Sabtu, 14 November 2009

[daarut-tauhiid] Saling Menyeru Ke Jalan Allah

Home :: http://Ommahq.blogspot.com :: <http://ommahq.blogspot.com/> | Usrah
------------------------------

Saling Menyeru Ke Jalan Allah
Dalam Keluarga

Pernikahan adalah saling melengkapi antara dua orang yang memiliki
kekurangan dan saling memahami antara dua orang yang mempunyai pikiran.
Pernikahan adalah tatanan Ilahi yang paling menakjubkan untuk mengumpulkan
pria dan wanita agar keduanya bersama-sama di dalam satu rumah, di atas satu
ranjang, agar keduanya saling bekerja sama, saling mencintai, saling
memiliki keturunan, dan sama-sama berjalan dalam pengembaraan hidup.
Pernikahan yang sukses ialah ketika suami istri saling memahami.

Masing-masing melaksanakan peran pokoknya dan menjadi tempat bersandar bagi
pasangannya. Pernikahan adalah suatu hubungan yang berdiri atas pujian,
diplomasi dan toleransi. Pernikahan antara suami-istri dimulai dengan ucapan
yang baik dan akan langgeng, kekal, serta kokoh dengan ucapan yang baik
pula. Janganlah membangun rumah di atas tanah, tapi bangunlah di atas
penikahan. Pernikahan adalah tempat tinggal suami istri. Ciri-ciri tempat
tinggal ialah menjadi tempat bernaung bagi pemiliknya pada saat-saat gembira
dan sedih serta pada masa-masa semangat dan layu.

Suatu saat turunlah perintah dari langit kepada Nabi SAW untuk meninggalkan
tempat tidur dan selimutnya.

"Hai orang-orang yang berselimut, bangunlah, lalu berilah peringatan." (Al
Mudatstsir : 1-2).

Beliau pun mentaati perintah itu, dan dengan segera bangkit untuk bergerak
mengajak manusia ke jalan Rabbnya.

"Maka sampaikan olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan
kepadamu dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik." (Al Hijr : 94).

Selama 23 tahun Nabi kita berdakwah dengan penuh ketekunan, sampai Beliau
berpulang ke rahmatullah. Beliau menyeru kepada segenap ahli Mekkah, baik
orang merdeka maupun budak sahaya, besar maupun kecil.

"......Untuk menjadi saksi, pembawa kabar gembira, dan pemberi peringatan.
Dan untuk menjadi penyeru kepada din Allah dengan izin-Nya dan untuk menjadi
cahaya yang menerangi." (Al Ahzab 45-46).

Sesungguhnya , masalah menyeru ke jalan Allah di masa sekarang menjadi
semakin nyata. Hal ini tidak lain disebabkan oleh semakin jauhnya manusia
dari Rabb mereka dan semakin gencarnya dakwah k ejalan batil yang sengaja
diupayakan untuk memalingkan manusia dari agama mereka dan dari Rabb mereka.

Tugas menyeru ke jalan Allah adalah untuk mengajar si bodoh agar ia
mengerti, mengingatkan yang lupa agar menjadi ingat, memberi peringatan si
sombong agar menjadi tunduk, menunjuki si kafir agar menjadi beriman, yang
musyrik menjadi bertauhid, ahli bid'ah agar menjadi ahli sunnah, dan yang
bermaksiat agar menjadi ahli ibadah.

Berdakwah ke jalan Allah dimulai dari rumah. Abdullah bin Umar ra mendengar
Rasulullah SAW bersabda : "Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian
akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Imam adalah
pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadap yang dipimpinnya.
Seorang laki-laki adalah pemimpin di dalam keluarganya dan ia akan dimintai
pertanggungjawaban terhadap yang dipimpinnya. Seorang wanita adalah pemimpin
di dalam rumah suaminya dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadap yang
dipimpinnya. Pembantu adalah pemimpn dalam harta tuannya dan akan dimintai
pertanggungjawaban terhadap yang dipimpinnya. Setiap kalian adalah pemimpin
dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadap yang dipimpinnya." (HR.
Bukhari).

Suami adalah kepala rumah tangga yang memiliki tanggungjawab. Tanggung
jawab itu antara lain :

- Menjaga keluarga dari neraka. Allah SWT berfirman :

"Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api
neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu...." (At Tahrim 6).

Mujahid berkata,"Peliharalah dirimu dan keluargamu" artinya, nasihatilah
diri kalian dan keluarga kalian agar bertakwa kepada Allah dan didiklah
mereka."

- Menyuruh keluarga untuk shalat. Shalat adalah rukun terpenting dalam
Islam setelah dua kalimah syahadat. Oleh karena itu, Allah memerintahkan
kepada suami agar menyuruh keluarganya untuk mendirikan shalat.

" Dan perintahkanlah kepada keluargamu untuk mendirikan shalat dan
bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu,
Kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat yang baik itu adalah bagi
orang yang bertakwa." (Thaha 132).

Kita sering lupa berdakwah kepada istri di rumah. Menyeru istri untuk
menghambakan dirinya hanya kepada Rabbnya, dan bukan menghambakan dirinya
kepada syahwat atau hawa nafsu belaka.

Nasihat di rumah kadang terasa kering dari jalan Allah. Diskusi yang
dibangun hanya berkutat masalah ekonomi dan materi semata. Kegelisahan
terjadi hanya karena terbatasnya keuangan suami. Akhirnya ikatan pernikahan
tak lebih dari himpunan ekonomi yang tanpa di gaji.

Serulah istri anda terlebih dahulu sebelum menyeru kepada orang lain.


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar: