Rabu, 11 November 2009

[sekolah-kehidupan] Digest Number 2877

sekolah-kehidupan

Messages In This Digest (25 Messages)

Messages

1a.

(Lonceng) Dear all

Posted by: "Elisa Koraag" elisa201165@yahoo.com   elisa201165

Tue Nov 10, 2009 3:09 am (PST)



Terima kasih untuk semua yang memberikan doa untuk Bunda, dan keluarga. Terutama untuk kesembuhan Bas.
Semoga pengalaman Bunda ada hikmahnya bkan hanya untuk Bunda dan keluarga tapi juga untuk semua.
 
Sampai sekarang bagi bunda terasa masih ada misteri yang tidak terungkap mengenai hubungan bathin antara anak dan ibunya. Bunda masih gak percaya kalau sakitnya Bas mampu meluluh lantakan jiwa bunda. Karena melihat Bas berjalan, berdiri dan menjadi lawan bicara Bunda, bagi bunda ia adalah individu yang utuh dan terlepas dari bunda.
 
Kenyataannya, derita Bas adalah derita Bunda. bahkan mampu menguapkan kekuatan dan ketegaran bunda yang sehari-hari bergelut dengan banyak pekerjaan dan berhubungan dengan banyak orang.
 
Terkadang bunda merasa hebat, bisa melakukan pekerjaan keliling kota. Bahkan melintas bukit, gunung, lembah bahkan lautan. Mulai dari pesawat, kapal feri, perahu, bahkan  bus butut dan ojek sekalipun. Berhari-hari di atas bus, berjam-jam di atas motor demi mendapat data dan informasi. rasanya sudah menjadi yang paling hebat dan kuat.
 
Bahkan bunda bukan tipe ibu yang bisa di "peras" oleh Bas dan Van karena seringnya bunda pergi. Bunda selalu menghilangkan perasaan bersalah dari hati ini karena bekerja sehingga sering meninggalkan keluarga. karena bunda tahu dan sadar apa yang bunda lakukan semua untuk keluarga. Dan untuk itu tidak ada yang salah.
 
Memeluk, mencium, bersenda gurau dengan Bas & Van adalah kebahagiaan tak ternilai dan moment yang mahal untuk di dapat. Karenanya bau tubuh mereka adalah keharjuman tak terlupa.
 
Terima kasih buat semua. Salam buat semua orang tua, dan calon orang tua. Kekuatan hati memang diperlukan tapi kekuatan raga juga sangat mendukung. Menjadi orang tua adalah sebuah pekerjaan yang tak di bayar dan selalu siaga 24 jam.
 
Salam
Icha Koraag

1b.

Re: (Lonceng) Dear all

Posted by: "Nia Robie'" musimbunga@gmail.com

Tue Nov 10, 2009 7:44 am (PST)



luluh membaca ini bunda :)
hugs :)

Pada 10 November 2009 18:09, Elisa Koraag <elisa201165@yahoo.com> menulis:

>
>
> Terima kasih untuk semua yang memberikan doa untuk Bunda, dan keluarga.
> Terutama untuk kesembuhan Bas.
> Semoga pengalaman Bunda ada hikmahnya bkan hanya untuk Bunda dan keluarga
> tapi juga untuk semua.
>
> Sampai sekarang bagi bunda terasa masih ada misteri yang tidak terungkap
> mengenai hubungan bathin antara anak dan ibunya. Bunda masih gak percaya
> kalau sakitnya Bas mampu meluluh lantakan jiwa bunda. Karena melihat Bas
> berjalan, berdiri dan menjadi lawan bicara Bunda, bagi bunda ia adalah
> individu yang utuh dan terlepas dari bunda.
>
> Kenyataannya, derita Bas adalah derita Bunda. bahkan mampu menguapkan
> kekuatan dan ketegaran bunda yang sehari-hari bergelut dengan banyak
> pekerjaan dan berhubungan dengan banyak orang.
>
> Terkadang bunda merasa hebat, bisa melakukan pekerjaan keliling kota.
> Bahkan melintas bukit, gunung, lembah bahkan lautan. Mulai dari pesawat,
> kapal feri, perahu, bahkan bus butut dan ojek sekalipun. Berhari-hari di
> atas bus, berjam-jam di atas motor demi mendapat data dan informasi. rasanya
> sudah menjadi yang paling hebat dan kuat.
>
> Bahkan bunda bukan tipe ibu yang bisa di "peras" oleh Bas dan Van karena
> seringnya bunda pergi. Bunda selalu menghilangkan perasaan bersalah dari
> hati ini karena bekerja sehingga sering meninggalkan keluarga. karena bunda
> tahu dan sadar apa yang bunda lakukan semua untuk keluarga. Dan untuk itu
> tidak ada yang salah.
>
> Memeluk, mencium, bersenda gurau dengan Bas & Van adalah kebahagiaan tak
> ternilai dan moment yang mahal untuk di dapat. Karenanya bau tubuh mereka
> adalah keharjuman tak terlupa.
>
> Terima kasih buat semua. Salam buat semua orang tua, dan calon orang tua.
> Kekuatan hati memang diperlukan tapi kekuatan raga juga sangat mendukung.
> Menjadi orang tua adalah sebuah pekerjaan yang tak di bayar dan selalu siaga
> 24 jam.
>
> Salam
> Icha Koraag
>
>
>
2.

(catcil) berdalih

Posted by: "agus syafii" agussyafii@yahoo.com   agussyafii

Tue Nov 10, 2009 4:25 am (PST)



Berdalih

By: agussyafii

Pada suatu hari Pak Lurah memberikan petunjuk teknis kegiatan kerja bakti. 'Sebelum saya memulai menjelaskan petunjuk teknis dan peran warga pada kegiatan kerja bakti kita dihari ini, mohon bapak-bapak dan ibu-ibu yang membawa HP dimatikan. Semua warga merogoh kantong kemudian mengeluarkan HPnya dan mematikan.

'Terima kasih bapak-bapak, ibu-ibu. Jadi sekarang kita bisa segera memulai..' kata Pak Lurah.

Tiba-tiba terdengar ada HP yang berbunyi suara Wulan Jamila 'akulah gadis yang paling seksi ao..ao..' ;Sekali lagi saya ingatkan, mohon HPnya dimatikan.' kata Pak Lurah dengan nada suara tinggi. Semua warga kasak kusuk, memeriksa HP masing-masing, semua sudah merasa mematikan. Pak Lurah baru sadar ternyata yang berbunyi HP yang dikantongnya sendiri.

"Nah, inilah bapak-bapak, ibu-ibu kepada anak kita juga mesti bersikap tegas mengingatkannya, 'Nak, Kalo mau berubah nada ringstone bapak, bilang-bilang dong..'

Begitulah jika kita menjadi pemimpin suka sekali berdalih. Bahkan semakin tinggi kekuasaan seseorang, semakin canggih cara berdalihnya. Terkadang kita sebagai orang awam dibuatnya tidak mengerti apa yang disampaikan benar atau salah. Kecanggihan berdalih bisa memutarbalikkan fakta, yang benar bisa dibuat salah dan yang salah bisa dibuat menjadi benar.

--
"Tidak ada yang bisa benar-benar istiqomah (dalam kebaikan) melainkan orang-orang besar." (Disebutkan oleh an-Nawawi dalam Syarh Muslim).

Wassalam,
agussyafii

----
Yuk,Berbagi Nikmat Qurban bersama anak-anak Amalia. Dalam program kegiatan 'Qurban Untuk Amalia (QUA) pada hari Ahad, 29 November 2009 di Rumah Amalia. Kirimkan dukungan dan komentar anda di http://agussyafii.blogspot.com atau http://www.facebook.com/agussyafii atau sms di 087 8777 12 431

3a.

Re: [Spam] RE: [sekolah-kehidupan] menangkap maksud

Posted by: "Abir Sabil" abirsabil.81@gmail.com   manhaj_fithriy

Tue Nov 10, 2009 4:27 am (PST)



Mengakui kekurangan diri adalah awal dari sebuah sikap positif.

Pesan singkat memang tidak jarang menjadi ladang kesalahpahaman.
Dengan bahasa tulisan yang cukup panjang dan detail saja, suatu pesan
dalam surat atau buku masih dapat disalahpahami, apalagi sebuah pesan
singkat. Ada sekian banyak nuansa percakapan yang terpotong dalam
bahasa sms. Padahal nuansa percakapan itulah yang membantu kita
memahami maksud penutur. Tidak heran, kalau sudah beberapa kali, teman
saya memilih untuk tidak menyampaikan suatu hal yang dirasanya cukup
sensitif melalui sms. Ia khawatir kata-katanya akan disalahpahami.

Kalau kesalahpahaman yang terjadi sudah cukup sering, maka seharusnya
pemahaman tentang kesalahpahaman itu juga menjadi semakin baik.
Pengenalan terhadap emosi yang meluap ketika ada ucapan penutur yang
dinilai salah, mestinya membuat kita tidak langsung melampiaskan emosi
tersebut dalam bentuk pernyataan-pernyataan yang menghakimi si
penutur. Tapi perlu dibekukan -walaupun mungkin hanya sementara- dan
dialihkan dengan menyusun pertanyaan-pertanyaan klarifikatif.

Tentu praktek tidak semudah teorinya. Tapi setiap kita akan selalu
belajar melakukan yang seharusnya. Dan thread ini memang disengaja
untuk menelisiki "hal yang seharusnya" itu.

Abir

On 11/9/09, Dini <dini_sea@chingluh.co.id> wrote:
> Hi,
>
>
>
> Saya jadi tertarik dengan bahasan ini. Jujur semalam saya baru mengalami
> kesalahpahaman dengan seorang teman dan waktu baca email kok moment-nya pas
> ya dengan yang saya baru saja saya alami.
>
>
>
> Jujur saya tipe orang yang susah berpikir positif. Terutama jika komunikasi
> lewat sms (with someone) jika ada kata salah sedikit saya langsung emosional
> dan salah paham dan akhirnya berujung debat.
>
>
>
> Saya sering sekali salah paham dalam hal yang satu ini.
>
>
>
> Ada yang bisa kasih masukkan ke saya bagaimana cara mengatasinya atau
> mungkin juga ada yang punya kisah serupa. Please share ya? Jadinya saya
> sering menyakiti teman saya tersebut.
>
>
>
> _____
>
> From: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
> [mailto:sekolah-kehidupan@yahoogroups.com] On Behalf Of ukhti hazimah
> Sent: Sunday, November 08, 2009 12:56 PM
> To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
> Subject: Re: [sekolah-kehidupan] menangkap maksud
>
>
>
>
>
>
> Kenapa warna salah tidak diinginkan? kenapa hidup jadi lebih berwarna hanya
> dari hal positif? kenapa warna salah harus ditutupi? bukannya malah terlihat
> dibuat-buat dan penuh kepura-puraan? kenapa salah selalu disisihkan?
>
> Well, itu pertanyaan-pertanyaan yang tiba-tiba nongol di kepala saat membaca
> paragraf awal tanggapannya. Maaf, karena saya pribadi menganggap gak ada
> perbedaan antara salah dan benar...dari salah kita tau yang benar, dari
> benar kita tau yang salah, dan warna-warna ini saling melengkapi. Dan lagi,
> gak perlu ditutupi karena manusia emang gak ada yang sempurna
> *ckckckckckck...maaf, jadi cerewet*
>
> "Yang menarik adalah melihat kemampuan berpikir manusia untuk tidak
> hanya memahami apa yang secara jelas terucap, tapi juga menyimpulkan
> yang tidak terucap dari yang terucap."
>
> saya juga setuju dengan statement ini, tapi menurut pribadi--dan masih bisa
> disanggah--bahwa kesalahpahaman ataupun ketidakpahaman adalah hal yang tidak
> perlu dihindari [atau menganggap itu sesuatu kesalahan fatal], hanya tinggal
> bagaimana manusia menyikapi dua hal tersebut...salah satunya dengan langsung
> bertanya [komunikasi], kalaupun memang tidak bisa bertanya langsung, seperti
> yang dikatakan bapak juga, bahwa manusia memiliki pelengkap keterbatasan
> yaitu pikiran--yang mungkin perlu saya tambahan---dan hati.
>
> Dan mungkin kesimpulannya, memahami sesuatu selalu balik ke diri manusia
> masing-masing.
>
> Moga berkenan, kalau ada yang salah monggo ditanggapi. Makasih Pak obrolan
> yang menarik ^^
> :sinta:
>
>
> "Keindahan selalu hadir saat manusia berpikir positif"
>
> BloG aKu & buKu
> <http://jendelakumenatapdunia.blogspot.com>
> http://jendelakumenatapdunia.blogspot.com
>
> BloG RaMe-RaMe
> <http://sinthionk.multiply.com> http://sinthionk.multiply.com
> <http://berceritapadadunia.blogspot.com>
> http://berceritapadadunia.blogspot.com
>
> YM : SINTHIONK
>
>
>
>
> --- On Sat, 11/7/09, Abir Sabil <abirsabil.81@gmail.com> wrote:
>
>
> From: Abir Sabil <abirsabil.81@gmail.com>
> Subject: Re: [sekolah-kehidupan] menangkap maksud
> To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
> Date: Saturday, November 7, 2009, 10:24 PM
>
>
>
> Kalau salah dan benar memiliki warna, tentu "warna salah" bukanlah
> warna yang diinginkan. Sehingga kalau "warna salah" itu bisa dilihat
> oleh orang lain, siapapun pasti akan menutup seluruh dirinya atau
> bagian yang berwarna-salah itu rapat-rapat.
>
> Sifat "lebih berwarna" tentu dimaksudkan sebagai hal yang positif.
>
> Variasi isi kepala manusia memang menyebabkan bervariasinya pula
> pemahaman orang terhadap suatu perkataan. Ada yang isinya hanya
> kosakata bahasa jawa, sehingga pemahamannya atas tulisan "Dilarang
> Parkir" benar-benar nol. Ada yang isinya lebih banyak berkaitan dengan
> bidang tertentu, sehingga kurang paham dengan keterangan-keterang an
> seputar bidang yang lain. Ada yang pengetahuannya atas konteks
> perkataan tertentu terbatas, sehingga tidak bisa memahami perkataan
> tersebut dalam konteks yang tepat. Misalnya, ketika ada seseorang
> mengucapkan/ berbuat sesuatu yang sebenarnya menyinggung/ menyindir
> kita. Tapi karena kita tidak memahami konteks perkataan/perbuatan
> tersebut, kita hanya menangkap yang terlihat atau yang terdengar saja.
> Tidak lebih. Akhirnya, mungkin kita akan terlihat sebagai orang yang
> "bebal".
>
> Semua variasi ini berakibat pada ketidakpahaman. Dan ketidakpahaman
> itu lebih baik keadaannya daripada kesalahpahaman. Misal
> kesalahpahaman: ada seseorang yang mengucapkan/ berbuat sesuatu yang
> -kita salah-pahami- menyinggung kita, padahal tidak. Pada saat itu,
> isi kepala kita adalah prasangka, asumsi, yang negatif. Sering disebut
> suuzhzhon.
>
> Kalau pengujarnya bisa dihubungi, menanyakan langsung tentu jadi
> solusi yang baik. Tapi bagaimana kalau tidak dapat dihubungi?
>
> Yang menarik adalah melihat kemampuan berpikir manusia untuk tidak
> hanya memahami apa yang secara jelas terucap, tapi juga menyimpulkan
> yang tidak terucap dari yang terucap. Kesalahpahaman bisa terjadi atas
> "yang terucap" dan lebih sering tentang "yang tidak terucap". Bahasa
> memang terbatas. Atau dengan ungkapan lain, indera untuk menangkap
> maksud itu terbatas. Telinga kita tidak dapat mendengar apa yang
> terbersit dalam pikiran orang. Ia hanya bisa mendengar yang
> disuarakan. Tapi ada perangkat yang sedikit melengkapi keterbatasan
> itu: pikiran.
>
> Terima kasih atas tanggapannya.
>
> On 11/7/09, ukhti hazimah <ukhtihazimah@ yahoo.com> wrote:
>> Mengapa kita bisa salah memahami perkataan orang lain?
>>
>> ya karena isi kepala manusia bervariasi.. .kalo gak gitu, gak bakal ada
>> musyawarah ato pemilu *halah...glambyar* dan hidup jadi lebih berwarna kan
>> kalo ada salah dan benar ^^
>>
>> Bagaimanakah upaya yang seharusnya dilakukan agar kita tidak salah
> memahami
>> perkataan orang lain?
>>
>> langsung tanya pada yang bersangkutan, maksudnya gimana.
>>
>> hmmm...jawabanku ngasih solusi kan ya? :D salam kenal
>>
>> :sinta:
>>
>> "Keindahan selalu hadir saat manusia berpikir positif"
>>
>> BloG aKu & buKu
>> http://jendelakumen <http://jendelakumenatapdunia.blogspot.com>
> atapdunia. blogspot. com
>>
>> BloG RaMe-RaMe
>> http://sinthionk. <http://sinthionk.multiply.com> multiply. com
>> http://berceritapad <http://berceritapadadunia.blogspot.com>
> adunia.blogspot. com
>>
>> YM : SINTHIONK
>>
>>
>>
>> --- On Sat, 11/7/09, Abir Sabil <abirsabil.81@ gmail.com> wrote:
>>
>> From: Abir Sabil <abirsabil.81@ gmail.com>
>> Subject: [sekolah-kehidupan] menangkap maksud
>> To: sekolah-kehidupan@ yahoogroups. com
>> Date: Saturday, November 7, 2009, 2:31 AM
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>> Sebuah ajakan berpikir yang mudah-mudahan bisa bermanfaat.. .
>>
>>
>>
>> Mengapa kita bisa salah memahami perkataan orang lain?
>>
>>
>>
>> Tentunya setiap orang memiliki keinginan untuk bisa menjalin
>>
>> komunikasi yang baik. Bagaimanakah upaya yang seharusnya dilakukan
>>
>> agar kita tidak salah memahami perkataan orang lain?
>>
>>
>>
>> Abir
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>
>
>
>
>
>

4a.

Re: menangkap maksud

Posted by: "Abir Sabil" abirsabil.81@gmail.com   manhaj_fithriy

Tue Nov 10, 2009 4:34 am (PST)



Faktanya, tidak semua orang selalu dapat berpikiran positif.

Benar dan salah memang berbeda. Sebagaimana berbedanya baik dan buruk,
kanan dan kiri, atas dan bawah, siang dan malam dan seterusnya.
Mengingkari perbedaan dua hal yang memang bertentangan (tidak sekedar
berbeda) bisa berakibat serius. Dan perlu dibedakan juga antara
menyikapi suatu kesalahan secara positif dan memandang kesalahan
sebagai sesuatu yang positif. Menyikapi suatu kesalahan secara
positif, adalah mengakui dengan jujur bahwa kesalahan yang diperbuat
itu memang salah, entah itu sengaja atau tidak, entah itu besar atau
kecil, entah itu hanya merugikan diri sendiri, atau juga merugikan
diri orang lain. Kemudian dari pengakuan itu muncul keinginan untuk
memperbaiki. Sedangkan kalau suatu kesalahan sudah dianggap sebagai
hal yang positif, kebejatan apapun tentu akan dianggap sah sebagai
warna yang cerah.

Terima kasih buat koreksinya. Jadi, memang harus ada dikotomi
benar-salah dalam memaknai kata "acuh" kan? Kalau tidak, tidak perlu
ada revisi.

On 11/10/09, ukhti hazimah <ukhtihazimah@yahoo.com> wrote:
> wew...terasa ada dikotomi untuk salah. Kenapa lagi salah dicap warna suram?
> lagi-lagi tidak sependapat dengan pemberian label warna suram pada salah,
> walaupun efeknya sangat fatal. Pemberian warna suram dan ceria tergantung
> dari sudut pandang pribadi masing-masing. Walaupun berakibat negatif kalau
> pelakunya bisa menerima hikmah dibaliknya warna ceria dapat dilabelkan pada
> salah. Yah, mungkin saya yang selalu berpikir di awang-awang, kalau semua
> orang selalu dapat berpikiran positif.
>
> sedikit revisi untuk kalimat ini
>
> "Seperti sikap acuh seseorang terhadap kita, bisa dipahami mengandung ujaran
> "saya tidak harap kamu di sini".
>
> mungkin maksudnya tidak acuh, coz arti acuh adalah peduli *maklum kerjanya
> berhubungan ma tata bahasa :P*
>
> again again, tengkyu tengkyu untuk pelajaran kepura-puraan dan salah
> pahamnya ^^ ... menarik!
>
> :sinta:
>
> "Keindahan selalu hadir saat manusia berpikir positif"
>
> BloG aKu & buKu
> http://jendelakumenatapdunia.blogspot.com
>
> BloG RaMe-RaMe
> http://sinthionk.multiply.com
> http://berceritapadadunia.blogspot.com
>
> YM : SINTHIONK
>
>
>
> --- On Sun, 11/8/09, Abir Sabil <abirsabil.81@gmail.com> wrote:
>
> From: Abir Sabil <abirsabil.81@gmail.com>
> Subject: Re: [sekolah-kehidupan] menangkap maksud
> To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
> Date: Sunday, November 8, 2009, 7:39 AM
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Kenyataan tidak adanya manusia yang luput dari kesalahan, tidak
>
> membuat kesalahan itu menjadi sesuatu yang diinginkan. Hal ini
>
> sepertinya sudah sangat lumrah. Kesalahan masa lalu memang bisa
>
> berakibat positif untuk masa datang seseorang. Tapi, tidak sedikit,
>
> bisa juga berakibat negatif. Untuk orang-orang yang terakhir ini,
>
> kesalahan masa lalu mereka, tidak bisa disebut membuat hidup mereka
>
> menjadi lebih berwarna. Kecuali kalau yang dimaksud adalah warna
>
> suram. Bukan warna cerah. Kepura-puraan itu buruk kalau memang
>
> ditujukan untuk yang tidak baik. Dan bicara tentang baik-buruk,
>
> melibatkan pembicaraan tentang standar yang digunakan. Hanya saja,
>
> secara naluri dan rasio, orang yang menutupi kesalahannya punya
>
> kepentingan untuk tetap mendapatkan kenikmatan psikologis berupa
>
> penghormatan, cinta dan kasih sayang orang lain. Perlu tidaknya
>
> menutupi kesalahan itupun tergantung pada besar kecilnya kesalahan
>
> yang dilakukan. Kesalahan mengirim sms tentu tidak seberapa
>
> dibandingkan dengan kesalahan perselingkuhan.
>
>
>
> Kesalahpahaman pun ada yang sepele, dan ada yang fatal. Sebagaimana
>
> ketidakpahaman itu ada yang sederhana dan ada yang parah. Contohnya,
>
> bisa kita lihat-lihat kembali di memori perjalanan hidup kita.
>
>
>
> Pikiran dan perasaan (peraba batin) memang saling melengkapi.
>
>
>
> Termasuk salah paham tentang "yang tidak terucap" adalah kesalahan
>
> menyimpulkan sesuatu dari tindak tanduk orang lain. Kalau dalam teori
>
> pragmatik modern ada istilah "perbuatan dalam ujaran" (act of speech),
>
> maka sepertinya tidak salah kalau disebut, ada yang namanya "ujaran
>
> dalam perbuatan (speech of act). Seperti sikap acuh seseorang terhadap
>
> kita, bisa dipahami mengandung ujaran "saya tidak harap kamu di sini".
>
>
>
> Semoga saja, menarik dan bermanfaat.
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>

4b.

Re: menangkap maksud

Posted by: "ukhti hazimah" ukhtihazimah@yahoo.com   ukhtihazimah

Tue Nov 10, 2009 5:05 pm (PST)



hmmm...revisi, bukankah dengan begitu salah memberitahukan sesuatu yang benar? bukankah dengan begitu salah memberi kesejatian dari makna benar? bukankah dengan begitu salah memberi warna yang cerah? trus dikotomi pemberian warna suram tidak bisa begitu saja dilakukan?

Sebenarnya yang saya garis-bawahi disini adalah penyikapan terhadap salah, penyikapan terhadap kesalahpahaman...kenapa salah sama sekali tidak diinginkan? bukan untuk melegalkan sesuatu yang salah, tapi selalu ada hal positif yang bisa diambil dari yang salah...dan itu warna cerah dari kesalahan *muter-muter gak seh?!*

tengkyu ^^
:sinta:

"Keindahan selalu hadir saat manusia berpikir positif"

BloG aKu & buKu
http://jendelakumenatapdunia.blogspot.com

BloG RaMe-RaMe
http://sinthionk.multiply.com
http://berceritapadadunia.blogspot.com

YM : SINTHIONK

--- On Tue, 11/10/09, Abir Sabil <abirsabil.81@gmail.com> wrote:

From: Abir Sabil <abirsabil.81@gmail.com>
Subject: Re: [sekolah-kehidupan] menangkap maksud
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Date: Tuesday, November 10, 2009, 8:32 AM

 

Faktanya, tidak semua orang selalu dapat berpikiran positif.

Benar dan salah memang berbeda. Sebagaimana berbedanya baik dan buruk,

kanan dan kiri, atas dan bawah, siang dan malam dan seterusnya.

Mengingkari perbedaan dua hal yang memang bertentangan (tidak sekedar

berbeda) bisa berakibat serius. Dan perlu dibedakan juga antara

menyikapi suatu kesalahan secara positif dan memandang kesalahan

sebagai sesuatu yang positif. Menyikapi suatu kesalahan secara

positif, adalah mengakui dengan jujur bahwa kesalahan yang diperbuat

itu memang salah, entah itu sengaja atau tidak, entah itu besar atau

kecil, entah itu hanya merugikan diri sendiri, atau juga merugikan

diri orang lain. Kemudian dari pengakuan itu muncul keinginan untuk

memperbaiki. Sedangkan kalau suatu kesalahan sudah dianggap sebagai

hal yang positif, kebejatan apapun tentu akan dianggap sah sebagai

warna yang cerah.

Terima kasih buat koreksinya. Jadi, memang harus ada dikotomi

benar-salah dalam memaknai kata "acuh" kan? Kalau tidak, tidak perlu

ada revisi.

On 11/10/09, ukhti hazimah <ukhtihazimah@ yahoo.com> wrote:

> wew...terasa ada dikotomi untuk salah. Kenapa lagi salah dicap warna suram?

> lagi-lagi tidak sependapat dengan pemberian label warna suram pada salah,

> walaupun efeknya sangat fatal. Pemberian warna suram dan ceria tergantung

> dari sudut pandang pribadi masing-masing. Walaupun berakibat negatif kalau

> pelakunya bisa menerima hikmah dibaliknya warna ceria dapat dilabelkan pada

> salah. Yah, mungkin saya yang selalu berpikir di awang-awang, kalau semua

> orang selalu dapat berpikiran positif.

>

> sedikit revisi untuk kalimat ini

>

> "Seperti sikap acuh seseorang terhadap kita, bisa dipahami mengandung ujaran

> "saya tidak harap kamu di sini".

>

> mungkin maksudnya tidak acuh, coz arti acuh adalah peduli *maklum kerjanya

> berhubungan ma tata bahasa :P*

>

> again again, tengkyu tengkyu untuk pelajaran kepura-puraan dan salah

> pahamnya ^^ ... menarik!

>

> :sinta:

>

> "Keindahan selalu hadir saat manusia berpikir positif"

>

> BloG aKu & buKu

> http://jendelakumen atapdunia. blogspot. com

>

> BloG RaMe-RaMe

> http://sinthionk. multiply. com

> http://berceritapad adunia.blogspot. com

>

> YM : SINTHIONK

>

>

>

> --- On Sun, 11/8/09, Abir Sabil <abirsabil.81@ gmail.com> wrote:

>

> From: Abir Sabil <abirsabil.81@ gmail.com>

> Subject: Re: [sekolah-kehidupan] menangkap maksud

> To: sekolah-kehidupan@ yahoogroups. com

> Date: Sunday, November 8, 2009, 7:39 AM

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

> Kenyataan tidak adanya manusia yang luput dari kesalahan, tidak

>

> membuat kesalahan itu menjadi sesuatu yang diinginkan. Hal ini

>

> sepertinya sudah sangat lumrah. Kesalahan masa lalu memang bisa

>

> berakibat positif untuk masa datang seseorang. Tapi, tidak sedikit,

>

> bisa juga berakibat negatif. Untuk orang-orang yang terakhir ini,

>

> kesalahan masa lalu mereka, tidak bisa disebut membuat hidup mereka

>

> menjadi lebih berwarna. Kecuali kalau yang dimaksud adalah warna

>

> suram. Bukan warna cerah. Kepura-puraan itu buruk kalau memang

>

> ditujukan untuk yang tidak baik. Dan bicara tentang baik-buruk,

>

> melibatkan pembicaraan tentang standar yang digunakan. Hanya saja,

>

> secara naluri dan rasio, orang yang menutupi kesalahannya punya

>

> kepentingan untuk tetap mendapatkan kenikmatan psikologis berupa

>

> penghormatan, cinta dan kasih sayang orang lain. Perlu tidaknya

>

> menutupi kesalahan itupun tergantung pada besar kecilnya kesalahan

>

> yang dilakukan. Kesalahan mengirim sms tentu tidak seberapa

>

> dibandingkan dengan kesalahan perselingkuhan.

>

>

>

> Kesalahpahaman pun ada yang sepele, dan ada yang fatal. Sebagaimana

>

> ketidakpahaman itu ada yang sederhana dan ada yang parah. Contohnya,

>

> bisa kita lihat-lihat kembali di memori perjalanan hidup kita.

>

>

>

> Pikiran dan perasaan (peraba batin) memang saling melengkapi.

>

>

>

> Termasuk salah paham tentang "yang tidak terucap" adalah kesalahan

>

> menyimpulkan sesuatu dari tindak tanduk orang lain. Kalau dalam teori

>

> pragmatik modern ada istilah "perbuatan dalam ujaran" (act of speech),

>

> maka sepertinya tidak salah kalau disebut, ada yang namanya "ujaran

>

> dalam perbuatan (speech of act). Seperti sikap acuh seseorang terhadap

>

> kita, bisa dipahami mengandung ujaran "saya tidak harap kamu di sini".

>

>

>

> Semoga saja, menarik dan bermanfaat.

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

5a.

Re: [catcil] Hiatus dan Rasa Bersalah

Posted by: "Nia Robie'" musimbunga@gmail.com

Tue Nov 10, 2009 8:00 am (PST)



pernah ngalamin ini kang..
dan mungkin sekarang juga :D
moga segera ada jalnnya ;)

nuhun sangat ya abi nibras :D

bunbuuuuuuuuuuuuuuuun... nihaw kangen

Pada 9 November 2009 15:55, Kang Dani <fil_ardy@yahoo.com> menulis:

>
>
> Hiatus <http://en.wikipedia.org/wiki/Hiatus> dan Rasa Bersalah
> ~Dani Ardiansyah~
>
>
>
6a.

Re: [catcil] Motivasi dari Ketegaran Pohon

Posted by: "Nia Robie'" musimbunga@gmail.com

Tue Nov 10, 2009 8:04 am (PST)



semoga jadi pohon yang tegar tertiup angin
tersenyum ketika mentari terik menyinari
meneduhkan ketika orang lain butuh naungan
hangat ketika dingin hujan menyerang
dan berteman dengan bulan ketika malam datang

:)

Pada 10 November 2009 11:35, Aprillia EkaSari <april_reto@yahoo.com>menulis:

>
>
> Judul di atas saya dapatkan dari sebuah buku berjudul "Tuhan Kuatkan
> Imanku" karya Anneke Putri an Amalia Zahra. Dari semua kumpulan tulisan yang
> ada dalam buku itu, memang saya paling menyukai tulisan yang berjudul
> "Ketegaran Pohon" ini. Isinya memotivasi saya untuk selalu tegar ketika
> menghadapi cobaan.
>
>
>
> Ketegaran Pohon menceritakan tentang arti ketegaran manusia yang
> dianalogikan dengan ketegaran sebuah pohon yang tumbuh di California
> Selatan. Pohon ini sering dikunjungi oleh wisatawan karena bentuknya yang
> unik. Bukan karena bagus, namun sebaliknya, karena tidak sedap dipandang.
> Tinggi pohon itu kurang dari dua meter dengan batang pipih dan melintir.
> Cabang-cabang pohonnya kebanyakan gundul tanpa dedaunan.
>
>
>
> Menurut sejarah, beberapa tahun lalu sebutir biji pohon terbawa angin dan
> jatuh ke cela-cela batu granit. Biji itu kemudian tumbuh. Tapi, tiap
> batangnya muncul langsung hancur diterpa angin pasifik yang kencang. Kadang
> dia bisa tumbuh agak besar tapi kemudian terjangan ombak, badai, angin
> memorak-porandakannya. Meski demikian, akarnya juga tumbuh terus ke tanah
> sampai dalam. Sementara batangnya, lama-kelamaan juga tumbuh terus sampai
> akhirnya besar meski bentuknya tak karu-karuan. Menariknya, hingga sekarang
> pohon itu masih hidup.
>
>
>
> ***
>
> Cerita mengenai pohon itu mengajarkan untuk selalu sabar dan bangkit setiap
> kali manusia menghadapi berbagai cobaan hidup. Dalam tulisan itu, penulisnya
> (kalau tak salah, si Amalia Zahra) juga menceritakan bahwa setiap dirinya
> mengeluh, selain mengingat cerita itu, ia juga selalu ingat nasehat
> bundanya, "Di luar sana masih banyak yang lebih menderita daripada kita,
> Nak. Lalu mengapa kita tidak bersyukur saja?"
>
>
>
> Saya menyukai kalimat nasehat itu, terutama pada bagian " Lalu mengapa kita
> tidak bersyukur saja?"
>
>
>
> Mungkin ada sebagian orang yang tak percaya pada motivasi, tapi bagi saya,
> cerita motivasi semacam itu bagi sebagian orang, cukup membantu untuk
> bangkit ketika "jatuh". Memang sudah jalan-Nya, man purpose, God dispose,
> tapi harapan bahwa Tuhan akan memberi pertolongan-Nya adalah yang paling
> penting.
>
>
>
> Seorang teman berkata kepada saya, "Tuliskan rencanamu dengan sebuah
> pensil, tapi berikan penghapusmu kepada Allah, karena Dia yang akan
> menghapus bagian yang salah dan mengganti dengan rencana-Nya yang lebih
> indah dalam hidupmu." Satu lagi, kalimat motivasi menarik. Dan membaginya
> dengan orang-orang lain adalah hal paling menyenangkan. Karena dengan begitu
> saya tahu, saya tak sendirian berdoa dan berharap. Di luar sana, orang-orang
> pun berdoa dan berharap.
>
>
>
> Semangat!
>
>
>
> -Aprillia Ekasari-
>
> http://sukmakutersenyum.multiply.com
>
>
> Aprillia Ekasari
> 081 793 222 06
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
>
6b.

Re: [catcil] Motivasi dari Ketegaran Pohon >> mbak Nop and mbak Nia

Posted by: "APRILLIA" april_reto@yahoo.com   april_reto

Tue Nov 10, 2009 7:48 pm (PST)



@mbak Nia and mbak Nop: semoga kita semua bisa begitu amiin

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "Nia Robie'" <musimbunga@...> wrote:
>
> semoga jadi pohon yang tegar tertiup angin
> tersenyum ketika mentari terik menyinari
> meneduhkan ketika orang lain butuh naungan
> hangat ketika dingin hujan menyerang
> dan berteman dengan bulan ketika malam datang
>

7a.

Re: [Kelana] Arisan Seru

Posted by: "Nia Robie'" musimbunga@gmail.com

Tue Nov 10, 2009 8:05 am (PST)



bikin iri :D

ayo sk bogor kumpul2 lagi ;)

*celingak celinguk.. pada kemana ya?

Pada 9 November 2009 18:52, Sugeanti Madyoningrum <ugikmadyo@gmail.com>menulis:

> Arisan Seru
>
>
> Ssttt… SK jatim punya acara sebulan sekali loh. Ada kumpul-kumpul,
> ada jalan-jalan dan yang pasti makan-makan. Kayaknya seneng-seneng
> saja ya? Tapi tidak. Setiap akhir pertemuan kita selalu membawa
> pulang 'sesuatu' yang insyaAllah lebih baik dari sebelumnya. Dan yang
> pasti jalinan silaturahim kita jadi semakin kuat. Kenapa sih ada
> arisan segala? Seperti Mak-Mak saja. Awalnya arisan ini dilakukan
> tanpa sengaja. Berawal dari acara buka puasa bersama di rumah Pak
> Suhadi pada bulan Agustus. Setelah ngobrol panjang lebar. Baru
> ketahuan kalau sebenarnya anggota SK Jatim itu banyak. Hanya saja
> mayoritas pasif di milist. Sebenarnya mereka sering 'main' ke milist,
> tapi hanya sekedar membaca saja.
> Mbak Siwi melontarkan ide bikin arisan, sehingga setiap sebulan
> sekali kita bisa bertemu secara rutin. Meski kita tidak bisa bertemu
> di dunia maya, paling tidak kita bisa bertemu di dunia nyata. Untuk
> lebih mengenal sosok satu dengan yang lain. Kita sepakati uang arisan
> sebesar sepuluh ribu sebagai biaya konsumsi, agar tidak memberatkan
> tuan rumah. Bagi yang menerima arisan maka dialah yang akan menjadi
> tuan rumah bulan depan. Sampai dengan bulan ini sudah arisan ke 3
> kalinya. Setiap kali arisan saya selalu mempunyai kisah yang seru.
> Arisan kedua dirumah Mbak Wiwik di Krian. Saya berboncengan
> dengan April, mengikuti Mbak Siwi yang memacu kencang motornya.
> Meskipun harus berusaha keras melawan angin kencang, tapi perjalanan
> terasa menyenangkan. Mata ini terhibur oleh hamparan sawah dan sosok
> gunung yang menjulang dikejauhan. Apalagi ketika sampai di rumah Mbak
> Wiwik. Rumahnya teduh dengan berbagai pohon di halaman depan dan
> belakang rumah yang luas. Sayang sekali waktu itu belum musim mangga,
> sayapun hanya bisa menahan liur menatap mangga-mangga kecil yang
> bergantungan. Kalaupun sudah musim mangga, mungkin kita memilih arisan
> dibawah pohon mangga sambil membawa pisau tiap orang. Wadyuh… kasihan
> Mbak wiwik nanti nggak kebagian mangga hehe.
> Sewaktu pulang sempat terjadi salah komunikasi antara saya dan Mbak
> Siwi. Ketika mau pulang mbak Siwi sudah berpesan
> "Nanti mampir POM dulu ya. Bensinku mepet."
> "Ok Mbak." Sayapun memilih untuk 'berjalan' dibelakang Mbak Siwi.
> Tengah asyik melaju kencang, tiba-tiba Mbak Siwi berhenti.
> Saya pikir Mbak Siwi terima telfon atau membetulkan tas. Saya yang
> terlanjur kencang tidak mungkin rem mendadak. Akhirnya saya salip
> sambil mengurangi kecepatan pelan-pelan. Merasa Mbak Siwi lama tidak
> menyusul, kami putuskan berhenti. Kami tunggu 5 menit tidak muncul
> juga. Kami mulai was-was. April menghubungi mbak Siwi nada sibuk yang
> membalas. Jangan-jangan ada masalah dengan motornya. Kami putuskan
> putar balik. Tiba-tiba terlihat motor Mbak Siwi melaju kencang.
> Berhubung jalan ramai saya tidak bisa langsung putar balik. Saya
> tanjap gas maksimal mengejar setelah berada dijalur yang sama. Sayang
> mbak Siwi sudah tidak kelihatan. Kita memutuskan untuk melambat di
> setiap SPBU tapi hasilnya nihil. Sayapun melaju lebih kencang untuk
> menyusul. Berhubung angin kencang dan kami hampir jatuh 'dipukul'
> angin. Sayapun memutuskan untuk mengurangi kecepatan dan berdoa
> sepanjang jalan semoga Mbak Siwi baik-baik saja. Baru ketika sampai
> Surabaya saya SMS Mbak Siwi. Ternyata beliau berhenti mendadak untuk
> beli bensin eceran di pinggir jalan karena kuatir tidak akan cukup
> sampai SPBU terdekat. Mbak Siwi mengira sudah saya tinggal maka beliau
> memacu kencang motornya. Kami cuma bisa ketawa saja dengan
> kesalahapamanan ini.
> Pada waktu masuk surabaya saya dan april mengalami insiden
> konyol. Kami memilih memutar lewat jl Akhmad Yani. Siapa tahu masih
> bisa bertemu Mbak Siwi. Berhubung bensin mepet, saya mengisi bensin
> disalah satu ruasnya. Ketika akan masuk antrian, April tidak bisa
> turun dari motor, kakinya kesemutan. Setelah berusaha untuk kedua kali
> akhirnya April bisa turun. Saya tak bisa menahan ketawa melihat April
> terhuyung-huyung, begitu juga dengan april. Setelah puas ketawa
> berdua. Giliran saya bermasalah. Saya kesulitan turun dan melepas
> sarung tangan karena paha dan telapak tangan kesemutan. Wadyuh kualat
> nih. Bukannya berusaha mengatasi masalah kita berdua malah ketawa-tawa
> sendiri. Setalah isi bensin kita putuskan untuk istirahat sejenak.
> Nongkrong di SPBU sambil ngobrol dan ngikik-ngikik mengenang kedodolan
> kita barusan. Hiya… mengenang :">.
> Ternyata arisan bulan ini juga seru. Kebetulan yang dapet
> arisan Mbak Lilik. Sesuai kesepakatan awal. Kalau yang dapat masih
> ngekos, arisan dilakukan di tempat wisata atau area publik. Mbak Lilik
> menawarkan untuk arisan di Kebun Raya Purwodadi, yang berdekatan
> dengan tempat kosnya. Langsung kita semua sepakat bulat. Setujuh…
> *pake 'h' biar mantap :D*. hari baik sudah dipilih. 8 November kita
> akan berkumpul lagi. Malam sebelum hari H. Saya, April dan Mbak Anik
> janjian berangkat bareng naik bis. Setelah sholat subuh saya
> memutuskan untuk tidur sejenak setelah begadang sampai dinihari. Jam 7
> saya baru bangun lagi, padahal kita bertiga janjian jam 8 di Terminal
> Bungurasih. Bagus. Padahal perjalanan dari rumah ke Bungurasih sekitar
> 1 jam. Saya langsung kirim SMS ke April kalau datang terlambat. Dalam
> perjalanan ke tempat pangkalan bemo (angkot) Fauzi telfon kalau sudah
> sampai lokasi. Langsung terbayang wajah capek Fauzi, yang habis memacu
> motor kesayangannya Surabaya - Purwodadi. Hadooh. Saya memutuskan naik
> taxi saja biar lebih cepat bisa lewat tol, 20 menit saja sampai
> Bungurasih. Begitu Mbak Anik mengusulkan naik bis patas. Saya langsung
> setuju. Fauzi… tunggu kita ya… Rencana saya mau melanjutkan tidur di
> bis, lumayan 1,5 jam. Kamipun memilih tempat duduk paling belakang.
> Sampai Porong saya terbangun karena Pak Sopir mengerem mendadak
> berkali-kali. Ternyata kami terjebak macet dan kantuk saya hilang
> sudah. Saya memilih mengamati tanggul Porong sambil membalas SMS
> Rahma yang juga sudah tiba di lokasi.
> Ketika sampai di Kebun Raya Purwodadi suasana sudah ramai.
> Kebetulan ada acara gathering indofood dan rombongan Bromo Tour yang
> baru datang. Di gerbang kami bertemu Mas Dayat dan Budi. Keduanya
> memilih langsung masuk sementara kami bertiga tetap di tempat. Kami ke
> kamar mandi dulu sekalian makan bakso, mbak Anik dan April sudah
> kelaparan karena belum sarapan. Mohon maaf yang nunggu kita, daripada
> nanti mereka berdua pingsan dan saya harus gendong mereka berdua. Gak
> mungkin kan? Hehe. Begitu masuk ke Kebun Raya kita bertiga berdiri
> lama dipinggir pertigaan. Pesan dari Rahma, "kalau ada pertigaan
> pertama langsung belok kanan aja". Baru beberapa langkah dari pos
> karcis, kami sudah sampai dipertigaan. Di rerumputan sebelah kanan
> memang ada banyak rombongan yang lesehan diatas tikar. Tapi kok tidak
> ada penampakan yang kita kenal. Daripada balik jalan, saya memilih
> untuk diam ditempat :D. Saya telfon lagi Rahma untuk memastikan
> lokasinya. Tiba-tiba ada makhluk biru berdiri dikejauhan. Saya telfon
> Rahma kembali untuk memastikan apakah makhluk biru itu dia, eh tenyata
> benar. Horey… horey… kita selamat. Halah. Lebay.
> Lega rasanya ketika kita naik ke hamparan rumput disambut
> Jundi dan Rafa *duh.. hiperbola nih*. Mereka sudah duduk santai
> ditambah dengan Pak Suhadi sekeluarga, Candra dan Lilik. Wah… ternyata
> kita datang paling akhir. Malunya… hiks. Berhubung sudah masuk Dhuhur
> kami memutuskan untuk sholat dahulu. Nah… ini dilemma buat kita.
> Mushola terletak nun jauh didekat kamar mandi. Ini berarti harus
> berjalan lagi ke dekat pintu masuk. Kebetulan saya dan Mbak Anik
> bertugas menjaga tempat, lumayan bisa menselonjorkan kaki. Sementara
> semua berjalan beriringan ke mushola, Budi, dayat dan Fauzi memilih
> sholat di tempat. Budi dan Dayat kecapekkan karena sebelumnya bolak
> balik 2 kali (pulang dan pergi maksudnya :P) kearah kamar mandi.
> Kebetulan didekat kami ada pancuran. Budi dan dayat menyiapkan tempat
> untuk sholat berjamaah. Sementara Fauzi ambil wudhu, lama tidak
> kembali. Aku sempat deg-degan. Kemana nih anak? Tersesatkah? Tidak
> berselang lama Fauzi telfon. Dia menemukan mushola yang lain,
> lokasinya lebih dekat. Budi sudah tidak kuat jalan. Maka Dayat
> menemani Budi berjamaah ditempat. Semenatara saya dan Mbak anik
> ngobrol seru forum ibu-ibu. Masih terbayang wajah Budi yang bengong
> mendengarkan percakapan kita, seusai dia sholat. Maafkan kami ya Nak
> hihihi.
> Acara segera dimulai setelah semua berkumpul. Pembahasan
> serius tapi santai tentang SK Jatim, juga rencana-rencana kita
> kedepan. Sembari diskusi kita melahap makan siang dari Mbak Lilik.
> Celetukan segar Budi sepanjang pertemuan membuat saya berjuang ekstra
> menahan hasrat ke kamar kecil. Jaraknya yang jauh membuat saya segan
> kesana. Saya pikir, nantilah sekalian saja dengan pulang. Kan searah
> jalannya hehe. Kalau Bandung punya Pak Hadian, Surabaya ada Budi yang
> sukses membuat pipi pegal ngikik maraton. Saya curiga mereka berdua
> ini kembar yang sengaja dipisahkan. Piss… Pak Had :D. Kebetulan juga
> kita mendapat lokasi yang strategis. Beberapa pasangan memilih
> 'ngetem' didekat kita. Pada awalnya saya tidak menyadari hal ini,
> sampai Mbak Anik mencolek saya.
> "Mereka tuh ngapain ya tiduran di rumput. Gak gatel ta?" Saya
> mengikuti arah pandangan Mbak Anik kearah dua sejoli disebelah kanan
> kita. Sayapun hanya bisa ngikik. Fauzi kemudian nimbrung kalau
> gara-para pasangan itu, dia harus berpindah tempat. Yah mau gimana
> lagi. namanya juga tempat umum mana bisa kita mengontrol yang berada
> didekat kita. Yang saya kuatirkan hanya Rafa dan Jundi, sedari datang
> mereka bermain dan berlarian bebas. Semoga saja mereka tidak melihat
> pemandangan-pemandangan ajaib.
> Bagaimanapun, acara arisan ketiga ini tetap saja seru. Bukan
> arisan biasa. Tak salah kalau saya ingin menyebutnya arisan seru hehe.
> Selalu meninggalkan banyak kesan yang tak terlupakan. Dan yang paling
> berkesan cerita Candra di FB, sewaktu pulang dia menyempatkan untuk
> naik kereta kelinci bareng Rahma dan Lilik. Huaa… aku lupa. Waktu awal
> datang dah niat pengen naik kereta kelinci. Ya sudah lah. Lain waktu
> semoga bisa naik kereta kelinci hehe. Eh… bulan desember arisan kita
> di Malang, Budi yang dapet arisan. Hmm… Budi kan ngekos. Wah… kemana
> kita nanti ya? Berhubung Budi belum menentukan hari baik dan lokasi
> arisan. Jadi penasaran nih. Budi… aku menunggu kejutanmu. Yang mungkin
> desember ada rencana ke jatim kabar-kabar ya, siapa tahu bisa ikut
> arisan seru kita ;)
>
>
> Sugeanti Madyoningrum (Ugik)
> YM : sinkzuee
> http://ugik.multiply.com
> Ketika kata tak bisa terucap, maka tinta yang akan menorehkannya
>
>
> ------------------------------------
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
7b.

Re: [Kelana] Arisan Seru

Posted by: "hemi wati" zahr_nibroos@yahoo.com   zahr_nibroos

Tue Nov 10, 2009 5:11 pm (PST)




ayo... jogja kpn kumpul......??

--- Pada Sel, 10/11/09, Nia Robie' <musimbunga@gmail.com> menulis:

 

bikin iri :D

ayo sk bogor kumpul2 lagi ;)

*celingak celinguk.. pada kemana ya?

Pada 9 November 2009 18:52, Sugeanti Madyoningrum <ugikmadyo@gmail. com> menulis:

Arisan Seru

       Ssttt... SK jatim punya acara sebulan sekali loh. Ada kumpul-kumpul,
ada jalan-jalan dan yang pasti makan-makan. Kayaknya seneng-seneng
saja ya? Tapi tidak. Setiap  akhir pertemuan kita selalu membawa
pulang `sesuatu´ yang insyaAllah lebih baik dari sebelumnya. Dan yang
pasti jalinan silaturahim kita jadi semakin kuat. Kenapa sih ada
arisan segala? Seperti Mak-Mak saja. Awalnya arisan ini dilakukan
tanpa sengaja. Berawal dari acara buka puasa bersama di rumah Pak
Suhadi pada bulan Agustus. Setelah ngobrol panjang lebar. Baru
ketahuan kalau sebenarnya anggota SK Jatim itu banyak. Hanya saja
mayoritas pasif di milist. Sebenarnya mereka sering `main´ ke milist,
tapi hanya sekedar membaca saja.
       Mbak Siwi melontarkan ide bikin arisan, sehingga setiap sebulan
sekali kita bisa bertemu secara rutin. Meski kita tidak bisa bertemu
di dunia maya, paling tidak kita bisa bertemu di dunia nyata. Untuk
lebih mengenal sosok satu dengan yang lain. Kita sepakati  uang arisan
sebesar sepuluh ribu sebagai biaya konsumsi, agar tidak memberatkan
tuan rumah. Bagi yang menerima arisan maka dialah yang akan menjadi
tuan rumah bulan depan. Sampai dengan bulan ini sudah arisan ke 3
kalinya. Setiap kali arisan saya selalu mempunyai kisah yang seru.
       Arisan kedua dirumah Mbak Wiwik di Krian. Saya berboncengan
dengan April, mengikuti Mbak Siwi yang memacu kencang motornya.
Meskipun harus berusaha keras melawan angin kencang, tapi perjalanan
terasa menyenangkan. Mata ini terhibur oleh hamparan sawah dan sosok
gunung yang menjulang dikejauhan. Apalagi ketika sampai di rumah Mbak
Wiwik. Rumahnya teduh dengan berbagai pohon di halaman depan dan
belakang rumah yang luas. Sayang sekali waktu itu belum musim mangga,
sayapun hanya bisa menahan liur menatap mangga-mangga kecil yang
bergantungan. Kalaupun sudah musim mangga, mungkin kita memilih arisan
dibawah pohon mangga sambil membawa pisau tiap orang. Wadyuh... kasihan
Mbak wiwik nanti nggak kebagian mangga hehe.
Sewaktu pulang sempat terjadi salah komunikasi antara saya dan Mbak
Siwi. Ketika mau pulang mbak Siwi sudah berpesan
"Nanti mampir POM dulu ya. Bensinku mepet."
"Ok Mbak." Sayapun memilih untuk `berjalan` dibelakang Mbak Siwi.
       Tengah asyik melaju kencang, tiba-tiba Mbak Siwi berhenti.
Saya pikir Mbak Siwi terima telfon atau membetulkan tas. Saya yang
terlanjur kencang tidak mungkin rem mendadak. Akhirnya saya salip
sambil mengurangi kecepatan pelan-pelan. Merasa Mbak Siwi lama tidak
menyusul, kami putuskan berhenti. Kami tunggu 5 menit tidak muncul
juga. Kami  mulai was-was. April menghubungi mbak Siwi nada sibuk yang
membalas. Jangan-jangan ada masalah dengan motornya. Kami putuskan
putar balik. Tiba-tiba terlihat motor Mbak Siwi melaju kencang.
Berhubung jalan ramai saya tidak bisa langsung putar balik. Saya
tanjap gas maksimal mengejar setelah berada dijalur yang sama. Sayang
mbak Siwi sudah tidak kelihatan. Kita memutuskan untuk melambat di
setiap SPBU tapi hasilnya nihil. Sayapun melaju lebih kencang untuk
menyusul. Berhubung angin kencang dan kami hampir jatuh `dipukul´
angin. Sayapun memutuskan untuk mengurangi kecepatan dan berdoa
sepanjang jalan semoga Mbak Siwi baik-baik saja. Baru ketika sampai
Surabaya saya SMS Mbak Siwi. Ternyata beliau berhenti mendadak untuk
beli bensin eceran di pinggir jalan karena kuatir tidak akan cukup
sampai SPBU terdekat. Mbak Siwi mengira sudah saya tinggal maka beliau
memacu kencang motornya. Kami cuma bisa ketawa saja dengan
kesalahapamanan ini.
       Pada waktu masuk surabaya saya dan april mengalami insiden
konyol. Kami memilih memutar lewat jl Akhmad Yani. Siapa tahu masih
bisa bertemu Mbak Siwi. Berhubung bensin mepet, saya mengisi bensin
disalah satu ruasnya. Ketika akan masuk antrian,  April tidak bisa
turun dari motor, kakinya kesemutan. Setelah berusaha untuk kedua kali
akhirnya April bisa turun. Saya tak bisa menahan ketawa melihat April
terhuyung-huyung, begitu juga dengan april. Setelah puas ketawa
berdua. Giliran saya bermasalah. Saya kesulitan turun dan melepas
sarung tangan karena paha dan telapak tangan kesemutan. Wadyuh kualat
nih. Bukannya berusaha mengatasi masalah kita berdua malah ketawa-tawa
sendiri. Setalah isi bensin kita putuskan untuk istirahat sejenak.
Nongkrong di SPBU sambil ngobrol dan ngikik-ngikik mengenang kedodolan
kita barusan. Hiya... mengenang :">.
       Ternyata arisan bulan ini juga seru. Kebetulan yang dapet
arisan Mbak Lilik. Sesuai kesepakatan awal. Kalau yang dapat masih
ngekos, arisan dilakukan di tempat wisata atau area publik. Mbak Lilik
menawarkan untuk arisan di Kebun Raya Purwodadi, yang berdekatan
dengan tempat kosnya. Langsung kita semua sepakat bulat. Setujuh...
*pake `h´ biar mantap :D*. hari baik sudah dipilih. 8 November kita
akan berkumpul lagi. Malam sebelum hari H. Saya, April dan Mbak Anik
janjian berangkat bareng naik bis. Setelah sholat subuh saya
memutuskan untuk tidur sejenak setelah begadang sampai dinihari. Jam 7
saya baru bangun lagi, padahal kita bertiga janjian jam 8 di Terminal
Bungurasih. Bagus. Padahal perjalanan dari rumah ke Bungurasih sekitar
1 jam. Saya langsung kirim SMS ke April kalau datang terlambat. Dalam
perjalanan ke tempat pangkalan bemo (angkot) Fauzi telfon kalau sudah
sampai lokasi. Langsung terbayang wajah capek Fauzi, yang habis memacu
motor kesayangannya Surabaya - Purwodadi. Hadooh. Saya memutuskan naik
taxi saja biar lebih cepat bisa lewat tol, 20 menit saja sampai
Bungurasih. Begitu Mbak Anik mengusulkan naik bis patas. Saya langsung
setuju. Fauzi... tunggu kita ya... Rencana saya mau melanjutkan tidur di
bis, lumayan 1,5 jam. Kamipun memilih tempat duduk paling belakang.
Sampai Porong saya terbangun karena Pak Sopir mengerem mendadak
berkali-kali. Ternyata kami terjebak macet dan kantuk saya hilang
sudah. Saya memilih  mengamati tanggul Porong sambil membalas SMS
Rahma yang juga sudah tiba di lokasi.
       Ketika sampai di Kebun Raya Purwodadi suasana sudah ramai.
Kebetulan ada acara gathering indofood dan rombongan Bromo Tour yang
baru datang. Di gerbang kami bertemu Mas Dayat dan Budi. Keduanya
memilih langsung masuk sementara kami bertiga tetap di tempat. Kami ke
kamar mandi dulu sekalian makan bakso, mbak Anik dan April sudah
kelaparan karena belum sarapan. Mohon maaf yang nunggu kita, daripada
nanti mereka berdua pingsan dan saya harus gendong mereka berdua. Gak
mungkin kan? Hehe. Begitu masuk ke Kebun Raya kita bertiga berdiri
lama dipinggir pertigaan. Pesan dari Rahma, "kalau ada pertigaan
pertama langsung belok kanan aja". Baru beberapa langkah dari pos
karcis, kami sudah sampai dipertigaan. Di rerumputan sebelah kanan
memang ada banyak rombongan yang lesehan diatas tikar. Tapi kok tidak
ada penampakan yang kita kenal. Daripada balik jalan, saya memilih
untuk diam ditempat :D. Saya telfon lagi Rahma untuk memastikan
lokasinya. Tiba-tiba ada makhluk biru berdiri dikejauhan. Saya telfon
Rahma kembali untuk memastikan apakah makhluk biru itu dia, eh tenyata
benar. Horey... horey... kita selamat. Halah. Lebay.
       Lega rasanya ketika kita naik ke hamparan rumput disambut
Jundi dan Rafa *duh.. hiperbola nih*. Mereka sudah duduk santai
ditambah dengan Pak Suhadi sekeluarga, Candra dan Lilik. Wah... ternyata
kita datang paling akhir. Malunya... hiks. Berhubung sudah masuk Dhuhur
kami memutuskan untuk sholat dahulu. Nah... ini dilemma buat kita.
Mushola terletak nun jauh didekat kamar mandi. Ini berarti harus
berjalan lagi ke dekat pintu masuk. Kebetulan saya dan Mbak Anik
bertugas menjaga tempat, lumayan bisa menselonjorkan kaki. Sementara
semua berjalan beriringan ke mushola, Budi, dayat dan Fauzi memilih
sholat di tempat. Budi dan Dayat kecapekkan karena sebelumnya bolak
balik 2 kali (pulang dan pergi maksudnya :P) kearah kamar mandi.
Kebetulan didekat kami ada pancuran. Budi dan dayat menyiapkan tempat
untuk sholat berjamaah. Sementara Fauzi ambil wudhu, lama tidak
kembali. Aku sempat deg-degan. Kemana nih anak? Tersesatkah? Tidak
berselang lama Fauzi telfon. Dia menemukan mushola yang lain,
lokasinya lebih dekat. Budi sudah tidak kuat jalan. Maka Dayat
menemani Budi berjamaah ditempat. Semenatara saya dan Mbak anik
ngobrol seru forum ibu-ibu. Masih terbayang wajah Budi yang bengong
mendengarkan percakapan kita, seusai dia sholat. Maafkan kami ya Nak
hihihi.
       Acara segera dimulai setelah semua berkumpul. Pembahasan
serius tapi santai tentang SK Jatim, juga rencana-rencana kita
kedepan. Sembari diskusi kita melahap makan siang dari Mbak Lilik.
Celetukan segar Budi sepanjang pertemuan membuat saya berjuang ekstra
menahan hasrat ke kamar kecil. Jaraknya yang jauh membuat saya segan
kesana. Saya pikir, nantilah sekalian saja dengan pulang. Kan searah
jalannya hehe. Kalau Bandung punya Pak Hadian, Surabaya ada Budi yang
sukses membuat pipi pegal ngikik maraton. Saya curiga mereka berdua
ini kembar yang sengaja dipisahkan. Piss... Pak Had :D.   Kebetulan juga
kita mendapat lokasi yang strategis. Beberapa pasangan memilih
`ngetem´ didekat kita. Pada awalnya saya tidak menyadari hal ini,
sampai Mbak Anik mencolek saya.
"Mereka tuh ngapain ya tiduran di rumput. Gak gatel ta?" Saya
mengikuti arah pandangan Mbak Anik kearah dua sejoli disebelah kanan
kita. Sayapun hanya bisa ngikik. Fauzi kemudian nimbrung kalau
gara-para pasangan itu, dia harus berpindah tempat. Yah mau gimana
lagi. namanya juga tempat umum mana bisa kita mengontrol yang berada
didekat kita. Yang saya kuatirkan hanya Rafa dan Jundi, sedari datang
mereka bermain dan berlarian bebas. Semoga saja mereka tidak melihat
pemandangan- pemandangan ajaib.
       Bagaimanapun, acara arisan ketiga ini tetap saja seru. Bukan
arisan biasa. Tak salah kalau saya ingin menyebutnya arisan seru hehe.
Selalu meninggalkan banyak kesan yang tak terlupakan. Dan yang paling
berkesan cerita Candra di FB, sewaktu pulang dia menyempatkan untuk
naik kereta kelinci bareng Rahma dan Lilik. Huaa... aku lupa. Waktu awal
datang dah niat pengen naik kereta kelinci. Ya sudah lah. Lain waktu
semoga bisa naik kereta kelinci hehe. Eh... bulan desember arisan kita
di Malang, Budi yang dapet arisan. Hmm... Budi kan ngekos. Wah... kemana
kita nanti ya? Berhubung Budi belum menentukan hari baik dan lokasi
arisan. Jadi penasaran nih. Budi... aku menunggu kejutanmu. Yang mungkin
desember ada rencana ke jatim kabar-kabar ya, siapa tahu bisa ikut
arisan seru kita ;)

Sugeanti Madyoningrum (Ugik)
YM : sinkzuee
http://ugik. multiply. com
Ketika kata tak bisa terucap, maka tinta yang akan menorehkannya

------------ --------- --------- ------

Yahoo! Groups Links

Mencari semua teman di Yahoo! Messenger? Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/
7c.

Re: [Kelana] Arisan Seru

Posted by: "Hadian Febrianto" hadianf@gmail.com   hadian.kasep

Tue Nov 10, 2009 8:00 pm (PST)



hehehe.... sukses jadi propokator...

Daerah lain pada gerah ingin ngumpul juga tuh...
Tandanya, pengurus kita adakan event yuk!

Bandung mau ngumpul? nanti aja yah... (padahal mah pengen juga)

2009/11/11 hemi wati <zahr_nibroos@yahoo.com>

>
>
>
> ayo... jogja kpn kumpul......??
>
> --- Pada *Sel, 10/11/09, Nia Robie' <musimbunga@gmail.com>* menulis:
>
>
>
> bikin iri :D
>
> ayo sk bogor kumpul2 lagi ;)
>
> *celingak celinguk.. pada kemana ya?
>
> Pada 9 November 2009 18:52, Sugeanti Madyoningrum <ugikmadyo@gmail. com<http://id.mc765.mail.yahoo.com/mc/compose?to=ugikmadyo@gmail.com>
> > menulis:
>
>> Arisan Seru
>>
>>
>> Ssttt… SK jatim punya acara sebulan sekali loh. Ada kumpul-kumpul,
>> ada jalan-jalan dan yang pasti makan-makan. Kayaknya seneng-seneng
>> saja ya? Tapi tidak. Setiap akhir pertemuan kita selalu membawa
>> pulang 'sesuatu' yang insyaAllah lebih baik dari sebelumnya. Dan yang
>> pasti jalinan silaturahim kita jadi semakin kuat. Kenapa sih ada
>> arisan segala? Seperti Mak-Mak saja. Awalnya arisan ini dilakukan
>> tanpa sengaja. Berawal dari acara buka puasa bersama di rumah Pak
>> Suhadi pada bulan Agustus. Setelah ngobrol panjang lebar. Baru
>> ketahuan kalau sebenarnya anggota SK Jatim itu banyak. Hanya saja
>> mayoritas pasif di milist. Sebenarnya mereka sering 'main' ke milist,
>> tapi hanya sekedar membaca saja.
>> Mbak Siwi melontarkan ide bikin arisan, sehingga setiap sebulan
>> sekali kita bisa bertemu secara rutin. Meski kita tidak bisa bertemu
>> di dunia maya, paling tidak kita bisa bertemu di dunia nyata. Untuk
>> lebih mengenal sosok satu dengan yang lain. Kita sepakati uang arisan
>> sebesar sepuluh ribu sebagai biaya konsumsi, agar tidak memberatkan
>> tuan rumah. Bagi yang menerima arisan maka dialah yang akan menjadi
>> tuan rumah bulan depan. Sampai dengan bulan ini sudah arisan ke 3
>> kalinya. Setiap kali arisan saya selalu mempunyai kisah yang seru.
>> Arisan kedua dirumah Mbak Wiwik di Krian. Saya berboncengan
>> dengan April, mengikuti Mbak Siwi yang memacu kencang motornya.
>> Meskipun harus berusaha keras melawan angin kencang, tapi perjalanan
>> terasa menyenangkan. Mata ini terhibur oleh hamparan sawah dan sosok
>> gunung yang menjulang dikejauhan. Apalagi ketika sampai di rumah Mbak
>> Wiwik. Rumahnya teduh dengan berbagai pohon di halaman depan dan
>> belakang rumah yang luas. Sayang sekali waktu itu belum musim mangga,
>> sayapun hanya bisa menahan liur menatap mangga-mangga kecil yang
>> bergantungan. Kalaupun sudah musim mangga, mungkin kita memilih arisan
>> dibawah pohon mangga sambil membawa pisau tiap orang. Wadyuh… kasihan
>> Mbak wiwik nanti nggak kebagian mangga hehe.
>> Sewaktu pulang sempat terjadi salah komunikasi antara saya dan Mbak
>> Siwi. Ketika mau pulang mbak Siwi sudah berpesan
>> "Nanti mampir POM dulu ya. Bensinku mepet."
>> "Ok Mbak." Sayapun memilih untuk 'berjalan' dibelakang Mbak Siwi.
>> Tengah asyik melaju kencang, tiba-tiba Mbak Siwi berhenti.
>> Saya pikir Mbak Siwi terima telfon atau membetulkan tas. Saya yang
>> terlanjur kencang tidak mungkin rem mendadak. Akhirnya saya salip
>> sambil mengurangi kecepatan pelan-pelan. Merasa Mbak Siwi lama tidak
>> menyusul, kami putuskan berhenti. Kami tunggu 5 menit tidak muncul
>> juga. Kami mulai was-was. April menghubungi mbak Siwi nada sibuk yang
>> membalas. Jangan-jangan ada masalah dengan motornya. Kami putuskan
>> putar balik. Tiba-tiba terlihat motor Mbak Siwi melaju kencang.
>> Berhubung jalan ramai saya tidak bisa langsung putar balik. Saya
>> tanjap gas maksimal mengejar setelah berada dijalur yang sama. Sayang
>> mbak Siwi sudah tidak kelihatan. Kita memutuskan untuk melambat di
>> setiap SPBU tapi hasilnya nihil. Sayapun melaju lebih kencang untuk
>> menyusul. Berhubung angin kencang dan kami hampir jatuh 'dipukul'
>> angin. Sayapun memutuskan untuk mengurangi kecepatan dan berdoa
>> sepanjang jalan semoga Mbak Siwi baik-baik saja. Baru ketika sampai
>> Surabaya saya SMS Mbak Siwi. Ternyata beliau berhenti mendadak untuk
>> beli bensin eceran di pinggir jalan karena kuatir tidak akan cukup
>> sampai SPBU terdekat. Mbak Siwi mengira sudah saya tinggal maka beliau
>> memacu kencang motornya. Kami cuma bisa ketawa saja dengan
>> kesalahapamanan ini.
>> Pada waktu masuk surabaya saya dan april mengalami insiden
>> konyol. Kami memilih memutar lewat jl Akhmad Yani. Siapa tahu masih
>> bisa bertemu Mbak Siwi. Berhubung bensin mepet, saya mengisi bensin
>> disalah satu ruasnya. Ketika akan masuk antrian, April tidak bisa
>> turun dari motor, kakinya kesemutan. Setelah berusaha untuk kedua kali
>> akhirnya April bisa turun. Saya tak bisa menahan ketawa melihat April
>> terhuyung-huyung, begitu juga dengan april. Setelah puas ketawa
>> berdua. Giliran saya bermasalah. Saya kesulitan turun dan melepas
>> sarung tangan karena paha dan telapak tangan kesemutan. Wadyuh kualat
>> nih. Bukannya berusaha mengatasi masalah kita berdua malah ketawa-tawa
>> sendiri. Setalah isi bensin kita putuskan untuk istirahat sejenak.
>> Nongkrong di SPBU sambil ngobrol dan ngikik-ngikik mengenang kedodolan
>> kita barusan. Hiya… mengenang :">.
>> Ternyata arisan bulan ini juga seru. Kebetulan yang dapet
>> arisan Mbak Lilik. Sesuai kesepakatan awal. Kalau yang dapat masih
>> ngekos, arisan dilakukan di tempat wisata atau area publik. Mbak Lilik
>> menawarkan untuk arisan di Kebun Raya Purwodadi, yang berdekatan
>> dengan tempat kosnya. Langsung kita semua sepakat bulat. Setujuh…
>> *pake 'h' biar mantap :D*. hari baik sudah dipilih. 8 November kita
>> akan berkumpul lagi. Malam sebelum hari H. Saya, April dan Mbak Anik
>> janjian berangkat bareng naik bis. Setelah sholat subuh saya
>> memutuskan untuk tidur sejenak setelah begadang sampai dinihari. Jam 7
>> saya baru bangun lagi, padahal kita bertiga janjian jam 8 di Terminal
>> Bungurasih. Bagus. Padahal perjalanan dari rumah ke Bungurasih sekitar
>> 1 jam. Saya langsung kirim SMS ke April kalau datang terlambat. Dalam
>> perjalanan ke tempat pangkalan bemo (angkot) Fauzi telfon kalau sudah
>> sampai lokasi. Langsung terbayang wajah capek Fauzi, yang habis memacu
>> motor kesayangannya Surabaya - Purwodadi. Hadooh. Saya memutuskan naik
>> taxi saja biar lebih cepat bisa lewat tol, 20 menit saja sampai
>> Bungurasih. Begitu Mbak Anik mengusulkan naik bis patas. Saya langsung
>> setuju. Fauzi… tunggu kita ya… Rencana saya mau melanjutkan tidur di
>> bis, lumayan 1,5 jam. Kamipun memilih tempat duduk paling belakang.
>> Sampai Porong saya terbangun karena Pak Sopir mengerem mendadak
>> berkali-kali. Ternyata kami terjebak macet dan kantuk saya hilang
>> sudah. Saya memilih mengamati tanggul Porong sambil membalas SMS
>> Rahma yang juga sudah tiba di lokasi.
>> Ketika sampai di Kebun Raya Purwodadi suasana sudah ramai.
>> Kebetulan ada acara gathering indofood dan rombongan Bromo Tour yang
>> baru datang. Di gerbang kami bertemu Mas Dayat dan Budi. Keduanya
>> memilih langsung masuk sementara kami bertiga tetap di tempat. Kami ke
>> kamar mandi dulu sekalian makan bakso, mbak Anik dan April sudah
>> kelaparan karena belum sarapan. Mohon maaf yang nunggu kita, daripada
>> nanti mereka berdua pingsan dan saya harus gendong mereka berdua. Gak
>> mungkin kan? Hehe. Begitu masuk ke Kebun Raya kita bertiga berdiri
>> lama dipinggir pertigaan. Pesan dari Rahma, "kalau ada pertigaan
>> pertama langsung belok kanan aja". Baru beberapa langkah dari pos
>> karcis, kami sudah sampai dipertigaan. Di rerumputan sebelah kanan
>> memang ada banyak rombongan yang lesehan diatas tikar. Tapi kok tidak
>> ada penampakan yang kita kenal. Daripada balik jalan, saya memilih
>> untuk diam ditempat :D. Saya telfon lagi Rahma untuk memastikan
>> lokasinya. Tiba-tiba ada makhluk biru berdiri dikejauhan. Saya telfon
>> Rahma kembali untuk memastikan apakah makhluk biru itu dia, eh tenyata
>> benar. Horey… horey… kita selamat. Halah. Lebay.
>> Lega rasanya ketika kita naik ke hamparan rumput disambut
>> Jundi dan Rafa *duh.. hiperbola nih*. Mereka sudah duduk santai
>> ditambah dengan Pak Suhadi sekeluarga, Candra dan Lilik. Wah… ternyata
>> kita datang paling akhir. Malunya… hiks. Berhubung sudah masuk Dhuhur
>> kami memutuskan untuk sholat dahulu. Nah… ini dilemma buat kita.
>> Mushola terletak nun jauh didekat kamar mandi. Ini berarti harus
>> berjalan lagi ke dekat pintu masuk. Kebetulan saya dan Mbak Anik
>> bertugas menjaga tempat, lumayan bisa menselonjorkan kaki. Sementara
>> semua berjalan beriringan ke mushola, Budi, dayat dan Fauzi memilih
>> sholat di tempat. Budi dan Dayat kecapekkan karena sebelumnya bolak
>> balik 2 kali (pulang dan pergi maksudnya :P) kearah kamar mandi.
>> Kebetulan didekat kami ada pancuran. Budi dan dayat menyiapkan tempat
>> untuk sholat berjamaah. Sementara Fauzi ambil wudhu, lama tidak
>> kembali. Aku sempat deg-degan. Kemana nih anak? Tersesatkah? Tidak
>> berselang lama Fauzi telfon. Dia menemukan mushola yang lain,
>> lokasinya lebih dekat. Budi sudah tidak kuat jalan. Maka Dayat
>> menemani Budi berjamaah ditempat. Semenatara saya dan Mbak anik
>> ngobrol seru forum ibu-ibu. Masih terbayang wajah Budi yang bengong
>> mendengarkan percakapan kita, seusai dia sholat. Maafkan kami ya Nak
>> hihihi.
>> Acara segera dimulai setelah semua berkumpul. Pembahasan
>> serius tapi santai tentang SK Jatim, juga rencana-rencana kita
>> kedepan. Sembari diskusi kita melahap makan siang dari Mbak Lilik.
>> Celetukan segar Budi sepanjang pertemuan membuat saya berjuang ekstra
>> menahan hasrat ke kamar kecil. Jaraknya yang jauh membuat saya segan
>> kesana. Saya pikir, nantilah sekalian saja dengan pulang. Kan searah
>> jalannya hehe. Kalau Bandung punya Pak Hadian, Surabaya ada Budi yang
>> sukses membuat pipi pegal ngikik maraton. Saya curiga mereka berdua
>> ini kembar yang sengaja dipisahkan. Piss… Pak Had :D. Kebetulan juga
>> kita mendapat lokasi yang strategis. Beberapa pasangan memilih
>> 'ngetem' didekat kita. Pada awalnya saya tidak menyadari hal ini,
>> sampai Mbak Anik mencolek saya.
>> "Mereka tuh ngapain ya tiduran di rumput. Gak gatel ta?" Saya
>> mengikuti arah pandangan Mbak Anik kearah dua sejoli disebelah kanan
>> kita. Sayapun hanya bisa ngikik. Fauzi kemudian nimbrung kalau
>> gara-para pasangan itu, dia harus berpindah tempat. Yah mau gimana
>> lagi. namanya juga tempat umum mana bisa kita mengontrol yang berada
>> didekat kita. Yang saya kuatirkan hanya Rafa dan Jundi, sedari datang
>> mereka bermain dan berlarian bebas. Semoga saja mereka tidak melihat
>> pemandangan- pemandangan ajaib.
>> Bagaimanapun, acara arisan ketiga ini tetap saja seru. Bukan
>> arisan biasa. Tak salah kalau saya ingin menyebutnya arisan seru hehe.
>> Selalu meninggalkan banyak kesan yang tak terlupakan. Dan yang paling
>> berkesan cerita Candra di FB, sewaktu pulang dia menyempatkan untuk
>> naik kereta kelinci bareng Rahma dan Lilik. Huaa… aku lupa. Waktu awal
>> datang dah niat pengen naik kereta kelinci. Ya sudah lah. Lain waktu
>> semoga bisa naik kereta kelinci hehe. Eh… bulan desember arisan kita
>> di Malang, Budi yang dapet arisan. Hmm… Budi kan ngekos. Wah… kemana
>> kita nanti ya? Berhubung Budi belum menentukan hari baik dan lokasi
>> arisan. Jadi penasaran nih. Budi… aku menunggu kejutanmu. Yang mungkin
>> desember ada rencana ke jatim kabar-kabar ya, siapa tahu bisa ikut
>> arisan seru kita ;)
>>
>>
>> Sugeanti Madyoningrum (Ugik)
>> YM : sinkzuee
>> http://ugik. multiply. com <http://ugik.multiply.com/>
>> Ketika kata tak bisa terucap, maka tinta yang akan menorehkannya
>>
>>
>> ------------ --------- --------- ------
>>
>> Yahoo! Groups Links
>>
>>
>> sekolah-kehidupan- fullfeatured@ yahoogroups. com<http://id.mc765.mail.yahoo.com/mc/compose?to=sekolah-kehidupan-fullfeatured@yahoogroups.com>
>>
>>
>
> ------------------------------
> Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang
> Lebih Cepat hari ini! <http://id.mail.yahoo.com>
>
>

--
Regards,
Hadian Febrianto, S.Si
PT SAGA VISI PARIPURNA
Jl. PHH Musthofa no.39
Surapati Core Blok K-7 Bandung
Ph: (+6222) 8724 1434
Fax: (+6222) 8724 1435
8a.

Re: [catcil] Konsekuensi Sebuah Pilihan

Posted by: "Nia Robie'" musimbunga@gmail.com

Tue Nov 10, 2009 8:12 am (PST)



ahahaha..
serius ketawa baca coment ini :D

2009/11/9 anty th <anty_th@yahoo.com>

>
>
> Semangat ya anakku
> Emak akan selalu memberikan pelukan hangat dan senyuman manis di tengah
> penatmu
> (huehehe)
>
> Ayo Novi .............
> Semangat .............
>
> Smoga mbak mu ini juga bisa kembali ke bangu kuliah
> Hua........ pengen........
> hiks hiks
>
> salam sayang
> E M A K
>
>
>
8b.

Re: [catcil] Konsekuensi Sebuah Pilihan

Posted by: "zaenal" zaen_01@yahoo.com   zaen_01

Tue Nov 10, 2009 5:01 pm (PST)



jadi ingat kata-kata mbah marijan...
urip kudu roso, roso....roso...roso!!!
(hidup harus kuat, kuat...kuat...kuat!!!)

sebuah pilihan memang punya konsekuensi,
dalam hidup ini emang banyak pilihan.
seperti kita milih barang / makanan yang kita beli juga.. kadang tidak semua seseuai dengan apa yang tubuh /diri kita butuhkan.
begitu juga saat milih mau naik ojek / taksi....hehehe

dulu aku gak kuat menghadapi apa yang aku pilih, yaitu kuliah lagi, karena tiap hari senin-sabtu harus bolak balik naik motor antara kota tahu dengan kota kembang, jalan yang penuh berbelok dengan banyak kendaraan besar. akupun memutuskan untuk menunda kuliahku saat itu.

Minta doanya semoga bisa kuliah lagi....

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, novi khansa' <novi_ningsih@...> wrote:
>
>
>
> Aku menarik napas, fuuuh... rasanya benar-benar nggak mungkin.
>
> Segera ku-SMS teman sekelompokku, kalau hari ini kami nggak akan bisa presentasi. Kerjaanku belum beres, tugas kuliah juga belum beres. Aaaah, kini aku harus zalim sama temanku. Aku nggak akan merasa seberat ini kalau tugas ini hanya milikku, tapi aku akan sangat merasa bersalah karena tugas ini adalah milik bersama.

9.

Sharing LOA: Jalanan Lancar, Pas Waktunya!

Posted by: "arifin yoshodharmo" arifiny2567@yahoo.com   arifiny2567

Tue Nov 10, 2009 5:05 pm (PST)



Dear All
Sekedar sharing
belajar menulis nich...

Kemarin saya service Camera Canon 20D saya di Data Script
Cuma cleaning sensor aja sich
Hari ini bisa diambil
ternyata saya agak telat,
Kantor mereka di Kemayoran tutup jam 5
berangkat dari Tomang Raya jam 4 lewat dikit
padahal barusan hujan...
Dan kadang-kadang, mereka Disiplin sekali soal tutup ini
Bahkan sebelum teng jam 5, kadang-kadang sudah tidak mau terima customer lagi...

Ya sudah, dari mau berangkat, sudah mulai nyebut-nyebuut
"Semoga lancar... Semoga lancar..."
Tuhan, lancarkan jalanku....
Tolong supaya Pas, masih bisa ambil itu kamera, soalnya besok mau dipakai buat motret...

Lalu take action
segera ngebuut...!
Yang pernah naik mobil saya, tentunya sudah merasakan gaya menyetir saya...!

Dan ternyata....Puji Syukurr... Alhamdullilahh
Sampai kesana, pas masih buka
Pas tinggal melayani 1 orang lagi
(Padahal, biasanya masih banyak yg ngantri)
So, setelah ambil nomer, nunggu sebentar..
langsung dilayani oleh Customer Service yang manis
Bayar Rp. 175.000,-
Dan here I am, lagi nyiapin kamera buat motret besok

Thanks GOD!
Kau tahu yang kuperlu....
Semua indah pada waktu-NYA...

 Arifin Yoshodharmo, SE., MMSI., M.Com(IS), C.Ht.. QT
(C.Ht. = Certified Hypnotherapist)
(QT = Quantum Touch-er)
Photographer, Trainer,
Hypnotherapist, Energy Healer 
& Life Consultant
SMS : 085678 098 48
http://arifinyes.multiply.com/

__________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
10.

(Resensi) Meroket Bersama Baca-Tulis

Posted by: "radinal88" radinal88@yahoo.co.id   radinal88

Tue Nov 10, 2009 5:07 pm (PST)



Sejak pertama kali di launching, saya sempat bertanya-tanya tentang buku yang satu ini. Begitu banyak orang yang membicarakannya. Dan yang paling saya ikuti adalah catatan-catatan facebook tentang keistimewaan buku ini. Begitu banyak yang mendapatkan inspirasi dan kekuatan setelah membacanya. Benarkah demikian? kira-kira begitu tanya saya dalam hati.

Kemudian, saya melihat persediaan uang, apakah mencukupi. Ternyata cukup, namun sayang, tiba-tiba adik saya yang perempuan menelepon karena biaya sekolahnya yang belum kubayar. Buku yang sempat telah melayang-layang dalam pikiranku, kemudian hilang dengan seketika!

"Selalu ada jalan untuk sebuah kemauan!" hal tersebutlah yang saya pahami ketika akhirnya saya dapat membeli buku ini. Pulsa yang saya jual laku keras, hingga akhirnya uang modal pulsa tersebut saya gunakan untuk membeli buku ini terlebih dahulu.

Saya tidak tahu berapa harga pastinya, karena pada saat itu saya membeli beberapa buku. Seingat saya, uang yang habis untuk membeli buku-buku tersebut lebih dari 300 ribu. Semoga menjadi investasi, sebagaimana dikatakan Tung Desem Waringin, leher ke atas yang sangat berdampak besar bagi kesuksesan saya.

Buku tersebut adalah MENGIKAT MAKNA UPDATE karya HERNOWO

******

"Modal utama saya menulis, sepertinya, hanya membaca!" (Hernowo, MENGIKAT MAKNA UPDATE, halaman 145)

Kutipan diatas merupakan kutipan yang paling saya suka dalam buku 216 halaman ini. Sebagaimana yang telah saya tuliskan dalam catatan impian saya, SAYA, MENULIS DAN IMPIAN, impian terbesar saya adalah menjadi penulis sekaligus, dalam bahasanya Hernowo, pengajak sebanyak mungkin manusia untuk mencicipi surga, membaca dan menulis. Dan tentulah, kata-kata dari beliau tersebut sangat berbekas dalam ingatan saya.

Pada awalnya, saya trauma ketika melihat beberapa gambar yang ada di awal buku tersebut. Gambar pertama adalah mengenai problem-problem menulis dan membaca seperti, menulis bagaikan beban, membaca sebagai siksaan, frustasi setiap kali menulis, tidak percaya diri menulis, gagap dalam menyampaikan pendapat, membaca sia-sia alias tidak ada hasilnya dan lain sebagainya. Gambar kedua adalah ketika saya melihat tawaran yang dipaparkan sepanjang halaman buku ini yaitu menulis dengan ringan dan senang, membaca dengan nikmat, membaca dan menulis dengan perasaan bahagia, membaca dan menulis dengan berdaya, menulis dengan kesabaran, menulis dengan penuh percaya diri dan lain sebagainya. Saya trauma karena telah berkali-kali tertipu dengan bacaan-bacaan, meminjam istilah dalam buku ini, yang beracun alias tidak bergizi.

Namun, sungguh, dahsyat. Saya tidak tertipu dengan buku ini. Buku ini telah lunas membayar perjuangan saya untuk membelinya. Dalam menuliskan catatan ini pun, merupakan usaha saya untuk, sebagaimana ditulis dalam halaman 39, membagikan manfaat dari buku bacaan saya, saya menuliskannya dengan penuh ceria, kesenangan, dan suka karena telah menemukan kunci surga yang hilang.

Hal apa yang paling menarik perhatian saya?

pertama adalah kisah hidup pak Hernowo itu sendiri. Dalam pengantar buku ini, President Director Kelompok Mizan, Haidar Bagir menuliskan pengamatannya terhadap perkembangan pak Hernowo. Saya mengikuti dari waktu ke waktu betapa sahabat saya, meski memang sudah bertabiat reflektif sejak awalnya, bermetamorfosis dari seorang mahasiswa pintar dan "ngepop" yang tidak bisa dibilang fasih berbicara, tak juga terampil menulis untuk mengungkapkan dirinya, menjadi bukan saja seorang pelahap buku-buku apa saja dan penulis yang amat prolifik, bahkan menjadi pelatih kemampuan baca-tulis yang amat fasih, nyaris tak ada bandingnya di negeri ini.

Tidak hanya itu, Pak Hernowo sendiri mengakui hal tersebut di halaman 145. Beliau menuliskan bahwa ingin saya akui di sini bahwa sejak saya menemukan bentuk atau pola kegiatan memadukan kegiatan membaca dan menulis yang saya namakan "mengikat makna", saya menjadi sangat "rakus" sekali dalam membaca. Buku apa saja saya baca. Saya senantiasa mencari buku-buku yang dapat memenuhi rasa "lapar" saya. Memang, pada saat-saat awal saya menerapkan "mengikat makna", yang membangkitkan "kerakusan" membaca saya itu, saya agak serabutan dalam memilih dan kemudian menentukan buku yang akan saya baca. Saya ingin mencicipi semua buku yang belum pernah saya baca. Saya benar-benar diberdayakan oleh "mengikat makna" ini. Dan saya kain bahwa apa yang saya lakukan ini, memadukan membaca dan menulis dalam satu paket kegiatan, juga dilakukan oleh orang lain.
Kesimpulannya, tidak ada penulis yang tiba-tiba menjadi penulis besar. Penulis besar bermula dari penulis pemula. Ralph Waldo Emerson mengatakan Every artist was first an amateur, Setiap artis pada awalnya hanyalah seorang amatir. Dan saya ingin mengikuti langkah Pak Hernowo dalam beberapa tulisannya di buku ini, dengan mengubah kata artis menjadi penulis, Every writer was first an amateur, setiap penulis pada awalnya hanyalah seorang amatir.

kedua adalah gaya penulisan yang, menurut saya, benar-benar mengajak saya untuk membaca buku. Disetiap lembaran tulisannya, pak Hernowo selalu saja merekomendasikan beberapa buku yang 'bergizi' untuk dibaca. Beliau juga memaparkan tentang gizi-gizi dari buku yang beliau rekomendasikan tersebut.

Kesimpulannya, buku ini memang benar-benar memancing saya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas membaca saya. Karena dengan membacalah, kita dapat merasakan kasih sayang Tuhan yang begitu luar biasa melimpahnya di Jagat Raya ini. (halaman 92-101)

ketiga, alternatif-alternatif yang ditawarkan. Dalam salah satu halamannya, beliau mengatakan bahwa Membaca tidaklah harus selalu membaca buku. Membaca teks tidak harus membaca buku. Membaca teks dapat dilakukan dengan membaca koran, majalah, atau internet. Dapat membaca sebuah buku tentu akan lebih baik, apalagi jika ada buku yang benar-benar dapat membangkitkan gairah membaca. Hanya, tidak selamanya buku yang membangkitkan gairah membaca itu tersedia. Oleh karena itu, variasikanlah bahan bacaan. Sekali lagi, membaca teks tidak harus membaca buku. Teks di sekitar kita, yang tidak disediakan oleh buku, begitu melimpah!"

Luar biasa bukan? maka membacalah, membacalah, membacalah!!! menulislah, menulislah, menulislah, karena membaca dan menulis bagaikan sepasang suami-istri yang, dalam kesehariannya, masing-masing beraktivitas secara komplementer. Membaca akan menjadikan kegiatan yang efektif apabila disetai menuliskan hal-hal yang terbaca. Begitupun sebaliknya; menulis akan menjadi kegiatan yang efektif apabila didampingi oleh membaca. Dua aktivitas intelektual ini, yaitu membaca dan menulis, memang bisa dilakukan oleh siapa saja dan di mana saja. Namun, menggabungkan dua aktivitas tersebut secara bersamaan dan saling mendukung belum tentu dapat dilakukan setiap orang.(halaman 116)

Tentulah, tiga hal diatas tidak cukup untuk mewakili apa yang saya dapatkan dalam buku ini. Perlu berlembar-lembar untuk menuliskannya. Namun yang perlu saya tekankan adalah, sungguh, saya tidak menyesal membeli buku ini karena benar-benar bergizi dan Pak Hernowo, sukses membawa saya menjadi seorang pembelajar, yang terus membaca dan menulis.

Judul : Mengikat Makna Update
Penulis : Hernowo
Penerbit : Kaifa
Tahun : 2009

: Catatan Membaca Radinal Mukhtar Harahap
http://kumpulan-q.blogspot.com
http://be-excellent-santri.blogspot.com

11a.

[catcil] Bisa Pas Gitu, ya.. :D

Posted by: "Novi Khansa" novi_ningsih@yahoo.com   novi_ningsih

Tue Nov 10, 2009 5:48 pm (PST)



Setelah segalanya beres dan siap, aku pun berangkat ke kantor. Aku memang bekerja di rumah, tapi ada kalanya aku harus berangkat ke kantor klien untuk mengantar atau finishing naskah.

Kepalaku masih berat, mengantuk pastinya. Kalau sedang deadline, berhari-hari jam tidurku tidak teratur. Mau "balas dendam" berapa jam pun di kala pagi atau siang, tetap saja tak terbalaskan tidur malam yang begitu nikmat ~_~

Tapi, emang dasar kalau ngantuk tak tertahankan, aku bisa dengan mudah tidur di metro mini, angkot, kereta, bus, dll... Sebelum tidur kalau emang niat alias nggak ketiduran, aku baca doa dulu, tapi kalau nggak niat, nggak sadar aja, tahu-tahu udah tidur. Apesnya kalau nggak kebablasan, bengong-bengong nggak jelas. Jadi, kayaknya untuk mengantisipasi, selain baca doa untuk perjalanan, juga baca doa tidur ketika naik angkot. hihihi... :D

Ketika sampai stasiun, kereta AC ekonomi baru saja pergi. Aku membeli karcis AC ekonomi karena kata si bapak penjual karcis yang datang berikutnya AC ekonomi.... tapi, nggak berapa lama nunggu ternyata yang datang kereta AC biasa. Aku pun kembali menanti... yah, santai aja, deh... nggak usah buru-buru, kondisi fisik lagi lelah, euy.

Akhirnya, kereta AC ekonomi pun datang dan lengang... Asyik, deh... nyaman dan seger, halah, norak banget, sih, biasa naik kereta ekonomi biasa :P.
Saat naik kereta itu aku sempat berpikir, hmmm, apa aku turun di stasiun UI aja, mau tidur dulu, lumayan kan kalau sampai stasiun UI itu sekitar 9 stasiun. Ngantuk berat, hmmm tapi kan aku udah ditunggu temanku, fleksibel, sih waktunya, tapi aku musti turun di stasiun Lenteng. Kalau turun di UI naik angkot ke lokasi malah kejauhan... *_*

Kereta berjalan normal sampai stasiun cawang, kalibata, hingga aku lupa antara stasiun pasar minggu atau pasar minggu baru, kereta berhenti. Hmmm, aku pun coba terlelap sesaat, ketika bangun, masih jauh perjalanan. Lha, kok... belum sampai juga...

Aku nggak tahu persis, kereta sempat berhenti berapa kali di antara stasiun-stasiun itu. Berhentinya kereta dimungkinkan ngantri dengan kereta yang ada di depannya atau biasanya di stasiun Pasar Minggu, minggir sebentar karena kereta Express mau lewat.

Yang jelas, aku jadi sempat tidur dengan nyamannya hingga akhirnya tidak perlu nambah stasiun, hehe... Segaaar...

Jadi lucu sendiri, udah dari awal niat untuk berlama-lama di atas kereta dan terkabulkan tanpa harus nambah stasiun karena terjadi bukan karena kehendak aku, hihihi... bisa pas gitu, ya :D

Salam Pagi
Semangat Pagi

Novi ^_^

11b.

Re: [catcil] Bisa Pas Gitu, ya.. :D >> mbak Nop

Posted by: "APRILLIA" april_reto@yahoo.com   april_reto

Tue Nov 10, 2009 7:50 pm (PST)



bilang aja kalau dulu punya cita-cita jadi masinis, so betah di kereta kikikikikkikiki

semangat!

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "Novi Khansa" <novi_ningsih@...> wrote:
>
> Setelah segalanya beres dan siap, aku pun berangkat ke kantor. Aku memang bekerja di rumah, tapi ada kalanya aku harus berangkat ke kantor klien untuk mengantar atau finishing naskah.

12.

[mimbar] Khitbah

Posted by: "Mujiarto Karuk" mkaruk@yahoo.com   mkaruk

Tue Nov 10, 2009 6:01 pm (PST)





Assalamualaikum
wr. wb.

Bissmillahirrohmaanirrohiim,

 

"Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang
wanita-wanita itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikan (keinginan mengawini
mereka) dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka,
dalam pada itu janganlah kamu mengadakan janji kawin dengan mereka secara
rahasia, kecuali sekedar mengucapkan (kepada mereka) perkataan yang makruf. Dan
janganlah kamu berazam (bertetap hati) untuk berakad nikah, sebelum habis
idahnya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu;
maka takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyantun". QS. Al-Baqarah (2) ayat 235.

 

Khitbah
adalah permintaan resmi yang disampaikan pihak laki-laki kepada pihak wanita
dengan tujuan yang jelas yaitu menikahinya, hukumnya sunnah dan tidak ada
persyaratan khusus didalamnya, yang penting adalah maksud dari pihak laki-laki
tersebut bisa tercapai dengan baik, disamping itu khitbah juga merupakan sarana
pihak laki-laki untuk mengenal pihak wanita lebih lanjut untuk melihat wanita
tersebut sebatas yang diperbolehkan dalam Islam, bahkan sebelum menyatakan
khitbah secara resmi, dalam riwayat Mughirah bin Syu'bah ketika hendak
melakukan khitbah kepada seorang wanita, Rasulullah. saw menasehatinya "Lihatlah
dulu, itu lebih baik dan akan bisa mendatangkan rasa cinta di antara
kalian" (H.R. Ashabussunan).

Dalam ajaran Islam hanya diajarkan sampai khitbah dan tidak ada tambahan ritual
lain seperti tukar cincin, selamatan dll, walau sudah melaksanakan khitbah
karena belum tentu berakhir ke jenjang pernikahan, dan baik pihak wanita maupun
pihak laki laki harus tetap menjaga batasan-batasan yang telah ditentukan oleh
syariat, setelah khitbah disetujui, sebaiknya keluarga kedua pihak
bermusyawarah mengenai rencana selanjutnya kapan dan bagaimana walimah
dilangsungkan.

 

Dalam
proses khitbah pihak laki laki boleh saja datang melamar secara sendirian,
karena baik musyawarah dan silaturrahim merupakan bagian dari ajaran Islam maka
lebih baik ketika proses khitbah pihak laki laki bersama-sama dengan orangtua
dan juga disertai beberapa famili lainnya agar dapat memperlancar proses
khitbah tersebut.

 

Dan
Khitbah tersebut baru sah jika ada kesepakatan yang berlandaskan keridhaan dari
masing - masing pihak, selain itu, khitbah juga harus ditujukan kepada wanita
yang memang sah untuk dinikahi, jika tidak, maka khitbah atau lamarannya
menjadi batal.

 

Jika
khitbah atau lamaran sudah dilakukan sebaiknya jarak dengan akad tidak terlalu
lama, hal itu untuk menjaga fitnah, untuk menjaga diri dari maksiat, serta
untuk memberikan kepastian, walau tidak ada batasan secara syar´I, berapa lama
maksimal jarak antara khitbah dan akad, akan tetapi itu semua untuk menjaga
kepatutan, dan jalinan silaturahim terhadap pihak pihak lain.

Seandainya bila jarak antara khitbah dan akad nikah terpaksa jaraknya
sedemikian lama, keduanya harus tetap berpegang pada rambu-rambu syariat,
diantaranya :

Pertama, karena khitbah bukanlah akad, maka pihak yang
mengkhitbah dan yang dikhitbah masih sama - sama tidak syah, mereka belum
menjadi pasangan suami isteri sehingga tidak boleh melakukan ikhtilath, tidak
boleh bersentuhan, khalwat, atau menyepi berdua tanpa disertai mahram,
sebagaimana Nabi bersabda yang artinya :

 

"Tidak
boleh seorang laki laki berduaan dengan seorang wanita kecuali disertai
mahramnya. (HR. Bukhari)

 

Kedua, selama dalam kondisi dipinang, maka si wanita tidak boleh
menerima lamaran laki-laki lain kecuali kalau lamaran sebelumnya batal,
sebagaimana hadits Nabi saw yang artinya: "Tidak boleh salah seorang di
antara kalian melamar wanita yang telah dilamar oleh orang lain." (HR
Malik)

 

Hikmah
khitbah diantaranya memberikan peluang kepada kedua belah pihak baik laki laki
maupun wanita untuk mengetahui dari segi agama dan akhlak masing masing, karena
cinta sebelum khitbah adalah merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah yang telah
diberikan kepada seluruh ciptaan Nya baik seorang laki - laki maupun seorang
wanita untuk saling mencintai dan dari padanya akan terbentuk suatu keluarga
sakinah mawaddah dan warahmah, sebagaimana firman Allah dalam Al-qur´an, surat
Ar-Rum (30) ayat 21 yang artinya "Dan di antara
tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari
jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan
dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang
demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir".

 

Juga
diperbolehkan Khitbah seorang wanita untuk dirinya, memang pada dasarnya pihak
laki - lakilah yang meminang seorang wanita untuk dirinya, akan tetapi yang
demikian diperbolehkan secara syari´at bagi prempuan meminta untuk dipinangnya,
sebagaimana baginda Rasulullah sallalahu aalaihi wassalam bersabda yang di
riwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Yang artinya: "telah datang seorang
prempuan kepada Rasulullah.saw yang mana prempuan tersebut meminta kepada nabi
untuk menikahinya, sehingga nabi berdiri di samping nya, lama sekali, ketika
itu salah satu dari sahabat melihatnya dan beranggapan bahwa beliau saw tidak
berkehendak untuk menikahinya, maka sahabat tersebut berkata : nikahkan saya ya
Rasullah jikalau kamu tidak berkehendak untuk menginginkannya, maka berkata
Rasulullah salallahuaalai wasalam : apakah kamu punya punya sesuatu ? Dia
berkata tidak !, dan beliau berkata lagi buatlah cicin walaupun dari besi,
kemudian sahabat tersebut mencarinya dan tidak mendapatkan nya, kemudian beliau
bersabda : apakah kamu hafal beberapa surat dari alquran ? Dia menjawab iya!
surat ini dan ini, maka beliau bersabda : saya nikahkan kamu dengan nya dengan
apa yang kamu hafal dari al quran.

 

Dari
kontek hadist di atas sudah jelas sekali bahwa di perbolehkan bagi prempuan
meminta kepada seorang laki laki shaleh yang bertaqwa dan berpegang teguh terhadap
Dinnya untuk meminangnya, jika lelaki tersebut ingin maka nikahi dan jikalau
tidak maka tolaklah, akan tetapi tidak di anjurkan untuk menolaknya secara
terang cukup diam, untuk menjaga kehormatan hati prempuan tersebut.

 

Salah
satu syarat menjadi seorang wali adalah satu agama (muslim), tidak ada
perwalian bagi wanita muslimah oleh non muslim walaupun itu orang tua atau
keluarga, begitu pula sebaliknya, tidak ada perwalian bagi wanita non muslim
oleh seorang muslim, sebagaimana tercantum dalam surat At-Taubah (9) ayat 71
yang artinya : " Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan,
sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka
menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat,
menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan
diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana",
adapun wali bagi seorang
wanita adalah Ayah dan kakek ke atas, kalau tidak ada maka saudara laki-laki,
lalu anak dari saudara kandung laki-laki, kalau tidak ada maka paman. Bila ia
(wanita) tidak memiliki kerabat yg muslim yang bisa dijadikan sebagai wali,
maka ia bisa mengambil wali hakim dari KUA misalnya, sebagai wali dalam
pernikahan tersebut.

 

Wallaahu
a´lam bishowab

 

Semoga
bermanfaat

 

Dari
berbagai sumber

 

Wassalamualaikum
Wr. Wb.

 

Mujiarto
Karuk

13a.

Re: [Kelana] Arisan Seru => Mbak Indah IP

Posted by: "indah ip" indahip@gmail.com   iip01

Tue Nov 10, 2009 6:01 pm (PST)



huwaaaa...mbak..ntar nyaingin kuda lumping pake penyambutan segala..!
hehehehe... kalau ada penyambutan, dakyu mesti nyalon dan diet khusus nih
kayaknya biar kinclong di hari H ! ampun deh...
berhubung peneropongan rumah belum berhasil, jadwal ke surabaya lagi masih
belum bisa ditentukan nih..hanya papanya anak2 yang udah stay di sana
sementara ini

tapi kami seneng banget karena artinya kami nggak sendiri di sana nantinya,
makasih untuk kehangatan sambutannya ya mbak dan sahabat sk jatim,..,
kemarin ini udah sempat japri pak suhadi,..nanya ini itu,.. semoga sahabat
sk lainnya gak keberatan juga ntar dapat giliran dicurhatin dan ditanyain
ini itu ya asiiiiikkkk...

salam,
indah ip

www.kiraziya.blogspot.com
www. asifortwins.multiply.com
www.indahip.blogspot.com
www.jejakindah.blogspot.com

2009/11/10 Siwi LH <siuhik@yahoo.com>

>
>
> Selamat datang mbak di Surabaya, semoga betah... cepet aja mbak gabung ma
> kita bulan Desember, tapi ati2 ya mbak karena warna aslinya tak seindah
> tulisannya, huahaha...
>
> Perlu penyambutan ta mbak? Dulu waktu P Suhadi dateng ada penyambutan
> khusus lo? Gimana teman2?
>
>
14a.

Re: (Catatan Kecil) Kabar Jagoan Kecilku!

Posted by: "anty th" anty_th@yahoo.com   anty_th

Tue Nov 10, 2009 6:45 pm (PST)



Bun ... anty bener2 ngga bisa mengimajinasikan luka2 Bas
smoga smua sakit segera berlalu
dan luka tidak meninggalkan bekas yg berarti di fisik dan hati BaS
Juga seluruh anggota kelurga bunda juga tentunya

salam sayang buat Bas dan Van

Bunda kapan ke medan?

salam
anty

15.

(catcil) Doa Senyum untuk Laki-Laki itu

Posted by: "febty febriani" inga_fety@yahoo.com   inga_fety

Tue Nov 10, 2009 8:10 pm (PST)




Doa
Senyum untuk Laki-Laki itu
Febty Febriani

Pagi
itu cerah. Perempuan itu meninggalkan apartemennya lebih pagi dari
biasanya. Bahkan, sejak sang surya masih malu-malu mengintip dari
peraduannya. Ah, menjelang musim dingin seperti ini, adalah
penampakan yang sangat menakjubkan saat menatap sang surya.

Mengayuh
sepeda hitamnya, perempuan itu menyususri jalan utama kampusnya,
menuju gedung tempat kuliah bahasa akan berlangsung pagi itu. Sempat
ditatapnya kemerah-merahan daun pohon sakura di sepanjang jalan utama
kampusnya. Juga dengan tebaran daun-daun yang berwarna coklat di atas
tanah di sekeliling jalan itu. Khas suasana musim gugur. Suatu
masa aku akan merindukan suasana musim gugur ini, pikir perempuan
itu. Tentu saja, tidak selamanya perempuan itu akan berdiam di negeri
yang cantik ini. Suatu saat dua musim negeri kelahirannya akan
menjadi bagian dari perjalanan hidup perempuan itu selanjutnya. Maka,
momen menatap kemerah-merahan daun sakura direkam kuat olehnya.

Setengah
hari itu dilaluinya dengan biasa. Setelah menyelesaikan kuliah
paginya, perempuan itu menuju tempat aktivitas sehari-harinya
dikampus, di ruang komputernya, tempat perempuan itu berjibaku dengan
penelitiannya. Perempuan itu sedang tegang, Hari itu juga laki-laki
tercintanya sedang menanti sebuah kabar yang penting. Entah hasilnya
membahagiakan hati atau akan menyisakan tangis. Perempuan dan
laki-laki itu hanya berharap sebuah keberkahan yang terbaik, untuk
usaha maksimal dari laki-laki terkasihnya.

Belum
ada kabar, begitu cerita laki-laki terkasihnya di ruang chatroom. Perempuan itu tahu, mereka selalu berbagi pelukan, di antara
kegembiraan dan kesedihan yang silih berganti menyapa mereka. Tapi,
hari itu, laki-laki itu sedang berada jauh dari apartemen mereka.
Maka, perempuan itu hanya menyisipkan sejumput doa setelah sholat
dzuhurnya, semoga Sang Pemberi Kebahagiaan memberikan seulas
senyum untuk laki-laki tersayangnya di hari itu.

Perempuan
itu menyarankan laki-laki itu menghubungi temannya, seorang laki-laki
yang mengikuti tes yang sama. Mungkin pengumumannya ditempel,
urai perempuan itu. Maka, dari seorang teman, laki-laki itu bisa
mendapatkan nomor handphone temannya.

Bersamaan
dengan itu, perempuan itu mendapatkan kabar baik dari seorang
temannya, seorang laki-laki yang sedang menyelesaikan pendidikan
doktor di universitas yang sama dengan laki-laki terkasihnya. Tak
percaya, akhirnya kabar baik itu sampai jua kepada perempuan itu.

Alhamdulillah
sayang, semuanya lolos,begitu
cerita laki-laki itu, sesegera laki-laki itu mendapat berita kabar
baik dari temannya. Dan bahagia melingkupi segenap hati perempuan dan
laki-laki itu. Maka, akan dimulailah perjuangan lain laki-laki itu.

Sang
Maha Cinta, terima kasih untuk sebuah senyum yang Engkau anugerahkan
untuk laki-laki tercintaku. Dan tolong tetap mudahkan dan lancarkan
perjuangan selanjutnya dari laki-laki terkasihku.
Doa penutup siang di hari itu, dari perempuan itu, untuk laki-laki
tercintanya, di ujung sana.

@lab,
in the autumn, Nov 2009
~ http://ingafety.wordpress.com ~

16.

Cara Menciptakan Pemerintahan Yang Berwibawa dan Bersih

Posted by: "Mujiarto Karuk" mkaruk@yahoo.com   mkaruk

Tue Nov 10, 2009 8:29 pm (PST)





Assalamualaikum Wr Wb

Bissmillaahirrohmaanirrohiim

"Dan
katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang
mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah)
Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu
apa yang telah kamu kerjakan". QS. At-Taubah (9) ayat
105.

Sebagai sebuah sistem hidup yang
paripurna, yang berasal dari sang Pencipta yang Maha sempurna, Allah `Azza wa
Jalla, Islam memiliki sejumlah cara yang sangat gamblang untuk
menanggulangi berbagai masalah manusia, khususnya dalam upaya mencegah
terjadinya kasus korupsi, suap-menyuap dan maraknya mafia peradilan. Di
antaranya adalah sebagai berikut:

1. Sistem penggajian yang layak.

Sebagai manusia biasa, para pejabat / birokrat tentu
memerlukan uang untuk mencukupi kebutuhan diri dan keluarganya, Untuk itu, agar
bisa bekerja dengan tenang dan tak tergoda untuk berbuat curang, mereka harus
diberi gaji serta fasilitas yang layak. Rasul saw. bersabda yang artinya :

"Siapa yang bekerja untukku dalam keadaan tidak
beristri, hendaklah menikah; atau tidak memiliki pelayan, hendaklah mengambil
pelayan; atau tidak mempunyai rumah, hendaklah mengambil rumah; atau tidak
mempunyai tunggangan (kendaraan), hendaknya mengambil kendaraan. Siapa saja
yang mengambil selain itu, dia curang atau pencuri !". (HR Abu
Dawud).

2. Larangan suap dan menerima hadiah.

Tentang suap, Rasulullah saw. bersabda yang artinya :

"Laknat
Allah atas penyuap dan penerima suap". (HR Abu Dawud).

Dan tentang larangan menerima hadiah, Rasul saw. juga
bersabda yang artinya :

"Tidak pantas seorang
petugas yang kami utus datang dan berkata, "Ini untuk Anda, sementara ini
adalah hadiah yang diberikan untuk saya." Mengapa ia tidak duduk-duduk saja di
rumah bapak dan ibunya, lalu memperhatikan, apakah ia akan mendapatkan hadiah
atau tidak ?". (HR al-Bukhari, Muslim, Ahmad dan Abu Dawud).
3. Penghitungan kekayaan pejabat.

Agar tidak berbuat curang, Khalifah Umar ra. selalu
menghitung kekayaan para pejabatnya di awal dan di akhir jabatannya. Jika
terdapat kenaikan tidak wajar, Khalifah Umar ra. akan memaksa mereka untuk
menyerahkan kelebihan itu kepada negara (Lihat: Thabaqât Ibn Sa´ad, Târîkh
al-Khulafâ´ as-Suyuthi).

4. Teladan dari pemimpin.

Dengan keteladan pemimpin, tindakan atas penyimpangan
akan terdeteksi secara dini. Penyidikan dan penindakan juga tidak sulit
dilakukan. Khalifah Umar ra., misalnya, pernah menyita sendiri seekor unta
gemuk milik putranya, Abdullah bin Umar ra. Pasalnya, unta tersebut kedapatan
ada bersama beberapa unta lain yang digembalakan di padang rumput milik negara.
Khalifah Umar ra. menilai hal tersebut sebagai penyalahgunaan fasilitas negara.

5. Hukuman setimpal.

Pada dasarnya orang akan takut menerima risiko yang
akan mencelakakan dirinya, Hukuman dalam Islam memang berfungsi sebagai zawâjir
(pencegah). Dengan hukuman setimpal atas koruptor, misalnya, pejabat akan
berpikir seribu kali untuk melakukan korupsi. Dalam hukum Islam, korupsi
merupakan kejahatan yang pelakunya wajib dikenai hukuman ta´zîr.
Bentuknya bisa berupa hukuman tasyhîr (dipermalukan di depan umum),
hukuman kurungan, dll; tentu disertai dengan penyitaan hasil korupsi oleh
negara. Khalifah Umar
bin Abdul Aziz, misalnya, pernah menetapkan sanksi hukuman cambuk dan penahanan
dalam waktu lama terhadap koruptor (Ibn Abi Syaibah, Mushannaf Ibn Abi Syaibah, V/528; Mushannaf Abd ar-Razaq, X/209). Adapun Khalifah Umar bin
al-Khaththab ra. Pernah menyita seluruh harta pejabatnya yang dicurigai sebagai
hasil korupsi.

6. Pengawasan masyarakat.

Masyarakat jelas turut berperan dalam menyuburkan
atau menghilangkan korupsi. Jika di dalam masyarakat tumbuh budaya anti
korupsi, insya Allah masyarakat akan berperan efektif dalam mengawasi setiap
tindakan para birokrat sehingga korupsi bisa dicegah.

7. Pengendalian diri dengan iman yang teguh.

Korupsi atau tidak, pada akhirnya memang berpulang
pada kekuatan iman dan kontrol diri para birokrat itu sendiri. Dengan iman yang
teguh, ia akan merasa selalu diawasi Allah SWT dan selalu takut untuk melakukan
penyelewengan yang akan membawanya pada azab neraka.

Wahai kaum Muslim:

"Dan janganlah kamu campur adukkan yang
hak dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu
mengetahui. QS. Al-Baqarah (2) ayat 42, perjuangan
untuk menegakkan sistem Pemerintahan yang bersih tidak boleh berhenti, selain
karena ia merupakan kewajiban dari Allah SWT atas umat Islam, juga menjadi
sumber kemaslahatan dan rahmat bagi kaum Muslim, bahkan bagi umat manusia
seluruhnya. Allah SWT berfirman : "Tiadalah Kami mengutus engkau
(Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam". QS
Al-Anbiya´ (21) : 107.

 

 

Sumber : Media Tabloit Umat

17.

Lomba Menulis & Membaca Puisi untuk anak

Posted by: "Sekolah Mandala" sekolahmandala@yahoo.com   sekolahmandala

Tue Nov 10, 2009 8:29 pm (PST)



Lomba Menulis & Membaca Puisi
untuk SD kelas V & VI se-Surabaya


- Pendaftaran dibuka tanggal 16 November sampai 5 Desember 2009, dengan membawa surat persetujuan dari Kepala Sekolah dan membawa uang pendaftaran Rp 10.000

- Pendaftaran di SD & SMP Mandala, Jl. Putro Agung II no.6 Surabaya, Telp 3765926 (Bu Henny)

- Tema puisi akan diumumkan pada waktu pelaksanaan lomba, untuk menghindari kecurangan. Anak akan diberi bimbingan dan petunjuk untuk menulis puisi sehingga mempermudah mereka dan siapa saja bisa ikut serta. Anak kemudian diberi waktu 30 menit untuk menulis puisi

- Pemenang akan mendapat hadiah uang tunai & trophy

- Pelaksanaan Lomba diadakan di Sekolah Mandala Jl. Putro Agung II no.6 tanggal 12 Desember jam 16.00

Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang Lebih Cepat hari ini! http://id.mail.yahoo.com

18.

(catcil) Tanda Syukur

Posted by: "agus syafii" agussyafii@yahoo.com   agussyafii

Tue Nov 10, 2009 8:29 pm (PST)



(catcil) Tanda Syukur

By: agussyafii

'Bagaimana kita mensyukuri atas nikmat dan karuniaNya?' 'Apa yang harus kita kerjakan?' 'Bukankah sholat merupakan sebagai tanda syukur kita kepada Sang Khaliq atas semua limpahan nikmat yang kita terima sebagai hamba?' Begitulah kira-kira yang dilontarkan oleh seorang bapak dengan raut muka yang bersahaja. Sore itu beliau sudah berjanji ingin bersilaturahmi ke Rumah Amalia. Kunjungannya yang tidak begitu lama namun banyak mutiara-mutiara hikmah yang saya dapatkan dari beliau yaitu tentang tanda syukur. Sebagai seorang insan yang begitu besar dikarunia limpahan nikmat beliau sering melakukan perjalanan untuk kegiatan usahanya namun disisi lain kegiatan ibadah terlupakan. Setiap kali berkuamndang adzan staf dan karyawannya menunaikan sholat, malah dirinya sebagai atasan tidak pernah mengerjakan sholat.

'Bapak sudah sholat?'tanya salahsatu stafnya ketika semua stafnya hendak menunaikan sholat. Saya memang tengah berjalan lambat laun untuk menghindar, dengan rikuh segera saya menjawab bahwa saya sudah sholat, tuturnya. Begitulah setiap saat jawabannya. Saya sebenarnya tapi apa boleh buat, saya tidak mungkin mengatakan kepada staf dan karyawan saya jika saya tidak bisa sholat? ucap beliau lirih. Sambil menunggu orang-orang sedang sholat, saya duduk terdiam sendirian. Tak berapa lama saya tersentak kaget. Saya merasa pipi saya ada yang menampar dengan keras, belum habis keheranan saya, ketika terdengar suara, 'Begitu besar karunia yang diberikanNya kepadamu, kenapa kamu tidak pernah bersyukur?' bisik suara itu yang terdengar keras ditelinganya. Saya mencari sumber suara itu, suara siapakah gerangan? Saya juga tidak tahu, tuturnya.

Tak ada orang disekitar saya dan memang kehadiran suara itu tidak begitu menjadi pikiran, yang ada justru saya merasa terbangun dari sebuah mimpi buruk yang berkepanjangan. Saya meratapi diri, saya malu terhadap diri sendiri sebagai seorang pimpinan sebuah perusahaan setiap kali mengucapkan salam, doa untuk keselamatan bagi setiap orang yang saya jumpai. 'Ya Alloh..' desisnya pelan menengadahkan kepala dengan mata berkaca-kaca. 'Apa artinya segala yang telah saya lakukan selama ini?' Padahal Engkau telah melimpahkan rahmat yang begitu besar pada hambaMu ini, memberi materi, anak-anak yang sehat, istri yang setia, Engkau pula yang telah memberikan usia yang panjang. Tapi pernahkah hambaMu ini ingat akan bekal untuk menghadapMu?' ucapnya.

Kejadian demi kejadia tergambar begitu nyata dimatanya. Sampai tak sadar bahwa orang-orang dikantornya telah selesai sholat. Buru-buru saya mengusap air mata dan bergabung kembali dengan mereka. Hari itu juga dengan niat sungguh-sungguh saya harus membangun tiang agama sebagai tanda syukur atas semua nikmat dan karuniaNya.

'Saya merasa malu terhadap diri sendiri dan terhadap orang lain, dalam seusia saya setengah abad ini, saya baru sadar dan mau belajar sholat. a[akah tidak terlambat mas agus? tanyanya.

'Tidak Pak..Tidak ada kata terlambat dalam berbuat kebaikan,' jawab saya kepada beliau. Sore itu menjadi teramat indah. Di Rumah Amalia bunga-bunga dihalaman nampak bermekaran, burung-burung beterbangan seolah bersenandung memanjatkan kebesaranNya. Hidayah telah membukakan pintu hatinya, kehidupan menyambutnya penuh sukacita. Kalaulah batin manusia yang dahaga, telah beberapa tahun kering kerontang tak pernah mendapatkan setetes airpun lalu mendapatkan segelas air segar. Beliau menemukan kesejukan dan kesegaran menjalankan ibadah sebagai tanda syukur terhadap semua nikmat dan karuniaNya.

----
'Ya Tuhanku. Jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan sholat.' (QS. Ibrahim: 40).

Wassalam,
agussyafii

----
Yuk,Berbagi Nikmat Qurban bersama anak-anak Amalia. Dalam program kegiatan 'Qurban Untuk Amalia (QUA) pada hari Ahad, 29 November 2009 di Rumah Amalia. Kirimkan dukungan dan komentar anda di http://agussyafii.blogspot.com atau http://www.facebook.com/agussyafii atau sms di 087 8777 12 431

Recent Activity
Visit Your Group
Drive Traffic

Sponsored Search

can help increase

your site traffic.

Y! Messenger

All together now

Host a free online

conference on IM.

Hollywood kids

in the spotlight

Their moms

share secrets

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web

Tidak ada komentar: