Assalamu'alaikum wr wb,
Berikut satu tulisan dari buku "Iman, Islam, dan
Ihsan" yang bisa didownload di:
http://syiarislam.
Menuntut Ilmu itu Wajib
"Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim lelaki
dan Muslim perempuan" [HR Ibnu Majah]
"Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu,
Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga."
[Bukhari-Muslim]
Menuntut ilmu wajib bagi setiap Muslim. Artinya jika
kita menuntut ilmu kita mendapat pahala. Sebaliknya
jika tidak, kita berdosa.
Tanpa ilmu semua amal kebaikan yang kita lakukan akan
ditolak (HR Muslim). Kenapa? Karena bisa jadi amal
kita itu justru keliru dan malah merugikan orang.
Sebagai contoh, jika ada orang yang membangun jembatan
yang sangat besar melintas sungai, jika tanpa ilmu
jembatan tersebut bisa runtuh dan menewaskan orang
yang melewatinya. Begitu pula jika kita shalat tanpa
ilmu, maka shalat kita bisa keliru. Mungkin ada rukun
yang keliru atau malah tidak dikerjakan sama sekali.
a. Larangan Taqlid atau Membebek tanpa Ilmu
Dalam Islam kita dilarang membebek/taqlid meski kita
mengikuti ulama:
"Janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak
mempunyai pengetahuan tentangnya..
Israa':36]
Kenapa? Itu sudah dijelaskan ayat di atas. Apalagi
ulama juga banyak yang berbeda pendapat. Bahkan Imam
Al Ghazali mengatakan ada 2 ulama yaitu ulama akhirat
(yang benar) dan ulama su' (jahat) yang justru
menyesatkan manusia.
Celaka atas umatku dari ulama yang buruk. (HR. Al
Hakim)
Sesatnya ummat Yahudi dan Nasrani karena mereka taqlid
kepada ulama mereka sehingga ketika para ulama mereka
mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram,
mereka pun mengikutinya:
"Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan
rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah...[At
Taubah:31]
"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya
sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan
rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang
dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi
manusia dari jalan Allah..." [At Taubah:34]
Tentu anda bertanya, "Saya kan masih awam. Kalau
saya tidak mengikuti ulama bagaimana?" Belajar pada
ulama yang lurus itu wajib. Tapi anda harus dapat
dalil Al Qur'an dan Hadits dari guru anda. Bukan
sekedar ucapan guru anda belaka. Sebab sumber pedoman
dalam Islam hanya Al Qur'an dan Hadits. Ada pun
pendapat selain Allah dan Nabi itu tidak maksum.
Sering salah dan berbeda-beda antara satu ulama dengan
ulama lainnya. Anda bisa memeriksa kebenaran ajaran
guru anda dengan memeriksa dalil Al Qur'an dan
Hadits yang dia berikan.
"Katakanlah, 'Taatilah Allah dan Rasul-Nya! Jika
kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang kafir." (Q.S. Ali Imran: 32)
"Aku tinggalkan dua perkara untuk kalian. Selama
kalian berpegang teguh dengan keduanya tidak akan
tersesat selama-lamanya, yaitu Kitabullah dan
Sunnahku..." [HR Imam Malik]
Guru yang baik akan memberikan anda dalil Al Qur'an
dan Hadits untuk setiap ilmu agama yang dia berikan.
Sebagai contoh, dalil untuk mengerjakan shalat dan
membayar zakat adalah:
"Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah
beserta orang-orang yang ruku'" [Al Baqarah:43]
Ada baiknya anda berguru pada banyak guru sebagaimana
Imam Malik yang sampai mempunyai 900 guru sehingga
bisa membandingkan ajaran guru yang satu dengan yang
lainnya dan memilih dalil mana yang terkuat.
b. Ilmu yang Wajib Kita Pelajari adalah Ilmu yang
Bermanfaat
Anas ra berkata: Rasulullah SAW berdoa: "Ya Allah,
manfaatkanlah untuk diriku apa yang telah Engkau
ajarkan kepadaku, ajarilah aku dengan apa yang
bermanfaat bagiku, dan limpahkanlah rizqi ilmu yang
bermanfaat bagiku)." Riwayat Nasai dan Hakim.
Menurut Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya'
'Uluumuddiin, mempelajari ilmu agama tentang
kewajiban agama, serta halal/haram adalah fardlu
'ain. Artinya setiap Muslim wajib mempelajarinya.
Contohnya karena sholat itu wajib, kita harus
mempelajari shalat. Segala macam yang berkaitan dengan
sahnya sholat seperti wudlu dan mandi junub juga harus
kita pelajari. Sebab jika kita junub dan tidak tahu
cara mandi junub sehingga kita berhadats besar, maka
segala sholat yang kita lakukan sia-sia karena bersih
dari segala najis dan hadats itu adalah syarat sahnya
shalat.
Padahal Shalat itu tiang agama. Shalat adalah amal
yang pertamakali diperiksa di Hari Kiamat. Jika
shalatnya rusak, meski amalan yang lain sangat baik,
otomatis ke neraka.
Bagaimana jika shalat kita masih belum betul?
Jawabannya kita harus selalu belajar/mengaji kepada
para ustadz. Sebab selama kita masih menuntut ilmu,
Allah masih memaklumi. Tapi jika sudah salah tidak mau
belajar, ini adalah calon yang tepat untuk menghuni
neraka....
Ada pun ilmu-ilmu lain seperti Ilmu Kedokteran agar
kita bisa menolong orang sakit atau ilmu Peperangan
agar dapat mempertahankan negara itu adalah Fardlu
'Ain. Jika semua Muslim tidak melakukannya, semua
berdosa. Tapi jika ada beberapa orang yang
mengerjakannya, semua terbebas dari kewajiban itu.
Ilmu yang tidak bermanfaat bahkan membawa mudlarat
seperti ilmu sihir, ilmu ramal/nujum haram untuk
dipelajari dan diamalkan.
c. Ilmu harus Segera Diamalkan/Dikerjaka
Ilmu jika tidak diamalkan akan sia-sia. Tidak ada
manfaat. Orang yang sudah capek-capek belajar ilmu
kedokteran kemudian tidak memanfaatkannya untuk
menolong orang sebagai dokter maka ilmu itu tidak
bermanfaat baginya. Jika kita belajar doa
"Bismillahi tawakkaltu..
kemudian tidak membacanya maka ilmu itu tak bermanfaat
bagi kita.
Ilmu begitu didapat harus langsung diamalkan. Sebab
jika menunggu banyak kemudian baru mengamalkannya, itu
sangat...sangat berat.
Seorang alim yang tidak beramal seperti lampu yang
membakar dirinya sendiri (HR Ad-Dailami)
„Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan
mengerjakan amal-amal yang saleh bagi mereka surga
yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah
keberuntungan yang besar." [Al Buruuj:11]
Di dalam Al Qur'an banyak ayat yang menulis bahwa
orang yang beriman dan beramal kebaikan akan masuk
surga. Orang yang tidak beramal akan merugi. Orang
yang punya ilmu tapi tidak mengamalkannya itu seperti
pohon yang tidak berbuah. Tidak ada manfaatnya.
d. Setelah Mengamalkan Ilmu, Ajarkan Ilmu ke Orang
Lain
Setelah kita mengamalkan ilmu kita, kita juga wajib
untuk mengajarkannya.
Tuntutlah ilmu, sesungguhnya menuntut ilmu adalah
pendekatan diri kepada Allah Azza wajalla, dan
mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya
adalah sodaqoh. Sesungguhnya ilmu pengetahuan
menempatkan orangnya, dalam kedudukan terhormat dan
mulia (tinggi). Ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi
ahlinya di dunia dan di akhirat. (HR. Ar-Rabii')
Wahai Abu Dzar, kamu pergi mengajarkan ayat dari
Kitabullah lebih baik bagimu daripada shalat sunnah
seratus rakaat. Pergi mengajarkan satu bab ilmu lebih
baik daripada shalat seribu raka'at. (HR. Ibnu Majah)
Itulah keutamaan mengajarkan ilmu. Jika kita tidak
mengajarkannya atau merahasiakannya resikonya sebagai
berikut:
Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu lalu
dirahasiakannya maka dia akan datang pada hari kiamat
dengan kendali di mulutnya dari api neraka. (HR. Abu
Daud)
e. Ajarkan Ilmu Tauhid ke Lingkungan Terdekat
Hendaknya kita mengajarkan Tauhid ke lingkungan
terdekat kita. Sebagai contoh, Luqman mengajarkan
anaknya agar tidak mempersekutukan Allah:
„Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi
pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu
mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan
Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar."
[Luqman:13]
f. Kerjakan Lebih Dulu Sebelum Anda Mengajarkan Ilmu
ke Orang Lain
„Mengapa kamu suruh orang lain berbuat baik, sedang
kamu sendiri tidak mengerjakannya?
Baqarah:44]
Itu adalah kecaman Allah terhadap orang yang sering
ceramah agar manusia berbuat baik sedang dia sendiri
tidak mengerjakan apa yang diceramahkannya.
Mengerjakan kebaikan memang hal yang sulit. Semoga
Allah SWT memberi kita kekuatan untuk melakukan itu.
Amal harus sesuai dengan ilmu. Ulama yang tidak
mengerjakan ilmunya, apalagi itu menyangkut hal yang
wajib atau haram, maka dosanya dua kali lipat
dibanding dengan orang yang biasa.
Orang yang paling pedih siksaannya pada hari kiamat
ialah seorang alim yang tidak mengamalkan ilmunya. (HR
Al-Baihaqi)
Ilmu yang Bermanfaat jika Sudah Dipelajari Harus
Diimani/diyakini Kebenarannya. Kemudian Diamalkan.
Setelah itu Diajarkan
===
Paket Umrah Mulai Rp 15,4 juta
Informasi selengkapnya ada di:
http://www.media-
Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS
Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252
Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel
Informasi selengkapnya ada di http://syiarislam.
____________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.
http://mail.
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
===================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
===================================================
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar