Seni Berinteraksi
Oleh: Tim dakwatuna.com
________________________________
dakwatuna.com - Manusia adalah makhluk sosial, dia tidak bisa hidup
seorang diri, atau mengasingkan diri dari kehidupan bermasyarakat.
Dengan dasar penciptaan manusia yang memikul amanah berat menjadi
khalifah di bumi, maka Islam memerintahkan umat manusia untuk saling
ta'awun, saling tolong menolong bagi tersebarnya nilai rahmatan lil
'alamin Islam. Maka dalam hal ini, Islam hanya menganjurkan umatnya
untuk ta'awundalam kebaikan saja, dan tidak membenarkan umatnya
untukta'awun dalam kejahatan (lihat QS Al Maidah: 2).
Oleh sebab itu manusia selalu memerlukan kepada orang lain untuk terus
mengingatkannya, supaya kembali memakai kompas yang ada, supaya tidak
tersesat jalan. Dan Allah swt. telah mengajarkan kepada umat-Nya bahwa
peringatan sangat bermanfaat bagi kaum mukminin (lihat QS 51 : 55).
Bahkan Allah swt menjadikan orang-orang yang selaluta'awun dalam
kebenaran dan kesabaran kedalam kelompok mereka yang tidak merugi
dalam hidupnya. (lihat QS Al Ashr).
Umat Islam perlu mempraktekkan kembali prinsip ta'awun ini dalam
kehidupannya, misalnya dengan melakukan hal-hal berikut:
Dengan saling mengingatkan akan pentingnya mengisi waktu secara
maksimal untuk beribadah di bulan ini, atau saling membangunkan untuk
menyantap hidangan sahur dengan mengetuk pintu tetangga atau via
telepon, pager dan lain-lain.
Mempergunakan sarana-sarana yang disyari'atkan Allah swt. untuk
membina ta'awun, dengan membuka lebar-lebar pintu yang dapat
mengundang kepada hal-hal yang menggembirakan hati orang lain dan
dengan menutup segala pintu yang dapat mengundang perselisihan,
apalagi perpecahan. Karena itu, Islam mengharamkan tindak penyebaran
isu yang tidak ditopang dengan bukti-bukti nyata, demikian jugaghibah,
namimah, berprasangka buruk dengan sesama, saling menghina dan
merendahkan, memanggil orang dengan sebutan yang tidak pantas,
memata-matai setiap gerak temannya ataupun merasa tinggi hati (lihat
QS Al Hujurat : 11 – 12). Dalam kaitan ini ta'awun tidak akan mungkin
terwujud dari hati yang tidak padu.
Dan di antara perbuatan-perbuatan yang dianjurkan Islam untuk
memperkuat 'alaqah ijtima'iyyah (interaksi sosial) adalah:
a. Silaturrahim
Islam sangat menganjurkan silaturrahim antar keluarga, baik dekat
maupun jauh, baik mereka mahram ataupun bukan. Apalagi terhadap kedua
orang tua. Islam bahkan mengkategorikan tindak "pemutusan hubungan
silaturrahim" sebagai dosa besar. Rasulullah saw. bersabda: "Tidak
masuk surga orang yang memutuskan hubungan silaturrahim." (HR Bukhari
dan Muslim).
b. Memuliakan Tamu
Tamu dalam Islam mempunyai kedudukan yang sangat terhormat. Dan
menghormati tamu merupakan salah satu indikasi iman seseorang.
Rasulullah saw. bersabda: "…barang siapa beriman kepada Allah dan hari
akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya." (HR Bukhari dan Muslim).
c. Menghormati Tetangga
Demikian juga menghormati tetangga, ia merupakan salah satu indikator
apakah seseorang beriman dengan benar atau belum. Rasulullah saw.
bersabda: "… barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir
hendaklah ia memuliakan tetanggana." (HR Bukhari dan Muslim).
d. Saling Menziarahi
Rasulullah saw. sering menziarahi para sahabatnya. Beliau pernah
menziarahi Qais bin Sa'ad bin Ubadah di rumahnya dan mendo'akannya:
"Ya Allah, limpahkanlah shalawat-Mu serta rahmat-Mu buat keluarga
Sa'ad bin Ubadah". Beliau juga menziarahi Abdullah bin Zaid bin
'Ashim, Jabir bin Abdillah dan sahabat-sahabat lainnya. Ini
menunjukkan bahwa ziarah memiliki nilai positif dalam mengharmoniskan
hidup bermasyarakat.
e. Memberi Ucapan Selamat
Islam sangat menganjurkan perbuatan ini. Dan ucapan itu bisa dilakukan
ketika acara pernikahan, kelahiran anak baru, menyambut bulan puasa,
menyambut lebaran dan lain-lain. Sedangkan sarana yang dipakai bisa
disesuaikan dengan zamannya. Untuk sekarang bisa dilakukan dengan
mengirim kartu ucapan selamat, atau mengirim telegram indah, atau
pesan lewat pager, sms, e-mail, facebook, atau saling kontak via
telepon atau sarana-sarana lain yang bisa dimanfaatkan.
f. Saling Memberi Hadiah
Hadiah meski sekecil apapun, sangat bernilai bagi si penerima. Ia
dapat menumbuhkan rasa saling mencintai antara yang memberi dan yang
menerima. Inilah yang diisyaratkan oleh sabda Nabi Muhammad saw.:
"Hendaklah kalian saling memberi hadiah, niscaya kalian akan saling
mencintai."
g. Peduli dengan Aktifitas Sosial di Sekitarnya
Orang yang peduli dengan aktifitas orang di sekitarnya, serta sabar
menghadapi resiko yang mungkin akan dihadapinya, seperti cemoohan,
cercaan serta sikap apatis masyarakat, adalah lebih baik daripada
orang yang pada asalnya sudah enggan untuk berhadapan dengan resiko
yang mungkin menghadang, sehingga ia lebih memilih untuk mengisolir
diri dan tidak menampakkan wajahnya di muka khalayak.
h. Memberi Bantuan Sosial
Islam sangat memperhatikan orang-orang lemah. Maka orang yang tidak
terbetik hatinya untuk menolong kalangan ini, atau mendorong orang
lain untuk melakukan amal mulia ini, dikatakan sebagai orang yang
mendustakan agama (lihat QS Al Ma-'un: 1 – 3). Sedang memberi buka
kepada orang yang berpuasa, Allah swt. akan menyediakan ganjaran
seperti yang didapat oleh orang yang berpuasa itu (HR At-Tirmidzi dan
An-Nasa-i).
Dengan merealisasikan beberapa hal di atas, insya-Allah ta'awun akan
dapat terbina, karena ta'awun baru akan dapat terealisasi apabila ada
kesatuan jiwa. Dengan jiwa yang satu, akan tercapailah satu tujuan
yang dicita-citakan. Allahu a'lam
http://www.dakwatuna.com/2009/seni-berinteraksi/
------------------------------------
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar