Menggenggam Bara Api
Sejarah selalu menceritakan bahwa musuh terbesar peradaban adalah kebodohan, dan waktu sering meletakkan kita menjadi saksi atas berbagai macam perubahan. Arus modernisasi seperti mempersempit jarak dan menerobos berbagai dimensi waktu dan kita dibuat tercengang oleh lompatan-lompatan fikiran manusia yang menakjubkan namun disisilain lompatan itu membiaskan moral dan kesusilaan
Ummat Islam sering sekali didera issue mengenai syari'atnya baik oleh ummat lain maupun karena seretan ketidaktahuan umat Islam sendiri, bahkan menurut teman yang pernah mendapat pertanyaan dari umat lain mengenai kasus pernikahan di usia dini oleh saudara kita disemarang menjadi sebuah dilema " tidak dijawab dihina , ketika dijawab malah di fitnah" ujarnya karena memang seperti kata Ali RA " berbicaralah kepada seseorang sesuai dengan kadar ilmunya dan jangan jadikan agama ini sebagai fitnah "
Sebagian orang berusaha mengerti apa yang mereka percayai dan sebagian lagi hanya mempercayai apa yang telah mereka mengerti, kedua hal tersebut tidak cukup kuat untuk dijadikan sandaran bahwa apa yang telah mereka percayai dan mengerti adalah sebuah kebenaran, tetapi mengingkarinya jelas sebuah kedustaan, lalu dimana sandaran yang layak di jadikan pegangan ? sandarannya tidak lain pada ilmu, permasalahannya ilmu yang sudah didapat sering di benturkan dengan logika yang di tunggangi oleh ego.
Nabi saw. bersabda, "Barangsiapa dikehendaki baik oleh Allah, maka ia dikaruniai kepahaman agama." dan beliau saw. menambahkan, "Sesungguhnya ilmu itu hanya diperoleh dengan belajar."
Dalam sebuah pengajian sang ustadz pernah berkata "Jika kita meragukan sesuatu yang terlihat oleh mata dan terdengar oleh telinga maka timbanglah dengan akal dan hiasilah akal dengan sandaran Al Qur'an dan Al Hadist , namun ketika memutuskan bertanyalah pada hati karena tidak sedikit dalil yang di selewengkan oleh akal"
Tidak selamanya kebenaran terlihat dengan wajah yang selalu indah, dan ada masa dimana memegangnya seperti menggenggam bara api , Abu Dzar berkata, "Andaikan kamu semua meletakkan sebilah pedang di atas ini (sambil menunjuk ke arah lehernya). Kemudian aku memperkirakan masih ada waktu untuk melangsungkan atau menyampaikan sepatah kata saja yang kudengar dari Nabi saw. sebelum kamu semua melaksanakannya, yakni memotong leherku, niscaya kusampaikan sepatah kata dari Nabi saw. itu."
"Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim." (QS 29:49)
Salam
David
[Non-text portions of this message have been removed]
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
===================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
===================================================
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar