Minggu, 11 April 2010

[daarut-tauhiid] Kunci Surga Muslimah

 

----- Original Message -----
From: "Mailinglist Alsofwah" <ustadz@alsofwah.or.id>

Assalamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh

Kunci Surga Muslimah
Kamis, 08 April 10

Surga adalah idaman dan harapan setiap orang beriman, ia adalah akhir
perjalanan bagi semua orang yang taat dan patuh kepada Allah Subhanahu
waTa'ala dengan menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya.

Untuk menggapai surga, maka pentingnya seseorang untuk mengetahui
kunci yang dengannya dia dapat membuka pintu surga dan masuk ke
dalamnya.

Dalam hal ini, Rasulullah shallallaahu 'alaih wasallam pernah
menyebutkan kunci surga yang khusus disediakan untuk para wanita yang
kebanyakan kelak menjadi penghuni neraka sebagaimana yang pernah
dinyatakan oleh beliau juga. Dengan meraih kunci ini, niscaya dia
tidak termasuk ke dalam golongan para wanita penghuni neraka.

Rasulullah shallallaahu 'alaih wasallam telah merangkum kunci surga
muslimah dalam empat perkara, dari Abdurrahman bin Auf berkata,
Rasulullah shallallaahu 'alaih wasallam bersabda, "Jika seorang wanita
menjaga shalat lima waktu, berpuasa pada bulannya, menjaga
kehormatannya dan menaati suaminya, niscaya dia masuk surga dari pintu
mana saja yang dia inginkan." (HR. Ahmad nomor 1661, hadits hasan
lighairihi).

Satu hal yang terpetik dari sabda Nabi shallallaahu 'alaih wasallam di
atas adalah bahwa beliau hanya menyebutkan perkara-perkara yang masuk
ke dalam jangkauan seorang muslimah, di mana seorang muslimah mampu
melaksanakannya tanpa bergantung kepada orang lain atau bergantung
kepada suaminya, di sini Rasulullah shallallaahu 'alaih wasallam tidak
menyinggung, misalnya, haji, karena pelaksanaan ibadah ini oleh
seorang muslimah bergantung kepada suatu perkara yang mungkin tidak
dimilikinya, seperti tersedianya bekal haji atau tersedianya mahram,
di sini Rasulullah shallallaahu 'alaih wasallam juga tidak menyinggung
zakat, karena perkaranya kembali kepada kepemilikan harta dan pada
umumnya ia berada di tangan kaum laki-laki, karena harta adalah hasil
bekerja dan yang bekerja pada dasarnya adalah kaum laki-laki.

Kunci pertama, menjaga shalat lima waktu

Shalat adalah ibadah teragung, hadir setelah ikrar dua kalimat
syahadat, satu-satunya ibadah yang tidak menerima alasan 'tidak
mampu', wajib dikerjakan dalam keadaan apa pun selama hayat masih
dikandung badan dan akal masih bekerja dengan baik, pembatas antara
seseorang dengan kekufuran dan kesyirikan, tidak heran jika suatu
ibadah dengan kedudukan seperti ini merupakan salah satu kunci surga.

Jika menjaga shalat adalah kunci surga, maka sebaliknya
menyia-nyiakannya adalah gerbang neraka, ketika para pendosa
dicampakkan ke dalam neraka, mereka ditanya, apa yang membuat kalian
tersungkur ke dalam neraka? Mereka menyebutkan rentetan dosa-dosa yang
diawali dengan meninggalkan shalat. Allah Subhanahu waTa'ala
berfirman, artinya, "Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar
(neraka)?' Mereka menjawab, 'Kami dahulu tidak termasuk orang-orang
yang mengerjakan shalat." (QS.al-Muddatstsir: 42-43).

Perkara menyia-nyiakan shalat tidak jarang terjadi pada kaum muslimin
secara umum dan kaum muslimat secara khusus, banyak alasan dan hal
yang membuat mereka terjerumus ke dalam perbuatan tidak terpuji ini,
di antara mereka ada yang menyia-nyiakan shalat karena malas dan
meremehkan, di antara mereka ada yang terlalaikan oleh kesibukan
hidup, sibuk bekerja, sibuk memasak, sibuk mengurusi rumah tangga,
sibuk mengurusi anak-anak dan suami, sibuk dengan kegiatan-kegiatan
lainnya sehingga ibadah shalat terbengkalai, padahal ibadah shalat
tidak menerima alasan apa pun yang membuatnya tersia-siakan, dan Allah
Subhanahu waTa'ala telah memperingatkan kaum muslimin agar tidak
terlalaikan oleh dunia dari mengingatNya, termasuk mengingatNya
melalui ibadah shalat.

Firman Allah Subhanahu waTa'ala, artinya, "Hai orang-orang beriman,
janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat
Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah
orang-orang yang merugi." (QS. al-Munafiqun: 9).

Menjaga shalat lima waktu mencakup menjaga waktunya dalam arti
melaksanakannya tepat waktu, tidak menundanya dan mengulur-ulur
waktunya sampai waktunya hampir habis, atau bahkan membiarkannya
habis, ini adalah shalat orang-orang munafik, dan seorang muslimah
tidak patut bermental munafik dalam ibadah shalat.

Menjaga shalat mencakup menjaga syarat-syarat dan rukun-rukunnya di
mana shalat tidak sah tanpanya, menjaga wajib-wajib dan
sunnah-sunnahnya yang merupakan penyempurna bagi ibadah shalat, semua
ini menuntut seorang muslimah untuk belajar dan membekali diri dengan
ilmu yang shahih tentang shalat. Tanpa ilmu yang shahih tidak akan
terwujud menjaga shalat.

Kunci kedua, berpuasa di bulannya

Puasa di bulan Ramadhan adalah salah satu kunci surga, lebih dari itu
di surga tersedia sebuah pintu khusus bagi orang-orang yang berpuasa
yang dikenal dengan 'ar-Rayyan', pintu masuk para shaimin secara
khusus, jika mereka telah masuk, maka ia akan ditutup.

Di samping berpuasa sebagai kunci surga, ia juga merupakan tameng dan
pelindung dari neraka, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam
menyatakan, ash-shaumu junnah, puasa adalah tameng atau pelindung,
yakni dari api neraka.

Karena puasa merupakan salah satu kunci surga sekaligus pelindung dari
neraka maka seorang muslimah harus menjaganya, dalam arti
melaksanakannya dengan baik, memperhatikan syarat, rukun dan
pembatalnya, karena tanpanya dia tidak mungkin berpuasa dengan baik.

Seorang muslimah juga harus memperhatikan perkara qadha puasa Ramadhan
di hari-hari lain jika dia mendapatkan halangan pada bulan Ramadhan
sehingga tidak mungkin berpuasa secara penuh, jangan sampai Ramadhan
berikut hadir sementara dia belum melunasi hutang puasanya, perkara
mengqadha puasa di hari lain ini sering terlupakan atau terabaikan,
karena kesibukan hidup, padahal ia adalah hutang yang jika tidak
dilaksanakan maka seorang muslimah tidak bisa dikatakan telah berpuasa
di bulannya, selanjutnya dia gagal meraih kunci kedua dari kunci-kunci
masuk surga, dari sini bersikap hati-hati dengan menyegerakan qadha
adalah sikap bijak, karena penundaan terkadang malah merepotkan dan
menyulitkan.

Kunci ketiga, menjaga kehormatan.

Surga hanya bisa diraih dengan keshalihan, hanya wanita shalihah yang
akan masuk surga, shalihnya seorang wanita dibuktikan dengan beberapa
sifat dan akhlak, salah satunya dan yang terpenting adalah menjaga
kehormatan diri. Allah Subhanahu waTa'ala berfirman, artinya, "Wanita
yang shalih ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika
suaminya tidak ada karena Allah telah memelihara (mereka)." (QS.
an-Nisa`: 34).

Ayat ini menetapkan bahwa memelihara diri meruapakan wujud dari
ketaatan seorang wanita shalihah kepada Allah kemudian kepada
suaminya.

Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sebaik-baik wanita
adalah wanita yang jika kamu melihat kepadanya, maka kamu berbahagia,
jika kamu memerintahkannya maka dia menaatimu, jika kamu bersumpah
atasnya maka dia memenuhinya dan jika kamu meninggalkannya, maka dia
menjagamu pada diri dan hartamu." (HR. an-Nasa`i)

Menjaga kehormatan berarti membentengi diri dari perkara-perkara yang
mencoreng dan merusak kehormatan, yang menodai dan menggugurkan
kemuliaan, dengan tetap bersikap dan bertingkah laku dalam koridor
tatanan syariat yang suci lagi luhur.

Menjaga kehormatan di zaman di mana ajakan dan propaganda kepada
kerusakan dan perbuatan keji semakin meningkat dan menguat, seruan dan
arus serangan yang ditujukan kepada wanita-wanita muslimah dengan
agenda dan maksud terselubung semakin gencar, menjaga kehormatan di
zaman seperti ini terasa demikian sulit dan berat, para penyeru dan
para jurkam kerusakan membidik wanita muslimah sebagai sasaran, mereka
memakai dan menggunakan cara-cara yang melenakan dan menggiurkan
dengan nama kemajuan, modernisasi, pemberdayaan, pengentasan,
pembebasan dan kedok-kedok palsu lainnya, zhahiruhu fihi ar-Rahmah, wa
bathinuhu ya`ti min qibalihi al-adzab, racun di balik kelembutan ular
berbisa.

Dari sini maka seorang wanita muslimah harus jeli dan cermat sehingga
dia tidak termakan oleh rayuan gombal para serigala yang berbulu
domba, hendaknya seorang muslimah tetap berpegang kepada aturan-aturan
dan rambu-rambu Islam yang luhur lagi suci karena di sanalah
terkandung kebersihan dan kesucian diri, hendaknya seorang muslimah
menimbang dan mengukur setiap seruan dan ajakan dengan timbangan dan
ukuran syar'i yang baku dan menyeluruh, hal ini agar dia selamat dan
tidak terjerumus ke dalam perkara-perkara yang merusak kemuliaan dan
kehormatannya.

Kunci keempat, menaati suami.

Menaati suami merupakan lahan dan medan besar dan luas bagi seorang
muslimah, ia merupakan ladang ibadah bagi seorang muslimah yang
sesungguhnya setelah penghambaannya kepada Rabbnya.

(Oleh: Ust. Izzudin Karimi, Lc)

Sumber: Disarikan dari berbagai sumber.

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh

__._,_.___
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
MARKETPLACE

Do More for Dogs Group. Connect with other dog owners who do more.


Welcome to Mom Connection! Share stories, news and more with moms like you.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: