Soal mati, kita semua akan mati.. siapa yang duluan kembali ke hadirat-Nya tak menjadi soal
tapi apa yang kita bawa ataupun tidak bawa yang khan menjadi soal..
semakin banyak amal saleh kita hati pun tenang dijemput para malaikat kapan saja..
sekarang... detik ini pun... ayo silakan saja jemputlah pabila memang waktunya harus
dijemput sekarang.. wahai malaikat-malaikat baik suci yang tak pernah melalaikan tugasnya menyabut nyawa
lalu mengapa sudah banyak amal saleh tetap khwatir bila cepat-cepat dipanggil kembali ke Rumah Asal..??
Kebersihan, ketulusan hati dalam beramal adalah kuncinya..
Bila kita telah banyak beramal tapi masih takut untuk meninggalkan dunia fana ini...
berdoalah pada-Nya dengan bahasa sendiri yang intinya:
"Ya Allah bersihkanlah segala amal saleh saya, bersihkanlah hati saya
hingga yang ada Hanya CINTA akan MU semata.."
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
" Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun."
( QS. Al-Mulk, ayat ke-2 )
Pabila CINTA sudah menguasai hati jiwa... duka-mati.. ujian-cobaan.
hanya bagai duri-duri kecil yang justru semakin menambah begitu indah sempurna-nya sebuah MAWAR...
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا مَتَاعُ الْغُرُورِ
" Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.
( QS. Ali-'Imraan, ayat ke-185 )
Apa kita mati karena sakit, kecelakaan, terbunuh atau terkena musibah alam.. tak masalah
itu semua hanya masalah teknis saja
Orang yang mati dengan tenang di tempat tidur di rumahnya belum tentu matinya
membawa lebih banyak berkah bagi dirinya daripada mereka-mereka yang mati karena
kecelakaan, terkena musibah alam atau terbunuh...
Bukan masalah kapan atau dimana atau oleh penyakit apa kita mati..
tapi bagaimana kita menyambut mati dengan gembira dan bagaimana bisa memanfaatkan serta
menikmati sebanyak-banyaknya keberkahan-keberkah
Mati hanyalah pintu yang mesti dilewati untuk bisa masuk kembali ke "Rumah Asal"
menuju Kehidupan yang Abadi...
Bukan masalah bagaimana "Bentuk" pintu-nya yang tentu beda-beda bagi setiap jiwa
tapi bagaimana "melewati" pintu itu dengan syukur ikhlas damai bahagia..
إِنَّمَا تُنْذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمَنَ بِالْغَيْبِ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيمٍ
إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ
" Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihat-Nya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia. Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lohmahfuz).
( QS. YaaSiin ayat ke-11 sd ke-12 )
amiin
*) Dikutip dari kata-kata Mas Yos Wiyoso Hadi,
Penulis Catatan Harian Membuka Hati, dari Milist Komunitas SuaraHati SUARA
PH PRO
Indonesia
Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman. Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! http://id.messenger
[Non-text portions of this message have been removed]
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================
Tidak ada komentar:
Posting Komentar