Sabtu, 13 September 2008

[sekolah-kehidupan] Digest Number 2251

sekolah-kehidupan

Messages In This Digest (21 Messages)

Messages

1a.

Re: RUSIA atau MESIR???

Posted by: "ukhti hazimah" ukhtihazimah@yahoo.com   ukhtihazimah

Fri Sep 12, 2008 5:46 am (PDT)

Cukup otentik dan bisa dipertanggung-jawabkan. So, sedikit saran kirim ke metro ato sekalian ke media massa, supaya sejarah gak sembarangan diburem-buremin, ato udah?

thx for sharing

-sinta-

Keindahan selalu muncul saat kepala manusia berpikir positif
^_^

www.sinthionk.rezaervani.com
www.sinthionk.multiply.com YM: sinthionk

--- On Fri, 9/12/08, r widhiatma <r_widhiatma@yahoo.com> wrote:
From: r widhiatma <r_widhiatma@yahoo.com>
Subject: [sekolah-kehidupan] RUSIA atau MESIR???
To: "sekolah kehidupan" <sekolah-kehidupan@yahoogroups.com>
Date: Friday, September 12, 2008, 9:20 AM

RUSIA atau MESIR???
 
 
Tulisan saya setahun lalu mengomentari pemberitaan sebuah stasiun televisi swasta,  pasca kedatangan Presiden Rusia Vladimir Putin, awal September 2007.

 









2.

Teka-Teki... Hanya 2% Penduduk Dunia Yang Bisa Menjawab Teka-Teki in

Posted by: "ayulia rahmi dewi" suka2_iu@yahoo.co.id   suka2_iu

Fri Sep 12, 2008 7:08 am (PDT)

Teman-teman aq dapat teka-teki neh.adakah dr kalian yg bs menjawab?
Selamat mencoba...

Dear all,

Menurut survey dunia, hanya ada 2% penduduk dunia yang dapat menjawab
teka-teki ini, sedangkan yang 98% terkadang menyerah di tengah
jalan...

Berikut adalah teka-teki nya :

Diketahui ada 5 orang berbeda kebangsaannya memiliki warna rumah yang
berbeda juga. Ke-5 orang ini mempunyai kebiasaan merokok dan minum
serta memelihara binatang yang berbeda juga. Sedangkan kriteria
lainnya adalah:
1. Orang Inggris tinggal di rumah Merah
2. Orang Swedia memelihara Anjing
3. Orang Denmark minum Teh
4. Pemilik rumah Hijau minum Kopi
5. Rumah yang merokok Lucky Strike pelihara Burung
6. Pemilik rumah Kuning merokok Dunhill
7. Orang yang tinggal di rumah Tengah minum Susu
8. Orang Norwegia tinggal di rumah Pertama
9. Orang yang merokok Frontier tinggal disebelah orang yang pelihara
Kucing
10. Orang yang mempunyai Kuda tinggal disebelah orang yang merokok
Dunhill
11. Orang yang merokok Mild Seven minum Bir
12. Orang Jerman merokok Seven Star
13. Orang Norwegia tinggal bersebelahan dengan rumah Biru
14. Orang yang merokok Frontier punya tetangga yang minum Air
15. Rumah Hijau bersebelahan dengan rumah Putih

PERTANYAANNYA ADALAH:
SIAPAKAH YANG MEMELIHARA IKAN????.... ....

Selamat Mencoba....
"jawaban bisa dikirim ke +6281802720789 sebelum 1 Oktober 2008"
atau "via email di annov4@hotmail. com"

--G.A.W--

--
| Mobile 628157988053 | Y!M hendra_aquan | http://hendraaquan. blogspot. com/ | http://08157988053. multiply. com/ | www.jgm.or.id |


__________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
3a.

Re: [kabinet-eska] [Maklumat] Relawan Untuk Acara Simbolisasi 1000 C

Posted by: "patisayang" patisayang@yahoo.com   patisayang

Fri Sep 12, 2008 7:12 am (PDT)

insyaAllah saya juga ikut

oogroups.com, r widhiatma <r_widhiatma@...> wrote:
>
> insyaAllah saya ikut...
>
>
> --- On Fri, 9/12/08, Nia Robiatun Jumiah <musimbunga@...> wrote:
>
> From: Nia Robiatun Jumiah <musimbunga@...>
> Subject: [sekolah-kehidupan] Re: [kabinet-eska] [Maklumat] Relawan Untuk Acara Simbolisasi 1000 Cinta Untuk 1000 Mushalla tgl 14 Sep 2008 wilayah Jabodetabek
> To: kabinet-eska@yahoogroups.com
> Cc: "sekolah kehidupan" <sekolah-kehidupan@yahoogroups.com>
> Date: Friday, September 12, 2008, 2:46 PM
>
>
>
>
>
>
>
> tanggal 14 insya Alloh ikut..
> tapi gak bisa ke rumah kang dani besok... ngajar dan nyiapin nikahan
> ok thanks...
>
> salam
> nia
>
>
> Pada 11 September 2008 13:22, Lia Octavia <liaoctavia@gmail. com> menulis:
>
>
>
>
>
>
>
> Assalamu'alaikum wrwb
>
> Sehubungan dengan acara simbolisasi & pemberian donasi dalam program 1000 Cinta Untuk 1000 Mushalla wilayah Jabodetabek pada Ahad, 14 September 2008 mendatang, bagi sahabat-sahabat yang bersedia untuk menjadi relawan pada acara ini, dapat mendaftarkan diri pada Ketua Pelaksana Galih Ari Permana di 087877328607 atau di milis ini.
>
> Bagi para relawan yang sudah mendaftar, mohon kesediaannya untuk menghadiri briefing & persiapan kegiatan pada tgl 13 September 2008 di kediaman Dani Ardiansyah (Ketua SK Pusat) dan kemudian dilanjutkan breifing di mushalla-mushalla di Blok M yang sudah diberitahukan sebelumnya. Untuk konfirmasi kedatangan briefing & persiapan ini, mohon langsung menghubungi Kang Galih.
>
> Berikut daftar relawan (silakan ditambahkan namanya ya):
> 1. Galih
> 2. Dani
> 3. Retno
> 4. Ayong
> 5. wiwid
> 6. ......
> 7. ......
> 8. ......g
> g
>
> Salam
> Lia
>

4.

AYO........SEMANGAT ! ! !

Posted by: "syahrenan" syahrenan@yahoo.co.id   syahrenan

Fri Sep 12, 2008 7:53 am (PDT)

Semoga bermanfaat

Disela-sela menjalani kesibukannya, Daniel seorang pengacara muda yang
cukup terkenal di Jakarta selalu berupaya untuk meluangkan waktu buat
Intan, putri semata wayangnya. Siang itu Daniel mengajak Intan bermain
ular tangga. Dengan semangat dan riangnya mereka memulai permainan.
Intan tertawa ketika mendapatkan angka dadu 6 dan sebuah tangga. Dengan
bangga dia mengatakan "ayah tertinggal". Selang beberapa langkah Intan
mendapatkan ular dan Daniel mendapatkan tangga, sehingga dalam sekejap
intan tertinggal lumayan jauh. Ekspresinya mendadak berubah,
keceriaannya hilang. Dengan cemberut Intan berdiri untuk mengakhiri
permainan sambil meyakinkan "Hei, ayah juga bisa jatuh nanti! Ayo kita
lanjutkan! Daniel tidak putus asa, ia kembali berusaha membujuk Intan,
kali ini dengan intonasi yang lebih lembut, "Intan sayang, kenapa nggak
mau main lagi? Atau bagaimana kalau kita ulang permainan dari awal?",
tetapi usaha Daniel sia-sia.

Dalam setiap permainan atau kompetisi selalu dijanjikan kemenangan dan
kekalahan. Lihat saja para legenda-legenda juara, mereka bukan hanya
orang-orang yang tangguh memperjuangkan kemenangan saja, namun mereka
tegar dalam menghadapi berbagai kekalahan. Alexander Graham Bell
berkali-kali ditolak proposal penelitian teleponnya. Muhammad Ali tak
hanya sekali dikalahkan atau bahkan terpukuh jatuh. Abraham Lincoln
pernah mengalami kekalahansaat mencalonkan diri menjadi senator. Kolonel
Sander ditolah berkali-kali saat menawarkan resepnya dan masih banyak
contoh-contoh lainnya.

Kalau kita perhatikan, orang-orang sukses bukan tidak pernah gagal atau
kalah, namun saat mereka menemui kekalahan mereka tidak kehilangan
hasrat untuk mencoba dan berjuang lagi. Seperti yang pernah diungkapkan
Sir Winston Churchill "Success is the ability to go from one failure to
another with no loss of enthusiasm". Pada kenyataannya jarang sekali
terjadi sebuah kesuksesan "one shot one kill" atau sekali tembak kena
sasaran. Hal ini selaras dengan sifat semesta alam yang mencapai
kesempurnaandengan berevolusi. Untuk mencapai hasil tertentu manusiapun
harus dari berbagai kesalahan, kegagalan dan kekalahan. Sayangnya banyak
yang memahami bahwa kegagalan merupakan sebuah proses menuju
kesempurnaan.

Tanpa menutup mata, memang beberapa orang berhasil karena kesempatan,
telenta, pendidikan, uang, dukungan dan faktor lainnya, tapi masih lebih
banyak orang yang berhasil karena terus menerus mencoba dengan semangat
dan kebulatan tekadnya.

Ayo….SEMANGAT!!!

5.

(catatan kaki) Minggu, 14 September 2008, Jalan Pramuka ditutup

Posted by: "suka2_iu" suka2_iu@yahoo.co.id   suka2_iu

Fri Sep 12, 2008 8:50 am (PDT)

Car Free Day Akan Diselenggarakan di Pramuka

============ ========= ==
http://kompas. com/read/ xml/2008/ 09/11/13165571/ car.free. day.akan.
diselenggarakan. di.pramuka
============ ========= ==

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya meluaskan wilayah
pelaksanaan car free day atau hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) di
Ibu Kota. Pada Minggu, 14 September mendatang, kegiatan itu
dijadwalkan dilaksanakan di sepanjang Jalan Pramuka, Jakarta Timur.

Saat itu, semua kendaraan pribadi dan angkutan tidak bertrayek
dilarang melintas di Jalan Pramuka -dari perempatan By Pass Ahmad Yani
hingga Fly Over Matraman)- mulai pukul 06.00-14.00. Angkutan umum
bertrayek diijinkan lewat tetapi melalui jalur lambat.

Kepala BPLHD (Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah) DKI Jakarta,
Budi Rama, di Jakarta, Kamis (11/9), mengatakan, sebelumnya kegiatan
seperti itu hanya berlangsung di Jalan Jenderal Sudirman dan MH
Thamrin. Namun sejak Juli lalu kebiasaan itu berubah. Saat itu HBKB
diselenggarakan di sepanjang Jalan HR Suprapto, Jakarta Pusat.

Ke depan, kata dia, pelaksanaan HBKB akan digilir ke lima wilayah
Jakarta. Mestinya kegiatan itu dilaksanakan secara serempak di
berbagai wilayah, bukan bergilir. Namun langkah itu terpaksa dilakukan
karena keterbatasan jumlah laboratorium penguji kualitas udara yang
ada. "Lab uji yang mobile hanya ada satu, itu pun dipinjamkan oleh
Kementerian Lingkungan Hidup. Bagusnya memang (car free day) bisa
dilakukan secara serempak di beberapa lokasi," kata Budi.

Penyelenggarakan car free day antara lain bertujuan untuk meningkatkan
kesadaran masyarakat tentang pentingnya udara bersih dan pada saat
bersamaan menekan tingkat polusi udara.

EGP

6a.

Re: (TeKa) Humanisasi Pendidikan

Posted by: "sismanto" siril_wafa@yahoo.co.id   siril_wafa

Fri Sep 12, 2008 8:52 am (PDT)

Secara prinsip saya sepakat dengan humanisasi pendidikan dan
artikelnya menarik pak. ditunggu tulisan berikutnya yach..

Salam,
Sis

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "rahmad
nurdin" <rahmad.aceh@...> wrote:
>
> Assalamu'alaikum

6b.

Sutardji (4): Ditebas Pedang Taubat

Posted by: "hasan aspahani" hasanaspahani@yahoo.com   hasanaspahani

Fri Sep 12, 2008 3:09 pm (PDT)

[Sutardji (4): Ditebas Pedang Taubat

.fullpost{display:inline;}

Oleh Hasan Aspahani
www.sejuta-puisi.blogspot.com
 
 
BILA sajak "Berdarah" adalah sajak Sutardji yang paling tepat bicara soal kesetiakawanan sosial - saya amat satu kata dengan Joko Pinurbo dalam hal ini, maka sajak "Idulfitri" adalah sajak tentang pertobatan dan pengakuan kesalahan di masa lalu, yang paling jujur.

Ketika ada berita Sutardji yang tak pernah mabuk lagi, membaca sajak di Pekanbaru dan seperti biasa dia tampil dengan totalitas dan karena itu selalu memukai, ada seorang berkomentar, "apa betul dia tak minum dulu sebelum baca sajak itu?" Saya kira orang itu tak pernah sajak "Idulfitri". Dalam beberapa kali bertemu Sutardji saya tahu persis dia memang tak minum bir lagi. Dia ucapkan itu berkali-kali. Saya melihat perilaku, Sutardji persis seperti sajak "Idulfitri"-nya ini:

IDULFITRI
Sajak Sutardji Calzoum Bachri

lihat
pedang taubat ini menebas hati
dari masa lampau yang lalai dan sia-sia
telah kulaksanakan puasa Ramadhanku
telah kutegakkan shalat malam
telah kuuntai wirid tiap malam dan siang
telah kuhamparkan sajadahku
yang tak hanya menuju Ka'bah
tapi ikhlas mencapai hati dan darah

dan di malam Qadar aku pun menunggu
namun tak bersua Jibril atau malaikat lainnya

maka aku girang-girangkan hatiku
aku bilang
tardji rindu yang kau wudhukkan setiap malam
belumlah cukup untuk menggerakkan Dia datang
namun si bandel tardji ini sekali merindu
takkan pernah melupa
takkan kulupa janjiNya
bagi yang merindu insyaAllah kan ada mustajab cinta

maka walau tak jumpa denganNya
shalat dan zikir yang telah membasuh jiwaku ini
semakin mendekatkan aku padaNya
dan semakin dekat
semakin terasa kesiasiaan pada usia lama yang lalau berlupa

O lihat Tuhan kini si bekas pemabuk ini
ngebut
di jalan lurus
jangan Kau depakkan lagi aku ke trotoar
tempat usia lalaiku menenggak arak di warung dunia
kini biarkan aku menenggak marak cahayaMu
di ujung sisa usia

O usia lalai yang berkepanjangan
yang menyebabkan aku kini ngebut di jalan lurus
Tuhan jangan Kau depakkan lagi aku di trotoar
tempat dulu aku menenggak arak di warung dunia

maka pagi ini
kukenakan zirah la ilaha illallah
aku pakai sepau siratul mustaqiem
akupun lurus menuju lapangan tempat shalat ied
aku bawa masjid dalam diriku
kuhamparkan di lapangan
kutegakkan shalat
dan kurayakan kelahiran kembali
di sana

1987

Ini adalah sajak yang total, jujur, dan saya ingin sekali melihat dia membacakan sajaknya ini. Saya membaca sajak ini dengan mata berkabut. Betapa beruntungnya Sutardji, diberi kesempatan untuk menyadari perilaku salah dan berani pula dia mengakui itu dan betapa kuat tekadnya untuk menjadi benar. Saya ingin sekali kelak menulis sajak seperti ini. Saya ingin sekali bisa measa "merayakan kembali kelahiran".

Saya kira ini adalah sajak yang menandai babak baru kepenyairan Sutardji. Di buku "Atau Ngit Cari Agar" ada tahun-tahun Sutardji kosong menyajak. Sajak terakhirnya dari era setelah "O, Amuk, Kapak" bertahun 1979. Lalu sajaknya muncul lagi baru pada tahun 1987. Ada dua sajak yang ditulisnya pada tahun itu yaitu "Para Penyair" dan "Idulfitri". Saya tak tahu manakah yang lebih dahulu ditulis, tapi keduanya bernada sama, beraroma penemuan spiritual dan lahir sama dari seorang Sutardji yang kini telah berbeda. "Sajak yang ditulis dalam keadaan berwudhu," kata Taufik Ismail.

"Semua sajakku dari dulu sudah religius," kata Sutardji pada suatu ketika. Tapi religiusitasnya berbeda. Religiusitas sajak di era "O, Amuk, Kapak" kental dengan aroma pencarian, keraguan, pendakwaan, dan perlawanan. Maka sajak-sajak setelah 1987 itu adalah sajak dengan warna teduh, ia telah sampai, ia telah menemukan, ia sudah berpegang kuat.

__________________________________________________________
Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga.
http://id.toolbar.yahoo.com/
6c.

Re: [TeKa] Humanisasi Pendidikan

Posted by: "setyawan_abe" setyawan_abe@yahoo.com   setyawan_abe

Sat Sep 13, 2008 3:47 am (PDT)

Idem dengan mas Sis, Artikel menarik. Pengembalian pendidikan pada
makna fithrahnya, dan pengembangan atas potensi relatif masing2. Pada
pergerakan spiral trancenden (?).

Sosialisasi saintifik, dan Saintifikasi sosial gimana menurut Pak Rahmad
dan SKers?

Salam
Arief

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "sismanto" <siril_wafa@...>
wrote:
>
> Secara prinsip saya sepakat dengan humanisasi pendidikan dan
> artikelnya menarik pak. ditunggu tulisan berikutnya yach..
>
> Salam,
> Sis
>
>
> --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "rahmad
> nurdin" rahmad.aceh@ wrote:
> >
> > Assalamu'alaikum
>

7a.

Pemberontakan Jokpin

Posted by: "ecrivain della" della_ecrivain@yahoo.com   della_ecrivain

Fri Sep 12, 2008 11:57 am (PDT)

Pemberontakan Jokpin
Membaca puisi-puisi Joko Pinurbo seperti merasakan adanya pemberontakan luar biasa yang terjadi. Terhadap model, gaya, dan corak puisi tempo dulu. Joko Pinurbo atau Jokpin telah menghadirkan kebaruan yang mendobrak rezim puisi masa lalu. Lewat puisi pula tentunya.
Bila pada masa sebelumnya, puisi seolah terjebak pada strukturalime yang akut. Puisi diformulakan sebagai barisan kata yang ringkas-padat-bernas. Yang tak boleh tidak harus menjadikannya ibarat "rumus matematika". Bukan dalam substansinya, tapi bentuknya. Puisi Jokpin tidak. Kerap dalam puisinya kata-kata membanjir, membludak. Menganak sungai sampai akhirnya melaut. Mungkin Jokpin ingin merubuhkan marka pemahaman tentang puisi dan prosa yang dipahami banyak orang selama ini. Bahwa puisi itu harus pendek dan dibaca dengan terpatah-patah. Sedang prosa kebalikannya. Itu kesan pertama saya.
Lebih lanjut di http://idemenulis.blogspot.com/2008/09/pemberontakan-jokpin.html

7b.

Pemberontakan Jokpin

Posted by: "ecrivain della" della_ecrivain@yahoo.com   della_ecrivain

Fri Sep 12, 2008 11:59 am (PDT)

Pemberontakan Jokpin
Membaca puisi-puisi Joko Pinurbo seperti merasakan adanya pemberontakan luar biasa yang terjadi. Terhadap model, gaya, dan corak puisi tempo dulu. Joko Pinurbo atau Jokpin telah menghadirkan kebaruan yang mendobrak rezim puisi masa lalu. Lewat puisi pula tentunya.
Bila pada masa sebelumnya, puisi seolah terjebak pada strukturalime yang akut. Puisi diformulakan sebagai barisan kata yang ringkas-padat-bernas. Yang tak boleh tidak harus menjadikannya ibarat "rumus matematika". Bukan dalam substansinya, tapi bentuknya. Puisi Jokpin tidak. Kerap dalam puisinya kata-kata membanjir, membludak. Menganak sungai sampai akhirnya melaut. Mungkin Jokpin ingin merubuhkan marka pemahaman tentang puisi dan prosa yang dipahami banyak orang selama ini. Bahwa puisi itu harus pendek dan dibaca dengan terpatah-patah. Sedang prosa kebalikannya. Itu kesan pertama saya.
Lebih lanjut di http://idemenulis.blogspot.com/2008/09/pemberontakan-jokpin.html

7c.

[Catcil] Peringatan itu Datang Setiap Hari

Posted by: "Abu Farras Mujahid" seruling_daud@yahoo.com   seruling_daud

Sat Sep 13, 2008 3:45 am (PDT)

Gempa bumi yang mengguncang Yogyakarta dan sekitarnya 27 Mei beberapa tahun lalu membuat kita terhenyak kaget. Sebelum terjadi gempa itu, perhatian kita kerap tertuju pada berita aktivitas gunung merapi yang mulai menunjukkan gejala akan meletus. Kita juga dapat menyaksikan berita di televisi bahwa setiap hari ada saja gempa bumi di berbagai daerah. Bahkan, lebih ekstrem lagi, seorang ilmuwan ITB mengatakan bahwa seluruh pulau di Indonesia mengalami gempa setiap hari, hanya saja tidak terasa karena berskala kecil. Bencana alam yang terjadi selama ini banyak yang tidak terduga sebelumnya. Prediksi-prediksi ilmiah berdasarkan teknologi hanya mampu memperkirakan, namun belum dapat memastikan kapan akan terjadi.
 
Puluhan ribu jiwa melayang dan ratusan ribu rumah yang telah dibangun puluhan tahun lamanya, hancur dan rata oleh tanah. Tiba-tiba manusia yang tua hingga muda, kaya hingga miskin, tertunduk, menangis. Segala kesombongan manusia yang selama ini dibanggakan dalam hati dan tingkah laku, tak dapat menghalangi gempa itu agar tidak terjadi. Seolah Tuhan berkata kepada manusia, "Kekuatan apakah yang kalian sombongkan? Alat teknologi manakah yang dapat mencegah manusia dari kematian yang tak terduga?" Jika dilihat jumlah manusia yang mati akibat gempa, justru pada abad modern ini, jumlahnya semakin meningkat sangat drastis. Hal ini diperlihatkan dalam laporan National Earthquake Information Center. 
 
Menurut Subagyo Pramumijoyo, seorang peneliti di Laboratorium Geologi Dinamik Jurusan Teknik Geologi FT UGM, sampai saat ini belum ada alat yang bisa meramal dengan tepat kedatangan gempa bumi. Di Yunani pernah diperkenalkan Metode Van yang pernah bisa meramal kedatangan gempa, namun setelah itu belum ada lagi gempa bumi yang bisa diramalkan kedatangannya. Di sini kita tahu bahwa gempa bumi sebagai bagian dinamika bumi memiliki karakter yang unik. (Republika 29 Desember 2004).
 
Amerika Serikat sendiri yang dikenal sebagai negara superpower karena penguasaannya terhadap teknologi canggih, tak mampu menghalangi badai Katrina, badai Gustav menerjang negaranya. Hingga kemudian ribuan orang di negara tersebut tewas seketika, belasan ribu lainnya menderita luka-luka dan ribuan bangunan lainnya hancur berantakan.
 
Kita kerap merasa sombong dengan kekuatan yang kita miliki, dengan apa yang kita ciptakan. Namun ketika kita evaluasi terus menerus, ternyata banyak yang mesti diperbaiki, begitupun seterusnya. Ini saja menunjukkan bahwa kemampuan manusia dalam berkreasi sangat terbatas. Berbeda dengan karya cipta Ilahi. Dia bahkan menyuruh kita untuk melihat berulang-ulang apakah ada yang cacat dari apa yang Dia ciptakan. Allah Swt. berfirman, "Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah." (QS. al-Mulk [67]: 3-4).
 
Manusia Dikelilingi Oleh Bahaya
Manusia adalah makhluk yang memiliki banyak kelemahan dan harus selalu terus-menerus berusaha untuk mengatasi kelemahan tersebut. Adanya penyakit yang diderita manusia adalah gambaran paling jelas tentang kelemahan tersebut. Oleh karenanya, ketika seseorang atau sahabatnya jatuh sakit, ia hendaknya berpikir tentang makna yang terkandung dari musibah ini. Ketika sedang berpikir, ia memahami bahwa flu yang dianggap sebagai penyakit yang biasa pun memiliki pelajaran-pelajaran yang darinya manusia dapat mengambil hikmah ataupun peringatan. Ketika terjangkiti penyakit tersebut, ia memikirkan hal-hal seperti: pertama, penyebab utama flu adalah virus yang teramat kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Akan tetapi, makhluk yang kecil ini sudah cukup untuk membuat manusia yang bobotnya 60-70 Kg menjadi kehilangan kekuatan, membuatnya sedemikian lemah sehingga tak mampu berjalan ataupun berbicara sekalipun. Seringkali obat atau makanan yang ia makan tidak
membantu meringankan penderitaannya. Satu-satunya yang dapat ia lakukan adalah beristirahat dan menunggu. Dalam tubuhnya, berlangsung sebuah peperangan yang ia tak pernah mampu untuk campur tangan, dengan kata lain ia dibuat lumpuh tak berdaya melawan organisme yang sangat kecil.
 
Apakah kira-kira yang akan muncul di benaknya apabila diberitahukan bahwa di bawah tempat dia berdiri terdapat sebuah bola api mendidih yang dapat memancar dan berhamburan dari permukaan bumi pada saat terjadi gempa yang hebat atau gunung meletus? Mari kita berbicara lebih jauh dan anggaplah orang ini telah diberitahu bahwa bumi tempat ia berada hanyalah sebuah planet kecil yang mengapung dalam ruang yang sangat luas, gelap dan hampa yang disebut ruang angkasa. Ruang angkasa ini memiliki potensi bahaya yang lebih besar dibandingkan materi bumi tersebut, misalnya: asteoroid dan meteor-meteor dengan berat berton-ton yang bergerak dengan leluasa di dalamnya. Bukan tidak mungkin benda-benda angkasa tersebut bergerak ke arah bumi dan kemudian menabraknya.
 
Mustahil orang ini mampu untuk tidak berpikir sedetikpun ketika berada di tempat yang penuh dengan bahaya yang setiap saat mengancam jiwanya. Ia pun akan berpikir pula bagaimana mungkin manusia dapat hidup dalam sebuah planet yang sebenarnya senantiasa berada di ujung tanduk, sangat rapuh dan membahayakan nyawanya. Ia lalu sadar bahwa kondisi ini hanya terjadi karena adanya sebuah sistem yang sempurna tanpa cacat sedikitpun. Kendatipun bumi, tempat ia tinggal, memiliki bahaya yang luar biasa besarnya, namun padanya terdapat sistem keseimbangan yang sangat akurat yang mampu mencegah bahaya tersebut agar tidak menimpa manusia. Seseorang yang menyadari hal ini, memahami bahwa bumi dan segala makhluk di atasnya dapat melangsungkan kehidupan dengan selamat hanya dengan kehendak Allah, disebabkan oleh adanya keseimbangan alam yang sempurna dan tanpa cacat yang diciptakan-Nya.
 
Tanda-Tanda akan Datangnya Hari Kiamat
Ada sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, bahwa tanda-tanda akan datangnya hari kiamat adalah banyak terjadinya gempa bumi. Dan diriwayatkan dari Salamah bin Nufail As-Sukuni, Ia berkata: Kami sedang duduk-duduk di sisi Rasulullah Saw., lalu beliau menyebutkan suatu hadits yang antara lain isinya: "Sebelum terjadinya hari Kiamat, akan terdapat kematian-kematian yang mengerikan, dan sesudahnya akan terjadi tahun-tahun gempa bumi". Seorang ahli hadits bernama Ibnu Hajar berkata, "Telah banyak terjadi gempa bumi di negara-negara bagian utara, timur dan barat, tetapi yang dimaksud oleh hadits ini ialah gempa bumi secara merata dan terus menerus."
 
Sebuah penelitian modern yang dilakukan oleh National Earthquake Information Center (NEIC) menunjukkan fakta yang sangat mengejutkan, adanya peningkatan kuantitas gempa yang sangat signifikan di abad ke 20 dan awal abad 21 dibanding abad-abad sebelumnya. Kekuatan gempa pun menjadi semakin dahsyat, dari tahun 1980 – 1989 gempa yang berkekuatan 8 – 9.9 skala richter hanya terjadi 4 kali. Di tahun 1990 – 1999 meningkat menjadi 6 kali gempa. Dan di tahun 2000 – 2006 (berselang 6 tahun) sudah terjadi 6 kali gempa berkekuatan di atas 8 skala richter dengan jumlah angka kematian di atas tahun-tahun sebelumnya. Kemungkinan besar akan terjadi gempa yang besar (di atas 8 skala richter) pada tahun-tahun yang akan datang. (Lihat http://neic.usgs.gov/neis/eqlists/graphs.html ). 
 
Belum lagi dengan peristiwa-peristiwa menghebohkan lainnya; tingginya angka kriminalitas (HR. Bukhari), merajalelanya praktek perzinaan, homoseksual dan lebianisme (HR. Bukhari, Ibnu Hibban dan al-Bazzar), terjadinya banyak peperangan (HR. Bukhari dan Muslim), kekayaan beredar hanya di antara orang-orang kaya (HR. Tirmidzi) dan tanda-tanda kiamat lain yang diberitahukan sejumlah hadits Nabi Saw. yang kesemuanya telah dirangkum oleh Harun Yahya dalam websitenya http://www.signsofthelastday.com/.
 
Pelajaran Berharga
Semua bencana alam yang menimpa umat manusia selama ini, bukan tanpa maksud dan tujuan sama sekali. Semua itu, sebagaimana al-Quran menyebutkan, sebagai pelajaran (ibrah) bagi orang-orang yang memikirkannya. Artinya, orang-orang yang tidak mau memikirkannya, merenungkannya dan menelitinya dengan seksama, tidaklah akan mendapatkan pelajaran berharga ini.
 
Jika orang sudah merasakan kematian semakin dekat pada dirinya, ia pasti akan segera meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah, berakhlak baik, berkata jujur, banyak menangis mengingat dosa, dan melakukan amal shalih lainnya. Semua itu dilakukan dengan penuh keikhlasan dan kekhusyuan.
 
Satu kesalahan yang kita lakukan, sekecil apa pun, bisa berdampak pada diri kita. Mungkin saja dampaknya tidak kita rasakan saat ini, tetapi puluhan tahun kemudian. Hutan yang ditebang sedikit demi sedikit, tentu kelak akan gundul. Akibatnya, lapisan ozon semakin menipis dan udara pun menjadi semakin panas. Sumber air mulai sedikit karena tidak ada yang dapat menampungnya dalam jangka waktu lama. Akibat-akibat buruk lainnya akan sangat terasa di kemudian hari. Ibnu Sirin pernah berkata, "Suatu kali aku pernah menghina seseorang dengan mengatakan, "Hai orang yang bangkrut! Empat puluh tahun kemudian malahan aku yang bangkrut."
 
Bahkan, ada di antara kita yang dengan terang-terangan bangga melakukan dosa, padahal kita tahu bahwa itu sangat dilarang. Siksaan dan cobaan itu tak seberapa jika dibanding dosa-dosa yang kita perbuat. Jika cobaan datang untuk membersihkan dosa-dosanya, barulah kita berteriak-teriak minta tolong, "Apakah gerangan dosaku?" Kita lupa, apa yang kita lakukan telah membuat bumi terguncang.
 
Namun, Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dia berikan kesempatan kepada manusia untuk mau mengambil pelajaran dari apa yang pernah terjadi. Sehingga dari sanalah, manusia hendaknya berhati-hati dalam melangkah; tidak memperturutkan hawa nafsunya yang bisa menyebabkan bencana itu menimpa pada dirinya. Kekurangan dan kelebihan seseorang akan tampak jika dia mengintrospeksi dirinya.
 
Jika kita merasa jiwa kita kotor, maka ingatlah bahwa ada nikmat yang mungkin tidak kita syukuri atau kita melakukan kesalahan. Berhati-hatilah agar nikmat-nikmat Allah tidak menjauh dari kita dan berhati-hatilah terhadap bala bencana yang setiap saat bisa menimpa kita.
 
http://abufarras.blogspot.com

8a.

(catcil) Kata!!!!!!!!

Posted by: "dyah zakiati" adzdzaki@yahoo.com   adzdzaki

Fri Sep 12, 2008 12:34 pm (PDT)

"Buuu, Rio ngatain saya buuu."
"Memang dikatain apa?"
"Pendek."
"Lah, kenyataan kan?"
"Yah, ibuuu."
"Ya udah. Nanti ibu bilangin Rionya deh. Tapi kamu mestinya bersyukur dikatain Rio."
"Lho kok?"
"Iya, kan kalau kamu bersabar, insya Allah pahala kamu bertambah."
"Iya bu?"
"Iya. Pahala Rio buat kamu."
"Asyiiiik. Hehehe, ya udah. Bu, saya keluar yaa."
"Lho sebentar lagi masuk. Kamu mo kemana?"
"Ke Rio lagi. Biar dikatain."
"Waduw."
"Iya, biar pahalanya nambah buuu."
Risa
hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Bu guru muda itu kembali menekuni
buku bacaannya yang hampir habis dibacanya. Risa memang sulit
melepaskan buku fiksi yang dibacanya bila belum habis.
"Buuu, Fery ngatain saya buu."
"Dia duluan buuu."
"Anto ngatain orang tua saya buu."
Risa menghela nafas. Diletakkannya bukunya.
"Ayo anak-anak. Kalian duduk dulu ya."
"Iya buu."
Siswa SMP kelas VII itupun duduk dengan rapinya. Risa menatap mereka.
"Anak-anak. Siapa yang suka diejek?"
Semua diam
"Siapa yang tidak mau diejek?"
"Saya buuuu."
"Kalian tidak suka diejek?"
"Iya buuu."
"Tidak suka dikatain?"
"Iya buuu."
"Tidak suka bila nama orang tua kalian dipermainkan?"
"Iya buuu."
"Sama."
"yaa, ibu."
"Kalau begitu kita sama dong bu."
"Nah. Betul. Terus, kalau kalian tidak suka, mengapa kalian lakukan kepada orang lain?"
"Abisnya dia duluan bu."
"Yeee, orang elo duluan."
"Lo kan tadi yang mulai."
"Sudah!
Sudah! Mulai deh. Ya sudah. Kalau kalian tidak suka diperlakukan
seperti itu, jangan lakukan pada orang lain. Tau tidak. Kalau kalian
menyakiti hati orang lain, maka nanti di akhirat kalian akan dituntut
balasannya. Mau?
"Tidak buuu."
"Nah, makanya, jaga kata-kata yang
keluar dari lisan kalian. Ibu punya teman cantiiiik sekali. dia baik
dan pintar. Nah, waktu ke rumahnya, ibu mendengar sendiri bahwa ibunya
teman ibu itu kalau memanggil anaknya dengan sebutan 'cantik',
'pintar', 'sayaang'. Nah, makanya anaknya jadi benar-benar cantik dan
pintar. Kata-kata itu kan doa."
"Iya bu? Kalau begitu kita ngatainnya, eh, 'ganteng' sini lho. Atau 'pinter', main yuk."
"Itukan jauh lebih bagus daripada kalian mengucapkan kata-kata yang tidak baik seperti..."
" xxxxxxx"
"xxxxxxx" (maaf disensor)
"Nah, ibu sendiri tidak mau mengucapkan kata itu."
"Kenapa bu?"
"Kita
kan harus menjaga kata-kata dari mulut kita anak-anak. Kalau kalian
terbiasa berkata kasar ataupun kotor, nanti suatu saat ketika kalian
dewasa dan punya anak, kalian mau, kata-kata itu terucap pada anak
kalian?"
"Ya enggaklah bu.Mana mungkin saya bilang kata-kata itu ke anak nanti."
"Kan kalau kalian terbiasa kalian akan tanpa sadar berbicara kata yang tak sopan."
"Iya ya bu."
"Jadi kalian janji ya, menjaga ucapan kalian."
"Iya buu."
"Mmm
sudah bel masuk ya. Ya sudah. Sekarang kalian buat kelompok ya. Setiap
kelompok harus membuat mading sekreatif mungkin." Setelah mengawasi
sebentar anak-anak membuat mading, Risa meneruskan membaca bukunya.
(heheh, korupsi waktu euy).
"Ibuuuu, si XYZ bilang saya mirip xxxxxx."
Gubraks deh anak-anak. Baru saja dibilangin, eh sudah....

__________________________________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
8b.

Re: (catcil) Kata!!!!!!!!

Posted by: "jun an nizami" tinta_mirah@yahoo.co.id   tinta_mirah

Fri Sep 12, 2008 3:10 pm (PDT)

Waahh..bu bijak,keren euy !!!
Indahnya jadi murid ibu ini,di sekolah ini.

Bu..kami sayang ibu (apa coba?)

piss ya bu..
Ibu emang keren..

dyah zakiati wrote:
> "Buuu, Rio ngatain saya buuu." "Memang dikatain apa?" "Pendek." "Lah, kenyataan kan?" "Yah, ibuuu." "Ya udah. Nanti ibu bilangin Rionya deh. Tapi kamu mestinya bersyukur dikatain Rio." "Lho kok?" "Iya, kan kalau kamu bersabar, insya Allah pahala kamu bertambah." "Iya bu?" "Iya. Pahala Rio buat kamu." "Asyiiiik. Hehehe, ya udah. Bu, saya keluar yaa." "Lho sebentar lagi masuk. Kamu mo kemana?" "Ke Rio lagi. Biar dikatain." "Waduw." "Iya, biar pahalanya nambah buuu." Risa
> hanya menggeleng-gelengka n kepalanya. Bu guru muda itu kembali menekuni
> buku bacaannya yang hampir habis dibacanya. Risa memang sulit
> melepaskan buku fiksi yang dibacanya bila belum habis. "Buuu, Fery ngatain saya buu." "Dia duluan buuu." "Anto ngatain orang tua saya buu." Risa menghela nafas. Diletakkannya bukunya. "Ayo anak-anak. Kalian duduk dulu ya." "Iya buu." Siswa SMP kelas VII itupun duduk dengan rapinya. Risa menatap mereka. "Anak-anak. Siapa yang suka diejek?" Semua diam "Siapa yang tidak mau diejek?" "Saya buuuu." "Kalian tidak suka diejek?" "Iya buuu." "Tidak suka dikatain?" "Iya buuu." "Tidak suka bila nama orang tua kalian dipermainkan? " "Iya buuu." "Sama." "yaa, ibu." "Kalau begitu kita sama dong bu." "Nah. Betul. Terus, kalau kalian tidak suka, mengapa kalian lakukan kepada orang lain?" "Abisnya dia duluan bu." "Yeee, orang elo duluan." "Lo kan tadi yang mulai." "Sudah!
> Sudah! Mulai deh. Ya sudah. Kalau kalian tidak suka diperlakukan
> seperti itu, jangan lakukan pada orang lain. Tau tidak. Kalau kalian
> menyakiti hati orang lain, maka nanti di akhirat kalian akan dituntut
> balasannya. Mau? "Tidak buuu." "Nah, makanya, jaga kata-kata yang
> keluar dari lisan kalian. Ibu punya teman cantiiiik sekali. dia baik
> dan pintar. Nah, waktu ke rumahnya, ibu mendengar sendiri bahwa ibunya
> teman ibu itu kalau memanggil anaknya dengan sebutan 'cantik',
> 'pintar', 'sayaang'. Nah, makanya anaknya jadi benar-benar cantik dan
> pintar. Kata-kata itu kan doa." "Iya bu? Kalau begitu kita ngatainnya, eh, 'ganteng' sini lho. Atau 'pinter', main yuk." "Itukan jauh lebih bagus daripada kalian mengucapkan kata-kata yang tidak baik seperti..." " xxxxxxx" "xxxxxxx" (maaf disensor) "Nah, ibu sendiri tidak mau mengucapkan kata itu." "Kenapa bu?" "Kita
> kan harus menjaga kata-kata dari mulut kita anak-anak. Kalau kalian
> terbiasa berkata kasar ataupun kotor, nanti suatu saat ketika kalian
> dewasa dan punya anak, kalian mau, kata-kata itu terucap pada anak
> kalian?" "Ya enggaklah bu.Mana mungkin saya bilang kata-kata itu ke anak nanti." "Kan kalau kalian terbiasa kalian akan tanpa sadar berbicara kata yang tak sopan." "Iya ya bu." "Jadi kalian janji ya, menjaga ucapan kalian." "Iya buu." "Mmm
> sudah bel masuk ya. Ya sudah. Sekarang kalian buat kelompok ya. Setiap
> kelompok harus membuat mading sekreatif mungkin." Setelah mengawasi
> sebentar anak-anak membuat mading, Risa meneruskan membaca bukunya.
> (heheh, korupsi waktu euy). "Ibuuuu, si XYZ bilang saya mirip xxxxxx." Gubraks deh anak-anak. Baru saja dibilangin, eh sudah....
> Dapatkan nama yang Anda sukai!
> Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail. com.
>

__________________________________________________________
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
http://id.yahoo.com/

8c.

Re: (catcil) Kata!!!!!!!!

Posted by: "adzdzaki" adzdzaki@yahoo.com   adzdzaki

Fri Sep 12, 2008 8:10 pm (PDT)

Bu Risa bilang Alhamdulillah, terima kasih. Katanya sih malah
kadang-kadang anak-anak lebih bijak daripada gurunya. Jadi seringnya
guru malah belajar dari anak-anaknya.

Sekali lagi makasih katanya. Bu Risa juga bilang salam kenal ^_^

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, jun an nizami
<tinta_mirah@...> wrote:
>
> Waahh..bu bijak,keren euy !!!
> Indahnya jadi murid ibu ini,di sekolah ini.
>
> Bu..kami sayang ibu (apa coba?)
>
> piss ya bu..
> Ibu emang keren..

9a.

[rampai] menepi

Posted by: "novi_ningsih" novi_ningsih@yahoo.com   novi_ningsih

Fri Sep 12, 2008 6:39 pm (PDT)

jalan-jalan itu sudah aku pilih
melewati batu, kerikil dan debu yang berterbangan

di sana ada wajah ceria
menyambut
di sana ada wajah antusias membantu
di sana...

aah, teman-temanku

di setiap tempat yang kudatangi
kauambil sejumput hikmah

mengais berjuta mimpi
hingga kini kulelah
dan ingin menepi

rumah tempatku kembali
menepi dalam ruang dan hati
yang selalu
dia hadirkan untukku....

*for mom
i luv u muaaaaaaaaaaaaaaaaaaah

9b.

Re: [rampai] menepi

Posted by: "setyawan_abe" setyawan_abe@yahoo.com   setyawan_abe

Sat Sep 13, 2008 3:46 am (PDT)

Teruslanjutkan susuri jalan kehidupan dengan berjalan atau berlari
sesekali menepi manusiawi, kembalikan energi
Berlari-menepi-berlari, bergantiganti.
Lalu kembali berlari, Menggapai mimpi

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "novi_ningsih"
<novi_ningsih@...> wrote:
>
> jalan-jalan itu sudah aku pilih
> melewati batu, kerikil dan debu yang berterbangan
>
> di sana ada wajah ceria
> menyambut
> di sana ada wajah antusias membantu
> di sana...
>
> aah, teman-temanku
>
> di setiap tempat yang kudatangi
> kauambil sejumput hikmah
>
> mengais berjuta mimpi
> hingga kini kulelah
> dan ingin menepi
>
> rumah tempatku kembali
> menepi dalam ruang dan hati
> yang selalu
> dia hadirkan untukku....
>
>
>
>
> *for mom
> i luv u muaaaaaaaaaaaaaaaaaaah
>

10.

(Ruang Baca) Burung Kolibri Merah Dadu

Posted by: "Rini Agus Hadiyono" rinurbad@yahoo.com   rinurbad

Fri Sep 12, 2008 10:16 pm (PDT)

Penulis: Kurnia Effendi
Penerbit: C Publishing
Tebal: xviii + 260 halaman
Cetakan: I, Februari 2007
Skor: 8,25

Mendengar nama Kurnia Effendi tentu akan menderaskan arus nostalgia
para peminat fiksi awal tahun 90-an kepada cerpen-cerpennya yang
bertebaran di majalah remaja, khususnya Anita Cemerlang dan Gadis.
Maka tepatlah buku bersampul elok ini sebagai perangkat merajut
kenangan manis ketika cerpen remaja bergaya 'tidak gaul' sedang
jaya-jayanya.

Kurnia Effendi mengobati kerinduan generasi Anita (seperti saya yang
waktu itu masih berseragam putih-biru) dengan perbincangan akrab
melalui proses kreatif yang diwakili tokoh-tokohnya, tersemat dalam
sejumlah karya yang pernah menghiasi majalah kala itu. Saya sudah
tersentak ketika menyimak cerpen pertama, 'Angsa Putih' (halaman 1).
Tak ingat majalah siapa yang saya pinjam ketika membacanya (atau
mungkin memang milik sendiri), di mana, namun cerpen itu sangat
mengharu-biru dan mengukir kesan mendalam meski kini baru 'ketahuan'
siapa penulisnya. Cerpen tersebut pernah membuat saya meminta seorang
sahabat pelukis untuk menggambar angsa (atau merpati) sebagai hadiah
pernikahan, sayang dia hanya bersedia mengabulkan dalam bentuk lukisan
sebuah pondok sunyi.

Romantisme yang 'mendarah daging' di torehan pena Kurnia Effendi (ini
barangkali kesoktahuan saya, karena baru membaca buku ini dan belum
karya fiksi lainnya) sudah kental sejak halaman persembahan. Saya baru
mengerti mengapa redaksi Anita dahulu mengabarkan pernikahan Mas Kef
dengan embel-embel 'jangan patah hati, ya'. Terbayang
berbunga-bunganya hati perempuan jika disodori sebutan 'butir kuarsa
dari hamparan pasir' seperti istri beliau. Kalimat indah yang membuat
saya meresapi 'Gerimis Februari' sambil mengulum senyum.

Kurnia Effendi tidak hanya menaburkan cinta kasih antara sepasang
sejoli, tapi juga pada sahabat. Terlihat antara lain
pada cerpen penutup, 'Cinta Separuh Malam' (halaman 231). Dengan gaya
bertutur sebening telaga, Mas Kef melejitkan imajinasi yang tak pernah
saya duga: Jodik Givara sebagai simbol beliau sendiri di masa
mendatang dan Mbak Endah 'Perca' Sulwesi yang saya temui fotonya di
kolom-kolom tabloid Parle. Sungguh bahagia menjadi karib penulis
seperti ini.

Dengan terampil, Kurnia Effendi meramu dag-dig-dug jatuh cinta, rindu,
kegelisahan dan patah hati sekalipun sehingga Burung Kolibri Merah
Dadu merupakan hidangan bermenu lengkap. Ada yang asin gurih, manis,
renyah, pahit, dan asam. Saya larut (dan nyaris menggapai kotak tisu)
dalam 'Tiga Ribu Kaki di Atas Bandung' (halaman 161), lalu terayun
dalam pendar-pendar 'Selamat Datang Matahari' (halaman 181). Di tangan
Mas Kef, cerpen-cerpen panjang tak pernah meletihkan.

AKhir kata, siapa bilang pengarang pria tidak bisa bermelankolis-ria?
Kurnia Effendi membuktikannya dengan Burung Kolibri Merah Dadu yang
syahdu, merayu, merdu, sendu namun tidak cengeng.

11.

[Press Realease, Invitation] 1000 CINTA UNTUK 1000 MUSHOLA

Posted by: "Kang Dani" fil_ardy@yahoo.com   fil_ardy

Sat Sep 13, 2008 3:18 am (PDT)



Assalamualaikum WrwbBismillahorrohmanirrohim

Indahnya

jika tidak hanya kita

yang bisa menghadapNya lima
kali sehari

dengan kelengkapan sempurna

dengan kebersihan sempurna

dengan persembahan cinta sempurna.

Rekan tercinta,

mumpung pahala dilipatgandakan

mumpung ini bulan ramadhan

mari kita bantu saudara-saudara seiman

agar pertemuan mereka dengan Rob-nya

lebih khusyu dan indah...

-Asma Nadia

 

SIARAN
PERS  SIMBOLISASI PENYERAHAN DONASI

BAKSOS
1000 CINTA UNTUK 1000 MUSHOLA

 

 

Profil Sekolah Kehidupan

 

Sekolah Kehidupan pada
awalnya merupakan suatu komunitas sekolah-kehidupan@yahoogroups.com 
yang didirikan tanggal 14 Juli 2006, oleh Sinang Bulawan.  Komunitas ini dibentuk untuk saling mengisi
dan berbagi pengalaman sesama anggota, mengenai sisi-sisi kehidupan yang tidak
diberikan dalam sekolah formal.

 

Sistem keanggotaannya
bersifat terbuka bagi seluruh pencinta kehidupan. Komunitas ini menjadi tempat
menimba ilmu kehidupan dengan cara bertukar pengalaman antar anggota yang bebas
dari unsur SARA, politik, dan pornografi.

•        
Visi: Menjadi tempat menimba ilmu kehidupan dengan cara bertukar
pengalaman antar anggota yang bebas dari unsur SARA, politik, dan pornografi.

•        
Misi: Memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh anggota untuk
menyampaikan pengalaman keseharian hidup dalam bentuk tulisan berupa cerita,
kisah nyata, renungan, catatan harian, artikel inspirasi dan motivasi, dengan
harapan dapat menjadi hikmah dan bermanfaat bagi kita semua.

Kini, jumlah anggota milis SK sudah lebih dari
1500, dengan latar belakang yang beragam. Para anggota milis ini tersebar di Jakarta, Bandung, Bogor, Yogya, Surabaya,
Aceh, bahkan sampai ke mancanegara seperti Mesir, Hongkong, dan Jepang.

SK juga telah meluncurkan 5 buku, diantaranya yang
diluncurkan pada Ulangtahun I (15 Juli 2007, Klub Rasuna Kuningan) dan
Ulangtahun II (27 Juli 2008, Pulau Situgintung, Ciputat). Kelima buku itu
adalah: Sekolah Kehidupan, Home Sweet Home, Lukisan Kehidupan, Kisah
Kehidupan, serta Antologi Puisi dan Kisah Inspiratif SK: Menggenggam
Cahaya.

 

1000 Cinta untuk 1000 Mushalla

Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan yang penuh
berkah, anggota komunitas Sekolah Kehidupan.com, Asma Nadia, dan Ust Yusuf Mansyur
menyatakan kepedulian sosial dengan berbagi cinta untuk sesama, dengan program
1000 Cinta untuk 1000 Mushola, dimana Sekolah Kehidupan akan membagikan alat
sholat dan Al Quran di sejumlah mushola tempat public seperti terminal,
stasiun, POM bensin, dll.

 

Hingga tanggal 12 September 2008 pukul 14.00,
panitia pusat telah menerima donasi: 160 sajadah, 39 buah Al
Qur'an, 136 buah mukenah, 37 sarung, 6 peci, 2 buah Yasin, 1 buah kerudung, 1
buah tafsir Al Qur'an, 3 buah Al Ma'tsurat, 15 setel baju anak, 15 jilbab anak
dan dewasa, 1 buah baju koko, 1 buah mukenah atasan, dan uang total Rp
17.068.000 ,- (Tujuh belas juta enam puluh delapan ribu rupiah).

 

Dengan melibatkan sahabat SK, penyebaran donasi program
ini akan dilangsungkan serentak, mulai Sabtu, 6 September 2008 s/d Ahad, 21
September 2008, di wilayah Jabodetabek, Bandung, Yogya, Surabaya, Kaltim.
Adapun simbolisasi penyerahan donasi untuk wilayah Jabodetabek adalah pada :

 

Hari/tanggal: Ahad / 14 September 2008
Waktu: Pukul
09.00 - 15.00 WIB
Tempat: Mushola GOR Bulungan,
Mushola Blok M Plaza, Mushola Terminal Blok M
Acara: Simbolisasi 1000
Cinta Untuk 1000 Mushola dan pemberian donasi

Dani Ardiansyah
I-Moov Mobile Solution
Jl. Radio Dalam Raya No. 5H Lt. 4
HP: 085694771764

12.

[Catatan Kaki] Entah Apa Bagaimana Cinta

Posted by: "setyawan_abe" setyawan_abe@yahoo.com   setyawan_abe

Sat Sep 13, 2008 3:46 am (PDT)

Entah apa bagaimana
Engkau langitkan kanvas bershaf 7.
Gumpalan tipis-tebal Kauarakkan.
Pada jarak, jeda dan wujudwujud.

Kau hujankanlepaskan kemarau, pecahkan secungkup embrio,
tumbuh berdaun-daun, berbiji-biji.

Entah apa bagaimana
Kau panoramakan hijauan sesegar, legam kusam, merah merekah
pada bentangan biru dimensi O2 penuh. Sepoy.., damai..
Lalu cericit pipit pipit, gemericik paritparit mengiringinya.

Entah apa bagaimana
Dan lain semuanya,
Kun fayakun semesta tercipta, Seketika!
Pada makna pertandaMU, Sang Maha Cinta. SubhanAllah.

Ad(p)akah cinta khusus untuk hamba?
Ya..Rahman Ar Rohiim
Hamba memohon.

Leuwiliang tercinta, pada kesekian paruh lorong Ramadhan 1429 H

Salam

Arief
Setelah semalem nonton kickAndy, acara yang ditutup Nidji dengan sangat
mempesona :

mungkin adalah kunci
untuk kita menaklukkan dunia
telah hilang
tanpa lelah sampai engkau
meraihnya

laskar pelangi
takkan terikat waktu
bebaskan mimpimu di angkasa
raih bintang di jiwa

menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia

selamanya…

cinta kepada hidup
memberikan senyuman abadi
walau ini kadang tak adil
tapi cinta lengkapi kita

laskar pelangi
takkan terikat waktu
jangan berhenti mewarnai
jutaan mimpi di bumi

menarilah dan terus tertawa
walau dunia takseindah surga
bersukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia

selamanya…

13.

[Mimbar] Sebelum Ia Menimpa Kita, Waspadalah

Posted by: "M.Arif As Salman" marif_assalman@yahoo.com   marif_assalman

Sat Sep 13, 2008 3:48 am (PDT)

Sebelum Ia Menimpa Kita, Waspadalah...!
Oleh : M. Arif As-Salman
eramuslim.com-Petugas penyelamat masih melakukan pencarian terhadap para korban longsoran batu yang menimpa belasa rumah di Kairo. Musibah yang terjadi di sebelah timur kota Duwayqa pada hari Sabtu siang kemarin, menewaskan sedikitnya 31 orang dan menyebabkan 47 orang lainnya cedera. Warga setempat mengatakan, sebuah bangunan berlantai enam di kaki bukit Muqattam, hancur total tertimpa longsoran batu. 
Sementara kementerian kesehatan Mesir menyatakan, sedikitnya 50 rumah di lokasi kejadian yang terletak di timur kota Kairo itu, tertimbun longsoran. Diduga masih ada korban yang terperangkap di bawah reruntuhan bangunan. Belum diketahui pasti apa penyebab longsor, namun warga menuding pekerjaan konstruksi di perbukitan yang menyebabkan bencana itu terjadi. Kondisi di lokasi kejadian sungguh mengerikan, batu-batu besar seberat kira-kira 70 ton yang jatuh dari bukit menimpa pemukiman di bawahnya. "Listrik tiba-tiba padam, kami mendengar bunyi berdebum seperti ada gempa bumi. Waktu itu saya pikir rumah ini akan roboh. Saya segera keluar dan melihat seluruh perbukitan runtuh. Sungguh mengerikan, " kata Hassan Ibrahim, yang lolos dari musibah.
Umi al-Sayed, juga selamat dari musibah itu, namun ia tidak tahu bagaimana dengan nasib anak-anaknya yang berada di dalam rumahnya yang juga tertimpa longsoran. Ia sedang pergi ke pasar dan meninggalkan anak-anaknya yang masih tidur di rumah ketika musibah itu terjadi. Ketika pulang, ia menyaksikan rumahnya sudah tidak ada lagi."Tamatlah riwayat saya. Saya kehilangan semua yang saya punya di dunia ini. Di mana mereka semua, apakah masih hidup? Apakah sudah meninggal, " tangis Umi yang cemas terhadap nasib anak-anaknya. Di tempat kejadian, ratusan orang berkumpul mencari sanak keluarga dan teman-temannya yang kemungkinan menjadi korban musibah itu. Beberapa orang bahkan berusaha menyingkirkan reruntuhan longsor dengan tangan kosong sementara tim penyelamat masih menunggu peralatan berat untuk membersihkan longsor. Tapi sampai tengah malam kemarin, bantuan alat berat belum juga datang. (ln/bbc/iol)
Waqfah.....
Sesungguhnya kita tidak bisa merasa aman dari musibah yang sewaktu-waktu tanpa kita sadari menimpa kita atau orang-orang yang kita cintai. Harta yang telah dikumpulkan bertahun-tahun ludes ketika terjadi kebakaran. Rumah yang telah dibangun dengan megahnya, hancur ketika terjadi gempa bumi atau longsor. Anak dan keluarga yang sangat dicintai seketika hilang atau meninggal dalam tabrakan, kebakaran, gempa dan berbagai bencana alam lainnya.
Apa yang terjadi patut menjadi renungan kita , sehingga kita akan tersadar bahwa hakekat kehidupan dunia hanyalah sementara, tidak ada yang akan kekal dan selamanya akan kita miliki. Karenanya seorang yang bijak dan cerdas adalah ia yang lebih sibuk dengan persiapan mati, persiapan bekal untuk kehidupan akhirat yang lebih kekal. Yang disana tidak ada ketakutan, kecemasan, kesedihan dan kegalauan dalam sorga.  Telah sering musibah dan bencana terjadi, baik pada  diri kita, pada orang-orang yang ada di sekitar kita, namun hanya beberapa orang yang mengambil `ibrah dari kejadian tersebut.
Betapa dunia ini disisi Allah tidak bernilai apa-apa.
Ulil Abshar Abdallah, Koordinator dan aktifis JIL ( Jaringan Islam Liberal )  menuliskan , " Beberapa saat setelah terjadi bencana di Aceh, budayawan Goenawan Mohamad berkirim SMS kepada sejumlah teman, termasuk saya. SMS itu selalu terngiang di telinga saya sampai kini: "Orang yang percaya bahwa tsunami adalah cobaan dari Tuhan, maka dia percaya kepada Tuhan yang buas. Itu bukan Tuhan saya." Saya menyertai Goenawan, tak percaya kepada Tuhan yang buas. Tuhan yang saya imani bukan Tuhan yang buas semacam itu.  
Tetapi, jika Tuhan Mahabaik dan Welas, kenapa bencana itu terjadi juga? Apakah bencana itu bukan perbuatan Tuhan? Apakah kita harus menyalahkan Lucifer untuk kejadian ini? Jika begitu, apakah kita percaya kepada dua Tuhan: Tuhan kebaikan yaitu Allah, dan Tuhan kejahatan yaitu Lucifer? Tetapi, dengan begitu pula, apakah kita tidak lagi mempercayai konsep tauhid? Bukankah Tuhan hanyalah satu jua, Tuhan yang memberi kita sesuap nasi setiap hari, tetapi juga yang sekaligus menimpakan bencana di Aceh kini?  Saya hanya mau mengatakan: terhadap pertanyaan seperti ini, kita tak bisa memberikan jawaban. Kita terdiam. Dan mungkin tak semua hal harus dijelaskan. Ada saatnya kita lebih baik menyerahkan diri kepada misteri. Dalam satu titik, sains dan agama punya kesamaan. Dua-duanya ingin menahbiskan diri sebagai "Penjelas Agung" untuk semua hal. Dua-duanya tak membolehkan adanya suatu misteri. Semua hal harus bisa diringkus dalam satu-dua penjelasan yang
sederhana. Kegelapan misteri harus diusir jauh-jauh dari dunia yang "beradab". Seluruh wilayah kehidupan haruslah diterangi, entah oleh ilmu atau oleh wahyu. Misteri adalah ancaman, karena itu harus diatasi. Baik sains maupun agama, keduanya mengutuk zaman "jahiliah", zaman di mana misteri yang gelap mengatasi seluruh bidang kehidupan. Karena itulah, abad dimulainya penemuan-penemuan ilmiah disebut sebagai abad "pencerahan". Karena itulah, saat turunnya wahyu disebut sebagai bermulanya "cahaya" (nur) dan sirnanya "kegelapan" (zhulumat). Sains dan agama mempunyai pretensi yang kurang lebih sama: yaitu mengakhiri zaman "jahiliah". Baik sains maupun agama menghendaki sejenis "Allah" sebagai "Theory of Everything". Apakah saya sedang menyarankan suatu fatalisme, sikap menyerah? Mungkin. Sekurang-kurangnya untuk bencana seperti di Aceh ini. Kita tahu mengapa ini semua terjadi dari sudut sains. Tetapi, kita tak tahu, untuk apa semua ini terjadi? Cobaan?
Kenapa cobaan sedahsyat itu? Dan mengapa anak-anak harus ikut dicobai? Kita tak tahu. Saatnya kita diam, kita menyerah. Yang bisa kita lakukan hanyalah membantu mereka yang terkena bencana, semampu kita, dengan apa saja.  Tulisan teman kita, Marco Kusumawijaya, di Tempo beberapa waktu lalu sangatlah baik: intinya, mari kita membangun sebuah kota di Indonesia yang mulai mempertimbangkan bencana sebagai salah satu hal penting. Bencana alam, kata Marco, adalah seperti flu dan batuk. Setiap saat dia bisa datang, oleh karena itu, kita harus siap-siap menghadapinya. Untuk itu, marilah kita membiasakan diri hidup bersama bencana. (Ulil Abshar-Abdalla)
Allah swt maha berkehendak atas segala sesuatu. Seluruh perbuatanNya terpuji, penuh dengan hikmah dan kebaikan. Hal ini tidak bisa ditangkap oleh orang-orang yang hatinya tidak ada cahaya iman, orang-orang yang hatinya telah tertutup oleh gelapnya kebodohan dan kemungkaran.  Hanya orang-orang beriman yang berserah pada Allah dan bisa memaknai terhadap segala  peristiwa yang terjadi. Mereka tidak bertanya , kenapa terjadi? Tapi semuanya sudah dituliskan oleh Allah yang maha tahu segala sesuatu dan tidak ditanya segala perbuatanNya. Manusialah yang ditanya terhadap apa yang mereka lakukan. Apakah seorang anak kecil mengetahui hikmah dari obat pahit yang harus ia telan agar ia sembuh dari penyakitnya? Sesungguhnya Dokter yang menyuruhnya meminum obat tersebut yang lebih tahu hikmah dan tujuannya. Dan bagi Allah swt perumpamaan yang lebih tinggi.
Manusia yang dangkal pemahaman agama, tidak beriman, tertipu hawa nafsu dan bisikan setan,  mengukur segala yang terjadi dengan akal dan logikanya yang terbatas. Ketika hal itu bertentangan dengan logikanya, ia akan menolak dengan keras. Berbeda dengan orang yang iman lebih mendominasi dalam dirinya, ia akan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah yang lebih tahu rahasia segala sesuatu. Sehingga segala apa yang menimpa dirinya ia kembalikan pada Allah, dengan tetap berbaik sangka pada Allah, boleh jadi apa yang baik dalam pandangannya, buruk dalam pandangan Allah dan begitu sebaliknya. Ia juga introspeksi diri, mungkin saja musibah itu menimpanya karena Allah ingin menegurnya yang selama ini telah sering lalai dan banyak lupa, atau juga Allah ingin lebih mendekatkan dirinya padaNya, dan berbagai rahasia lainnya yang hanya diketahui oleh Allah swt. 
Orang yang beriman tidak akan bisa merasa aman dari siksaan Allah, hatinya selalu dilanda rasa takut dan penuh harap padaNya. Dalam sirah kita membaca bagaimana orang-orang pilihan yang Allah telah ridha pada mereka, tetap merasa tidak aman dari Allah. Abu Bakar, Umar, adalah contoh nyata orang-orang yang sangat besar pengaruh rasa takut pada Allah yang meliputi diri mereka,  bahkan Rasulullah saw sendiri dalam sebuah hadits mengatakan, " Sesungguhnya kalian tidak akan bisa selamat dengan amal kalian, beliau ditanya, apakah engkau juga Ya Rasulullah? beliau menjawab, "Ya", akan tetapi Allah telah melimpahkan padaku rahmat dan karuniaNya."
Ikhwah dimanapun antum berada...,ingatlah bahwa kematian bisa datang pada kita kapan saja dan dimana saja. Tidak ada tempat untuk bisa berlari darinya. Barangkali apa yang terjadi di kaki bukit Muqattam, bisa juga menimpa kita, ketika sedang berjalan tanpa kita sadari kita terjatuh dan meninggal, ketika tidur , kita tidak lagi bisa bangun, atau beberapa saat setelah membaca tulisan ini.
Semoga bermanfaat
Wassalam, Cairo, 13 Ramadhan 1429 H
www.marifassalman.multiply.com  
 
 
 

14.

[Mimbar] Pemuda Jalanan Meninggal Dalam Sujud

Posted by: "M.Arif As Salman" marif_assalman@yahoo.com   marif_assalman

Sat Sep 13, 2008 3:49 am (PDT)

Pemuda Jalanan Meninggal Dalam Sujud
Oleh : M. Arif As-Salman
 
            Seperti biasa, usai shalat maghrib beberapa pemuda berkumpul di dalam mesjid. Mereka membicarakan tentang nikmat-nikmat Allah, tentang tujuan hidup, tentang bekal mati dan tentang perjuangan untuk tegaknya agama Allah di muka bumi ini. Bagi mereka rutinitas ini adalah seperti makanan yang dibutuhkan seorang musafir ketika melintasi padang sahara yang luas. Atau ibarat obat bagi orang yang sedang sakit atau ibarat suplemen tambahan untuk menjaga stamina tubuh. Mereka terlihat masih muda dengan semangat membara yang masih mengisi ruang jiwa mereka. Namun wajah mereka mengesankan bahwa mereka sedang memikirkan suatu perkara yang berat, ya......, mereka sedang memikirkan bagaimana hidayah islam ini sampai ke seantero dunia, sehingga tidak ada satupun manusia yang meninggalkan dunia ini kecuali ia dalam keadaan beriman.
            Mereka adalah pemuda yang tangguh, sabar dan kuat keyakinan pada Allah. Akhlak mereka patut dipuji, kata-kata mereka selalu menyentuh hati dan sikap mereka mencontoh akhlaknya Nabi.
            Setelah lebih kurang seperempat jam, mereka mulai menentukan beberapa orang untuk keluar berkunjung kerumah-rumah kaum muslimin. Salah seorang dari mereka berkata, " Di persimpangan jalan ke arah halte, ada seorang pemuda yang suka mengganggu dan menertawakan kita setiap kali kita lewat ditempat itu. Itu sudah terjadi 2 kali. Setiap kali lewat, kita tidak menghiraukan sikap dan kata-katanya. Bagaimana kalau kesempatan kali ini, kita coba dekati ia, kita bicara padanya dengan baik-baik, lembut dan sopan dan sedapat mungkin kita ajak ia ke mesjid."
            " Usulan yang bagus, " salah seorang yang lain menanggapi. " Kita mohon pada Allah agar membuka hati pemuda tersebut untuk mau mendengarkan kata-kata kita, " ia melanjutkan. " Baiklah, sebelum keluar kita berdo`a pada Allah dengan penuh tadharru` dan berharap, moga Allah menjadikan setiap langkah kita kebaikan dan sebab diberinya orang lain hidayah, " semuanya pun mengamini.
            Mereka keluar dari mesjid dan lidah mereka tak henti menyebut nama Allah. Hati mereka penuh dengan harapan agar Allah membukakan hati pemuda tersebut untuk mau mendengarkan kata-kata mereka kali ini. Dan memang seperti biasa, pemuda jalanan itu lagi nongkrong ditempat tersebut. Sebelum salah seorang dari mereka yang keluar mulai menegur, pemuda jalanan itu sudah mulai menertawakan dan  mencemooh. Ia berani karena bersamanya pemuda-pemuda yang lain. Salah seorang dari mereka yang keluar dari mesjid, mulai mendekati si pemuda, ia duduk disampingnya dan yang lain sibuk dengan do`a didalam hati dan lidah mereka tak hentinya melantunkan zikir pada Allah, beristighfar dan bershalawat pada Rasulullah saw.
            Akhirnya si pemuda, mau diajak ke mesjid walau pada awalnya, ia agak keberatan. Tapi karena Allah jualah dan juga kepiawaian berbicara salah seorang dari mereka yang keluar dari mesjid, hati pemuda itupun tersentuh juga. Dalam perjalanan ke mesjid si pemuda meminta ma`af atas sikapnya selama ini. Ia menyesal dengan tindakannya yang tidak baik tersebut. Sesampai di mesjid , si pemuda disuruh untuk berwuduk dahulu, tapi ia masih berdiri dan tidak beranjak menuju ke tempat wudhuk. Ia berkata, " Saya sudah lupa cara berwudhuk, tolong ajarkan saya caranya." Kemudian salah seorang dari mereka mengajarkan pemuda tadi berwuduk. Usai berwudhuk ia disuruh shalat dan ia kembali berkata, " Ma`af saya sudah lama tidak shalat, sehingga saya sekarang tidak tahu bagaimana gerakannya dan apa saja bacaannya." Kemudian salah seorang dari mereka, memimpin shalat untuk mengajarkan tata cara dan bacaan shalat. Pada saat sujud terakhir, si pemuda belum
bangun dari sujudnya, dugaan yang mengajarkan shalat bahwa ia sedang berdo`a panjang menyesali atas perbuatan dan dosanya selama ini. Setelah mengucapkan salam, si pemuda belum juga bangun, dan ketika digerak-gerikkan badannya, ternyata ia telah meninggal dunia.
           
Apa `ibrah yang bisa kita ambil dari kisah diatas? Betapa kematian datang dengan tiba-tiba. Tanpa ada satupun yang bisa menduga dan mengetahuinya. Dan betapa dakwah itu dapat menyelamatkan seseorang dari api neraka. Dan kalaulah pemuda – pemuda soleh tadi tidak mendatangi si pemuda jalanan, dan pemuda jalanan itu dalam ketentuan taqdir nya meninggal pada saat itu, tentu meninggalnya dalam keadaan yang tidak diridhai Allah. Namun, Allah telah menjadikan mereka sebab si pemuda jalanan meninggal  dalam keadaan husnul khotimah.
Silahkan Anda memikirkan ibrah  dari kisah diatas......!
Semoga bermanfaat.
 
Wassalam,
Cairo, 13 Ramadhan 1429 H
www.marifassalman.multiply.com
 
Sumber : Cerita seorang teman dari Mesir
 
 

Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

Group get-together

Host a free online

conference on IM.

Find Balance

on Yahoo! Groups

manage nutrition,

activity & well-being.

Discover photos

and scrapbooking

groups in the

Familyographer Zone

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web

Tidak ada komentar: