Messages In This Digest (25 Messages)
- 1a.
- Renungan: Jangan Mau Jadi Johan Untung From: Jonru
- 1b.
- Re: Renungan: Jangan Mau Jadi Johan Untung From: Nia Robiatun Jumiah
- 2a.
- Bls: [sekolah-kehidupan] Re: [prestasi] Pemenang resensi maximum rid From: Rini Agus Hadiyono
- 3.
- [Sekolah Menulis]: Writing is Habit From: WORD SMART CENTER
- 4.
- Sekolah Menulis Online Gratis! From: WORD SMART CENTER
- 5a.
- Re: (Inspirasi) Pilihan Sehat Kerja Bijak From: setyawan_abe
- 5b.
- Re: (Inspirasi) Pilihan Sehat Kerja Bijak From: teha
- 5c.
- Re: (Inspirasi) Pilihan Sehat Kerja Bijak From: teha
- 6a.
- From: varel.g@live.com
- 6b.
- Re: From: Nia Robiatun Jumiah
- 7.
- (Intermezo Jelang Weekend) Beberapa hari bersama GRAJ Nurkamnari Dew From: Made Teddy Artiana
- 8.
- (Ruang Baca) Menggenggam Cahaya From: Rini Agus Hadiyono
- 9a.
- (Ruang Baca) Kolak Ramadhan, Kumpulan Kisah Manis di Bulan Suci From: Rini Agus Hadiyono
- 9b.
- Re: (Ruang Baca) Kolak Ramadhan, Kumpulan Kisah Manis di Bulan Suci From: novi_ningsih
- 10a.
- (syukur) atikel sk di republika jumat, 17 okt 2008 From: Bu CaturCatriks
- 10b.
- Re: (syukur) atikel sk di republika jumat, 17 okt 2008 From: Nia Robiatun Jumiah
- 10c.
- Re: (syukur) atikel sk di republika jumat, 17 okt 2008 From: novi_ningsih
- 10d.
- Re: (syukur) atikel sk di republika jumat, 17 okt 2008 From: inga_fety
- 10e.
- Re: (syukur) atikel sk di republika jumat, 17 okt 2008 From: Lia Octavia
- 10f.
- Re: (syukur) atikel sk di republika jumat, 17 okt 2008 From: Syafaatus Syarifah
- 10g.
- Re: (syukur) atikel sk di republika jumat, 17 okt 2008 From: dewi cendika
- 10h.
- Re: (syukur) atikel sk di republika jumat, 17 okt 2008 From: Hadian Febrianto
- 11a.
- Re: [catcil] Menggenggam Cahaya menjadi bahan pelajaran tambahan di From: inga_fety
- 11b.
- Re: [catcil] Menggenggam Cahaya menjadi bahan pelajaran tambahan di From: Bu CaturCatriks
- 12.
- [Ruang Musik] Laskar Pelangi - Nidji From: Lia Octavia
Messages
- 1a.
-
Renungan: Jangan Mau Jadi Johan Untung
Posted by: "Jonru" jonrusaja@gmail.com j0nru
Thu Oct 16, 2008 5:10 am (PDT)
Assallamualaikum,
Bagi Anda yang seusia saya, mungkin nama Johan Untung sudah tak asing
lagi. Dia ini sebenarnya penyanyi serba bisa. Suaranya sangat bagus.
Album rekamannya sangat banyak. Tapi tak satupun albumnya yang sukses
di pasaran.
Lho... kenapa saya tiba-tiba membahas penyanyi? Apa hubungannya dengan
dunia penulisan?
Ya, barusan saya memang tiba-tiba saja kepikiran untuk mencari info
tentang Johan Untung di Google. Ini "gara-gara" iklan Telkom terbaru
yang hadir dalam versi jadul. Lagu tahun 80-an yang pakai wow.. wow..
wow..... Mengingatkan kita pada Betharia Sonatha dan Rinto Harahap.
Setelah selidik punya selidik, saya akhirnya tahu bahwa orang yang
menyanyikan jingle iklan Telkom Jadul tersebut ternyata Johan Untung.
Mungkin kita tidak sadar, bahwa ada segelintir penulis yang se-tipe
dengan Johan Untung. Mereka menulis buku yang banyak. Produktif sekali
pokoknya. Tapi tak satu pun buku mereka yang sukses di pasaran. Memang
sih laku. Tapi lakunya biasa-biasa saja.
Jadi walau sudah menerbitkan puluhan bahkan ratusan buku, nama mereka
tenggelam oleh nama Andrea Hirata yang justru baru menerbitkan 3 buku
(sebentar lagi 4 buku).
Apa yang salah dengan penulis tipe Johan Untung?
Kesalahan terbesar mereka adalah: Mereka tidak menjadi diri sendiri.
Sebuah artikel di bawah ini, yang saya dapatkan setelah searching di
Google beberapa saat lalu, semoga bisa menjadi inspirasi bagi kita
semua.
Artikel ini memang mengenai musik. Tapi saya yakin, bisa menjadi bahan
renungan bagi profesi apa saja, termasuk penulis.
============
21 December 2007
Johan Untung tak pernah untung
Oleh: Lambertus L. Hurek
http://hurek.blogspot. com/2007/ 12/johan- untung-tak- pernah-untung. html
"Kalau menyanyi, jadilah diri sendiri. Jangan kayak Johan Untung."
Begitu pesan sejumlah juri atawa guru nyanyi di Jawa Timur. Lha, apa
yang salah dengan Johan Untung, vokalis asal Kertosono, Jawa Timur?
Bukankah Johan terkenal, suaranya bagus, serba bisa...?
Ya, Johan Untung yang terjun ke dunia musik sejak awal 1970-an memang
vokalis luar biasa. Dia bisa membawakan lagu apa saja. Pop. Keroncong.
Campursari. Jazz. Blues. Swing. Disco. Reggae. Sebut musik apa saja,
dan percayalah Cak Johan untuk bisa melakoninya dengan baik. Kalau
anda suka karaoke, sadarlah bahwa sebagian besar VCD lagu-lagu Barat
yang beredar di Indonesia disuarakan oleh Johan Untung.
"Namanya juga saya ini orang kafe, penyanyi kafe. Sejak tahun 1974
saya sudah nyanyi dari kafe ke kafe. Bahkan, sampai sekarang pun hidup
saya masih di kafe," ujar Johan Untung di Surabaya, 21 Desember 2007.
Cak Johan ini datang ke Surabaya untuk mengisi acara jazz di Vista
Sidewalk Cafe, Hotel Garden Palace, Surabaya, bersama gitaris Ireng
Maulana.
Penyanyi kafe memang harus serba bisa. Sebab, permintaan pengunjung
macam-macam, kadang sukar ditebak. Jika request tidak dipenuhi,
pengujung akan minggat ke kafe lain. Dan itu berarti si penyanyi pun
kemungkinan besar dicoret. Hilang salah satu sumber nafkahnya.
Karena itu, jangan heran kalau Johan Untung menguasai ratusan, bahkan
ribuan, lagu Barat, Indonesia, daerah... di luar kepala. Lagu tahun
1930/1940-an hingga Top 40 tahun 2007 dia bisa. "Jenenge ae
penggawean, Cak," ujar pria yang suka bercanda itu. [Namanya saja
pekerjaan, Bang!]
Menguasai ribuan lagu ternyata justru menjadi malapetaka bagi Johan
Untung. Kenapa? Rekaman-rekamannya tidak pernah laku di pasar musik.
"Albumku wuakeh, tapi gak ono sing payu," ujarnya enteng. [Albumku
banyak, tapi tidak ada yang laku.]
Ini karena John dianggap tidak punya karakter sendiri. Kerjanya hanya
menirukan, meng-copy paste penyanyi-penyanyi lain yang sudah kondang
dan laris. Puncak 'kejayaan' Johan Untung sempat direguk pada 1990-an.
Waktu itu semua kaset lagu Barat ditarik dari pasaran akibat tekanan
Amerika Serikat.
Asal tahu saja, selama puluhan tahun Indonesia melegalisasi pembajakan
rekaman musik Barat. Semua kaset Barat dikopi mentah-mentah oleh
berbagai label resmi. Pada 1985 pemerintah Amerika berteriak, menekan
Indonesia agar mematuhi konvensi internasional tentang hak cipta.
Semua kaset Barat ditarik ramai-ramai. Akibatnya, terjadi kekosongan
pasar musik Barat.
Maka, produser pun berpaling ke Johan Untung, vokalis serba bisa.
Dibuatlah apa yang disebut cover version. Johan membawakan lagu-lagu
dengan gaya, aksen, logat... yang diusahakan sedekat mungkin dengan
aslinya. "Jadi, hampir semua lagu Barat yang beredar di pasar saat itu
suara saya. Mungkin orang Indonesia nggak sadar. Hehehe...," aku Johan
Untung. Saya termasuk salah satu konsumen yang tertipu saat itu.
Berkat cover version, Johan Untung semakin dipacu untuk menirukan
sebanyak mungkin penyanyi. Mick Jagger, Al Jarreau, Maurice Gibb...
di-copy paste oleh si Johan. Hasilnya? Menurut saya, nyaris sama
dengan aslinya atau setidaknya 70-80 persen mirip. Harian KOMPAS
bahkan menyebut Johan sebagai 'pabrik suara'.
"Dulu Johan Untung saya minta menirukan vokal Robin Gibb yang susah
itu. Dan, kurang ajar, ternyata persis," cerita Nunuz Utomo, pemusik
yang juga pintar menirukan suara penyanyi-penyanyi Barat populer.
Akhir-akhir ini, saya melihat Johan Untung banyak terlibat di konser
jazz. Dan, seperti biasa, Cak Johan menirukan suara Al Jarreau yang
khas, penuh scat singing itu. Penonton senang karena mengira yang
menyanyi di atas panggung itu Al Jarreau beneran. "Juangkrek... kok
iso persis Al Jarreau," komentar Rudi, penggemar jazz yang juga bos
sebuah komunitas jazz di Surabaya.
Belum hilang keheranan penonton, Johan Untung bersalin suara menjadi
seorang Maurice Gibb dari Bee Gees. Lagi-lagi persis. Terus, gaya asli
Johan Untung sebenarnya seperti apa sih? Jawabnya: tidak ada. Gaya
asli Johan Untung, ya, mirip bunglon yang bisa menyesuaikan diri
dengan karakter suara penyanyi mana pun. Dan itu yang bikin Johan
Untung tidak pernah untung di persada musik tanah air.
"Jenenge thok untung, tapi areke gak tau untung. Hehehe..," komentar
seorang teman dengan Johan Untung. Tokoh kita, Johan Untung, pun
ketawa-ketawa saja. "Mau bilang apa? Rekamanku gak tau payu," kata
Johan.
Maka, kita bisa mengerti mengapa para guru nyanyi atau komentator
festival nyanyi mewanti-wanti anak muda untuk menjadi diri sendiri.
Sebab, menjadi orang lain macam Johan Untung, risikonya anda akan
selalu buntung. Tiap hari menyanyi, bolak-balik rekaman, tapi tak ada
yang laku.
--
Thanks dan wassalam
Jonru
Founder PenulisLepas.com & BelajarMenulis. com
http://www.penulislepas.com/ v2
http://www.belajarmenulis.com/
Telp: 0852-1701-4194 / 021-9829-3326
YM: jonrusaja
Belajar Menulis Jarak Jauh, Kapan Saja di Mana Saja, Berlaku Internasional
=====>>> http://www.SekolahMenulisOnline. com
Mau menerbitkan buku tapi belum tahu caranya?
http://www.naskahoke.com/e-mbig :)
Peluang Bisnis untuk Penulis?
===>>> http://bisnis.penulislepas. com/
Personal blog:
http://www.jonru.net
http://jonru.multiply. com
- 1b.
-
Re: Renungan: Jangan Mau Jadi Johan Untung
Posted by: "Nia Robiatun Jumiah" musimbunga@gmail.com
Thu Oct 16, 2008 6:30 am (PDT)
hi..hi.. setuju bang! jadilah diri sendiri..
bukan sekedar ikut2an... tapi juga kudu punya nilai..
btw, pelajaran kepenulisannya makasih banget loh ya:)
sukses buat SMO! terimakasih gurukuh!
salam,
Nia Robie'
Pada 16 Oktober 2008 19:10, Jonru <jonrusaja@gmail.com > menulis:
> Assallamualaikum,
>
> Bagi Anda yang seusia saya, mungkin nama Johan Untung sudah tak asing
> lagi. Dia ini sebenarnya penyanyi serba bisa. Suaranya sangat bagus.
> Album rekamannya sangat banyak. Tapi tak satupun albumnya yang sukses
> di pasaran.
>
> Lho... kenapa saya tiba-tiba membahas penyanyi? Apa hubungannya dengan
> dunia penulisan?
>
> Ya, barusan saya memang tiba-tiba saja kepikiran untuk mencari info
> tentang Johan Untung di Google. Ini "gara-gara" iklan Telkom terbaru
> yang hadir dalam versi jadul. Lagu tahun 80-an yang pakai wow.. wow..
> wow..... Mengingatkan kita pada Betharia Sonatha dan Rinto Harahap.
> Setelah selidik punya selidik, saya akhirnya tahu bahwa orang yang
> menyanyikan jingle iklan Telkom Jadul tersebut ternyata Johan Untung.
>
> Mungkin kita tidak sadar, bahwa ada segelintir penulis yang se-tipe
> dengan Johan Untung. Mereka menulis buku yang banyak. Produktif sekali
> pokoknya. Tapi tak satu pun buku mereka yang sukses di pasaran. Memang
> sih laku. Tapi lakunya biasa-biasa saja.
>
> Jadi walau sudah menerbitkan puluhan bahkan ratusan buku, nama mereka
> tenggelam oleh nama Andrea Hirata yang justru baru menerbitkan 3 buku
> (sebentar lagi 4 buku).
>
> Apa yang salah dengan penulis tipe Johan Untung?
>
> Kesalahan terbesar mereka adalah: Mereka tidak menjadi diri sendiri.
>
> Sebuah artikel di bawah ini, yang saya dapatkan setelah searching di
> Google beberapa saat lalu, semoga bisa menjadi inspirasi bagi kita
> semua.
>
> Artikel ini memang mengenai musik. Tapi saya yakin, bisa menjadi bahan
> renungan bagi profesi apa saja, termasuk penulis.
>
> ============
>
> 21 December 2007
>
> Johan Untung tak pernah untung
>
> Oleh: Lambertus L. Hurek
> http://hurek.blogspot. com/2007/ 12/johan- untung-tak- pernah-untung. html
>
> "Kalau menyanyi, jadilah diri sendiri. Jangan kayak Johan Untung."
> Begitu pesan sejumlah juri atawa guru nyanyi di Jawa Timur. Lha, apa
> yang salah dengan Johan Untung, vokalis asal Kertosono, Jawa Timur?
> Bukankah Johan terkenal, suaranya bagus, serba bisa...?
>
> Ya, Johan Untung yang terjun ke dunia musik sejak awal 1970-an memang
> vokalis luar biasa. Dia bisa membawakan lagu apa saja. Pop. Keroncong.
> Campursari. Jazz. Blues. Swing. Disco. Reggae. Sebut musik apa saja,
> dan percayalah Cak Johan untuk bisa melakoninya dengan baik. Kalau
> anda suka karaoke, sadarlah bahwa sebagian besar VCD lagu-lagu Barat
> yang beredar di Indonesia disuarakan oleh Johan Untung.
>
> "Namanya juga saya ini orang kafe, penyanyi kafe. Sejak tahun 1974
> saya sudah nyanyi dari kafe ke kafe. Bahkan, sampai sekarang pun hidup
> saya masih di kafe," ujar Johan Untung di Surabaya, 21 Desember 2007.
>
> Cak Johan ini datang ke Surabaya untuk mengisi acara jazz di Vista
> Sidewalk Cafe, Hotel Garden Palace, Surabaya, bersama gitaris Ireng
> Maulana.
>
> Penyanyi kafe memang harus serba bisa. Sebab, permintaan pengunjung
> macam-macam, kadang sukar ditebak. Jika request tidak dipenuhi,
> pengujung akan minggat ke kafe lain. Dan itu berarti si penyanyi pun
> kemungkinan besar dicoret. Hilang salah satu sumber nafkahnya.
>
> Karena itu, jangan heran kalau Johan Untung menguasai ratusan, bahkan
> ribuan, lagu Barat, Indonesia, daerah... di luar kepala. Lagu tahun
> 1930/1940-an hingga Top 40 tahun 2007 dia bisa. "Jenenge ae
> penggawean, Cak," ujar pria yang suka bercanda itu. [Namanya saja
> pekerjaan, Bang!]
>
> Menguasai ribuan lagu ternyata justru menjadi malapetaka bagi Johan
> Untung. Kenapa? Rekaman-rekamannya tidak pernah laku di pasar musik.
> "Albumku wuakeh, tapi gak ono sing payu," ujarnya enteng. [Albumku
> banyak, tapi tidak ada yang laku.]
>
> Ini karena John dianggap tidak punya karakter sendiri. Kerjanya hanya
> menirukan, meng-copy paste penyanyi-penyanyi lain yang sudah kondang
> dan laris. Puncak 'kejayaan' Johan Untung sempat direguk pada 1990-an.
> Waktu itu semua kaset lagu Barat ditarik dari pasaran akibat tekanan
> Amerika Serikat.
>
> Asal tahu saja, selama puluhan tahun Indonesia melegalisasi pembajakan
> rekaman musik Barat. Semua kaset Barat dikopi mentah-mentah oleh
> berbagai label resmi. Pada 1985 pemerintah Amerika berteriak, menekan
> Indonesia agar mematuhi konvensi internasional tentang hak cipta.
> Semua kaset Barat ditarik ramai-ramai. Akibatnya, terjadi kekosongan
> pasar musik Barat.
>
> Maka, produser pun berpaling ke Johan Untung, vokalis serba bisa.
> Dibuatlah apa yang disebut cover version. Johan membawakan lagu-lagu
> dengan gaya, aksen, logat... yang diusahakan sedekat mungkin dengan
> aslinya. "Jadi, hampir semua lagu Barat yang beredar di pasar saat itu
> suara saya. Mungkin orang Indonesia nggak sadar. Hehehe...," aku Johan
> Untung. Saya termasuk salah satu konsumen yang tertipu saat itu.
>
> Berkat cover version, Johan Untung semakin dipacu untuk menirukan
> sebanyak mungkin penyanyi. Mick Jagger, Al Jarreau, Maurice Gibb...
> di-copy paste oleh si Johan. Hasilnya? Menurut saya, nyaris sama
> dengan aslinya atau setidaknya 70-80 persen mirip. Harian KOMPAS
> bahkan menyebut Johan sebagai 'pabrik suara'.
>
> "Dulu Johan Untung saya minta menirukan vokal Robin Gibb yang susah
> itu. Dan, kurang ajar, ternyata persis," cerita Nunuz Utomo, pemusik
> yang juga pintar menirukan suara penyanyi-penyanyi Barat populer.
>
> Akhir-akhir ini, saya melihat Johan Untung banyak terlibat di konser
> jazz. Dan, seperti biasa, Cak Johan menirukan suara Al Jarreau yang
> khas, penuh scat singing itu. Penonton senang karena mengira yang
> menyanyi di atas panggung itu Al Jarreau beneran. "Juangkrek... kok
> iso persis Al Jarreau," komentar Rudi, penggemar jazz yang juga bos
> sebuah komunitas jazz di Surabaya.
>
> Belum hilang keheranan penonton, Johan Untung bersalin suara menjadi
> seorang Maurice Gibb dari Bee Gees. Lagi-lagi persis. Terus, gaya asli
> Johan Untung sebenarnya seperti apa sih? Jawabnya: tidak ada. Gaya
> asli Johan Untung, ya, mirip bunglon yang bisa menyesuaikan diri
> dengan karakter suara penyanyi mana pun. Dan itu yang bikin Johan
> Untung tidak pernah untung di persada musik tanah air.
>
> "Jenenge thok untung, tapi areke gak tau untung. Hehehe..," komentar
> seorang teman dengan Johan Untung. Tokoh kita, Johan Untung, pun
> ketawa-ketawa saja. "Mau bilang apa? Rekamanku gak tau payu," kata
> Johan.
>
> Maka, kita bisa mengerti mengapa para guru nyanyi atau komentator
> festival nyanyi mewanti-wanti anak muda untuk menjadi diri sendiri.
> Sebab, menjadi orang lain macam Johan Untung, risikonya anda akan
> selalu buntung. Tiap hari menyanyi, bolak-balik rekaman, tapi tak ada
> yang laku.
>
> --
> Thanks dan wassalam
>
> Jonru
> Founder PenulisLepas.com & BelajarMenulis. com
> http://www.penulislepas.com/ v2
> http://www.belajarmenulis.com/
> Telp: 0852-1701-4194 / 021-9829-3326
> YM: jonrusaja
>
> Belajar Menulis Jarak Jauh, Kapan Saja di Mana Saja, Berlaku Internasional
> =====>>> http://www.SekolahMenulisOnline. com
>
> Mau menerbitkan buku tapi belum tahu caranya?
> http://www.naskahoke.com/e-mbig :)
>
> Peluang Bisnis untuk Penulis?
> ===>>> http://bisnis.penulislepas. com/
>
> Personal blog:
> http://www.jonru.net
> http://jonru.multiply. com
>
>
- 2a.
-
Bls: [sekolah-kehidupan] Re: [prestasi] Pemenang resensi maximum rid
Posted by: "Rini Agus Hadiyono" rinurbad@yahoo.com rinurbad
Thu Oct 16, 2008 5:27 am (PDT)
Terima kasih, Mbak Fety. Arigatou..
Ma kasih, Mbak Indar. Hehehe.. setiap orang punya jalan untuk
mencetak 'prestasi' masing-masing, kok.
salam,
Rini Nurul
- 3.
-
[Sekolah Menulis]: Writing is Habit
Posted by: "WORD SMART CENTER" wordsmartcenter@yahoo.com wordsmartcenter
Thu Oct 16, 2008 6:22 am (PDT)
WRITING IS HABIT: Modal Utama Menjadi Penulis
"Kita adalah
apa yang kita kerjakan berulang-ulang. Karena itu keunggulan bukanlah suatu
perbuatan sekali jadi, melainkan sebuah kebiasaan" (Aristoteles)
Saya ke Griya Jateng. Di rumah daerah milik
mahasiswa dan masyarakat asal Jawa Tengah ini, ada tamu dari Indonesia, bapak Adian
Husaini. Saya sengaja menemui beliau, selain karena kami sama-sama pernah aktif
di Pelajar Islam Indonesia (PII), kami juga memiliki hobi yang sama, yaitu hobi
menulis.
Saya masih ingat betul, pertemuan kami pada hari
Sabtu tanggal 25 Februari 2006 itu. Setelah memperkenalkan diri, bernostalgia
di PII, dan ber-mujâmalah (basa-basi) seadanya, saya bertanya kepada
beliau, "Pak, bagaimana proses bapak menjadi seorang penulis yang produktif?"
Saya menanyakan hal itu, sebab saya mengenal
beliau sebagai seorang penulis yang banyak menerbitkan buku dan menulis di
media massa. Saya yakin, bila Anda sering membaca website www.hidayatullah.com,
nama ketua DDII dan pegiat INSISTS ini, tidak akan asing lagi bagi Anda.
"Menulis itu habit!" jawabnya. Kemudian, secara
panjang lebar beliau menceritakan proses menjadi seorang penulis. Saya sangat
terkesan dengan pernyataan beliau. Sebab, selama bertahun-tahun, saya pun
berkesimpulan sama, bahwa modal utama untuk menjadi penulis adalah membiasakan
diri menulis. Tidak ada jalan lain untuk menjadi penulis, kecuali menulis!
Ala bisa karena biasa, itu kata pepatah. Dan
pengalaman hidup kita, membenarkan pepatah tersebut. Coba kita ingat, kita bisa
berjalan; fasih berbicara; pintar naik sepeda; mahir berenang; dan seterusnya.
Mengapa kita bisa melakukan semua itu? Itu terjadi karena sering mencoba atau
latihan dan membiasakan diri melakukannya.
Pengalaman para penulis senior, juga membenarkan
pepatah itu. Misalnya, Helvy Tiana Rosa, Ahmadun Yosi Herfanda, Irwan Kelana,
Asma Nadia, Mohammad Fauzil Adhim, Gola Gong, dan Pipiet Senja. Dari pertemuan
saya dengan mereka selama di Mesir, mereka menegaskan bahwa cara terbaik untuk
menjadi penulis adalah menulis. Jadi menulis itu ibarat kita belajar renang
atau naik sepeda. Butuh latihan dan pembiasaan.
Lalu, apa itu
kebiasaan? Dalam bukunya, The 7 Habits of Highly Effective people" (Bina
rupa, 1997), Stephen R. Covey mengatakan kebiasaan adalah titik pertemuan dari keinginan
atau motivasi (untuk apa), pengetahuan (apa dan mengapa), dan keterampilan
(bagaimana).
Nah, dari pendapat
Covey itu, saya terinspirasi untuk merumuskan modal dasar menjadi seorang
penulis. Menurut saya, modal dasar itu ada tiga, yaitu motivasi menulis (writing motivation),
pengetahuan menulis (writing knowledge), dan keterampilan menulis (writing
skill).
Apa saja yang termasuk
dari tiga modal itu? Sekilas saya paparkan berikut ini: (1) motivasi menulis [writing
motivation] meliputi niat, paradigma, tujuan, target, kecerdasan, kekuatan
diri, komunitas, dan dorongan lainnya, baik yang internal maupun eksternal; (2)
pengetahuan menulis [writing knowladge] mencakup tulisan fiksi berupa
cerpen, novelet, novel dan cerbung, sedangkan tulisan non-fiksi terdiri dari:
a) fakta [fact] seperti berita dan feature; b) opini [opinion/views]
seperti kolom, esai, resensi, catatan harian [cathar], jurnal, memoar,
autobiografi, biografi, dan chicken soup; dan c) ilmiah membahas makalah,
artikel ilmiah populer, penelitian; dan (3) keterampilan menulis [writing
skill] memaparkan kiat-kiat tentang cara bercocok ide, meminang tema, mengunyah
referensi, merajut outline, merias judul, membuka tulisan, menguraikan isi
tulisan, menutup tulisan, mengedit/menyunting/merevisi naskah, menulis ulang
naskah, EYD, pungtuasi [tanda baca], tata bahasa, kutipan, catatan kaki dan
akhir [foot-note dan and-note], daftar pustaka [bibliografi],
gaya selingkung [house style atau book style], dan seterusnya.
Apa yang telah saya
petakan di atas, akan saya jelaskan secara satu persatu dan detil dalam beberapa
tulisan saya selanjutnya, secara sistimatis, bertahap, dan berkesinambungan
dalam serial "Sekolah Menulis SMART (Sistim Menulis Asik, Reguler, dan
Terpadu)" Online, atau "SM-SMART Online".
Program SM-SMART ini,
selain memenuhi permintaan Bapak Sinang Bulawan (founder dan penasehat milis
sekolah-kehidupan), juga melengkapi SM-SMART Offline dan SM-SMART On-Air.
Secara offline, untuk saat ini, kami lakukan di Cairo setiap hari Ahad dan
Senin. Al-hamdulillah, untuk gelombang pertama, pesertanya ada 80 orang.
Sedangkan SM-SMART
On-Air, bekerjasama dengan radio Community Jerman studio 2 Cairo, sebelum
Ramadlan setiap hari Rabu, sekarang menjadi hari Ahad ba'da magrib. Adapun
SM-SMART On-line, akan kita lakukan lewat milis setiap hari Kamis dan conference
lewat Yahoo Massenger (YM) hari Jum'at, ba'da sholat Jum'at.
Nah, tulisan ini adalah
tulisan perdana, untuk mengawali Sekolah Menulis SMART Online lewat e-mail itu.
Minta do'anya, mudah-mudahan Allah memberikan kekuatan dan kemudahan kepada
saya dan teman-teman untuk melaksanakannya.
Tulisan akan kami
posting di milis wordsmartcenter@yahoogroups. ,com
sekolah-kehidupan@yahoo.com , infopmik@yahoogroups.com , dan
beberapa milis (terutama milis kepenulisan atau moderatornya meminta untuk kami
posting) lainnya.
Namun, untuk bedah
karya atau bengkel tulisan, diskusi, tanya jawab, dan berbagi apa saja yang
berhubungan dengan dunia tulis-menulis, untuk sementara, hanya kita lakukan di
milis wordsmartcenter@yahoogroups. com
Ini kita lakukan, agar tidak menganggu aktivitas milis-milis lainnya terutama milis
yang bukan khusus untuk kepenulisan dan memudahkan kami untuk menanganinya.
Oleh sebab itu, bagi
Anda yang benar-benar tertarik ingin belajar menulis lewat milis dan chatting,
silahkan kirim kirim e-mail dan invite ID ini: wordsmartcenter@yahoo.com .
'Ala kulli hal, mudah-mudahan program
ini mendapat berkah dan ridla dari Allah Swt.. Sungguh, kami sangat menyadari
keterbatasan kami, terutama keterbatasan ilmu, namun karena niat ingin
menjemput ridla Allah lewat berbagi dan membantu sesama makhluk-Nya, kami
memberanikan diri untuk mencoba. Oleh sebab itu, saran, masukan, dan kritikan
membangun, kami harapkan. Wallahu a'lâm.
Udo Yamin Majdi
- 4.
-
Sekolah Menulis Online Gratis!
Posted by: "WORD SMART CENTER" wordsmartcenter@yahoo.com wordsmartcenter
Thu Oct 16, 2008 6:25 am (PDT)
WRITING IS HABIT: Modal Utama Menjadi Penulis
"Kita adalah
apa yang kita kerjakan berulang-ulang. Karena itu keunggulan bukanlah suatu
perbuatan sekali jadi, melainkan sebuah kebiasaan" (Aristoteles)
Saya ke Griya Jateng. Di rumah daerah milik
mahasiswa dan masyarakat asal Jawa Tengah ini, ada tamu dari Indonesia, bapak Adian
Husaini. Saya sengaja menemui beliau, selain karena kami sama-sama pernah aktif
di Pelajar Islam Indonesia (PII), kami juga memiliki hobi yang sama, yaitu hobi
menulis.
Saya masih ingat betul, pertemuan kami pada hari
Sabtu tanggal 25 Februari 2006 itu. Setelah memperkenalkan diri, bernostalgia
di PII, dan ber-mujâmalah (basa-basi) seadanya, saya bertanya kepada
beliau, "Pak, bagaimana proses bapak menjadi seorang penulis yang produktif?"
Saya menanyakan hal itu, sebab saya mengenal
beliau sebagai seorang penulis yang banyak menerbitkan buku dan menulis di
media massa. Saya yakin, bila Anda sering membaca website www.hidayatullah.com,
nama ketua DDII dan pegiat INSISTS ini, tidak akan asing lagi bagi Anda.
"Menulis itu habit!" jawabnya. Kemudian, secara
panjang lebar beliau menceritakan proses menjadi seorang penulis. Saya sangat
terkesan dengan pernyataan beliau. Sebab, selama bertahun-tahun, saya pun
berkesimpulan sama, bahwa modal utama untuk menjadi penulis adalah membiasakan
diri menulis. Tidak ada jalan lain untuk menjadi penulis, kecuali menulis!
Ala bisa karena biasa, itu kata pepatah. Dan
pengalaman hidup kita, membenarkan pepatah tersebut. Coba kita ingat, kita bisa
berjalan; fasih berbicara; pintar naik sepeda; mahir berenang; dan seterusnya.
Mengapa kita bisa melakukan semua itu? Itu terjadi karena sering mencoba atau
latihan dan membiasakan diri melakukannya.
Pengalaman para penulis senior, juga membenarkan
pepatah itu. Misalnya, Helvy Tiana Rosa, Ahmadun Yosi Herfanda, Irwan Kelana,
Asma Nadia, Mohammad Fauzil Adhim, Gola Gong, dan Pipiet Senja. Dari pertemuan
saya dengan mereka selama di Mesir, mereka menegaskan bahwa cara terbaik untuk
menjadi penulis adalah menulis. Jadi menulis itu ibarat kita belajar renang
atau naik sepeda. Butuh latihan dan pembiasaan.
Lalu, apa itu
kebiasaan? Dalam bukunya, The 7 Habits of Highly Effective people" (Bina
rupa, 1997), Stephen R. Covey mengatakan kebiasaan adalah titik pertemuan dari keinginan
atau motivasi (untuk apa), pengetahuan (apa dan mengapa), dan keterampilan
(bagaimana).
Nah, dari pendapat
Covey itu, saya terinspirasi untuk merumuskan modal dasar menjadi seorang
penulis. Menurut saya, modal dasar itu ada tiga, yaitu motivasi menulis (writing motivation),
pengetahuan menulis (writing knowledge), dan keterampilan menulis (writing
skill).
Apa saja yang termasuk
dari tiga modal itu? Sekilas saya paparkan berikut ini: (1) motivasi menulis [writing
motivation] meliputi niat, paradigma, tujuan, target, kecerdasan, kekuatan
diri, komunitas, dan dorongan lainnya, baik yang internal maupun eksternal; (2)
pengetahuan menulis [writing knowladge] mencakup tulisan fiksi berupa
cerpen, novelet, novel dan cerbung, sedangkan tulisan non-fiksi terdiri dari:
a) fakta [fact] seperti berita dan feature; b) opini [opinion/views]
seperti kolom, esai, resensi, catatan harian [cathar], jurnal, memoar,
autobiografi, biografi, dan chicken soup; dan c) ilmiah membahas makalah,
artikel ilmiah populer, penelitian; dan (3) keterampilan menulis [writing
skill] memaparkan kiat-kiat tentang cara bercocok ide, meminang tema, mengunyah
referensi, merajut outline, merias judul, membuka tulisan, menguraikan isi
tulisan, menutup tulisan, mengedit/menyunting/merevisi naskah, menulis ulang
naskah, EYD, pungtuasi [tanda baca], tata bahasa, kutipan, catatan kaki dan
akhir [foot-note dan and-note], daftar pustaka [bibliografi],
gaya selingkung [house style atau book style], dan seterusnya.
Apa yang telah saya
petakan di atas, akan saya jelaskan secara satu persatu dan detil dalam beberapa
tulisan saya selanjutnya, secara sistimatis, bertahap, dan berkesinambungan
dalam serial "Sekolah Menulis SMART (Sistim Menulis Asik, Reguler, dan
Terpadu)" Online, atau "SM-SMART Online".
Program SM-SMART ini,
selain memenuhi permintaan Bapak Sinang Bulawan (founder dan penasehat milis
sekolah-kehidupan), juga melengkapi SM-SMART Offline dan SM-SMART On-Air.
Secara offline, untuk saat ini, kami lakukan di Cairo setiap hari Ahad dan
Senin. Al-hamdulillah, untuk gelombang pertama, pesertanya ada 80 orang.
Sedangkan SM-SMART
On-Air, bekerjasama dengan radio Community Jerman studio 2 Cairo, sebelum
Ramadlan setiap hari Rabu, sekarang menjadi hari Ahad ba'da magrib. Adapun
SM-SMART On-line, akan kita lakukan lewat milis setiap hari Kamis dan conference
lewat Yahoo Massenger (YM) hari Jum'at, ba'da sholat Jum'at.
Nah, tulisan ini adalah
tulisan perdana, untuk mengawali Sekolah Menulis SMART Online lewat e-mail itu.
Minta do'anya, mudah-mudahan Allah memberikan kekuatan dan kemudahan kepada
saya dan teman-teman untuk melaksanakannya.
Tulisan akan kami
posting di milis wordsmartcenter@yahoogroups. ,com
sekolah-kehidupan@yahoo.com , infopmik@yahoogroups.com , dan
beberapa milis (terutama milis kepenulisan atau moderatornya meminta untuk kami
posting) lainnya.
Namun, untuk bedah
karya atau bengkel tulisan, diskusi, tanya jawab, dan berbagi apa saja yang
berhubungan dengan dunia tulis-menulis, untuk sementara, hanya kita lakukan di
milis wordsmartcenter@yahoogroups. com
Ini kita lakukan, agar tidak menganggu aktivitas milis-milis lainnya terutama milis
yang bukan khusus untuk kepenulisan dan memudahkan kami untuk menanganinya.
Oleh sebab itu, bagi
Anda yang benar-benar tertarik ingin belajar menulis lewat milis dan chatting,
silahkan kirim kirim e-mail dan invite ID ini: wordsmartcenter@yahoo.com .
'Ala kulli hal, mudah-mudahan program
ini mendapat berkah dan ridla dari Allah Swt.. Sungguh, kami sangat menyadari
keterbatasan kami, terutama keterbatasan ilmu, namun karena niat ingin
menjemput ridla Allah lewat berbagi dan membantu sesama makhluk-Nya, kami
memberanikan diri untuk mencoba. Oleh sebab itu, saran, masukan, dan kritikan
membangun, kami harapkan. Wallahu a'lâm.
Udo Yamin Majdi
- 5a.
-
Re: (Inspirasi) Pilihan Sehat Kerja Bijak
Posted by: "setyawan_abe" setyawan_abe@yahoo.com setyawan_abe
Thu Oct 16, 2008 6:25 am (PDT)
Saya sekarang disini nih Pak, di Ciawi, kira-kira saya harus mulai
melangkah dari mana ya Pak biar sampai tujuan? Terima kasih ^_^
Arief
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , teha <teha.sugiyo@com ...> wrote:
>
> Inspirasi
>
> *PILIHAN SEHAT KERJA BIJAK*
>
> Oleh Teha Sugiyo
>
> Setiap pagi, kalau Anda melewati jalan Emong, dan jalan Burangrang
dekat
> sekolah BPI, di kota Bandung, Anda pasti menyaksikan antrian panjang
> orang-orang yang masing-masing membawa tabung gas Elpiji. Mereka antri
> untuk membeli gas Elpiji. Tempo-tempo, saking panjangnya antrian itu,
> membuat arus lalu lintas di sekitarnya menjadi macet total. Tentu saja
> hal ini sangat mengganggu kelancaran lalu lintas, yang dapat berakibat
> keterlambatan masuk kerja.
>
> Dampak lanjutan krisis ekonomi global, membuat bergugurannya
saham-saham
> di seluruh dunia termasuk Indonesia. Kurs mata uang Rupiah semakin
> anjlok. Bursa saham Indonesia dihentikan untuk sementara waktu.
> Orang-orang panik dan mulai tidak percaya kepada lembaga keuangan.
> Banyak orang menjual saham yang mengakibatkan kondisi bursa saham
> semakin terpuruk. Sebagian lagi menarik dana dari bank untuk
> diinvestasikan ke logam mulia atau bentuk lainnya.
>
> Banyak jalan menuju Roma. Banyak cara menyiasati kesulitan. Hidup
> semakin susah, harga BBM, listrik, air, dan tabung gas meningkat tajam
> mencapai 80-200% per tahun. Seluruh kebutuhan hidup, menghadapi akhir
> tahun ikut naik, sementara kenaikan penghasilan, tidak sebanding
dengan
> kenaikan harga.
>
> Angka pengangguran semakin meningkat. Tahun 2007 saja, konon, jumlah
> tenaga pengangguran berkisar pada angka 44 juta jiwa. Nampaknya,
semakin
> lama, hidup menjadi semakin susah. /So what? /
>
>
> / "Go Diamond!" / kata para pengusaha bisnis jejaring.
>
> /"Go Freedom!"/ kata pebisnis jaringan lainnya.
>
>
> Untuk menjadi "/diamond/" atau "/freedom/" memang tidak semudah
membalik
> telapak tangan. Dibutuhkan kerja keras, di samping juga kerja bijak.
> Nah, persoalannya: Bagaimana kerja keras dan kerja bijak itu?
>
> Nasihat bijak dari orang-orang yang telah mengalami sukses, adalah
> mengawalinya dengan impian, kemudian memvisualisasikan dalam
> gagasan-gagasan, untuk selanjutnya melakukan tindakan. "/Action is
> power/", kata Andrie Wongso, motivator handal yang pernah menjadi
> penjaga gudang dan pemain film itu.
>
> Langkah ke seribu itu memang dimulai dari langkah pertama. Langkah
> pertama itu pun dimulai dengan adanya kesadaran untuk berani mengambil
> keputusan! Hasil besar itu memang diawali dengan langkah kecil. Dan
> langkah kecil itu bisa bermacam cara. Ada moral filosofi yang
> mengajarkan: jujur, setia dan rendah hati. Ada nilai-nilai lain yang
> terjabar dalam filosofi itu: sabar, tekun, disiplin, tabah, tahan
> banting, tidak gampang menyerah, senantiasa terbuka dan berpikir
> positif. Bahkan, perusahaan-perusahaan raksasa yang sekarang kita
> saksikan, dibangun dari usaha kecil yang penuh perjuangan.
>
> Segala sesuatu memang sulit pada awalnya, tetapi akan menjadi mudah
> sesudahnya. Berani mengambil keputusan! Itulah kuncinya! Berani
mengubah
> haluan, manakala ditemui banyak badai dan topan menghadang. Kata
> lainnya, "berani mengambil resiko", berani bertanggung jawab atas
> tindakan yang dilakukan. Itulah awal mula keberhasilan.
>
> Keberanian untuk mengambil resiko itulah yang dilakukan oleh Anto
(39),
> bapak 2 anak, yang sehari-hari menjadi /service crew/ bagian /General
> Merchandising/ (GMS) di sebuah perusahaan eceran di Cimahi sejak toko
> itu dibuka. Mengawali karir sebagai Pramuniaga Fashion di cabang lain
> dalam perusahaan yang sama, 4 Maret 1990, kemudian pindah ke
> Supermarket, departemen GMS. Tahun 1995, ia mutasi ke bagian Gudang
GMS,
> dan setahun kemudian mutasi lagi ke cabang lain masih di lingkup
> pekerjaan yang sama.
>
> "Saya harus mengubah pola pikir dan berusaha untuk tetap maju. Setelah
> lama berpikir saya mencoba berjualan lotek, namun hanya bertahan
selama
> 6 bulan. Kemudian saya 'banting setir' pindah usaha buka warung kecil
-
> kecilan. Saya sangat bersyukur pendapatan mulai bertambah dan bisa
> mencukupi kebutuhan sehari-hari. Tahun 2006 saya bisa membeli rumah di
> Desa Tani Mulya Cipageran, Cimahi".
>
> "Sampai saat ini saya masih tinggal di rumah kontrakan di Kp. Dangdeur
> No. 47 di daerah Setrasari Bandung. Rencananya, jika Alvia
Nurdiansyah,
> (10) anak pertama saya sudah tamat SD, saya pindah ke Cimahi. Sekarang
> tanggung! Untuk menyiasati kenaikan BBM, saya berangkat kerja ke
Cimahi
> menggunakan sepeda ontel".
>
> Kisah Anto mengingatkan saya akan cerita tentang dua ekor katak karya
> T.C. Hamlett. Dua ekor katak terjatuh ke dalam sekaleng krim.
Sisi-sisi
> kaleng itu sangat licin sedangkan krimnya dalam dan dingin.
>
> "Oh bagaimana ini?" kata katak yang pertama. "Inilah akhir hidupku.
> Tidak ada yang menolong, kita pasti mati!" Ia mulai menangis dan
> akhirnya tenggelam dalam krim.
>
> Katak kedua tak mudah menyerah pada keadaan. Ia mengayuh kakinya untuk
> berenang. "Paling tidak, aku akan berenang sejenak." Ia terus
> menggerak-gerakkan tubuh kecilnya. Tak lama, karena gerakan tubuh dan
> kakinya itu, krim tersebut lambat laun mulai mengeras dan berubah
> menjadi mentega. Katak itu pun langsung melompat keluar.
>
> *Sikap hati, pola pikir, dan keberanian mengambil resiko dengan
> /action,/ itulah yang menentukan akhir hidupnya*.
>
- 5b.
-
Re: (Inspirasi) Pilihan Sehat Kerja Bijak
Posted by: "teha" teha.sugiyo@toserbayogya.com
Thu Oct 16, 2008 6:12 pm (PDT)
lha ya diputuskan dulu mo ke mana? ciawi itu ada dua. dekat tasik dan
dekat bogor. yang mana? kalo mas abe di ciawi dekat bogor, ya kalo mo ke
bogor tinggal naik angkot jurusan bogor, jika mo ke jakarta ya cari
kendaraan yang arah jakarta. kalo mo ke bandung yo monggo cari kendaraan
arah ke bandung... syukur bage kalo njenengan bawa kendaraan sendiri,
dapat menentukan arah ke mana saja mas abe suka.. oke? sumonggo!
setyawan_abe wrote:
>
> Saya sekarang disini nih Pak, di Ciawi, kira-kira saya harus mulai
> melangkah dari mana ya Pak biar sampai tujuan? Terima kasih ^_^
>
> Arief
> --- In sekolah-kehidupan@ yahoogroups. com
> <mailto:sekolah-kehidupan% 40yahoogroups. com>, teha <teha.sugiyo@ ...>
> wrote:
> >
> > Inspirasi
> >
> > *PILIHAN SEHAT KERJA BIJAK*
> >
> > Oleh Teha Sugiyo
> >
> > Setiap pagi, kalau Anda melewati jalan Emong, dan jalan Burangrang
> dekat
> > sekolah BPI, di kota Bandung, Anda pasti menyaksikan antrian panjang
> > orang-orang yang masing-masing membawa tabung gas Elpiji. Mereka antri
> > untuk membeli gas Elpiji. Tempo-tempo, saking panjangnya antrian itu,
> > membuat arus lalu lintas di sekitarnya menjadi macet total. Tentu saja
> > hal ini sangat mengganggu kelancaran lalu lintas, yang dapat berakibat
> > keterlambatan masuk kerja.
> >
> > Dampak lanjutan krisis ekonomi global, membuat bergugurannya
> saham-saham
> > di seluruh dunia termasuk Indonesia. Kurs mata uang Rupiah semakin
> > anjlok. Bursa saham Indonesia dihentikan untuk sementara waktu.
> > Orang-orang panik dan mulai tidak percaya kepada lembaga keuangan.
> > Banyak orang menjual saham yang mengakibatkan kondisi bursa saham
> > semakin terpuruk. Sebagian lagi menarik dana dari bank untuk
> > diinvestasikan ke logam mulia atau bentuk lainnya.
> >
> > Banyak jalan menuju Roma. Banyak cara menyiasati kesulitan. Hidup
> > semakin susah, harga BBM, listrik, air, dan tabung gas meningkat tajam
> > mencapai 80-200% per tahun. Seluruh kebutuhan hidup, menghadapi akhir
> > tahun ikut naik, sementara kenaikan penghasilan, tidak sebanding
> dengan
> > kenaikan harga.
> >
> > Angka pengangguran semakin meningkat. Tahun 2007 saja, konon, jumlah
> > tenaga pengangguran berkisar pada angka 44 juta jiwa. Nampaknya,
> semakin
> > lama, hidup menjadi semakin susah. /So what? /
> >
> >
> > / "Go Diamond!" / kata para pengusaha bisnis jejaring.
> >
> > /"Go Freedom!"/ kata pebisnis jaringan lainnya.
> >
> >
> > Untuk menjadi "/diamond/" atau "/freedom/" memang tidak semudah
> membalik
> > telapak tangan. Dibutuhkan kerja keras, di samping juga kerja bijak.
> > Nah, persoalannya: Bagaimana kerja keras dan kerja bijak itu?
> >
> > Nasihat bijak dari orang-orang yang telah mengalami sukses, adalah
> > mengawalinya dengan impian, kemudian memvisualisasikan dalam
> > gagasan-gagasan, untuk selanjutnya melakukan tindakan. "/Action is
> > power/", kata Andrie Wongso, motivator handal yang pernah menjadi
> > penjaga gudang dan pemain film itu.
> >
> > Langkah ke seribu itu memang dimulai dari langkah pertama. Langkah
> > pertama itu pun dimulai dengan adanya kesadaran untuk berani mengambil
> > keputusan! Hasil besar itu memang diawali dengan langkah kecil. Dan
> > langkah kecil itu bisa bermacam cara. Ada moral filosofi yang
> > mengajarkan: jujur, setia dan rendah hati. Ada nilai-nilai lain yang
> > terjabar dalam filosofi itu: sabar, tekun, disiplin, tabah, tahan
> > banting, tidak gampang menyerah, senantiasa terbuka dan berpikir
> > positif. Bahkan, perusahaan-perusaha an raksasa yang sekarang kita
> > saksikan, dibangun dari usaha kecil yang penuh perjuangan.
> >
> > Segala sesuatu memang sulit pada awalnya, tetapi akan menjadi mudah
> > sesudahnya. Berani mengambil keputusan! Itulah kuncinya! Berani
> mengubah
> > haluan, manakala ditemui banyak badai dan topan menghadang. Kata
> > lainnya, "berani mengambil resiko", berani bertanggung jawab atas
> > tindakan yang dilakukan. Itulah awal mula keberhasilan.
> >
> > Keberanian untuk mengambil resiko itulah yang dilakukan oleh Anto
> (39),
> > bapak 2 anak, yang sehari-hari menjadi /service crew/ bagian /General
> > Merchandising/ (GMS) di sebuah perusahaan eceran di Cimahi sejak toko
> > itu dibuka. Mengawali karir sebagai Pramuniaga Fashion di cabang lain
> > dalam perusahaan yang sama, 4 Maret 1990, kemudian pindah ke
> > Supermarket, departemen GMS. Tahun 1995, ia mutasi ke bagian Gudang
> GMS,
> > dan setahun kemudian mutasi lagi ke cabang lain masih di lingkup
> > pekerjaan yang sama.
> >
> > "Saya harus mengubah pola pikir dan berusaha untuk tetap maju. Setelah
> > lama berpikir saya mencoba berjualan lotek, namun hanya bertahan
> selama
> > 6 bulan. Kemudian saya 'banting setir' pindah usaha buka warung kecil
> -
> > kecilan. Saya sangat bersyukur pendapatan mulai bertambah dan bisa
> > mencukupi kebutuhan sehari-hari. Tahun 2006 saya bisa membeli rumah di
> > Desa Tani Mulya Cipageran, Cimahi".
> >
> > "Sampai saat ini saya masih tinggal di rumah kontrakan di Kp. Dangdeur
> > No. 47 di daerah Setrasari Bandung. Rencananya, jika Alvia
> Nurdiansyah,
> > (10) anak pertama saya sudah tamat SD, saya pindah ke Cimahi. Sekarang
> > tanggung! Untuk menyiasati kenaikan BBM, saya berangkat kerja ke
> Cimahi
> > menggunakan sepeda ontel".
> >
> > Kisah Anto mengingatkan saya akan cerita tentang dua ekor katak karya
> > T.C. Hamlett. Dua ekor katak terjatuh ke dalam sekaleng krim.
> Sisi-sisi
> > kaleng itu sangat licin sedangkan krimnya dalam dan dingin.
> >
> > "Oh bagaimana ini?" kata katak yang pertama. "Inilah akhir hidupku.
> > Tidak ada yang menolong, kita pasti mati!" Ia mulai menangis dan
> > akhirnya tenggelam dalam krim.
> >
> > Katak kedua tak mudah menyerah pada keadaan. Ia mengayuh kakinya untuk
> > berenang. "Paling tidak, aku akan berenang sejenak." Ia terus
> > menggerak-gerakkan tubuh kecilnya. Tak lama, karena gerakan tubuh dan
> > kakinya itu, krim tersebut lambat laun mulai mengeras dan berubah
> > menjadi mentega. Katak itu pun langsung melompat keluar.
> >
> > *Sikap hati, pola pikir, dan keberanian mengambil resiko dengan
> > /action,/ itulah yang menentukan akhir hidupnya*.
> >
>
>
- 5c.
-
Re: (Inspirasi) Pilihan Sehat Kerja Bijak
Posted by: "teha" teha.sugiyo@toserbayogya.com
Thu Oct 16, 2008 6:51 pm (PDT)
selamat datang vety yang baik, silakan ambil tempat duduk sesuka hati.
di sini kita semua menjadi guru dan sekaligus murid. bagi-bagi
pengalamanmu saat menjadi pemain basket handal di sma, atau saat kau
dijahili teman sekantor, atau bahkan keputusanmu untuk memilih menjadi
ibu rt walau pengalaman kerjamu di bank dan kecerdasan gagasan-gagasanmu
sering membuatku geleng-geleng kepala. ayo ve, siap terjun, bagi-bagi
pengalaman yang segambreng itu (sori nia, pinjem istilahmu), untuk
memperkaya kita semua keluarga besar eska yang makin solid dalam
persaudaraan dan sohor di mana-mana (baca republika hari ini, jumat 17
oktober di lembar dialog jumat hal. 6). semoga kita semua dapat saling
berbagi, saling mendukung dan mnguatkan dalam persaudaraan dan cinta....
(^_^). teman-teman, sambut vety hendra, sahabat baru kita...
vety hendra wrote:
> Dear Pak Teha dan rekan lainnya,
>
> salam kenal.
> Saya vety, ibu rumah tangga, 36 tahun, berdomisili di tangerang.
>
> Terima kasih untuk tulisan ini.
> Sangat inspiratif.
> Mengingatkan kembali untuk kita memelihara semangat untuk berjuang.
>
> Sama seperti dulu saat kita baru belajar berjalan.
> Tanpa rasa putus asa, terus berusaha untuk bisa berdiri dan melangkah.
> Tanpa mengeluh mengapa lantai yang kita pijak terlalu licin, dlsb.
> Kita tak berhenti berusaha berjalan karena menyadari di usia hanya
> satu tahun itu kita cuma punya modal kaki lemah yang terlalu pendek.
> Tanpa berpikir yang aneh-aneh, terus berusaha untuk berdiri dan melangkah.
> Ada kebahagiaan besar ketika berhasil berjalan.
> Walau dengan tubuh limbung.
>
> Uniknya, semakin dewasa, ketika ada banyak pengetahuan masuk ke dalam
> otak kita, justru kita membiarkan pengotakan dunia luar menghalangi
> langkah kita.
> Karena bergelar pendidikan terbatas, karena sarana dari tempat kita
> kerja terbatas, karena prasarana yang kita miliki terbatas, karena tak
> punya bakat ini itu, lalu kita berhenti berusaha.
>
> Sabar, tekun, disiplin, tabah, tahan banting, tidak gampang menyerah,
> senantiasa terbuka dan berpikir positif. Ya inilah yg mesti senantiasa
> diingat.
>
> Terima kasih untuk kembali mengingatkan, Pak Teha...
>
> :-)
> vety
>
>
> 2008/10/14 teha <teha.sugiyo@ toserbayogya. com
> <mailto:teha.sugiyo@toserbayogya. >>com
>
> Inspirasi
>
> * PILIHAN SEHAT KERJA BIJAK *
>
> Oleh Teha Sugiyo
>
> Setiap pagi, kalau Anda melewati jalan Emong, dan jalan Burangrang
> dekat sekolah BPI, di kota Bandung, Anda pasti menyaksikan antrian
> panjang orang-orang yang masing-masing membawa tabung gas Elpiji.
> Mereka antri untuk membeli gas Elpiji. Tempo-tempo, saking
> panjangnya antrian itu, membuat arus lalu lintas di sekitarnya
> menjadi macet total. Tentu saja hal ini sangat mengganggu
> kelancaran lalu lintas, yang dapat berakibat keterlambatan masuk
> kerja.
>
> Dampak lanjutan krisis ekonomi global, membuat bergugurannya
> saham-saham di seluruh dunia termasuk Indonesia. Kurs mata uang
> Rupiah semakin anjlok. Bursa saham Indonesia dihentikan untuk
> sementara waktu. Orang-orang panik dan mulai tidak percaya kepada
> lembaga keuangan. Banyak orang menjual saham yang mengakibatkan
> kondisi bursa saham semakin terpuruk. Sebagian lagi menarik dana
> dari bank untuk diinvestasikan ke logam mulia atau bentuk lainnya.
>
> Banyak jalan menuju Roma. Banyak cara menyiasati kesulitan. Hidup
> semakin susah, harga BBM, listrik, air, dan tabung gas meningkat
> tajam mencapai 80-200% per tahun. Seluruh kebutuhan hidup,
> menghadapi akhir tahun ikut naik, sementara kenaikan penghasilan,
> tidak sebanding dengan kenaikan harga.
>
> Angka pengangguran semakin meningkat. Tahun 2007 saja, konon,
> jumlah tenaga pengangguran berkisar pada angka 44 juta jiwa.
> Nampaknya, semakin lama, hidup menjadi semakin susah. /So what? /
>
>
> / "Go Diamond!" / kata para pengusaha bisnis jejaring.
>
> /"Go Freedom!"/ kata pebisnis jaringan lainnya.
>
>
> Untuk menjadi "/diamond/" atau "/freedom/" memang tidak semudah
> membalik telapak tangan. Dibutuhkan kerja keras, di samping juga
> kerja bijak. Nah, persoalannya: Bagaimana kerja keras dan kerja
> bijak itu?
>
> Nasihat bijak dari orang-orang yang telah mengalami sukses, adalah
> mengawalinya dengan impian, kemudian memvisualisasikan dalam
> gagasan-gagasan, untuk selanjutnya melakukan tindakan. "/Action is
> power/", kata Andrie Wongso, motivator handal yang pernah menjadi
> penjaga gudang dan pemain film itu.
>
> Langkah ke seribu itu memang dimulai dari langkah pertama. Langkah
> pertama itu pun dimulai dengan adanya kesadaran untuk berani
> mengambil keputusan! Hasil besar itu memang diawali dengan langkah
> kecil. Dan langkah kecil itu bisa bermacam cara. Ada moral
> filosofi yang mengajarkan: jujur, setia dan rendah hati. Ada
> nilai-nilai lain yang terjabar dalam filosofi itu: sabar, tekun,
> disiplin, tabah, tahan banting, tidak gampang menyerah, senantiasa
> terbuka dan berpikir positif. Bahkan, perusahaan-perusaha an
> raksasa yang sekarang kita saksikan, dibangun dari usaha kecil
> yang penuh perjuangan.
>
> Segala sesuatu memang sulit pada awalnya, tetapi akan menjadi
> mudah sesudahnya. Berani mengambil keputusan! Itulah kuncinya!
> Berani mengubah haluan, manakala ditemui banyak badai dan topan
> menghadang. Kata lainnya, "berani mengambil resiko", berani
> bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan. Itulah awal mula
> keberhasilan.
>
> Keberanian untuk mengambil resiko itulah yang dilakukan oleh Anto
> (39), bapak 2 anak, yang sehari-hari menjadi /service crew/ bagian
> /General Merchandising/ (GMS) di sebuah perusahaan eceran di
> Cimahi sejak toko itu dibuka. Mengawali karir sebagai Pramuniaga
> Fashion di cabang lain dalam perusahaan yang sama, 4 Maret 1990,
> kemudian pindah ke Supermarket, departemen GMS. Tahun 1995, ia
> mutasi ke bagian Gudang GMS, dan setahun kemudian mutasi lagi ke
> cabang lain masih di lingkup pekerjaan yang sama.
>
> "Saya harus mengubah pola pikir dan berusaha untuk tetap maju.
> Setelah lama berpikir saya mencoba berjualan lotek, namun hanya
> bertahan selama 6 bulan. Kemudian saya 'banting setir' pindah
> usaha buka warung kecil - kecilan. Saya sangat bersyukur
> pendapatan mulai bertambah dan bisa mencukupi kebutuhan
> sehari-hari. Tahun 2006 saya bisa membeli rumah di Desa Tani Mulya
> Cipageran, Cimahi".
>
> "Sampai saat ini saya masih tinggal di rumah kontrakan di Kp.
> Dangdeur No. 47 di daerah Setrasari Bandung. Rencananya, jika
> Alvia Nurdiansyah, (10) anak pertama saya sudah tamat SD, saya
> pindah ke Cimahi. Sekarang tanggung! Untuk menyiasati kenaikan
> BBM, saya berangkat kerja ke Cimahi menggunakan sepeda ontel".
>
> Kisah Anto mengingatkan saya akan cerita tentang dua ekor katak
> karya T.C. Hamlett. Dua ekor katak terjatuh ke dalam sekaleng
> krim. Sisi-sisi kaleng itu sangat licin sedangkan krimnya dalam
> dan dingin.
>
> "Oh bagaimana ini?" kata katak yang pertama. "Inilah akhir
> hidupku. Tidak ada yang menolong, kita pasti mati!" Ia mulai
> menangis dan akhirnya tenggelam dalam krim.
>
> Katak kedua tak mudah menyerah pada keadaan. Ia mengayuh kakinya
> untuk berenang. "Paling tidak, aku akan berenang sejenak." Ia
> terus menggerak-gerakkan tubuh kecilnya. Tak lama, karena gerakan
> tubuh dan kakinya itu, krim tersebut lambat laun mulai mengeras
> dan berubah menjadi mentega. Katak itu pun langsung melompat keluar.
>
> *Sikap hati, pola pikir, dan keberanian mengambil resiko dengan
> /action,/ itulah yang menentukan akhir hidupnya*.
>
>
>
>
>
>
>
- 6a.
-
Posted by: "varel.g@live.com" varel.g@live.com
Thu Oct 16, 2008 7:21 am (PDT)
Terima kasih mbak novi koment na salamualaikum teman2
hu uh emang sesuatu yg kadang jelek bagi mungkin itu yg terbaik untuk kita dari Allah.
VG
-----Original Message-----
From: novi_ningsih <novi_ningsih@yahoo.com >
Sent: 2008-10-16 18:09:31 GMT+08:00
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
Subject: [sekolah-kehidupan] Re: wah aku juga mau dong nikah
WAh ceritanya menarik
dari mas supriyadi dan mas varel g
Kalo aku beda lagi, nenekku dari 1 kakek yang dua... Nenekku justru
yang lebih muda.
tapi mereka rukun sejahtera. nah lho, nanti ceritanya jadi melebar ke
urusan poligami lagi, hehe
selamat datang buat temen-teman yang baru :)
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , varel.g@... wrote:com
>
> Wah crita mas supri mengingatkan pada kisahku juga. Orang tuaku tdak
cerai. ibuku adlh istri tua. Karena bapakku punya dua istri. Walaupun
dulu sering bertengkar sehinga timbul percecokan antara kedua orang
tuaku. Tp aku malah menemukan ibu tiri aku yg baik sampai dia
membiayai aku kuliah.
> Ternyata masalah itu aku bisa dewasa dan bisa menghargai wanita.
Terima kasih ibu tiriku walau kdng aku membencimu.
> Tp karenamu aku bisa kuliah.
> (duh agar berkaca-kaca mataku). Dan aku mendapt tmbhan sodara karena
keluar ibu tiriku bnyk. Kalo lebran rame.
>
> Terimakasih buat kedua ibuku. Jasamu gak terlupakan walo aku sering
salah pd kalian
>
> salam sayank
> varel g
>
>
>
>
> -----Original Message-----
> From: Zara Zahira <zarazahira@...>
> Sent: 2008-10-16 09:06:09 GMT+08:00
> To: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
> Subject: [sekolah-kehidupan] Re: Nderek Nepangaken
>
> nice story
> hidup harus diteruskan, betul ta..
> cepat-cepat cari jodoh, nanti siapa yang akan jaga kita kalau tua
nanti kalau bukan anak
> kalau nak boleh tolong carikan,
> nak orang malaysia,kah....
>
> salam
> zetty
> selangor
>
> Ã
>
>
> ----- Original Message ----
> From: patisayang <patisayang@...>
> To: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
> Sent: Thursday, October 16, 2008 8:46:24 AM
> Subject: [sekolah-kehidupan] Re: Nderek Nepangaken
>
>
> Podo-podo wong nJowo, monggo disekecakaken Mas. Mungkin kisah hidupnya
> bisa dibagikan lagi dalam serpihan2 kecil yang bisa kita ambil sisi
> pembelajarannya. Misal suka dukanya mengejar cita-cita dengan tinggal
> di Solo.
>
> salam,
> Indar
> Pati-Surabaya- Sidoarjo
>
> --- In sekolah-kehidupan@ yahoogroups. com, "supriyadi_karangan yar"
> <supriyadi_karangan yar@> wrote:
> >
> > My name is Supriyadi. I was born on 8th of June 1980. I live in
> > Semarang, but I was staying in one boarding house in Solo. When I
> > was 9 months old, my parents divorced. My father is now stay in his
> > hometown Purwokerto with my grandmother. My mother stay in Bali with
> > her new husband and children.
> > After my parents divorced, I live with my uncle. When I was
> > graduated from Junior High School, my uncle told that i could not
> > continue my study because he did not have money. After that I asked
> > my teacher, and I get information if I would go to study in Senior
> > High School, I could go to orphanage in Solo. After this I live in
> > orphanage and I studying in Senior High School. I graduated from
> > Senior High School in 1999. Because I didn't have much money for
> > enrolling to University, I was applying as customer service in one
> > of supermarket in Yogyakarta. In 2001, two years after I graduated
> > from Senior High School, I was going to collage in Islamic State
> > Universiy of Yogyakarta and graduated in 2005.
> > Rightnow, I am stay in Semarang because I get the job in one of
> > Education NGO in Semarang as an ICT Assistant, InsyaAlloh until
> > 2010. After this, I will come to Solo for teaching in one of
> > favorite elemenetary school in Solo.. I hope I get married soon,
> > because I am 28 years old and all my friend have already married an
> > have children. He he he. Thanks for reading my live story.
> >
>
- 6b.
-
Re:
Posted by: "Nia Robiatun Jumiah" musimbunga@gmail.com
Thu Oct 16, 2008 3:55 pm (PDT)
karena 'apa yang belum kita tau kadang jadi emas buat kita'
ngutip dari infotainment hi..hi..
ditunggu om varel tulisan2 selanjutnya:)
2008/10/16 <varel.g@live.com >
> Terima kasih mbak novi koment na salamualaikum teman2
> hu uh emang sesuatu yg kadang jelek bagi mungkin itu yg terbaik untuk kita
> dari Allah.
>
> VG
>
> -----Original Message-----
> From: novi_ningsih <novi_ningsih@yahoo.com <novi_ningsih%40yahoo.com> >
> Sent: 2008-10-16 18:09:31 GMT+08:00
> To: sekolah-kehidupan@yahoogroups. <sekolah-kehidupan%com 40yahoogroups. com>
> Subject: [sekolah-kehidupan] Re: wah aku juga mau dong nikah
>
> WAh ceritanya menarik
> dari mas supriyadi dan mas varel g
>
> Kalo aku beda lagi, nenekku dari 1 kakek yang dua... Nenekku justru
> yang lebih muda.
>
> tapi mereka rukun sejahtera. nah lho, nanti ceritanya jadi melebar ke
> urusan poligami lagi, hehe
>
> selamat datang buat temen-teman yang baru :)
>
> --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. <sekolah-kehidupan%com 40yahoogroups. com>,
> varel.g@... wrote:
> >
> > Wah crita mas supri mengingatkan pada kisahku juga. Orang tuaku tdak
> cerai. ibuku adlh istri tua. Karena bapakku punya dua istri. Walaupun
> dulu sering bertengkar sehinga timbul percecokan antara kedua orang
> tuaku. Tp aku malah menemukan ibu tiri aku yg baik sampai dia
> membiayai aku kuliah.
> > Ternyata masalah itu aku bisa dewasa dan bisa menghargai wanita.
> Terima kasih ibu tiriku walau kdng aku membencimu.
> > Tp karenamu aku bisa kuliah.
> > (duh agar berkaca-kaca mataku). Dan aku mendapt tmbhan sodara karena
> keluar ibu tiriku bnyk. Kalo lebran rame.
> >
> > Terimakasih buat kedua ibuku. Jasamu gak terlupakan walo aku sering
> salah pd kalian
> >
> > salam sayank
> > varel g
> >
> >
> >
> >
> > -----Original Message-----
> > From: Zara Zahira <zarazahira@...>
> > Sent: 2008-10-16 09:06:09 GMT+08:00
> > To: sekolah-kehidupan@yahoogroups. <sekolah-kehidupan%com 40yahoogroups. com>
> > Subject: [sekolah-kehidupan] Re: Nderek Nepangaken
> >
> > nice story
> > hidup harus diteruskan, betul ta..
> > cepat-cepat cari jodoh, nanti siapa yang akan jaga kita kalau tua
> nanti kalau bukan anak
> > kalau nak boleh tolong carikan,
> > nak orang malaysia,kah....
> >
> > salam
> > zetty
> > selangor
> >
> > Â
> >
> >
> > ----- Original Message ----
> > From: patisayang <patisayang@...>
> > To: sekolah-kehidupan@yahoogroups. <sekolah-kehidupan%com 40yahoogroups. com>
> > Sent: Thursday, October 16, 2008 8:46:24 AM
> > Subject: [sekolah-kehidupan] Re: Nderek Nepangaken
> >
> >
> > Podo-podo wong nJowo, monggo disekecakaken Mas. Mungkin kisah hidupnya
> > bisa dibagikan lagi dalam serpihan2 kecil yang bisa kita ambil sisi
> > pembelajarannya. Misal suka dukanya mengejar cita-cita dengan tinggal
> > di Solo.
> >
> > salam,
> > Indar
> > Pati-Surabaya- Sidoarjo
> >
> > --- In sekolah-kehidupan@ yahoogroups. com, "supriyadi_karangan yar"
> > <supriyadi_karangan yar@> wrote:
> > >
> > > My name is Supriyadi. I was born on 8th of June 1980. I live in
> > > Semarang, but I was staying in one boarding house in Solo. When I
> > > was 9 months old, my parents divorced. My father is now stay in his
> > > hometown Purwokerto with my grandmother. My mother stay in Bali with
> > > her new husband and children.
> > > After my parents divorced, I live with my uncle. When I was
> > > graduated from Junior High School, my uncle told that i could not
> > > continue my study because he did not have money. After that I asked
> > > my teacher, and I get information if I would go to study in Senior
> > > High School, I could go to orphanage in Solo. After this I live in
> > > orphanage and I studying in Senior High School. I graduated from
> > > Senior High School in 1999. Because I didn't have much money for
> > > enrolling to University, I was applying as customer service in one
> > > of supermarket in Yogyakarta. In 2001, two years after I graduated
> > > from Senior High School, I was going to collage in Islamic State
> > > Universiy of Yogyakarta and graduated in 2005.
> > > Rightnow, I am stay in Semarang because I get the job in one of
> > > Education NGO in Semarang as an ICT Assistant, InsyaAlloh until
> > > 2010. After this, I will come to Solo for teaching in one of
> > > favorite elemenetary school in Solo.. I hope I get married soon,
> > > because I am 28 years old and all my friend have already married an
> > > have children. He he he. Thanks for reading my live story.
> > >
> >
>
>
>
- 7.
-
(Intermezo Jelang Weekend) Beberapa hari bersama GRAJ Nurkamnari Dew
Posted by: "Made Teddy Artiana" made.teddyartiana@yahoo.com
Thu Oct 16, 2008 7:51 am (PDT)
--- On Thu, 10/16/08, Made Teddy Artiana <made.t.artiana@gmail.com > wrote:
From: Made Teddy Artiana <made.t.artiana@gmail.com >
Subject: (Intermezo Jelang Weekend) Beberapa hari bersama GRAJ Nurkamnari Dewi di Keraton Jogja
To: made.teddyartiana@yahoo.com , wida.yunita@yahoo.com
Date: Thursday, October 16, 2008, 2:26 PM
Beberapa Hari Bersama GRAJ Nurkamnari Dewi
By Made Teddy Artiana
http://semarbagongpetrukgareng. blogspot. com/
Sampai saat ini, dapat dikatakan pengalaman yang satu ini masih menempati ranking pertama di hatiku. Memang, turun dari Gunung Pangrango diantara deru hujan badai sehabis pemotretan, bukan pengalaman biasa. Begitu juga datang celingukan ke sebuah rumah mirip museum, tanpa tahu sebelumnya bahwa itu adalah rumah Setiawan Djody untuk serangkaian foto tunangan keponakan beliau tercinta juga sebuah kejutan luar biasa bagiku. Apalagi 'ngerjain' Om Bob yang rela berjongkok dengan lutu rematik plus tanpa sandal di dekat kandang ayam di belakang rumah beliau, juga merupakan pengalaman yang super istimewa. Dan aku sangat amat bersyukur diberikan kemurahan untuk mengalami hal-hal tersebut.
Tapi, berkeliaran motret pengantin dengan berbelangkon, mengenakan kamben, berbaju ala abdi dalem, tanpa alas kaki, berkalung tanda pengenal khusus dan berjongkok-jongkok di antara para pengawal keraton dan ketatnya aturan keraton Jogjakarta tentunya merupakan cerita yang lain...Jujur pemotretan kali ini..aku merasa lebih sebagai abdi dalem ketimbang seorang berfrofesi sebagai fotografer. Tapi..entah mengapa aku sangat menikmatinya.
Nurkamnari Dewi, anak ketiga Ngarso Dalem (Sultan Hamengkubuwono X) memang istimewa. Ada beberapa hal yang membuat ia layak mendapatkan 'predikat' tersebut. Pertama, karena ia adalah anak dari orang nomor satu Jogja. Kedua, karena ia dikenal sangat merakyat. Ketiga, karena ukuran tubuhnya yang besar(gemuk), walaupun siapapun sepakat bahwa ia berwajah cantik..ehm. ..maaf ya Gusti :-)
Beberapa hari sebelum pemotretan aku mendapat kesempatan langka, bertandang kerumah orang nommor satu Jogja tersebut. Tebak apa yang kutemui...Sri Sultan tengah bercelana pendek bermain mobil-mobilan dengan cucu bersama istri tercinta (kanjeng Ratu Hemas) di teras belakang rumah. Bahkan setelah bercakap-cakap sekian lama..aku baru sadar bahwa beliau adalah Raja Jogja itu sendiri..weleh-weleh. Sungguh jauuuuuuuh dari bayanganku, tentang keangkeran seorang raja. Memang beliau-beliau adalah orang-orang yang mulia namun sederhana. Tak heran jika rakyat Jogja begitu mencintai beliau berdua.
Akhirnya..saat yang aku tunggu-tunggu tiba acara pernikahan Mbak Dewi dan Mas Jun alias GRAJ Nurkamnari Dewi dan Jun Prasetyo, SE, MBA. Pernikahan yang sangat luar biasa, bukan karena kemewahan, namun justru karena kentalnya budaya yang menyelimutinya. Mengenai detail prosesi, seperti nya sudah banyak dibahas oleh media cetak dan media televisi.
Banyak cerita lucu didalamnya..terutama ketika berbaur dengan rekan-rekan dari crew televisi dan majalah dari Jakarta. Ketatnya peraturan kadang membuat kami frustasi tapi apa boleh buat..jangankan kami..Sri Sultan pun 'harus' menaati peraturan-peraturan tersebut. Apalagi kami.. Tapi justru disana indahnya negara ini bukan ? Begitu banyak adat dan budaya yang unik didalamnya. Apakah ini beban ? Aku rasa tidak sama sekali.
Salah satu cerita lucu didalamnya adalah ketika prosesi gendongan. Dalam prosesi ini mempelai laki-laki (Mas Jun) harus menggendong mempelai wanita (Nurkamnari) yang memiliki ukuran tubuh lebih besar dari nya...didepan mertua dan khalayak undangan.
(Waduh mohon maaf sekali lagi ya Gusti Dewi :-))
Nah khusus untuk prosesi tersebut didatangkanlah seorang 'stutmant' yang cukup kekar yang bertugas membantu Mas Jun melakukan prosesi tersebut. Tak urung membuat kami semua tersenyum-senyum geli, tidak terkecuali Ngarso Dalem (Sri Sultan), walau tampak mengikuti acara dengan hikmat namun semburat senyuman tampak jelas di wajah arief beliau.
Seorang crew TV Swasta didekatku dengan mimik serius sembari mengeleng-gelengkan kepala bergumam "Memang berat ya Mas Made, jadi mantu Raja ."
Kontan aku dan beberapa teman-teman wartawan meledak oleh tawa...sebelum pelototan seorang pengawal keraton menyadarkan kami.
"Mbok jangan dibahas toh Mas ", katanya sambil menahan tawa (juga).
****
Selamat berbahagia dan sukses selalu buat Mbak Dewi dan Mas Jun...
We All Love You Guys !!!
Pernikahan Nurkamnari Dewi dan Jun Prasetyo dapat disaksikan di http://nurkamnaridewi.multiply. com/
Demi alasan 'KEAMANAN' kami hanya menampilkan foto dalam jumlah terbatas.
salam hangat,
MTA-Made Teddy Artiana
photographer berdarah bali yang sangat cinta jogja.
email. teddyartiana_photography@ yahoo.com
Photo Galery
# Commercial Photography #
http://companyprofile.multiply. com
http://withbobsadino.multiply. com
# Jurnalism Photography #
http://fotojalanan.multiply. com
# Wedding Photography #
http://prewedding3.multiply. com
http://prewedding2.multiply. com
http://prewedding.multiply. com
http://outdoorprewedding.multiply. com
http://candidwedding.multiply. com
http://weddingcandid.multiply. com
http://weddingceremony.multiply. com
CONTACT US
Esia. 96202505
Flexy. 70820318
mobile 0815 740 900 80 - 0813 178 227 20
- 8.
-
(Ruang Baca) Menggenggam Cahaya
Posted by: "Rini Agus Hadiyono" rinurbad@yahoo.com rinurbad
Thu Oct 16, 2008 3:57 pm (PDT)
Penulis: Komunitas Sekolah Kehidupan
Penerbit: Eska Publishing
Tebal: xii + 190 halaman
Cetakan: I, Juli 2008
Skor: 7,9
Saya tidak kompeten menilai puisi, maka yang akan diuraikan adalah
kesan terhadap prosanya saja.
Kelebihan:
1. Desain sampul. Yang depan jelas sangat sesuai dengan judul,
meskipun saya lebih menyukai sampul belakangnya. Ini sekadar selera,
jadi bila disebut aneh pun saya terima:-)
2. Layout, cukup rapi dan tertata baik. Ilustrasi di halaman-halaman
pemisah bab dan untaian kata puitisnya pun pas.
3. Beberapa esai yang menurut saya dapat bertutur
dengan simpel tapi menarik, sehingga memperoleh 'nilai' tertinggi:
- Ibu (Arham Kendari)
- Kekayaan Berharga (CaturCatriks)
- Nasi Goreng (Lia Octavia)
- Kekuatan Sang Pemimpi (Jenny Jusuf)
- Cerita di Balik Rumah Kopel (Ichen Zr.)
Kekurangan:
1. Proofreading. Relatif tidak mengganggu, namun bila penyuntingan
mendalam di satu-dua tulisan tampak 'terlewatkan', saya dapat sangat
memaklumi.
2. Cetakan. Hurufnya samar-samar, alhamdulillah jaraknya cukup
bersahabat untuk mata saya.
- 9a.
-
(Ruang Baca) Kolak Ramadhan, Kumpulan Kisah Manis di Bulan Suci
Posted by: "Rini Agus Hadiyono" rinurbad@yahoo.com rinurbad
Thu Oct 16, 2008 4:03 pm (PDT)
Penulis: Komunitas Sekolah Kehidupan
Penerbit: Hamdalah
Tebal: vi + 192 halaman
Cetakan: I, September 2008
Beli di: Togamas, Bandung
Harga: Rp 32.000,00 (sebelum diskon 15%)
Skor: 7,25
Seperti halnya kolak yang dihidangkan sebagai sajian pembuka setelah
adzan Maghrib berkumandang, rasa manis hanya dapat dinikmati usai
mengecap kegetiran. Terkadang dalam tempo cukup lama.
Sebagai salah satu juri Lomba Menulis 1001 Ramadhan komunitas Sekolah
Kehidupan tahun lalu, yang kemudian dibukukan hasilnya meski tidak
semua dimuat di sini, saya tergerak untuk mengetahui penampilan akhir
buku yang ditata apik dengan ilustrasi kaver menggiurkan (terutama
bila tengah menahan haus di bulan Ramadhan) goresan Dyotami Febriani
ini.
Penilaian saya dahulu tidak banyak berubah. Berikut ini beberapa
tulisan yang menonjol:
1. Si Upik Tidur - St. Fatimah; menautkan makna manis
dengan senyuman yang terulas setelah membaca cerita ini.
2. Berkah Tercurah dan Demi Amanah - Indarwati Harsono; akan lebih
berkilau lagi jika judulnya dipersingkat. Namun sudah menawarkan isi
yang berbeda dari kebanyakan kisah Ramadhan.
3. Kecilku di Bulan Ramadhan - Arya Noor Amarsyah Bustamam; akan makin
mantap bila tulisannya dibuat lebih ringkas.
4. Kesederhanaan Ramadhan di Hutan - Imam Suyudi. Topiknya sangat
unik.
5. Ketika Si Mbak Mudik - Noviyanti Utaminingsih. Ringan, tapi
langsung pada sasaran sehingga Novi berhasil menghayati pengalaman
pribadinya.
6. Setangkup Cinta Pesantren Impian - Lia Octavia. Kelebihannya adalah
kalimat pembuka yang menarik.
Terlepas dari kekurangannya (terutama dalam penyuntingan), Kolak
Ramadhan akan selalu menjadi hidangan yang dirindukan pada bulan
mulia.
- 9b.
-
Re: (Ruang Baca) Kolak Ramadhan, Kumpulan Kisah Manis di Bulan Suci
Posted by: "novi_ningsih" novi_ningsih@yahoo.com novi_ningsih
Thu Oct 16, 2008 4:54 pm (PDT)
Senennya baca ini pagi-pagi :D
hehehe, udah dicicip ya kolaknya, mba Rini :)
apa udah abis tandas :D
Jadi ingat pengalaman ditinggal si mbak :D
dan lebaran kemaren, total ditinggal penuh sama si mbak :D
dengan memutuskan tanpa mbak sama sekali...
Ketar-ketir deh... yang biasanya, kerja dan aktivitas tanpa terbebani
apa-apa, kudu cek dan ricek dan beberes :D.
Wah, jadi ingat lagi, belum semua penulis dapat buku kolak
jadi reminder juga, neh :)
Oh, ya, temen Eska pada beli, ya...
insya Allah, bakal diresensi juga lho, ya sama harian di jakarta, ya
nggak mbak Lia :)
salam
Novi
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "Rini Agus Hadiyono"com
<rinurbad@...> wrote:
>
> Penulis: Komunitas Sekolah Kehidupan
> Penerbit: Hamdalah
> Tebal: vi + 192 halaman
> Cetakan: I, September 2008
> Beli di: Togamas, Bandung
> Harga: Rp 32.000,00 (sebelum diskon 15%)
> Skor: 7,25
>
> Seperti halnya kolak yang dihidangkan sebagai sajian pembuka setelah
> adzan Maghrib berkumandang, rasa manis hanya dapat dinikmati usai
> mengecap kegetiran. Terkadang dalam tempo cukup lama.
>
> Sebagai salah satu juri Lomba Menulis 1001 Ramadhan komunitas Sekolah
> Kehidupan tahun lalu, yang kemudian dibukukan hasilnya meski tidak
> semua dimuat di sini, saya tergerak untuk mengetahui penampilan akhir
> buku yang ditata apik dengan ilustrasi kaver menggiurkan (terutama
> bila tengah menahan haus di bulan Ramadhan) goresan Dyotami Febriani
> ini.
>
> Penilaian saya dahulu tidak banyak berubah. Berikut ini beberapa
> tulisan yang menonjol:
>
> 1. Si Upik Tidur - St. Fatimah; menautkan makna manis
> dengan senyuman yang terulas setelah membaca cerita ini.
>
> 2. Berkah Tercurah dan Demi Amanah - Indarwati Harsono; akan lebih
> berkilau lagi jika judulnya dipersingkat. Namun sudah menawarkan isi
> yang berbeda dari kebanyakan kisah Ramadhan.
>
> 3. Kecilku di Bulan Ramadhan - Arya Noor Amarsyah Bustamam; akan makin
> mantap bila tulisannya dibuat lebih ringkas.
>
> 4. Kesederhanaan Ramadhan di Hutan - Imam Suyudi. Topiknya sangat
> unik.
>
> 5. Ketika Si Mbak Mudik - Noviyanti Utaminingsih. Ringan, tapi
> langsung pada sasaran sehingga Novi berhasil menghayati pengalaman
> pribadinya.
>
> 6. Setangkup Cinta Pesantren Impian - Lia Octavia. Kelebihannya adalah
> kalimat pembuka yang menarik.
>
> Terlepas dari kekurangannya (terutama dalam penyuntingan), Kolak
> Ramadhan akan selalu menjadi hidangan yang dirindukan pada bulan
> mulia.
>
- 10a.
-
(syukur) atikel sk di republika jumat, 17 okt 2008
Posted by: "Bu CaturCatriks" punya_retno@yahoo.com punya_retno
Thu Oct 16, 2008 4:37 pm (PDT)
dear all,
ada artikel ttg sk di republika hari ini, umat 17 okt 2008
bagian tabloid jumat (lembar terpisah), hal 6.
judul: sekolah kehidupan: solidnya sebuah persaudaraan.
mohon maaf tidak bisa mengetikkan ulang artikel tersebut.
terima kasih.
dan selamat buat para sahabat sk.
-retno-
- 10b.
-
Re: (syukur) atikel sk di republika jumat, 17 okt 2008
Posted by: "Nia Robiatun Jumiah" musimbunga@gmail.com
Thu Oct 16, 2008 4:41 pm (PDT)
Alhamdulillah...
maksih ya..
btw, sudah sembuhklah bu catur dan pak catur?
2008/10/17 Bu CaturCatriks <punya_retno@yahoo.com >
> dear all,
>
> ada artikel ttg sk di republika hari ini, umat 17 okt 2008
> bagian tabloid jumat (lembar terpisah), hal 6.
> judul: sekolah kehidupan: solidnya sebuah persaudaraan.
> mohon maaf tidak bisa mengetikkan ulang artikel tersebut.
> terima kasih.
> dan selamat buat para sahabat sk.
>
> -retno-
>
>
>
- 10c.
-
Re: (syukur) atikel sk di republika jumat, 17 okt 2008
Posted by: "novi_ningsih" novi_ningsih@yahoo.com novi_ningsih
Thu Oct 16, 2008 4:55 pm (PDT)
Baru aja baca :)ingat maklumatnya mba Lia, langsung panggil tukang
koran pas lewat :)
duh, senengnya, Eska makin terkenal, deh
:D
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "Bu CaturCatriks"com
<punya_retno@...> wrote:
>
> dear all,
>
> ada artikel ttg sk di republika hari ini, umat 17 okt 2008
> bagian tabloid jumat (lembar terpisah), hal 6.
> judul: sekolah kehidupan: solidnya sebuah persaudaraan.
> mohon maaf tidak bisa mengetikkan ulang artikel tersebut.
> terima kasih.
> dan selamat buat para sahabat sk.
>
> -retno-
>
- 10d.
-
Re: (syukur) atikel sk di republika jumat, 17 okt 2008
Posted by: "inga_fety" inga_fety@yahoo.com inga_fety
Thu Oct 16, 2008 6:02 pm (PDT)
novi, bikin resensinya donk:)
aku gak bisa baca disini..:(
salam,
fety
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "novi_ningsih"com
<novi_ningsih@...> wrote:
>
>
> Baru aja baca :)ingat maklumatnya mba Lia, langsung panggil tukang
> koran pas lewat :)
>
> duh, senengnya, Eska makin terkenal, deh
> :D
>
>
>
>
> --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "Bu CaturCatriks"com
> <punya_retno@> wrote:
> >
> > dear all,
> >
> > ada artikel ttg sk di republika hari ini, umat 17 okt 2008
> > bagian tabloid jumat (lembar terpisah), hal 6.
> > judul: sekolah kehidupan: solidnya sebuah persaudaraan.
> > mohon maaf tidak bisa mengetikkan ulang artikel tersebut.
> > terima kasih.
> > dan selamat buat para sahabat sk.
> >
> > -retno-
> >
>
- 10e.
-
Re: (syukur) atikel sk di republika jumat, 17 okt 2008
Posted by: "Lia Octavia" liaoctavia@gmail.com octavialia
Thu Oct 16, 2008 7:50 pm (PDT)
Alhamdulillah, saya juga sudah membacanya.
Apakah ada yang bersedia membantu mengetikkan ulang artikelnya buat Mbak
Fety dan sahabat-sahabat SK di luar negeri yang tidak bisa mendapatkan
koran Republika?
Artikelnya berjudul: "Sekolah Kehidupan - Solidnya Sebuah Persaudaraan"
Salam hangat
Lia
2008/10/17 inga_fety <inga_fety@yahoo.com >
> novi, bikin resensinya donk:)
> aku gak bisa baca disini..:(
>
> salam,
> fety
>
> --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. <sekolah-kehidupan%com 40yahoogroups. com>,
> "novi_ningsih"
>
> <novi_ningsih@...> wrote:
> >
> >
> > Baru aja baca :)ingat maklumatnya mba Lia, langsung panggil tukang
> > koran pas lewat :)
> >
> > duh, senengnya, Eska makin terkenal, deh
> > :D
> >
> >
> >
> >
> > --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. <sekolah-kehidupan%com 40yahoogroups. com>,
> "Bu CaturCatriks"
> > <punya_retno@> wrote:
> > >
> > > dear all,
> > >
> > > ada artikel ttg sk di republika hari ini, umat 17 okt 2008
> > > bagian tabloid jumat (lembar terpisah), hal 6.
> > > judul: sekolah kehidupan: solidnya sebuah persaudaraan.
> > > mohon maaf tidak bisa mengetikkan ulang artikel tersebut.
> > > terima kasih.
> > > dan selamat buat para sahabat sk.
> > >
> > > -retno-
> > >
> >
>
>
>
- 10f.
-
Re: (syukur) atikel sk di republika jumat, 17 okt 2008
Posted by: "Syafaatus Syarifah" syarifah@gratika.co.id sya4215
Thu Oct 16, 2008 8:02 pm (PDT)
langsung ngacir beli republika
selamat yaaa...
bravo SK!
----- Original Message -----
From: inga_fety
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
Sent: Friday, October 17, 2008 8:02 AM
Subject: [sekolah-kehidupan] Re: (syukur) atikel sk di republika jumat, 17 okt 2008
novi, bikin resensinya donk:)
aku gak bisa baca disini..:(
salam,
fety
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "novi_ningsih"com
<novi_ningsih@...> wrote:
>
>
> Baru aja baca :)ingat maklumatnya mba Lia, langsung panggil tukang
> koran pas lewat :)
>
> duh, senengnya, Eska makin terkenal, deh
> :D
>
>
>
>
> --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "Bu CaturCatriks"com
> <punya_retno@> wrote:
> >
> > dear all,
> >
> > ada artikel ttg sk di republika hari ini, umat 17 okt 2008
> > bagian tabloid jumat (lembar terpisah), hal 6.
> > judul: sekolah kehidupan: solidnya sebuah persaudaraan.
> > mohon maaf tidak bisa mengetikkan ulang artikel tersebut.
> > terima kasih.
> > dan selamat buat para sahabat sk.
> >
> > -retno-
> >
>
- 10g.
-
Re: (syukur) atikel sk di republika jumat, 17 okt 2008
Posted by: "dewi cendika" candy_hepi@yahoo.com candy_hepi
Thu Oct 16, 2008 8:12 pm (PDT)
 wah..sudah lama ga komen....hehee....
sk tambah kerenn ajaaaa......
artikelnya retno yaaa???? maaf klo salah....selamat yaa....
langsung cariii ahh.......kudu belii
salam persahabatan
Ichen
www.ichenzr.multiply. com
Â
----- Original Message ----
From: Syafaatus Syarifah <syarifah@gratika.co.id >
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
Sent: Friday, October 17, 2008 10:02:20
Subject: Re: [sekolah-kehidupan] Re: (syukur) atikel sk di republika jumat, 17 okt 2008
langsung ngacir beli republika
Â
selamat yaaa...
Â
bravo SK!
Â
Â
----- Original Message -----
From: inga_fety
To: sekolah-kehidupan@ yahoogroups. com
Sent: Friday, October 17, 2008 8:02 AM
Subject: [sekolah-kehidupan] Re: (syukur) atikel sk di republika jumat, 17 okt 2008
novi, bikin resensinya donk:)
aku gak bisa baca disini..:(
salam,
fety
--- In sekolah-kehidupan@ yahoogroups. com, "novi_ningsih"
<novi_ningsih@ ...> wrote:
>
>
> Baru aja baca :)ingat maklumatnya mba Lia, langsung panggil tukang
> koran pas lewat :)
>
> duh, senengnya, Eska makin terkenal, deh
> :D
>
>
>
>
> --- In sekolah-kehidupan@ yahoogroups. com, "Bu CaturCatriks"
> <punya_retno@ > wrote:
> >
> > dear all,
> >
> > ada artikel ttg sk di republika hari ini, umat 17 okt 2008
> > bagian tabloid jumat (lembar terpisah), hal 6.
> > judul: sekolah kehidupan: solidnya sebuah persaudaraan.
> > mohon maaf tidak bisa mengetikkan ulang artikel tersebut.
> > terima kasih.
> > dan selamat buat para sahabat sk.
> >
> > -retno-
> >
>
New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions. yahoo.com/ newdomains/ aa/ - 10h.
-
Re: (syukur) atikel sk di republika jumat, 17 okt 2008
Posted by: "Hadian Febrianto" hadianf@gmail.com hadian.kasep
Thu Oct 16, 2008 8:12 pm (PDT)
Melihat judul postingan ini langsung teringat akan kelupaan (halah bahasanya
susah euy) intinya lupa beli REPUBLIKA.
Alhamdulillaah OB di kantor bisa sigap dengan permintaan sayah (deuh kok ada
huruf 'h' sih, apakah ini 'h' untuk hadian?) dalam beberapa menit koran itu
sudah ada di meja saya (ga pake 'h' loh, hehehe).
BRAPO eSKa!!!
(maklum orang sunda susah bilang hurup 'f' dan 'v')
--
Regards,
Hadian Febrianto, S.Si
PT SAGA VISI PARIPURNA
Jl. Rereng Barong no.53 Bandung 40123
Ph/fax: (+6222) 2507537
- 11a.
-
Re: [catcil] Menggenggam Cahaya menjadi bahan pelajaran tambahan di
Posted by: "inga_fety" inga_fety@yahoo.com inga_fety
Thu Oct 16, 2008 5:59 pm (PDT)
wah, subhanallah mba lia:)
salam
fety
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "Lia Octavia"com
<liaoctavia@...> wrote:
>
> Assalamu'alaikum wrwb
>
> Sahabat-sahabat SK yang dirahmati Allah, saya sempat mengirimkan
satu buah
> buku Menggenggam Cahaya ke guru saya di Jombang beberapa hari yang
lalu. Dan
> ternyata di luar dugaan saya, animo para guru termasuk ustad dan
ustadzah di
> sana sangat besar dan menyambut baik adanya buku tersebut. Menurut
mereka,
> buku ini merupakan jenis buku yang sudah lama dinanti-nantikan
karena berisi
> pembelajaran yang didapat dari kehidupan.
>
> Yang lebih membuat saya terkejut lagi, ternyata guru Bahasa
Indonesia dan
> guru agama di sana menjadikan kisah-kisah di dalam buku ini sebagai
bahan
> pelajaran di kelas. Menurut mereka, selain mengajarkan kurikulum
yang sudah
> ditetapkan oleh pemerintah, mereka juga mulai membahas kisah-kisah
di dalam
> buku itu satu per satu. Hari ini mereka membahas kisah yang ditulis Pak
> Arham Kendari yang berjudul "Ibu".
>
> Hal ini sungguh membuat saya merenung dan menyadari betapa
> pengalaman-pengalaman hidup yang kita bagi bersama di sekolah kita
ini juga
> sangat diharapkan menjadi bahan pelajaran bagi orang lain yang kebetulan
> tidak bergabung dengan milis kita ini. Kehadiran buku itu setidaknya
menjadi
> sebuah oase alternatif lain dalam mata pelajaran di sekolah formal.
>
> Puji syukur hanya saya panjatkan pada-Nya. Karena hanya karena
kuasa-Nya lah
> yang menggerakkan kita semua melihat hikmah di balik setiap
peristiwa yang
> terjadi dan menuliskannya.
>
> Semoga keberkahan ini terus mengalir, bermanfaat, dan menginspirasi
banyak
> orang, bukan saja pada generasi saat ini, melainkan juga hingga
> generasi-generasi mendatang; anak cucu kita semua, yang menjadi prasasti
> kehidupan kita bahwa kita pernah ada di muka bumi ini. Amin.
>
>
>
> Salam
> Lia
>
- 11b.
-
Re: [catcil] Menggenggam Cahaya menjadi bahan pelajaran tambahan di
Posted by: "Bu CaturCatriks" punya_retno@yahoo.com punya_retno
Thu Oct 16, 2008 6:03 pm (PDT)
waalaikumsalam wr wb,
gyaaaaaaaaaaaaaaaaa! serius???
gyaaaaaaaaaaaaaaaaa! senangnya, senangnya!
alhamdulillah ya mbak lia?
selamat ya teman2!
gyaaaaaaaaaaaaaaaaa!
-retno-
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "novi_ningsih"com
<novi_ningsih@...> wrote:
>
> Subhanallah, merinding bacanya
>
>
> alhamdulillah, ya mbak lia :)
>
>
> --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "Lia Octavia"com
> <liaoctavia@> wrote:
> >
> > Assalamu'alaikum wrwb
> >
> > Sahabat-sahabat SK yang dirahmati Allah, saya sempat mengirimkan
> satu buah
> > buku Menggenggam Cahaya ke guru saya di Jombang beberapa hari
yang
> lalu. Dan
> > ternyata di luar dugaan saya, animo para guru termasuk ustad dan
> ustadzah di
> > sana sangat besar dan menyambut baik adanya buku tersebut.
Menurut
> mereka,
> > buku ini merupakan jenis buku yang sudah lama dinanti-nantikan
> karena berisi
> > pembelajaran yang didapat dari kehidupan.
> >
> > Yang lebih membuat saya terkejut lagi, ternyata guru Bahasa
> Indonesia dan
> > guru agama di sana menjadikan kisah-kisah di dalam buku ini
sebagai
> bahan
> > pelajaran di kelas. Menurut mereka, selain mengajarkan kurikulum
> yang sudah
> > ditetapkan oleh pemerintah, mereka juga mulai membahas kisah-
kisah
> di dalam
> > buku itu satu per satu. Hari ini mereka membahas kisah yang
ditulis Pak
> > Arham Kendari yang berjudul "Ibu".
> >
> > Hal ini sungguh membuat saya merenung dan menyadari betapa
> > pengalaman-pengalaman hidup yang kita bagi bersama di sekolah
kita
> ini juga
> > sangat diharapkan menjadi bahan pelajaran bagi orang lain yang
kebetulan
> > tidak bergabung dengan milis kita ini. Kehadiran buku itu
setidaknya
> menjadi
> > sebuah oase alternatif lain dalam mata pelajaran di sekolah
formal.
> >
> > Puji syukur hanya saya panjatkan pada-Nya. Karena hanya karena
> kuasa-Nya lah
> > yang menggerakkan kita semua melihat hikmah di balik setiap
> peristiwa yang
> > terjadi dan menuliskannya.
> >
> > Semoga keberkahan ini terus mengalir, bermanfaat, dan
menginspirasi
> banyak
> > orang, bukan saja pada generasi saat ini, melainkan juga hingga
> > generasi-generasi mendatang; anak cucu kita semua, yang menjadi
prasasti
> > kehidupan kita bahwa kita pernah ada di muka bumi ini. Amin.
> >
> >
> >
> > Salam
> > Lia
> >
>
- 12.
-
[Ruang Musik] Laskar Pelangi - Nidji
Posted by: "Lia Octavia" liaoctavia@gmail.com octavialia
Thu Oct 16, 2008 7:58 pm (PDT)
Dear Sahabat,
Setelah membaca artikel mengenai SK di Republika hari ini, saya ingin
memutarkan sebuah lagu buat sahabat-sahabat SK semua. Sebuah lagu yang
menjadi soundtrack film yang sedang menjadi buah bibir saat ini. Laskar
Pelangi.
Silakan mendengarkan lagunya di *
http://mutiaracinta.multiply. com/music/ item/71/Laskar_ Pelangi_By_ Nidji*
Selamat mendengarkan dan selamat berkarya, Sahabat.
Salam
Lia
********************* ********
*Laskar Pelangi*
By Nidji
mimpi adalah kunci
untuk kita menaklukkan dunia
telah hilang
tanpa lelah sampai engkau
meraihnya
laskar pelangi
takkan terikat waktu
bebaskan mimpimu di angkasa
raih bintang di jiwa
menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia
selamanya
cinta kepada hidup
memberikan senyuman abadi
walau ini kadang tak adil
tapi cinta lengkapi kita
laskar pelangi
takkan terikat waktu
jangan berhenti mewarnai
jutaan mimpi di bumi
menarilah dan terus tertawa
walau dunia takseindah surga
bersukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia
selamanya
Need to Reply?
Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Individual | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar