan, karena yang terjadi tidak sejalan dengan
keinginanmu. Bila bahagia yang kau inginkan, engkau hanya perlu berhenti
bertanya apa yang salah."
Pemuda itu terdiam. "Namun hidupku tidak sempurna," ucapnya perlahan,
teringat pada kegagalan dan perbuatan buruknya di waktu lampau. "Aku bukan orang
yang cukup baik."
"Engkau tidak perlu menjadi sempurna untuk bahagia, Nak, karena hidup ini
indah apa adanya."
Si pemuda mengangkat muka dan menemukan lengkungan lembut di wajah si
tukang cukur, yang tiba-tiba kelihatan begitu bijaksana dan berhikmat.
Tukang cukur itu pamit pulang, dan si pemuda tetap duduk di depan losnya
hingga lewat tengah malam. Ia memikirkan segala sesuatu, apa yang telah terjadi
di masa lalu, apa yang baru saja dialaminya, dan nasehat-nasehat si tukang
cukur. Mendadak, ia tidak ingin mengakhiri hidupnya lagi.
----
Tiga purnama berselang, saat sang gadis menyirami tanaman di kebun
mungilnya, pemuda itu menghampirinya. Kali ini tanpa membawa apa-apa. Hanya
sebuah garis lengkung di wajahnya yang berbinar.
Si gadis menatapnya tanpa bergeming.
"Aku tak lagi mencari bahagia," ucap si pemuda. "Aku telah bersua dengan
damai, dan aku tak membutuhkan apapun lagi untuk bisa tersenyum."
"Hidupku tak sempurna," ia berkata lebih lanjut, "namun aku mencintainya
apa adanya. Dan aku tahu, bersamamu, hidupku akan menjadi utuh; begitu pula
dirimu. Maukah engkau menjadi sempurna bersamaku?"
Gadis itu tersenyum. Senyuman termanis yang pernah tampak di wajahnya. Dan
kali ini, si pemuda tahu, ia benar-benar
tak butuh apapun lagi untuk menjadi bahagia.
ROCK Your Life! - Jenny Jusuf - http://jennyjusuf.blogspot. com
- 13.
-
Lesson Of Life (2) - TAMAT...?
Posted by: "setyawan_abe" setyawan_abe@yahoo.com setyawan_abe
Mon Jul 14, 2008 4:15 am (PDT)
SIAPA BILANG MENGGUGAT KEHIDUPAN...?
Tidakkah kita merasakan bahwa hidup terbentang penuh liku? Setiap insan
pasti memeliki rasa dan cara memahami yang berbeda, ada yang dengan
senang hati menerimanya dan ada pula yang putus asa.
Dan liku-liku itulah yang seharusnya kita lihat, rasakan, pelajari, dan
lakukan yang terbaik yang mampu kita lakukan.
Sebuah prinsip mengatakan " Tidak ada asap kalau tidak ada api "
sebuah kiasan kuat bahwa di dunia ini telah berlaku dan ada " HUKUM
ALAM DAN KONSEKUENSINYA "atau yang sering di sebut sebagai "
HUKUM SEBAB-AKIBAT "
Kalau kita melihat sebuah akibat, seharusnya kita melihat /flashback
kebelakang apakah sebab dari semua permasalahan tersebut, begitu juga
sebaliknya saat kita merencanakan sesuatu kedepan, kita harus bertanya
apakah sebab tersebut akan mengakibatkan sesuatu yang fatal atau
kesuksesan.
Dengan mampu mencerna hukum sebab-akibat alam seharusnya kita dibentengi
filosopi-filosopi kuat dalam meniti kehidupan yang penuh arti, tidak
menyesal apa yang telah dilakukan dan selalu memupuk spirit jiwa dan
raga dengan " Beautiful Mind "
Dan tidak salah bahwa hidup penuh arti dan filosopi, berikut beberapa
arti penting kehidupan yang turut membantu dan membimbing diri kita
dalam memahami, merasakan, melakukan dan menjadi rasa introspeksi
HIDUP adalah ANUGERAH, sehingga cobalah untuk menerima dengan lapang
dada dan senang hati meski hidup terkadang pelik dan sulit.
HIDUP adalah TANTANGAN " Adventuring and Exploring ", hadapilah
semampu yang anda mampu lakukan dan pecahkan, jika tidak mampu
menghadapi mintalah bantuan kepada yang mau dan mampu memecahkan
permasalahan anda.
HIDUP dapat dikatakan sebagai PENDERITAAN ( lihatlah dalam konteks arti
positif) sehingga cobalah untuk mengatasi sedini mungkin, jangan biarkan
permasalahan berlarut-larut, pecahkanlah saat sebuah problema masih
mudah diatasi.
" Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit " dengan cara ini
akan membantu dan mempermudah bagaimana merasakan tidak adanya beban
berat yang menimpa.
HIDUP adalah PERTANDINGAN, layaknya pertarungan setiap pihak ingin
memenangkan, namun gunakan cara dan taktik yang fleksibel, relefan dan
fair dalam memenangkannya. Saat anda telah memenangkan, baik diri anda
maupun pihak yang kalah akan dapat menerima, tidak ada iri, dengki dan
benci bahkan mereka dapat memahami jika " KEMENANGAN ditanganmu
adalah hak dan kerja keras atas perjuangan anda sendiri "
HIDUP adalah KEWAJIBAN, anggap dan rasakan kenapa anda pernah dilahirkan
kedunia ini, dan dengan sendirinya tubuh anda mampu beradaptasi dengan
alam, rasakan hal-hal kecil namun essential dalam perjalanan hidup,
kenapa anda mampu mengoperasikan indra ke-5, melihat; mendengar;
menghirup; merasakan dan menyentuh.
Dan indra ke-6 yang berhubungan dengan perasaan dan sensitifitas jika
anda sudah dapat memahaminya. Sadar kenapa orang tua, saudara-saudara,
orang-orang di sekitar kita dan alam turut berperan penting dalam
perkembangan hidup ini, semua adalah HAK DAN KEWAJIBAN setiap insan
untuk saling " MEMBERI DAN MENERIMA " sehingga lakukan hak dan
kewajiban tersebut dengan bijaksana dan terencana.
HIDUP adalah KEINGINAN dan yang kita CINTAI, maka coba rasakan dari
hal-hal kecil dahulu dan nikmati dengan hati bening, kalau CINTA sudah
mampu dan menyentuh apa saja dalam hidup, kenikmatan; ketentraman;
kebahagiaan dan kedamaian senantiasa menghibur kita disaat sedih atau
didalam rasa bahagia itusendiri. Pepatah " There's a will,
there's a way " Ada keinginan pasti ada jalan dan " Love is
grace and glory " Cinta itu anugerah.
HIDUP adalah LAGU, sebuah catatan bagi yang mencintai seni dan lagu,
hidup akan terlihat dan terasa bagai untaian irama yang puitis, indah
atau bahkan sebaliknya ada juga lagu umpatan; hinaan dan cercaan
tergantung bagaimana kita melihat dari aspek dan sudut pandang yang
sesuai. Maka nikmatilah keindahan sebuah lagu yang mampu menentramkan
jiwa, meredakan emosi, memberi spirit kedepan sepertihalnya saat
menikmati hidup.
HIDUP adalah sebuah JANJI, " Jangan berjanji kalau tidak bisa
memenuhi " dan "Berjanjilah jika mampu menepati " sebuah
akibat fatal jika meremehkan sebuah janji, kerugian dan kekecewaan akan
dirasakan oleh pihak-pihak terkait, efek negatif pasti akan berbalik dan
menjadi bumerang bagi yang mengumbar janji, dan" KRISIS KEPERCAYAAN
" akan melanda prospek kedepan. " Dimana kita menabur pasti di
situ kita menuai " " Jika engkau menanam padi tidaklah engkau
nenuai duri "
Jadi filosopi-filosopi tersebut merefleksikan betapa pentingnya
sebuahjanji untuk ditepati.
Dan jika anda menginginkan kemudahan jalan hidup kedepan maka bangunlah
fondasi kepercayaan kuat untuk membangun hubungan diri anda dan
pihak-pihak yang menginginkan, layaknya membangun rumah megah yang
terancang dari berbagai bahan berbeda namun menjadi sesuatu yang kokoh
dan indah untuk ditempati, dinikmati dan dipandang.
HIDUP adalah TEKA-TEKI, pernahkah mengisi TTS ( Teka-Teki Silang )
lihatlah orang-orang yang senantiasa memelototi, berfikir relax namun
serius, dan mengisi kotak-kotaknya dengan tepat dan benar, bahkan
terkadang tidak malu bertanya disekelilingnya hanya untuk membantu
memecahkannya, sehingga coba pecahkanlah hidup ini dengan " SANTAI
TAPI SERIUS " layaknya sebuah teka-teki silang tersebut.
" LIFE `S FUN " akan terasa dalam menjalankan hidup yang
telah terbentang dalam pasangan hitam-putih, siang-malam, air-api,
senang-sedih, hidup-mati, dan semua unsur-unsur alam yang saling
mendukung dalam metamorfosis, rotasi, revolusi dan evolusi alam semesta.
HIDUP adalah KASIH, kasih berhubungan erat dengan cinta " LOVE'S
GRACE AND GLORY" senantiasa terbentuk jika kita dapat memahami
unsur-unsur yang menjembatani Kasih secara universal. Hidup terkadang
kasar, namun kelembutan akan meluluhkan layaknya lumeran coklat
Swistzerland yang lezat untuk dinikmati.
Bagikanlah kasih mulai dari diri anda sendiri, keluarga, temen-temen,
dan aspek-aspek alam yang turut mendukung sebuah proses jalannya
kehidupan.
" LET'S SMILE FROM YOUR PURE DEEPEST HEART TO SHARE WITH WORLD
PEACE "
HIDUP adalah KESEMPATAN " Life's a chance " sering
kesempatan tidak datangkedua kalinya dan terkadang sulit mencari pilihan
dan solusi yang tepat. Belajarlah bagaimana memahami dan menggunakan
kesempatan secara efektif dan efesien, lihat dan bacalah kesuksesan
orang-orang bereputasi besar yang berani belajar dan mampu menjalani
" PROSES HIDUP " dari basic 0 dan mengapa mereka mampu meraih
kesuksesan besar.
Orang tuaku menasehati " ORANG BELUM PINTAR KALAU BELUM TERSANDUNG
MASALAH "begitupun kesuksesan berawal dari timbulnya masalah pelik
namun mampu dipahami dan dipecahkan " DIBALIK KESULITAN, ADA
KEMUDAHAN " orang-orang sukses mampu menghandle kesempatan dengan
prinsip kokoh dan berjiwa entrepreneur yang fleksibel.
Dan jangan " MENGGUNAKAN KESEMPATAN DALAM KESEMPITAN " hubungan
professional dengan kolega dan teman akan terjalin jika kedua belah
pihak saling percaya,disiplin dan mentaati aturan perjanjian baik aspek
intern dan ekstern. Layaknya" PLANET MARS dan PLANET VENUS " dua
unsur yang sangat berbeda namun selalu menjadi kiasan indah yang menjadi
kesatuan saling mengisi, memberi dan menerima. Dan coba menelaah arti
besar " MUTUAL UNDERSTANDING dan UNDERSTANDINGLANGUAGE "
HIDUP adalah ILMU, tanpa ilmu manusia layaknya boneka yang bersifat
pasif bisa dibentuk dan dipermainkan apa saja oleh pemegangnya, Tanpa
ilmu seperti raga tanpa nyawa, layaknya Thaifoods tanpa bumbu. Dan ilmu
pengetahuan adalah gerbang besar pembuka adanya sejarah terbentuknya
peradapan manusia. Itulah arti pentingnya sebuah ilmu.
Orang yang berwawasan luas dan berilmu adalah orang bijak, selalu
terbuka "OPEN MIND " dalam melihat sebuah permasalahan dengan
fondasi ilmu yang telah diketahui dan diyakininya, sebuah perbedaan
pandangan yang terkadang pelik,sulit dan ekstrem menjadikan wawasan luas
dan tantangan indah untuk dipecahkan" SETIAP PERMASALAHAN PASTI ADA
SOLUSI, JIKA BERKOMITMEN MENCARI PENYELESAIAN "
Bagi yang percaya agama sebagai fondasi ilmu kokoh, Islam bersabda "
ALLAH meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang
yang diberi ilmu beberapa derajat" ( QS. Al-Mujaadilah.11 )
Dengan ilmu kita memiliki pandangan luas dari berbagai aspek hidup, baik
dirikita maupun orang lain bisa saling belajar sikap proaktif, empati,
saling menyayangi, komunikatif, mengontrol diri, dan berjiwa besar.
Pepatah mengatakan" PADI BERISI SEMAKIN TUA SEMAKIN MERUNDUK "
Diamnya orang yang berilmu layaknya padi yang berisi, sebodoh-bodohnya
orang pasti bisa membedakan mana padi yang kosong dan mana yang berisi,
bahkan hama-hamapun berebutan untukmemetiknya.
Demikian arti pentingnya hidup bagi insan yang menjalankan hak dan
kewajibannya.
Arti yang signifikan dalam menentukan "CARA JALAN HIDUP " dan
bagaimana seharusnya meninggalkan " JEJAK LANGKAH TERBAIK "
sebelum " MASA " menjemputhidup selamanya.
Pasti masing-masing memiliki pengalaman dan sejarah berbeda, apa;
dimana;kapan; mengapa; dan bagaimana proses terbentuknya penjiwaan dan
pendewasaan diri.
Seiring sejalan datangnya pagi pembuka hari dan datangnya petang
penyambut malam,
Seiring angin yang berhembus teratur yang mampu menyediakan access
respirasi alam dan mampu menarik hujan atau bahkan mendatangkan badai
kehancuran;
Seiring air mengalir dari gunung ke lautan dengan banyak manfaat yang
didapatkan;
Seiring burung-burung yang berterbangan mencari makan dankembali ke
sarang masing-masing untuk menafkahi dan memberi kasih-sayang anak-anak
mereka;
Seiring elite politik yang menjanjikan massa demi status dan jabatan
mereka atau memang memperjuangkan nasib rakyat yang sebenarnya;
Seiring kaum agamawan yang berkotbah demi kebaikan dan kemaslahatan
umatnya, namun terkadang ada yang kurang ikhlas saat uang amplop tidak
setebal yang mereka inginkan;
Seiring orang-orang yang mengatasnamakan agama sebagai kedok ekonomi
atau keuntungan untuk kepentingan pribadi, kelompok dan Amirnya meski
harus merampok, membunuh, dan bangga sebagai teroris pengacau stabilitas
keamanan Negara:
Seiring kaum pengusaha kadang dengan bangga tanpa dosa melakukan tipu
daya dan menginjak-injak harkat martabat bagi siapa yang bisa diinjak:
Seiring kaum muda yang teracuni pesta-pesta dan narkotika,lupa tanggung
jawab masa depannya;
Seiring orang-orang yang menjajakan tubuh mereka yang meratapi kapan
nasib akan usai;
Seiring anak-anak tak berdosa harus keluar dari rahim sebelum waktunya
karena aborsi yang merajalela; Seiring suami-istri yang demiego rela
menelantarkan mental dan keutuhan rumahtangga;
Seiring anak-anak gelandangan yang sedih kapan bisa makandan menunggu
datangnya razia dan gusuran; Seiring orang yang tak dikenal tergolek
meregang nyawa di rumah sakit, tanpa perhatian medis karena tidak ada
yang bertanggung jawab biaya;
Seiring pencuri ayam yang mati dihakimi massa sedang koruptor-koruptor
kakap berlenggang diarena negosiasi atas;
Seiring orang-orang yang merusak alam dan tidak pernah menghargai bumi
yang diinjaknya, hanya memohon ampun saat bumi dalam amarah besarnya;
Dan seiring tanda-tanda kehidupan yang dapat kita rasakan,jalankan, dan
sebagai rasa introspeksi, dengan konsepsi "DARI ALAM, OLEH ALAMDAN
UNTUK ALAM ITU SENDIRI "
Kemudian dalam rangka menjaga keseimbangan kehidupan, dimana Hukum
Kekekalan Energi yang menyatakan bahwa "ENERGI TIDAK DAPAT
DICIPTAKAN DANDIMUSNAHAN DAN HANYA DAPAT DIUBAH DARI BENTUK SATU KE
BENTUK YANG LAIN"
Pun juga dalam dunia professional, upaya untuk menjaga keseimbangan dan
harmonisasi adalah sebuah keniscayaan jika kita ingin EXIST, atau bahkan
upaya itu sendiri yang disebut professional? Bisa jadi.
Yang jelas, istilah yang cukup familiar, dan salah satu upaya
profesionalisme itu senantiasa menerapkan "REWARD& PUNISMENT".
Reward ntuh wortel
Punishment ntuh PENTUNG, [:p]
Iya enggak? So .?
Simanjuntak Gentar, Sinambela Benar...
Tegakkan Keadilan untuk Kesejahteraan Semesta!!!
- 14.
-
New poll for sekolah-kehidupan
Posted by: "sekolah-kehidupan@yahoogroups.com" sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Mon Jul 14, 2008 4:15 am (PDT)
Enter your vote today! A new poll has been created for the
sekolah-kehidupan group:
Para Anggota ESKA Yth,
Silahkan pilih calon Ketua ESKA periode Thn. 2008-2010.
Silahkan voting bisa secara langsung dan ditembuskan ke milis ESKA.
Setiap anggota hanya boleh memilih satu calon saja.
Voting ditutup tanggal 24 Juli 2007
o Dani Ardiansyah
o Lia Oktavia
o Hadian
o Suhadi
o Retno Nur'aini
To vote, please visit the following web page:
http://groups.yahoo.com/ group/sekolah- kehidupan/ surveys?id= 2402963
Note: Please do not reply to this message. Poll votes are
not collected via email. To vote, you must go to the Yahoo! Groups
web site listed above.
Thanks!
- 15a.
-
Re: Pemimpin - Yang Bertanggung Jawab
Posted by: "setyawan_abe" setyawan_abe@yahoo.com setyawan_abe
Mon Jul 14, 2008 4:15 am (PDT)
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , dyah zakiati <adzdzaki@..com .>
wrote:
>
> Kalau disuruh jadi panitia, aye mah kagak mau deeh kalau disuruh di
dua posisi. Nah, apaan tuh? Iye, aye paling kagak mau deh jadi seksi
konsumsi ame ketua. Bukan ape-ape, aye dah pernah nyobain semua
tempat. Dari ketua, sekretaris, bendahara, ampe seksi perlengkapan
juga ude. Ya kelas kecil sih. Paling banter juga se erte atawa se
jurusan doang.
>
> Kenape ciiih? Iye, pertame aye cerita yee kenape aye kagak mau jadi
seksi konsumsi. Nah, dulu itu fakultas aye ngadain sanlat ke puncak.
Nah ade acara outboundnye ame jalan-jalan ke curug. Nah, tipe orang
kayak aye mah, mana tahaaan kalo ngeliat curug. bawaannya pengeeen
banget tu betape di bawah deresnye aer. Ya sekedar berkhayal jadi
pendekar deh. Waduh, tapi posisi aye di konsumsi menghambat semue itu
sodare. pegimane juga, tu peserta pan kudu makan ye, abis outbound.
Nah lho, jadi mane bisa seksi konsumsi jalan-jalan. Yang ade juga
ngejogrok di dapur. Tau kagak, saking ampe cintenye same kerjaan,
seksi konsumsi ampe tidur di dapur jagain kompor nyala semalaman tuk
nyiapin nasi lah, kacang ijo, lah. Berat bangeeet deh, tugasnye.
Makanye aye juga salut banget deh ame seksi konsumsi. Makanye, kite
kagak boleh tuh menganggap seksi ini lebih keren lah, seksi ini lebih
rendah lah. same aje. Malah kalo kite iklas bisa jadi pahala kite
lebih gede. Iya kagak?
>
> Nah, kalo jadi ketua, ntu nyang paling beraat. Siape bilang ketua
kerjaannya cuma ngemandorin anak buah aje. Ya kagak lah. Ibarat
anggote tubuh, ketua tuh kepale. Otaknye deh. Die nyang ngordinasiin
anggota tubuh laen tuk melakukan sesuatu. kagak mungkinkan anggota
tubuh dibiarin ndiri-ndiri. tangan mo kemane, kaki mo kemane. Ya
bececeran dooonk.
>
> Berorganisasi emang kagak mudah. Banyak kepale, banyak pemikiran.
Banyak hal nyang perlu kite pikirin. Kadang kalo kite kagak sabar,
bisa jadi kite saling bentrok. Susah deh. Makanye perlu ade nyang
namanye rapat, atawa musyawareh. Kagak sembarang orang bisa buat
keputusan seenaknya sendiri. Bahaye doonk. Ntar nyang laen bise
protes. Apalagi kalo semua buat keputusan sendiri-sendiri. Aduuuh.
Nah, lagi-lagi si ketue pegang peranan penting. Die kudu bisa
mengkoordinasi semue. Jangan ampe anak buah jadi kebingungan kagak tau
mesti pegimane, akhirnya ambil inisiatif sendiri. Iye kalo bagus.
Kalau malah ngancurin?
>
> Ibarat mobil, jalan kudu mesti searah. Rode, kopling, gas, dimaenkan
dengan seksama tuk tujuan yang same. Bayanginkan kalo tu masing-masing
jalan semaunye. heehehe suse deeeh.
>
> Tapi kite pan lagi belajar ye. Hidup ini proses kok (hehehhe jangan
sensi yee ngedenger kate proses). Kagak nape kite salah. kagak nape
kite jatoh. Kagak nape. Nyang penting kemudian gimane kite coba
belajar dari kesalahan itu. Gimane kite bangun dari jatohnye itu. Kite
kan sodare ye. Yuk kite saling bergandengan tangan tuk ngebantu.
Saling menjage, saling ngingetin. saling traktir. duh, indah banget deh.
>
> Kesempatan tuk belajar itu selalu ade. Gimane kemudian kite berusahe
tuk melakukan ntu. Kagak ade salahnye kok kalo kite nanye ke nyang
udeh pengalaman. Ade satu hal nyang luar biase nyang aye dapetin waktu
ketemu salah satu bunda nyang emang keren banget di Bandung. "Kalau
kami sudah pernah merasakan jatuh di lubang itu, kami tidak mau orang
lain, anak-anak kami jatuh di lubang yang sama. Kenapa kita harus
membangun ulang sesuatu yang sudah pernah dibangun." ya begitu deh
kire-kire terjemahan liarnye. aye udah agak lupa.
>
> Maafin ayeee yeee, aye kagak ade maksud ape-ape. Bener-bener kagak
ade. Aye juga bukannye lebih baek. Kagak. Malah aye mungkin orang
nyang paling banyak ngelakuin kesalahan. ya kite same belajar deeh.
Karene kite besodare. karene idup penuh cinte. halah.
>
- 16a.
-
Re: [ralat] DAFTAR FINALIS LIGA SK IDOL 2008 -- Yang Bertanggung Jaw
Posted by: "setyawan_abe" setyawan_abe@yahoo.com setyawan_abe
Mon Jul 14, 2008 4:21 am (PDT)
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "Kabinet Eska"com
<kabinet.eska@...> wrote:
>
> *Ass.wr.wb.*
> Sahabat SK, "*to err is human*", manusia adalah tempatnya salah dan
lupa.
> Dan, sebelumnya, saya pribadi sebagai penyelenggara pemilihan SK IDOL
2008
> dan Ketua SK Pusat 2007-2008 memohon maaf sebesar-besarnya kepada
Sahabat SK
> semua terutama para semifinalis SK Idol,
dewan Juri (Pak Teha Sugiyo dkk),
> Pak Sinang Bulawan sebagai Owner SK dan Ketua Dewan Penasihat Kabinet
Eska
> dan jajaran kabinet Eska bahwa *saya telah lupa dan salah melakukan
> penghitungan nilai para semifinalis SK IDOL (berdasarkan rekomendasi
nilai
> dari Dewan Juri) yang hasilnya saya posting pada tgl 13 Juli 2008.
> Semestinya seluruh nilai rata-rata perolehan semifinalis SK Idol,
dalam
> formulanya, dibagi 2 karena ada 2 tugas wajib yang harus diselesaikan
di
> babak semifinal (tahap 2) yakni menuliskan tema wajib: "ESKA DI MATA
SAYA"
> dan "MY LIFE". Dan ketentuan tersebut berlaku untuk semua semifinalis.
*Untuk
> itu, kendati harus mempertaruhkan kredibilitas saya sebagai Ketua SK
Pusat,
> maka untuk menegakkan asas keadilan dengan penuh kesadaran dan tanpa
tekanan
> agar semua Sahabat SK memperoleh kesejahteraan batin berupa kenyamanan
dan
> menikmati kompetisi yang indah di milis tercinta ini maka diputuskan,
> berdasarkan penghitungan ulang, bahwa:
>
> *DEWAN JURI LIGA LIGA SK IDOL 2008*
>
> *1. **Teha Sugiyo (editor, penulis kawakan dan trainer motivasi
alumnus
> Dale Carnegie Center) *
>
> *2. **Dewi Cendika (penulis buku anak Islami terbaik versi Islamic
Book
> Fair 2008)***
>
> *3. **Indarpati (editor dan penulis lepas)***
>
> *4. **Sinta Nisfuana (editor lepas dan moderator milis SK)***
>
Demi : "Comfort home for all"
>
Need to Reply?
Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.
MARKETPLACE
Attention, Yahoo! Groups users! Sign up now for a one-month free trial from Blockbuster. Limited time offer.
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Individual | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar