Rabu, 17 Maret 2010

[sekolah-kehidupan] Digest Number 3008

sekolah-kehidupan

Messages In This Digest (14 Messages)

Messages

1.

GARASI -  buku baru 2010 - menikah tanpa pacaran OK banget

Posted by: "yudhi mulianto" yudhi_sipdeh@yahoo.com   yudhi_sipdeh

Tue Mar 16, 2010 5:44 pm (PDT)





Alhamdulillah akhirnya telah terbit buku kami ke 7 di ACIKITA Publishing.

 Menikah Tanpa Pacaran,?
Oke Banget !!!

   (Berbagi Pengalaman dalam Proses Mendapatkan Pasangan, Menata Interaksi, dan Menyelesaikan Konflik di dalam Rumah tangga)

++ Bahasan Singkat Seputar Proses Ta'aruf, Khitbah dan Menikah Secara Islami

Jumiarti Agus, Rahmiagusra, Dona Maiyerti,

Yudhi Mulianto, Juariah, Rieska,

M. Amin Sulthoni dan Yudith Fabiola

Penyusun Buku: Jumiarti Agus, Ph.D dan Rahmiagusra

Setting/Layout: Aku Cinta Indonesia Kita (ACIKITA) Publishing

Desain Sampul: Tomoko Dian

Editor: Jumiarti Agus, Ph.D; Silvia Aslami

  Penerbit: Aku Cinta Indonesia Kita Publishing

Cetakan Pertama: Januari, 2010/07/25

Jumlah Halaman: viii + 270 halaman

Kategori Buku: Non Fiksi/Inspirasi, Spritual

ISBN:

Bagian Belakang buku:

"Bagaimana mungkin akan mendapatkan jodoh kalau tidak berpacaran?
Bagaimana bisa mengenal pribadi si calon kalau tidak berdekat-dekatan atau tidak menjalin hubungan dengannya?"
Temukan semua jawaban Anda di dalam buku ini!

***
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia yang menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenisnya sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang… (Ar Rum (30) : 21)."

"Buku ini membuktikan bahwa cinta sejati bukanlah dari pandangan pertama pertemuan. Cinta tumbuh setelah mengenal siapa pasangan kita luar dalamnya.

(Dona Maiyerti, penulis dan ibu rumahtangga, tinggal di Brunei.)"

"Buku ini sungguh dahsyat! Mereka berbagi kisah tentang bagaimana menerima pinangan dan meminang karena Allah. Cinta paling halal dan suci. Dua manusia biasa berusaha menggabungkan cintanya agar menjadi cinta yang luar biasa setelah menikah. (Ir.Shahnaz Haq, penyiar radio dan TV, artis, dan ibu rumahtangga)."

"Buku ini adalah suatu wujud rasa tanggungjawab dan peduli kami terhadap ajaranNya. Menuntun Anda menjalani masa ta'aruf, memutuskan pilihan, menjalani pernikahan dan riak gelombang rumah tangga untuk ganbatte (berusaha keras) menuju rumah tangga SAMARA. (DR. Jumiarti Agus, M.Si, penulis, peneliti, dan ibu rumahtangga)."

Buku ini berisi tulisan tentang pengalaman sakral yang telah dilalui oleh para penulisnya. Saya bersyukur kepada Alloh atas terbitnya buku ini. Sebuah buku yang pantas dan patut dibaca oleh para remaja Islam sebelum mereka menikah, dalam upaya mempersiapkan Baitii Jannatii, rumah tangga yang sakiinah, mawaddah wa rohmah.
(Dasli Noerdin, dosen Universitas Jenderal Achmad Yani ). Ini di halaman cover depan

Buku Menikah Tanpa Pacaran ? Oke Banget ! ini sangat baik dibaca oleh kawula muda. Buku ini sangat aktual memberikan pencerahan bagaimana lezatnya menikah tanpa pacaran. Gaya bahasa juga dikemas dengan tampilan khas ACIKITA agar lebih mendekati dunia riil muda-mudi. Menjadi bacaan wajib bagi adik-adik yang ingin menikah tanpa pacaran. Serius !!!
(DR. Marsudi Budi Utomo, Lulusan Doktor dari Jepang. Ia pernah tinggal di Jepang selama 16 tahun. Ia menikah tanpa pacaran, dan telah dikaruniai 6 putri dan 1 putra bungsu)

Semoga karya ke-7 dari komunitas ACIKITA ini dapat memberikan pemahaman kepada orang-orang yang menentang berpacaran setelah menikah. Diharapkan menjadi pembela prinsip "berpacaran setelah menikah." Insya Allah dapat menambah khazanah pemahaman masyarakat pada umumnya, khususnya umat Islam Indonesia. (Susi Rusdi Development Director / Agency Manager Allianz Life)

Menikah Tanpa Pacaran? Ok Banget!!!

Apa yang membedakan buku ini dengan buku buku tema nikah lainnya?

1. Buku ini ditulis langsung oleh mereka yang mempunyai pengalaman nyata, tentunya tak ada kesalahan dalam penyampaian informasi, atau curahan hati penulisnya terhadap pembaca.

2.Buku berjamaah tentu punya nilai dan cakupan informasi, trik dan pengalaman lebih komplit ketimbang yang ditulis oleh hanya satu orang saja. Jadi buku ini mengkaver berbagai informasi untuk menikah tanpa pacaran ok banget!

2. Buku ini ada dalam kerangka yang komplit.

Kisah pernikahan para penulis:

Mulai bagaimana penulisnya memilih jalan menikah tanpa pacaran, kisah pertemuan dan ta'aruf yang sangat beranekaragam, mulai dari dikenalkan, pertemuan lewat media, bahkan hingga jarak yang jauh, tapi akhirnya bisa bertemu di aqad nikah.

Masa masa untuk memutuskan pilihan hidup mau menikah dengan siapa juga bukan perkara simple. Nah bagimana masing masing punya kekuatan hati untuk memilih pasangan hidupnya? Jalan apa serta pedoman apa yang diambilnya? Juga dikupas di sini.

Tak jarang banyak kegagalan dalam tahapan ta'aruf dan komunikasi jauh.

 Selanjutnya tahapan persiapan pernikahan, dan hari H pernikahan berlangsung. Lanjut ke masa-masa pengenalan, bulan madu, dan menjalani hidup bersama.

 

Riak gelombang kehidupan berumahtangga dikupas pada masing masing cerita penulis. Masalah yang muncul juga dituturkan. Dan apa solusi yang diambil untuk keluar dari permasalahan? Trick membina hubungan pasangan yang baik, hubungan menantu dan mertua juga disinggung di sini.

Semuanya diungkap hingga mereka bisa menyamakan orbitalnya untuk menjalani hidup bersama. Perbedaan perbedaan yang ada bagaimana menyikapinya, untuk sebuah tujuan hidup bersama.

Pokoknya!! semua kisah nyata yang dilalui para pelakunya dieksplorasi agar yang akan menjalani bisa memetik hikmah dan menjadikan referensi dalam tahapan menikah nantinya. Tapi tentunya bukan membuka aib lho ya!! karena masing masing pasangan telah izin dengan hal apa yang dipublikasikan dan semuanya ada pada batas normal, tapi membangun kebaikan umat. InsyaAllah. 

Benar-benar "Menikah Tanpa Pacaran?, Ok Banget!!!  dijawab habis oleh semua data data (atau paparan) dari para penulisnya.

Bahasan terkait

Adalah suatu ciri khas buku ACIKITA dilengkapi dengan bahasan  yang mendukung suatu tema. Jadi bukan memaparkan kisah dan hanya mengumpulkan cerita para penulisnya. Di sini pembaca diajak kembali untuk membaca apa intisari dan pengetahuan wajib yang harus diketahui seputar nikah dan etika pergaulan dengan lawan jenis. Misalnya hal sederhana, sms chatting apakah itu boleh? (nah ini bahasan yang sesuai kondisi zaman bukan?)

Membaca buku buku agama mungkin sebagian orang merasa tak ada daya pikat, tapi di sini di sajikan teknik bahasan yang mudah dicerna, dan dikaitkan dengan pengalaman nyata para penulisnya dan analisis perkembangan zaman.

Semoga dengan paparan lengkap kami, bisa menyentuh para generasi muda untuk mengaktualisasikan ajaran Islam sebagai agama yang dianutnya. Atau setidaknya masih bisa mempertahankan yang halal dan meningglkan yang haram.

Di samping analisis secara agama, bahasan juga dilakukan dari segi Undang undang pernikahan dan undang undang perlindungan anak. Ini semua menjadi bekal untuk setiap pasangan yang akan menikah, agar mereka lebih tahu hak dan kewajiban masing masing. Menjadikan warga negara Indonesia cerdas dan cukup bekal tentang undang undang pernikahan yang memang wajib kita ketahui bersama.

Kenapa ini dipandang perlu? Rumah tangga adalah negara terkecil, bila masing-masing pemerintahan di dalamnya dilakukan secara maksimal, InsyaAllah akan bisa memutus rantai permasalahan di negeri tercinta kita bersama ini.

Untuk itu, silahkan Anda membaca karya kami ini. InsyaAllah bermanfaat bagi yang akan menikah/belum menikah. Bagi yang sudah menikah, agar bisa tambah memperkuat tali pernikahan untuk mencapai tujuan hidup bersama.

Harga buku: Hanya Rp: 30.000 (untuk di dalam negeri)

Cara mendapatkan  buku ini:

1. Tersedia di acikita publishing alamat email: acipublishing@yahoo. com
Silahkan kontak rahmi atau alif .  021-84937507  atau  021-41164400.

2. Melalui para distributornya. Bagi yang berminat membantu pemasaran buku ini, bisa mendapatkan 15% dari harga jual buku.

Teknik pemesanan di acikitapublishing:

1. Kirimkan email berisi alamat Anda

2. Harga ongkos kirim akan diberitahukan setelahnya.

3. Silahkan transfer uangnya ke no rekening berikut : (dengan menuliskan pembelian buku)

Rekening mandiri Graha Mandiri, Jl. TB. Simatupang Kav.1B, Jakarta Selatan atas nama R. Saharso No. Rek. 127-00-0540785-1

 

4.  Mohon kirimkan bukti transfer uang via email, atau khabarkan via email kapan transfer dana, atas nama siapa. Dan sms ke no 0852-2100-5337.

5.  Buku akan dikirimkan bila uang sudah ditransferkan.

6.  Mohon konfirmasikan ke kami bila buku sudah diterima. Terimakasih

wassalam

Fastabikhul khairat

Ijum

Tokyo, 100313

http:// jumiartiagus.multiply.com/journal/item/309/Terbit_Menikah_Tanpa_Pacaran_Oke_Banget

2.

Artikel : Trik Membuang Ketakutan Seseorang Secara Conversational

Posted by: "Sinergi" sinergi_nlp@yahoo.co.id   sinergi_nlp

Tue Mar 16, 2010 5:44 pm (PDT)



Trik Membuang Ketakutan Seseorang Secara Conversational

Rupanya Pulau Bali masih cukup mempesona, daerah Nusa Dua-pun masih memikat mata dan jiwa. Gabungan pasir, matahari dan budaya, selalu memanggil kembali untuk pergi ke sana.
Karena berasal dari kampung…, maka bagi saya yang paling menarik dan paling saya sukai dari Pulau Bali adalah jajanan Nasi Jenggo. Nasi bungkus seharga Rp 2.500,-, yang dijual dipinggir-pinggir jalan! Dibungkus dengan daun pisang. Saya biasa makan 2-3 bungkus. Yang paling enak adalah yang di seputaran seberang gedung mall besar di daerah Kuta. Sambalnya itu lho…
Baiklah…
Beberapa saat yang lalu saya diminta oleh lembaga International pergi ke Pulau Bali selama 2 hari untuk suatu tugas pelatihan. Orang-orang dalam organisasi ini luar biasa sekali, saya senang berada di antara mereka. Untuk tugas ini, saya mengajak salah satu Associate Partner dari perusahaan Sinergy Lintas Batas, dia adalah seorang Master Practitioner of NLP.
Untuk menyingkat cerita yang panjang, pada saat makan siang di hari kedua terjadi peristiwa yang menarik. Di tengah menunggu sajian makan siang, steak ala barat yang ….. (duh…, sudah dibilang saya lebih senang Nasi Jinggo lho), kami saling bercerita. Entah kenapa, tiba-tiba seorang ibu peserta pelatihan yang sudah senior berkeluh kesah bahwa dirinya selalu stress, takut dan gemetaran kalau naik pesawat, terutama kalau mengalami guncangan di udara. Padahal pelatihan sudah mau selesai, dan ia sudah mulai dihantui rasa takut itu.
Anda dengan mudah dapat membayangkan, bahwa makan siang itu di sebuah meja makan besar, terdiri dari sektar 17 orang termasuk saya. Suasana semula sangat segar dan kekeluargaan, di mana akan aneh jika tiba-tiba saya mengubah pembicaraan menjadi suatu proses terapi.
Untungnya, kita pernah belajar NLP.
Salah satu yang membuat saya sangat senang menjadi praktisi NLP adalah kesempatan membantu orang tanpa harus melakukan proses terapi formil. Tanpa harus meminta orang tutup mata, membayangkan ini itu, induksi, sugesti ini itu dan lain-lain.
Sungguh pantas, dalam NLP cara ini disebut sebagai pendekatan yang elegan, yakni kita bisa membantu orang tanpa yang bersangkutan merasa diterapi. Bahkan ia sama sekali tidak mengerti bahwa ia sedang dibantu olah kita. Asyik-asyik saja. Tentu saja, tidak semua hal bisa didekati dengan cara ini…
Paparan ini tidak berarti bahwa terapi formil itu buruk atau kurang berguna, namun kita bisa lebih banyak membantu orang, jika kita piawai melakukan suatu "terapi" tanpa yang bersangkutan merasa diterapi. Semua dilakukan dengan conversational saja, bercakap-cakap.
Attitude NLP-er
Saya juga ingin berbagi pada associate partner saya (lulusan Master Practitioner Sinergy Lintas Batas), bahwa di mana saja kita bisa membantu orang dengan efektif, tanpa harus berlaku "sok" bahwa kita ini bisa membantu. Saya sendiripun masih terus belajar memiliki dan menjaga attitude ini.
Mudah dipahami bahwa dunia terapi conversational adalah dunia yang sepi. Benar-benar sepi pamrih, sepi pujian, sepi tepuk tangan, sepi kekaguman, sepi terima kasih. Sikapnya harus benar-benar murni membantu…
Seraya mendengarkan ibu itu bertutur mengenai problemnya, maka pikiran berputar cepat mencari benda apa yang ada di atas meja ini yang bisa di-utilize (dimanfaatkan). Saya lihat ada beberapa benda, dan bawah sadar saya mengarahkan untuk memilih serbet makan (napkin) dan sendok kecil banget dari kayu (sendok untuk mengambil garam), kira-kira seukuran separuh batang rokok.
Dengan cepat saya sambar sendok kecil itu, saya gerak-gerakkan seolah pesawat yang sedang terbang dan bergetar-getar. Seluruh pilihan kata dan gerakan yang saya pergunakan benar-benar dipilih untuk membuat Ibu itu berhenti menceritakan secara associated, dan mengubah pandangannya agar melihat "pesawat" itu dalam kepalanya secara disassociates (observer, bukan pelaku).
Melalui kalibrasi, akhinya kita sudah dapat melihat bahwa si Ibu sudah terdesensitisasi, yakni tidak lagi menceritakan kejadian itu secara associates, namun disassociates. Alhamduilllah!
Sukses sudah dalam melakukan mark-out sendok itu sebagai pesawat. Selanjutnya segera saya melakukan break state dengan membicarakan menu makanan seraya menyingkirkan sendok itu sementara ke tempat lain yang tidak terlihat lagi olehnya. Semua dilakukan seolah sambil lalu dan ngobrol-ngobrol saja.
Submodality Remap!
Sesuai dengan protokol conversational belief change, maka langkah berikutnya adalah meng-elicit emosi lain yang sifatnya rediculous (menggelikan). Yakni suatu emosi yang akan kita pakai untuk meng-collaps emosi takut tadi. Emosi ini harus di-elicit dan diamplify dengan kuat, agar saat dilakukan remap (perpindahan, pertukaran map) antara map-takut-pesawat dengan map-menggelikan, maka map-menggelikan lah yang menang.
Melalui pancingan pertanyaan, sejurus kemudian si Ibu sudah sibuk bercerita dengan penuh tawa terpingkal-pingkal mengenai hal paling menggelikan dan lucu di dunia ini . Baginya hal yang paling lucu dan menggelikan adalah (maaf) mulutnya pelawak Dono Warkop (almarhum).
Dalam bahasa daerahnya, Ibu ini menyebutnya "moncong" si Dono Warkop. Rupanya ia penggemar berat warkop, dan Dono sudah sukses meng-anchor kelucuannya ke ibu ini. Setiap kali ibu ini melihat "moncong" Dono Warkop, ia terpingkal-pingkal. Lebih seru lagi, rupanya ia punya pengalaman pernah ketemu secara pribadi dengan Dono saat ia mengambil kuliah di suatu Perguruan Tinggi, yang menampilkan dosen tamu Dono Warkop. Ia sempat berbincang dengan Dono, dan kejadian itu sangat mengesankan dan lucu baginya. Benar-benar anchor alamiah!
Yesss!
Kata "moncong" segera saya catat di dalam hati sebagai peluang untuk diutilisasi nantinya sebagai "moncong pesawat"! Wow, memiliki kemiripan istilah yang luar biasa. Benar-benar suatu kebetulan yang harus dimanfaatkan.
Dengan semangat 45, saya menimpali kisah ibu itu, agar ia makin masuk dalam kondisi geli yang amat associated. Rekan saya -yang Master Practitioner- rupanya melihat apa yang saya lakukan, dengan tangkas ia membantu meng-amplify pengalaman si Ibu ini sehingga semakin terpingkal-pingkal. Mudah dilihat bahwa kegeliannya sampai memicu menetesnya air mata.
Tentu saja, seraya meng-amplify, maka rasa lucu ini segera saya mark-out ke benda lain di posisi lain dari sendok tadi. Saya pilih napkin untuk di mark-out sebagai `posisi lokasi' rasa lucu menggelikan. Tes sedikit, ternyata berhasil. Akhirnya napkin yang saya letakkan di tengah meja itu sudah menjadi anchor untuk meng-elicit rasa gelinya.
Secepat kilat pada saat puncak kegelian, saya tiba-tiba mengangkat kembali sendok kecil -simbol pesawat- tadi itu. Kemudian sambil menerbangkannya, saya pindahkan letak pesawat itu di atas lokasi napkin. Seraya mengatakan "Akan seperti apa rasanya ya, saat ibu melihat dan merasakan guncangan pesawat, namun anehnya yang otomatis muncul adalah justru rasakan geli yang luar biasa karena teringat moncong Dono!. Huehehehehehehe!"
Lanjut saya "Nah lho… Semakin dibayangkan, semakin terasa geli lho. Hahahhaha".
Rekan saya –si Master Practitioner- pun mengambil peran dengan ikut terpingkal-pingkal, dan ia juga menimpali dengan kata-kata yang makin menguatkan efek geli ini.
Sedetik sempat terlihat suatu ekspresi muka "bengong" di wajah ibu ini, dan saya cepat-cepat membuat tindakan yang membuat posisi napkin lebih jelas dari pada sendok. Sehingga bak collapsing anchor, yang kalah adalah sendoknya.
Ibu itupun lantas terbawa tertawa geli lagi, terpingkal-pingkal. Dan kami bertiga saling nyerocos bergantian mengomentari betapa lucunya membayangkan moncong pesawat sebagai moncong Dono. Membayangkan moncong pesawat ada giginya, ujung moncong pesawat yang "menggunung" itu mirip dengan muut Dono yang "berusaha" menutupi gigi, sehingga menggunung pula.
Ya ampuuuun.
Tengah terpingakal-pingkal, datanglah pelayan membawa makanan. Jadi proses break state terjadi secara alami. Syukurlah!
Tentunya Anda dengan mudah melihat bahwa kalimat-kalimat yang diucapkan pada sang Ibu di atas, memiliki strutur gabungan hypnotic language pattern yang sangat subtle dan powerful lho. Bukan asal ngomong saja.
Seminggu Kemudian
Tanpa terasa sudah lebih dari seminggu semenjak peristiwa itu, dan saat teringat peristiwa itu saya tiba-tiba ingin menelpon sang ibu. Sayangnya nggak punya nomer HP-nya. Putar akal sedikit, saya meminta dari salah satu temannya, alhamdulillah akhirnya dapat!
Jawabannya yang saya terima sungguh melegakan, bahwa ia tidak mengalami rasa takut lagi untuk terbang. Bahkan ketika sempat terjadi efek turbulensi di atas pesawat, ia tetap tenang. Katanya "Moncong Dono, rupanya efektif untuk mengurangi rasa takut. Bahkan berjalan otomatis, Hahahaha".
Conversational itu menyenangkan
Thanks to Dr. Richard Bandler, ia sering mengatakan bahwa membantu seseorang untuk berubah dengan menggunakan teknik NLP, dapat dilakukan secara cepat, secara menyenangkan, dan secara elegan. Asyik ya!
Bahkan, terkadang yang dibantupun, tidak menyadari bahwa cara kita membantu adalah menggunakan struktur dan proses tertentu. Menggunakan pola bahasa tertentu dan tindakan (anchor) tertentu. Benar-benar dipikirnya cuman ngobrol, bahkan bercanda…
Kemampuan mengelicit suatu state, meng-amplify, dan meng-anchor merupakan ketrampilan-ketrampilan yang perlu dikuasai untuk menjadi piawai di bidang converrsational. Bagaimana berlatihnya?
Rancang, kata-kata Anda untuk mengelicit suatu respon, kemudian uji cobakan dengan teknik bercerita pada orang-orang di sekitar Anda. Tanpa orang itu tahu atas apa yang Anda lakukan.
Saya tidak tahu, kemungkinan Anda sudah menyadari bahwa tidak ada yang sulit sebenarnya untuk meng-elicit suatu respon. Mudah saja, yang penting Anda "go first". Tentunya Anda pernah menceritakan pengalaman lucu yang Anda alami sendiri khan…? Sejalan dengan mengalirnya kata-kata saat Anda bercerita secara alami, tanpa terasa Anda "kembali" mengalami lagi, dan benar-benar merasa lucu. Hebatnya semua pendengar ikut terpingkal-pingkal.
Anda pernah menceritakan kisah bertema "kesedihan" khan? Seberapa mudah, pendengar Anda ikut menjadi sedih, pada saat Anda berkatarsis ria. Kuncinya adalah, tanpa Anda sadari sudah menggunakan pola bahasa yang membuat lawan bicara associated dengan kisah Anda. Bingo!
Nah,
Tentunya bagi yang belum ikut pelatihan NLP Practitioner perlu bertanya pada kawan Anda yang pernah mengalami pelatihan tersebut. Bagaimana tepatnya proses belief change, dan bagaimana melatih secara conversational Saat ini khan sudah banyak sekali Practitioner NLP.
Well…lumayan, Anda bisa membantu teman, tanpa teman itu merasa harus sedang "di terapi". Hal yang sama ini akan sangat berguna bagi anak-anak dan keluarga Anda di rumah. Mereka tidak senang terapi, mereka maunya ngobrol-ngobrol saja.
Ngomong-ngomong soal ngobrol-ngobrol, yang paling enak adalah kalau sedang ngobrol-ngobrol sambil makan Nasi Jenggo. Entah kenapa disebut Jenggo, apakah plesetan dari bahasa China "Ceng Go" : Rp 1.500 ? Atau mungkin dalam bahasa Jawa "aJeng nambah mongGo!", alias "Mau nambah? Silahkan..!"
(Teiriring doa untuk almarhum Pak Dono Warkop, semoga beliau tenang dan mendapatkan pahala dalam alam barzah…, Amien. Sebab, tak disangka-sangka…, warisan-warisan kelucuan beliau sudah mengurangi penderitaan seseorang).

3.

Ada referensi??

Posted by: "Maydina Z Siagian" scienz_2@yahoo.com   scienz_2

Tue Mar 16, 2010 5:45 pm (PDT)



Aslkm.Wr.Wb.
Para member sekolah kehidupan..apa kabar?
Maaf dah lama nggak nengokin milis ini..emailnya sering ketutup ama isi email dari milis2 yang lain hehehe...Terakhir ikutn aktif cuma pas posting buat lomba my mom's aja

Mau tanya nih..kebetulan saya n beberapa teman juga aktif ngurusin salah satu forum yaitu Forum Belajar Kreatif dimana para praktisi, akademisi, n pecinta dunia kreatif berkolaborasi untuk tukar-menukar ilmu, pengalaman, transfer knowledge dengan para penerus bangsa dalam sebuah diskusi informal. Tujuannya tuk mengembangkan industri kreatif dengan cara memberikan arahan dan pendidikan tanpa batas keformalan kepada adik-adik kita yang berminat di bidang kreatif baik itu berupa workshop ataupun diskusi. Lebih lanjut bisa dilihat di http://www.facebook.com/BelajarKreatif dan http://groups.to/belajarkreatif.

Nah selama ini kita ada namanya kegiatan kopdar dan kini sudah terselenggara sebanyak 5 kali semenjak maret 2009. Topik-topik yang dikemukakan beragam, mulai dari creativepreneurship, creative nasionalism, creative branding, n terakhir tentang HAKI dalam dunia kreatif..

Nah untuk kopdar event ke-6 ini kami hendak mengemukakan tema 'creative writing'...Kira2 ada rekan dari sekolah kehidupan yang turut mau sharing seputar penulisan kreatif? atau mungkin kita bisa kerjasama buat event 'sharing n learning' ini barengan?

Rencananya kita mau mengadakan tgl 27 Maret ini, tetapi untuk tempat masih binun..hendak dimana..atau ada saran/referensi dari teman2 di SK?Atau ada yang ingin turut sharing di event ke-6 kita?

Lebih lanjut bisa hubungi saya maydina atau ika di ika_design@yahoo.com

Ditunggu kabarnya hehehe

Maydina Zakiah

4.

[Puisi] Puisi-puisi Yang Berserakan

Posted by: "bujang kumbang" bujangkumbang@yahoo.co.id   bujangkumbang

Tue Mar 16, 2010 5:47 pm (PDT)



Katanya Kata

Katanya kata Ayahku aku adalah anak kehidupan

Yang sll bersatu dgn alam

Katanya kata ibuku aku seperti anak busur panah

Yang melesat bagai halilintar

Katanya kata diriku aku adalah segumpal darah yang bergerak

Yang sll dipenuhi dgn kedilemaan

Katanya kata Tuhan aku....

Katanya kata

Kramat Jati, 15 Maret 2010

Tak Kuasa

Terasa tersumbat batu

saat mulut ingin bicara.

Tak ada kata.

Tak ada pesan.

Namun jika takdirku sampai disini

aku rela airmata ini tak lagi jatuh.

Dan aku patut menerima semua itu.

Karena aku sudah

tak kuasa.

Ulujami, 11 Maret 2010

Sejenak di Pelataran Rumah Tuhan:

my self

sejenak kubersujud di hadapanNya

sejenak kumengadu kepadaNya

sejenak kumemohon untukNya

Tuhan beri aku kedamaian!

sejenak kuberpikir

ternyata aku sudah terlalu

banyak melupakanNya!

Kramat Jati, 15 Februari 2010

Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser. Dapatkan IE8 di sini!
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer
5.

(Catcil) Mukjizat Menulis

Posted by: "Yons Achmad" kolumnis@gmail.com   freelance_corp

Tue Mar 16, 2010 6:44 pm (PDT)



Mukjizat Menulis
:yons achmad*

Pada akhirnya menulis adalah untuk memperkaya
hidup orang-orang yang akan membaca karyamu
dan memperkaya hidupmu sendiri pula

(On Writing : Stephen King)

Menulis adalah berbagi. Ya, berbagi pemikiran, berbagi kisah, berbagi
pengalaman hidup. Walau agak terlambat, saya rela menceburkan diri di dunia
ini, dunia tulis-menulis. Mungkin banyak diantara penulis yang sudah mulai
berkarir sejak kecil. Hasilnya sudah banyak menghasilkan karya dalam bentuk
buku. Salut saya. Tapi, karena rupanya saya memang agak terlambat, ya memang
harus bersabar untuk membuat buku. Tak ada salahnya kan diam-diam mengejar
ketertinggalan. Sebab saya selalu yakin, tak ada kata terlambat untuk
mengerjakan apapun yang baik.

Tentang menulis sendiri, boleh dong saya cerita sedikit. Saya pernah menulis
artikel tentang lingkungan semasa SMP. Artikel itu mendapat juara saat
perlombaan se-Magelang. Selain dapat hadiah uang dan bisa mentraktir
teman-teman waktu itu, juga berkesempatan bertemu wakil presiden. Rasanya
girang sekali dulu. Hanya itu yang saya ingat. Selebihnya tak ada.

Semasa SMA, pernah menulis di beberapa media dan majalah remaja. Tapi, tak
kelihatan hasilnya. Boleh dibilang nol. Prestasi saya mungkin hanya membantu
menulis surat cinta beberapa teman untuk menembak gadis yang dicintainya.
Kalau yang ini sebagian besar berhasil. Tapi, saat saya menulis surat cinta
untuk gadis yang saya cintai malah ditolak. Nasiiib. Rasakan !!!

Masuk kuliah di Jurnalistik mulai keranjingan membaca. Apa saja, mulai dari
filsafat, sosiologi, politik, media sampai sastra. Berawal dari membaca ini
saya mulai keranjingan juga untuk menulis. Banyak tulisan lahir. Hasilnya,
beberapa dimuat di koran, majalah dan pers kampus. Selebihnya ditolak
redaktur dan tulisan itu lenyap entah kemana. Maklum, saya dokumentator yang
buruk. Selain itu, ada beberapa karya tulis yang menang lomba kepenulisan
antar kampus. Yah, itulah sebuah prestasi kecil-kecilan.

Selanjutnya, tolakan demi tolakan naskah terjadi, membuat saya agak ngeper
juga. Hampir putus asa. Rasa-rasanya sia-sia menulis tanpa bisa
dipublikasikan di media. Padahal, sebelumnya sudah banyak referensi yang
saya baca untuk memperkaya tulisan itu. Akhirnya saya berhenti sementara
menulis di koran/majalah. Berganti menulis di blog.

Saat menulis di blog, semangat saya hanya berbagi bukan untuk mendapatkan
uang (honor). Menulis tentang diri sendiri, tentang teman dekat, orang-orang
biasa yang luar biasa dan saya menyebutnya �Manusia Setengah Malaikat�.
Begitu juga diam-diam menulis seseorang yang saya kagumi. Di dalam blog,
saya tidak menulis sesuatu yang serius membuat kening berkerut. Tapi hal
ringan keseharian semacam genre �Chicken Soup�.

Tanpa disadari banyak keajaiban datang setelah sekian lama menulis di blog.
Memang, ada sedikit materi yang saya dapatkan ketika menulis blog, seperti
mendapat handphone sebagai penghargaan atas juara lomba blog Se-Jateng dan
DIY. Handphone itu saya berikan ibu saya yang saat ini masih digunakan untuk
saling bertelepon. Atau, beberapa tulisan di blog dibeli orang untuk
dijadikan buku.

Tapi, ada hal lain yang lebih berharga, saya menyebutnya mukjizat menulis.
Dengan menulis, saya mendapatkan sahabat, teman-teman yang berhati baik.
Lalu kenikmatan tersendiri ketika ada orang yang mengucapkan terimakasih
atas tulisan saya yang membuatnya terkesan. Apalagi, saya juga pernah
menemukan cinta dari �hanya� sekedar menulis. Ahaa...apakah ada kebahagiaan
terbesar selain saat kita menemukan cinta?

Belum lagi, kedahsyatan efek menulis bagi perbaikan diri. Menulis adalah
terapi jiwa yang sungguh dahsyat. Lega hati saya setelah menulis, bahkan
saya juga menjadi bisa mengukur diri. Setelah membaca tulisan sendiri, saya
merenung apakah saya ini kuat atau lemah? Disitulah saya menemukan harta
karun bahwa saya memang perlu selalu untuk memperbaiki diri dan tak
mengulangi kesalahan yang sama di masa datang.

Terakhir, saya sependapat dengan apa yang dikatakan King di atas. Menulis,
memang bukan semata-mata hanya untuk uang. Dengan menulis kita bisa berbagi
kisah, cerita, pengalaman hidup, pemikiran-pemikiran baru yang mencerahkan
kepada orang lain. Semuanya itu untuk memperkaya hidup orang lain. Itulah
tugas seorang penulis. Dan kehidupan pastilah adil. Setelah bersusah-susah
dengan semuanya itu, kehidupan sendiri yang akan memperkaya diri kita. Coba,
buktikan dan rasakan kalau tak percaya []

*Penulis, tinggal di Jakarta. Owner Komunikata.net <http://komunikata.net/>
--
==========
Yons Achmad
Writer | Publicist | Media Consultant
http://twitter.com/penakayu
6a.

Re: (Dicari) Editor untuk visual novel fiksi 5 Bidadari

Posted by: "prita hw" prita_hw@yahoo.com   prita_hw

Tue Mar 16, 2010 6:53 pm (PDT)



wah, selamat yah...
baru baca infonya, br mau telpon juga, ternyata udah dapet editor :)

Sumbangsih dlm bentuk apa ne utk yg laen ?
Hehe..

Sukses...

-Jabat eratku-
Prita HW.
085236009575 / 087851729070
www.pritahw.multiply.com

________________________________
From: Ramaditya Skywalker <ramavgm@gmail.com>
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Sent: Friday, March 12, 2010 13:39:02
Subject: [sekolah-kehidupan] Re: (Dicari) Editor untuk visual novel fiksi 5 Bidadari

alhamdulillah, dalam waktu yang relatif singkat akhirnya saya sudah
mendapatkan editor. Mbak Jenny Jusuf yang pernah review draft ini
sebelumnya.

Terima kasih atas kesediaan teman-teman yang telah menghubungi saya.
Meski tidak semua bisa jadi editor tapi sumbangsih dalam bentuk apapun
akan sangat saya hargai.

Terima kasih dan mohon doanya.

On 3/12/10, Ramaditya Skywalker <ramavgm@gmail. com> wrote:
> Assalamu'alaikum Wr.Wb.
>
> Akhirnya, setelah menulis kurang lebih satu setengah tahun (dibantu
> oleh seorang teman), saya telah berhasil menyelesaikan buku pertama
> dari calon visual novel fiksi berjudul "5 Bidadari" (Judul tentatif).
>
> Sebagai informasi, 5 bidadari adalah representasi dari sifat dan
> karakteristik yang ada dalam diri saya, yang kemudian dibuatkan kisah
> fiksinya (plot sama sekali tidak berhubungan dengan saya).
>
> Nah, bagi yang belum kenal dan ingin mengenal mereka silahkan lihat
> link di bawah ini.
>
> http://ramaditya. multiply. com/journal/ item/128
>
> Rencananya visual novel ini akan dibuat hingga 5 buku. Tapi untuk saat
> ini saya ingin publish buku pertamanya dulu. Untuk itu, saya
> membutuhkan seorang editor yang dapat membantu saya untuk hal-hal
> berikut.
>
> - Memperbaiki kesalahan ketik. Maklum kalau menulis bak kereta api
> yang melaju dari Jakarta ke Surabaya.
> - Memperbaiki susunan kata/kalimat menurut faedah bahasa Indonesia
> yang baik dan benar (kecuali untuk area-area yang memang disengaja
> menggunakan bahasa tidak baku). Bahasa Inggris boleh diabaikan, biar
> saya yang mengerjakan.
> - Meminimalisir hal-hal yang berhubungan dengan pornografi yang
> sifatnya terlalu vulgar (Maklum, penulisnya membebaskan diri saat
> menulis naskah dan sama sekali tidak membatasi imajinasi). Untuk yang
> satu ini harap benar-benar teliti mengingat perubahan akan menentukan
> plot cerita. Jadi, hal-hal yang sekiranya "nyerempet" tapi masih bisa
> ditolerir boleh diabaikan.
> - Memperbaiki plot cerita yang sepertinya "tidak/kurang nyambung." Nah
> yang satu ini butuh konsultasi.
> - Mencarikan publisher *akan sangat berterima kasih sekali*!
>
> Sebenarnya tujuan saya mencari editor ini adalah untuk mempercepat
> publikasi buku ini. Nah, mengingat editor yang saya cari bekerja di
> luar publisher, dan ini merupakan proyek sukarela, mungkin untuk
> honornya saya baru dapat memberikan sekitar Rp 1.000.000 di muka.
> Memang tidak banyak jumlahnya, oleh karenanya saya mengharapkan
> kemurahan hati salah seorang teman disini untuk dapat membantu.
>
> Bersama e-mail ini saya sertakan kopi draft 5 bidadari. Ada pun status
> draft ini adalah 90% selesai. Versi utuh baru akan diberikan pada
> siapa yang bersedia menjadi editor dan telah sepakat untuk
> bekerjasama. Versi 100% akan sangat berbeda dengan versi draft ini,
> jadi mohon untuk tidak langsung meng-edit versi draft ini.
>
> Silahkan download versi draftnya disini.
>
> http://www.fileden. com/files/ 2008/6/4/ 1945085/draft_ 5_bidadari. docx
>
> Proses pengerjaan akan dimulai kira-kira 2 s/d 3 bulan dari sekarang.
> Bagi yang ingin langsung menghubungi saya, silahkan kontak di
> 081316584313.
>
> Terima kasih, dan selamat membaca!
>
>
>
>
> --
> "Ramaditya Skywalker: The Indonesian game music lover"
>
> - Eko Ramaditya Adikara
> http://www.ramadity a.com
>

--
"Ramaditya Skywalker: The Indonesian game music lover"

- Eko Ramaditya Adikara
http://www.ramadity a.com

New Email names for you!
Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
7.

[Ruang Baca] Wo Ai Ni

Posted by: "ukhti hazimah" ukhtihazimah@yahoo.com   ukhtihazimah

Tue Mar 16, 2010 7:31 pm (PDT)



Jodoh. Satu kata yang sering menjadi misteri ketika keinginan menikah sudah mulai mencuat di benak. Dan tidak akan pernah ada yang tahu dengan pasti dari mana datangnya sosok yang bakal menjadi pasangan dalam melakukan mitsaqan-ghalizhan, perjanjian nikah. Bisa di tempat yang sangaaaat jauh, juga bisa tiba-tiba udah berdiri di sebelah, yang ini bisa dikira jin. Bisa dengan cara yang gampang, atau harus jatuh-bangun, loncat sana-sini, nangis-nangis, pokoknya penuh perjuangan. Seperti halnya Achi TM, yang sebelum bertemu belahan jiwanya, harus melewati latihan semi militer di sebuah pelatihan bahasa Mandarin yang ternyata akan mengirimnya menjadi TKW.

Kisah penulis yang memang bercita-cita menjadi penulis sejak SD ini, dibungkus dalam bentuk otobiografi yang diplesetkan menjadi Personal Literature [PeLit] oleh Bukune. Pelit sendiri adalah salah satu "rubrik" berisikan topik yang membahas dan mengupas sisi kehidupan pribadi seseorang dalam bentuk komedi, bahkan ada gila—penjelasan ini dikutip dari http://bukune.com/. Dengan label tersebut catatan kehidupan pribadi seseorang menjadi lebih menarik dan tidak terkesan kaku.

Salah satu fase kehidupan Achi yang menjadi "korban" Pelit adalah pertemuannya dengan sang suami di tempat yang unik. Penulis yang sebelumnya telah menelurkan lima buku---Himitsu: Rahasia Kado 17 Tahun, Penaku Sebintang, Quly Girl, Bisikan Sahabat, dan yang terbaru, Chaos Chambell---mengawali cerita dari kepedihannya melihat masa depan. Bagaimana tidak bersedih, ketika di depannya terpampang kata pengangguran setelah tigabelas kali menerima penolakan kerja, akibat wawancaranya yang dijawab dengan "polos". Kondisi yang terjepit ini membuatnya bersedia menerima tawaran untuk mengikuti pelatihan Bahasa Mandarin untuk aktivis Karang Taruna.

Setelah melewati perijinan orang tua, berangkatlah Achi bersama kontingen dari Jawa Barat. Hah? Kontingen? Iye, karena di sana tidak hanya berisi orang Jawa, tetapi juga manusia-manusia dari Sabang hingga Merauke, campur aduk jadi satu. Bukan hanya puluhan, tetapi ratusan orang dan kekacauan pun hanya tinggal menunggu waktu. Tidak perlu menunggu lama untuk melihat kekacauan, karena pembagian barak di awal kedatangan ternyata memancing perkelahian antara kontingen dari Riau dengan Jawa Barat. Fuh! Kehidupan berasrama memang selalu dipenuhi dengan berbagai konflik. Tidak hanya terjadi di awal perjumpaan tetapi susul-menyusul selama tiga bulan masa pelatihan. Sistem pendidikan yang menerapkan semi militer—dengan alasan supaya kelak ketika menjadi TKW tidak malas-malasan---membuat rutinitas mereka berjalan sangat disiplin, yang kerap harus mengelus dada melihat hukuman-hukuman yang selalu ditimpakan bagi para pelanggar.

Terus hubungannya dengan jodoh? Ya, di balik segala perjuangan berhadapan dengan kedisiplinan dan segala konfliks, terselip kisah cinta yang juga menjadi problematika yang memenuhi keseharian Achi di asrama. Targetnya untuk menikah di usia muda cukup meresahkan kepalanya. Sejak awal masuk pelatihan, dia merasa tersisih sekaligus minder dengan postur tubuhnya untuk masalah yang satu ini. Melihat teman-teman ceweknya telah memperoleh pasangan, dia merasa dirinya begitu nelangsa. Sekali waktu, pernah teman-temannya begitu heboh memanggilnya Ujang, sampai-sampai mereka menciptakan Tepuk Ujang setiap bertemu dengan Achi. Anehnya, selama julukan itu berkumandang Achi tetap tidak tahu, mana yang bernama Ujang. Di sisi lain, saat itu Achi sedang menaruh hati pada pria yang pertama kali dijumpainya sedang mengaji di mushola. Kebat-kebit hati memenuhi kisah cinta penulis yang juga mengurus taman bacaan dan kursus menulis bernama Rumah Pena.

Buku ber-genre komedi ini, ceritanya mengalir dengan gaya yang sedikit meletup-letup dan dibumbui komentar-komentar kecil. Tetapi ada sedikit ketidak-nyamanan ketika tenggelam dalam buku ini, yaitu saat menemukan beberapa kali typo, dan diharapkan pada cetakan kedua [AMIN] ada pembenahan untuk permasalahan yang satu ini.

Berlatar belakang pelatihan bahasa Mandarin, membuat buku yang bersampul eye catching ini, tidak sekadar berisikan kehidupan Achi, tetapi juga terselip beberapa kosa kata Mandarin saat bercerita tentang materi pembelajaran. Selipan-selipan ini kurang lebih bisa sedikit memberi tambahan pengetahuan, terutama jika kau ditanya oleh turis mandarin, bisa langsung dijawab dengan "Wo bu zhidao", saya tidak tahu. Eh tapi ingat, jangan katakan kalimat itu jika si turis bertanya "Wo jiao shenme mingzi?". Kenapa? karena arti kalimat tersebut adalah siapa nama kamu?

Judul : Wo Ai Ni, Jangan Ekspor Cintaku
Penulis : Achi TM
Penerbit : Bukune
Tahun : 2009
Genre : Otobiografi
Tebal : 366 halaman
ISBN : 978-602-8066-44-0

:sinta:

"Keindahan selalu hadir saat manusia berpikir positif"

BloG aKu & buKu
http://jendelakumenatapdunia.blogspot.comhttp://wisata-buku.comBloG RaMe-RaMe
http://sinthionk.multiply.com

YM : SINTHIONK

8.

lowongan Kerja di Clubbali (PT LOKAWISATA ASRI )

Posted by: "Adiguna Sinaga" adiguna.sinaga@gmail.com   adiguna.sinaga

Tue Mar 16, 2010 9:09 pm (PDT)



Sharing dari sahabat saya yang mendapat pekerjaan di (PT LOKAWISATA ASRI )
(Club Bali)

sahabat saya berinisial B mendapat kabar dari club bali untuk suatu posisi,
dan sahabat tersebut sangat bahagia karena mendapat lowongan kerja,...
tetapi baru seminggu dia dikeluarkan dari sana, dan ternyata memang di club
bali itu adalah perusahaan perorangan yang sirkulasi pegawainya memang
cepat... jadi fikir dulu sebelum bertindak ya... Ingat keputusan mu mengubah
masa depan mu... Keep Smart Frend....

Tulisan ini hanya sekedar informasi... Jika ada yang berfikiran lain... itu
di luar tanggung jawab penulis

--
*******
It;s Me Adiguna Sinaga
Lets Work Hard And Work Smart
9.

[OOT] MILAD SK IV DI JATIM BATAL

Posted by: "Aprillia Ekasari" april_reto@yahoo.com   april_reto

Tue Mar 16, 2010 10:32 pm (PDT)




Assalamuallaikum wr wb

Dear all,

Sesuai dengan pertemuan rekan-rekan SK yang tinggal di Jatim kemarin (16 Maret 2010) di Surabaya, dengan ini diumumkan kepada rekan-rekan semua bahwa Milad SK IV yang rencananya akan diselenggarakan di Trawas Mojokerto Mei 2010 mendatang BATAL. Hal ini dikarenakan kondisi waktu yang sudah mepet acara namun minim dengan respon.

Terima kasih buat teman-teman di Jakarta, Bandung, Bogor, Medan, Solo, dan teman-teman dari daerah-daerah lain yang telah mendaftar sebagai peserta. Mohon maaf atas pembatalan ini. Mungkin di lain waktu kita bisa bersilaturahmi di acara-acara SK yang lain.

Sekian. Terima kasih atas atensinya.

salam,
Aprillia Ekasari
atas nama teman-teman "panitia" yang tinggal di Jatim

Aprillia Ekasari
081 793 222 06

10.

[Karyaku] Perjalanan Siang

Posted by: "deesiey" deesiey@gmail.com   deesiey

Wed Mar 17, 2010 12:36 am (PDT)



Dalam kantuk
Dalam letih
Aku melangkah

Melawan arah
Di sebuah jalan yang panjang
Jalan yang tak pernah kulewati
Dan tak pernah terbayang kan kulewati

Suara dalam telinga menemaniku
Semilir angin menghancurkan tubuhku perlahan
Sesekali aku pandangi mereka yang melewatiku

Satu persatu seakan menyatu
Dalam rupa dan nada
Seperti lirik dalam lagu
Seperti rima dalam puisi

Tawa mereka
Senyum mereka
Sapa mereka
Melukiskan indahnya hari itu

Memang mendung
Memang sehabis hujan
Memang gemetaran
Lapar malah

Tapi aku menemukannya
Sebuah kedamaian
Sebuah ketenangan
Yang membuatku mampu terlelap
Saat ku terebah siang itu

12 Maret 2010
Siloam - Gramedia - Multikon

--
http://sampiran.blogspot.com/
11.

Malam Minggu

Posted by: "deesiey" deesiey@gmail.com   deesiey

Wed Mar 17, 2010 12:37 am (PDT)



Malam minggu.
Malamnya bersantai ria.
Lihat facebook.
Eh pada asyik malam mingguan.

Ada yang lagi pacaran.
Ada yang lagi makan-makan.
Ada yang lagi nonton.
Bahkan ada yang lagi kumpul-kumpul.

Serunya malam minggu.
Saat esok adalah tanggal merah.
Hari libur waktunya tidur.

Malam minggu.
Begadang sampai subuh.
Tidur sampai siang.
Sebelum esoknya bersiap bekerja lagi.

Ahh malam minggu.
Semua jalan ramai.
Karena semua sepakat keluar rumah.
Banyak abege.
Juga keluarga.

Mau nonton pentas musik.
Atau jalan-jalan ke mall.
Mau nonton bioskop.
Atau hunting kuliner malam.

Bersama yang dicinta.
Bersama yang disayang.
Menikmati serunya malam minggu.

Mau tetap di dalam kota.
Atau keluar kota.
Mau keliling kota.
Atau kabur mencari kota baru.

Bersama suami.
Bersama teman.
Bersama pacar.
Atau selingkuhan.

Sebelum esok beristirahat penuh.

Selamat Bermalam Minggu!

13 Maret 2010

--
http://sampiran.blogspot.com/
12.

[Karyaku] Si Saksi Bisu

Posted by: "deesiey" deesiey@gmail.com   deesiey

Wed Mar 17, 2010 12:37 am (PDT)



Sesekali ia tertawa
Sesekali ia menangis

Dengan serius terus mengetik
Dengan wajah aneh terus tak berhenti

Memangg..sesekali aku diabaikan
Namun, rasanya lebih sering aku disentuh

Ah..padahal sudah dikomplain
Ah..padahal sudah ditegur
Hidup kok keseringan sama si Maya

Tapi beralaskan kesepian
Tapi beralaskan banyak teman disitu
Selalu saja si Maya dicari

Ia yang sendiri mencari sang kekasih
Ia yang sudah berdua mencari yang baru
Ia yang sudah bertiga mencari api
Sedangkan ia yang tak mau bercinta mencari teman bermain

Katanya menyenangkan
Katanya menegangkan
Katanya mendebarkan

Katanya sekedar bermain
Katanya sekedar mengisi kekosongan
Katanya sekedar iseng

Benarkah?
Atau hanya mencari sebuah pengalihan masalah?

Aku tak tahu...
Aku hanyalah layar kotak
Yang dapat dengan mudah dimatikan
Apalagi saat tak lagi dibutuhkan
Aku hanyalah si saksi bisu...

7 Maret 2010

--
http://sampiran.blogspot.com/
13.

[Karyaku] Lucu

Posted by: "deesiey" deesiey@gmail.com   deesiey

Wed Mar 17, 2010 12:37 am (PDT)



Rasanya lucu
Setelah sekian lama terabaikan
Dan menemukan getarannya kembali

Seperti gadis yang sedang jatuh cinta
Mendengarkan lagu romantis dan penuh permainan
Menggoreskan kata-kata
Seakan seperti pertama kali berciuman

Penuh makna
Penuh arti

Ide berseliweran
Tak mampu tertahankan
Semua menyatu
Tak sanggup berhenti

Seperti adegan kocak dalam komik
Saat semua kata kata berterbangan dari kepalamu

Lucu
Aneh
Tapi aku menyukainya

7 Maret 2010

--
http://sampiran.blogspot.com/
14.

Aku Membutuhkan Kalian...BERDUA...

Posted by: "deesiey" deesiey@gmail.com   deesiey

Wed Mar 17, 2010 12:38 am (PDT)



Ibu, Ayah, mengapa kalian harus berpisah?
Aku memang masih kecil. Belum mengerti apa-apa.
Tapi kenapa kalian harus pisah?
Kenapa aku harus kehilangan salah satu dari kalian.
Memang sih, aku masih bisa bertemu.
Tapi aku tidak bisa lagi bermanja dan bermain dengan kalian setiap saat.

Aku memang tidak mengerti apa-apa.
Tapi haruskah kalian saling membenci?
Bukankah kalian juga yang mengajarkanku untuk saling mengasihi dan
menyayangi?
Mengapakah begitu sulit untuk memaafkan?
Padahal kalian juga khan yang mengajarkanku untuk tidak pernah malu minta
maaf.

Aku tidak mau kehilangan salah satu dari kalian.
Aku butuh kalian berdua. Bukan salah satu saja.
Aku butuh ibu untuk menemaniku ke sekolah, bermain bersama.
Aku butuh ayah untuk mengajariku matematika, dan menemaniku jalan-jalan.
Jika salah satu dari kalian tidak ada...bagaimana dengan aku?
Apa yang harus aku katakan saat teman-teman bertanya kepadaku?

Tidak bisakah kalian saling memaafkan dan kembali saling mencintai?
Seperti saat dahulu pertama kali kalian melihatku di dunia.
Tidak bisakah kalian kembali berpelukan dan saling memahami?
Seperti saat dahulu pertama kali kalian melihatku berjalan.
Tidak bisakah?

Kemanakah rasa cinta dan sayang yang dulu pernah ada?
Kemanakah pelukan dan pemahaman yang dulu mewarnai rumah kita?

Tapi jika tidak bisa juga, setidaknya...bisakah kalian bertahan?
Setidaknya untukku?
Tidak bisakah setidaknya kalian saling peduli?
Sebagai ibuku kepada ayahku, dan sebagai ayahku kepada ibuku?
Setidaknya sampai aku dewasa nanti?
Tidak bisakah?

Jangan pergi. Aku mohon jangan pergi.
Jangan tinggalkan aku.

Maafkan aku ibu, ayah, jika aku sering nakal dan tidak mau menurut.
Sering membuat kalian tidak sabaran dan marah-marah.
Aku janji, aku janji tidak akan nakal lagi.
Tapi jangan tinggalkan aku.

Jangan juga minta aku untuk memilih.
Aku sayang kalian dan tidak dapat dibagi.
Aku hanya ingin kalian berdua.

Aku mohon...
Aku membutuhkan kalian...BERDUA...

16 Maret 2010
Sesudah hujan berhenti, dan air mata mengalir

*>> Menjadi orang tua bukanlah tentang hanya memiliki keluarga dan anak.
Tapi bagaimana mendidik dan membahagiakan anak itu. Bukanlah lagi tentang
aku dan kamu, tapi tentang dia dan kami. *

--
http://sampiran.blogspot.com/
Recent Activity
Visit Your Group
Sitebuilder

Build a web site

quickly & easily

with Sitebuilder.

Y! Messenger

All together now

Host a free online

conference on IM.

Yahoo! Groups

Mental Health Zone

Mental Health

Learn More

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web

Tidak ada komentar: