Imam Syahid Hasan Al-Banna… Sosok Pemuda Yang Taat Kepada Allah
Al-Ikhwan.net | 16 Oktober 2008 | 15 Shawwal 1429 H |
Abu Ahmad
Mengenal Sosok Muda Imam Hasan Al-Banna
Nama "Hasan Al-Banna" selalu lekat dengan jamaah Al-Ikhwan
Al-Muslimun, karena beliau adalah pendiri dan menjadi Mursyid 'Am
pertama jamaah tersebut. Sekalipun sang imam "Al-Banna" -semoga Allah
merahmatinya-, tidak mengenyam kehidupan lebih dari 42 tahun, namun
pada masa hidupnya banyak memberikan kontribusi dan prestasi yang
besar sehingga banyak terjadi lompatan sejarah terutama dalam
melakukan perubahan kehidupan umat menuju Islam dan dakwah Islam yang
lebih cerah, banyak perubahan-perubahan yang dicapai olehnya, apalagi
saat beliau hidup kondisi umat dalam keadaan yang begitu parah dan
mengenaskan, keterbelakangan, ketidakberdayaan, kebodohan umat, dan
ditambah dengan penjajahan barat.
42 tahun kalau diukur dari perjalanan sejarah merupakan waktu yang
singkat, merupakan usia yang belum bisa memberikan apa-apa, walaupun
umur sejarah tidak bisa diukur berdasarkan tahun dan hari, namun dapat
juga diukur dari banyaknya peristiwa yang berdampak pada perubahan
kondisi, situasi dan keadaan, dan inilah yang selalu melekat pada
sosok Hasan Al-Banna, beliau banyak memberikan pengaruh dalam
perubahan sejarah, dan beliau juga merupakan salah satu dari orang
yang memberikan kontribusi melakukan perbaikan dan perubahan dalam
tubuh umat. Sekalipun umur beliau relatif pendek namun beliau termasuk
orang yang mampu membuat sejarah gemilang.
Setiap orang pasti memiliki faktor yang dapat dinilai mampu memberikan
kontribusi dan saham dalam pembentukan karakter dan jati dirinya dan
menentukan berbagai hakikat yang dipilihnya. Dan bagi pemerhati
lingkungan yang di dalamnya hidup sang imam Al-Banna akan dapat
menemukan awal yang baik, dan karena itu berakhir dengan baik. Seperti
dalam ungkapan: "Akhir yang baik mesti diawali dengan permulaan yang
baik".
Dan imam Al-Banna kecil (muda) hidup dibawah naungan dan lingkungan
yang bersih dan suci. Dan rumah yang di dalamnya hidup sang imam juga
merupakan rumah yang tershibghah dengan shibghah islam yang hanif.
Orang tuanya bernama syaikh Ahmad Abdurrahman Al-Bann. Beliau adalah
seorang imam masjid di desanya, dan seorang tukang reparasi dan
penjual jam. Namun disisi lain orang tuan Hasan Al-Banna adalah sosok
pecinta ilmu dan buku, sehingga senang menuntut ilmu dan membaca buku,
dan sebagian waktunya banyak dihabiskan untuk membaca dan menulis, dan
beliau juga banyak menulis kitab, diantaranya adalah "Badai'ul Musnad
fi Jam'I wa Tartiibi Musnad As-Syafi'I", "Al-Fathu Ar-Robbani fi
Tartiibi Musnad Ahmad As-Syaibani", "Bulughul Amani min Asrori
Al-fathu Ar-Robbani"
Bahwa komitmen dengan Islam dan manhaj robbani sangat membutuhkan
pondasi utama pada lingkungan yang menggerakkannya, agar dapat tumbuh
dan besar seperti pondasi tersebut, dan jika tidak ada lingkungan yang
mendukung maka akan menjadi sirna dan mati sejak awal kehidupannya.
Dan Allah telah memberikan karunia besar terhadap imam "Al-Banna"
dengan lingkungan yang baik ini. Orang tuanya memberikan tarbiyah
sejak awal dengan baik; meumbuhkan kecintaan terhadap Islam kepada
anaknya sejak dini, selalu memelihara bacaan dan hafalan Al-Qur'an,
sehingga memberikan kepada pemuda tersebut waktu dan tenaga yang cerah
dalam berfikir dan berdakwah, dan pada saat itu pula –yang mana pada
saat itu- Islam telah tertutupi oleh kehidupan yang bebas dan politik
yang rusak, tampak menjadi asing –bahkan aneh dan tidak wajar- melihat
seorang pemuda yang begitu besar komitmennya terhadap ajaran Islam
sampai pada masalah waktu, atau dalam menunaikan ibadah shalat dengan
penuh kedisiplinan.
Sejak awal dapat kita lihat bahwa imam Al-Banna telah menentukan
jalannya dan karakter hidupnya; yaitu jalan hidup yang beliau
lakoninya dalam kehidupannya secara pribadi yang unik; komitmen
terhadap Islam dan manhaj robbani dan interaksinya dengan orang lain
dengan baik dan sesuai dengan ajaran Islam. Baliau begitu terkesan
dengan hadits Nabi dan begitu kuat berpegang teguh dengannya; yaitu
hadits Nabi saw: "Jagalah lima perkara sebelum datang lima perkara..
diantaranya adalah "masa mudamu sebelum datang masa tuamu", begitupun
dengan hadits Nabi saw lainnya: "ada tujuh golongan yang akan
mendapatkan naungan Allah pada saat tidak ada naungan kecuali
naungannya.. diantaranya adalah "seorang pemuda yang taat beribadah
kepada Allah".
Maka dari itu imam "Al-Banna" kehidupannya adalah islam dan tidak ada
yang lain dalam diri dan hidupnya kecuali Islam. Hal itu tampak juga
dengan jelas pada beberapa lembaga atau yayasan yang sejak kecil
beliau loyal kepadanya, yang kesemuanya merupakan lembaga atau yayasan
Islam, seperti "Jam'iyyah As-Suluk wal Akhlak" dan "Jama'ah An-Nahyu
Al-Munkar", dan beliau juga memiliki hubungan yang erat dengan harakah
sufiyah yang pada saat itu marak tersebar di berbagai pelosok daerah
dan kota di Mesir.
Adapun diantara faktor lain yang membantunya komitmen di jalan
kebenaran adalah karena beliau begitu banyak beribadah dan taat kepada
Allah, sejak mudanya beliau sering melakukan puasa sunnah, khususnya
puasa sunnah yang berhubungan dengan hari-hari besar Islam, dan lebih
banyak lagi beliau melakukan puasa hari sunnah senin dan hari kamis
pada setiap minggunya, karena mentauladani sunnah nabi saw,
sebagaimana beliau juga sangat bersemangat melakukan puasa sunnah
rajab dan sya'ban. Kebanyakan dari kita mungkin merasa asing dalam
melakukan ketaatan seperti itu, atau merasa berat melakukannya
terutama di saat kondisi zaman seperti ini. Sebagaiman usaha yang
dilakukan imam Al-Banna dalam ketaatan juga menadapatkan kesulitan,
terutama disaat kondisi yang saat itu dialami; adanya gerakan
missionaries, globalisasi dan penjajahan yang telah meluas dan
merambah dengan cepat di tengah kehidupan masyarakat Mesir saat itu;
sehingga memberikan kontribusi yang besar dalam menjauhkan umat dari
Islam apalagi untuk komitmen dengan ibadah dan ketaatan.
Namun imam Al-banna, hidup melawan arus, beliau berada dalam semangat
Islam yang tinggi, berpegang dengan ketaatan dan ibadah kepada Allah,
sekalipun umat saat itu sedang diliputi arus globalisasi dan
pencampakkan jati diri Islam; sehingga mengakibatkan acuhnya umat
terhadap Islam dan jauhnya umat –terutama para pemudanya- dari
kehidupan beragama, apalagi juga banyaknya bermunculan seruan dan
propaganda asing terhadap dunia Islam seperti liberalisme dan
komunisme serta gerakan missionaris yang mengajak untuk jauh dari
Islam dan berlaku hidup modernis seperti mereka.
Sekalipun demikian imam Al-Banna tetap berpegang teguh dan yakin
dengan keislamannya bahkan merasa bangga dengannya. Dan pada saat
berdiri Universitas Cairo, dan Dar El-Ulum merupakan salah satu bagian
dari kuliah yang ada di dalamnya; yang di dalamnya menghadirkan
ilmu-ilmu kontemporer, ditambah juga dengan ilmu-ilmu syariah dan
pengetahuan tradisional yang telah masyhur di Universitas Al-Azhar
sebelumnya. Dan -pada saat itu pula- Imam Al-Banna mendaftarkan diri
untuk kuliah di Dar El-Ulum, walaupun beliau tidak merasa cukup dengan
ilmu yang di dapat di kuliah sehingga beliau mencarinya ditempat yang
lain sebagai tambahan; seperti beliau selalu hadir mengikuti majlis
ilmu pimpinan syaikh Rasyid Ridha, dan beliau sangat terkesan dengan
tafsirnya yang terkenal yaitu "Al-Manar".
Namun hal tersebut tidak menghalangi dirinya mendapatkan nilai yang
begitu baik dan cemerlang, sehingga beliau berhasil menamatkan
kuliahnya dengan hasil yang gemilang, dan beliau merupakan angkatan
pertama kuliah tersebut. Lalu -setelah itu- beliau diangkat sebagai
guru pada madrasah ibtidaiyah disalah satu sekolah yang terletak di
propinsi Ismailiyah, yaitu pada tahun 1927, dan di kota tersebut Imam
Al-Banna muda tidak hanya terpaku pada jati dirinya sebagai guru
madrasah ibtidaiyah, namun beliau juga menjadi da'i kepada Allah, yang
pada saat itu masjid-masjid disana kosong dari pemuda. Sehigga tidak
ada anak-anak muda yang sholat di masjid namun asyik dengan minuman
alkohol yang memambukkan. Maka tampaklah beliau sebagai seorang pemuda
yang ahli ibadah, taat kepada Allah dan sebagai da'i kepada Allah yang
mengajak umat untuk kembali pada Islam yang hanif.
Dan di kota Ismailiyah pula Imam Al-Banna banyak melakukan interaksi
dengan lembaga-lembaga Islam dan beliau tampil sebagai da'i dengan
berbagai sarana yang dimiliki dan berkeliling ke berbagai tempat dan
desa. Beliau pergi sebagai da'i dan membawa kabar gembira tentang
agama Islam. Beliau menyeru dan mengajak manusia yang berada
tempat-tempat perkumpulan mereka, dan diatara tempat perkumpulan yang
sering belaiu datangi adalah café. Disana beliau memberikan kajian
keagamaan, terutama pada sore hari ini, sehingga dengan kajian yang
beliau sampaikan banyak menarik perhatian sebagian besar masyarakat
pengunjung cafe; sehingga menjadikan pemilik café tersebut
berlomba-lomba mengundang Imam Al-Banna untuk memberikan kajian sore
di café-cefe milik mereka. Dan akhirnya di kota Ismailiyah –dengan
taufik dari Allah- dan dengan keberkahan akan juhud dan keikhlasannya,
Imam Al-Banna mampu mengeluarkan cahaya dakwah terbesar dan memberikan
pengaruh yang sangat besar hingga saat ini. Yaitu berdirinya Gerakan
Al-Ikhwan Al-Muslimun yang dipimpin langsung oleh Imam Al-Banna.
Padahal saat itu umur beliau masih muda sekali, baru mencapai antara
tidak terlalu muda, tidak baya dan juga tidak terlalu tua. Pemuda yang
ahli ibadah itulah yang telah mampu mendirikan gerakan dakwah Islam
terbesar di dunia saat ini.
Sosok Imam Al-Banna memiliki banyak keistimewaan, sosok yang universal
dan seimbang, pemuda aktivis, seorang khatib yang antagonis, memiliki
perasaan yang lembut, dan komunikatif dengan semua orang; baik dengan
orang awam, petani dan buruh. Beliau juga seorang cendekiawan yang
memiliki ilmu, yang mampu berinteraksi dengan para cendekiawan
lainnya. Saat berada ditengah umat manusia, banyak yang takjub
kepadanya baik dari kalangan cendekiawan, hartawan, awam, petani dan
buruh serta yang lainnya. Ini semua sejalan dengan dakwahnya yang
didasarkan pada pembentukan umat, dakwah dan individu yang seimbang
dalam berbagai sisinya.
Dan Imam Al-Banna juga sangat memiliki karakter yang mampu memberikan
pengaruh pada orang yang ada disekitarnya, hal ini kembali pada
pondasi yang beliau miliki yaitu kedekatan diri kepada Allah -Kita
berharap demikian dan kita tidak merasa paling suci kecuali hanya
Allah-. Dan kita temukan bahwa dakwah Al-Ikhwan –dan Al-Ikhwan itu
sendiri- telah terpengaruh dengan sosok imam Al-Banna; karakternya
yang baik, ikhlas dan taat kepada Allah, yang kesemuanya bersumber
pada cahaya kenabian. Sebagaimana beliau juga memiliki sosok yang
mumpuni dan lemah lembut, selalu perhatian dan menolong orang-orang
yang mazhlum, dan dalam sejarahnya telah banyak disaksikan bahwa usaha
dan kerja al-ikhwan di berbagai tempat, daerah dan negara selalu
membela hak-hak umat Islam yang terampas.
Oleh karena itulah bagi kita dapat mengambil ibrah dari perjalanan
sosok pemuda yang berhimpun di dalamnya jiwa yang memiliki nilai-nilai
mulia dan agung, bagaimana jiwa tersebut dapat mampu membangun
generasi yang islami, tidak menyimpang dari jalan Allah dan menepati
dan menunaikan amanah yang diembannya dengan optimal dan baik,
sekalipun kondisi, ujian dan cobaan yang dihadapi selalu datang silih
berganti dalam rangka berpegang teguh pada jalan Allah dan agama Islam
serta dalam usaha meninggikan kalimat (agama) Allah dan mentauladani
sirah nabi saw.
Sumber: www.ikhwanonline.com
http://www.al-ikhwan.net/imam-syahid-hasan-al-banna-sosok-pemuda-yang-taat-kepada-allah-2008/
------------------------------------
===================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
===================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
===================================================Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar