Rabu, 11 November 2009

[daarut-tauhiid] BENTENG MUKMIN DARI MAKAR SYAITHON DAN JIN ( 31 - 35 )

 



Bismillaah
 
Assalamu'alaikum wa rohmatullohi wa barokatuhu
 

 
31. BERSEDEKAH
 
 
Dari Buraidah radhiyalloohu 'anhu, Rasulullooh Shoollalloohu 'Alaihi wa 'Alaa Aalihi wa Sallam,  bersabda :
 
" Tidaklah seseorang mengeluarkan sedekah, kecuali ia akan melepaskan tujuh puluh syaithan dari orang yang hidup. 98
 
Dan dari Qais bin Abi Gharzah, Rasulullooh Shoollalloohu 'Alaihi wa 'Alaa Aalihi wa Sallam bersabda :
 
" Wahai sekalian pedagang, sesungguhnya syaithan dan dosa menghadiri jual-beli. Maka padukanlah perdagangan kalian dengan bersedekah. 99
=================================================================================
98). Diriwayatkan oleh Ahmad 5 / 350, Ibnu Khuzaimah dalam Shohih nya no. 2457 dan Al-Hakim - dan beliau menshohihkannya dan disepakati oleh Adz-Dzahaby. Dan dikeluarkan ( pula ) oleh Al-Baihaqy dalam Sunan-nya 4 / 187 dan Ath-Thobarany dalam Al-Ausath 2 / 24 no. 1038. Dan ( hadits ini ) dalam Ash-Shohihah  no. 1268 
99).  Diriwayatkan oleh At-Tirmidzy 3 / 514 dan beliau berkata," hadits Qais bin Gharzah adalah hadits yang hasan shohih", Ath-Thabarany dalam Al-Kabir 18 / 357 no. 913. Dan berkata Al-Albany dalam Al-Misykah  no. 2798," Sanadnya shohih."
 
32. MENINGGALKAN PUJIAN Terhadap ORANG Yang DIKHAWATIRKAN Padanya FITNAH
 
Dari Anas bin Malik radhiyalloohu 'anhu, beliau berkata," Seorang laki-laki berkata kepada Rasulullooh Shoollalloohu 'Alaihi wa 'Alaa Aalihi wa Sallam, " Wahai orang terbaik kami dan anak orang terbaik kami ! Wahai tuannya kami dan anak tuannya kami !, maka  Rasulullooh Shoollalloohu 'Alaihi wa 'Alaa Aalihi wa Sallam,  bersabda :
 
" Hendaknya kalian berkata dengan perkataan yang wajar bagi kalian! Dan jangan sekali-kali kalian dikuasai oleh syaithan. Saya adalah Muhammad bin Abdillah, hamba Allah dan RasulNya. Demi Allah, saya tidak meyukai kalian mengangkat kedudukanku di atas kedudukan yang Allah berikan kepadaku." 100
 
Dari Abdullah bin Asy-Syikhkhiir radhiyalloohu 'anhu, beliau berkata: Saya berangkat bersama rombongan Bani 'Amir menuju Rasulullooh Shoollalloohu 'Alaihi wa 'Alaa Aalihi wa Sallam. ( Mereka ) berkata," Engkau adalah sayyid kami." Maka  Rasulullooh Shoollalloohu 'Alaihi wa 'Alaa Aalihi wa Sallam,  bersabda :
 
" As-Sayyid adalah Allah."
 
Kami berkata," Dan ( engkau ) yang paling mulia dan yang paling tinggi derajatnya di antara kami." Maka Rasulullooh Shoollalloohu 'Alaihi wa 'Alaa Aalihi wa Sallam,  bersabda :
 
" Berkatalah dengan perkataan kalian atau sebagian perkataan kalian yang wajar dan jangan sekali-kali syaithan menyeret kalian." 101
=================================================================================
100). Diriwayatkan oleh Ahmad 3 / 162, Abu Daud no. 4860 dan Ibnus Sunny dalam 'Amalul Yaum  hal. 250. Dan ( hadits ini ) dalam Ash-Shohih Al-Musnad  1 / 92 karya guru kami dan dishohihkan oleh Al-Albany dalam Ash-Shohihah  no. 1097
101).  Diriwayatkan oleh Abu Daud no. 4806. Dan ( hadits ini ) dalam Shohih Abu-Daud  no. 3 / 912 karya Al-Albany dan dalam Ash-Shohih Al-Musnad  1 / 92 karya guru kami Al-'Allaamah Muqbil Al-Wadi'iy. Ar-Rasul Shoollalloohu 'Alaihi wa 'Alaa Aalihi wa Sallam adalah orang yang pantas untuk dipuji. Akan tetapi dengan kejujuran bukan kedustaan, dengan sunnah bukan dengan bid'ah. Adapun selain nya dari manusia, yang dikhawatirkan fitnah terhadapnya maka tidak boleh untuk dipuji. Dan beramal dengan kejujuran dan sunnah adalah hal yang dituntut pada segala keadaan.
 
33. MENINGGALKAN JIDAL
 
 
Allah Ta'ala berfriman :
 
( Sesungguhnya syaithan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka mendebat kamu. ) ( Al-An'am : 121 )
 

Allah Ta'ala berfriman :
 
( Di antara manusia ada orang yang mendebat tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap syaithan yang jahat.) ( Al-Hajj : 3 )
 
34. TIDAK MENGISYARATKAN Kepada SEORANG MUSLIM Dengan SENJATA Atau BESI 
 

Dari Abu Hurairah radhiyalloohu 'anhu, Rasulullooh Shoollalloohu 'Alaihi wa 'Alaa Aalihi wa Sallam bersabda :
 
" Janganlah salah seorang dari kalian mengisyaratkan kepada saudaranya dengan suatu senjata. Sebab sesungguhnya ia tidak mengetahui jangan-jangan syaithan menjatuhkan apa yang ada di tangannya sehingga ia terjatuh ke suatu lubang dari api neraka."  102
=================================================================================
102).  Diriwayatkan oleh Al-Bukhary 13 / 29 no. 7072 dan Muslim 16 / 140 no. 2617
 
35. TIDAK MENDOAKAN KEJELEKAN Atas SEORANG MUSLIM Yang BERMAKSIAT
 
Dari Abu Hurairah radhiyalloohu 'anhu, beliau berkata: Seorang pemabuk datang kepada Nabi Shoollalloohu 'Alaihi wa 'Alaa Aalihi wa Sallam. Maka beliau Shoollalloohu 'Alaihi wa 'Alaa Aalihi wa Sallam memerintahkan untuk memukulnya. maka di antara kami ada yang memukul dengan tangannya, ada yang memukul dengan sandalnya, dan ada yang memukul dengan pakaiannya. Tatkala ( pemabuk tersebut ) berlalu, seorang lelaki berkata," Ada apa dengannya ? Semoga Alloh menghinakannya," Maka  Rasulullooh Shoollalloohu 'Alaihi wa 'Alaa Aalihi wa Sallam bersabda :
 
" Jangan sekali-kali kalian menjadi penolong syaithan terhadap saudara kalian."  103
=================================================================================
103). Diriwayatkan oleh Al-Bukhary 12 / 89 no. 6781
 
 
Walloohu A'lam

 

dari Buku : BENTENG MUKMIN DARI MAKAR SYAITHON DAN JIN
Karya : Yahya Bin Muhammad Bin Qasim Ad-Dailami Al-Yamani
Diterjemahkan oleh : Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

Bersambung Insya Alloh..
 
Walhamdulillaah
 
Wassalamu'alaikum wa Rohmatullohi wa Barokatuhu

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
.

__,_._,___

Tidak ada komentar: