Senin, 15 September 2008

[daarut-tauhiid] Mengaji

Mengaji

sumber, http://mubarok-institute.blogspot.com/2008/03/mengaji.html

Dalam bahasa Indonesia sehari-hari ada perbedaan nuansa makna antara
kata pengajian dengan kata pengkajian. Istilah pengajian digunakan
untuk menyebut kegiatan belajar agama oleh masyarakat yang dilakuan
secara tradisional, atau sistem belajar di pesantren, dimana sistemnya
sangat longgar dan kurang akademik. Sedangkan pengkajian atau kajian
digunakan untuk menyebut kegiatan studi secara akademik dan bersistem,
biasanya dilakukan oleh masyarakat terpelajar. Jika orang disebut
sebagai guru ngaji, maka persepsinya tradisional dan citranya kurang
terpelajar, tetapi jika disebut sebagai orang yang sedang mengkaji
suatu masalah maka persepsinya adalah orang terpelajar.

Sistem belajar mengaji seperti yang diajarkan oleh kitab Ta`lim al
Muta`allim mengandung suasana psikologis guru sangat dihormati, dan
murid siap mendengar dengan hati. Dalam pengajian hampir tidak ada
murid berani mendebat pandangan guru. Mengaji lebih mengharap berkah
ilmu dan berkah guru dibanding mengasah kecerdasan intelektuil. Adapun
program kajian biasanya sarat dengan adu argumen dan dilakukan oleh
orang-orang yang tingkat akademiknya hampir sama.

Dewasa ini sudah terjadi pendekatan antara dua istilah itu, artinya
banyak kelompok pengajian yang melakukan kajian Islam, dan banyak juga
masyarakat terpelajar yang ikut ngaji agama. Secara berseloroh ada
yang mengatakan bahwa mengaji tidak menambah pintar tetapi menambah
ketenangan hati, sementara kajian memang menambah orang menjadi lebih
pintar tetapi hatinya juga bertambah gelisah.

Al Qur'an banyak sekali mengingatkan akan pentingnya menggunakan akal,
afala ta`qilun, afala tatafakkarun, awala yatadabbarun. Disebutkan
pula bahwa agama adalah akal, dan diperuntukkan bagi orang yang
berakal, addinu huwa al`aqlu, la dina liman la `aqla lahu. Tetapi
wilayah agama sangatlah luas sehingga seringkali akal biasa tidak
menjangkau, atau dengan kata lain banyak sekali perilaku keagamaan
orang yang tidak masuk akal. Nah salah satu pendekatan yang dilakukan
dalam kajian ini adalah pendekatan spiritualitas

sumber, http://mubarok-institute.blogspot.com

Salam Cinta,
agussyafii

Sekiranya berkenan mohon kirimkan komentar anda melalui
achmad.mubarok@yahoo.com atau http://mubarok-institute.blogspot.com

__._,_.___
===================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
===================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
===================================================
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

Instant hello

Chat over IM with

group members.

Moderator Central

Yahoo! Groups

Get the latest news

from the team.

Family Photos

Learn how to best

capture your

family moments.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: