Messages In This Digest (6 Messages)
- 1a.
- Re: Atam P Arya dan Golstein From: Firdaus Prabowo
- 1b.
- Re: Atam P Arya dan Golstein From: yyoorrggaa
- 1c.
- Re: Atam P Arya dan Golstein From: Suharyo Sumowidagdo
- 2.
- [artikel chem-is-try.org] Perburuan Air di Planet Mars From: mr.soetrisno
- 3.
- Zona Waktu RI dan kajian Ulangnya From: Ma'rufin Sudibyo
- 4.
- Pendidikan Fisika di Indonesia From: ika mustika sari
Messages
- 1a.
-
Re: Atam P Arya dan Golstein
Posted by: "Firdaus Prabowo" bowo_fis01@yahoo.com bowo_fis01
Thu Sep 18, 2008 12:29 pm (PDT)
cooked = matang (karena panas)
electrocuted = kesetrum (karena listrik)
----- Original Message ----
From: sandokokosen <sandokokosen@yahoo.com >
To: fisika_indonesia@yahoogroups. com
Sent: Wednesday, September 17, 2008 6:14:45 PM
Subject: [FISIKA] Re: Atam P Arya dan Golstein
keknya klo goldstein ma arya bisa dicari dengan mudah di gigapedia.org
Hmmm,sekalian mo nanya ma user lain...nih saya kutip dari griffiths:
hal 101,bagian atas:
"...this is why you are relatively safe inside a metal car during the
thunderstorm - you may get cooked,if lightning strikes,but you will
not be electrocuted. .."
saya gak ngerti ttg cooked ma electrocuted, maksudnya ap sich???
apa arti dari cooked = termasak?
makin bingung nich...maksudnya tidak kesetrum tapi masih termasak??
gak masuk akal nich...klo termasak ya parah banget dong...
mohon pencerahannya. ..
thanks
- 1b.
-
Re: Atam P Arya dan Golstein
Posted by: "yyoorrggaa" yyoorrggaa@yahoo.com yyoorrggaa
Thu Sep 18, 2008 10:31 pm (PDT)
Electrocuted = electro + executed = mati gara-gara kesetrum
cooked = mateng, gosong,
kalau di dalam mobil, secara teore kita aman dari kesetrum listrik.
karena bodi mobil dari metal itu membentuk "sangkar faraday" (coba
googling tentang "Faraday Cage"). tapi kalau petirnya "besar",
katakan punya energy content 10GJ, ada kemungkinan suhu mobil akan
naik sangat ekstrim sampai ratusan derajat celcius. Karena walau
bagaimana pun, metal punya resistansi listrik yang lumayan.
Nah, bayangin deh ada di dalam kotak besi yang suhunya ratusan
derajat celcius, kan sama aja diem di dalam Oven. jadi Barbeque deh
hehehehe :D
regards,
Yorga
--- In fisika_indonesia@yahoogroups. , "sandokokosen"com
<sandokokosen@...> wrote:
>
Hmmm,sekalian mo nanya ma user lain...nih saya kutip dari griffiths:
> hal 101,bagian atas:
> "...this is why you are relatively safe inside a metal car during
the thunderstorm - you may get cooked,if lightning strikes,but you
will not be electrocuted..."
>
> saya gak ngerti ttg cooked ma electrocuted,maksudnya ap sich???
> apa arti dari cooked = termasak?
> makin bingung nich...maksudnya tidak kesetrum tapi masih termasak??
> gak masuk akal nich...klo termasak ya parah banget dong...
> mohon pencerahannya...
>
> thanks
>
- 1c.
-
Re: Atam P Arya dan Golstein
Posted by: "Suharyo Sumowidagdo" sss5946@garnet.acns.fsu.edu haryo_hep
Thu Sep 18, 2008 10:42 pm (PDT)
--- In fisika_indonesia@yahoogroups. , "yyoorrggaa" <yyoorrggaa@com ...>
wrote:
> kalau di dalam mobil, secara teore kita aman dari kesetrum listrik.
> karena bodi mobil dari metal itu membentuk "sangkar faraday" (coba
> googling tentang "Faraday Cage"). tapi kalau petirnya "besar",
> katakan punya energy content 10GJ, ada kemungkinan suhu mobil akan
> naik sangat ekstrim sampai ratusan derajat celcius. Karena walau
> bagaimana pun, metal punya resistansi listrik yang lumayan.
Sekedar perbandingan menarik nih:
Energi kinetik yang tersimpan dalam berkas proton (proton beam) di
Large Hadron Collider lebih kurang sekitar 750 MJ, jadi memang sudah
mendekati jangkauan GJ. Atau dengan kata lain: energi petir !
Makanya kalau beam itu lepas kendali, tembok beton dan lapisan baja
pun tembus.
- 2.
-
[artikel chem-is-try.org] Perburuan Air di Planet Mars
Posted by: "mr.soetrisno" chemcafe@yahoo.com mr.soetrisno
Thu Sep 18, 2008 12:29 pm (PDT)
Kategori Berita
Perburuan Air di Planet Mars
Oleh Soetrisno
Phoenix Lander, sebuah pesawat robot dalam sebuah misi eksplorasi
ruang angkasa di planet Mars dibawah Program Scout Mars, telah memulai
misi pencarian air di planet Mars sejak akhir Mei 2008. Meskipun
dengan upaya terbaik yang telah dilakukan oleh para ilmuwan NASA,
robot bertenaga surya ini belum menemukan apa-apa melainkan es. Robot
ini telah mengkonfirmasikan ke para ilmuwan NASA bahwa zat berwarna
putih yang ditemukan saat menggali sebuah parit pada tanggal 15 juni
adalah es cair. Berikut tanya jawab seputar perkembangan yang telah
dicapai oleh misi Phoenix Lander sejauh ini dalam perburuan air di
planet merah.
selengkapnya : http://www.chem-is-try.org/ ?sect=artikel& ext=197
Kami dari redaksi membuka kesempatan
bagi setiap orang untuk berpartisipasi dalam menulis artikel, profil
kimiawan, tanya pakar dalam rangka menyambut hari jadi situs ke-5
tahun. Bagi yang berminat silahkan menghubungi kami atau mengirimkan
artikelnya langsung ke redaksi@chem-is-try.org .
Jalinlah kemitraan dengan situs chem-is-try.org dengan menggunakan
banner atau gadget "Peristiwa Kimia" dibawah ini.
[banner] http://www.chem-is-try.org/ ?sect=mitrakami
[gadget] http://www.gmodules.com/ig/creator?
synd=open&nocache=1&url=http://www.chem- is-
try.org/peristiwa/chem_gadget. xml
- 3.
-
Zona Waktu RI dan kajian Ulangnya
Posted by: "Ma'rufin Sudibyo" marufins@yahoo.com marufins
Thu Sep 18, 2008 12:29 pm (PDT)
FYI, dari Kompas. Tentang Waktu Kesatuan Indonesia (WKI)
Salam,
Ma'rufin
Zona Waktu RI dan Kajian Ulangnya
Rabu, 17 September 2008 | 01:53 WIB
Oleh NINOK LEKSONO
"Alasan
politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan lebih menjadi
bahan pertimbangan kebijakan penetapan wilayah waktu di negara-negara
tersebut dibandingkan alasan ilmiah dan rasa nyaman alamiah lainnya."
"Dr Sonny Nursutan Hotama, peneliti di Universitas Airlangga tentang
alasan Malaysia dan Singapura memakai zona waktu GMT plus 8)
Ketika
krisis listrik terjadi, biasanya yang lalu hinggap di kepala untuk
penghematan adalah program pemadaman listrik atau pengurangan aktivitas
yang melibatkan transportasi. Namun, di lingkungan masyarakat ada pula
yang coba mendekati masalah ini dari sisi yang lebih fundamental, yakni
dengan mengubah sistem waktu.
Tanggal 8 Juni 2005 di Jakarta,
menindaklanjuti kerisauan Kepala Divisi Keuangan dan Niaga PT PLN Nandy
Arsjad, diselenggarakan seminar nasional bertema "Dampak Pembagian
Wilayah Waktu di Indonesia terhadap Pola Konsumsi Energi dan Kegiatan
Perekonomian Indonesia".
Ide pokok yang mendasari olah pikir ini
adalah adanya peluang untuk mengurangi pemakaian energi listrik pada
saat beban puncak pada sore hingga malam hari bila pelanggan lebih
cepat berhenti beraktivitas dan pergi tidur. Agar lebih cepat tidur
malam, mereka diharapkan bangun lebih dini dan berangkat beraktivitas
pada pagi hari.
Untuk tujuan di atas, yang dapat diusahakan
adalah dengan menggeser ketentuan waktu yang berlaku saat ini di
Indonesia lebih cepat ke muka. Jadi, ini memang tujuan utamanya, waktu
Indonesia bagian barat (WIB) berubah ikut wilayah waktu Indonesia
bagian tengah (Wita). Untuk tujuan lebih luas, WIT pun sekalian
dimasukkan dalam Wita.
Meski kemudian berbagai kalangan ikut
menanggapi wacana ini. Rupanya perhatian serius diberikan oleh peneliti
di Lembaga Penelitian Universitas Airlangga dan Institut Teknologi
Sepuluh Nopember Surabaya. Uraian dan argumen salah satu peneliti ini,
yakni Koordinator Tim Kajian Zona Waktu LPPM Unair Sonny Nursutan
Hotama, memperlihatkan bahwa waktu tidak semata ditetapkan karena
alasan keilmuan geografis, tetapi juga alasan politik dan ekonomi.
Sengaja menyimpang
Waktu
universal atau waktu Greenwich (Greenwich Mean Time/GMT) diperkenalkan
tahun 1675 dan lebih ditujukan untuk kepentingan turis. Namun kemudian,
ia mendapatkan momentum setelah Sir Stanford Fleming (1827-1915), yang
asal Kanada, melakukan pembagian zona waktu berdasarkan alasan ilmiah
dan fakta astronomis bahwa Bumi berputar pada sumbunya dan menuntaskan
satu putaran (rotasi) penuh dalam tempo 24 jam. Dengan itu pula,
Fleming membagi satu putaran penuh 360 derajat dalam 24 zona waktu,
masing-masing 15 derajat. Jadi, setiap 15 derajat ada perbedaan waktu
satu jam.
Ia lalu mengambil Greenwich sebagai bujur 0 derajat
sehingga belahan dunia sebelah barat punya zona waktu GMT minus 1
sampai minus 12, sedangkan belahan timur punya zona waktu GMT plus 1
sampai plus 12.
Seperti dituliskan Sonny Nursutan, aturan Fleming
itu mencoba mempertemukan antara waktu dan kondisi cuaca secara alamiah
dan wajar untuk berbagai wilayah geografis dunia. Misalnya saja, Rusia
dengan rentang wilayah 165 derajat garis bujur akan punya 11 zona waktu
dan AS sembilan zona waktu. Aturan ini bermanfaat untuk berbagai
keperluan, seperti pariwisata, pelayaran, dan kereta api lintas
nasional.
Hanya saja, dalam perkembangannya ternyata tidak semua
negara mau ikut dengan aturan Fleming, misalnya saja China. Negara ini
punya lebih dari 60 derajat garis bujur, tetapi sejak tahun 1949
menetapkan satu zona waktu tunggal (GMT plus 8) untuk seluruh
wilayahnya. Korea Selatan, yang seharusnya berada di zona GMT plus 8,
saat ini berada di GMT plus 9. Di Asia Tenggara, Malaysia GMT plus 7
dan GMT plus 8 serta Singapura GMT plus 7, tetapi keduanya memakai GMT
plus 8.
Tentu negara-negara tersebut punya alasan masing-masing
ketika memilih tidak ikut aturan Fleming. Dulu, semasa pendudukan
Jepang di Indonesia dan Korea, demi efektivitas operasi militer dan
juga dalam upaya menjepangkan jajahannya, waktu wilayah jajahan ini pun
diubah dan disamakan dengan waktu Tokyo, menjadi GMT plus 9. Seiring
dengan kembalinya Irian Barat ke pangkuan Indonesia, Presiden RI
menetapkan wilayah waktu dibagi menjadi tiga zona. Singapura menetapkan
waktunya GMT plus 8 untuk menyamakan kegiatan pasar uang dan saham
dengan pasar Hongkong.
Daylight Saving Time
Setelah
aturan Fleming, di banyak negara empat musim juga dilancarkan program
penghematan dengan memanfaatkan sinar surya semaksimal mungkin. Program
yang dikenal dengan nama Daylight Saving Time (DST) ini yang sudah
dimulai sejak akhir Perang Dunia I terbukti berdampak positif bagi
penghematan energi, khususnya listrik. Program DST mengubah penunjukan
waktu satu jam lebih awal pada saat musim panas. Ini membuat semua
aktivitas dimulai satu jam lebih awal atau matahari lalu dirasakan
"terbenam lebih lambat" selama satu jam.
Dengan digantikan oleh
sinar matahari, konsumsi listrik pun turun. Di Selandia Baru, misalnya,
penurunan mencapai 3,5 persen dan beban puncak listrik turun 5 persen.
Pemakaian fasilitas umum, pusat bisnis, dan pariwisata pun ikut
merasakan manfaat program DST.
Waktu Indonesia
Setelah
diterapkan enam wilayah waktu setelah kemerdekaan, lalu disederhanakan
menjadi tiga setelah Irian kembali, dan disempurnakan tahun 1987 (di
mana Bali masuk Wita serta Kalimantan Barat dan Tengah masuk WIB), soal
waktu ini kembali muncul dalam wacana nasional.
Melihat bahwa
bangsa-bangsa lain memilih waktu lebih dengan pertimbangan kepentingan
nasional bukannya kesesuaian geografi maupun kenyamanan cuaca, maka
Indonesia pun punya peluang yang sama.
Peluang terbesar bagi
perubahan ini adalah untuk WIB, di mana konsumsi listrik terbesar
(Pulau Jawa) ada di sini. Dengan menghapus WIB dan memasukkan wilayah
barat ke Wita, akan besarlah perubahan positif yang bisa dicapai. Akan
ada peluang kegiatan produktif masyarakat bertambah pada siang hari,
yaitu dengan mengalihkan kegiatan di malam hari selama satu jam ke
siang hari. Penggunaan listrik di rumah malam dan pagi hari pun
berkurang satu jam.
Hanya saja, kajian yang menarik ini, menurut
Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman masih kurang
lengkap. Dalam penjelasannya kepada Kompas di BPPT, Selasa petang,
Menneg Ristek mengatakan, kajian yang dilakukan baru mencakup
penghematan energi listrik. Padahal, ada aspek sosial- politik dan
budaya di dalam soal ini sehingga sementara ini pemerintah masih
melihat ongkos sosial-politik pengubahan zona waktu lebih mahal
daripada manfaatnya.
Dengan kata lain, harapan untuk melihat Indonesia hanya punya satu zona waktu, yakni GMT plus 8 masih jauh.
- 4.
-
Pendidikan Fisika di Indonesia
Posted by: "ika mustika sari" ika_fis02@yahoo.com ika_fis02
Thu Sep 18, 2008 10:31 pm (PDT)
Dear All,
Saya seorang Alumnus Pendidikan Fisika salah satu univ. pendidikan ternama di Bandung, saya berniat dan sangat berminat untuk melanjutkan studi saya ke Luar Negeri, saya perlu masukkan dari semua mengenai topik apa yang paling menarik (Khusus Pendidikan Fisika di Indonesia) untuk saya buatkan proposal research supaya Profesor di LN berminat menerima saya sebagai mahasiswanya. saya sangat tertarik untuk mengembangkan kurikulum pendidikan fisika di Indonesia.
Saya juga memohon dengan sangat barangkali ada info mengenai Beasiswa LN untuk Master of Education, langkah-langkah bagaimana mendapatkan beasiswa dan tips dan trik supaya lulus seleksi.
Demikina dari saya. saya sangat mengharapkan masukan2 dari semua, atas segala perhatian Bapak/Ibu saya mengucapkan Terimakasih.
Regards,
Ika Mustika Sari
Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com.
http://mail.promotions. yahoo.com/ newdomains/ aa/
Need to Reply?
Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.
===============================================================
** Arsip : http://members.tripod.com/~fisika/
** Ingin Berhenti : silahkan mengirim email kosong ke :
<fisika_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com>
===============================================================
** Arsip : http://members.tripod.com/~fisika/
** Ingin Berhenti : silahkan mengirim email kosong ke :
<fisika_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com>
===============================================================
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Individual | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar