Selasa, 16 September 2008

[sekolah-kehidupan] Digest Number 2255

Messages In This Digest (15 Messages)

Messages

1.

(artikel) Jalan Menuju Ke Langit..

Posted by: "agussyafii" agussyafii@yahoo.com   agussyafii

Mon Sep 15, 2008 9:45 pm (PDT)

Jalan Menuju Ke Langit..

Sumber,
http://mubarok-institute.blogspot.com/2008/09/jalan-menuju-ke-langit-mendekat-kepada.html

Bahasa sehari-hari mengenal istilah; Alloh SWT yang di atas, atau
Alloh SWT yang di langit. Langit sering didefinisikan sebagai batas
pandangan mata. Dalam al Qur'an langit disebut dengan nama sama' atau
samawat. Dalam bahasa Arab, sama' mengandung dua arti, pertama; ma
`ala ka, apa yang di atasmu. Dari pengertian ini maka plafon di rumah
kita di sebut langit-langit. Ke dua; langit adalah ungkapan tentang
sesuatu yang tidak terjangkau oleh akal manusia.

Jika di sebut sorga berada di langit artinya akal manusia tidak akan
mampu melacak keberadaannya. Sorga dapat dilacak dengan keyakinan atau
iman, bukan dengan ratio. Bahasa sehari-hari juga suka menggunakan
istilah langit meski kurang tepat, misalnya menyebut kecantikan luar
biasa dari seorang gadis dengan menyebut cantiknya selangit, kekayaan
yang sangat banyak disebut kayanya selangit , dan ungkapan semisal
lainnya.

Orang beriman meyakini bahwa di balik alam raya ini ada alam langit
atau `alam malakut satu "tempat" yang sangat tinggi dimana blue print
alam raya dengan segala kehidupannya itu berada dan dikendalikan, dan
Allah bersemayam di `arasy Nya mengendalikan kekuasaanya melalui
sistem sunnatulllah, dan Dia mengontrolnya secara detail hingga
jatuhnya selembar daunpun berada dalam kontrol Nya.

Di mana letak alam malakut dan dimana `arasy Alloh SWT, akal manusia
tidak mungkin menjangkaunya, karena Alloh Maha Tinggi sedangkan
manusia sebagai hamba memiliki keterbatasan yang sangat banyak. Meski
demikian, dengan sifat Rahman dan Rahim Nya Alloh memberi
infrastruktur kepada manusia untuk dapat mendekat kepada Nya. Allah
menempatkan sifat ilahiah pada setiap manusia, apa yang dalam agama
disebut nasut.

Allah juga menempatkan cahaya (nur) Nya pada setiap hati (qalb)
manusia, disebut nuraniyyun (hati nurani) yang memiki kapasitas
pandangan batin sebagai lawan dari pandangan mata kepala, oleh Al
Qur'an disebut bashirah (Q/75:14-15). Jika sifat Alloh SWT al Bashir
mengandung arti Alloh SWT mampu melihat sesuatu secara total tanpa
alat bantu, maka bashirah nya manusia atau hati nurani manusia juga
dapat menembus dinding-dinding pembatas, secara internal melihat diri
sendiri, introspeksi secara jujur dan hati nurani tidak bisa diajak
berdusta, sedangkan secara ekternal, nurani dapat menerobos ke alam
malakut bercengkerama dengan ruhaniyyun (malaikat atau arwah manusia)
dan bahkan bisa bercengkerama dengan Allah Yang Maha Pengasih lagi
Penyayang. Di alam malakut manusia bisa berjumpa dengan arwah manusia
yang telah lama meninggal, dan jika beruntung bisa berjumpa dengan Nabi.

Dengan sifat Nasut itulah manusia pada suatu ketika rindu kepada Alloh
SWT. Sifat Nasut itu bagaikan api yang selalu menyala ke atas. Orang
yang sedang rindu kepada Alloh SWT, maka pandangannya selalu ke "atas"
mencari Dia Yang Maha Tinggi di "alam atas". Kerinduan kepada Alloh
SWT itu memuncak ketika seseorang berhasil bekerja keras mensucikan
jiwanya (tazkiyyat an nafs) hingga jiwanya mencapai tingkat nafs al
muthma'innah, yakni jiwa yang tenang, atau ketika Alloh SWT berkenan
mendekati hamba-hamba-Nya yang dikehendaki Nya sehingga orang itu
dalam waktu cepat tersucikan jiwanya (Q/ 4:49)

Di sisi lain, Alloh SWT memiliki sifat kemanusiaan (Lahut) yang selalu
merindukan kehadiran manusia ke haribaan rahmat Nya. Alloh SWT sangat
antausias menyongsong hambanya. Jika manusia mendekati Alloh SWT
dengan jalan kaki, maka Alloh SWT akan menyongsongnya dengan berlari.
Itulah yang menyebabkan ada orang yang sudah sejak kecil menjadi
muslim tetapi tak kunjung berkualitas, sementara ada orang yang belum
lama menjadi "mu'allaf" tetapi sudah mencapai pencerahan
spiritualitas, karena ia disongsong oleh Alloh SWT. Di satu pihak,
manusia memang memiliki bakat kerinduan kepada Alloh SWT dan untuk itu
ia berusaha naik ke "atas" (taraqqi), di pihak lain, Alloh SWT yang
merindukan kehadiran manusia berlari turun dari "atas" (tanazul)
menyongsong setiap hambanya yang berusaha keras mendekat (taqarrub).
Ada tiga jalan yang bisa ditempuh manusia mendekat kepada Nya.

Pertama: Thariqah as Syar`iy, jalan syar'i. Siapa saja yang berusaha
keras konsisten mengikuti syari'at, salatnya, puasanya, berdagangnya,
berpolitiknya, dan seluruh aspek hidupnya, maka dijamin ujungnya
adalah dar al muqarrabin, wisma khusus untuk orang-orang dekat. Siapa
saja yang secara konsisten mengikti petunjuk Alloh SWT dalam hidupnya,
yakni mengikuti aturan Alloh SWT tentang halal-haram, mengerjakan
perintahNya dan menjauhi larangan Nya, maka ia berpeluang untuk
menjadi orang dekat Nya.

Kedua: Thariqah ahl az zikr, jalannya ahli zikir. Barang siapa yang
dalam hidupnya selalu berzikir maka ia akan sampai ke tingkat dekat
dengan Allah. Zikir artinya menyebut atau mengingat. Orang awam
berzikir dengan mulutnya dalam bentuk menyebut asma Allah atau kalimah
thayyibah, meski hatinya belum tentu ingat Allah. Lihatlah orang yang
ikut zikir bersama Arifin Ilham, ia bisa menangis haru interospeksi.
Jika zikir itu dipelihara, dikerjakan secara sistemik, maka
lama-kelamaan hatinya menjadi dekat dengan Alloh SWT yang selalu
disebutnya. Sementara orang khawas berzikir dengan hatinya. Keadaan
apapun yang dihadapinya dalam hidup, hatinya tetap mengingat Allah.
Ada beberapa tingkatan zikir, yaitu zikir jahr, zikir keras-keras,
kemudian meningkat ke zikir khofiy, zikir yang tidak mengeluarkan
suara tetapi penuh d dalam hati, kemudian tafakkur, berkelana secara
ruhaniyyah merenungkan kebesaran Allah, dan yang tertinggi adalah
tadabbur, yakni melihat benda atau alampun langsung terbayang Sang
Pencipta (tadabbur `alam).

Ketiga: Thariqah mujahidah as Syaqa, memilih jalan yang sulit. Bagi
penganut jalan ini, hidup secara biasa itu berarti tidak tahu diri dan
kurang bersyukur kepada Alloh SWT. Ia wajibkan dirinya mengerjakan
yang sunnah, ia haramkan untuk dirinya apa yang sesungguhnya halal,
semata-mata karena tahu diri. Ia lebih suka tidur di lantai, meski
memiliki kasur, ia memakan makanan yang tidak enak meski tersedia
makanan lezat, pokoknya semua yang sulit menjadi pilihannya. Baginya
menempuh kesulitan dalam perjalanan mendekat kepada Alloh SWT itu satu
kenikmatan, dan baginya pula, menggunakan fasilitas kemudahan dalam
perjalanan kepada Alloh SWT itu memalukan. Wallohu a`lam.

Salam Cinta,
agussyafii

Sekiranya berkenan mohon kirimkan komentar anda melalui
achmad.mubarok@yahoo.com atau http://mubarok-institute.blogspot.com

2a.

Bls: [sekolah-kehidupan] (Inspirasi) A New Quest

Posted by: "dyah zakiati" adzdzaki@yahoo.com   adzdzaki

Mon Sep 15, 2008 9:46 pm (PDT)

Keren mbak Jenny. Tetap berlari tuk wujudkan mimpi-mimpi itu ya.

Salam
Dyah

----- Pesan Asli ----
Dari: Jenny Jusuf <j3nnyjusuf@yahoo.com>
Kepada: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Terkirim: Selasa, 16 September, 2008 11:04:46
Topik: [sekolah-kehidupan] (Inspirasi) A New Quest

Mimpi.

Kata sederhana itu timbul di benak saya, bertahun-tahun lalu, saat pertama
kalinya saya duduk di depan mesin ketik tua milik Ayah, mencoba menulis cerpen
dengan susah payah, menjebloskan jari-jari saya ke sela-sela tombol dan
berulangkali membubuhkan tipp-ex pada setiap huruf yang salah diketik.

Cerpen itu selesai dalam beberapa jam. Hasilnya adalah jari-jari yang bengkak
dan memerah karena kecerobohan saya. Cerpennya sendiri tak kunjung memperoleh
tanggapan, bahkan setelah bertahun-tahun. Dugaan terkuat: dilempar ke keranjang
sampah oleh editor yang eneg melihat manuskrip penuh tipp-ex. ;-)

Mimpi.

Kata itu kembali bergaung di telinga saya, bertahun sesudahnya, ketika saya
duduk di depan seperangkat komputer baru, menghadapi word processor yang masih
kosong dengan semangat menggebu.

Saya mulai menulis. Entah kenapa, saya merasa tulisan saya tak cukup bagus,
namun saya terus mengetik. Menuangkan apa saja yang terlintas di otak. Sekilas,
saya teringat pada cerpen penuh tipp-ex yang gagal dimuat - sepenggal mimpi
yang tidak berhasil menembus realita. Nyali saya sedikit ciut, namun saya tak
bergeming. Bukankah kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda? Mengapa harus
takut gagal?

Pelan-pelan, saya berhasil menyelesaikan cerpen pertama. Disusul cerpen
kedua, ketiga, dan seterusnya. Ternyata menggunakan komputer memang jauh lebih
efisien dan praktis. ;-D Dengan penuh semangat saya mencetak naskah-naskah itu.
Mencantumkan biodata singkat, memasukkannya dalam amplop cokelat besar dan
mengirimkannya ke redaksi majalah.

Tak ada kabar. Setiap hari saya menunggu, harap-harap cemas. Sebulan
berlalu, tetap tak ada berita apapun. Juga bulan-bulan berikutnya, sampai
akhirnya saya melupakannya sama sekali.

Mimpi.

Itulah yang saya bisikkan kepada diri sendiri saat mulai menulis draft
novel yang pertama. Menulis cerita lebih dari 8 halaman bukan hal yang mudah,
namun tidak ada salahnya mencoba.

Ternyata menulis novel merupakan proses yang jauh lebih panjang dari yang
saya kira. Saya menulis dan terus menulis, sampai halaman 40, ketika untuk
pertama kalinya saya berhadapan dengan penyakit sejuta umat: writer's block.
Frustrasi dan jenuh karena proses yang tak kunjung selesai, saya kembali
berfokus pada cerpen – melahirkan naskah demi naskah, mengirimkannya ke kantor
redaksi, dan lagi-lagi tak mendapat tanggapan apapun. Saya mencoba mengikuti
lomba menulis. Hasilnya sama saja.

Saya kecewa, namun menolak untuk berhenti. Ada kalanya kegagalan-kegagalan
itu membuat saya berpikir, "Sudahlah Jen, mungkin memang nggak bakat...", tapi
jauh dalam hati, saya tidak pernah bisa menolak keinginan untuk terus menulis.
Rasa kecewa tak mampu menghentikan saya dari duduk di depan komputer hingga
lewat tengah malam, menuliskan baris demi baris, paragraf demi paragraf.

Sampai akhirnya, saya sadar. Kegagalan tak akan bisa membendung saya, karena
saya mencintai aktivitas kecil ini. Saya tak peduli apakah ada editor yang
bersedia menerima tulisan saya, mempublikasikannya, atau malah membuangnya.
Saya akan terus menulis. Tak peduli apapun hasilnya.

Mimpi.

Kata itu kembali terngiang kala saya menulis sebuah cerpen berjudul
'Anugerah Terindah' dan mengirimkannya ke redaksi majalah. Kali ini tanpa
ekspektasi berlebihan. Ternyata, usaha kesekian itu membuahkan hasil. Juni
2006, untuk pertama kalinya saya melihat tulisan saya terpampang di sebuah
majalah.

Untuk pertama kalinya saya mengalami momen 'pencerahan' itu. Pencerahan
bahwa impian memang bisa menjadi kenyataan. Bahwa usaha dan kerja keras memang
membuahkan hasil. Bahwa Tuhan memang memeluk mimpi-mimpi.

Sejak itu, saya terus berusaha menumbuhkan keberanian untuk bermimpi. Meski
impian itu jarang bisa diungkapkan, apalagi dengan 'sembarang' orang. Hanya
sahabat-sahabat terdekat yang mengetahui angan saya yang sesungguhnya; cita-cita
yang tak pernah pupus meski sebelah tangan dan kaki saya berpijak di tempat
lain, mengerjakan sesuatu yang sangat berbeda dengan minat dan keinginan saya.

-----

Saat duduk berdua dengan manajer saya, untuk pertama kalinya saya
memberitahunya tentang impian-impian yang tersimpan di hati saya.

Saya memberanikan diri untuk berterus-terang, mengungkapkan apa yang saya
rasakan dan pikirkan setahun belakangan. Sesuatu yang telah lama mengusik,
namun tak pernah terverbalkan. Sampai detik itu.

Harap-harap cemas, saya menatapnya. Tak disangka, ia balik menatap saya...
dengan senyum di wajahnya. Jauh di luar dugaan, matanya berbinar.

"Saya akan kehilangan kamu." Jawaban itu membuat hati saya mencelos. Bagi
orang lain, keluar-masuk perusahaan, mencari pengalaman baru dengan berganti-ganti
pekerjaan mungkin sesuatu yang biasa, namun tidak bagi saya. Hampir 2 tahun
bekerja di sana, saya telah menjadi bagian dari mereka. Dan saya mensyukuri
setiap menit keberadaan saya di sana, meski ada hal-hal yang tidak terelakkan,
yang tidak bisa dipungkiri, yang akhirnya membawa saya pada keputusan itu:
untuk berpisah.

"Saya kehilangan seorang karyawan, tapi saya akan bangga kalau kamu bisa
berhasil di luar sana. Saya akan benar-benar bangga." Senyum di wajahnya tak
juga lepas.

2 jam berlalu, saya merasa tak sedang berhadapan dengan atasan. Saya sedang
bicara dengan seorang sahabat. Beliau bahkan menolong saya mencari taksi saat
hendak pulang, karena malam sudah terlampau larut untuk pulang dengan angkutan
umum.

Di dalam taksi, saya menyandarkan kepala dan menghela nafas dalam-dalam.

Mimpi.

Kata itu telah membawa saya sampai di sini. Dan esok, saya akan memulai
perjalanan yang baru. Melangkahkan kaki, dengan segala resiko dan
konsekuensinya, untuk menempuh petualangan yang berbeda dari apa yang pernah
saya alami sebelumnya, namun lebih menantang, dan tentunya, seru.

Perjalanan untuk mengejar mimpi. :-)

Dan aku tahu, di atas sana,
Tuhan sedang tersenyum.



*By the way, judulnya kok kayak
film-film science fiction jadul ya?
Hihihi..*

ROCK Your Life!
- Jenny Jusuf -
http://jennyjusuf. blogspot. com


__________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
2b.

Re: Bls: [sekolah-kehidupan] (Inspirasi) A New Quest

Posted by: "Bu CaturCatriks" punya_retno@yahoo.com   punya_retno

Tue Sep 16, 2008 12:43 am (PDT)

ah, senangnya baca tulisan ini.
sangat menggugah.
spt mbak jenny, dulu sy juga sgt minder dgn tulisan2 saya. bahkan,
sekarangpun masih.
ada banyak momen, dimana sy pikir, i'm such a loser writer (is that
a word?), ex: saat kalah lomba, saat tulisan tidak dimuat, saat
orang2 tidak paham tulisan saya (sy selalu bpikir, seorang jenius
adl yg bisa menyederhanakan hal2 rumit. jadi, saat pembaca sy gak
paham tulisan sy, artinya sy gagal mengemas pesan sesederhana
mungkin), etc, etc.
sampai di satu titik, sy tidak peduli. hell with it.
saya cuma cinta menulis. itu saja.
saat saya bisa bercengkerama dgn huruf, kata2, ide, dan tanda baca.
sebuah dunia imajinasi tempat sy bisa pulang dan beristirahat dgn
nyaman di dlmnya.

untunglah, sy punya tmn2 dan keluarga yg luar biasa, yg terus
menerus menyemangati, sehingga sy mulai bpikir, "well, mungkin nggak
seburuk itu juga kali, no"

ohya, dan sy ingat satu kalimat indah
"bermimpilah, karena tuhan akan memeluk mimpi2mu"
:) indah, ya, mbak?

dan skrg, sy pikir, pun mungkin sy nggak bakat nulis,
at least, sy bisa blajar
dan bermimpi.

thanks, mbak jenny.

-retno-

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, dyah zakiati
<adzdzaki@...> wrote:
>
> Keren mbak Jenny. Tetap berlari tuk wujudkan mimpi-mimpi itu ya.
>
> Salam
> Dyah
>
>
>
> ----- Pesan Asli ----
> Dari: Jenny Jusuf <j3nnyjusuf@...>
> Kepada: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
> Terkirim: Selasa, 16 September, 2008 11:04:46
> Topik: [sekolah-kehidupan] (Inspirasi) A New Quest
>
>
> Mimpi.
>
> Kata sederhana itu timbul di benak saya, bertahun-tahun lalu, saat
pertama
> kalinya saya duduk di depan mesin ketik tua milik Ayah, mencoba
menulis cerpen
> dengan susah payah, menjebloskan jari-jari saya ke sela-sela
tombol dan
> berulangkali membubuhkan tipp-ex pada setiap huruf yang salah
diketik.
>
> Cerpen itu selesai dalam beberapa jam. Hasilnya adalah jari-jari
yang bengkak
> dan memerah karena kecerobohan saya. Cerpennya sendiri tak kunjung
memperoleh
> tanggapan, bahkan setelah bertahun-tahun. Dugaan terkuat: dilempar
ke keranjang
> sampah oleh editor yang eneg melihat manuskrip penuh tipp-ex. ;-)
>
> Mimpi.
>
> Kata itu kembali bergaung di telinga saya, bertahun sesudahnya,
ketika saya
> duduk di depan seperangkat komputer baru, menghadapi word
processor yang masih
> kosong dengan semangat menggebu.
>
> Saya mulai menulis. Entah kenapa, saya merasa tulisan saya tak
cukup bagus,
> namun saya terus mengetik. Menuangkan apa saja yang terlintas di
otak. Sekilas,
> saya teringat pada cerpen penuh tipp-ex yang gagal dimuat -
sepenggal mimpi
> yang tidak berhasil menembus realita. Nyali saya sedikit ciut,
namun saya tak
> bergeming. Bukankah kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda?
Mengapa harus
> takut gagal?
>
> Pelan-pelan, saya berhasil menyelesaikan cerpen pertama. Disusul
cerpen
> kedua, ketiga, dan seterusnya. Ternyata menggunakan komputer
memang jauh lebih
> efisien dan praktis. ;-D Dengan penuh semangat saya mencetak
naskah-naskah itu.
> Mencantumkan biodata singkat, memasukkannya dalam amplop cokelat
besar dan
> mengirimkannya ke redaksi majalah.
>
> Tak ada kabar. Setiap hari saya menunggu, harap-harap cemas.
Sebulan
> berlalu, tetap tak ada berita apapun. Juga bulan-bulan berikutnya,
sampai
> akhirnya saya melupakannya sama sekali.
>
> Mimpi.
>
> Itulah yang saya bisikkan kepada diri sendiri saat mulai menulis
draft
> novel yang pertama. Menulis cerita lebih dari 8 halaman bukan hal
yang mudah,
> namun tidak ada salahnya mencoba.
>
> Ternyata menulis novel merupakan proses yang jauh lebih panjang
dari yang
> saya kira. Saya menulis dan terus menulis, sampai halaman 40,
ketika untuk
> pertama kalinya saya berhadapan dengan penyakit sejuta umat:
writer’s block.
> Frustrasi dan jenuh karena proses yang tak kunjung selesai, saya
kembali
> berfokus pada cerpen â€" melahirkan naskah demi naskah,
mengirimkannya ke kantor
> redaksi, dan lagi-lagi tak mendapat tanggapan apapun. Saya mencoba
mengikuti
> lomba menulis. Hasilnya sama saja.
>
> Saya kecewa, namun menolak untuk berhenti. Ada kalanya kegagalan-
kegagalan
> itu membuat saya berpikir, “Sudahlah Jen, mungkin memang nggak
bakat...”, tapi
> jauh dalam hati, saya tidak pernah bisa menolak keinginan untuk
terus menulis.
> Rasa kecewa tak mampu menghentikan saya dari duduk di depan
komputer hingga
> lewat tengah malam, menuliskan baris demi baris, paragraf demi
paragraf.
>
> Sampai akhirnya, saya sadar. Kegagalan tak akan bisa membendung
saya, karena
> saya mencintai aktivitas kecil ini. Saya tak peduli apakah ada
editor yang
> bersedia menerima tulisan saya, mempublikasikannya, atau malah
membuangnya.
> Saya akan terus menulis. Tak peduli apapun hasilnya.
>
> Mimpi.
>
> Kata itu kembali terngiang kala saya menulis sebuah cerpen berjudul
> ‘Anugerah Terindah’ dan mengirimkannya ke redaksi majalah.
Kali ini tanpa
> ekspektasi berlebihan. Ternyata, usaha kesekian itu membuahkan
hasil. Juni
> 2006, untuk pertama kalinya saya melihat tulisan saya terpampang
di sebuah
> majalah.
>
> Untuk pertama kalinya saya mengalami momen ‘pencerahan’ itu.
Pencerahan
> bahwa impian memang bisa menjadi kenyataan. Bahwa usaha dan kerja
keras memang
> membuahkan hasil. Bahwa Tuhan memang memeluk mimpi-mimpi.
>
> Sejak itu, saya terus berusaha menumbuhkan keberanian untuk
bermimpi. Meski
> impian itu jarang bisa diungkapkan, apalagi dengan ‘sembarang’
orang. Hanya
> sahabat-sahabat terdekat yang mengetahui angan saya yang
sesungguhnya; cita-cita
> yang tak pernah pupus meski sebelah tangan dan kaki saya berpijak
di tempat
> lain, mengerjakan sesuatu yang sangat berbeda dengan minat dan
keinginan saya.
>
> -----
>
> Saat duduk berdua dengan manajer saya, untuk pertama kalinya saya
> memberitahunya tentang impian-impian yang tersimpan di hati saya.
>
> Saya memberanikan diri untuk berterus-terang, mengungkapkan apa
yang saya
> rasakan dan pikirkan setahun belakangan. Sesuatu yang telah lama
mengusik,
> namun tak pernah terverbalkan. Sampai detik itu.
>
> Harap-harap cemas, saya menatapnya. Tak disangka, ia balik menatap
saya...
> dengan senyum di wajahnya. Jauh di luar dugaan, matanya berbinar.
>
> “Saya akan kehilangan kamu.” Jawaban itu membuat hati saya
mencelos. Bagi
> orang lain, keluar-masuk perusahaan, mencari pengalaman baru
dengan berganti-ganti
> pekerjaan mungkin sesuatu yang biasa, namun tidak bagi saya.
Hampir 2 tahun
> bekerja di sana, saya telah menjadi bagian dari mereka. Dan saya
mensyukuri
> setiap menit keberadaan saya di sana, meski ada hal-hal yang tidak
terelakkan,
> yang tidak bisa dipungkiri, yang akhirnya membawa saya pada
keputusan itu:
> untuk berpisah.
>
> “Saya kehilangan seorang karyawan, tapi saya akan bangga kalau
kamu bisa
> berhasil di luar sana. Saya akan benar-benar bangga.” Senyum di
wajahnya tak
> juga lepas.
>
> 2 jam berlalu, saya merasa tak sedang berhadapan dengan atasan.
Saya sedang
> bicara dengan seorang sahabat. Beliau bahkan menolong saya mencari
taksi saat
> hendak pulang, karena malam sudah terlampau larut untuk pulang
dengan angkutan
> umum.
>
> Di dalam taksi, saya menyandarkan kepala dan menghela nafas dalam-
dalam.
>
> Mimpi.
>
> Kata itu telah membawa saya sampai di sini. Dan esok, saya akan
memulai
> perjalanan yang baru. Melangkahkan kaki, dengan segala resiko dan
> konsekuensinya, untuk menempuh petualangan yang berbeda dari apa
yang pernah
> saya alami sebelumnya, namun lebih menantang, dan tentunya, seru.
>
> Perjalanan untuk mengejar mimpi. :-)
>
> Dan aku tahu, di atas sana,
> Tuhan sedang tersenyum.
>
>
>
> *By the way, judulnya kok kayak
> film-film science fiction jadul ya?
> Hihihi..*
>
>
> ROCK Your Life!
> - Jenny Jusuf -
> http://jennyjusuf. blogspot. com
>
>
>
>
__________________________________________________________
______
> Dapatkan alamat Email baru Anda!
> Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
> http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
>

3.

manakah yang anda pilih???

Posted by: "Hadian Febrianto" hadianf@gmail.com   hadian.kasep

Mon Sep 15, 2008 9:46 pm (PDT)

Assalaamu'alaikum wr.wb.

Sahabat, silahkan pilih yang sesuai menurut anda :

1. Arti sukses menurut anda:
a. Keberhasilan mencapai cita-cita
b. keberhasilan menjalankan misi

2. Mana yang harus diutamakan untuk mengembangkan diri:
a. Menggunakan kekuatan
b. Memperbaiki kelemahan

3. Mana yang lebih penting untuk pengembangan diri:
a. Fokus pada kekuatan
b. Fokus pada kelemahan

4. Apakah manusia bisa berubah?
a. Ya
b. Tidak

Silahkan kirimkan pilihan anda (direkomendasikan via japri ke
hadianf@gmail.com, agar tidak memenuhi beban email di komputer sahabat yang
lainnya. Pengiriman paling telat 22 September 2008. Hasil akan diposting
pada 24 september 2008.

Terima kasih.

--
Regards,
Hadian Febrianto, S.Si
PT SAGA VISI PARIPURNA
Jl. Rereng Barong no.53 Bandung 40123
Ph/fax: (+6222) 2507537
4a.

[Catcil] Short March 1000 Cinta

Posted by: "Kang Dani" fil_ardy@yahoo.com   fil_ardy

Mon Sep 15, 2008 10:24 pm (PDT)

Short March 1000 Cinta
~DA~

Bulungan belum ramai seperti biasanya saat saya tiba disana dengan
menumpang sebuah taksi dengan pak sopirnya yang ramah. Bagasi taksi dan
kursi belakang sarat dengan bingkisan alat-alat sholat yang sudah
dikemas sebelumnya oleh sahabat SK di rumah saya. Banyaknya paket yang
saya bawa menimbulkan pertanyaan di benak pak sopir yang tanpa sungkan
langsung mengutarakan pertanyaannya ketika saya menyebutkan tujuan. :
"Ada pasar kaget ya, Mas di Bulungan?" tanyanya, polos. Padahal saya
yakin sudah berpenampilan rapi saat itu.
Hari ini adalah gebyar acara 1000 cinta untuk 1000 musholla.
Simbolisasi penyerahan paket-paket cinta itu di beberapa musholla di
sekitar blok M.

Musholla KPJ (Komunitas Penyayi Jalanan) Bulungan yang rencananya akan diberi nama Mushola At-Taubah menjadi starting point
penyerahan donasi. Mushola yang sejuk dengan sentuhan naturalis
bernuansa coklat itu sungguh sebuah tempat yang nyaman untuk memulai
sesuatu yang baik. Pukul 10 lebih acara ceremonial dibuka oleh Retno,
bendahara baksos yang merangkap MC hari itu.

Pembukaan,
sambutan, siraman rohani, penyerahan donasi, doa dan penutupan menjadi
gong dimulainya rangkaian program 1000 cinta untuk 1000 mushola.

Sebelumnya, Sabtu, 13 September 2008 SK perwakilan Jogja telah mengadakan
Launching baksos Ramadhan 1429H (1000 Cinta Untuk 1000 Mushalla) di
Mushalla Idul Ilmi, Taman Pintar, Yogyakarta, dengan sisipan rangkaian
acara Lounching buku "Menggenggam Cahaya" dan "Kolak Ramadhan".
Alhamdulillah, acara tersebut Dihadiri oleh para relawan dari beberapa
organisasi dan mahasiswa, ketua DPRD Yogya, pejabat diknas setempat,
dan pengurus mushalla. Lia terbang dari Jakarta mewakili SK pusat.

Begitu
juga di Surabaya, donasi diserahkan pada para pengungsi korban lumpur
Lapindo. Alhamdulillah, donasi yang diamanahkan pada kami sudah
tersebar, sesuai amanah yang diitpkan oleh para muzakky. Bandung dan
Kalimantan akan segera menyusul untuk menyalurkan donasi.

Langit agak sedikit mendung ketika kami mulai bergerak untuk short march (karena tidak terlalu jauh) dari Bulungan ke Terminal Blok M. Dan tepat di di samping Plaza Blok M, tepat di depan Booth Mc'D Drive Trough,
hujan mulai turun, tak peduli. Pasukan Cinta tak gentar, hanya
mengalihkan tujuan  ke sebuah Musholla di Lt. 5 Plaza Blok M. Musholla
Nurul Iman. Bergerombol masuk Plaza menarik perhatian banyak orang.
Untung saja tidak ada petugas keamanan yang curiga. Di lantai 5, kami
bertemu dengan seorang petugas kebersihan yang sedang menjalankan
tugasnya menyapu di sekitar musholla Nurul Iman. Dan cintapun menyebar.

Hujan
reda, cinta kembali bergeriliya diantara para pedagang di pasar blok M.
Tujuannya adalah musholla Attaqwa di pintu masuk pasar Blok M,
disamping gedung megah Pasaraya Grande. Lumayan jauh, reporter kamera
dari DAI TV berlari2 di antara kami untuk mengabadikan momen tersebut.
Spanduk tetap terbentang, dan cintapun menyebar.

Masih ada 1 agenda lagi yang belum kami jalankan, santunan dan ifthor jama'i bersama adik-adik dari panti asuhan. So far, Sahabat SK masih mencari panti yang available untuk tanggal 20 september. Karena ternyata diluar dugaan, panti asuhan di sekitar Jakarta sudah padat schedule ifthornya. Alhamdulillah, ini adalah bukti bahwa masih banyak yang peduli dengan saudara-saudara kita di sana.

4b.

Re: [Catcil] Short March 1000 Cinta

Posted by: "Bu CaturCatriks" punya_retno@yahoo.com   punya_retno

Tue Sep 16, 2008 2:58 am (PDT)

gyaaa, diposting!
i had so much fun!
tempatnya seru, orang2nya asik bgt diajak ngobrol ttg musik (ya
iyalah, no, menurut lo???), dan akhirnya, cinta ini menyebar
benihnya...
alhamdulillah...

-retno-

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, Kang Dani <fil_ardy@...>
wrote:
>
> Short March 1000 Cinta
> ~DA~
>
> Bulungan belum ramai seperti biasanya saat saya tiba disana dengan
> menumpang sebuah taksi dengan pak sopirnya yang ramah. Bagasi
taksi dan
> kursi belakang sarat dengan bingkisan alat-alat sholat yang sudah
> dikemas sebelumnya oleh sahabat SK di rumah saya. Banyaknya paket
yang
> saya bawa menimbulkan pertanyaan di benak pak sopir yang tanpa
sungkan
> langsung mengutarakan pertanyaannya ketika saya menyebutkan
tujuan. :
> "Ada pasar kaget ya, Mas di Bulungan?" tanyanya, polos. Padahal
saya
> yakin sudah berpenampilan rapi saat itu.
> Hari ini adalah gebyar acara 1000 cinta untuk 1000 musholla.
> Simbolisasi penyerahan paket-paket cinta itu di beberapa musholla
di
> sekitar blok M.
>
> Musholla KPJ (Komunitas Penyayi Jalanan) Bulungan yang rencananya
akan diberi nama Mushola At-Taubah menjadi starting point
> penyerahan donasi. Mushola yang sejuk dengan sentuhan naturalis
> bernuansa coklat itu sungguh sebuah tempat yang nyaman untuk
memulai
> sesuatu yang baik. Pukul 10 lebih acara ceremonial dibuka oleh
Retno,
> bendahara baksos yang merangkap MC hari itu.
>
> Pembukaan,
> sambutan, siraman rohani, penyerahan donasi, doa dan penutupan
menjadi
> gong dimulainya rangkaian program 1000 cinta untuk 1000 mushola.
>
> Sebelumnya, Sabtu, 13 September 2008 SK perwakilan Jogja telah
mengadakan
> Launching baksos Ramadhan 1429H (1000 Cinta Untuk 1000 Mushalla) di
> Mushalla Idul Ilmi, Taman Pintar, Yogyakarta, dengan sisipan
rangkaian
> acara Lounching buku "Menggenggam Cahaya" dan "Kolak Ramadhan".
> Alhamdulillah, acara tersebut Dihadiri oleh para relawan dari
beberapa
> organisasi dan mahasiswa, ketua DPRD Yogya, pejabat diknas
setempat,
> dan pengurus mushalla. Lia terbang dari Jakarta mewakili SK pusat.
>
> Begitu
> juga di Surabaya, donasi diserahkan pada para pengungsi korban
lumpur
> Lapindo. Alhamdulillah, donasi yang diamanahkan pada kami sudah
> tersebar, sesuai amanah yang diitpkan oleh para muzakky. Bandung
dan
> Kalimantan akan segera menyusul untuk menyalurkan donasi.
>
> Langit agak sedikit mendung ketika kami mulai bergerak untuk short
march (karena tidak terlalu jauh) dari Bulungan ke Terminal Blok M.
Dan tepat di di samping Plaza Blok M, tepat di depan Booth Mc'D
Drive Trough,
> hujan mulai turun, tak peduli. Pasukan Cinta tak gentar, hanya
> mengalihkan tujuan  ke sebuah Musholla di Lt. 5 Plaza Blok M.
Musholla
> Nurul Iman. Bergerombol masuk Plaza menarik perhatian banyak orang.
> Untung saja tidak ada petugas keamanan yang curiga. Di lantai 5,
kami
> bertemu dengan seorang petugas kebersihan yang sedang menjalankan
> tugasnya menyapu di sekitar musholla Nurul Iman. Dan cintapun
menyebar.
>
> Hujan
> reda, cinta kembali bergeriliya diantara para pedagang di pasar
blok M.
> Tujuannya adalah musholla Attaqwa di pintu masuk pasar Blok M,
> disamping gedung megah Pasaraya Grande. Lumayan jauh, reporter
kamera
> dari DAI TV berlari2 di antara kami untuk mengabadikan momen
tersebut.
> Spanduk tetap terbentang, dan cintapun menyebar.
>
> Masih ada 1 agenda lagi yang belum kami jalankan, santunan dan
ifthor jama'i bersama adik-adik dari panti asuhan. So far, Sahabat
SK masih mencari panti yang available untuk tanggal 20 september.
Karena ternyata diluar dugaan, panti asuhan di sekitar Jakarta sudah
padat schedule ifthornya. Alhamdulillah, ini adalah bukti bahwa
masih banyak yang peduli dengan saudara-saudara kita di sana.
>

5a.

Re: (catatan kaki) I-SK, ada apa dengan Bintang Sk?

Posted by: "margo widilaksono" magrounj@yahoo.com   magrounj

Mon Sep 15, 2008 11:07 pm (PDT)

wahh, syafakillah semoga lekas sembuh, jangan terlalu banyak job, bagi dengan yang lain kenapa. he..he..he. afwan kutunggu - tunggu via ym mau menyerahkan teks nyayian ternyata kok gak nongol- nongol ternyata malah sakit. baru mau ngajarin nyanyi buat sanlat. kecapain kalie yah nyari filmnya. by the way. semoga lekas sembuh.

----- Original Message ----
From: Nia Robiatun Jumiah <musimbunga@gmail.com>
To: sekolah kehidupan <sekolah-kehidupan@yahoogroups.com>
Cc: Galih <galih@asmo.co.id>
Sent: Tuesday, September 16, 2008 10:02:43 AM
Subject: [sekolah-kehidupan] (catatan kaki) I-SK, ada apa dengan Bintang Sk?

salam,

I-Sk, infotainment sk, berita terhangat seputar sahabat sk... teteup...

mohon do'a untuk kesembuhan Bintang Sk (Novi Khansa) yang kabarnya sedang sakit yang gejala2nya mirip gejala tipus, beliau izin beberapa hari ini izin tidak masuk kelas...

ps: hmm.. neng, jangan mikirin deadline dulu yaq...
realy mizz u

salam,
nihaw
(I-sk gak selalu negatif kan? teteup..)


6.

hindari ini

Posted by: "Bella Lamonde" bellalamonde@yahoo.com   bellalamonde

Mon Sep 15, 2008 11:26 pm (PDT)

Hindari
Membuat Perbandingan

Dunia akan
menjadi lebih baik kalau satu kata dibuang dari perbendaraan kosa kata kita.
Yakni, �perbandingan�.

Kalau Anda membandingkan diri dengan orang lain, Anda tidak adil kepada diri sendiri. Anda
mungkin akan menjadi begitu patah semangat sehingga Anda tidak mau berusaha
mencapai potensi Anda sepenuhnya. Padahal, orang yang Anda perbandingkan dengan
diri Anda punya unjuk kerja yang sama dengan Anda ketika dia (mereka) berada
dalam tahap perkembangan yang sama dengan Anda. Yang juga perlu diingat, wajar
saja kalau kita kalah pintar dalam beberapa bidang kehidupan, dan itu sama
sekali tidak membuat kita jadi orang yang gagal. �Kita semua bodoh, tapi hanya
dalam hal-hal tertentu yang berbeda-beda.�

Semoga hari ini indah dan penuh semangat bagi Anda. Klik
http://h20424.www2.hp.com/campaign/wdyhts/officejet/id/en/index.html

Salam,

Bela

7.

Nikmat Tuhan Yang Manakah Yang Engkau Dustakan ?

Posted by: "rahmad nurdin" rahmad.aceh@gmail.com   rahmadsyah_tcc

Tue Sep 16, 2008 1:27 am (PDT)

Assalamu'aliakum

Shahabat, semalam setelah selesai shalat isya dan Tarawih dikampus. Dalam
perjalanan pulang ditengah perjalanan, saya bertemu dengan seorang wanita
rambutnya terurai tak bersisir, baju nya agak compang camping, pandangannya
terus melihat kiri dan kanan. Terkadang dia perhatikan kendaraan yang
melalui jalan yang sedang dia duduki.

Saya pun terus berjalan menuju rumah. Dan dalam perjanalanan, betapa hati
ini terasa bergetar, damai dan dengan penuh syukur kepada Sang Ilahi Tuhan
yang telah Menciptakan semesta alam. Didalam diri betanya-tanya, ada bisikan
untuk menyukuri segala nikmat pemberiannya. Sehingga hadirlah pertanyaan

*" Masihkah ada alasan untukmu mengeluh menjalani hidup ?"*

* *

Shahabat. Getirnya kehidupan, keras, dan beratanya tentu sifatnya
subjective. Karena itu semua tergantung bagaimana kita memaknai akan
kehidupan. Betapa indah dan bahagianya bila kita mampu memahami dan maknai
hidup. Bahwa perjalanan didunia adalah proses menuju titik finish memasuki
alam hakiki akhirat. Sehingga kehidupan jadilah ladang amal menajalani
peritah dan Larangan Yang Maha Pengasih.

Dan menjadilah KIKHLASAN setiap aktivitas, tantangan, perjuangan dan ujian
Tuhan. Karena keikhlasan adalah bukti bahwa kita menerima titipan dan
anugerah dari sang Maha Pemberi. Apakah itu berupa pembelajaran kekayaan
atau kemiskinan. Kesuksesan atau langkah menujunya. Kesehatan atau sebuah
proses mensyukuri betapa berharganya sehat.

Ya Allah engkau yang Maha Pengasih. Kami memohon kepada-Mu. Jadikanlah kami
orang-orang yang kuat, tabah dan sabar menjalani amanah-Mu. Sehingga kami
terus bisa merenungi pertanyaan-Mu

*Dan nikmat tuhan yang manakah engkau dustakan ?*

* *

*Bogor** 12 september 2008*

--
RAHMADSYAH
Certified Master NLP Practitioner I 081511448147 I Motivator & Therapist
www.rahmadsyah.co.cc
8.

(Inspirasi) Dari Dunia Fabel

Posted by: "teha" teha.sugiyo@toserbayogya.com

Tue Sep 16, 2008 2:07 am (PDT)

Inspirasi

DARI DUNIA FABEL

GAJAH

Seekor gajah dengan tubuh tambun tak diragukan lagi kemampuannya. Dengan
belalainya yang panjang ia mampu mencabut sebatang pohon. Bahkan dengan
tubuhnya yang perkasa dia mampu merobohkan tembok. Akan tetapi, mengapa
gajah besar itu tidak mampu lari hanya karena kakinya diikat dengan
seutas tali yang ditambatkan pada sebatang tonggak kecil saja?
Ternyata gajah bertubuh besar itu punya pengalaman masa lalu yang
memilukan. Sewaktu kecil, ia diikat dengan rantai dan ditambatkan pada
sebatang pohon. Setiap kali ia memberontak mau lari, ia dicambuk dengan
cambuk kawat yang ujungnya ada pentolan besi. Sakit sekali rasanya.
Begitulah terjadi setiap saat sampai nalurinya terbentuk bahwa setiap
kali kakinya diikat dengan tali dan ia mau lari, atau memberontak, ia
pasti akan dicambuk dan mengalami kesakitan luar biasa.
Sejak saat itu, setiap kali ditambatkan pada sebatang tonggak kecil
dengan seutas tali, gajah itu tidak pernah lagi berlari. Meskipun ia mampu.

IKAN MASKOKI

Ada seekor ikan maskoki yang dipelihara di sebuah akuarium besar.
Setiap hari ia diberi makanan oleh pemiliknya. Dengan leluasa dia
menyantap makanan yang bertebaran di mana-mana sampai ia kenyang. Suatu
hari akuarium besar itu disekat menjadi dua bagian dengan kaca pembatas.
Ikan maskoki berada pada salah satu sekat, sementara makanan
ditaburkan di sekat yang lain. Setiap kali ikan itu mau menangkap
makanan, moncongnya menabrak kaca pembatas. Berkali-kali ia mencoba
tetapi terus-menerus moncong itu menabrak kaca pembatas, sampai sakit
rasanya.
Lewat dua puluh satu hari, kaca pembatas itu dibuka, dan makanan berada
di mana-mana. Di dekat ekornya, siripnya, tubuhnya, bahkan di depan
matanya. Toh ikan itu tak menyentuh makanan itu barang sedikit pun.
Akhirnya, fisiknya lemah, dan tak lama kemudian ikan maskoki itu game
over di tengah tebaran makanan yang berhamburan.

TIGA AKUARIUM

Ada tiga buah akuarium dengan ukuran berbeda. Yang pertama berukuran
kecil, kedua sedang dan yang ketiga berukuran besar. Pada hari yang
bersamaan, ditempatkan pada masing-masing akuarium itu seekor ikan
kecil. Setiap hari ikan-ikan itu diberi makan. Seminggu sekali, akuarium
itu dikuras, dan air dalam akuarium itu diganti dengan air yang baru.
Begitu seterusnya.
Beberapa bulan berlalu, dan suatu hari pemiliknya ingin mengetahui
perkembangan masing-masing ikan pada setiap akuarium.
Ikan yang ditempatkan pada akuarium kecil ternyata tubuhnya tetap saja
kecil, seolah tidak ada perkembangan. Ikan yang ada di akuarium
berukuran sedang, tubuhnya berkembang menjadi berukuran lebih besar,
tidak terlalu besar memang, tapi sedang-sedang saja. Sementara ikan yang
berada pada akuarium besar, tubuhnya bertambah besar.

BELALANG

Seekor belalang, apakah walang kekek, walang kadhung, atau walang apa
saja, memiliki hobi meloncat. Tak peduli di mana saja dan kapan saja,
ia akan meloncat dengan riang gembira. Dan loncatan sang belalang itu
bisa tinggi sekali, melebihi tinggi seorang manusia. Suatu hari seorang
remaja menangkap belalang itu. Meskipun berkali-kali tertangkap, dia
berhasil meloncat meloloskan diri, namun pada suatu saat ia ditangkap
dan kemudian remaja itu menyimpannya di sebuah tabung gelas kaca yang
pada bagian atasnya ditutup dengan kaca cukup tebal.
Belalang itu pun meloncat setinggi-tingginya, dan... dung.. kepalanya
membentur kaca. Ia kliyengan. Sakit. Setiap kali dia meloncat kepalanya
membentur kaca, dan ia merasa kesakitan. Selama dua minggu ia mencoba
dan mencoba, tetapi tetap saja kepalanya sakit. Ia pun menyerah. Karena
hobinya meloncat, maka ia tetap saja meloncat. Hanya kali ini ia tidak
meloncat tinggi-tinggi. Cukup di bawah batas tutup kaca saja.
Lewat tiga minggu, kaca penutup gelas itu dibuka, Dan belalang itu tidak
pernah dapat meloncat lagi melebihi tinggi gelas kaca.

Sahabat, bagaimanakah caranya, agar belalang itu dapat meloncat kembali
dengan tinggi seperti semula, bahkan melebihi kemampuan awal?

live as if you were to die tomorrow
learn as if you were to live forever
(mahatma gandhi)

9.

[puisi asal bunyi] DEMI

Posted by: "jun an nizami" tinta_mirah@yahoo.co.id   tinta_mirah

Tue Sep 16, 2008 2:28 am (PDT)

Demi kamu dan ramadhanMU,sebenarnya aku tak terlalu berharap ampunan atas kehitam pekatan dan nyala-nyala dosa.
Karena bagaimana,AsmaMU yang Ghafur saja sudah telak mempermalukanku sedemikian hebat.
Demi malam istimewa,langit,dan Jibril yang turun ke bumi dalam malam itu.sebenarnya aku tak terlalu berharap memenangi pialaMU yang banyak diributkan orang-orang.
karena bagaimana,dengan hidayahMU pun aku belum habis kata mensyukurinya.
Demi nyawa,ruh dan segala yang rumit,hati ini yang lama bersabut dendam dan membuatku menjadi seorang pendendam..lepaskanlah..lepaskanlah demiMU,demi RamadhanMU,demi Jibril,dan demi Nyawa,ruh dan segala yang kau cipta.
Lepaskanlah..nyawanya atau dendamnya.

Bandung.2008

salam_mirah
http://zunannizami.multiply.com

__________________________________________________________
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
http://id.yahoo.com/

10a.

Re: RUSIA atau MESIR???

Posted by: "Bu CaturCatriks" punya_retno@yahoo.com   punya_retno

Tue Sep 16, 2008 3:32 am (PDT)

ass wr wb mas wid,

well, harus kita akui, banyak wartawan yg tidak mengerjakan PRnya
dgn baik.apalagi ada anggapan, bhw pemberitaan teve memang
mementingkan gambar dan visual yg bagus, sehingga lalai thdp detil,
ketimbang media cetak yg cenderung mementingkan substansi--bahkan yg
sekelas metro tv sekalipun.
selamat, karena mas telah mengerjakan PR dgn baik.
dan, terima kasih.

-retno-

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, r widhiatma
<r_widhiatma@...> wrote:
>
>
> RUSIA atau MESIR???
>  
>  
> Tulisan saya setahun lalu mengomentari pemberitaan sebuah stasiun
televisi swasta,  pasca kedatangan Presiden Rusia Vladimir Putin,
awal September 2007.
>
> Kali ini saya tambahkan foto berikut ini
> foto2 lainnya bisa dilihat klik di sini
>
>
> raulmoorish.multiply.com
>  
>
>
>
>
>
>
>  
>
> * * * * * * * *
>
>
>
> Rusia atau Mesir Negara Pertama
> yang Mengakui Kemerdekaan Indonesia
>
>
>
> Pemberitaan Metro TV pada hari Kamis, 6 September 2007 soal
kedatangan Presiden Rusia di Indonesia masih mengganjal di hati saya.
>
>
>
> Letaknya bukan pada hubungan kerja sama yang sedang dijalin antara
RI-Rusia, tetapi ada 2 hal pada berita yang diberi judul "Indonesia-
Rusia Sepakat Meningkatkan Investasi" yang menurut sepengetahuan
saya adalah janggal. Pada berita itu disebutkan bahwa Rusia adalah
negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Republik Indonesia
pada tahun 1945. Dan masih pada berita yang sama disebutkan bahwa
Rusia bergabung dengan OKI tahun 2003. 
>
>
>
>
> Sejauh pengetahuan saya dan referensi yang saya baca bahwa:
>
> 1.>>
> Sejarah mencatat Mesir adalah negara yang pertama kali mengakui
kemerdekaan Indonesia.
>
>
> Lihat buku "Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri" tulisan
M. Zein Hassan (mantan Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan
Indonesia yang bertempat di Mesir kala itu). Buku ini diberi kata
sambutan oleh Proklamator Moh. Hatta, M. Natsir (mantan Perdana
Menteri RI), Adam Malik (Menteri Luar Negeri RI), dan Jenderal
(Besar) A.H. Nasution.
>
>
>
>
> Berikut sebagian kutipan dari buku ini:
>
>
> "Karena itu tertjatatlah, bahwa negara-2 Arab jang paling dahulu
mengakui RI dan paling dahulu mengirim misi diplomatiknja ke Jogja
dan jang paling dahulu memberi bantuan biaja bagi diplomat-2
Indonesia di luar negeri. Mesir, Siria, Irak, Saudi-Arabia, Jemen,
memelopori pengakuan de jure RI bersama Afghanistan dan Iran beserta
Turki mendukung RI.
>
> Fakta-2 ini merupakan hasil perdjuangan diplomat-2 revolusi kita.
Dan simpati terhadap RI jang tetap luas di negara-2 Timur Tengah
merupakan modal perdjuangan kita seterusnja, jang harus terus dibina
untuk perdjuangan jang ditentukan oleh UUD '45 : "ikut melaksanakan
ketertiban dunia jang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan
keadilan sosial"." 
>
> A.H. Nasution (sambutan)
>
>
>
> Dalam pertemuan pertama dengan Panitia Pusat Pembela Kemerdekaan
Indonesia di Kairo pada 15 April 1947, Haji Agus Salim, Wakil
Menteri Luar Negeri dan Ketua Delegasi R.I. ke Timur-Tengah
mengatakan:
>
> "Usaha-usaha panitia-panitia saudara-saudara telah memungkinkan
Republik Indonesia dengan resmi ke luar negeri guna memulai
perjoangan diplomasinya di gelanggang internasional. Kami datang
kemari seolah-olah hanya untuk menandatangani dokumen-dokumen yang
telah selesai saudara-saudara siapkan."
>
> (hal. 293)
>
>
>
> "Kemenangan diplomasi Indonesia mulai di Kairo. Karena dengan
pengakuan mesir dan negara-negara Arab lainnya terhadap Indonesia
sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh, segala jalan
tertutup bagi Belanda untuk surut kembali atau memungkiri janji,
sebagai selalu dilakukannya di masa-masa yang lampau." Dr. Moh.
Hatta, dalam satu wawancara dengan majalah Kairo terkemuka 'Akhir
Sa'ah' tanggal 23/12/49:
>
> (hal. 293)
>
>
>
>
> 2.>>
> Rusia hanya menjadi observer di OKI dan pada tahun 2005 bukan 2003
>
>
> Lihat situs resmi OKI: http://www.oic-oci.org/ 
>
>
> lihat juga:
http://en.wikipedia.org/wiki/Organization_of_the_Islamic_Conference
>
>
>
> [r wid]
>
>
>
> * * * * * * * *
>
>
>
> Berita Metro TV disampaikan hari Kamis, 6 September 2007 pada
pukul 18:02 
> Berita ini ditayangkan kembali pada TOP9NEWS mulai pukul 21.00 
>
> Lihat melalui link ini (beserta tayangan video-nya):
>
> http://www.metrotvnews.com/berita.asp?id=45148
>
> transkrip beritanya sebagaiberikut:
>
>
>
> INDONESIA-RUSIA SEPAKAT MENINGKATKAN INVESTASI
>
>
> Internasional / Headline News
>
> Kamis, 06 September 2007 18:02 WIB
>
>
>
> Metrotvnews.com, Jakarta: Pertemuan bilateral antara Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Rusia Vladimir Putin
menghasilkan kesepakatan di sejumlah bidang. Di sektor ekonomi,
Pemerintah Indonesia dan Rusia sepakat meningkatkan investasi di
bidang perdagangan dan energi. Kedua negara sepakat meningkatkan
volume perdagangan dari USD 730 juta menjadi USD 1 miliar pada tahun
depan. Rusia juga menyatakan komitmennya untuk menanamkan investasi
di sektor pertambangan antara lain tambang bauksit, minyak dan gas
senilai lebih dari USD 4 miliar.
>
> Di sektor pertahanan, Rusia sepakat membantu modernisasi peralatan
milter Indonesia dengan memberikan kredit lunak senilai USD 1 milar.
Pinjaman ini akan digunakan untuk membeli enam unit pesawat Sukhoi.
Indonesia dan Rusia juga akan meningkatkan kerja sama di berbagai
bidang seperti kebijakan internasional perubahan iklim,
penanggulangan terorisme dan pariwisata.
>
> Indonesia dan Rusia pernah memiliki hubungan yang sangat akrab di
masa lalu. Rusia adalah negara yang pertama kali mengakui
kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1945. Meski sempat agak
vakum, kini kedua negara meraih momentum baru.
>
>
> (voice over pada tayangan video)
> Kunjungan Presiden Putin ke Indonesia adalah kunjungan balasan
atas kunjungan yang dilakukan Presiden SBY ke Moskwa pada Desember
2006.
>
> Selain pengakuan terhadap kemerdekaan Indonesia, masa-masa
keemasan hubungan Indonesia dan Rusia, saat masih bernama Uni Soviet
ditandai dengan sejumlah peran Soviet dalam pembangunan ekonomi dan
teknologi di Indonesia. Soviet telah mengirimkan ahlinya dalam
membangun pabrik baja Krakatau Steel, pembangunan jalan di
Kalimantan dan riset nuklir di Yogyakarta. Pembangunan Rumah Sakit
Persahabatan dan Gelora Bung Karno juga tak lepas dari peran ahli-
ahli dari Soviet.
>
> Hubungan militer Indonesia dan Rusia juga sempat akrab, khususnya
saat Indonesia mendapat embargo militer dari Amerika Serikat.
Indonesia memilih untuk membeli beberapa pesawat tempur Sukhoi dari
Rusia. Untuk memupuk persahabatan yang telah terjalin, Rusia juga
membantu Indonesia saat diserang tsunami pada tahun 2004.
>
> Indonesia sebagai penduduk dengan jumlah warga muslim terbesar di
dunia juga menjalin hubungan yang akrab dengan Rusia dalam Aliansi
Rusia dan Dunia Islam yang diprakarsai Vladimir Putin setelah Rusia
yang 17 persen penduduknya muslim bergabung dengan OKI pada tahun
2003. Di masa Pemerintahan Presiden Vladimir Putin saat ini, Rusia
adalah salah satu negara besar di Eropa yang ,emiliki peran
strategis di kancah internasional, tidak hanya di bidang ekonomi
namun juga politik dan keamanan.(NTF) 
>

11a.

Re: Tulisan yang Berkesan Di Hati

Posted by: "Bu CaturCatriks" punya_retno@yahoo.com   punya_retno

Tue Sep 16, 2008 3:41 am (PDT)

bertahun2 lamanya, saya mencoba merumuskan,
apa ya, yg membuat sy menyukai tulisan/ buku tertentu?

dan tulisan bapak kali ini menerjemakan semuanya.
saya selalu berpendapat bhw seorang jenius bukanlah seorang yg paham
hal2 rumit. namun, seorang jenius adl seorang yg bukan hanya paham,
namun juga mampu menyederhanakan hal2 rumit.

terima kasih utk tulisan dgn analisa mendalam ini, pak.

-retno-

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, Abu Farras Mujahid
<seruling_daud@...> wrote:
>
>
> Apa
> yang membuat bahasa menjadi indah? Apa yang membuat tulisan
menjadi enak dibaca
> dan berkesan dihati? Menurut saya, adalah ketulusan hati. Seorang
penulis Barat
> terkenal, George Orwell, pernah mengatakan, bahwa musuh besar
bahasa yang jernih
> adalah ketidaktulusan. Ketika ada jurang antara maksud
sesungguhnya dan apa yang
> diungkapkannya, secara naluriah orang berpaling pada kata-kata
panjang dan
> ungkapan lemah, bagaikan cumi-cumi yang menyemburkan
> tintanya.
>  
> Karena
> itulah, Imam Hasan al-Banna sangat mengagumi karya tulis Syaikh
Muhammad
> al-Ghazali, yang tidak lain adalah muridnya sendiri. Karena Syaikh
Muhammad
> al-Ghazali telah menulis dengan ketulusan hatinya. Imam al-Banna
menyarankan
> kepada seluruh anggota jamaah Ikhwanul Muslimin agar menulis
seperti Syaikh
> Muhammad al-Ghazali menulis. Dr. Yusuf al-Qaradhawi juga mengagumi
tulisan
> Syaikh Muhammad al-Ghazali yang menurutnya memiliki keunikan dalam
balaghah, susunan kalimat, dan kekuatan
> logika.
>  
> Saya
> sendiri mengagumi Syaikh Muhammad al-Ghazali dengan alasan yang
sama dengan
> kedua tokoh itu. Saya sudah membaca setidaknya 5-6 buku beliau.
> Tulisan-tulisannya mengalir, enak dibaca, dan padat berisi. Saya
merasa
> mendapatkan banyak pencerahan darinya. Jiwa saya merasa "terbakar"
ketika
> selesai membacanya.
>  
> Salah satu
> karya terbaiknya, Kitab Fiqh Sirah,
> ditulis didepan makam Rasulullah Saw. di Madinah. Beliau selalu
terkenang dengan
> perjuangan agung Rasulullah Saw.. Dan setiap mulai menggoreskan
penanya,
> airmatanya jatuh membasahi pipi. Ketajaman akal dan ketulusan
hatinya bersatu
> membentuk sebuah maha karya yang jernih. Bacalah kitab itu dengan
akal dan mata
> hati, niscaya hatimu akan terenyuh, haru, sekaligus
> "terbakar".
>  
> Suatu
> waktu, kala masih di dalam penjara karena menentang pemerintah
diktator Mesir,
> al-Ghazali mendapat kabar bahwa adaseorang penulis terkenal
menjelek-jelekkan
> Hasan al-Banna dan keluarganya. Dengan nada marah al-Ghazali
berkata, "Demi
> Allah, kalau kita memiliki kebebasan berpendapat dan punya
kesempatan menjawab
> tulisan itu, sungguh pena-pena kita yang masih muda ini akan
menghancurkan
> pena-pena yang mabuk dalam kesesatan itu!"
>  
> Apa
> yang dikatakannya itu beliau buktikan sendiri. Karya-karyanya
mengalir bersama
> kemarahan, semangat membara, perlawanan terhadap rezim, dan
kecintaan yang
> mendalam kepada Islam dan umatnya. Beliau membantah buku Min Huna
Nabda (dari sini kita mulai),
> yang merupakan karya Khalid Muhammad Khalid, dengan menulis buku
Min Huna Na'lam (dari sini kita
> ketahui). Buku Min Huna Nabda karya
> Khalid Muhammad Khalid telah membuat kegembiraan luar biasa di
kalangan
> musuh-musuh Islam, mulai dari yang komunis, salibis, anggota
Freemasonry, sampai
> kaum sekuler. Namun, lewat bukunya yang gemilang, Syaikh Muhammad
al-Ghazali
> berhasil memadamkan api kegembiraan itu dan membuat Khalid
Muhammad Khalid
> akhirnya bertaubat atas buku yang ditulisnya itu.
>  
> Bila Musa
> telah datang
> Lalu ia
> melemparkan tongkatnya
> Maka
> hancurlah segala sihir dan pelakunya
>
>  
> Betapa
> banyak orang yang menulis kemudian tulisannya dilupakan karena ia
tidak menulis
> dengan hati yang tulus. Ia hanya menulis berdasarkan akalnya saja,
tanpa
> menghadirkan hati dan perasaan. Jadilah tulisannya hambar, hanya
berisi
> data-data, yang sekalipun benar, namun membosankan dan memusingkan
kepala.
>
>  
> Tulisan
> yang tulus bukan berarti tulisan tersebut susah dipahami. Namun
sebaliknya,
> seorang penulis yang tulus mampu membuat hal yang rumit menjadi
mudah
> dimengerti. Seorang penulis yang tulus lebih mementingkan
perubahan lewat hati
> ketimbang perubahan lewat akal. Karena akal ini sering sekali
mudah lupa. Namun
> apabila sudah melekat di hati, ia akan ingat selamanya. Betapa
banyak tulisan
> yang mampu menyentuh hati seseorang kemudian membuat orang itu
menangis,
> bertaubat, atau merasa terhibur atau merasa tergerakan.
>  
> Karya-karya
> besar ditulis oleh jiwa-jiwa besar, yang telah berjuang sepanjang
hayatnya;
> mengendalikan hawa nafsu, melawan kebodohan, dan bersabar dalam
meniti jalan
> Ilahi. Belajarlah dari bahasa al-Quran; mudah dipahami, pendek-
pendek
> kalimatnya, padat berisi, menghentak, mengalir, dan memberikan
solusi.
> Belajarlah pula dari penulis-penulis besar; bagaimana mereka
menulis. Kitab Shahih Bukhari masih ada hingga
> kini karena penulisnya adalah sosok yang memiliki jiwa besar.
Begitupun dengan
> penulis Kitab Ihya Ulumuddin, Shaidul Khatir, Madarijus Salikin,
Majmu Fatawa, dan karya-karya besar
> lainnya. Buku-buku itu ditulis bukan oleh orang-orang pemalas,
pelamun, apalagi
> suka berbuat maksiat. Buku-buku itu ditulis bersamaan dengan
percikan-percikan
> ketakwaan yang ada dalam diri. Seperti sabda Nabi yang
mengatakan, "Bertakwalah kepada Allah, niscaya Allah
> akan mengajarimu." Atau seperti bunyi al-Quran surat al-Ankabut
ayat 69, "Dan orang-orang yang
> berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami
tunjukkan kepada
> mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar
beserta orang-orang
> yang berbuat baik."
> http://abufarras.blogspot.com 
>

11b.

Re: Tulisan yang Berkesan Di Hati

Posted by: "Ain Nisa" jurnalcahaya@yahoo.com   jurnalcahaya

Tue Sep 16, 2008 3:49 am (PDT)

betul sekali
saya rasa ketulusan hatinya terletak pada kemurahan untuk berbagi
bahwa setinggi apapun ilmu, tak akan berguna jika tak ada manfaatnya
sesuai pesan Rasul, bahwa sebaik2nya manusia adalah yang bermanfaat untuk sesama
itulah mengapa, tulisan yang baik adalah tulisan, yang bahkan orang sebodoh apapun akan mengerti jika membacanya.

--- On Tue, 9/16/08, Bu CaturCatriks <punya_retno@yahoo.com> wrote:
From: Bu CaturCatriks <punya_retno@yahoo.com>
Subject: [sekolah-kehidupan] Re: Tulisan yang Berkesan Di Hati
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Date: Tuesday, September 16, 2008, 3:41 AM

bertahun2 lamanya, saya mencoba merumuskan,

apa ya, yg membuat sy menyukai tulisan/ buku tertentu?

dan tulisan bapak kali ini menerjemakan semuanya.

saya selalu berpendapat bhw seorang jenius bukanlah seorang yg paham

hal2 rumit. namun, seorang jenius adl seorang yg bukan hanya paham,

namun juga mampu menyederhanakan hal2 rumit.

terima kasih utk tulisan dgn analisa mendalam ini, pak.

-retno-

--- In sekolah-kehidupan@ yahoogroups. com, Abu Farras Mujahid

<seruling_daud@ ...> wrote:

>

>

> Apa

> yang membuat bahasa menjadi indah? Apa yang membuat tulisan

menjadi enak dibaca

> dan berkesan dihati? Menurut saya, adalah ketulusan hati. Seorang

penulis Barat

> terkenal, George Orwell, pernah mengatakan, bahwa musuh besar

bahasa yang jernih

> adalah ketidaktulusan. Ketika ada jurang antara maksud

sesungguhnya dan apa yang

> diungkapkannya, secara naluriah orang berpaling pada kata-kata

panjang dan

> ungkapan lemah, bagaikan cumi-cumi yang menyemburkan

> tintanya.

>  

> Karena

> itulah, Imam Hasan al-Banna sangat mengagumi karya tulis Syaikh

Muhammad

> al-Ghazali, yang tidak lain adalah muridnya sendiri. Karena Syaikh

Muhammad

> al-Ghazali telah menulis dengan ketulusan hatinya. Imam al-Banna

menyarankan

> kepada seluruh anggota jamaah Ikhwanul Muslimin agar menulis

seperti Syaikh

> Muhammad al-Ghazali menulis. Dr. Yusuf al-Qaradhawi juga mengagumi

tulisan

> Syaikh Muhammad al-Ghazali yang menurutnya memiliki keunikan dalam

balaghah, susunan kalimat, dan kekuatan

> logika.

>  

> Saya

> sendiri mengagumi Syaikh Muhammad al-Ghazali dengan alasan yang

sama dengan

> kedua tokoh itu. Saya sudah membaca setidaknya 5-6 buku beliau.

> Tulisan-tulisannya mengalir, enak dibaca, dan padat berisi. Saya

merasa

> mendapatkan banyak pencerahan darinya. Jiwa saya merasa "terbakar"

ketika

> selesai membacanya.

>  

> Salah satu

> karya terbaiknya, Kitab Fiqh Sirah,

> ditulis didepan makam Rasulullah Saw. di Madinah. Beliau selalu

terkenang dengan

> perjuangan agung Rasulullah Saw.. Dan setiap mulai menggoreskan

penanya,

> airmatanya jatuh membasahi pipi. Ketajaman akal dan ketulusan

hatinya bersatu

> membentuk sebuah maha karya yang jernih. Bacalah kitab itu dengan

akal dan mata

> hati, niscaya hatimu akan terenyuh, haru, sekaligus

> "terbakar".

>  

> Suatu

> waktu, kala masih di dalam penjara karena menentang pemerintah

diktator Mesir,

> al-Ghazali mendapat kabar bahwa adaseorang penulis terkenal

menjelek-jelekkan

> Hasan al-Banna dan keluarganya. Dengan nada marah al-Ghazali

berkata, "Demi

> Allah, kalau kita memiliki kebebasan berpendapat dan punya

kesempatan menjawab

> tulisan itu, sungguh pena-pena kita yang masih muda ini akan

menghancurkan

> pena-pena yang mabuk dalam kesesatan itu!"

>  

> Apa

> yang dikatakannya itu beliau buktikan sendiri. Karya-karyanya

mengalir bersama

> kemarahan, semangat membara, perlawanan terhadap rezim, dan

kecintaan yang

> mendalam kepada Islam dan umatnya. Beliau membantah buku Min Huna

Nabda (dari sini kita mulai),

> yang merupakan karya Khalid Muhammad Khalid, dengan menulis buku

Min Huna Na'lam (dari sini kita

> ketahui). Buku Min Huna Nabda karya

> Khalid Muhammad Khalid telah membuat kegembiraan luar biasa di

kalangan

> musuh-musuh Islam, mulai dari yang komunis, salibis, anggota

Freemasonry, sampai

> kaum sekuler. Namun, lewat bukunya yang gemilang, Syaikh Muhammad

al-Ghazali

> berhasil memadamkan api kegembiraan itu dan membuat Khalid

Muhammad Khalid

> akhirnya bertaubat atas buku yang ditulisnya itu.

>  

> Bila Musa

> telah datang

> Lalu ia

> melemparkan tongkatnya

> Maka

> hancurlah segala sihir dan pelakunya

>

>  

> Betapa

> banyak orang yang menulis kemudian tulisannya dilupakan karena ia

tidak menulis

> dengan hati yang tulus. Ia hanya menulis berdasarkan akalnya saja,

tanpa

> menghadirkan hati dan perasaan. Jadilah tulisannya hambar, hanya

berisi

> data-data, yang sekalipun benar, namun membosankan dan memusingkan

kepala.

>

>  

> Tulisan

> yang tulus bukan berarti tulisan tersebut susah dipahami. Namun

sebaliknya,

> seorang penulis yang tulus mampu membuat hal yang rumit menjadi

mudah

> dimengerti. Seorang penulis yang tulus lebih mementingkan

perubahan lewat hati

> ketimbang perubahan lewat akal. Karena akal ini sering sekali

mudah lupa. Namun

> apabila sudah melekat di hati, ia akan ingat selamanya. Betapa

banyak tulisan

> yang mampu menyentuh hati seseorang kemudian membuat orang itu

menangis,

> bertaubat, atau merasa terhibur atau merasa tergerakan.

>  

> Karya-karya

> besar ditulis oleh jiwa-jiwa besar, yang telah berjuang sepanjang

hayatnya;

> mengendalikan hawa nafsu, melawan kebodohan, dan bersabar dalam

meniti jalan

> Ilahi. Belajarlah dari bahasa al-Quran; mudah dipahami, pendek-

pendek

> kalimatnya, padat berisi, menghentak, mengalir, dan memberikan

solusi.

> Belajarlah pula dari penulis-penulis besar; bagaimana mereka

menulis. Kitab Shahih Bukhari masih ada hingga

> kini karena penulisnya adalah sosok yang memiliki jiwa besar.

Begitupun dengan

> penulis Kitab Ihya Ulumuddin, Shaidul Khatir, Madarijus Salikin,

Majmu Fatawa, dan karya-karya besar

> lainnya. Buku-buku itu ditulis bukan oleh orang-orang pemalas,

pelamun, apalagi

> suka berbuat maksiat. Buku-buku itu ditulis bersamaan dengan

percikan-percikan

> ketakwaan yang ada dalam diri. Seperti sabda Nabi yang

mengatakan, "Bertakwalah kepada Allah, niscaya Allah

> akan mengajarimu. " Atau seperti bunyi al-Quran surat al-Ankabut

ayat 69, "Dan orang-orang yang

> berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami

tunjukkan kepada

> mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar

beserta orang-orang

> yang berbuat baik."

> http://abufarras. blogspot. com 

>











12a.

Re: (Catatan Kaki) Penurunan Rasa Percaya Diri

Posted by: "Bu CaturCatriks" punya_retno@yahoo.com   punya_retno

Tue Sep 16, 2008 3:56 am (PDT)

mbak fla cheya,
saya selalu punya mantra utk banyak suasana.
salah satu mantra favorit saya saat sedang gak pd:
"retno cantik, retno pintar, retno kuat, ayo bersemangat! retno
pasti bisa!"
ada kalanya, mantra ini manjur.
ada kalanya, saya harus mengulang2nya sampai 100 kali agar manjur.
dan ada kalanya, saya harus berhenti merapal mantra dan bilang pada
diri sy sendiri "it's ok, retno. shit happens. let's move on"
thanks for sharing, mbak...

-retno-

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, fla cheya <fla_cheya@...>
wrote:
>
> Saya rasa hampir setiap orang pernah berada disebuah fase dimana
kepercayaan dirinya menurun. Penurunan yang berlebihan akan
menimbulkan asumsi-asumsi negatif dalam dirinya sehingga bisa
merusak jiwa dan berkecenderungan mempengaruhi fisiknya. Misalnya,
tidak percaya diri lagi untuk menangani sebuah proyek padahal
sebelumnya ia pernah menangani proyek yang lebih besar dengan
sukses. Lambat laun tanpa dia sadari dia membatasi potensinya untuk
berkembang dengan sugesti "dia tidak mampu melakukan sesuatu."
Pemikiran-pemikiran negatif yang menumpuk tentu saja akan berdampak
pada sistem aktivitas dan kondisi tubuh yang semula bisa lebih
ekspresif dan penuh semangat menjadi serba takut ini dan itu
sehingga energi yang dimanfaatkan akan terbuang percuma, begitupula
dengan waktu beserta energi yang digunakan untuk berpikir macam-
macam membuat tubuh bertendensi untuk stress.
>  
> Saya sempat mengalami fase membenci diri saya sendiri dan itu
membuat racun itu semakin berkembang dengan pesat. Saya introspeksi
diri dan mencoba review dari awal. Ternyata saya tidak seburuk apa
yang pernah saya nilai tentang diri saya dan saya bersyukur atas
hikmah dari Tuhan yang saya dapatkan. Hambatan itu merupakan bagian
dari proses hidup yang semakin memacu saya untuk membuktikan bahwa
saya bisa bangun ketika saya terjatuh dan saya yakin bahwa hal itu
adalah batu besar untuk melompat lebih tinggi. Saya menyadari fase-
fase itu dan orang-orang yang saya temui tidaklah salah. Saya
percaya bahwa Tuhan telah menyiapkan mereka dan faktor-faktor itu
sebagai media untuk melatih diri saya karena tak ada satu peristiwa
yang terjadi tanpa kehendakNya.
>  
> Setelah saya menyelesaikan studi saya memiliki tantangan lagi. Tak
pernah terpikir dalam benak saya akan berstatus job seeker dalam
kurun waktu yang lama bagi saya meski dalam hari-hari itu saya tak
rela bila jiwa dan raga saya berbuat seperti bayi yang bisa makan,,
minum, tidur dan menangis. Mungkin persentase keidealisan saya lebih
tinggi sedikit dibanding rata-rata. Hal itu membuat tingkat stress
saya semakin cepat memuncak dan saya bersyukur pernah berhasil
melewati itu semua. Saya berpikir, bila saya tidak mengalami
kesulitan-kesulitan sebelumnya yang cukup melatih mental, mungkin
dalam tantangan hidup kali ini saya akan kerap terjatuh.
>  
> Saya bersyukur memiliki Tuhan yang sangat baik pada saya dan orang-
orang yang selalu meneguhkan dan mengajari saya untuk memandang
dunia dari sudut yang lebih luas. TERLAMBAT MENCAPAI GARIS FINISH
BUKAN BERARTI TAK MEMPEROLEH BENDERA KEMENANGAN YANG LAIN MESKI TAK
SEMUANYA BISA TERLIHAT MATA DAN TERLAMBAT BELUM MERAIH TUJUAN BUKAN
BERARTI HIDUP HARUS SIA-SIA. Proses kehilangan dan penemuan kembali
peningkatan rasa percaya diri yang dialami tiap orang berbeda-beda.
Mungkin saja anda semua mengalami proses kehilangan yang lebih dalam
dan menemukan kembali semangat yang lebih besar dibanding saya.
>  
> Sudah banyak dijelaskan diberbagai tulisan motivasi bahwa jangan
mengatakan tidak sebelum mencoba. Dalam buku berpikir dan berjiwa
besar oleh David J Schwartz menyebutkan bahwa orang yang sukses
bukanlah orang yang super. Orang yang sukses hanyalah orang biasa
yang telah mengembangkan kepercayaan kepada diri sendiri dan apa
yang mereka kerjakan
>  
>  
> Penghambat kepercayaan diri berbagai macam bentuknya dan itu
berasal dari berbagai arah seperti:
>  
> 1. Diri sendiri
>  
> Ketika kita introspeksi diri mungkin pernah terbesit sebuah
statement "coba aku tidak memutuskan dan melakukan hal itu." bila
selama ini statement semacam itu diiringi oleh kalimat "aku payah...
benar-benar payah" atau kalimat negatif lainnya, maka sejak detik
ini mari kita ganti dengan kalimat-kalimat yang membangun
seperti, "aku tahu, seharusnya aku tidak melakukan hal itu, namun
yang lebih penting adalah bagaimana aku mengatasinya agar keadaan
bisa lebih baik." Bila kesalahan kita membuat kita semakin mundur
maka percuma kesalahan yang kita buat bila kita tidak bisa belajar
darinya.
>  
> Perlu kita ingat bahwa kesalahan dan keadaan yang buruk bisa
menjadi cambuk yang lebih kuat agar kita bisa berlari lebih kencang.
Harun yahya pernah berkata, "Kenyataannya pahit di masa lalu yang
kemudian menjadi semacam bekal untuk menghadapi keadaan sesulit
apapun. Dari setiap kegagalan saya selalu dapat menarik pelajaran
darinya, seperti ketika banyak orang yang mengatakan Film "Joshua'
gagal, namun menurut saya tidak. Karena ternyata ketika film itu
ditayangkan di televisi pada malam tahun baru ratingnya 17, dan itu
adalah rating tertinggi. lebih tinggi dari acara yang dikemas secara
khusus dengan biaya yang tinggi pada malam yang sama. Adapula cerita
mengenai Peter J Daniel. Sewaktu duduk dikelas empat, gurunya Ny.
Philips tidak berhenti berkata "Peter, kamu sama sekali tidak bagus.
Kamu adalah apel yang jelek dan kamu tidak akan pernah menjadi orang
yang berarti." Peter buta huruf sampai umur 26 tahun. Seorang teman
terus begadang
> dengannya dan membacakan Think And Grow Rich. Sekarang, Peter
memiliki kios-kios dan menerbitkan buku terbarunya "Mrs. Philip, You
Were Wrong!!!" Bila peter tidak pernah mendapat cacian dari gurunya
mungkin buku yang berjudul "Mrs. Philip, You Were Wrong!!!" tidak
akan pernah ada.
>  
> Dalam suatu seminar, seorang motivator pernah berkata dengan
maksud," dua kali nilai saya tertinggi dibanding teman-teman saya,
namun beberapa tahun berikutnya saya juara dua. Apa anda tahu
mengapa saya juara II? tak lama kemudian saya baru tahu bahwa teman
saya yang juara I lebih miskin dari saya." Selain doa yang
dipanjatkan, kerja keras memang berpengaruh terhadap hasil yang
diharapkan. Dari statement beliau tersebut dapat disimpulkan bahwa
semakin kurang baik keadaan seseorang akan membuat dirinya semakin
terpacu untuk maju dan maju sehingga kekurangannya bisa terpenuhi
dengan doa dan kerja keras yang berbeda dengan yang lainnya. Tentu
saja tidak semua orang memiliki mental dan kepribadian seperti ini.
>  
> 2. Pernyataan di media
> Media cukup berperan dalam proses transfer gizi moral pada
masyarakat. Informasi yang negatif bisa meracuni penerima informasi.
Bila kita memiliki filter yang baik, kita tidak akan mudah terhasut
opini yang tidak baik untuk diri kita.
>  
> 3. Lingkungan
> Lingkungan berpengaruh terhadap perkembangan potensi kita. Bila
kita berada dilingkungan dengan opini-opini yang merubah persepsi
sehingga menurunkan semangat kita maka kita tidak akan cepat maju
dan justru bisa membuat kita semakin jauh dengan harapan-harapan
kita. Seperti halnya buah semangka yang dikembangkan dinegara
jepang. Ketika buahnya masih kecil, buah tersebut dtempatkan dikotak
sehingga berjalan dnegan waktu, buah tersebut akan berbentuk kotak
dan tidak bundar atau lonjong seperti pada umumnya. Bila anda ingin
optimis untuk maju dalam arah yang positif, maka sering berkumpulah
dengan mereka yang bisa memberikan vitamin motivasi bagi anda.
>  
> Semoga setiap kita mengalami penurunan rasa percaya diri, kita
segera bisa mengubahnya menjadi energi positif dengan menjadikan
penyebabnya sebagai stimulator untuk melatih kita ke arah yang lebih
baik dan semakin membuat kita memahami akan pandnagan-pandangan baru
yang memperkaya kehidupan kita. Salam!!!
>  
>  
>  
> Dedicated for : Mereka yang selalu meneguhkan dan mengajari saya
untuk memandang dunia dari sudut yang lebih luas.
>  
>  
>  
> Pasuruan, September 2008
> c-yakuw
> flacheya@...
> http://cheya.blogspot.com
>

Recent Activity
Visit Your Group
Sell Online

Start selling with

our award-winning

e-commerce tools.

Get in Shape

on Yahoo! Groups

Find a buddy

and lose weight.

Y! Groups blog

The place to go

to stay informed

on Groups news!

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web

Tidak ada komentar: