Messages In This Digest (5 Messages)
- 1a.
- Re: [Catcil] Peringatan itu Datang Setiap Hari From: setyawan_abe
- 2a.
- [Catcil] Sudahkah Membaca Hari Ini? Berapa Banyak? From: Rini Agus Hadiyono
- 2b.
- Re: [Catcil] Sudahkah Membaca Hari Ini? Berapa Banyak? From: Abu Farras Mujahid
- 2c.
- Re: [Catcil] Sudahkah Membaca Hari Ini? Berapa Banyak? From: ukhtihazimah
- 3.
- Pertarungan Terakhir Sang Pendekar Nomor Wahid From: dkadarusman
Messages
- 1a.
-
Re: [Catcil] Peringatan itu Datang Setiap Hari
Posted by: "setyawan_abe" setyawan_abe@yahoo.com setyawan_abe
Sat Sep 13, 2008 2:59 pm (PDT)
Dan ketika kita melihat kita dari luar angkasa, sedang apakah kita?
dimanakah kita? sebesar apakah kita?, yang mana bumi tampak sebulat
bola. ^_^
Salam
Arief
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , Abu Farras Mujahidcom
<seruling_daud@...> wrote:
>
> Gempa bumi yang mengguncang Yogyakarta dan sekitarnya 27 Mei beberapa
tahun lalu membuat kita terhenyak kaget. Sebelum terjadi gempa itu,
perhatian kita kerap tertuju pada berita aktivitas gunung merapi yang
mulai menunjukkan gejala akan meletus. Kita juga dapat menyaksikan
berita di televisi bahwa setiap hari ada saja gempa bumi di berbagai
daerah. Bahkan, lebih ekstrem lagi, seorang ilmuwan ITB mengatakan bahwa
seluruh pulau di Indonesia mengalami gempa setiap hari, hanya saja tidak
terasa karena berskala kecil. Bencana alam yang terjadi selama ini
banyak yang tidak terduga sebelumnya. Prediksi-prediksi ilmiah
berdasarkan teknologi hanya mampu memperkirakan, namun belum dapat
memastikan kapan akan terjadi.
>
> Puluhan ribu jiwa melayang dan ratusan ribu rumah yang telah dibangun
puluhan tahun lamanya, hancur dan rata oleh tanah. Tiba-tiba manusia
yang tua hingga muda, kaya hingga miskin, tertunduk, menangis. Segala
kesombongan manusia yang selama ini dibanggakan dalam hati dan tingkah
laku, tak dapat menghalangi gempa itu agar tidak terjadi. Seolah Tuhan
berkata kepada manusia, "Kekuatan apakah yang kalian sombongkan?
Alat teknologi manakah yang dapat mencegah manusia dari kematian yang
tak terduga?" Jika dilihat jumlah manusia yang mati akibat gempa,
justru pada abad modern ini, jumlahnya semakin meningkat sangat drastis.
Hal ini diperlihatkan dalam laporan National Earthquake Information
Center.
>
> Menurut Subagyo Pramumijoyo, seorang peneliti di Laboratorium Geologi
Dinamik Jurusan Teknik Geologi FT UGM, sampai saat ini belum ada alat
yang bisa meramal dengan tepat kedatangan gempa bumi. Di Yunani pernah
diperkenalkan Metode Van yang pernah bisa meramal kedatangan gempa,
namun setelah itu belum ada lagi gempa bumi yang bisa diramalkan
kedatangannya. Di sini kita tahu bahwa gempa bumi sebagai bagian
dinamika bumi memiliki karakter yang unik. (Republika 29 Desember 2004).
>
> Amerika Serikat sendiri yang dikenal sebagai negara superpower karena
penguasaannya terhadap teknologi canggih, tak mampu menghalangi badai
Katrina, badai Gustav menerjang negaranya. Hingga kemudian ribuan orang
di negara tersebut tewas seketika, belasan ribu lainnya menderita
luka-luka dan ribuan bangunan lainnya hancur berantakan.
>
> Kita kerap merasa sombong dengan kekuatan yang kita miliki, dengan apa
yang kita ciptakan. Namun ketika kita evaluasi terus menerus, ternyata
banyak yang mesti diperbaiki, begitupun seterusnya. Ini saja menunjukkan
bahwa kemampuan manusia dalam berkreasi sangat terbatas. Berbeda dengan
karya cipta Ilahi. Dia bahkan menyuruh kita untuk melihat berulang-ulang
apakah ada yang cacat dari apa yang Dia ciptakan. Allah Swt. berfirman,
"Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah
sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu
lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi
niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan
sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah." (QS.
al-Mulk [67]: 3-4).
>
> Manusia Dikelilingi Oleh Bahaya
> Manusia adalah makhluk yang memiliki banyak kelemahan dan harus selalu
terus-menerus berusaha untuk mengatasi kelemahan tersebut. Adanya
penyakit yang diderita manusia adalah gambaran paling jelas tentang
kelemahan tersebut. Oleh karenanya, ketika seseorang atau sahabatnya
jatuh sakit, ia hendaknya berpikir tentang makna yang terkandung dari
musibah ini. Ketika sedang berpikir, ia memahami bahwa flu yang dianggap
sebagai penyakit yang biasa pun memiliki pelajaran-pelajaran yang
darinya manusia dapat mengambil hikmah ataupun peringatan. Ketika
terjangkiti penyakit tersebut, ia memikirkan hal-hal seperti: pertama,
penyebab utama flu adalah virus yang teramat kecil untuk dilihat dengan
mata telanjang. Akan tetapi, makhluk yang kecil ini sudah cukup untuk
membuat manusia yang bobotnya 60-70 Kg menjadi kehilangan kekuatan,
membuatnya sedemikian lemah sehingga tak mampu berjalan ataupun
berbicara sekalipun. Seringkali obat atau makanan yang ia makan tidak
> membantu meringankan penderitaannya. Satu-satunya yang dapat ia
lakukan adalah beristirahat dan menunggu. Dalam tubuhnya, berlangsung
sebuah peperangan yang ia tak pernah mampu untuk campur tangan, dengan
kata lain ia dibuat lumpuh tak berdaya melawan organisme yang sangat
kecil.
>
> Apakah kira-kira yang akan muncul di benaknya apabila diberitahukan
bahwa di bawah tempat dia berdiri terdapat sebuah bola api mendidih yang
dapat memancar dan berhamburan dari permukaan bumi pada saat terjadi
gempa yang hebat atau gunung meletus? Mari kita berbicara lebih jauh dan
anggaplah orang ini telah diberitahu bahwa bumi tempat ia berada
hanyalah sebuah planet kecil yang mengapung dalam ruang yang sangat
luas, gelap dan hampa yang disebut ruang angkasa. Ruang angkasa ini
memiliki potensi bahaya yang lebih besar dibandingkan materi bumi
tersebut, misalnya: asteoroid dan meteor-meteor dengan berat berton-ton
yang bergerak dengan leluasa di dalamnya. Bukan tidak mungkin
benda-benda angkasa tersebut bergerak ke arah bumi dan kemudian
menabraknya.
>
> Mustahil orang ini mampu untuk tidak berpikir sedetikpun ketika berada
di tempat yang penuh dengan bahaya yang setiap saat mengancam jiwanya.
Ia pun akan berpikir pula bagaimana mungkin manusia dapat hidup dalam
sebuah planet yang sebenarnya senantiasa berada di ujung tanduk, sangat
rapuh dan membahayakan nyawanya. Ia lalu sadar bahwa kondisi ini hanya
terjadi karena adanya sebuah sistem yang sempurna tanpa cacat
sedikitpun. Kendatipun bumi, tempat ia tinggal, memiliki bahaya yang
luar biasa besarnya, namun padanya terdapat sistem keseimbangan yang
sangat akurat yang mampu mencegah bahaya tersebut agar tidak menimpa
manusia. Seseorang yang menyadari hal ini, memahami bahwa bumi dan
segala makhluk di atasnya dapat melangsungkan kehidupan dengan selamat
hanya dengan kehendak Allah, disebabkan oleh adanya keseimbangan alam
yang sempurna dan tanpa cacat yang diciptakan-Nya.
>
> Tanda-Tanda akan Datangnya Hari Kiamat
> Ada sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, bahwa
tanda-tanda akan datangnya hari kiamat adalah banyak terjadinya gempa
bumi. Dan diriwayatkan dari Salamah bin Nufail As-Sukuni, Ia berkata:
Kami sedang duduk-duduk di sisi Rasulullah Saw., lalu beliau menyebutkan
suatu hadits yang antara lain isinya: "Sebelum terjadinya hari
Kiamat, akan terdapat kematian-kematian yang mengerikan, dan sesudahnya
akan terjadi tahun-tahun gempa bumi". Seorang ahli hadits bernama
Ibnu Hajar berkata, "Telah banyak terjadi gempa bumi di
negara-negara bagian utara, timur dan barat, tetapi yang dimaksud oleh
hadits ini ialah gempa bumi secara merata dan terus menerus."
>
> Sebuah penelitian modern yang dilakukan oleh National Earthquake
Information Center (NEIC) menunjukkan fakta yang sangat mengejutkan,
adanya peningkatan kuantitas gempa yang sangat signifikan di abad ke 20
dan awal abad 21 dibanding abad-abad sebelumnya. Kekuatan gempa pun
menjadi semakin dahsyat, dari tahun 1980 1989 gempa yang
berkekuatan 8 9.9 skala richter hanya terjadi 4 kali. Di tahun
1990 1999 meningkat menjadi 6 kali gempa. Dan di tahun 2000
2006 (berselang 6 tahun) sudah terjadi 6 kali gempa berkekuatan di atas
8 skala richter dengan jumlah angka kematian di atas tahun-tahun
sebelumnya. Kemungkinan besar akan terjadi gempa yang besar (di atas 8
skala richter) pada tahun-tahun yang akan datang. (Lihat
http://neic.usgs.gov/ ).neis/eqlists/ graphs.html
>
> Belum lagi dengan peristiwa-peristiwa menghebohkan lainnya; tingginya
angka kriminalitas (HR. Bukhari), merajalelanya praktek perzinaan,
homoseksual dan lebianisme (HR. Bukhari, Ibnu Hibban dan al-Bazzar),
terjadinya banyak peperangan (HR. Bukhari dan Muslim), kekayaan beredar
hanya di antara orang-orang kaya (HR. Tirmidzi) dan tanda-tanda kiamat
lain yang diberitahukan sejumlah hadits Nabi Saw. yang kesemuanya telah
dirangkum oleh Harun Yahya dalam websitenya
http://www.signsofthelastday. com/.
>
> Pelajaran Berharga
> Semua bencana alam yang menimpa umat manusia selama ini, bukan tanpa
maksud dan tujuan sama sekali. Semua itu, sebagaimana al-Quran
menyebutkan, sebagai pelajaran (ibrah) bagi orang-orang yang
memikirkannya. Artinya, orang-orang yang tidak mau memikirkannya,
merenungkannya dan menelitinya dengan seksama, tidaklah akan mendapatkan
pelajaran berharga ini.
>
> Jika orang sudah merasakan kematian semakin dekat pada dirinya, ia
pasti akan segera meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah, berakhlak
baik, berkata jujur, banyak menangis mengingat dosa, dan melakukan amal
shalih lainnya. Semua itu dilakukan dengan penuh keikhlasan dan
kekhusyuan.
>
> Satu kesalahan yang kita lakukan, sekecil apa pun, bisa berdampak pada
diri kita. Mungkin saja dampaknya tidak kita rasakan saat ini, tetapi
puluhan tahun kemudian. Hutan yang ditebang sedikit demi sedikit, tentu
kelak akan gundul. Akibatnya, lapisan ozon semakin menipis dan udara pun
menjadi semakin panas. Sumber air mulai sedikit karena tidak ada yang
dapat menampungnya dalam jangka waktu lama. Akibat-akibat buruk lainnya
akan sangat terasa di kemudian hari. Ibnu Sirin pernah berkata,
"Suatu kali aku pernah menghina seseorang dengan mengatakan,
"Hai orang yang bangkrut! Empat puluh tahun kemudian malahan aku
yang bangkrut."
>
> Bahkan, ada di antara kita yang dengan terang-terangan bangga
melakukan dosa, padahal kita tahu bahwa itu sangat dilarang. Siksaan dan
cobaan itu tak seberapa jika dibanding dosa-dosa yang kita perbuat. Jika
cobaan datang untuk membersihkan dosa-dosanya, barulah kita
berteriak-teriak minta tolong, "Apakah gerangan dosaku?" Kita
lupa, apa yang kita lakukan telah membuat bumi terguncang.
>
> Namun, Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dia berikan kesempatan
kepada manusia untuk mau mengambil pelajaran dari apa yang pernah
terjadi. Sehingga dari sanalah, manusia hendaknya berhati-hati dalam
melangkah; tidak memperturutkan hawa nafsunya yang bisa menyebabkan
bencana itu menimpa pada dirinya. Kekurangan dan kelebihan seseorang
akan tampak jika dia mengintrospeksi dirinya.
>
> Jika kita merasa jiwa kita kotor, maka ingatlah bahwa ada nikmat yang
mungkin tidak kita syukuri atau kita melakukan kesalahan.
Berhati-hatilah agar nikmat-nikmat Allah tidak menjauh dari kita dan
berhati-hatilah terhadap bala bencana yang setiap saat bisa menimpa
kita.
>
> http://abufarras.blogspot. com
>
- 2a.
-
[Catcil] Sudahkah Membaca Hari Ini? Berapa Banyak?
Posted by: "Rini Agus Hadiyono" rinurbad@yahoo.com rinurbad
Sat Sep 13, 2008 3:29 pm (PDT)
Judul subject ini terinspirasi kalimat yang sama persis di blog
seorang teman.
Alhamdulillah, kesibukan yang meningkat di Ramadhan ini berbanding
lurus dengan meningkatnya jumlah bacaan setiap harinya. Sampai
sekarang, yang sudah saya baca adalah sbb:
1. Proses Kreatif Penulis Hebat - Asma Nadia dkk
2. Annida September 2008
3. Burung Kolibri Merah Dadu - Kurnia Effendi
4. Majalah Ummi September
5. Jangan Jadi Cewek Cupu! - Iwok Abqary
6. Magical Sweet Seventeen - Iwok Abqary dan Lili Lengkana
7. Memahat Kata Memugar Dunia, Buku Kesatu - Ary Nilandari (editor)
8. Kenapa Harus Melajang? - Dewi Rieka K.
9. Matahari Tak Pernah Sendiri - Helvy Tiana Rosa dkk
10. Di Sini Ada Cinta! - Helvy Tiana Rosa dkk
Yang sedang dibaca: Keluarga Penderwick - Jeanne Birdsall
Bagaimana dengan Anda?
- 2b.
-
Re: [Catcil] Sudahkah Membaca Hari Ini? Berapa Banyak?
Posted by: "Abu Farras Mujahid" seruling_daud@yahoo.com seruling_daud
Sun Sep 14, 2008 3:19 am (PDT)
Alhamdulillah saya membaca buku:
1. Fadhail Amal - Syaikh Maulana al-Kandhalawy
2. Mukhtashar Minhajul Qashidin - Imam Ibnu Qudamah
3. Madarijus Salikin - Imam Ibnul Qayyim
4. Shiyamu Ramadhan - Syaikh Jamil Zainu
5. Mukhtashar Shahih Bukhari - Imam az-Zabidi
http://abufarras.blogspot. com
--- On Sat, 9/13/08, Rini Agus Hadiyono <rinurbad@yahoo.com > wrote:
From: Rini Agus Hadiyono <rinurbad@yahoo.com >
Subject: [sekolah-kehidupan] [Catcil] Sudahkah Membaca Hari Ini? Berapa Banyak?
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
Date: Saturday, September 13, 2008, 6:29 PM
Judul subject ini terinspirasi kalimat yang sama persis di blog
seorang teman.
Alhamdulillah, kesibukan yang meningkat di Ramadhan ini berbanding
lurus dengan meningkatnya jumlah bacaan setiap harinya. Sampai
sekarang, yang sudah saya baca adalah sbb:
1. Proses Kreatif Penulis Hebat - Asma Nadia dkk
2. Annida September 2008
3. Burung Kolibri Merah Dadu - Kurnia Effendi
4. Majalah Ummi September
5. Jangan Jadi Cewek Cupu! - Iwok Abqary
6. Magical Sweet Seventeen - Iwok Abqary dan Lili Lengkana
7. Memahat Kata Memugar Dunia, Buku Kesatu - Ary Nilandari (editor)
8. Kenapa Harus Melajang? - Dewi Rieka K.
9. Matahari Tak Pernah Sendiri - Helvy Tiana Rosa dkk
10. Di Sini Ada Cinta! - Helvy Tiana Rosa dkk
Yang sedang dibaca: Keluarga Penderwick - Jeanne Birdsall
Bagaimana dengan Anda?
- 2c.
-
Re: [Catcil] Sudahkah Membaca Hari Ini? Berapa Banyak?
Posted by: "ukhtihazimah" ukhtihazimah@yahoo.com ukhtihazimah
Sun Sep 14, 2008 4:18 am (PDT)
Hari ini ngebut selesaiin harpot 7 plus nuntasin
sabili :D
-sinta-
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "Rini Aguscom
Hadiyono" <rinurbad@...> wrote:
>
> Judul subject ini terinspirasi kalimat yang sama
persis di blog
> seorang teman.
>
> Alhamdulillah, kesibukan yang meningkat di
Ramadhan ini berbanding
> lurus dengan meningkatnya jumlah bacaan setiap
harinya. Sampai
> sekarang, yang sudah saya baca adalah sbb:
>
> 1. Proses Kreatif Penulis Hebat - Asma Nadia dkk
>
> 2. Annida September 2008
>
> 3. Burung Kolibri Merah Dadu - Kurnia Effendi
>
> 4. Majalah Ummi September
>
> 5. Jangan Jadi Cewek Cupu! - Iwok Abqary
>
> 6. Magical Sweet Seventeen - Iwok Abqary dan Lili
Lengkana
>
> 7. Memahat Kata Memugar Dunia, Buku Kesatu - Ary
Nilandari (editor)
>
> 8. Kenapa Harus Melajang? - Dewi Rieka K.
>
> 9. Matahari Tak Pernah Sendiri - Helvy Tiana Rosa
dkk
>
> 10. Di Sini Ada Cinta! - Helvy Tiana Rosa dkk
>
> Yang sedang dibaca: Keluarga Penderwick - Jeanne
Birdsall
>
> Bagaimana dengan Anda?
>
- 3.
-
Pertarungan Terakhir Sang Pendekar Nomor Wahid
Posted by: "dkadarusman" dkadarusman@yahoo.com dkadarusman
Sat Sep 13, 2008 5:41 pm (PDT)
Pertarungan Terakhir Sang Pendekar Nomor Wahid
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
Kita tentu masih ingat tentang ilmu padi. Semakin berisi, semakin
merunduk. Semakin seseorang bertambah ilmunya, semakinlah dia
menyadari betapa dia mesti lebih banyak menundukkan kepalanya.
Sehingga matanya tidak tertuju keatas untuk mendongak. Melainkan
melihat kebawah kearah hati. Mungkin itu pula sebabnya kita mengenal
istilah `rendah hati'. Tentu, rendah hati itu tidak sama dengan
rendah diri. Sebab, rendah diri membawa kita kepada sikap inferior.
Sedangkan sifat rendah hati menjadikan kita orang yang yakin kepada
kemampuan diri tanpa harus membusungkan dada. Atau sekedar merasa
diri lebih hebat dari orang lain. Kita kemudian berkata; "Apa
salahnya orang hebat seperti gue membangga-banggakan diri?" Apalagi
jika kehebatan dan kesuksesan kita ini, dihasilkan dari `jerih payah
sendiri'. Tidak salah. Namun, padi tidaklah bersikap demikian.
Dulu. Ketika keunggulan manusia diukur oleh kemampuannya memainkan
pedang. Orang-orang hebat saling berlomba untuk menjadi pendekar
nomor wahid. Sehingga, mereka berlatih tanpa henti dengan tujuan
utama; mengalahkan pemegang gelar `pendekar nomor wahid' yang ada.
Dan merebut gelar itu. Mereka tidak keberatan jika harus bertarung
hingga mati.
Pada suatu ketika, kesaktian sang pendekar nomor wahid sudah mencapai
tingkatan yang paling tinggi. Sehingga, tidak ada lagi orang yang
berani menantangnya. Lama-lama, dia merasa bosan sendiri. Tak ada
lagi pertarungan. Tak ada lagi kemenangan. Dan akhirnya, tidak ada
lagi nilai dari gelar yang selama ini dibangga-banggakannya. Lalu,
hati kecilnya berbisik; "Benarkah aku ini seorang pendekar nomor
wahid?" Mengingat tak ada lagi yang berani menantangnya, seharusnya
tak seorangpun meragukannya. Tetapi, hati kecilnya kembali
berbisik; "Bagaimana seandainya dibelahan dunia lain ada orang yang
lebih sakti. Apakah aku layak menyandang gelar ini?"
Kegelisahan itu membawanya kepada pengembaraan yang teramat panjang.
Dia melintasi bukit. Menyeberang lautan. Menjelajah padang pasir yang
gersang. Semuanya hanya untuk mendatangi orang-orang sakti dan
mengalahkannya satu demi satu. Akhirnya, sampailah dia disebuah
perguruan terakhir untuk ditaklukan. Jika dia berhasil mengalahkan
orang paling sakti diperguruan itu, maka dia berhak menyandang gelar
pendekar nomor wahid secara mutlak.
"Siapakah orang paling sakti diperguruan ini?" hardiknya, sesaat
setelah dia mendobrak pintu gerbang. Dengan sekali tendang.
"Disini tidak ada orang yang seperti itu, Tuan" jawab orang-orang
itu.
"Perguruan macam apa ini?" sergahnya. "Masa, tidak ada orang yang
paling sakti disini!" sang pendekar nomor wahid kembali
menghardik. "Memangnya apa yang kalian pelajari selama ini dengan
pedang, tombak, dan toya itu.?"
"Disini," jawab para murid. "Kami belajar tentang kerendahan hati,"
katanya dengan serempak.
Sang pendekar nomor wahid terlihat gusar dengan omong kosong itu.
Tidak ada perguruan yang mengajarkan kesia-siaan semacam itu.
Kesaktian. Kehebatan. Dan kekuatanlah yang seharusnya diajarkan.
Karena, hanya dengan cara itu kemuliaan seseorang ditentukan. Orang-
orang saktilah yang kedudukannya tinggi. Orang-orang hebatlah, yang
pantas dihargai. Orang-orang kuatlah yang layak ditakuti dan
dihormati. "Antarkan aku kepada guru kalian," pintanya.
Orang-orang diperguruan itu saling pandang. Lalu berkata; "Tuan sudah
berada dihadapan guru kami,".
Sang pendekar kebingungan; "Apa maksud kalian?" katanya.
"Disini," jawab para murid. "Kami menjadi guru untuk orang lain."
Mereka diam sejenak. "Sekaligus menjadi murid bagi mereka." Lanjutnya
serempak.
Sekarang sang pendekar mulai mengerti bahwa diperguruan itu, setiap
orang diperlakukan sebagai guru. Karena setiap orang ditempat itu
mengajari orang lain tentang apa saja yang diketahuinya. Para ahli
pedang mengajarkan pedang. Para ahli panah, mengajari cara memanah.
Para ahli tombak, membuka rahasia tentang permaian tombak.
Sang pendekar nomor wahid itu juga mengerti. Bahwa diperguruan itu
setiap orang menempatkan dirinya sendiri sebagai murid. Sehingga
tidak peduli kesaktian dirinya setinggi apa; mereka bersedia untuk
belajar dari orang lain tentang sesuatu yang tidak diketahuinya. Para
ahli pedang belajar bagaimana melempar tombak. Para jago toya belajar
tentang cara memegang busur panah. Jadi, siapakah gerangan yang
pantas menyandang gelar sebagai `orang yang paling sakti' itu?
Sang pendekar nomor wahid tertegun. Dia menatap satu persatu wajah
demi wajah yang ada dihadapannya. Menanyakan nama-nama mereka. Dan
mengingat-ingat apa yang dikenang orang tentang nama-nama itu. Betapa
terkejutnya dia, ketika menyadari bahwa mereka adalah nama-nama yang
sangat harum mewangi didunia kependekaran. Merekalah legenda-legenda
kesaktian. Namun, betapa terharu kalbunya ketika mengetahui
bahwa; "bahkan orang-orang sekualitas merekapun tidak saling belomba
untuk memperebutkan gelar terhormat itu." Oh, inikah rupanya yang
diajarkan oleh keredahan hati. Mereka merunduk. Ketika isi dan
kualitas dirinya semakin meninggi. Mereka tambah merendah. Disaat
pencapaian mereka menanjak dan mengangkasa. Seperti sang padi.
Semakin merunduk. Ketika butir bulirnya semakin berisi.
Hore,
Hari Baru!
Dadang Kadarusman
http://dkadarusman.blogspot. com/
http://www.dadangkadarusman. com/
Catatan Kaki:
Tidaklah penting siapa guru, dan siapa murid. Karena kenyataanya;
tidak ada manusia yang sempurna.
Need to Reply?
Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Individual | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar