Rabu, 18 November 2009

[daarut-tauhiid] cemburu

 

CEMBURU
=============

sumber:Kafemuslimah.com

Sudah saya perhatikan beberapa kali, setiap kali membicarakan tentang
sesuatu yang akan dilakukan di hari libur nanti, salah seorang teman
saya selalu memperlihatkan bibir yang menyerupai bentuk bulat sabit
terbalik. Manyun dan terlihat amat dongkol.

"Kenapa sih, cemberut saja?" Dia hanya melengos dengan sebuah senyum sinisnya yang khas.

"Elu-elu tuh enak yah, liburan bisa pelesiran kemana-mana. Banyak duit
sih lu. Lah gua? Boro-boro deh!" Fuih. Dia meludah dengan kesal ke arah
tanah.

"Loh, jangan begitu dong. Sebenarnya kita-kita tuh dibilang liburan
juga cuma sebutannya doang lagi. Yang bener sih namanya pulang
kampung." Ucapan ini tetap tidak berkenan bagi temanku. Dia tetap
manyun.

"Enak banget punya kampung! Gua mah, kampung juga kagak punya!"

"Loh? Ini? Kampung emang nggak punya, karena sudah berubah jadi kota."
Aku mencoba menggodanya tapi godaanku ditepisnya dengan kasar.

"Diam lu!!! Kampung gua dah direbut ama elu-elu pade. Tinggal gua nih, orang asli yang kagak kebagian apa-apa."

"Eh… jangan salah! Daerah gua juga miskin tahu. Elu lihat aja tuh
daerah gua, mana ada gedung bertingkat, Dufan, uhh… kalau malam cuma
denger jangkrik doang!" Akhirnya tensi perbincangan yang sedikit panas
mulai menjalar.

"Iya, sama. Di tempat gua juga tuh. Katanya aja daerah minyak. Apaan!?! Lah, kalau mau beli minyak ajah kudu ngantri!"

Hmm. Rasanya, benar apa kata pepatah. Selamanya, rumput tetangga selalu
terlihat lebih hijau dari rumput sendiri. Rasa tidak puas dengan
kondisi sendiri, rasa tidak senang melihat kepemilikan orang lain,
cemburu, sering menjadi pangkal dari sebuah pertikaian.

Cemburu sendiri sebenarnya adalah sesuatu yang amat manusiawi. Siapa
sih yang nggak pernah merasakan cemburu? Hanya saja, ada cemburu yang
diridhai Allah dan ada juga yang justru dimurkai Allah. Cemburu yang
diridhai Allah adalah cemburu yang bisa mendatangkan semangat untuk
lebih mendekatkan diri pada Allah. Misalnya cemburu melihat keasyikan
seorang hamba dalam beribadah. "Kok dia bisa sekhusyu itu sedangkan
saya tidak, padahal saya amat besar cintanya pada Sang Khalik."
Biasanya, cemburu jenis yang satu ini justru melahirkan keikhlasan dan
meningkatkan ketakwaan. Sedangkan cemburu yang dimurkai Allah adalah
cemburu yang mendatangkan ide-ide pada seseorang sehingga dia melakukan
apa yang diminta Allah untuk menjauhinya. Misalnya, cemburu melihat
kesuksesan seseorang sehingga terbit rasa iri dan timbul ide untuk
mencelakakan si saingan. Atau cemburu melihat kedekatan mantan dengan
pasangannya halalnya sekarang sehingga timbul hasad dan ide keinginan
untuk menyebarkan fitnah guna memisahkan mereka. Cemburu yang dimurkai
Allah memang selalu berbuah rasa iri, dengki dan hasad.

Setiap orang bisa dipastikan punya kelebihan dan kekurangan. Begitu
juga dengan tiap-tiap daerah dan propinsi di negara kita. Ada Jakarta
yang diberi kelebihan sebagai kota Metropolitan. Segala macam bisnis,
hiburan, perdagangan dan perputaran uang, semua berpusat di Jakarta.
Daya tarik inilah yang menyebabkan hampir semua penduduk Indonesia
berkeinginan untuk dapat menjejakkan kaki di kota Jakarta. Beberapa
bahkan berkeinginan untuk mengadu nasib di sini. Tapi, di balik semua
kelebihan tersebut, Jakarta punya kekurangan. Inilah satu-satunya kota
besar di Indonesia yang paling sarat dengan kemaksiatan. Berbagai macam
tindak kejahatan terjadi hampir setiap hari di kota ini, bahkan hampir
setiap jam. Mulai dari tindak kejahatan ringan seperti mencuri uang
seribu perak hingga tindak kejahatan berat seperti mencuri uang rakyat
ratusan milyar rupiah, terjadi di kota ini. Mulai dari tindak kekerasan
ringan seperti seorang guru yang menampar pipi seorang anak muridnya
yang tidak disiplin, hingga tindak kekerasan berat yang menyebabkan
terenggutnya nyawa seseorang secara sadis. Bahkan perdagangan ilegal
mulai dari benda mati (CD atau VCD bajakan, barang elektronik import
non ilegal, dll) hingga perdagangan benda hidup (binatang langka, anak,
wanita muda, tanaman terlarang) terjadi di kota ini. Itulah Jakarta.

Selain Jakarta, ada juga Propinsi Riau. Kota ini kaya dengan minyak dan
hasil perkebunan. Sumbangan devisa yang diberikan oleh Propinsi Riau
bagi pemerintah Indonesia tidaklah sedikit hanya dari dua sumber
pendapatan minyak dan hasil perkebunannya saja. Padahal, dari Riau,
masih ada sumber penerimaan lain seperti dari hasil industrinya,
perikananannya, turisnya, dan sebagainya. Tapi, tetap saja meski kaya,
Riau punya kekurangan. Kekurangan propinsi Riau terletak pada sumber
daya manusianya yang belum bisa diandalkan untuk bisa menempati semua
lini yang tersedia. Riau terpaksa harus membayar mahal tenaga ahli
selain putra daerah mereka. Selain Propinsi Riau, sederetan propinsi
lain yang juga mengalami ketimpangan yang berpotensi menyulut
kecemburuan ada lumayan banyak. Ada Aceh, Kalimantan Timur, Jawa
Tengah, Kalimantan Barat, dan sebagainya.

Tapi, di antara semua propinsi yang mengalami kesenjangan ekonomi dan
sumberdaya manusia dengan kekayaan daerah, maka kita tentu tidak bisa
melupakan propinsi Papua yang menurut saya paling drastic
ketimpangannya. Ada sebuah daerah di propinsi Papua yang memiliki
kekayaan emas yang luar biasa, Freeport namanya. Seorang teman saya
bekerja sebagai salah seorang ahli di bidang hokum di perusahaan
tersebut. Setiap beberapa bulan sekali dia berlibur ke Jakarta untuk
membuang penat. Jika sedang berada di Jakarta dia tidak menginap di
rumah saudara atau hotel. Tapi di salah satu rumah yang dia miliki.
Apakah saya menulis salah satu? Ya, benar. Saya menulis salah satu. Ini
karena rumahnya memang banyak. Ada yang berbentuk apartemen, ada juga
yang berbentuk rumah tinggal biasa dengan beberapa model tipe dan
lokasi. Perusahaan memberinya gaji yang lumayan tinggi dalam bentuk
dollar. Itu sebabnya dia menjadi amat kaya. Tapi, ini untuk standard
gaji orang Indonesia. Karena menurutnya, gaji untuk tenaga ahli dari
luar negeri lebih mahal lagi. Lalu, bagaimana dengan penduduk aslinya?
Yaitu orang-orang papua yang tinggal di sekitar Freeport? Tampaknya,
mereka cukup puas dengan perbaikan sarana umum yang diberikan oleh
Freeport untuk masyarakat sekitar. Bisa memperoleh fasilitas kesehatan
cuma-cuma (yang sebenarnya jika di PUSKESMAS, hal serupa juga bisa
diperoleh), bisa memperoleh uang saku untuk sekedar beli rokok dan
jajan ala kadarnya serta memperoleh fasilitas pendidikan (dasar)
gratis, tampaknya sudah cukup bagi penduduk lokal. Jadi, nggak usah
heran kalau sampai saat ini, tetap saja posisi strategis di perusahaan
asing yang menggerus kekayaan Negara untuk diangkut ke luar negeri ini
tietap menggunakan tenaga dari luar propinsi. Alias, propinsi Papua
tidak memperoleh apa-apa selain jadi tuan rumah dan sedikit uang
konsumsi karena ketempatan.

Apa yang salah dari peristiwa ketimpangan ini? Keterlenaan kita akan
kesenangan sesaat. Ini sudah menjadi sebuah kebiasaan yang buruk dari
bangsa Indonesia. Asal bisa makan hari ini, hati sudah senang. Besok
gimana nanti saja. Motto yang benar-benar sesat dan menyesatkan. Dunia
terus berkembang dan berubah. Pengetahuan berkembang, jumlah manusia
semakin banyak, sementara lahan tempat tinggal dan usaha tidak pernah
berubah luasnya, dan hasil kekayaan alam terus berkurang jumlahnya.
Menghadapi semua perubahan ini, tidak ada persiapan yang dilakukan
untuk mengantisipasinya. Tetap saja kita terlena dengan kesenangan yang
kita miliki sekarang. Hingga akhirnya hari yang oleh sementara orang
sudah diprediksikan datang. Harga minyak melambung tinggi, produksi
pertanian menjadi mahal dan kebutuhan akan tenaga kerja yang terdidik
menjadi keharusan. Karena kita tidak siap, maka tenaga asingpun
akhirnya digunakan di Negara kita. Kekayaan Negarapun ramai-ramai
digotong ke luar negeri. Bangsa Indonesia sendiri? Cuma puas dengan
jadi kacung di Negara sendiri dan lagi-lagi…. Cukup puas jika bisa
makan untuk hari ini. Besok, gimana nanti saja. Kalau sudah begini,
apakah cemburu yang muncul di hati melihat rumput tetangga yang lebih
hijau masih pantas?

Penulis: Ade Anita

=======================================
Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al Baqarah : 45 ]

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
.

__,_._,___

Tidak ada komentar: