Rabu, 15 Oktober 2008

[daarut-tauhiid] Jangan Menaruh Telur Dalam Satu Keranjang

Oleh : Alihozi
Http://Alihozi77.blogspot.com

Bagi orang yang pernah belajar ilmu manajemen keuangan istilah "
Jangan Menaruh Telur Dalam Satu Keranjang " merupakan hal yang tidak
asing lagi. Istilah ini digunakan untuk mengingatkan kita untuk tidak
menginvestasikan uang atau kekayaan kita hanya pada satu lembaga
keuangan saja seperti menabung di satu bank dan juga tidak
mengivestasikan uang atau kekayaan hanya pada satu non lembaga
keuangan seperti investasi pada satu perusahaan komoditas. Karena
apabila kita hanya meginvestasikan uang kita hanya pada satu lembaga
keuangan saja termasuk pada satu lembaga keuangan yang memakai system
syariah, dan lembaga keuangan tsb mengalami kerugian yang besar atau
di rush oleh nasabahnya maka kita akan kehilangan seluruh uang dan
kekayaan kita tsb

Walaupun istilah itu sudah dikenal banyak oleh anggota masyarakat kita
, hal ini mulai dilupakan oleh orang-orang yang hanya ingin
mendapatkan hasil yang besar dengan mengabaikan tingkat resiko yang
akan terjadi. Seperti ada kisah nyata seorang pensiunan pegawai yang
terkena stroke lalu meninggal setelah mendengar bahwa seluruh uang
pensiunannya yang diinvestasikan di salah satu perusahaan agrobisnis
dibawa kabur oleh pemilik perusahaan tsb

Allah,SWT berfirman di dalam Al-Qur'an :
"…Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang
akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui
di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi
Maha Mengenal". (Luqman :34).
Pada ayat tsb Allah,SWT mengingatkan kepada kita bahwa tidak ada
seorang manusiapun yang bisa memastikan apa yang akan terjadi pada
hari esok , kita tidak bisa memastikan apakan suatu investasi keuangan
itu pasti untung atau rugi.

Kita juga tentu masih ingat waktu krisis moneter tahun 1997-1998 yang
berimbas kepada krisis perbankan melanda tanah air, suku bunga
perbankan mencapai 70%. Walaupun suku bunga sudah mencapai setinggi
itu, tetap saja waktu itu para nasabah bank konvensional banyak yang
kehilangan kepercayaan kepada dunia perbankan sehingga ingin melakukan
penarikan dana tabungan besar-besaran dari perbankan nasional.

Kalau pemerintah waktu itu tidak turun tangan memulihkan kepercayaan
terhadap perbankan nasional dengan memberikan bantuan finansial
seperti program BLBI dan program Rekapitalisasi , niscaya semua
nasabah perbankan konvensional tsb tidak akan bisa menarik dananya
kembali dari perbankan.

Pada saat ini dimana sedang terjadi krisis financial global, alangkah
baiknya kita kembali untuk mempraktekan istilah "Jangan Menaruh Telur
dalam Satu Keranjang", dan kita kembali untuk menginvestasikan uang
dan kekayaan kita tidak hanya pada satu lembaga keuangan akan tetapi
mengeinvestasikannya kepada beberapa lembaga keuangan atau beberapa
perusahaan non lembaga keuangan yang mempunyai reputasi dan kinerja
yang baik Selain itu juga kita dalam memanage keuangan agar kembali
kepada ajaran Al-Qu'ran dan Sunnah (baca juga artikel saya yang
berjudul: "Manajemen Keuangan Islami") agar tidak mengalami kerugian
dunia dan akhirat.
Wallahu'alam
Al-Faqir

Alihozi http://Alihozi77.blogspot.com
Ada pendapat lain tentan istilah "Jangan Menaruh Telur dalam Satu
Keranjang?"

__._,_.___
===================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
===================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
===================================================
Recent Activity
Visit Your Group
Search Ads

Get new customers.

List your web site

in Yahoo! Search.

Moderator Central

An online resource

for moderators

of Yahoo! Groups.

Discover Tips

on healthy living

and healthy eating

on Yahoo! Groups.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: