Selasa, 15 Juli 2008

[daarut-tauhiid] Hari yang Lamanya Lima Puluh Ribu Tahun

Hari yang Lamanya Lima Puluh Ribu Tahun

oleh : Ihsan Tandjung

Luqmanul Hakim pernah menasihati anaknya,
"Anakku, hiduplah untuk duniamu sesuai porsi yang Allah berikan. Dan
hiduplah untuk akhiratmu sesuai porsi yang Allah berikan."

Tak seorangpun tahu berapa lama jatah hidupnya di dunia fana ini. Ada yang
mencapai 60, 70 atau 80-an tahun. Ada yang bahkan berumur pendek. Wafat
saat masih muda belia. Yang pasti tak seorangpun bisa memastikan porsi
umurnya didunia. Pendek kata Allahu a'lam, Allah saja yang Maha Tahu.

Adapun jatah hidup kita kelak di akhirat adalah tidak terhingga. Kita
insya Allah bakal hidup kekal selamanya di sana.

Alangkah senangnya bila hidup kekal tersebut dipenuhi dengan kenikmatan
surga. Namun, sebaliknya, alangkah celakanya bila kehidupan abadi tersebut
diisi dengan siksa neraka yang menyala-nyala.
"Ya Allah, kami mohon kepadaMu surgaMu dan apa-apa yang mendekatkan kami
kepadanya, baik ucapan maupun perbuatan. Ya Allah, kami berlindung
kepadaMu dari siksa nerakaMu dan apa-apa yang mendekatkan kami kepadanya,
baik ucapan maupun perbuatan."

Artinya, jika kita bandingkan lama hidup di dunia dengan di akhirat, maka
jatah hidup di dunia sangatlah sedikit. Sedangkan hidup manusia di akhirat
sangat luar biasa lamanya. Praktis, hidup manusia di dunia seolah zero
time (nol masa waktu) dibandingkan hidup di akhirat kelak. Wajar bila Nabi
Muhammad shollallahu 'alaih wa sallam sampai mengibaratkan dunia bagai
sebelah sayap seekor nyamuk. Artinya sangat tidak signifikan. Dunia sangat
tidak signifikan untuk dijadikan barang rebutan.

Orang beriman kalaupun turut berkompetisi atau berjuang di dunia hanyalah
sebatas mengikuti secara disiplin aturan main yang telah Allah subhaanahu
wa ta'aala gariskan. Mereka tidak mengharuskan apalagi memaksakan hasil.
Sehingga bukanlah menang atau kalah yang menjadi isu sentral, melainkan
konsistensi (baca: istiqomah) di atas jalan Allah. Berbeda dengan
orang-orang kafir dan para hamba dunia lainnya. Mereka tidak pernah peduli
dengan aturan main Allah subhaanahu wa ta'aala. Yang penting harus menang.
Prinsip hidup mereka adalah It's now or never (Kalau tidak sekarang, kapan
lagi...?!). Sedangkan prinsip hidup orang beriman adalah If it's not now
then it will be in the Hereafter (Kalaupun tidak sekarang, maka masih ada
nanti di akhirat). Sehingga orang beriman akan selalu tampil elegan, tidak
norak ketika terlibat dalam permainan kehidupan dunia. Sebab kalaupun ia
kalah di dunia, ia sadar dan berharap segala usahanya yang bersih tersebut
tidak menyebabkan kekalahan di akhirat. Sementara kalau ia menang di dunia
ia sadar dan berharap segala amal ikhlasnya bakal menyebabkan kemenangan
di akhirat yang jauh lebih menyenangkan.

Di antara perkara yang selalu membuat orang beriman berlaku wajar di dunia
adalah ingatannya akan hari ketika manusia dibangkitkan. Saat mana setiap
kita bakal dihidupkan kembali dari kubur masing-masing lalu dikumpulkan di
Padang Mahsyar. Tanpa pakaian apapun di badan dengan matahari yang
jaraknya sangat dekat dengan kepala manusia. Seluruh manusia bakal hadir
semua sejak manusia pertama, Adam alaihis-salaam, hingga manusia terakhir.
Semua menunggu giliran diperiksa dan diadili orang per orang. Sebuah
proses panjang serta rangkaian episode harus dilalui sebelum akhirnya tahu
apakah ia bakal senang selamanya di akhirat dalam surga Allah ataukah
sengsara berkepanjangan di dalam siksa api neraka. Proses panjang tersebut
akan berlangsung lima puluh ribu tahun sebelum jelas bertempat tinggal
abadi di surgakah atau neraka. Laa haula wa laa quwwata illa billah...!
Begitulah gambaran yang diberikan oleh Nabi Muhammad shollallahu 'alaih wa
sallam.

Abu Hurairah r.a.berkata bahwa,
Rasulullah saw. bersabda, "Tidak seorang pun pemilik simpanan yang tidak
menunaikan haknya (mengeluarkan hak harta tersebut untuk dizakatkan)
kecuali Allah akan menjadikannya lempengan-lempengan timah yang dipanaskan
di neraka jahanam, kemudian kening dan dahi serta punggungnya disetrika
dengannya hingga Allah SWT berkenan menetapkan keputusan di antara
hamba-hambaNya pada hari yang lamanya mencapai lima puluh ribu tahun yang
kalian perhitungkan (berdasarkan tahun dunia). (Baru) setelah itu ia akan
melihat jalannya, mungkin ke surga dan mungkin juga ke neraka." (HR Ahmad
15/288)

Sungguh, suatu hari yang sulit dibayangkan! Apalagi -karena matahari
begitu dekat dari kepala manusia- selama hari itu berlangsung manusia
bakal basah dengan keringat masing-masing sebanding dosa yang telah
dikerjakannya sewaktu di dunia. Ada yang keringatnya hanya sampai mata
kakinya. Ada yang mencapai pinggangnya. Ada yang mencapai lehernya. Bahkan
ada yang sampai tenggelam dalam keringatnya. Hari itu sedemikian
menggoncangkan sehingga para sahabatpun sempat resah. Mereka meminta
kejelasan kepada Nabi Muhammad shollallahu 'alaih wa sallam. Mereka tidak
bisa membayangkan bagaimana akan sanggup melewati hari yang begitu
lamanya, yakni hingga lima puluh ribu tahun. Maka Nabi Muhammad
shollallahu 'alaih wa sallam menenteramkan hati mereka dengan menjanjikan
adanya dispensasi khusus dari Allah subhaanahu wata'aala bagi orang
beriman pada hari itu.

Sahabat bertanya kepada Rasulullah saw: "Sehari seperti lima puluh ribu
tahun. Betapa lamanya hari itu!" Maka Rasulullah saw bersabda: "Demi
jiwaku yang berada di dalam genggaman-Nya, sesungguhnya hari itu
dipendekkan bagi mu'min sehingga lebih pendek daripada sholat wajibnya
sewaktu di dunia." (HR Ahmad 23/337)

Alhamdulillahi rabbil 'aalamiin.

Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan orang beriman sehingga kami
sanggup menjalani hari yang tidak ada naungan selain naunganMu.

Amin

----------------------------------------------------------
This message (including any attachments) is confidential and may be privileged. If you have received it by mistake please notify the sender by return e-mail and delete this message from your system. Any unauthorised use or dissemination of this message in whole or in part is strictly prohibited. Please note that e-mails are susceptible to change. ABN AMRO Bank N.V, which has its seat at Amsterdam, the Netherlands, and is registered in the Commercial Register under number 33002587, including its group companies, shall not be liable for the improper or incomplete transmission of the information contained in this communication nor for any delay in its receipt or damage to your system. ABN AMRO Bank N.V. (or its group companies) does not guarantee that the integrity of this communication has been maintained nor that this communication is free of viruses, interceptions or interference.
----------------------------------------------------------

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
===================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
===================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
===================================================
MARKETPLACE

Yahoo! Groups users, check out this limited time offer from Blockbuster! Rent DVDs free for a month!
Recent Activity
Visit Your Group
Special K Group

on Yahoo! Groups

Join the challenge

and lose weight.

John McEnroe

on Yahoo! Groups

Join him for the

10 Day Challenge.

Y! Groups blog

the best source

for the latest

scoop on Groups.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: