Selasa, 15 Juli 2008

[daarut-tauhiid] Penyakit Wahn

Penyakit Wahn
Oleh : Dindin Jaenudin
Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, ''Akan terjadi masa di mana umat-umat di luar Islam berkumpul di samping kalian, wahai umat islam. Sebagaimana berkumpulnya orang-orang yang menyantap hidangan.'' Lalu, seorang sahabat bertanya, ''Apakah kami pada saat itu sedikit, wahai Rasulullah?'' Beliau menjawab, ''Tidak. Bahkan, ketika itu, jumlah kalian banyak. Akan tetapi, kalian ketika itu bagaikan buih di lautan. Ketika itu, Allah hilangkan dari musuh-musuh kalian rasa segan dan takut terhadap kalian dan kalian tertimpa penyakit wahn.'' Sahabat tadi bertanya lagi, ''Wahai Rasulullah, apa yang baginda maksud dengan wahn itu?'' Rasulullah menjawab, ''Cinta dunia dan takut mati.'' (HR Abu Dawud).
Kehidupan manusia di dunia ini dimulai saat Allah SWT meniupkan ruh kepada janin yang berada di dalam rahim ibu. Kemudian, jika ia ditakdirkan hidup di dunia, ia pun dilahirkan dan menjalani kehidupan dunia. Selanjutnya, ia akan tumbuh untuk menghabiskan sesaat kehidupan di dunia ciptaan-Nya. Saat ajal tiba, itulah akhir kehidupan manusia di dunia, namun pada saat itu pula dimulailah masa penantian yang panjang di alam barzah. Tatkala Allah perintahkan sangkakala untuk ditiup, saat itulah manusia bersiap-siap dengan penuh harap cemas akan nasib yang sebentar lagi akan ia jalani tanpa batas waktu.
Dalam hadis lain, Rasulullah bersabda, ''Saat manusia tumbuh menjadi besar, ada dua hal yang ikut menjadi besar bersamanya, yakni cinta harta dan berangan-angan akan panjang usianya.'' (HR. Bukhori).
Dalam hadis di atas, Rasulullah SAW menjelaskan kecenderungan manusia secara umum. Kecintaan kepada harta akan muncul seiring dengan berulangnya kepuasan untuk menutupi segala kebutuhannya dengan harta. Begitu pula angan-angan akan panjangnya usia semakin meningkat seiring dengan berulangnya kenikmatan yang ia dapatkan dari masa ke masa.
Kedua hal tersebut tidak hanya kita pandang dari sisi negatifnya saja yang berakhir dengan ketamakan dan ketakutan terhadap kematian. Namun, juga dari sisi positifnya, kedua hal tersebut akan mengarahkan manusia kepada pemberdayaan potensi masyarakat dan keberlangsungan estafet dakwah. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa kedua kecenderungan itu sering kali mengarahkan manusia kepada sisi negatif. Maka, di sinilah pentingnya semangat mencari ilmu pengetahuan, terutama ilmu pengetahuan agama yang akan membimbing manusia kepada pemahaman hakikat kehidupan yang benar.

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
===================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
===================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
===================================================
MARKETPLACE

Attention, Yahoo! Groups users! Sign up now for a one-month free trial from Blockbuster. Limited time offer.
Recent Activity
Visit Your Group
Popular Y! Groups

Is your group one?

Check it out and

see.

Yahoo! Groups

Real Food Group

Share recipes

and favorite meals.

Moderator Central

Yahoo! Groups

Get the latest news

from the team.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: