Kamis, 12 November 2009

[daarut-tauhiid] BENTENG MUKMIN DARI MAKAR SYAITHON DAN JIN ( 36 - 40 )

 



 
Bismillaah
 
Assalamu'alaikum wa rohmatullohi wa barokatuhu
 
 
36. MENINGGALKAN TANGISAN Dan RASA SEDIH Yang BERLEBIHAN
 
Dari Ummu Salamah radhiyalloohu 'anha, beliau berkata: Tatkala Abu Salamah meninggal, saya berucap," Orang yang asing di tanah asing, sungguh saya akan betul-betul menangisinya dengan suatu tangisan yang orang-orang akan bercerita kepada nya." Dan saya betul-betul telah bersiap untuk menangisinya. Tiba-tiba datang seorang perempuan yang hendak menghiburku, maka Rasulullooh Shoollalloohu 'Alaihi wa 'Alaa Aalihi wa Sallam menghadapinya dan berkata :
 
" Apakah kamu ingin memasukkan syathan ke dalam rumah yang Alloh telah mengeluarkannya darinya sebanyak dua kali?." Maka saya menahan tangisku sehingga sama sekali saya tidak menangis. 104
 
Dari Mu'adz radhiyalloohu 'anhu, beliau berkata, " Bahwasanya Nabi Shoollalloohu 'Alaihi wa 'Alaa Aalihi wa Sallam keluar bersama nya - tatkala beliau Shoollalloohu 'Alaihi wa 'Alaa Aalihi wa Sallam mengutusnya ke negeri Yaman - guna memberi wasiat kepada nya. Setelah selesai, beliau Shoollalloohu 'Alaihi wa 'Alaa Aalihi wa Sallam berkata," Wahai Mu'adz !, Barangkali engkau tidak menjumpaiku setelah tahunku ini, atau barangkali engkau akan melalui mesjidku ini atau kuburanku." Maka Mu'adz menangis karena khawatir akan berpisah dengan Ar-Rasul Shoollalloohu 'Alaihi wa 'Alaa Aalihi wa Sallam. Maka Nabi Shoollalloohu 'Alaihi wa 'Alaa Aalihi wa Sallam berkata :
 
" Janganlah engkau menangis, wahai Mu'adz. Tangisan itu atau sungguh menangis itu adalah dari syaithan. 105
=================================================================================
104).   Diriwayatkan oleh Muslim 6 / 199 no. 922
105).   Diriwayatkan oleh Ahmad 5 / 235. ( Hadits ini ) dalam Ash-Shohih Al-Musnad  karya guru kami, Al-Imam Al-Wadi'iy 2 / 202 - 203 dan dalam Ash-Shohihah  no. 2497
 
37. TIDAK Yang PALING AWAL MEMASUKI PASAR Dan TIDAK Yang PALING  TERAKHIR Keluar Darinya
 
Dari Salman radhiyalloohu 'anhu, beliau berkata :
 
" Bila engkau sanggup, maka jangan sekali-kali kamu menjadi orang yang pertama masuk ke pasar dan yang terakhir keluar darinya. Karena sesungguhnya pasar itu medan peperangan syaithan, dan padanyalah ia menancapkan benderanya..  106
=================================================================================
106).  Diriwayatkan oleh Muslim 16 / 7 - 8 no. 2451
 
38. MENINGGALKAN UCAPAN " SEANDAINYA " SAAT MENYESAL
 

Dari Abu Hurairah radhiyalloohu 'anhu, Rasulullooh Shoollalloohu 'Alaihi wa 'Alaa Aalihi wa Sallam bersabda :
 
" Seorang mukmin yang kuat lebih baik danl ebih dicintai Allah dari mukmin yang lemah. Dan keduanya masing-masing memiliki kebaikan. Bersemangatlah pada apa yang bermanfaat bagimu dan minta tolonglah kepada Allah dan jangan merasa lemah. Dan kalau ada sesuatu menimpamu maka janganlah kamu berkata : ( Seandainya saya begini dan begitu ). Akan tetapi katakanlah : ( Allah telah mentakdirkan dan Allah berbuat apa yang IA kehendaki ). Sebab kalimat seandainya membuka amalan syaithan. 107
=================================================================================
107). Diriwayatkan oleh Muslim 16 / 176 no. 2664 - dan lafadz hadits miliknya-, Ahmad 2 / 366, an-Nasa'iy dalam 'Amalul Yaum wal Lailah  no. 621 dan Ibnus Sunny dalam 'Amalul Yaum wal Lailah no. 348
 
39. TIDAK KELUARNYA PEREMPUAN Dari RUMAHNYA TANPA KEPERLUAN DARURAT
 
Dari 'Abdullah bin Mas'ud radhiyalloohu 'anhu, Rasulullooh Shoollalloohu 'Alaihi wa 'Alaa Aalihi wa Sallam bersabda :
 
" Wanita itu adalah aurat. Apabila ia keluar syaithan akan membuatnya menjadi agung. 108.
 
Dari Jabir radhiyalloohu 'anhu, Rasulullooh Shoollalloohu 'Alaihi wa 'Alaa Aalihi wa Sallam bersabda :
 
" Sesungguhnya perempuan datang dalam rupa syaithan dan pergi dalam rupa syaithan. Maka apabila salah seorang dari kalian melihat perempuan sehingga membuatnya kagum maka hendaknya ia mendatangi keluarganya ( istrinya ). Karena hal itu menepis apa yang ada dalam jiwa nya.", 109 dalam suatu riwayat," Laki-laki manapun yang melihat perempuan yang mengagumkannya maka hendaknya ia mendatangi keluarganya ( istrinya ). Karena apa yang ada pada perempuan itu semisal dengan yang ada pada istrinya. 110
 
Dari 'Ali bin Abi Thalib radhiyalloohu 'anhu, beliau berkata : Seorang perempuan muda dari daerah Khats'am meminta fatwa ( kepada Nabi Shoollalloohu 'Alaihi wa 'Alaa Aalihi wa Sallam - ) ia berkata," sesungguhnya ayahku seorang yang sudah tua, telah habis kekuatannya dan sungguh kewajiban Allah akan haji telah menjumpainya. Apakah telah cukup baginya bila saya menunaikan haji untuknya ?". beliau  Shoollalloohu 'Alaihi wa 'Alaa Aalihi wa Sallam menjawab," Iya, tunaikanlah haji untuk ayahmu." Dan beliau  Shoollalloohu 'Alaihi wa 'Alaa Aalihi wa Sallam menolehkan leher Al-Fadhl Ibnul Abbas. Maka Al-Abbas bertanya," Wahai Rasulullooh, mengapa engkau menolehkan leher anak pamanmu ? Beliau Shoollalloohu 'Alaihi wa 'Alaa Aalihi wa Sallam menjawab :
 
" Saya melihat seorang pemuda dan pemudi. Dan saya tidak merasa aman akan ( gangguan ) syaithan terhadap keduanya. 111
=================================================================================
108).  Diriwayatkanoleh At-Tirmidzy 4 / 337. Dan ( hadits ini ) dalam Ash-Shohih Al-Musnad  karya guru kami, Al-Imam Al-Wadi'iy 2 / 36
109).  Diriwayatkan oleh Muslim 9 / 151 - 152 no. 1403, Ahmad dan Abu Daud no. 2151
110).  Diriwayatkanoleh Ad-Daarimy. Dan ia ada dalam Ash-Shohihah 1 / 418
111).  Diriwayatkanoleh Ahmad 1 / 76 dan dihasankan oleh Syu'aib no. 562, dan dikeluarkan ( juga ) oleh At-Tirmidzy 3 / 232 no. 885, Al-Baihaqy 7 / 89 dan Abu Ya'la 1 / 264 no. 312
 
40. TIDAK BERKHALWAT ( BERDUAAN ) Dengan PEREMPUAN Yang bukan MAHRAMNYA
 
Dari 'Umar bin Al-Khatthab radhiyalloohu 'anhu, Rasulullooh Shoollalloohu 'Alaihi wa 'Alaa Aalihi wa Sallam bersabda :
 
".....Janganlah sekali-kali seorang lelaki berduaan dengan seorang perempuan. Karena sesungguhnya yang ketiganya adalah syaithan. Dan barang siapa yang kebaikan itu menyenangkannya dan kejahatan itu tidak menyenangkannya maka ia adalah seorang mukmin.112
=================================================================================
112). Diriwayatkan oleh Ahmad 1 / 18 - dan sanadnya dishohihkan oleh Syu'aib pada no. 114. Dan dikeluarkan ( pula ) oleh Al-Hakim - dan ia menshohihkannya serta disepakati oleh Adz-Dzahaby, An-Nasa'iy dalam Al-Kubro 5 / 388 no. 9223, At-Tirmidzy 4 / 404 no. 2165 dan Al-Baihaqy dalam Al-Kubra 7 / 91. Dan ia dalam Ash-Shohihah  no. 1116
 
 

Walloohu A'lam

 

dari Buku : BENTENG MUKMIN DARI MAKAR SYAITHON DAN JIN
Karya : Yahya Bin Muhammad Bin Qasim Ad-Dailami Al-Yamani
Diterjemahkan oleh : Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

Bersambung Insya Alloh..
 
Walhamdulillaah
 
Wassalamu'alaikum wa Rohmatullohi wa Barokatuhu

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
.

__,_._,___

Tidak ada komentar: