Kamis, 16 Oktober 2008

[sekolah-kehidupan] Digest Number 2305

sekolah-kehidupan

Messages In This Digest (16 Messages)

Messages

1.

(TeKa) Oase Sekolah Baru

Posted by: "sismanto" siril_wafa@yahoo.co.id   siril_wafa

Wed Oct 15, 2008 11:15 pm (PDT)


Oase Sekolah Baru

Penulis:
Sismanto

Email: sirilwafa @gmail. <mailto:wafa@gmail.com> com

Malam hari itu, satu hari sebelum hari pertama pembelajaran di sekolah,
saya dan kepala sekolah mengunjungi sekolah yang baru didirikan.
Kedatangan saya malam itu hanyalah untuk melihat sejauh mana persiapan
sekolah untuk menyambut peserta didik baru dan pertama di sekolah.

Pak Imam sebagai kepala sekolah dan dua orang guru yang baru direkrut
untuk menangani SD Muhammadiyah Full Day Sangatta tampak berharap-harap
cemas. Dua puluh siswa yang mendaftar di sekolah ini belum juga
menampakkan batang hidungnya, padahal waktu sudah menunjukkan pukul
07.30 WITA. Waktu dimulainya pelajaran pertama. Sekolah yang dipaksakan
harus berdiri tahun ini juga itu belum mempunyai gedung sendiri.
Sementara untuk proses kegiatan belajar mengajar (KBM) harus meminjam
aula TK ABA 2 yang disulap menjadi kelas terlebih dahulu.

"Gedung baru SD jadi apa nggak? Yang pasti aula akan digunakan TK,
kalau tidak bisa harus dicari pinjaman tempat lain mulai sekarang"
tanya kepala sekolah kepada saya.

Bunyi SMS itupun langsung saya forward ke salah satu pengurus untuk
menindaklanjuti kegelisahan kepala sekolah melihat fasilatas gedung yang
diinginkan untuk segera terealisasi segera. Tidak berselang lama HP
sayapun berdering dengan nada SMS

"insyaallah pembangunannya sesegera mungkin, kapan informasi
kepastian TK akan memakainya? Kami sebelumnya sudah mendapat kepastian
sebelumnya bahwa selama gedung belum jadi kita bisa menggunakan TK.
Disamping itu biaya penyelesaian aula TK juga kita talangi. Untuk lebih
meyakinkan kepastian ini, silahkan Pak Imam konfirmasi ke kepala TK ABA
2. terima kasih"

Untuk mengetahui sejauh mana perkembangan sekolah yang saya bina. Di
sana sini masih banyak terlihat tukang bangunan yang dideadline untuk
menyelesaikan pekerjaan yang seharusnya diselesaikan dalam kurun waktu
enam bulan. Tapi bagi kami, dua bulan sudah harus terselesaikan, karena
kami tidak ingin jika anak didik kami nantinya ke sekolah melihat
bangunan sekolahnya belum jadi.

Hari yang saya tunggu kini tiba, hari pertama pembelajaran di Sekolah
Muhammadiyah Full Day. Sekolah yang dicitakan menjadi sekolah unggulan
dan pusat rujukan pengembangan aqidah itu kini telah berjajar para orang
tua murid yang mengantarkan anak-anaknya untuk dipercayakan kepada kami,
para gurunya. Secara fasilitas, gedung yang tidak segera dibangun,
padahal pihak pengurus sudah menyanggupi akan segera merealisasikan.
Namun, sampai saat ini pembangunan belum juga selesai. Akhirnya sekolah
ini harus menumpang di TK ABA yang secara struktural masih di bawah
majelis dikdasmen, sehingga beberapa jenak kami bisa menggunakan
beberapa fasilitasnya. Seperti ruang kelas yang sementara ini kami
gunakan adalah aula TK ini.

Jika melihat sarana dan prasarana, maka sangatlah mengenaskan dan jauh
dari aturan Standar Pelayanan Minimal (SPM) seperti yang diungkap dalam
Keputusan Mendiknas No. 053/U/2001 tentang Standar Pelayanan Minimal
Penyelenggaraan Persekolahan, yang meliputi standar pelayanan kurikulum,
anak didik, ketenagaan, sarana prasarana, organisasi, pembiayaan,
manajemen Sekolah, peran serta masyarakat, sebenarnya kurang layak jika
sekolah ini berdiri. Namun, untuk ukuran Sangatta sebuah Kota
pertambangan batubara adalah mungkin. Secara akses dan kualitas SDM yang
memungkinkan untuk didirikan menjadi sekolah.

Pun demikian dengan Alat Tulis Kantor (ATK), sementara saya harus
meminjam terlebih dahulu di TK ini, Yang kami punya hanyalah kepercayaan
dari orang tua dan tanggungjawab saya untuk membalas kepercayaan itu
menjadi sebuah harapan dan realita bagi investasi humani anak-anak
mereka di masa depan, bahwa sekolah ini nanti akan menjadi sekolah
unggulan yang output dan outcomenya akan berguna bagi masyarakat,
bangsa, dan agamanya atau setidaknya bagi dirinya dan keluarganya.

Sebagai seorang yang dipercayakan untuk mengelola sekolah ini, meskipun
secara tidak langsung. Saya tetap berkewajiban secara moral untuk
mengawal bagaimana proses pembelajaran dilakukan di sekolah ini. Ada
beberapa briefing singkat yang saya lakukan kepada Bapak/Ibu gurunya
mengenai metode pembelajaran kepada peserta didik di sekolah yang baru
saja berdiri satu minggu kemudian.

Beberapa kharakter sekolah yang ingin saya bangun untuk sekolah ini
adalah diferensiasi dengan sekolah-sekolah yang ada di sekelilingnya.
Yakni sekolah yang bernuansa Islami. Penggantian sebutan untuk guru pun
saya rubah, dari "Pak guru dan Bu Guru" menjadi sebutan yang
lebih manis untuk anak-anak "Ustad dan Ustadzah". Sebutan yang
biasa dilakukan untuk orang yang expert di bidang agama di surau-surau,
masjid-masjid, maupun di pesantren-pesantren.

Di hari itu juga saya memberikan pelatihan ice breaker kepada guru-guru
yang langsung saya praktekkan di depan peserta didik. Disamping meteri
character building untuk pembangunan kharacter mental anak dengan sudah
beberapa tahun yang lalu saya kuasai tapi tidak pernah saya gunakan.

Pengaturan tata letak bangku pun saya serahkan sepenuhnya kepada guru,
anak tidak hanya terpancang pada satu bangku itu dan di situ, namun
variasi tempat duduk, perubahan tata letak, penggunaan metode karpet,
maupun metode outing. Ini semata-mata untuk pengayaan metode
pembelajaran dan supaya pembelajaran supaya lebih menyenangkan bagi
anak. Dan anak pun senang dengan perubahan yang cukup signifikan.

"Ibu-Ibu, Bapak-Bapak. Silahkan dilihat, ada perubahan yang
signifikan pada anak didik dari hari pertama sampai dengan hari ketiga,
hari ini. Hari pertama semua siswa tampak lesu, karena kebiasaan mereka
yang pulang pagi waktu di TK nya, pulang pukul 10.00. sementara sekolah
ini adalah sekolah full day, pulang pukul 14.00 untuk siswa kelas I dan
II, dan pulang pukul 16.00 untuk kelas besar (III sampai dengan VI).
Awalnya pukul sepuluh, anak didik sudah mulai mengeluh ingin dipulangkan
cepat. Banyak alasan yang mereka utarakan mulai dari kebiasaan mereka di
TK pulang lebih awal dari SD sampai dengan ada yang tidak mau diajar.
Kini, anak didik sudah terbiasa dengan kondisi sekolah fullday, pulang
agak sore". Demikian saya menjelaskan kepada orang tua yang awalnya
kurang begitu yakin akan sekolah ini.

Ibu-ibu semakin memberikan kepercayaan pada sekolah ini, meskipun
fasilitas sekolah belum begitu lengkap. Keinginan saya tidak
difasilitasi secara lengkap, tapi minimal ada. Mendengar orasi saya yang
sedikit membara dengan diselingi rasa sungkan tidak bisa mendirikan
sekolah unggulan dengan fasilitas memadai, tapi setidaknya orang tua
sudah memberikan kepercayaan. Bahkan beberapa hari belakangan ada
kiriman "tandon" (tempat penampungan air), maklum saja untuk
pembelajaran sholat yang didahului dengan berwudlu, namun sarana dan
perlengkapan wudlu belum juga di bangun. Barangkali Ibu ini begitu yakin
dengan adanya tandon air ini akan ada tetesan embun-embun penyejuk
sebelum pembelajaran sholat dilakukan. Terima kasih Bu, semoga menjadi
amal ibadah Ibu.
bisa di baca di
http://warnaislam.com/umum/pendidikan/2008/10/16/47730/Oase_Sekolah_Baru\
.htm


salam,
Sismanto

2a.

Pintu Langit Yang Terkunci

Posted by: "agussyafii" agussyafii@yahoo.com   agussyafii

Wed Oct 15, 2008 11:36 pm (PDT)

Pintu Langit Yang Terkunci

By: agussyafii

Ditengah motor melaju kencang. Singgah di masjid kampung untuk sholat
maghrib buat saya merupakan kegembiraan tersendiri. Selesai sholat
saya berbincang-bincang dengan pengurus masjidnya.

"Mas Agus, saya sudah hampir 30 tahun banting tulang dan bergelimang
keringat mengurus masjid dan mengurus semua kaum dhuafa, tapi kenapa
janji Alloh belum juga turun?" katanya.

"Bila pintu langit masih terkunci, bagaimana mungkin rahmat Alloh akan
turun?" tanya saya padanya.

Kening wajahnya nampak mengerenyit. "bagaimana saya bisa membuka pintu
langit itu mas, agar rahmat Alloh turun?"

"Ingatan bapak akan amal baik itulah kuncinya. Selama bapak masih
mengingatnya semua yang bapak lakukan maka selama itu pula langit akan
terkunci.Sebaiknya setiap perbuatan baik kita tidak perlu dingat-ingat
agar pintu langit terbuka" Jawab saya, sampai saya pamit dan salam,
sang pengurus masjid itu berpikir sambil memegang gagang sapu. entah
apa yang dipikirkannya.

"Janganlah engkau beramal agar engkau disebut-sebut, sembunyikanlah
kebaikanmu sebagaimana engkau menyembunyikan keburukanmu".(Basyr bin
Al Harits)

sumber, http://agussyafii.blogspot.com

Salam Cinta,
agussyafii

=======
Tulisan ini dibuat dalam tema "Kunci Doa yang Dikabulkan" kunjungi
blog kami di http://agussyafii.blogspot.com atau sms 087 8777 12 431

2b.

Re: Pintu Langit Yang Terkunci

Posted by: "hariyanty thahir" anty_th@yahoo.com   anty_th

Thu Oct 16, 2008 3:01 am (PDT)

Pelajaran tentang IKHLAS memang sulit ya ... ^_^
Dalam agenda doa , saya selalu menyelipkan sebuah doa andalan
"Ya Robb, berikanlah slalu yang terbaik untuk ku. Jika yang terbaik
menurutMU tidak seperti keinginan ku, hanya satu pinta ku ...
Berikanlah Ke IKHLAS an padaku, agar aq dapat menjalani smua dengan baik"

Ikhlas ... berapa SKS ya ^_^

2c.

Re: Pintu Langit Yang Terkunci

Posted by: "setyawan_abe" setyawan_abe@yahoo.com   setyawan_abe

Thu Oct 16, 2008 3:44 am (PDT)

Iya Mbak, kayaknya siih gitu ttg IKHLAS, lha orang Denmark aja ada yang
pernah bilang
" Orang yang membangun dengan mengikuti nasihat semua orang akan
mendapatkan rumah yang miring". Apa perlu kudu ngambil sks ke Denmark
Mbak?

IKHLAS Mbak? Yaa Alloh...^_^

Assalamu'alaikum

Arief
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "hariyanty thahir"
<anty_th@...> wrote:
>
> Pelajaran tentang IKHLAS memang sulit ya ... ^_^
> Dalam agenda doa , saya selalu menyelipkan sebuah doa andalan
> "Ya Robb, berikanlah slalu yang terbaik untuk ku. Jika yang terbaik
> menurutMU tidak seperti keinginan ku, hanya satu pinta ku ...
> Berikanlah Ke IKHLAS an padaku, agar aq dapat menjalani smua dengan
baik"
>
> Ikhlas ... berapa SKS ya ^_^
>

3.

Makna Imam Dalam Sholat

Posted by: "agussyafii" agussyafii@yahoo.com   agussyafii

Thu Oct 16, 2008 1:42 am (PDT)

makna Imam Dalam Sholat

Manusia adalah makhluk sosial dan budaya. Salah satu wujud kebudayaan
dan kesosialannya, mereka mengenal lembaga kepemimpinan. Di mana pun
dan pada zaman kapan pun masyarakat manusia mengenal kepemimpinan.
Dalam bahasa Arab, pemimpin disebut imam, amir, ra'is, za'im dan
qa'id. Dalam Iingkungan Islam, Imam dipergunakan untuk menyebut
pemimpin ibadah dan pemimpin dalam pengertian umum, Amir (umara/amirul
mukminin) dipergunakan untuk menyebut panglima, qa'id digunakan untuk
menyebut komandan, sedangkan rais digunakan untuk menyebut kepala
negara atau Presiden dan za`im untuk menyebut pemimpin kemasyarakatan
(non formal).

Agama Islam sangat menganjurkan ummatnya untuk menjalankan ibadah
salat berjamaah. Salat jama'ah dipimpin oleh seorang imam, dan
selebihnya menjadi makmum di belakangnya. Dalam salat jamaah, laiknya
kepemimpinan dalam masyarakat, juga dikenal kriteria-kriteria (a)
siapa yang layak menjadi imam salat, (b) apa etika seorang imam, (c)
apa kewajiban makmum, dan (d) hak-hak makmum. Secara fiqhiyyah, siapa
saja dengan syarat-syarat tertentu bisa menjadi imam salat, tetapi
pada hakekatnya, karena salat merupakan amal ibadah dimana manusia
menghadap, melapor dan berdialog dengan Tuhan Yang Maha Agung, maka
hanya orang-orang tertentu yang layak menjadi imam salat jamaah.

Imam Ghazali dalam Ihya `Ulum ad Din, kitab fiqh yang sufistik,
menyebut enam kriteria persyaratan etis seorang imam. (1) Mempunyai
kredibilitas moral dan senioritas keilmuan agama; Bermakmum kepada
orang yang dikenal rendah kredibilitasnya akan membuat makmum tidak
dapat tuma'ninah (2) Tidak boleh rangkap jabatan, sebagai muazzin dan
imam sekaligus, (3) Sang imam sendiri harus terbiasa disiplin salat
awal waktu setiap harinya, (4) Imam harus ikhlas menjalankan amanah
Allah, (5) Sebelum bertakbir harus meyakinkan dirinya bahwa barisan
makmum di belakangnya telah berbaris rapih, dan (6) bertakbir dengan
suara lantang serta membaca Al Qur'an dengan fasih.

Shalat berjamaah melambangkan sistem kepemimpinan dalam masyarakat,
oleh karena itu, karena seorang imam akan menjadi panutan yang diikuti
secara patuh oleh makmum di belakangnya, maka seorang imam harus
mengerti aspirasi makmum di belakangnya. Seorang imam salat berjamaah
tidak boleh beruku' atau sujud berlama-lama, karena belum tentu semua
makmum di belakangnya sanggup melakukannya.

Ia juga tidak boleh membaca ayat Al Qur'an terlalu panjang sekiranya
ia tahu bahwa jamaah di belakangnya sedang berpacu dengan berbagai
urusan pekerjaan. Imam juga harus memberi peluang makmum menggenapi
kekurangannya, yakni diam sejenak sebelum membaca ayat Al Qur'an,
memberi kesempatan makmum yang belum sempurna membaca Fatihah.

Laiknya sistem kepemimpinan, makmum harus patuh total mengikuti gerak
imam yang sudah dipilih secara syah, tidak boleh pula mendahului
gerakan imam, tetapi jika imam melakukan kekeliruan, makmum diberi hak
untuk mengingatkan, yakni dengan mengucapkan kalimat Subhanallah.

Sebagai imbangan dari keharusan makmum mematuhi imam, seorang imam
secara sportif langsung harus mengundurkan diri jika di tengah-tengah
salat ia terkena hadas, buang angin misalnya, karena buang angin
membatalkan wudu, dan batalnya wudu membuat salatnya tidak sah.

"Jabatan" Imam salat sangat tinggi kedudukannya dalam agama, melebihi
jabatan muazzin. Tetapi profesi imam bukan bersifat duniawi, oleh
karena itu banyak orang justeru merasa tidak layak menjadi imam salat
jamaah. Para sahabat dulu juga tidak berebutan untuk menjadi imam,
sebaliknya justru saling dorong-mendorong yang lain. Seorang imam
salat yang ideal adalah imam yang bisa meneladani perilaku Rasulullah
dan sahabat model Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Imam salat adalah
teladan bagi makmum, karena semua gerakan imam akan diikuti oleh
makmum di belakangnya. Karena itu Imam Ghazali membuat bab tentang
imam dengan judul (al-bab fi al imamah wa al qudwah) Bab tentang
keimaman dan keteladanan di dalam buku karya utamanya Ihya'.

sumber, http://mubarok-institute.blogspot.com

Salam Cinta,
agussyafii

====================

Sekiranya berkenan mohon kirimkan komentar anda melalui
achmad.mubarok@yahoo.com atau http://mubarok-institute.blogspot.com

4a.

[catcil] Menggenggam Cahaya menjadi bahan pelajaran tambahan di Jomb

Posted by: "Lia Octavia" liaoctavia@gmail.com   octavialia

Thu Oct 16, 2008 2:46 am (PDT)

Assalamu'alaikum wrwb

Sahabat-sahabat SK yang dirahmati Allah, saya sempat mengirimkan satu buah
buku Menggenggam Cahaya ke guru saya di Jombang beberapa hari yang lalu. Dan
ternyata di luar dugaan saya, animo para guru termasuk ustad dan ustadzah di
sana sangat besar dan menyambut baik adanya buku tersebut. Menurut mereka,
buku ini merupakan jenis buku yang sudah lama dinanti-nantikan karena berisi
pembelajaran yang didapat dari kehidupan.

Yang lebih membuat saya terkejut lagi, ternyata guru Bahasa Indonesia dan
guru agama di sana menjadikan kisah-kisah di dalam buku ini sebagai bahan
pelajaran di kelas. Menurut mereka, selain mengajarkan kurikulum yang sudah
ditetapkan oleh pemerintah, mereka juga mulai membahas kisah-kisah di dalam
buku itu satu per satu. Hari ini mereka membahas kisah yang ditulis Pak
Arham Kendari yang berjudul "Ibu".

Hal ini sungguh membuat saya merenung dan menyadari betapa
pengalaman-pengalaman hidup yang kita bagi bersama di sekolah kita ini juga
sangat diharapkan menjadi bahan pelajaran bagi orang lain yang kebetulan
tidak bergabung dengan milis kita ini. Kehadiran buku itu setidaknya menjadi
sebuah oase alternatif lain dalam mata pelajaran di sekolah formal.

Puji syukur hanya saya panjatkan pada-Nya. Karena hanya karena kuasa-Nya lah
yang menggerakkan kita semua melihat hikmah di balik setiap peristiwa yang
terjadi dan menuliskannya.

Semoga keberkahan ini terus mengalir, bermanfaat, dan menginspirasi banyak
orang, bukan saja pada generasi saat ini, melainkan juga hingga
generasi-generasi mendatang; anak cucu kita semua, yang menjadi prasasti
kehidupan kita bahwa kita pernah ada di muka bumi ini. Amin.

Salam
Lia
4b.

Re: [catcil] Menggenggam Cahaya menjadi bahan pelajaran tambahan di

Posted by: "novi_ningsih" novi_ningsih@yahoo.com   novi_ningsih

Thu Oct 16, 2008 3:03 am (PDT)

Subhanallah, merinding bacanya

alhamdulillah, ya mbak lia :)

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "Lia Octavia"
<liaoctavia@...> wrote:
>
> Assalamu'alaikum wrwb
>
> Sahabat-sahabat SK yang dirahmati Allah, saya sempat mengirimkan
satu buah
> buku Menggenggam Cahaya ke guru saya di Jombang beberapa hari yang
lalu. Dan
> ternyata di luar dugaan saya, animo para guru termasuk ustad dan
ustadzah di
> sana sangat besar dan menyambut baik adanya buku tersebut. Menurut
mereka,
> buku ini merupakan jenis buku yang sudah lama dinanti-nantikan
karena berisi
> pembelajaran yang didapat dari kehidupan.
>
> Yang lebih membuat saya terkejut lagi, ternyata guru Bahasa
Indonesia dan
> guru agama di sana menjadikan kisah-kisah di dalam buku ini sebagai
bahan
> pelajaran di kelas. Menurut mereka, selain mengajarkan kurikulum
yang sudah
> ditetapkan oleh pemerintah, mereka juga mulai membahas kisah-kisah
di dalam
> buku itu satu per satu. Hari ini mereka membahas kisah yang ditulis Pak
> Arham Kendari yang berjudul "Ibu".
>
> Hal ini sungguh membuat saya merenung dan menyadari betapa
> pengalaman-pengalaman hidup yang kita bagi bersama di sekolah kita
ini juga
> sangat diharapkan menjadi bahan pelajaran bagi orang lain yang kebetulan
> tidak bergabung dengan milis kita ini. Kehadiran buku itu setidaknya
menjadi
> sebuah oase alternatif lain dalam mata pelajaran di sekolah formal.
>
> Puji syukur hanya saya panjatkan pada-Nya. Karena hanya karena
kuasa-Nya lah
> yang menggerakkan kita semua melihat hikmah di balik setiap
peristiwa yang
> terjadi dan menuliskannya.
>
> Semoga keberkahan ini terus mengalir, bermanfaat, dan menginspirasi
banyak
> orang, bukan saja pada generasi saat ini, melainkan juga hingga
> generasi-generasi mendatang; anak cucu kita semua, yang menjadi prasasti
> kehidupan kita bahwa kita pernah ada di muka bumi ini. Amin.
>
>
>
> Salam
> Lia
>

4c.

Re: [catcil] Menggenggam Cahaya menjadi bahan pelajaran tambahan di

Posted by: "Lia Octavia" liaoctavia@gmail.com   octavialia

Thu Oct 16, 2008 3:11 am (PDT)

iyah benar, Mbak Novi. Alhamdulillah ^_^
Aku juga merinding sewaktu guruku memberitahu tentang hal ini. Berhubung
buku itu jadi rebutan, insya Allah aku mau kirim lagi beberapa buah ke
sana. Tadi udah ijin sama Pak Ketua.

Dan satu lagi, Mbak, mereka juga membahas judulnya. Mengapa judulnya
"Menggenggam Cahaya"? bukan "Menggenggam Duit"? (hehehehe aku ketawa pas
mendengarnya)... Benar-benar dibahas sampai ke filosofinya, Mbak.
Alhamdulillah, buku itu bermanfaat bagi banyak orang ya...^_^

2008/10/16 novi_ningsih <novi_ningsih@yahoo.com>

> Subhanallah, merinding bacanya
>
> alhamdulillah, ya mbak lia :)
>
> --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com<sekolah-kehidupan%40yahoogroups.com>,
> "Lia Octavia"
>
> <liaoctavia@...> wrote:
> >
> > Assalamu'alaikum wrwb
> >
> > Sahabat-sahabat SK yang dirahmati Allah, saya sempat mengirimkan
> satu buah
> > buku Menggenggam Cahaya ke guru saya di Jombang beberapa hari yang
> lalu. Dan
> > ternyata di luar dugaan saya, animo para guru termasuk ustad dan
> ustadzah di
> > sana sangat besar dan menyambut baik adanya buku tersebut. Menurut
> mereka,
> > buku ini merupakan jenis buku yang sudah lama dinanti-nantikan
> karena berisi
> > pembelajaran yang didapat dari kehidupan.
> >
> > Yang lebih membuat saya terkejut lagi, ternyata guru Bahasa
> Indonesia dan
> > guru agama di sana menjadikan kisah-kisah di dalam buku ini sebagai
> bahan
> > pelajaran di kelas. Menurut mereka, selain mengajarkan kurikulum
> yang sudah
> > ditetapkan oleh pemerintah, mereka juga mulai membahas kisah-kisah
> di dalam
> > buku itu satu per satu. Hari ini mereka membahas kisah yang ditulis Pak
> > Arham Kendari yang berjudul "Ibu".
> >
> > Hal ini sungguh membuat saya merenung dan menyadari betapa
> > pengalaman-pengalaman hidup yang kita bagi bersama di sekolah kita
> ini juga
> > sangat diharapkan menjadi bahan pelajaran bagi orang lain yang kebetulan
> > tidak bergabung dengan milis kita ini. Kehadiran buku itu setidaknya
> menjadi
> > sebuah oase alternatif lain dalam mata pelajaran di sekolah formal.
> >
> > Puji syukur hanya saya panjatkan pada-Nya. Karena hanya karena
> kuasa-Nya lah
> > yang menggerakkan kita semua melihat hikmah di balik setiap
> peristiwa yang
> > terjadi dan menuliskannya.
> >
> > Semoga keberkahan ini terus mengalir, bermanfaat, dan menginspirasi
> banyak
> > orang, bukan saja pada generasi saat ini, melainkan juga hingga
> > generasi-generasi mendatang; anak cucu kita semua, yang menjadi prasasti
> > kehidupan kita bahwa kita pernah ada di muka bumi ini. Amin.
> >
> >
> >
> > Salam
> > Lia
> >
>
>
>
5a.

Re: SALAM KENAL

Posted by: "Marulitua Manaluksuk" mmarulitua@yahoo.com   mmarulitua

Thu Oct 16, 2008 2:56 am (PDT)

Pulau andalas itu letaknya di AFRIKA diantara Pulau Bali dan Lombok di Planet Antares.
Wah...wah...nyerah deh mbak, lutut saya udah mulai gemetaran campur bingung akan kebodohan saya ini. Saya minta permisi dulu keluar kelas untuk menarik nafaz dan menenangkan diri. Trims atas sambutannya....
 
Salam,
M.Maruli....

--- On Wed, 10/15/08, Nia Robiatun Jumiah <musimbunga@gmail.com> wrote:

From: Nia Robiatun Jumiah <musimbunga@gmail.com>
Subject: Re: [sekolah-kehidupan] SALAM KENAL
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Date: Wednesday, October 15, 2008, 10:07 PM

wah..wah.. pulau Andalas aja saya gak tau dimana maklum saya kalo yang berhubungan dengan lokasi dan yang berbau geografi parah banget deh.. makanya mau belajar banyak..

ceritanya ditunggu ya pak:)
salam
Nia Robie'

Pada 16 Oktober 2008 11:18, Marulitua Manaluksuk <mmarulitua@yahoo. com> menulis:

Mbak Nia & Mbak Indar......
 
Untuk sementara ini keluarga saya bermukim di salah satu negara sekitar Teluk Persia yang disebut juga dengan GCC (Gulf Cooperation Council) countries: Kuwait, Saudi Arabia, Bahrain, Qatar, United Arab Emirates, Oman. yang dapat dilihat di
http://maps. google.com/ maps?hl=en&q=wikimapia&ie=UTF8&ll=26.824071, 52.69043&spn=8.209939, 22.412109&z=6

Saya terdampar di sekitar teluk ini sebagai buruh TKI karena himpitan ekonomi akibat dari kondisi politik di tanah air yang gonjang-ganjing. Saya berasal dari Pulau Andalas dan pernah merantau di Pulau Batam dan dua anak saya lahir di tanah Melayu Riau itu.
 
Saya sudah bermukim di Batam sejak Singapore dollar masih sekitar seribu duaratus rupiah dan kadangkala Sin dollar masih kita gunakan sebagai alat transaksi. Saat itu Batam Centre masih sangat sepi dari penduduk bermukim. Jika kita lihat dari pesawat SEMPATI AIR ...........tanah batam masih belang-belang antara kehijauan dan tanah merah, Infrastruktur dan beberapa kawasan industri sedang dibangun. Bapak BJ Habibie sebagai Ketua Otorita Batam merangkap Menristek membuat rencana persiapan pembangunan Jembatan Barelang, para pengungsi Vietnam-pun dipulangkan dari Pulau Galang.
 
Demikian sekilas cerita tentang masalalu saya di Batam. Cerita tentang seputaran Teluk Persia akan saya tulis kemudian.
 
Salam hangat,
M.Marulitua 

--- On Wed, 10/15/08, Nia Robiatun Jumiah <musimbunga@gmail. com> wrote:

From: Nia Robiatun Jumiah <musimbunga@gmail. com>
Subject: Re: [sekolah-kehidupan] SALAM KENAL
To: sekolah-kehidupan@ yahoogroups. com
Date: Wednesday, October 15, 2008, 4:34 PM

selamat datang pak Marulitua Manru..
selamat bergabung di sk, dan semoga tambah nyaman..
wah senang sekali kalau bapak juga ikut Berbagi..
apalagi Teluk Persia -Timur Tengah masih asing di telinga saya.. (kebetulan lagi pengen banyak belajar nama tempat dan keadaan disana) dan saya rasa kalau bapak menuliskan sangat bermanfaat bagi saya dan umumnya bagi warga SK

Salam Kenal,
Nia Robie'
(warga sk yang maap kalo koment banyak ketawanya hi..hi..)

Pada 16 Oktober 2008 05:48, Marulitua Manaluksuk <mmarulitua@yahoo. com> menulis:

Salam sejahtera buat seluruh penghuni Sekolah kehidupan.

 
Nama saya: Marulitua Manru, saat ini bertempat tinggal bersama keluarga (3 orang anak dan istri satu-satunya) di sekitar Teluk Persia - Timur Tengah. Sudah lama menjadi penonton di sekolah ini sebagai "silent reader".....lama kelamaan ada rasa ingin untuk ikut nimbrung sebagai murid dan belajar banyak hal dari semua guru yang begitu banyak di sekolah ini. Terutama pada Bapak SINANG BULAWAN -Pandika Sampurna, sebagai pendiri (owner) sekolah kehidupan yang sudah mendunia ini.
 
Baru-baru ini seorang Suhu dari BATAM juga (Bang Hasan Aspahani) sudah bergabung di sekolah ini dan saya sangat tergelitik mengenang masalalu saya di kota itu setelah membaca tulisan-tulisan beliau. Banyak nama yg sudah akrab saya baca disini : Bapak Teha Sugiyo, Bapak Dadang Kadarusman, mbak Lia, mbak Novi, Mbak Jenny, Mbak Retno & Mas Catur, Bang Fiyan Arjun, Kang Dani, Mas Budi, Mbak Diyah, Mas Yon's, Mas Nursalam AR,  Mbak Nia Robie, dan laen-laennya. Suatu saat kelak .....ingin rasanya bertatapmuka secara pribadi maupun bersama-sama.
Sahabat..... ........ salam hangat dan jabat erat tanganku yang jauh di negeri orang.
 
Wassalam,
M.Marulitua. 

6a.

Re: (Inspirasi) Pilihan Sehat Kerja Bijak

Posted by: "vety hendra" vetysimon@gmail.com   vety_simon

Thu Oct 16, 2008 2:59 am (PDT)

Dear Pak Teha dan rekan lainnya,

salam kenal.
Saya vety, ibu rumah tangga, 36 tahun, berdomisili di tangerang.

Terima kasih untuk tulisan ini.
Sangat inspiratif.
Mengingatkan kembali untuk kita memelihara semangat untuk berjuang.

Sama seperti dulu saat kita baru belajar berjalan.
Tanpa rasa putus asa, terus berusaha untuk bisa berdiri dan melangkah.
Tanpa mengeluh mengapa lantai yang kita pijak terlalu licin, dlsb.
Kita tak berhenti berusaha berjalan karena menyadari di usia hanya satu
tahun itu kita cuma punya modal kaki lemah yang terlalu pendek.
Tanpa berpikir yang aneh-aneh, terus berusaha untuk berdiri dan melangkah.
Ada kebahagiaan besar ketika berhasil berjalan.
Walau dengan tubuh limbung.

Uniknya, semakin dewasa, ketika ada banyak pengetahuan masuk ke dalam otak
kita, justru kita membiarkan pengotakan dunia luar menghalangi langkah kita.
Karena bergelar pendidikan terbatas, karena sarana dari tempat kita kerja
terbatas, karena prasarana yang kita miliki terbatas, karena tak punya bakat
ini itu, lalu kita berhenti berusaha.

Sabar, tekun, disiplin, tabah, tahan banting, tidak gampang menyerah,
senantiasa terbuka dan berpikir positif. Ya inilah yg mesti senantiasa
diingat.

Terima kasih untuk kembali mengingatkan, Pak Teha...

:-)
vety

2008/10/14 teha <teha.sugiyo@toserbayogya.com>

> Inspirasi
>
> *PILIHAN SEHAT KERJA BIJAK*
>
> Oleh Teha Sugiyo
>
> Setiap pagi, kalau Anda melewati jalan Emong, dan jalan Burangrang dekat
> sekolah BPI, di kota Bandung, Anda pasti menyaksikan antrian panjang
> orang-orang yang masing-masing membawa tabung gas Elpiji. Mereka antri untuk
> membeli gas Elpiji. Tempo-tempo, saking panjangnya antrian itu, membuat arus
> lalu lintas di sekitarnya menjadi macet total. Tentu saja hal ini sangat
> mengganggu kelancaran lalu lintas, yang dapat berakibat keterlambatan masuk
> kerja.
>
> Dampak lanjutan krisis ekonomi global, membuat bergugurannya saham-saham
> di seluruh dunia termasuk Indonesia. Kurs mata uang Rupiah semakin anjlok.
> Bursa saham Indonesia dihentikan untuk sementara waktu. Orang-orang panik
> dan mulai tidak percaya kepada lembaga keuangan. Banyak orang menjual saham
> yang mengakibatkan kondisi bursa saham semakin terpuruk. Sebagian lagi
> menarik dana dari bank untuk diinvestasikan ke logam mulia atau bentuk
> lainnya.
>
> Banyak jalan menuju Roma. Banyak cara menyiasati kesulitan. Hidup semakin
> susah, harga BBM, listrik, air, dan tabung gas meningkat tajam mencapai
> 80-200% per tahun. Seluruh kebutuhan hidup, menghadapi akhir tahun ikut
> naik, sementara kenaikan penghasilan, tidak sebanding dengan kenaikan harga.
>
>
> Angka pengangguran semakin meningkat. Tahun 2007 saja, konon, jumlah
> tenaga pengangguran berkisar pada angka 44 juta jiwa. Nampaknya, semakin
> lama, hidup menjadi semakin susah. *So what? *
>
>
> * "Go Diamond!" * kata para pengusaha bisnis jejaring.
>
> *"Go Freedom!"* kata pebisnis jaringan lainnya.
>
>
> Untuk menjadi "*diamond*" atau "*freedom*" memang tidak semudah membalik
> telapak tangan. Dibutuhkan kerja keras, di samping juga kerja bijak. Nah,
> persoalannya: Bagaimana kerja keras dan kerja bijak itu?
>
> Nasihat bijak dari orang-orang yang telah mengalami sukses, adalah
> mengawalinya dengan impian, kemudian memvisualisasikan dalam
> gagasan-gagasan, untuk selanjutnya melakukan tindakan. "*Action is power*",
> kata Andrie Wongso, motivator handal yang pernah menjadi penjaga gudang dan
> pemain film itu.
>
> Langkah ke seribu itu memang dimulai dari langkah pertama. Langkah pertama
> itu pun dimulai dengan adanya kesadaran untuk berani mengambil keputusan!
> Hasil besar itu memang diawali dengan langkah kecil. Dan langkah kecil itu
> bisa bermacam cara. Ada moral filosofi yang mengajarkan: jujur, setia dan
> rendah hati. Ada nilai-nilai lain yang terjabar dalam filosofi itu: sabar,
> tekun, disiplin, tabah, tahan banting, tidak gampang menyerah, senantiasa
> terbuka dan berpikir positif. Bahkan, perusahaan-perusahaan raksasa yang
> sekarang kita saksikan, dibangun dari usaha kecil yang penuh perjuangan.
>
> Segala sesuatu memang sulit pada awalnya, tetapi akan menjadi mudah
> sesudahnya. Berani mengambil keputusan! Itulah kuncinya! Berani mengubah
> haluan, manakala ditemui banyak badai dan topan menghadang. Kata lainnya,
> "berani mengambil resiko", berani bertanggung jawab atas tindakan yang
> dilakukan. Itulah awal mula keberhasilan.
>
> Keberanian untuk mengambil resiko itulah yang dilakukan oleh Anto (39),
> bapak 2 anak, yang sehari-hari menjadi *service crew* bagian *General
> Merchandising* (GMS) di sebuah perusahaan eceran di Cimahi sejak toko itu
> dibuka. Mengawali karir sebagai Pramuniaga Fashion di cabang lain dalam
> perusahaan yang sama, 4 Maret 1990, kemudian pindah ke Supermarket,
> departemen GMS. Tahun 1995, ia mutasi ke bagian Gudang GMS, dan setahun
> kemudian mutasi lagi ke cabang lain masih di lingkup pekerjaan yang sama.
>
> "Saya harus mengubah pola pikir dan berusaha untuk tetap maju. Setelah
> lama berpikir saya mencoba berjualan lotek, namun hanya bertahan selama 6
> bulan. Kemudian saya 'banting setir' pindah usaha buka warung kecil -
> kecilan. Saya sangat bersyukur pendapatan mulai bertambah dan bisa mencukupi
> kebutuhan sehari-hari. Tahun 2006 saya bisa membeli rumah di Desa Tani Mulya
> Cipageran, Cimahi".
>
> "Sampai saat ini saya masih tinggal di rumah kontrakan di Kp. Dangdeur No.
> 47 di daerah Setrasari Bandung. Rencananya, jika Alvia Nurdiansyah, (10)
> anak pertama saya sudah tamat SD, saya pindah ke Cimahi. Sekarang tanggung!
> Untuk menyiasati kenaikan BBM, saya berangkat kerja ke Cimahi menggunakan
> sepeda ontel".
>
> Kisah Anto mengingatkan saya akan cerita tentang dua ekor katak karya T.C.
> Hamlett. Dua ekor katak terjatuh ke dalam sekaleng krim. Sisi-sisi kaleng
> itu sangat licin sedangkan krimnya dalam dan dingin.
>
> "Oh bagaimana ini?" kata katak yang pertama. "Inilah akhir hidupku. Tidak
> ada yang menolong, kita pasti mati!" Ia mulai menangis dan akhirnya
> tenggelam dalam krim.
>
> Katak kedua tak mudah menyerah pada keadaan. Ia mengayuh kakinya untuk
> berenang. "Paling tidak, aku akan berenang sejenak." Ia terus
> menggerak-gerakkan tubuh kecilnya. Tak lama, karena gerakan tubuh dan
> kakinya itu, krim tersebut lambat laun mulai mengeras dan berubah menjadi
> mentega. Katak itu pun langsung melompat keluar.
>
> *Sikap hati, pola pikir, dan keberanian mengambil resiko dengan action,itulah yang menentukan akhir hidupnya
> *.
>
>
>
>
>
>
>
7.

Teknik Termudah dalam Menulis Buku

Posted by: "inaproaktif" inaproaktif@yahoo.com   inaproaktif

Thu Oct 16, 2008 3:00 am (PDT)

- Menulis Buku Dalam 2 Jam atau 2 Hari. Mungkinkah?

- Banjir ide dan gagasan, tetapi tidak ada waktu untuk menuangkannya
menjadi buku. Namun percayakah bahwa sesibuk apapun, ide dan gagasan
yang berharga tersebut tetap bisa jadi buku?

- Ingin tahu rahasia mengapa buku bisa jadi best-seller?

- Mau menguasai teknik-teknik termudah dalam menulis buku?


Temukan jawabannya dalam workshop CARA GAMPANG MENULIS ARTIKEL dan
BUKU BEST SELLER ANGKATAN VI

Sebuah kolaborasi pelatihan yang dahsyat, di mana Andrias Harefa
(penulis lebih dari 30 buku best-seller) dan Edy Zaqeus (penulis
buku Resep Cespleng Menulis Buku Best-Seller) akan membedah apa saja
rahasia di balik penulisan buku nonfiksi best-seller. Mereka akan
membongkar semua hambatan menulis buku dan menunjukkan betapa setiap
orang mampu menulis buku. Hebatnya lagi, kita semua berpotensi
menghasilkan buku best-seller. Pelatihan ini akan membuktikannya!

Workshop dua hari ini dirancang untuk menuntun Anda langkah demi
langkah, dalam mewujudkan hasrat Anda menulis naskah buku secara
instan, berikut menjadikannya sebagai naskah best-seller yang diburu
penerbit.

BENEFIT mengikuti workshop ini, Anda akan:
* Membongkar semua hambatan menulis buku
* Menguasai teknik mengendus tema-tema best-seller
* Menguasai teknik menggali ide tulisan nonfiksi
* Menguasai teknik menulis cepat
* Menguasai teknik membuat outline buku
* Menguasai teknik menulis artikel pendek
* Menguasai teknik menulis fast book
* Menguasai teknik menulis buku wawancara
* Menguasai cara menyusun naskah buku best-seller
* Menguasai teknik dasar penyuntingan buku
* Menguasai cara-cara menembus penerbit mapan


WAKTU & TEMPAT WORKSHOP:
Jumat-Sabtu, Tgl 24-25 Oktober 2008
Pukul 09.00-17.00 wib
Hotel Menara Peninsula-Slipi, Jakarta Barat

TARGET PESERTA:
Profesional, dosen, penulis, konsultan, trainer, PR Manager, LSM,
dan peminat buku.

FASILITAS WORKSHOP:
Tempat pelatihan di hotel berbintang, modul, lunch, 2x coffee break,
dan sertifikat.

INVESTASI:
Umum: Rp2.500.000,-/peserta
Dosen/Guru/Mahasiswa: Rp1.500.000,-/peserta [dengan menyerahkan
bukti/tanda pengenal]

DISKON:
Cukup membayar Rp. 2.000.000,- jika lunas sebelum tanggal 17 Oktober
2008 [khusus untuk peserta umum]

GRATIS:
1. Buku Resep Cespleng Menulis Buku Bestseller Edisi Revisi
(Fivestar, 2008) karya Edy Zaqeus. [termasuk dalam Daftar Buku Laris
Jawa Pos 13 Jan 2008].
2. Konsultasi selama workshop
3. Buku Best Seller


TESTIMONI PESERTA

Saya bisa menulis fast book yang sudah lama saya cita-citakan. Buku
tersebut akan saya gunakan ketika melakukan training ke daerah-
daerah, bahan bagi para orang tua memahami lebih dalam materi yang
diikuti mereka.
-- Nana Prasetyo, Alumni Batch V, Pengelola SATU Consulting

Sangat bermanfaat untuk mendobrak "mental block" ketika menulis
secara populer yang bukan merupakan kegiatan saya sehari-hari
sebagai akademisi.
-- Elizabeth Goenawan Ananto, Alumni Batch V, Ketua Program MM
Komunikasi Trisakti

Hati-hati. Workshop ini berbahaya karena membuat Anda menulis
seperti berbicara.
-- Gobind Vashdev, Alumni Batch V

Workshop ini membuat saya `terpaksa' menulis dan jadi mengerti
teknik paling ampuh menulis. Cara pengajaran yang lugas dan menarik
serta to the point membuat kemasan workshop ini sempurna.
-- Ely Susanti, Alumni Batch IV, Direktur Outstanding

Berbagai latihan dalam workshop ini memberikan motivasi kepada
mereka yang ingin berkarya di bidang tulis-menulis, khususnya
menulis buku. Workshop ini juga memungkinkan bergabung dalam
komunitas yang sangat supportif.
--Ruddy Koesnadi, Alumni Batch IV, Dosen Universitas Indonesia

Tidak ada yang tidak mungkin bagi mereka yang berani mencobanya.
Menulis? Tidak susah tuch ... tentu saja bagi mereka yang berani
mencobanya. Workshop ini membuktikannya.
-- Tanenji, Alumni Batch IV, Dosen UIN Syarif Hidayatullah

"Pesertanya asyik, trainernya TOP, pokoknya inspiring abish!!
Workshop ini bisa ngerubah mindset kita kalo nulis itu mudah … &
yang paling penting `menggerakkan' kita!
-- Indria Hapsari, Alumni Batch IV, Business Manager SITC

Teknik menulis cepat dalam workshop yang telah saya terapkan membuat
proses penulisan buku saya berlangsung lebih cepat dan mudah
sehingga saya berani memberikan deadline kepada penerbit.
-- Rommy Kristofel, Alumni Batch IV, Guru BPK Penabur


TERIMA KASIH KEPADA PESERTA ALUMNI BATCH V , 6-7 AGUSTUS 2008
1. Agus Harijanto (Human Capital Indosat)
2. Berny Gomulya (Personal)
3. Didin Yuniardi (HR. Employee Relation Permata Bank)
4. Eddy Sunyoto (Widyaiswara Departemen P4)
5. Elizabeth Goenawan Ananto (Ketua Program MM Kommunikasi Trisakti)
6. Endra Handiyana (Site Technical Development Pamapersada Nusantara)
7. Gobin Vashdev (Personal)
8. Imam Muchrozi (Manager Pelaksana LP3 Adaro Pama)
9. Lilik Pujantoro (Dosen Institut Pertanian Bogor)
10. Mery Monica (Sisten President Direktur Menara Eskimo)
11. Nana Maznah Prasetyo (Pengelola Satu Consulting)
12. Sasongko Adiyono (Program Radio Heartline FM 100,6)
13. Sri Tresnahati Ashar (Direktur Akafa Asri Andalan)

PENDAFTARAN
Pembelajar Writing School
PT Mitra Pembelajar
Pulokambing II No. 9, Kawasan Industri Pulogadung - Jakarta 13920

INA di 021-3260 3383; 021-930 78 100 atau 0815 902 6423
HENDRI di 0815 8963 889

Pembayaran ditransfer ke Rekening: Bank Permata Cabang D'Best Kelapa
Gading AC. 070.122.5163 a/n PT Mitra Pembelajar.

MENTOR/FASILITATOR:
* Andrias Harefa: Penulis 30 Buku Laris, Pembelajar Mindset
Transformation, Certified Trainer and Therapist, dan Pendiri
Pembelajar.com, Penulis Buku Agar Menulis/Mengarang Bisa Gampang dan
Mengukir Kata dan Menata Kalimat.

* Edy Zaqeus: Trainer, Konsultan Penulisan & Penerbitan, Editor
Pembelajar.com, Penulis Buku-Buku Bestseller, dan Penulis Buku Resep
Cespleng Menulis Buku Bestseller (Cet. Ke-3/Edisi Revisi, Fivestar,
2008).

* Her Suharyanto: Trainer, Konsultan Penulisan dan Penerbitan,
Editor Ekonomi, dan Kolumnis Pembelajar.com.

** Mengingat padatnya aktivitas berlatih menulis dalam workshop ini,
maka setiap peserta sangat dianjurkan untuk membawa laptop.

----------------------------------------------------------
-----------

FORMULIR PENDAFTARAN
Silakan isi form pendaftaran di bawah ini, dan kirim kembali ke
inaproaktif@yahoo.com atau Fax. 021-4683 4874
[Sebelumnya: hapus teks yang tidak relevan sehingga pendaftaran ini
berada di bagian atas email balasan Anda]

Nama Perusahaan :
Alamat Perusahaan :
Telp. : Fax :
Contact Person : No HP :
----------------------------------------------------------

Nama Peserta :
Jabatan :
HP : E-mail :
----------------------------------------------------------

Nama Peserta :
Jabatan :
HP : E-mail :
----------------------------------------------------------
Nama Peserta :
Jabatan :
HP : E-mail :
----------------------------------------------------------

Nama Peserta :
Jabatan :
HP : E-mail :
----------------------------------------------------------

8a.

wah aku juga mau dong nikah

Posted by: "varel.g@live.com" varel.g@live.com

Thu Oct 16, 2008 3:01 am (PDT)

Wah crita mas supri mengingatkan pada kisahku juga. Orang tuaku tdak cerai. ibuku adlh istri tua. Karena bapakku punya dua istri. Walaupun dulu sering bertengkar sehinga timbul percecokan antara kedua orang tuaku. Tp aku malah menemukan ibu tiri aku yg baik sampai dia membiayai aku kuliah.
Ternyata masalah itu aku bisa dewasa dan bisa menghargai wanita. Terima kasih ibu tiriku walau kdng aku membencimu.
Tp karenamu aku bisa kuliah.
(duh agar berkaca-kaca mataku). Dan aku mendapt tmbhan sodara karena keluar ibu tiriku bnyk. Kalo lebran rame.

Terimakasih buat kedua ibuku. Jasamu gak terlupakan walo aku sering salah pd kalian

salam sayank
varel g

-----Original Message-----
From: Zara Zahira <zarazahira@yahoo.com>
Sent: 2008-10-16 09:06:09 GMT+08:00
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Subject: [sekolah-kehidupan] Re: Nderek Nepangaken

nice story
hidup harus diteruskan, betul ta..
cepat-cepat cari jodoh, nanti siapa yang akan jaga kita kalau tua nanti kalau bukan anak
kalau nak boleh tolong carikan,
nak orang malaysia,kah....

salam
zetty
selangor

 

----- Original Message ----
From: patisayang <patisayang@yahoo.com>
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Sent: Thursday, October 16, 2008 8:46:24 AM
Subject: [sekolah-kehidupan] Re: Nderek Nepangaken

Podo-podo wong nJowo, monggo disekecakaken Mas. Mungkin kisah hidupnya
bisa dibagikan lagi dalam serpihan2 kecil yang bisa kita ambil sisi
pembelajarannya. Misal suka dukanya mengejar cita-cita dengan tinggal
di Solo.

salam,
Indar
Pati-Surabaya- Sidoarjo

--- In sekolah-kehidupan@ yahoogroups. com, "supriyadi_karangan yar"
<supriyadi_karangan yar@...> wrote:
>
> My name is Supriyadi. I was born on 8th of June 1980. I live in
> Semarang, but I was staying in one boarding house in Solo. When I
> was 9 months old, my parents divorced. My father is now stay in his
> hometown Purwokerto with my grandmother. My mother stay in Bali with
> her new husband and children.
> After my parents divorced, I live with my uncle. When I was
> graduated from Junior High School, my uncle told that i could not
> continue my study because he did not have money. After that I asked
> my teacher, and I get information if I would go to study in Senior
> High School, I could go to orphanage in Solo. After this I live in
> orphanage and I studying in Senior High School. I graduated from
> Senior High School in 1999. Because I didn't have much money for
> enrolling to University, I was applying as customer service in one
> of supermarket in Yogyakarta. In 2001, two years after I graduated
> from Senior High School, I was going to collage in Islamic State
> Universiy of Yogyakarta and graduated in 2005.
> Rightnow, I am stay in Semarang because I get the job in one of
> Education NGO in Semarang as an ICT Assistant, InsyaAlloh until
> 2010. After this, I will come to Solo for teaching in one of
> favorite elemenetary school in Solo.. I hope I get married soon,
> because I am 28 years old and all my friend have already married an
> have children. He he he. Thanks for reading my live story.
>

8b.

Re: wah aku juga mau dong nikah

Posted by: "novi_ningsih" novi_ningsih@yahoo.com   novi_ningsih

Thu Oct 16, 2008 3:09 am (PDT)

WAh ceritanya menarik
dari mas supriyadi dan mas varel g

Kalo aku beda lagi, nenekku dari 1 kakek yang dua... Nenekku justru
yang lebih muda.

tapi mereka rukun sejahtera. nah lho, nanti ceritanya jadi melebar ke
urusan poligami lagi, hehe

selamat datang buat temen-teman yang baru :)

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, varel.g@... wrote:
>
> Wah crita mas supri mengingatkan pada kisahku juga. Orang tuaku tdak
cerai. ibuku adlh istri tua. Karena bapakku punya dua istri. Walaupun
dulu sering bertengkar sehinga timbul percecokan antara kedua orang
tuaku. Tp aku malah menemukan ibu tiri aku yg baik sampai dia
membiayai aku kuliah.
> Ternyata masalah itu aku bisa dewasa dan bisa menghargai wanita.
Terima kasih ibu tiriku walau kdng aku membencimu.
> Tp karenamu aku bisa kuliah.
> (duh agar berkaca-kaca mataku). Dan aku mendapt tmbhan sodara karena
keluar ibu tiriku bnyk. Kalo lebran rame.
>
> Terimakasih buat kedua ibuku. Jasamu gak terlupakan walo aku sering
salah pd kalian
>
> salam sayank
> varel g
>
>
>
>
> -----Original Message-----
> From: Zara Zahira <zarazahira@...>
> Sent: 2008-10-16 09:06:09 GMT+08:00
> To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
> Subject: [sekolah-kehidupan] Re: Nderek Nepangaken
>
> nice story
> hidup harus diteruskan, betul ta..
> cepat-cepat cari jodoh, nanti siapa yang akan jaga kita kalau tua
nanti kalau bukan anak
> kalau nak boleh tolong carikan,
> nak orang malaysia,kah....
>
> salam
> zetty
> selangor
>
> Â
>
>
> ----- Original Message ----
> From: patisayang <patisayang@...>
> To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
> Sent: Thursday, October 16, 2008 8:46:24 AM
> Subject: [sekolah-kehidupan] Re: Nderek Nepangaken
>
>
> Podo-podo wong nJowo, monggo disekecakaken Mas. Mungkin kisah hidupnya
> bisa dibagikan lagi dalam serpihan2 kecil yang bisa kita ambil sisi
> pembelajarannya. Misal suka dukanya mengejar cita-cita dengan tinggal
> di Solo.
>
> salam,
> Indar
> Pati-Surabaya- Sidoarjo
>
> --- In sekolah-kehidupan@ yahoogroups. com, "supriyadi_karangan yar"
> <supriyadi_karangan yar@> wrote:
> >
> > My name is Supriyadi. I was born on 8th of June 1980. I live in
> > Semarang, but I was staying in one boarding house in Solo. When I
> > was 9 months old, my parents divorced. My father is now stay in his
> > hometown Purwokerto with my grandmother. My mother stay in Bali with
> > her new husband and children.
> > After my parents divorced, I live with my uncle. When I was
> > graduated from Junior High School, my uncle told that i could not
> > continue my study because he did not have money. After that I asked
> > my teacher, and I get information if I would go to study in Senior
> > High School, I could go to orphanage in Solo. After this I live in
> > orphanage and I studying in Senior High School. I graduated from
> > Senior High School in 1999. Because I didn't have much money for
> > enrolling to University, I was applying as customer service in one
> > of supermarket in Yogyakarta. In 2001, two years after I graduated
> > from Senior High School, I was going to collage in Islamic State
> > Universiy of Yogyakarta and graduated in 2005.
> > Rightnow, I am stay in Semarang because I get the job in one of
> > Education NGO in Semarang as an ICT Assistant, InsyaAlloh until
> > 2010. After this, I will come to Solo for teaching in one of
> > favorite elemenetary school in Solo.. I hope I get married soon,
> > because I am 28 years old and all my friend have already married an
> > have children. He he he. Thanks for reading my live story.
> >
>

9.

OOT : lowongan

Posted by: "piet baskoro" bash002@gmail.com   piet_baskoro

Thu Oct 16, 2008 3:05 am (PDT)

*Dearest*

*sorry mod numpang iklan lowongan..*

*smoga bermanfaat buat sodara atau teman..
*

*-------------------------------------
*

*URGENTLY REQUIRED*

*Junior Administration *

Requirements:

- Female
- Min SMK / D1 majoring Secretary/Accountancy
- Have a minimum 1 years experience in related position.
- Computer literate, able to operate Ms Office (word, excel, power
point), and internet.
- Good command in English [oral & written]
- Able to work efficient, fast and good initiative.
- Has strong leadership, problem solver and analytical skill.
- Good interpersonal & communication skill.

Please send your application letter, CV, and recent photograph to :

*HRD Department *

*PT Indomedia Gemilang Komunikasi*

Jl. Kebon Baru III/4 Jakarta 12830

E-mail : hrd@iee-c.com

and put the "*Junior Administration*" into subject email, *Closing Date:
November 1, 2008*

--
bash002
B45 49ZS
http://www.karismafansclub.or.id
http://www.hkci.or.id - HKCI@yahoogroups.com
10.

[catcil] Sakit dan Kematian

Posted by: "novi khansa'" novi_ningsih@yahoo.com   novi_ningsih

Thu Oct 16, 2008 3:18 am (PDT)


Ada pelajaran Ramadhan tahun ini yang saya ingat sekali. Yaitu, tentang sakit dan kematian...

Pertengahan
Ramadhan saya disuguhi sakit hingga menjelang idul fitri dan hingga
hari ini masih tetap harus menahan diri dari beberapa jenis makanan dan tentunya membatasi diri dari banyaknya kegiatan.

Lima belas hari saya tak berpuasa ketika sakit.

Kematian...

Menjelang
Ramadhan, bayi mungil teman saya meninggal dunia, setelah sempat
dilahirkan sang bunda. Cantik, mungil dan bersih... Sang ayah memberi nama
Basmah Syahidah.

Pada pertengaan Ramadhan, bude saya (kakak dari almarhum bapak) di Boyolali meninggal dunia setelah sakit.

Sebelum
atau sesudahnya, saya lupa. Dua bapak-bapak tetangga, masih satu
kompleks dengan rumah kami, meninggal dunia, saya lupa persis
penyebabnya apa...

Tak berapa lama, keponakan tetangga yang
masih SMU, (kabarnya dari tetangga) meninggal dunia sepulang berbuka
puasa bersama karena kecelakaan...

Pada sepuluh hari terakhir,
malam ke-25, sahabat saya yang juga tetangga saya, teman satu majelis
meninggal dunia karena sakit... paru-paru bocor. Padahal belum lama,
dia baru saja mengingatkan kondisi saya ketika saya kena tipes...

Syawal pun hadir...
seorang
bapak, tetangga satu kompleks meninggal dunia dan baru senin lalu, saat
saya pulang, saya dapati lagi bendera kuning di gang kompleks rumah
saya...

16 Oktober 2008

novi_khansa'kreatif
~Graphic Design 4 Publishing~
YM : novi_ningsih
http://akunovi.multiply.com
http://novikhansa.rezaervani.com/

11a.

Re: (Rampai) Kinestetis Lensa Cinta - Cahaya

Posted by: "setyawan_abe" setyawan_abe@yahoo.com   setyawan_abe

Thu Oct 16, 2008 3:33 am (PDT)

Mbak Sinta, bukan mbak, saya cuma suka iseng aja main-main lensa

Mbak Siwi, iya yang namanya titik fokus ya gitu deh mbak? satu titik
pembiasan dari sinar matahari datang, bisa membakar kertas.

Hebat deh sinar, top deh cahaya itu pergerakannya paling cepat siih,
fleksible lagi nembus berbagai media, mentok mbentur pager ya dibelokkan
nyari celah. Coba aja, satuan kecepatan juga mengacu ke kecepatan
cahaya. Maha Besar Sang Penggenggam Cahaya. Nur Rohman, Nur Raahiim,
juga Nur Salam ^_^

Salam

Arief

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, ukhti hazimah
<ukhtihazimah@...> wrote:
>
> WOW!! mas, lulusan IPA ya? ato guru IPA? kayaknya seru kalo
dipertemukan ma Agus Musthofa [yang penulis Pusaran Energi Ka'bah
hehehe...]:sinta:
>
> Keindahan selalu muncul saat kepala manusia berpikir positif
> ^_^
>
> www.sinthionk.rezaervani.com
> www.sinthionk.multiply.com YM: sinthionk
>
> --- On Mon, 10/13/08, setyawan_abe setyawan_abe@... wrote:
> From: setyawan_abe setyawan_abe@...
> Subject: [sekolah-kehidupan] (Rampai) Kinestetis Lensa Cinta
> To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
> Date: Monday, October 13, 2008, 7:56 AM
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Bayangmu ada tepat di titik fokus hatiku
>
> Nyata, tegak, diperbesar,
>
> Maksimus.
>
> Menuntut pantulan cahaya mencahaya berenergi,
>
>
>
> Cintaku lebih besar dari bilangan
>
> avogadro. Asbab dilimit milliu terdorong paksa.********
>
> Walau jarak kita bagai Bumi dan Pluto saat
>
> aphelium. Amplitudo resonansi hatimu
>
> berinterfensi pada hatiku Seindah harmoni
>
> Harapkan pada gaya
> dengan kecepatan angular yang tak
>
> terbatas.********
>
> Mekanika energi cintaku tak terbendung hatta oleh friksi.
>
> Energi potensial cintaku akankah terekspresi
>
>
> yang tak terpengaruh oleh
>
> tetapan gaya
> kecuali gayaNya (?)Energi kinetik cintaku pada cita = -mv~Asakan hukum
kekekalan energi sunatullahMenandingi hukum kekekalan diantara
kita*********
> Assalamu'alaikum
> Arief
>

Recent Activity
Visit Your Group
Biz Resources

Y! Small Business

Articles, tools,

forms, and more.

Cat Groups

on Yahoo! Groups

discuss everything

related to cats.

Special K Group

on Yahoo! Groups

Join the challenge

and lose weight.

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web

Tidak ada komentar: