Senin, 09 November 2009

[sekolah-kehidupan] Digest Number 2874

Messages In This Digest (15 Messages)

Messages

1a.

[catcil] Konsekuensi Sebuah Pilihan

Posted by: "novi khansa'" novi_ningsih@yahoo.com   novi_ningsih

Sun Nov 8, 2009 5:15 pm (PST)





Aku menarik napas, fuuuh... rasanya benar-benar nggak mungkin.

Segera ku-SMS teman sekelompokku, kalau hari ini kami nggak akan bisa presentasi. Kerjaanku belum beres, tugas kuliah juga belum beres. Aaaah, kini aku harus zalim sama temanku. Aku nggak akan merasa seberat ini kalau tugas ini hanya milikku, tapi aku akan sangat merasa bersalah karena tugas ini adalah milik bersama.

Malam sebelumnya, berkali-kali kami berkomunikasi. File yang dikirimkan temanku bermasalah, tidak bisa dibuka. Sementara itu, pekerjaan layout dan koreksi berbarengan. Profesionalitas dan keistikamahanku dipertaruhkan hari ini. Hehe, lebai, ya? Tapi, itulah yang terjadi. Aku harus berada di beberapa tempat yang berjauhan untuk menyerahkan pekerjaanku dan melakukan presentasi tugas kuliah.

"Hari gini masih kuliah?" "Kok ngambilnya itu?" "Jurusannya apa? Kok..." dan berbagai pertanyaan lain seolah mengusik hatiku. Apa aku bisa menjalani semua ini. Walau kuliah hanya tiga kali sepekan, tapi tugas-tugasnya juga menyita waktuku. Lucu atau apesnya, pas banget aku dapat giliran dapat tugas presentasi pertama kali di kala pekerjaan sedang menumpuk.

Berkali-kali SMS, telepon dan aku sadari temanku kecewa. Aku juga kecewa, ingin juga dimengerti. Aku katakan kalau aku akan menghubungi sang dosen untuk meminta maaf karena tidak bisa presentasi dan mengumpulkan tugas. Lemas, ditambah dengan tinta printer juga sempat habis. Sudah tak jelas bentuk ruang kerja di rumah. Sambil menunggu pesanan tinta yang habis, aku coba mengutak-ngatik tugas kuliah. Membaca referensi di buku dan data-data yang berhasil aku ambil lewat internet.

Alhamdulillah, beberapa menit kemudian, kurir pengantar tinta printer pun datang. Tugas presentasi kuliah selesai, pekerjaan selesai. Sempat mengabarkan kepada teman sekelompok kalau aku sudah menyelesaikannya, tapi hanya untuk presentasi, belum bisa mengumpulkan hari ini juga.

Setelah sholat zuhur, aku segera naik ojek menuju toko boneka kakak di Pondok Kopi, menitipkan naskah yang akan diambil kurir. Dari toko, lagi-lagi naik ojek menuju tol jatibening untuk naik bus ke Blok M. Berlanjut dari Blok M, naik ojek menuju daerah Cipete untuk menyerahkan naskah ke klien di penerbit. Hanya beberapa menit di sana, kemudian aku menaiki angkot ke Pasar Minggu. Dari Pasar Minggu, lagi-lagi, aku naik ojek. Kali ini menuju kampus di daerah Utan Kayu. 

Alhamdulillah, akhirnya, sampai juga. Sempat melewatkan jam pertama kuliah. Tak berapa lama, aku dan temanku maju untuk presentasi. Menyampaikan apa yang sudah disiapkan. Memang belum semuanya lengkap. Aku dan temanku memegang referensi masing-masing saat menjelaskan. Berbagai pertanyaan bergulir dari teman-teman. Alhamdulillah, bisa menjawab sesuai apa yang kami ketahui.

Dengkulku masih lemas, tangan juga masih gemetar saat presentasi, tapi ada kepuasan tersendiri, melewati salah satu hari yang lumayan berat. Yang membuatku makin yakin dengan apa yang aku jalani. Pada dasarnya aku menikmati kuliahku, pekerjaanku, segala hal yang kini sedang aku jalani. Tantangan demi tantangan ini semoga bisa aku atasi dan menjadi pendorong buatku untuk terus belajar dan berusaha. Mudahkanlah ya Allah....

Bismillah, dan hari ini (Senin), Rabu dan Jum'at aku akan ujian tengah semester. Moga aku bisa menjalani dengan baik. Memang bukan nilai yang aku cari, tapi aku juga berharap bisa mendapatkan yang terbaik dari apa yang aku usahakan. Pilihan kuliah membuatku memiliki konsekuensi dari segala aktivitas yang aku jalani saat ini. Waktu, tenaga, pikiran dan lain-lain, tapi aku juga mendapatkan banyak hal dari kuliah. Aku menikmatinya, menjalaninya, dan menerima berbagai ilmu, tidak hanya secara akademis, tapi ilmu tentang kehidupan :). Akan ada banyak hal yang terjadi, tapi semoga aku bisa istikamah menjalani. Aamiin... :)

***

"Anda adalah cermin dari pikiran-pikiran Anda Sendiri"
(Syekh Muhammad Al Ghazali)

***

novi_khansa'kreatif
~Graphic Design 4 Publishing~
YM : novi_ningsih
http://akunovi.multiply.com
http://novikhansa.wordpress.com/

1b.

Re: [catcil] Konsekuensi Sebuah Pilihan

Posted by: "anty th" anty_th@yahoo.com   anty_th

Sun Nov 8, 2009 6:40 pm (PST)



Semangat ya anakku
Emak akan selalu memberikan pelukan hangat dan senyuman manis di tengah penatmu
(huehehe)

Ayo Novi .............
Semangat .............

Smoga mbak mu ini juga bisa kembali ke bangu kuliah
Hua........ pengen........
hiks hiks

salam sayang
E M A K

1c.

Re: [catcil] Konsekuensi Sebuah Pilihan

Posted by: "Eko Wahyoedi" eko.wahyoedi@yahoo.com   eko.wahyoedi

Mon Nov 9, 2009 1:26 am (PST)



Iya, begitulah Mbak Ophie kalau hidup punya tujuan :)
Kadang ada hal yang tidak bisa dicapai secara bersama-sama, selalu harus ada pilihan :)

Akang do'akan semoga Mbak Ophie sukses menjalani UTSnya ... Amiin.

Salam,
eko wahyoedi

2.

(catcil) Orang Miskin

Posted by: "agus syafii" agussyafii@yahoo.com   agussyafii

Sun Nov 8, 2009 6:02 pm (PST)



(catcil) Orang Miskin

By: agussyafii

Di satu daerah kompleks perumahan seorang anak kecil berlarian sambil berteriak pada ibunya, 'Mamah..mamah.' Mamahnya yang sedang sibuk didapur terkejut mendengar teriakan anaknya. 'Ada apa, dek?' tanya mamahnya.

'Kayaknya tetangga kita, rumah sebelah orang miskin deh..mah.' kata sang anak.

'Ah, masa sih dek?' tanya mamahnya.

'Iya mah..masa karena anaknya menelan uang logam 500 rupiah aja sudah pada ribut.' jelas sang anak pada mamahnya.

Begitulah anak-anak berpikir dengan logikanya sendiri. Bila menelan uang 500 rupiah nilainya kecil maka dianggapnya sebagai orang miskin, mungkin bila yang ditelan uang 50.000 rupiah bisa jadi dianggapnya sebagai orang kaya. Namun begitulah kita sering kali kita juga menilai diri kita sendiri dan orang lain dari jumlah kekayaan yang dimiliki bukan dari kecukupan dan kebersyukuran.

Saya teringat diwaktu masih SMP memahami makna kecukupan dan kebersyukuran melalui penjelasan bapak saya. Bapak saya begitu sangat menghormati penjual sayur yang dipandang miskin, saya pernah bertanya padanya kenapa bapak sangat menghormatinya.

Bapak saya mengatakan, 'Apakah dia masih sholat?'

'Masih pak,' jawab saya.

'Pernahkah kita mendengar kabar dia mengambil milik orang lain?' tanya bapak.

'Tidak pak,' jawab saya.

'Pernahkah kita mendengar dia mengeluh karena kemiskinannya?' tanyanya lagi.

'Tidak pernah pak.' jawab saya.

Bapak saya kemudian menjelaskan, jika ada orang miskin yang tidak pernah meninggalkan sholatnya, tidak pernah mengambil hak orang lain dan tidak pernah mengeluh kepada orang lain karena kemiskinannya maka kita wajib menghormatinya, sebab dari merekalah kita bisa belajar tentang kecukupan dan syukur nikmat atas semua karuniaNya.

---
'Dan barangsiapa yang akhirat menjadi keinginannya, niscaya Alloh kumpulkan baginya urusan(dunia)-nya dan dijadikan kekayaan di dalam hatinya dan didatangkan kepadanya dunia bagaimanapun keadaannya.' (HR Ibnu Majah)

Wassalam,
agussyafii

---
Yuk,Berbagi Nikmat Qurban bersama anak-anak Amalia. Dalam program kegiatan 'Qurban Untuk Amalia (QUA) pada hari Ahad, 29 November 2009 di Rumah Amalia. Kirimkan dukungan dan komentar anda di http://agussyafii.blogspot.com atau http://www.facebook.com/agussyafii atau sms di 087 8777 12 431


3a.

Re: menangkap maksud

Posted by: "Abir Sabil" abirsabil.81@gmail.com   manhaj_fithriy

Sun Nov 8, 2009 6:03 pm (PST)



Kenyataan tidak adanya manusia yang luput dari kesalahan, tidak
membuat kesalahan itu menjadi sesuatu yang diinginkan. Hal ini
sepertinya sudah sangat lumrah. Kesalahan masa lalu memang bisa
berakibat positif untuk masa datang seseorang. Tapi, tidak sedikit,
bisa juga berakibat negatif. Untuk orang-orang yang terakhir ini,
kesalahan masa lalu mereka, tidak bisa disebut membuat hidup mereka
menjadi lebih berwarna. Kecuali kalau yang dimaksud adalah warna
suram. Bukan warna cerah. Kepura-puraan itu buruk kalau memang
ditujukan untuk yang tidak baik. Dan bicara tentang baik-buruk,
melibatkan pembicaraan tentang standar yang digunakan. Hanya saja,
secara naluri dan rasio, orang yang menutupi kesalahannya punya
kepentingan untuk tetap mendapatkan kenikmatan psikologis berupa
penghormatan, cinta dan kasih sayang orang lain. Perlu tidaknya
menutupi kesalahan itupun tergantung pada besar kecilnya kesalahan
yang dilakukan. Kesalahan mengirim sms tentu tidak seberapa
dibandingkan dengan kesalahan perselingkuhan.

Kesalahpahaman pun ada yang sepele, dan ada yang fatal. Sebagaimana
ketidakpahaman itu ada yang sederhana dan ada yang parah. Contohnya,
bisa kita lihat-lihat kembali di memori perjalanan hidup kita.

Pikiran dan perasaan (peraba batin) memang saling melengkapi.

Termasuk salah paham tentang "yang tidak terucap" adalah kesalahan
menyimpulkan sesuatu dari tindak tanduk orang lain. Kalau dalam teori
pragmatik modern ada istilah "perbuatan dalam ujaran" (act of speech),
maka sepertinya tidak salah kalau disebut, ada yang namanya "ujaran
dalam perbuatan (speech of act). Seperti sikap acuh seseorang terhadap
kita, bisa dipahami mengandung ujaran "saya tidak harap kamu di sini".

Semoga saja, menarik dan bermanfaat.

3b.

Re: menangkap maksud

Posted by: "Den Bagusnya" milis75@yahoo.com.sg   milis75

Mon Nov 9, 2009 1:30 am (PST)



1. tidak segan / malu untuk minta penjelasan bila emang
permintaan, pernyataan ato perintahnya gak jelas.

2. jika memang tidak mau / tidak bisa memberi penjelasan
karena mungkin sengaja / emang kemampuanya kurang,
otomatis harus berusaha sendiri mencari tau maksdudnya
yaitu dengan mengumpulkan peristiwa2 yg berkaitan dengan
masalah itu.

3. kalo masih salah juga berarti perlu ditingkatkan IQ
dan kepekaan perasaan :D

CMIiW

D Bey

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, Abir Sabil <abirsabil.81@...> wrote:
>
> Sebuah ajakan berpikir yang mudah-mudahan bisa bermanfaat...
>
> Mengapa kita bisa salah memahami perkataan orang lain?
>
> Tentunya setiap orang memiliki keinginan untuk bisa menjalin
> komunikasi yang baik. Bagaimanakah upaya yang seharusnya dilakukan
> agar kita tidak salah memahami perkataan orang lain?
>
> Abir
>

4a.

Re: [kabar duka] ibunda mba diah utami meninggal dunia

Posted by: "anty th" anty_th@yahoo.com   anty_th

Sun Nov 8, 2009 6:11 pm (PST)



Turut berduka cita ya mbak diah
smoga almarhumah di lapangkan jalan menuju syurga NYA
dan keluarga diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini

salam
anty

4b.

Re: [kabar duka] ibunda mba diah utami meninggal dunia

Posted by: "Nia Robie'" musimbunga@gmail.com

Sun Nov 8, 2009 7:19 pm (PST)



semoga Amal ibadah ibunda mba Dyah Utami diterima oleh Alloh SWT
yang sabar ya mba Dyah
hugs!

2009/11/8 Novi Khansa <novi_ningsih@yahoo.com>

>
>
> Assalamu'alaykum wr.wb.
>
> Innalillahi wa inna ilayhi rooji'un.
>
> Telah berpulang ke rahmatullah, ibunda dari sahabat kita, mba Diah utami.
>
> Moga amal ibadah bunda mba diah diterima oleh Allah swt dan moga beliau
> ditempatkan di surga-Nya.
>
> Moga yang ditinggalkan diberi ketabahan.aamiin.
>
> Salam
>
> Novi
> (Salah satu) moderator
>
>
>
4c.

Re: [kabar duka] ibunda mba diah utami meninggal dunia

Posted by: "asma_h_1999" asma_h_1999@yahoo.com   asma_h_1999

Sun Nov 8, 2009 11:52 pm (PST)



Inna lillahi wa inna ilaihi rajiuun.Semoga bisa bersabar atas kepergian ibunda.Ammiin.

Wassalam,
asma

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "Nia Robie'" <musimbunga@...> wrote:
>
> semoga Amal ibadah ibunda mba Dyah Utami diterima oleh Alloh SWT
> yang sabar ya mba Dyah
> hugs!
>
> 2009/11/8 Novi Khansa <novi_ningsih@...>
>
> >
> >
> > Assalamu'alaykum wr.wb.
> >
> > Innalillahi wa inna ilayhi rooji'un.
> >
> > Telah berpulang ke rahmatullah, ibunda dari sahabat kita, mba Diah utami.
> >
> > Moga amal ibadah bunda mba diah diterima oleh Allah swt dan moga beliau
> > ditempatkan di surga-Nya.
> >
> > Moga yang ditinggalkan diberi ketabahan.aamiin.
> >
> > Salam
> >
> > Novi
> > (Salah satu) moderator
> >
> >
> >
>

4d.

Re: [kabar duka] ibunda mba diah utami meninggal dunia

Posted by: "Eko Wahyoedi" eko.wahyoedi@yahoo.com   eko.wahyoedi

Mon Nov 9, 2009 1:27 am (PST)



Inna lillahi wa inaa ilaihi rajiuun.
Atas nama pribadi dan keluarga, saya mengucapkan turut berduka cita. Semoga Almarhumah ( ibunda Mbak Diah Utami ) mendapat tempat mulia di sisi Allah Swt. Serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa bersabar atas ketetapan Allah. Amiin.

Salam,
eko wahyoedi

4e.

Re: [kabar duka] ibunda mba diah utami meninggal dunia

Posted by: "Dayat" dayat_xxx@yahoo.com   dayat_xxx

Mon Nov 9, 2009 1:28 am (PST)



ikut berbelasungkawa atas meinggalnya ibunda mbak diah, semoga mbak diah diberi kesabaran dan keikhlasan..

"Ya Allah ampunilah dosanya, sayangilah dia, maafkanlah dia,
sehatkanlah dia, muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah kuburannya,
mandikanlah dia dengan air es dan air embun, bersihkanlah dari segala
kesalahan sebagaimana kain putih bersih dari kotoran, gantikanlah
untuknya tempat tinggal yang lebih baik dari tempat tinggalnya,
keluarga yang lebih baik dari keluarganya, pasangan yang lebih baik
dari pasangannya dan peliharalah dia dari siksa kubur dan siksa neraka."(HR Muslim).

Wassalam

PT. Cendana Teknika Utama
JL. Soekarno Hatta Blok NR24-25 Malang
Phone : 0341-496497
Ponsel : 085649885526
Fax : 0341-408657
YM : dayat_xxx

Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

4f.

Re: [kabar duka] ibunda mba diah utami meninggal  dunia

Posted by: "Mujiarto Karuk" mkaruk@yahoo.com   mkaruk

Mon Nov 9, 2009 1:30 am (PST)



Aamiin Yarobbal Alamiin

Salam

Mujiarto Karuk

--- On Mon, 11/9/09, Nia Robie' <musimbunga@gmail.com> wrote:

From: Nia Robie' <musimbunga@gmail.com>
Subject: Re: [sekolah-kehidupan] [kabar duka] ibunda mba diah utami meninggal dunia
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Date: Monday, November 9, 2009, 10:19 AM

semoga Amal ibadah ibunda mba Dyah Utami diterima oleh Alloh SWT
yang sabar ya mba Dyah
hugs!

5a.

Re: [ruang tamu] Salam Kenal

Posted by: "Eko Wahyoedi" eko.wahyoedi@yahoo.com   eko.wahyoedi

Sun Nov 8, 2009 6:24 pm (PST)



Wekss ... di eska ada jadwal piket tho, Bu :)

Kalo saya pilih jadwal piket hari Minggu aja deh ... enak bersih-bersihnya :D
Bisa pesen bika ambon nih :)

salam,

--- On Fri, 11/6/09, anty th <anty_th@yahoo.com> wrote:

From: anty th <anty_th@yahoo.com>
Subject: [sekolah-kehidupan] Re: [ruang tamu] Salam Kenal
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Date: Friday, November 6, 2009, 6:29 AM

 

Selamat datang mas eko

salam kenal dari saya, anty di medan

silakan pilih mau ikutan piket kebersihan kelas di hari apa ya?

^_^

smoga betah ya ...

salam

anty thahir

6.

[catcil] Hiatus dan Rasa Bersalah

Posted by: "Kang Dani" fil_ardy@yahoo.com   fil_ardy

Mon Nov 9, 2009 12:55 am (PST)



Hiatus dan Rasa Bersalah
~Dani Ardiansyah~

Belakangan ini, kegiatan menulis yang saya lakukan sangat terbatas. Bahkan hampir hilang sama-sekali dalam rutinitas keseharian yang saya lakukan. Bukan tanpa sebab memang, karena kondisi yang ada dan terjadi akhir-akhir ini, mendorong saya untuk lebih fokus dan menucurahkan perhatian pada hal lain yang --dalam benak saya-- dapat mendatangkan profit yang lebih real dalam kehidupan nyata  sebagai seorang kepala keluarga. Kebutuhan hidup yang terus mendesak, duedate Endah yang sudah tidak lama lagi, persiapan operasi cesar, pasca operasi dan lain-lain adalah sebagian besar --yang saya jadikan alasan-- penyebab saya tidak lagi produktif menulis. Dengan kata lain, hal-hal itu membuat saya lebih berfikir materialistis. Bahwa setiap hal yang saya lakukan harus menghasilkan profit demi pemenuhan kebutuhan-kebutuhan tersebut.

Maka mulailah saya meninggalkan hal-hal yang saya anggap kontraproduktif (dalam keadaan seperti ini, saya mengartikan kontraproduktif adalah semua kegiatan yang tidak menghasilkan uang) termasuk menulis. Pun jika saya tetap harus menulis, haruslah ada imbalan untuk tulisan-tulisan tersebut. Saya mulai fokus pada hal-hal yang saya prediksikan akan menghasilkan keuntungan dan bisa menambah pundi-pundi paman gober. Sofar so good. Saya tidak merasa ada yang salah dengan keputusan saya tersebut. Tentu saja tidak, di mana letak salahnya? Saya hanya mencoba menjadi seorang ayah yang baik, seorang suami yang bertanggung jawab, seorang kepala  rumah tangga yang dapat memenuhi semua kebutuhan rumah tangga keluarganya. Dan salah satu caranya yaitu dengan cara memakai kacamata profit oriented.

Dalam beberapa hal, pandangan itu cukup berhasil dan terbutkti mendatangkan keuntungan. Transaksi yang saya lakukan dengan beberapa orang menyisakan saldo --meski tak seberapa-- di rekening. Pun hanya sekedar lewat dan menggantikan angka-angka yang hilang prematur. (Uang yang habis sebelum waktunya).

Berkutat dengan pandangan tersebut, ternyata membuat satu sisi kehidupan saya yang lainnya terbengkalai. Moment-moment yang menurut hati kecil saya layak diabadikan, terlewat tanpa dapat saya rekam dengan baik. Komunitas-komunitas maya yang eksistensinya tergambar lewat tulisan terlupakan begitu saja. Meski saya masih menyempatkan berinteraksi dengan membaca setiap tulisan-tulisan di dalamnya.

Ketika setiap kali saya membaca tulisan-tulisan mereka, yang saya anggap semakin hari semakin matang dan semakin produktif, ada semacam perasaan iri dan rasa bersalah. Iri karena melihat mereka yang juga berkutat dengan waktu tetapi masih dapat selalu menyempatkan merekam hati dan perasaannya serta berbagi. Iri karena mendapati saya yang tercukupi kesempatan untuk dapat melakukan hal yang sama, justru malah bersembunyi di balik alasan-alasan yang sebenarnya tidak masuk akal untuk melegalisasi kefakuman saya selama ini.

Merasa bersalah karena selama ini, saya menilai diri dari apa yang saya pikir bisa lakukan, padahal orang lain menilai saya dari apa yang sudah saya lakukan. Dan selama berhiatus ria, saya merasa tidak melakukan apa-apa. Pun saya tidak terlalu antusias mendapatkan penilaian-penilaian tersebut, tapi, bukankah hidup sebagian kecilnya adalah branding?

Entah sejak kapan saya harus merasa bersalah, ketika mengabaikan sesutau yang saya anggap penting dan tidak menuangkannya pada tulisan. Yang pasti, setiap kali saya membaca tulisan-tulisan Sahabat saya yang menceritakan keseharian, berbagi hikmah, atau apapun itu, saya semakin merasa tidak berlaku adil pada satu sisi hidup saya yang lain. Saya merasa sudah menyia-nyiakan kesempatan berbagi hikmah pada orang-orang yang saya anggap layak menerimanya. Perasaan berdosa itu semakin besar, ketika saya mereview kembali target-target saya agar di tahun-tahun mendatang saya sudah melahirkan buku setiap kali tahun berganti. Target yang sebetulnya sudah saya kubur dalam-dalam ketika ritme hidup saya lebih rumit daripada biasanya.

Terlebih, dengan berada dalam mode hiatus menjadikan saya seorang manusia yang banyak menanggung hutang. Hutang kepada beberapa sahabat yang meminta saya mengomentari cerpen-cerpennya, esainya, puisi dan banyak lagi, yang ketika mereka mengajukan tulisan-tulisan itu, saya menyanggupi dengan ringan. Tapi mode hiatus benar-benar membuat saya lalai melunasi hutang-hutang tersebut. Semoga mereka punya segudang stok pemakluman.

Semakin lama, perasaan bersalah itu mendorong saya untuk segera menakhiri puasa ini. Puasa dari kegiatan tulis menulis, berkomunitas, berinteraksi di milist dan lain-lain. Ya, saya memutuskan untuk menjaalani saja kerumitan hidup ini seperti biasa. Tanpa meninggalkan teraphy jiwa yang sudah sejak lama saya lakukan. Menulis. Tho dengan tetap menulis, setidaknya saya bisa banyak bercerita tentang bagaimana bangganya saya menjadi seorang Ayah. Satu sisi kecil yang membuat saya selalu tampak sumeringah, pun beban semakin menghimpit.

Jakarta, 09 November 2009,

Dani Ardiansyah

http://www.JasaPenerbitan.com
http://www.CatatanKecil.multiply.com
http://www.Bloggaul.com/catatankecil
http://www.KangDani.wordpress.com
http://www.facebook.com/catatankecil
http://www.CatatanKecil.blogdetik.com

7a.

Re: Spirit Ngeblog

Posted by: "ihwan xerografer" nagrem@yahoo.com   nagrem

Mon Nov 9, 2009 1:50 am (PST)



Sama2 Sin, mari kita ngeblog sampai mati ho3

oke deh ntar aku sampaikan salamnya, sama Pak Inep'a? he3

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, ukhti hazimah <ukhtihazimah@...> wrote:
>
> tulisannya memancing...udah lama nih gak nulis, bahkan ngreview...dan emang bener, nulis kalo gak diasah lama-lama jadi tumpul...kayak sekarang neh, jadi bingung aja kalo mau ngreview buku hehehe... moga tulisannya bisa jadi spirit buat pembacanya, termasuk saye
>
> tengkyu mas ihwan, salam buat Malang tercintah :D
> :sinta:
>
> "Keindahan selalu hadir saat manusia berpikir positif"
>
> BloG aKu & buKu
> http://jendelakumenatapdunia.blogspot.com
>
> BloG RaMe-RaMe
> http://sinthionk.multiply.com
> http://berceritapadadunia.blogspot.com
>
> YM : SINTHIONK
>
>
>
> --- On Thu, 11/5/09, ehone hryan <nagrem@...> wrote:
>
> From: ehone hryan <nagrem@...>
> Subject: [sekolah-kehidupan] Spirit Ngeblog
> To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
> Date: Thursday, November 5, 2009, 9:12 AM
>
>
>
>
>
>
>
>  
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Belakangan ini semangat untuk ngeblog mulai bangkit lagi di dalam
> diriku, setelah sebelumnya cukup terlena dengan fenomena microblogging
> yang mewabah di internet.
>

Recent Activity
Visit Your Group
Share Photos

Put your favorite

photos and

more online.

Y! Messenger

Want a quick chat?

Chat over IM with

group members.

Group Charity

Give a laptop

Get a laptop: One

laptop per child

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web

Tidak ada komentar: