Tuesday, 06 April 2010
Sungguh Agama Islam Itu Mudah
Senin,5 April 2010
ÞÇá ÑÓæá Çááå Õóáøóì Çááøóåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó :
Åöäøó ÇáÏøöíäó íõÓúÑñ æóáóäú íõÔóÇÏøó ÇáÏøöíäó ÃóÍóÏñ ÅöáøóÇ ÛóáóÈóåõ
ÝóÓóÏøöÏõæÇ æóÞóÇÑöÈõæÇ æóÃóÈúÔöÑõæÇ æóÇÓúÊóÚöíäõæÇ ÈöÇáúÛóÏúæóÉö
æóÇáÑøóæúÍóÉö æóÔóíúÁò ãöäó ÇáÏøõáúÌóÉö
( ÕÍíÍ ÇáÈÎÇÑí )
" Sungguh agama islam ini mudah, dan tiadalah yg memaksakan dirinya kecuali
akan kesulitan sendiri, maka merapatlah untuk terus membenahi, mendekatlah,
dan saling memberi ketenangan kabar gembiralah, dan selalulah mohon
perlindungan pd Allah pagi dan sore dan sedikit waktu dilarut malam". (
Shahih Al Bukhari )
ImageAssalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Kita telah mendengarkan Tausyiah dari Guru kita yang kita cintai Fadhilatul
Ustad Da'i Ilallah Kyai H.Khairullah mata'anallahubih, pujian terhadap saya
dari cahaya hati beliau yang suci, dan dari sangka baik beliau pada saya
yang hakikatnya adalah karung pendosa yang mengharapkan pengampunan Allah
dari do'a jamaah semua,
ÍóãúÏðÇ áöÑóÈøò ÎóÕøóäóÇ ÈöãõÍóãøóÏò æóÃóäúÞóÐóäóÇ ãöäú ÙõáúãóÉö ÇáúÌóåúáö
æóÇáÏøóíóÇÌöÑö ÇóáúÍóãúÏõáöáøåö ÇáøóÐöíú åóÏóÇäÇó ÈöÚóÈúÏöåö ÇáúãõÎúÊóÇÑö
ãóäú ÏóÚóÇäóÇ Åöáóíúåö ÈöÇúáÅöÐúäö æóÞóÏú äÇóÏóÇäóÇ áóÈøóíúßó íÇó ãóäú
ÏóáøóäóÇ æóÍóÏóÇäóÇ Õóáøóì Çááåõ æóÓóáøãøó æóÈóÇÑóßó Úóáóíúåö æóÚóáóì Âáöåö
ÇóáúÍóãúÏõáöáøåö ÇáøóÐöíú ÌóãóÚóäóÇ Ýöí åóÐóÇ ÇáúãóÌúãóÚö ÇúáßóÑöíúãö æóÝöíú
åóÐóÇ ÇáúÌóãúÚö ÇúáÚóÙöíúãö
Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata'ala Yang Maha Luhur, Yang Maha
Mengumpulkan kita untuk bisa turut berkumpul di dalam perkumpulan, yang
mengikatkan kita kepada para Shalihin yang bagaikan rantai mata rantai yang
bertalian dan bersangkutan satu sama lain, mata rantai yang jika di
perguncang satu mata rantai maka berguncang seluruh mata rantai hingga
ujungnya Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
Inilah rantai kemuliaan mahabbah, inilah silsilatul mahabbah, inilah rantai
cinta dari Ummat kepada guru, dari guru kepada guru, dari guru kepada guru
hingga Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
Allah subhanahu wata'ala berfirman :
æóÇáúÚóÕúÑö¡ Åöäøó ÇáúÅöäúÓóÇäó áóÝöí ÎõÓúÑò¡ ÅöáøóÇ ÇáøóÐöíäó ÂóãóäõæÇ
æóÚóãöáõæÇ ÇáÕøóÇáöÍóÇÊö æóÊóæóÇÕóæúÇ ÈöÇáúÍóÞøö æóÊóæóÇÕóæúÇ ÈöÇáÕøóÈúÑö (
ÇáÚÕÑ: 1-3 )
" Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan
nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya
menetapi kesabaran". ( Qs. Al Ashr: 1-3 )
Demi masa demi zaman, Allah bersumpah demi masa dan zaman, semua yang
terjadi sepanjang masa waktu dan zaman musibah dan kenikmatan, kegembiraan
dan kesedihan, perpisahan dan pertemuan, yang kesemua itu adalah gelombang
kehidupan yang selalu ada sepanjang zaman, Demi seluruh kejadian itu yaitu
masa, sesungguhnya seluruh manusia didalam kerugian, kecuali mereka-mereka
yang beriman kepada Allah yang beramal shaleh dan mereka yang saling
menasehati di dalam kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran. Demi
masa seluruh gelombang kejadian, kesedihan dan kegembiraan kekayaan dan
kemiskinan, keberhasilan dan kegagalan, kehidupan dan kematian, semua di
dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman kepada Allah, tidak akan
pernah rugi, yang beramal shaleh tidak akan rugi orang-orang yang saling
menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati untuk tabah dan sabar,
tidak akan merugi, semoga Allah subhanahu wata'ala mengumpulkan kita kedalam
kelompok yang tidak akan rugi, ini sumpahnya Allah, dari masa generasi ke
generasi melewati permukaan bumi dalam kehidupan dan di antara mereka yang
merugi dan di antara mereka yang beruntung pastikan wahai Allah nama kami di
dalam kelompok orang-orang yang beruntung dan bukan orang yang merugi di
dunia dan akhirah.
Allah, seraya berfirman:
Åöäøóßó ãóíøöÊñ æóÅöäøóåõãú ãóíøöÊõæäó ( ÇáÒãÑ : 30 )
"Sungguh Engkau wahai Muhammad akan wafat dan semua merekapun( manusia )
akan wafat". ( QS . Az Zumar: 30 )
Wahai Muhammad engkau pasti akan menemui kewafatan dan semua orang pun akan
menjumpai kewafatan. Beruntung mereka yang wafat di dalam Khusnul khatimah,
merugi mereka yang wafat di dalam Su'ul khatimah, kehadiranku dan kalian di
malam ini menuntun kita kepada Khusnul khatimah, menjauhkan kita dari Su'ul
khatimah, Khusnul Khatimah adalah wafat dalam keluhuran, su'ul khatimah
adalah wafat dalam kehinaan dan kegelapan, pastikan seluruh nama kami semua
yang hadir akan wafat dalam khusnul khatimah, ya Allah.
Allah subhanahu wata'ala berfirman :
ÝóÅöÐóÇ ÌóÇÁóÊö ÇáÕøóÇÎøóÉõ¡ íóæúãó íóÝöÑøõ ÇáúãóÑúÁõ ãöäú ÃóÎöíåö¡
æóÃõãøöåö æóÃóÈöíåö¡ æóÕóÇÍöÈóÊöåö æóÈóäöíåö¡ áößõáøö ÇãúÑöÆò ãöäúåõãú
íóæúãóÆöÐò ÔóÃúäñ íõÛúäöíåö¡ æõÌõæåñ íóæúãóÆöÐò ãõÓúÝöÑóÉñ¡ ÖóÇÍößóÉñ
ãõÓúÊóÈúÔöÑóÉñ¡ æóæõÌõæåñ íóæúãóÆöÐò ÚóáóíúåóÇ ÛóÈóÑóÉñ¡ ÊóÑúåóÞõåóÇ
ÞóÊóÑóÉñ¡ ÃõæáóÆößó åõãõ ÇáúßóÝóÑóÉõ ÇáúÝóÌóÑóÉõ ( ÚÈÓ : 33-42 )
" Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua),
pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari
isteri dan anak-anaknya, setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai
urusan yang menyibukkannya. Banyak muka pada hari itu berseri-seri, tertawa
gembira ria, dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu, dan ditutup
lagi oleh kegelapan, mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka" ( Qs.
'Abasa: 33-42)
Ketika telah datang waktunya sangkakala terakhir, hancur leburlah seluruh
alam semesta, hari di mana manusia melarikan diri dari saudara dan temannya,
suami berpisah dengan istrinya, istri berpisah dari suaminya, semua tidak
ingin saling dekat karena tidak ingin di tuntut satu sama lain. Seseorang
lari dari ayah dan ibunya, takut di tuntut karena pernah tidak berbakti
kepada ayah dan bunda, ayah dan bundapun lari dari anaknya takut di tuntut
kurang memberi bimbingan yang luhur di dunia, suami melarikan diri dari
istrinya takut dituntut oleh istrinya dari hak-hak atas belum ditunaikan,
istri melarikan diri dari suaminya takut di tuntut atas hak-hak suami yang
belum ditunaikan. Pada saat itu masing-masing orang berada di dalam
kesibukan dirinya.
Hadirin hadirat, di saat itu ada wajah-wajah mulia, di saat itu ada
wajah-wajah yang senang dan gembira, dan ada wajah-wajah yang cemberut dan
kusam dan gelap, dan di saat itu ada wajah-wajah masing-masing sibuk dengan
permasalahannya, ada wajah-wajah yang gembira karna dia telah mendapat
khusnul khatimah dan mendapat perjumpaan dengan para kekasihnya para
shalihin dan para pemimpin shalihin sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi
wasallam, dan di saat itu juga ada wajah-wajah yang terlihat kusam dan gelap
mereka dalam penyesalan yang abadi mereka adalah orang-orang yang menolak
tutunan Ilahi dan tuntunan Sayyidina Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi
wasallam.
Hadirin hadirat, sampailah kita kepada hadits mulia di malam hari ini,
tuntunan Sang Nabi yang di sampaikan kepada para Sahabah, kalimat-kalimat
mutiara-mutiara yang menuntun kepada keluhuran dunia dan akhirah, di saat
para Sahabah mendengarnya dan menyampaikannya pada tabi'in, demikian kepada
sanubari ke lisannya, dari lisan kepada telinga murid-muridnya dan demikian
dari zaman kezaman sampailah kepada kita kalimat-kaliamat yang keluar dari
lisan Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
Seraya berkata di riwayatkan di dalam Sahih Al Bukhari:
Åöäøó ÇáÏøöíäó íõÓúÑñ æóáóäú íõÔóÇÏøó ÇáÏøöíäó ÃóÍóÏñ ÅöáøóÇ ÛóáóÈóåõ
ÝóÓóÏøöÏõæÇ æóÞóÇÑöÈõæÇ æóÃóÈúÔöÑõæÇ æóÇÓúÊóÚöíäõæÇ ÈöÇáúÛóÏúæóÉö
æóÇáÑøóæúÍóÉö æóÔóíúÁò ãöäó ÇáÏøõáúÌóÉö ( ÕÍíÍ ÇáÈÎÇÑí )
Sungguh agama ini adalah kemudahan, kemudahan yang membawa kemudahan pula,
dan tiada orang yang memaksakan dirinya kecuali dia akan hancur sendiri dan
akan kalah sendiri oleh keinginannya yang berlebihan.
Al Imam Ibn Hajar Al Asqalaniy didalam kitabnya Fathul Baari bisharah Shahih
Bukhari mensharahkan makna kalimat ini:
æóáóäú íõÔóÇÏøó ÇáÏøöíäó ÃóÍóÏñ ÅöáøóÇ ÛóáóÈóå
Bahwa jangan sampai manusia itu memaksakan diri lebih dari kemampuannya
tetapi benahilah diri kita dari segala hal-hal yang kurang sempurnakan
semampunya, dan jangan paksakan diri lebih dari kemampuannya,
Berkata Hujjatul Islam wabarakatul 'anam Al Imam Ibn Hajar Al Asqalaniy
didalam fathul Baari bisharah Shahih Al Bukhari makna kalimat ÝóÓóÏøöÏõæÇ
ini adalah jangan sampai kita mengutamakan hal-hal yang sunah hingga membuat
hal yang fardhu tertinggalkan.
Misalnya, seorang yang semangat besar untuk melakukan shalat tahajjud, ia
lakukan mulai tengah malam sampai dekat subuh sudah kelelahan karna
berjam-jam melakukan shalat tahajjud ingin mengikuti sunah, akhirnya sebelum
adzan subuh dia tergeletak tidur dan dia lewatkan shalat subuhnya yang
fardhu sampai terbitnya matahari, demikian yang dikatakan oleh Al Imam ibn
Hajar didalam fathul Baari yaitu jangan berlebih-lebihan jangan pula
kekurangan, sudah kita jangan banyak beribadah yang sunah dengar hadits ini
sudah jangan paksakan diri, kita memaksakan diri kita terus berbuat dosa,
kapan kita berusaha membenahi diri kita untuk mendapatkan pahala dan ibadah,
kadang-kadang kita tidak ingin berbuat dosa tapi terus diri kita memaksakan
lebih dari kemampuan untuk berbuat dosa bagaimana dengan mendekat kepada
Allah subhanahu wata'ala.
Dan Rasul shallallahu 'alaihi wasallam meneruskan sabdanya æóÞóÇÑöÈõæÇ yaitu
berkata Al Imam ibn Hajar Asqalaniy didalam fathul Baari makna kalimat ini
adalah: kalau kau tidak mampu beramal yang tidak mampu kau lakukan
sebagaimana orang-orang mulia yang kau jadikan panutan maka dekatkan kepada
amal itu walaupun tidak sepertinya.
Kita dengar Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, Shalat malam sampai bengkak
kakinya, kita tidak mampu itu paling tidak mengikuti beliau shalat malam
walaupun beberapa menit semampu kita, demikian pula amal shaleh lainya,
kalau tidak mampu yang sempurna yang baik maka dekatkan semampu kita kepada
yang paling baik menurut kemampuan kita, maka dengan perjuangan itu kabar
gembira bagi kalian kata Rasul shallallahu 'alaihi wasallam. Sabda
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:
æóÇÓúÊóÚöíäõæÇ ÈöÇáúÛóÏúæóÉö æóÇáÑøóæúÍóÉö æóÔóíúÁò ãöäú ÇáÏøõáúÌóÉö
Dan perbanyaklah do'a untuk memohon pertolongan di pagi hari, di sore hari
maksudnya pagi hari itu saat waktu kita beraktifitas, banyak-banyak bedo'a
kepada Allah supaya aktifitas kita di limpahi keberkahan, kesuksesan,
keberhasilan dunia dan akhirah dan juga di sore hari selesai aktifitas kita
kerdo'a kepada Allah barangkali tadi banyak dosa yang kita kerjakan supaya
di ampuni Allah barangkali dari tadi banyak perbuatan-perbuatan yang buruk
yang bisa membawa musibah di masa mendatang agar di ampuni Allah
æóÔóíúÁò ãöäú ÇáÏøõáúÌóÉö
Dan di sedikit waktu diwaktu malam yang gelap, malam yang gelap adalah malam
yang gelap yaitu di tengah malam atau di akhir malam demikian di jelaskan
oleh Al Imam Ibn Hajar Al Asqalaniy didalam kitabnya Fathul Baari bisharah
Shahih Bukhari.
Dan beliau menjelaskan bahwa hadits ini juga memberikan gambaran kepada
kita, bahwa Allah subhanahu wata'ala, tidak memaksakan lebih dari kemampuan
kita dan Rasul shallallahu 'alaihi wasallam memberikan kemuliaan tuntunan
kemuliaan dan Beliau shallallahu 'alaihi wasallam kelak akan memberikan
syafa'ah bagi ummatnya di hari kiamat.
Sebagaimana Firman Allah subhanahu wata'ala:
ÇáøóÐöíäó ÂóãóäõæÇ æóáóãú íóáúÈöÓõæÇ ÅöíãóÇäóåõãú ÈöÙõáúãò ÃõæáóÆößó áóåõãõ
ÇáúÃóãúäõ æóåõãú ãõåúÊóÏõæäó ( ÇáÃäÚÇã : 82 )
" Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan
kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan
mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk ". ( QS. Al An'am : 82
)
Maka di riwayatkan di dalam Shahih Al bukhari ketika ayat ini turun
orang-orang yang beriman yang tidak menyatukan iman mereka dengan perbuatan
dholim, maka berkata para sahabat "siapa diantara kita yang tidak pernah
berbuat dosa, bagaimana ini bisa kita lakukan ayat ini, betapa beratnya,
maka turun firman Allah subhanahu wata'ala, yang selanjutnya menjawab
kerisauan para sahabat itu dengan firman-Nya:
Åöäøó ÇáÔøöÑúßó áóÙõáúãñ ÚóÙöíã ( áÞãÇä : 13 )
" Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang
besar" ( QS. Luqman: 13 )
Al Imam bin Hajjar mensyarahkan makna ayat ini adalah bahwa Allah subhanahu
wata'ala menjawab kerisauan para sahabat, mereka risau dengan turunnya ayat
ini siapa diantara kita yang tidak berbuat dosa, lalu bagaimana dengan ayat
orang-orang yang beriman yang tidak tercampur iman mereka dengan dosa, yaitu
suci dari dosa, siapa yang diantara kita suci dari dosa, maka Allah beri
ketenangan mereka dengan ayat ini, yang dimaksud adalah orang yang
menyekutukan Allah subhanahu wata'ala tapi mengaku beriman, yaitu para
munafikin lisannya muslim tetapi hati sanubarinya memusuhi dan menghancurkan
islam, ini ada di masa sang Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan hingga
saat inipun ada.
Hadirin hadirat yang di muliakan Allah,
Berkata Al Imam Ibn Hajar Al Asqalaniy didalam kitabnya Fathul Baari
bisharah Shahih Bukhari mensyarahkan hadits ini bahwa tiadalah seseorang
yang beriman kecuali pasti sampai kepada surganya Allah subhanahu wata'ala,
walaupun mereka pendosa dan melewati siksa mungkin di dunia mungkin di
barzakh, mungkin di neraka, namun ayat ini merupakan jaminan juga bahwa
tidak ada satu orangpun yang beriman kekal di dalam neraka tentunya dengan
syafa'at Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
Jadi kita ini sudah tidak menyekutukan Allah, sudah mengakui Nabi Muhammad
utusan Allah, sudah cukup tidak perlu beramal karna sudah pasti masuk surga,
hati-hati dengan perbuatan dosa yang meninggalkan perintah Allah dan
melakukan larangannya karna perbuatan dosa seperti itu hanyalah menambah
musibah kita di dalam kehidupan dunia, di alam barzakh dan di hari kiamat,
makin banyak dosa kita, makin banyak kesalahan kita makin banyak musibah
yang kita datangkan sendiri dengan perbuatan kita sendiri di dunia dan di
akhirat, semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita.
Hadirin yang akan saya sampaikan pula adalah tentang fitnah di facebook yang
menampilkan wajah saya yang diatasnya di beri palang salib dan diatas
namakan seorang pendeta, facebook itu sudah lama mungkin sekitar setahun
tapi berganti-ganti gambar, baru ini dengan gambar saya, namanya pendeta
siapa saya lupa, gambar salip di atas kepala saya pakai gambar saya, namanya
pendeta siapa saya lupa, kabar sudah di sampaikan kepada Guru Mulia, karena
kerisauan saya sebagaimana yang saya sampaikan kepada jamaah jangan ada
satupun yang bertidak anarkis, saya sudah memafkannya dan kita berharap dia
yang berusaha memerangi Rasul diberi hidayah oleh Allah subhanahu wata'ala,
hingga dia berjuang untuk membela Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam,
amin allahumma amin.
Namun kerisauan saya adalah ini adalah awal dari satu keinginan untuk adu
domba antara ummat beragama, memancing kemarahan jamaah Majelis Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam, untuk memerangi kaum non muslim yaitu nasrani,
ini yang di pancing oleh mereka, barangkali pembuatnya bukan seorang
pendeta, besar firasat saya bukan pendeta yang berbuat, karena jika mereka
berbuat seperti itu bunuh diri namanya, satu hal yang sangat bodoh, ini adu
domba antara kerukunan ummat beragama, saya percaya bahwa seluruh hadirin
Majelis Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam akan memahami apa yang saya
sampaikan bahwa tidak ada yang mengambil tindakan anarkis, namun risau saya
adalah oknum-oknum pengadu domba memakai atribut Majelis Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam, lalu membakar gereja, lalu oknum-oknum pengadu
domba memakai kalung salib memukuli jamaah majelis Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam (untuk membalas), perang antar umat beragama dan banjir
darah kota Jakarta ini.
Hadirn hadirat oleh sebab itu, kabar saya sampaikan kepada Guru Mulia Al
Musnid Al Allamah Al habib Umar bin Hafidz, dan beliau melihat sendiri dari
pada selebaran itu yaitu facebook itu di printkan untuk beliau dan beliau
berkata: Laa yadhur, laa yadhur (tidak membawa mudharat, tidak membawa
mudharat) Alhamdulillahirabil'alamin, namun beliau memberikan instruksi
sampaikan kepada jamaah agar jelaskan tentang akhlak kita, budi pekerti kita
antar ummat beragama sangatlah mulia.
Rasul shallallahu 'alaihi wasallam sangat menghormati dan di hormati oleh
ummat beragama, tokoh-tokoh besar kristen sangat memuliakan sayyidina
Mauhammad shallallahu 'alaihi wasallam, diantara mereka yang masuk islam dan
diantara mereka yang tidak, seperti Heraklius Bizantium, sebagaimana Riwayat
Shahih Al Bukhari, Heraklius Bezantium adalah Kaisar Romawi ketika datang
utusan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dengan ucapan Kepada kaisar
Heraklius Bizantium, masuk Islam, kau akan selamat , maka ditanya ini surat
datangnya dari siapa ? apakah dia seorang pemimpin? Bukan, apakah dia anak
pemimpin yang gila kehormatan? Bukan, apakah dari seorang yang punya tentara
ratusan ribu hingga berani katakan ini pada kaisar Romawi semacamku? Tidak
mempunyai pasukan, apakah dia mempunyai pengikut banyak hingga sangat berani
melawan kerajaanku? Dia pengikutnya beberapa orang saja dari para budak,
apakah bapaknya seorang yang besar? Dia seorang anak yatim, apakah dia kaya
raya yang bisa menyewa pasukan untuk melawan Kekaisaranku? Dia orang yang
miskin yang menggembala domba, maka bekatalah kaisar Heraklius Bizantium:
sungguh orang ini membawa kebenaran, jika aku ada di hadapannya di saat ini
aku akan mencuci kedua sandalnya, kekuasaan beliau akan sampai kekaisaranku
ini dan tempat dudukku ini, singgasanaku ini akan di sampaikan oleh
kekuasaan beliau Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
Gemuruh para pendeta di kerajaan Kaisar Heraklius Bezantium, beliau kaisar
bicara seperti itu, namun Kaisar Bizantium tetap tidak masuk islam,
membiarkan muslimin tinggal di wilayahnya damai, ini kaisar seorang pemimpin
besar ummat kristen di masa itu. (tetap menghormati muslimin dan Rasulullah
saw)
Bukan satu saja, Juga Kaisar Najasi seorang kaisar Nasrani di Afrika, sampai
surat itu kepadanya, berkata Sayyidina Ja'far bin Abi Tholib ra mengenang
membawa surat ini, Kaisar Najasi berkata saat itu, ini orang tampaknya
mebawa kebenaran dan berkata seorang munafik yang juga hadir di saat itu di
depan Kaisar Najasi, tunggu kaisar jangan sembarangan kau percaya, tanyakan
dulu apa yang dia ucapkan tentang apa yang kalian sembah yaitu Isa bin
Maryam. Apa menurut kalian ajaran kalian tentang Isa bin Maryam? Maka
Sayyidina Ja'far bin Abi tholib membaca surat Maryam, kalimat demi kalimat
menjelaskan siapa Nabi isa bin Maryam, Kaisar Najasi berkata pada mereka
lepaskan mereka, mereka memilih bebas disini dan tidak lama diapun masuk
islam.
Riwayat Shahih Al Bukhari, orang yang pertama kali Rasul melakukan shalat
ghaib untuknya adalah Kaisar Najasi, seorang Kaisar besar yang memimpin
kekaisaran yang beragama kristen, bawahannya banyak para pendeta namun tidak
membunuh Sang Kaisar mereka menghargai ummat beragama, ini yang di
instuksikan oleh Guru Mulia untuk dijelaskah bahwa kerukunan ummat beragama
yang meski kita benahi, dan beliau mengatakan jika jamaah mengikuti apa yang
ku wasiatkan, orang-orang nasrani yang akan memerangi orang yang membuat
facebook itu, bukan kita, mereka yang akan memerangi karna malu sendiri,
bahwa orang-orang muslim berbuat baik santun kepada orang-orang yang non
muslim, semakin kita mencinta Sang Nabi shallallahu 'alaihi wasallam semakin
kita berbuat baik kepada mereka, demi mereka mengenal kelembutan Islam,
kelembutan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, yang dengan itu
mereka sendiri yang akan tertarik kepada Islam, atau mundur teratur untuk
tidak memerangi muslimin karena disibukan dengan kesibukan musuh mereka,
mereka sendiri yang akan mengejar orang-orang yang mengadu domba antar
mereka muslimin.
Demikian hadirin hadirat Instruksi dari Guru Mulia yang telah saya
sampaikan,
Dan yang terakhir adalah hal kemangkatan Guru dari Guru Mulia kita,
Khalifatul aulia Sayyidi Al Arifillah Al Qutb Al Habib Abdulqadir bin Ahmad
Assegaf alaihirahmatullah, wafat pada sebelum terbitnya subuh hari minggu
yang lalu yaitu tanggal 4 April 2010 (19 Rabiutsani 1431 H), beliau wafat
sebelum terbitnya subuh dan kabar sampai kepada Guru Mulia pada sekitar
setengah tujuh tepat setelah beliau melihat selebaran facebook dan
menjawabnya, lalu beliau masuk rumah dapat kabar tentang kemangkatan Guru
Beliau, dan beliau diam tidak berbicara sepatah katapun, masuk kedalam
kamarnya, jam sembilan pagi sudah menuju bandara berangkat ke Jeddah, untuk
melakukan menghadiri shalat jenazah yang dilakukan pada kemarin ba'da Isya
di masjidil Haram, ba'da shalat Isya.
Hadirin hadirat yang kumuliakan,
Tentang Al Imam Abdulqadir bin Ahmad Assegaf adalah seorang yang sangat
berlemah lembut, air mata bercucuran jika beliau menyampaikan tausyiah,
rahasia-rahasia kelembutan Allah subhanahu wata'ala berpijar dari tuntunan
beliau, membuat hati bagaikan pecah hatinya dari haru atas kelembutan Allah
subhanahu wata'ala, demikian hari-hari dan perjuangan Al Imam Al Kutub
Abdulqadir bin Ahmad Assegaf, orang yang sangat mulia dan Beliau adalah Guru
dari Guru Gulia kita, setelah beliau sering kunjung ke Indonesia di zaman
Alhabib Shaleh bin Muhsin Alhamid (Tanggul) Rahimahullah, di zamannya
Alhabib Alwi bin Ali Al Habsyi rahimahullah solo (ayah dari Almarhum Alhabib
Anis) di zamannya itu Alhabib Umar bin hud Alattas , dan para guru-guru dan
para sepuh pada masa itu.
Tahun 1998 saya kunjung pada beliau bersama Guru Mulia, bersama para alumni
pertama Murid-murid Guru Mulia, guru mulia mengantar kita pulang ke
Indonesia sebelumnya haji umroh sekaligus silahturrahmi kepada Sayyidi
Alhabib Abdulqadir bin Ahmad Assegaf Guru Mulia, semua mata kami memandangi
wajahnya yang bercahaya, wajah sepuh yang bercahaya itu tahun 1998 itu sudah
rebah di tempat tidur, wajah yang penuh kelembutan dan pandangan yang penuh
kasih sayang memandangi wajah-wajah para alumni satu persatu dan air mata
beliau tidak berhenti mengalir, dan tangan beliau bergetar terangkat
mendo'akan para alumni lantas satu persatu kami menyalami beliau, guru mulia
di sebelah beliau mengenalkan nama kami satu persatu, fulan bin fulan, ini
fulan bin fulan, satu persatu kami menyalami beliau, pertemuan di akhiri
dengan satu Qasidah yang membuat beliau menangis dan berguncang-guncang
tubuhnya, dari dasyatnya menangis lalu mengangkat tangan berdo'a membuat
kami hampir bergelimpangan dari tangis melihat beliau dari sedemikian
dahsyatnya berdo'a dan bermunajat, beliau telah wafat dan sungguh Allah
subhanahu wata'ala memuliakan ruh beliau di alam barzakh, Semoga Allah
subhanahu wata'ala menjadikan tanda wafatnya beliau sebelum terbitnya fajar,
menandakan terbitnya fajar fatah (kesuksesan), akan segera tiba yaitu
terbitnya kemakmuran, dan tegaknya panji Sayyidina Muhammad shallallahu
'alaihi wasallam, di barat dan timur telah akan waktunya, amin allahumma
amin.
Dan Kita juga berdo'a kepada Allah, semoga Allah subhanahu wata'ala
memuliakan para da'i Ilallah di barat dan timur agar dilimpahkan kemudahan
di dalam perjuangannya, dan semoga Allah subhanahu wata'ala melimpahkan
kemuliaan, keluhuran dan kedamaian bagi para pecinta Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam, dan semoga Allah melimpahkan hidayah di barat dan di timur
bagi orang mereka yang masih menyembah selain Allah dan semoga Allah
subhanahu wata'ala tidak menjadikan wafatnya Al habib Abdulqadir bin Ahmad
Assegaf sebagai musibah bagi kita, semoga Allah menjadikan kejadian ini
Wahai Allah, hiburlah kami karna kesedihan ini, hiburlah kami dengan
muculnya Khalifah baru yang pemimpin kedamaian di barat dan timur, ya Rahman
ya Rahim, pemimpin para habaib telah wafat dari generasi ke generasi
tergantikan dan sampai kini wafatnya Alhabib Abdulqadir bin Ahmad Assegaf,
semoga terbit matahari kedamaian di barat dan timur, menjadikan pula segera
kota jakarta kota kedamaian, kota sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi
wasallam, aman dari Narkotika, aman dari minuman keras, aman dari segala
hal-hal yang mungkar, aman dari kriminal, aman dari hal yang buruk, ya
Rahman Ya Rahim ya jalzalali walikrom.
Hadirin hadirat, akhir dari do'a kita adalah agar Allah memberikan ketabahan
kepada Guru Mulia kita yang di tinggal Guru Mulianya, betapa sedihnya di
tinggal Sang Guru, beliau dalam perjuangan dakwah yang demikian beratnya,
walaupun sayyidi Al Habib Abdulqadir bin Ahmad Assegaf, telah rebah tidak
bergerak saat itu hanya di tempat tidur dari tahun 1998 sudah 12 tahun yang
lalu, sudah begitu keadaanya namun ruh beliau tetap mendo'akan ummat
mendukung dakwah para pecinta Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, namun kini
beliau telah wafat betapa beratnya dan sedihnya Guru Mulia kita, Semoga
Allah memberikan ketabahan dan ketenangan pada Guru Mulia kita membawa beban
yang sangat berat di dalam Dakwahnya, ditinggal pula dengan Guru Mulia
beliau, baru saja kembali dari pada perjalanan dakwah yang panjang, di
Indonesia, di Eropa, di Afrika baru saja kembali beberapa hari istirahat,
sudah ditinggal mangkat oleh Guru Mulia tercinta, sungguh kesedihan beliau
memberatkan kita, kita tidak senang beliau sedih, rasanya diri ini kalau
bisa di sobek-sobek dan hancur lebur dan dilemparkan di neraka lebih baik
dari pada kesedihan menimpa hati Guru Muliaku, Guru Mulia yang kita cintai.
Hadirin hadirat yang di muliakan Allah,
Mari sama-sama kita melakukan tahlil, shalat jenazah untuk Guru dari Guru
Mulia kita sekaligus agar Guru Mulia kita di beri ketabahan, ya Rahman ya
Rahim.
Terakhir Diperbaharui ( Tuesday, 06 April 2010 )
Best Regards,
SAIFUL ILMI
Production Engineering
PT. Katsushiro Indonesia
Jl. Jababeka XII Blok I - Cikarang - Bekasi
Telp. 021-8934953 ext. 270 or ext. 235
Fax . 021-8934957
Hp. 081-59404731
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar