Assalamualaikum wr. wb.
Teman2 saya ingin berbagi pengalaman. Sabtu sore
tgl 13 Sept 2008 kemaren saya dan teman2 bermaksud makan buka puasa bersama di
plasa semanggi, pada saat itu suasana rame sehingga hampir semua resto penuh.
Kemudian kami bermaksud makan di resto "AJISEN RAMEN" namun sebelum masuk saya
bertanya kepada salah satu pelayan resto tsb yg bertugas di pintu masuk mengenai
kehalalan masakan yang disediakan, namun betapa terkejutnya kami mendengar
jawaban sang pelayan tsb yang mengatakan bahwa dia tidak bisa memutuskan apakah
masakan yang disediakan resto tsb halal atau haram yang jelas masakan tersebut
mengandung "BABI".
Yang kami sesalkan karena pada saat bersamaan di dalam
resto tsb ada kaum muslim yang tengah berbuka puasa (ada 2 orang wanita
berjilbab) dan saya yakin hampir sebagian besar pengunjungnya adalah kaum muslim
(mengingat saat2 tersebut adalah saat berbuka puasa). Dimana letak itikad baik
dr pemilik resto dan pelayan (yang saya yakin minimal 1 diantaranya adalah
muslim), betapa tega mereka menyaksikan kaum muslim dgn lahapnya menyantap
makanan yg mengandung babi. Inilah praktek bisnis yang harus kita luruskan.
Seharusnya walaupun mereka tidak mempunyai sertifikat halal, minimal yg bisa
dilakukan adalah mencantumkan informasi mengenai makanan yang mengandung babi
atau memberitahukan pengunjung muslim (berjilbab dsb).
Saya cuman ingin
mengingatkan teman2 muslim semua utk berhati2 bila ingin makan di resto yang tdk
jelas status kehalalannya (resto masakan jepang, cina, singapur dsb), sebaiknya
tanyakan dulu kepada pemilik atau pelayan sebelum masuk. Dan untuk temen2 yang
punya wewenang mengatur ttg hal ini (MUI dsb) utk bisa memberikan solusi agar
hal ini tdk terjadi lagi. Bagaimanapun kita sebagai muslim wajib dihormati
bahwa kita hanya memakan makanan yang halal, dan bagi mereka yang tidak
mempunyai itikad baik ttg hal ini (pemilik dan pelayan resto yang tdk
memberitahukan ttg makanan yg tdk halal) harus diberi pemahaman yang
seharusnya.
Semoga informasi ini bisa berguna bagi teman2 sekalian,
kurang lebihnya mohon maaf dan terima
kasih.
Wassalam,
Amran
Rawamangun Jak - Tim
[Non-text portions of this message have been removed]
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
===================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
===================================================
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar