Messages In This Digest (7 Messages)
- 1a.
- LINK (syukur) artikel sk di republika jumat, 17 okt 2008 From: apriyanto aris
- 1b.
- [Mimbar] Demi Menjaga Mata dan Hati Kita From: M.Arif As Salman
- 1c.
- [Mimbar] Mencari Kebahagiaan From: M.Arif As Salman
- 2.
- 10 KEKELIRUAN DALAM WACANA ANTI RUU PORNOGRAFI From: Sunis Emgie
- 3.
- Winner and Looser From: Sunis Emgie
- 4.
- CERMIN KITA HARI INI.. From: Sunis Emgie
- 5.
- FW: (Curhat) I'm A SAHM and A Writer! From: d r
Messages
- 1a.
-
LINK (syukur) artikel sk di republika jumat, 17 okt 2008
Posted by: "apriyanto aris" apri_eldurra@yahoo.com aris_eldurra
Sat Oct 18, 2008 8:18 am (PDT)
siip dech mas...
fotonya gak ada yaa...
_____________________ _________ _________ _________ __
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com - 1b.
-
[Mimbar] Demi Menjaga Mata dan Hati Kita
Posted by: "M.Arif As Salman" marif_assalman@yahoo.com marif_assalman
Sat Oct 18, 2008 12:46 pm (PDT)
Suatu kali, masih dalam suasana lebaran, Hamid dan istrinya diundang Rozi datang ke rumahnya. Setelah disepakati, akhirnya mereka datang pada hari Kamis setelah Ashar. Rozi tinggal di kawasan Hay Tsamin, sedangkan Hamid tinggal di bilangan Hay `Asyir. Perjalanan dari Hay `Asyir ke Hay Tsamin hanya memakan waktu lebih kurang seperempat jam dengan mengendarai mobil.
Rozi dikenal sebagai seorang aktifis. Ia baru menyempurnakan setengah agamanya beberapa waktu yang lalu. Istrinya adalah rekan kerjanya disebuah organisasi yang pernah ia geluti. Rozi termasuk salah seorang figur yang dikenal luas dikalangan mahasiswa. Walau selalu menjadi Top Leaders dibeberapa organisasi yang pernah ia terjuni, ia juga termasuk mahasiswa yang berprestasi dibangku kuliah.
Tak heran banyak mahasiswi yang melirik padanya. Tapi Rozi bukan tipe cowok matre, ia punya prinsip dalam menentukan pilihan hidup. Baginya kecantikan bukanlah prioritas, yang paling utama adalah akhlak dan agama.
Sedangkan Hamid tak jauh berbeda dengan Rozi, ia juga seorang aktifis. Aktifitas Hamid lebih banyak dalam pergerakan dakwah. Ia juga termasuk figur dikalangan mahasiswa. Namanya sering tampil pada deretan teratas dalam setiap organisasi yang ia geluti. Hamid adalah seorang pribadi yang penuh hati-hati. Sebelum melangkah ia akan berpikir dua kali.
Hamid dan Rozi telah lama menjalin persahabatan sejak di Indonesia. Namun belakangan sejak mereka tiba di Mesir, mereka memilih aktifitas yang berbeda sehingga diantara mereka pun timbul perbedaan manhaj berfikir. Walau demikian, mereka tetap akur dan saling menghargai pandangan masing-masing. Persahabatan mereka tetap terjaga.
Rozi dan istrinya punya pikiran yang seirama. Dan karenanya mereka pun memadu cinta yang terbina dalam bingkai pernikahan. Risa, istri Rozi dikenal seorang akfitis di Kairo. Tulisan-tulisannya menyebar di buletin mahasiswa. Ide-idenya yang segar selalu mendapat respon positif dari pembaca. Selain cerdas, Risa juga seorang yang jelita. Ia bahkan jadi rebutan para mahasiswa, tapi sayang, cinta mereka tidak bersambut, buah cinta Risa jatuh pada Rozi. Rozi dan Risa memang pasangan yang serasi, sama-sama pintar, sama-sama gagah dan cantik dan sama-sama jadi rebutan.
Beda halnya dengan Rima, istrinya Hamid. Tak banyak yang kenal dengan wajahnya. Karena sejak tiba di Kairo ia telah mengenakan niqab, sejenis kain penutup muka. Disamping itu, ia tidak pernah ikut kegiatan yang didalamnya ada ikhtilath antara laki-laki dan wanita. Rima juga dikenal seorang aktifis dikalangan mahasiswi. Dalam beberapa kesempatan ia sering diminta tampil memberikan materi dalam acara bedah buku, dialog, diskusi, kajian, seminar dan lain-lainnya.
Hamid dan Rima adalah pasangan yang serasi, sama-sama aktifis pergerakan dakwah dan punya komitmen yang sama. Mereka juga sama-sama punya daya tarik bagi lawan jenis. Hamid dengan perawakan tenang dan air muka yang selalu berseri, enak di pandang mata, cerdas dan taat. Sedangkan Rima, adalah wanita anggun dengan sikap penuh keibuan dan kasih sayang.
Sesampai dirumah Rozi, Hamid dan istrinya dipersilahkan masuk menuju ruang tamu. Di ruang tamu Risa telah menunggu kedatangan mereka.
Hamid dan Rima agak berat kaki melangkah menuju ruang tamu, mereka masih berdiri di depan pintu.
Rozi bertanya pada Hamid, "Ada apa Akhi ?"
Hamid menjawab, "Nanti akan saya jelaskan pada Akhi, saya minta istri kita di ruang dalam dan kita berdua di ruang tamu".
Rozi pun menyetujui dan ia tidak merasa keberatan. Mereka berdua duduk diruang tamu. Saling berbagi cerita dan pengalaman sambil menikmati makanan dan minuman yang telah dihidangkan Rozi.
Akhirnya rasa penasaran yang bergejolak dalam hati Rozi ingin segera ditumpahkan, ia bertanya pada Hamid, "Akhi, apa yang menjadi alasan Akhi sehingga antara kita dengan istri kita berpisah ruangan? Barangkali Akhi bisa menjelaskan argumen yang Akhi miliki"
Hamid hanya tersenyum, kemudian berkata, "Hanya ingin jaga mata dan hati kita".
"Hanya sebatas itu?", Rozi bertanya sambil mengernyitkan keningnya.
"Iya", jawab Hamid sambil kembali tersenyum.
Hamid melanjutkan, "Akhi, kita sudah sama-sama pernah belajar, sudah sama-sama tahu bahwa Allah telah perintahkan laki-laki yang beriman dan wanita-wanita yang beriman untuk selalu menjaga, menahan dan menundukkan pandangan mereka dari melihat segala sesuatu yang diharamkan Allah dan dari segala sesuatu yang akan dapat membangkitkan syahwat, karena itu lebih menyucikan hati.
Pandangan adalah anak panah beracun dari syetan yang akan mengotori dan meracuni hati kita. Semakin sering mata melihat pada sesuatu yang akan mengotori hati, maka akan berkurang dan hilanglah lezatnya iman dalam hati dan nikmatnya beribadah.
Apa yang akan terjadi, kalau kita sama-sama duduk diruangan ini dengan istri-istri kita?
Kita tetap berbaik sangka, kita mungkin bisa saling menjaga, namun kita tidak tahu apa yang terjadi dalam hati. Dan mencegah lebih baik dari mengobati. Sebelum syetan lebih dulu menjerat kita dengan tipuannya, seorang mukmin harus lebih dahulu tahu akan hal itu.
Kalau kita duduk saling berhadapan, saya duduk dengan istri saya dan akhi duduk dengan istri akhi. Kemudian kita saling mengobrol, saling memandang, saling tertawa dan tersenyum. Bisa jadi terbersit dalam hati istri akhi ketika melihat saya rasa tertarik pada paras saya, senyum saya, mendengar suara saya dan seterusnya. Kemudian ia coba bandingkan antara saya dengan diri akhi yang telah ia kenal luar-dalam segala kekurangan dan kelemahan akhi. Dan ia menemukan ada daya tarik dari diri saya yang ia sukai tapi tidak ia temukan dalam diri akhi. Mungkin akan timbul sedikit penyesalan dalam hatinya, kenapa ia dahulu cepat-cepat menikah, sedangkan pria dihadapannya, lebih ganteng, lebih sopan, lebih manis senyumnya, lebih indah suaranya, lebih kekar tubuhnya, lebih pintar dan segalanya.
Apakah akhi ingin keadaan tersebut menimpa istri akhi? Tentu tidak bukan?! Begitu juga dengan saya, saya juga sangat cemburu bila istri saya punya perhatian dan daya tarik pada lelaki lain, saya ingin istri saya hanya milik saya seutuhnya.
Sebagaimana saya dan akhi tidak ingin hal itu terjadi pada istri-istri kita, istri-istri kitapun juga tidak ingin dihati suaminya ada wanita-wanita lain yang lebih membuatnya tertarik. Kalau kita saling bertemu, akhi melihat istri saya, rupanya ada sisi daya tarik yang akhi temukan pada dirinya, akhi bandingkan dengan istri akhi, yang mungkin suaranya kurang indah, kata-katanya kurang manis terdengar, budi bahasanya kurang elok dan lain-lainnya, singkatnya segala hal yang akhi dambakan, tapi tidak akhi temukan hal tersebut pada diri istri akhi. Barangkali syetan akan membisikkan dihati akhi rasa penyesalan, ah.., kenapa saya menikah terlalu cepat dahulunya, rupanya masih banyak wanita yang lebih jelita, anggun, dan cerdas dari istri saya saat ini. Dan hal itu juga mungkin bisa terjadi pada diri saya.
Apa yang saya utarakan hanya sebagai contoh, agar kita lebih berhati-hati dalam setiap perbuatan kita, jangan sampai kita memberi peluang pada syetan dan hawa nafsu untuk mencelakakan diri kita. Seorang mukmin harus cerdas.
Saya berbaik sangka, dugaan-dugaan diatas mungkin tidak akan terjadi diantara kita, tapi kita tidak bisa menjamin seutuhnya bahwa kita bisa selamat dari keadaan itu. Mungkin hari ini kita bisa tejaga, tapi kita tidak tahu dengan esok, lusa dan seterusnya. Jadi pada intinya mencegah lebih baik dari pada mengobati.
Disamping itu saya ingin istri saya menjadi bidadari di dunia sebelum menjadi bidadari di sorga. Diantara karakteristik bidadari sorga adalah 'Qashiratut tharfi', maksudnya adalah ia hanya melihat, mamandang pada suaminya. Tidak ada pria yang ia kenal selain suaminya. Dan tidak ada pria yang lebih gagah dan ia cintai selain suaminya. Betapa indahnya hubungan tersebut.
Apa yang saya sampaikan hanyalah pandangan saya yang mungkin salah dan mungkin juga benar. Tapi inilah yang saya pahami selama pembelajaran saya sampai saat ini. Mungkin terkesan agak fundamental dikalangan sebagian orang, tapi mempertahankan agama di zaman yang fitnah telah tersebar dimana-mana ibarat memegang bara api".
Rozi tertegun mendengar penjelasan Hamid, ia manggut-manggut tanda setuju. Sejak saat itu kehidupan Rozi mulai berubah juga keadaan istrinya. Bahkan sejak saat itu ia telah menyuruh istrinya memakai niqab. Iapun nampak lebih alim. Kalau dahulu ia selalu gesit dalam kegiatan yang didalamnya ada ikhtilath dengan lawan jenis, sekarang semua itu ia tinggalkan. Ketika ditanya kenapa ia berobah,ia menjawab "Saya telah bertobat".
Betapa berharganya seorang sahabat yang soleh. Sahabat yang tak ragu menyampaikan kebenaran. Sahabat yang melandasi persahabatan atas dasar ketaatan pada Allah. Sungguh beruntung orang-orang yang selalu mengambil manfaat dari sahabat yang soleh dan amat merugilah mereka yang mengabaikan keberadan mereka.
Cairo, 18 Oktober 2008
www.marifassalman.multiply. com
_____________________ _________ _________ _________ __
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com - 1c.
-
[Mimbar] Mencari Kebahagiaan
Posted by: "M.Arif As Salman" marif_assalman@yahoo.com marif_assalman
Sat Oct 18, 2008 12:46 pm (PDT)
Di sebuah Perusahaan ternama yang dikepalai oleh seorang Direktur non-muslim bermulalah cerita ini.
Rasyid bekerja di Perusahaan itu baru beberapa bulan. Walau pendatang baru, tapi ia sudah dikenal luas di lingkungan Perusahaan tersebut. Hal itu tidak lain adalah karena sikap dan interaksinya yang selalu memukau dan penuh simpati dengan para karyawan.
Pada suatu hari, Direktur perusahaan memintanya untuk datang ke kantornya, katanya ada urusan penting yang ingin dibicarakan. Rasyid agak heran, tidak biasanya bosnya bersikap ramah pada karyawan. Pak Regan, sang Direktur adalah tipe orang yang suka emosian. Ibarat gunung berapi, kemarahannya sering meledak dan meletus tanpa diduga-duga. Sedikit-sedikit marah. Kalau bukan karena sulitnya lapangan kerja, mungkin sudah banyak karyawan yang hengkang dari perusahaan milik Pak Regan.
Pak Regan mempersilahkan Rasyid masuk. Senyum dibibirnya kali ini mengembang tulus. Biasanya kalau senyum Pak Regan terkesan kurang ikhlas, nampak sekali dipaksakan. Tapi kali ini, Rasyid merasakan bahwa senyuman itu betul-betul keluar dari relung hati.
Tanpa basa-basi, seperti kebiasaannya Pak Regan memulai pembicaraan,
"Rasyid, saya iri pada kamu, saya tidak sebahagia kamu"
Rasyid agak heran, sedikit mengernyitkan keningnya.
"Ma`af, maksud Bapak?"
"Kamu tahu, saya orang kaya. Saya punya 6 perusahaan, semuanya dibawah pengelolaan saya. Saya punya 3 istri, semuanya cantik. Anak-anak saya semuanya telah sukses. Rumah saya sangat mewah. Saya punya 2 Mercedes, 1 mobil BMW dan 2 mobil Panther. Ya.., semua kesenangan dunia ada dalam genggaman saya. Semuanya telah saya dapatkan. Tapi, saya masih merasa belum cukup, masih ada yang kurang dari saya, saya ingin sekali mendapatkannya, tapi saya tidak tahu dimana dan bagaimana meraihnya"
"Apakah yang Bapak maksud?"
"Saya ingin mendapatkan kebahagiaan. Apa yang saya miliki tidak membuat saya bahagia. Saya merasa hidup saya tidak punya arti. Saya merasa hidup saya hampa, tidak punya arah. Saya merasa orang paling sengsara di dunia ini. Ingin rasanya saya menyudahi hidup saya dari muka bumi ini".
"Rasyid, saya iri padamu, iri pada keceriaan yang selalu mengembang diraut mukamu. Saya iri dengan senyuman yang tidak pernah bosan bertengger dibibirmu. Saya iri dengan kebahagiaan yang selalu menemani hari-harimu."
"Saya heran, saya yang kaya dan punya segala-galanya ini mestinya lebih pantas selalu ceria, tapi yang terjadi adalah sebaliknya. Sedangkan kamu yang kerjanya rendahan dan gaji yang pas-pasan bisa setiap hari tersenyum."
"Saya ingin tahu apa resep yang kamu punya?"
"Pak, saya tidak punya resep apa-apa , saya hanya mengamalkan hadits yang diajarkan oleh Nabi saya, hanya itu"
"Apakah hadits yang diajarkan Nabimu itu?
"Sebuah hadits Pak, bunyinya : "Sungguh mengagumkan perkara orang yang beriman, sesungguhnya seluruh perkaranya adalah kebaikan dan tidaklah kebaikan itu kecuali bagi yang beriman; Apabila ia mendapat kesenangan ia bersyukur dan syukur itu menjadi kebaikan baginya dan apabila ia mendapat kesusahan, ia bersabar dan sabar itu menjadi kebaikan baginya".
"Jadi orang mukmin setiap hari bahagia?"
"Iya Pak, begitulah seharusnya. Tidak ada yang perlu dirisaukan, ditakutkan dan disedihkan dalam hidup ini. Hidup kita didunia tak lepas dari 2 hal itu , senang dan susah, tatkala senang bersyukur dan ketika dilanda kesusahan bersabar".
"Kalau begitu, bolehkah saya masuk Islam agar saya juga merasakan kebahagiaan seperti yang kamu rasakan?"
"Dengan penuh senang hati, bahagia dan bersyukur pada Allah Swt saya menyambut baik keinginan Bapak"
Singkat cerita, usai shalat Jum`at Pak Regan diminta tampil kedepan untuk mengumumkan keislamannya dihadapan ratusan jemaah jum`at di sebuah mesjid yang letaknya tidak jauh dari Perusahaan milik Pak Regan. Ustadz Jamal yang bertindak selaku Khotib saat itu menuntun Pak Regan membaca dua kalimat syahadat. Usai membaca dua kalimat syahadat, jemaah Jum`at saling berebut maju kedepan menyalami Pak Regan yang telah menjadi muallaf tersebut. Namun Ustadz Jamal meminta jema`ah bersabar, karena setelah mengucapkan dua kalimat syahadat tangis Pak Regan tumpah bagai air bah, ia menangis sejadi-jadinya. "Tunggulah sampai Pak Regan selesai menangis", kata Ustadz Jamal pada jemaah mesjid.
Setelah tangisnya reda, Ustadz Jamal bertanya pada Pak Regan,
"Ma`af kalau boleh kami tahu, kenapa anda tadi menangis?"
Pak Regan berkata, "Sungguh hari ini saya merasakan kebahagiaan yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya sejak saya dilahirkan di dunia ini, hati saya begitu terasa damai, tenang, tentram dan bahagia. Allah telah memasukkan cahaya hidayah Islam kedalam hati saya".
Sejak hari itu, Pak Regan berganti nama menjadi Abdur Rahman. Pak Regan berubah total. Hidupnya penuh bahagia, apalagi anak-anak dan istrinya menyambut baik keislamannya. Di kantor, Pak Regan lebih tenang, lembut, penuh kasih sayang pada para karyawan dan selalu nampak ceria. Kebiasaan emosi dan suka bentak-bentaknya telah hilang bagai ditelan bumi.
***
Setiap orang mendambakan hidup bahagia, tenang, damai dan tentram. Hidup yang selalu penuh dengan keceriaan dan cerita-cerita indah. Namun, setiap orang punya persepsi yang berbeda tentang kebahagiaan. Bagi sebagian orang, kebahagiaan adalah bisa menikah dengan seorang wanita yang cantik atau lelaki kaya dan tampan. Yang lain, kebahagiaan baginya adalah bila sudah punya mobil mewah, rumah megah, anak banyak, jabatan tinggi, terkenal, gaji besar, bekerja di sebuah perusahaan besar, jadi direktur, tercapai cita-cita hidup, jadi bintang film, jadi artis terkenal, punya uang banyak dan lain sebagainya.
Namun kebahagiaan yang bersifat duniawi dan materi hanyalah sangat sementara dan tidak seutuhnya. Kebahagiaan yang sebenarnya semu. Dunia dan segala isinya bukanlah lahan yang cocok untuk hati orang-orang yang mencintai akhirat. Manusia akhirat tidak melihat dunia melainkan persinggahan sementara menuju kehidupan akhirat yang kekal. Sehingga mereka tidak terlalu sibuk atau bahkan main cakar, hantam sana-sini untuk memperebutkan dunia yang fana ini.
Dari sinilah bermula mengenal hakikat sesuatu, hakikat kehidupan sesunguhnya, hakikat yang akan mengantarkan kita pada sikap yang tepat dalam menjalani kehidupan yang sementara ini. Sehingga kita bisa secara maksimal mengarahkan tenaga, waktu, pikiran dan harta untuk perkara yang jelas untung dan ruginya.
Cairo, 18 Oktober 2008
www.marifassalman.multiply. com
_____________________ _________ _________ _________ __
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
- 2.
-
10 KEKELIRUAN DALAM WACANA ANTI RUU PORNOGRAFI
Posted by: "Sunis Emgie" sunis_emgie@yahoo.com sunis_emgie
Sat Oct 18, 2008 8:20 am (PDT)
10
Kekeliruan dalam Wacana Anti RUU Pornografi
http://www.wujudkan
uupornografi. blogspot. com/
Ditulis
pada Oktober
5, 2008 oleh ade armando
Seusai Ramadhan ini, DPR akan
membicarakan kembali RUU Pornografi yang kontroversial. Ada harapan,RUU ini
bisa disahkan menjadi UU sebelum akhir tahun. Kritik terhadap draft RUU yang
beredar sudah banyak terdengar. Sebagian kritik bahkan sampai pada tahap "Hanya
satu kata Lawan!". Sembari mengakui bahwa RU tersebut masih mengandung
beberapa hal yang perlu diperebatkan, saya merasa salah satu persoalan yang
mendasari ketajaman kontroversi adalah adanya kekeliruan mendasar dalam
mempersepsikan dan menilai RUU ini. Saya ingin berbagi pandangan tentang apa
yang saya lihat sebagai 10 kekeliruan mendasar dalam kritik terhadap RUU.
Laporan lebih lengkap tentang RUU Pornografi ini sendiri akan dimuat dalam
Majalah Madina edisi Oktober ini.
Rangkaian kekeliruan cara pandang
tersebut adalah:
1. RUU Pornografi ini bertentangan
dengan hak asasi manusia karena masuk ke ranah moral pribadi yang seharusnya
tidak diintervensi negara.
Argumen ini memiliki kelemahan
karena isu pornografi bukanlah sekadar masalah moral. Di berbagai belahan
dunia, perang terhadap pornografi dilancarkan karena masalah-masalah sosial
yang ditimbulkannya. Pornografi diakui bahkan oleh masyarakat
akademiksebagai hal yang berkorelasi dengan berbagai masalah sosial.
Kebebasan yang dinikmati para pembuat media pornografis adalah sesuatu yang
baru berlangsung sekitar 30-40 tahun terakhir. Sebelumnya untuk waktu yang
lama, masyarakat demokratis di berbagai belahan dunia memandang pornografi
sebagai "anak haram" yang bukan hanya mengganggu etika kaum beradab tapi juga
dipercaya membawa banyak masalah kemasyarakatan.
Saat ini pun, industri pornografi yang
tumbuh pesat dalam beberapa dekade terakhir dipercaya mendorong perilaku seks
bebas dan tidak sehat yang pada gilirannya menyumbang beragam persoalan
kemasyarakatan: kehamilan remaja, penyebaran penyakit menular melalui seks,
kekerasan seksual, keruntuhan nilai-nilai keluarga, aborsi, serta bahkan
pedophilia dan pelecehan perempuan. Sebagian feminis bahkan menyebut pornogafi
sebagai "kejahatan terhadap perempuan".
Karena rangkaian masalah ini, plus
pertimbangan agama, tak ada negara di dunia ini yang membebaskan penyebaran
pornografi di wilayahnya. Bentuk pengaturannya memang tak harus dalam format UU
Pornografi, namun dalam satu dan lain cara, negara-negara paling demokratis
sekali pun mengatur soal pornografi.
Di sisi lain, argumen bahwa soal
"moral" seharusnya tidak diatur negara juga memiliki kelemahan mendasar..
Deklarasi Univeral Hak-hak Asas Manusia (ayat 29), misalnya, secara tegas
menyatakan bahwa pembatasan terhadap kebebasan berekspresi dapat dilakukan atas
dasar, antara lain, pertimbangan moral dalam masyarakat demokratis. Hal yang
sama tertuang dalam amandemen Pasal 28J UUD 1945. Dengan begitu, kalaupun RUU
ini menggunakan pendekatan moral pun sebenarnya tetap konstitusional.
2. RUU ini memiliki agenda penegakan
syariah.
Tuduhan ini sulit diterima karena
RUU ini jelas memberi pengakuan hukum terhadap sejumlah bentuk pornografi. RUU
ini menyatakan bahwa yang dilarang sama sekali, hanyalah: adegan persenggamaan,
ketelanjangan, masturbasi, alat vital dan kekerasan seksual. Pornografi yang
tidak termasuk dalam lima kategori itu akan diatur oleh peraturan lebih lanjut.
Dengan kata lain, RUU ini sebenarnya
justru mengikuti logika pengaturan distribusi pornografi yang diterapkan di
banyak negara Barat. Mengingat ajaran Islam menolak semua bentuk pornografi,
bila memang ada agenda Syariah, RUU ini seharusnya mengharamkan semua bentuk
pornografi tanpa kecuali.
Dengan RUU ini, justru majalah pria
dewasa seperti Popular, FHM , ME , Playboy ( Indonesia ) akan memperoleh
kepastian hukum. Mereka diizinkan ada, tapi pendistribusiannya akan diatur
melalui peraturan lebih lanjut.
Memang benar bahwa kelompok-kelompok
yang pertama berinsiatif melahirkan RUU ini, sejak 1999, adalah
kelompok-kelompok Islam. Begitu juga dalam prosesnya, dukungan terhadap RUU ini
di dalam maupun di luar parlemen, lazimnya datang dari komunitas muslim. Dalam
perkembangan terakhir, bahkan pembelahannya nampak jelas: Konnferensi
Waligereja Indonesia dan Persatuan Gereja Indonesia meminta agar RUU tidak
disahkan; Majelis Ulama Indonesia mendukung RUU.
Namun kalau dilihat isi RUU, agak
sulit untuk menemukan nuansa syariah di dalamnya. Ini yang menyebabkan Hizbut
Tahrir Indonesia secara terbuka mengeluarkan kritik terhadap RUU yang dianggap
mereka sebagai membuka jalan bagi sebagian pornografi. Bagaimanapun, HTI juga
secara terbuka menyatakan dukungan atas pengesahannya dengan alasan "lebih baik
tetap ada aturan daripada tidak ada sama sekali".
3. RUU ini merupakan bentuk
kriminalisasi perempuan.
Tuduhan ini sering diulang-ulang
sebagian feminis Indonesia . Tapi, sulit untuk menerima tuduhan ini mengingat
justru yang berpotensi terkena ancaman pidana adalah kaum lelaki. RUU ini
mengancam dengan keras mereka yang mendanai, membuat, menawarkan, menjual,
menyebarkan dan memiliki pornografi. Mengingat industri pornografi adalah
industri yang dibuat dan ditujukan kepada (terutama) pria, yang paling terancam
tentu saja adalah kaum pria.
RUU ini memang juga mengancam para
model yang terlibat dalam pembuatan pornografi. Namun ditambahkan di situ bahwa
hanya mereka yang menjadi model dengan kesadaran sendiri yang akan dikenakan
hukuman. Dengan begitu, RUU ini akan melindungi para perempuan yang misalnya
menjadi "model" porno karena ditipu, dipaksa, atau yang gambarnya diambil
melalui rekaman tersembunyi (hidden camera).
Para pejuang hak perempuan juga
lazim berargumen bahwa RUU ini membahayakan kaum perempuan karena banyak model
yang terjun ke dalam bisnis pornografi karena alasan keterhimpitan ekonomi.
Sayangnya, kalau dilihat muatan pornografi yang berkembang di Indonesia ,
argumen itu nampak tidak berdasar. Para model pornografi itu tidak bisa
disamakan dengan para pekerja seks komersial kelas bawah yang tertindas. Para
model itu mengeruk keuntungan finansial yang besar dan sulit untuk membayangkan
mereka melakukannya karena keterhimpitan dalam struktur gender yang timpang..
4. Definisi pornografi dalam RUU
sangat tidak jelas.
Secara ringkas, definisi pornografi
di dalam RUU ini adalah: ""materi seksualitas melalui media komunikasi dan/atau
pertunjukan di muka umum, yang dapat membangkitkan hasrat seksual dan/atau
melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat".
Para pengeritik RUU menganggap,
definisi ini kabur karena penerapannya melibatkan tafsiran subjektiif mengenai
apa yang dimaksudkan dengan "membangkitkan hasrat seksual" dan "melanggar
nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat". Karena kelemahan itu, para pengeritik
menganggap RUU sebaiknya ditunda atau dibatalkan pengesahannya.
Kritik semacam ini tidak berdasar
karena definisi soal pornografi yang lazim berlaku di seluruh dunia kurang
lebih seperti yang dirumuskan dalam RUU itu. Ensiklopedi Encarta 2008,
misalnya menulis pornografi adalah film, majalah, tulisan, fotografi dan materi
lainnya yang eksplisit secara seksual dan bertujuan untuk membangkitkan hasrat
seksual. English Learner's Dictionary (1986-2008) mendefinisikan pornografi
sebagai literatur, gambar film, dan sebagainya yang tidak sopan (indecent)
secara seksual.
Di banyak negara, pengaturan soal
pornografi memang lazim berada dalam wilayah multi-tafsir ini. Karena itu,
pembatasan tentang pornografi bisa berbeda-beda dari tahun ke tahun dan di
berbagai daerah dengan budaya berbeda. Sebagai contoh, pada tahun 1960an, akan
sulit ditemukan film AS yang menampilkan adegan wanita bertelanjang dada,
sementara pada abad 21 ini, bagian semacam itu lazim tersaji di filmfilm yang
diperuntukkan pada penonton 17 tahun ke atas. Itu terjadi karena batasan "tidak
pantas" memang terus berubah.
Soal ketidakpastian definisi ini
juga sebenarnya lazim ditemukan di berbagai UU lain. Dalam KUHP saja misalnya,
definisi tegas "mencemarkan nama baik" atau "melanggar kesusilaan" tidak
ditemukan. Yang menentukan, pada akhirnya, adalah sidang pengadilan. Ini lazim
berlaku dalam hukum mengingat ada kepercayaan pada kemampuan akal sehat manusia
untuk mendefinisikannya sesuai dengan konteks ruang dan waktu.
5. RUU ini mengancam kebhinekaan
Cara pandang keliru ini nampaknya
bisa terjadi karena salah baca. Dalam draft RUU yang dikeluarkan pada 2006,
memang ada pasal-pasal yang dapat ditafsirkan sebagai tidak menghargai
keberagaman budaya. Misalnya saja, aturan yang memerintahkan masyarakat untuk
tidak mengenakan pakaian yang memperlihatkan bagian tubuh yang sensual seperti
payudara, paha, pusar, baik secara keseluruhan ataupun sebagian.
Ini memang bermasalah karena itu
mengkriminalkan berbagai cara berpakaian yang lazim di berbagai daerah. Tak
usah di wilayah yang dihuni masyarakat non-muslim; di wilayah mayoritas muslim
pun, seperti Jawa Barat, kebaya dengan dada rendah adalah lazim. Hanya saja,
pasal-pasal itu seharusnya sudah tidak lagi menjadi masalah karena sudah
dicoret dari RUU yang baru.
Begitu juga dengan kesenian
tradisional yang lazim menampilkan gerak tubuh yang sensual, seperti jaipongan.
Dalam RUU yang baru, tak ada satupun pasal yang menyebabkan kesenian semacam
itu akan dilarang. RUU ini bahkan menambahkan klausul yang menyatakan bahwa
pelarangan terhadap pornografi kelas berat (misalnya mengandung ketelanjangan)
akan dianulir kalau itu memiliki nilai seni-budaya.
6. RUU ini akan mengatur cara
berpakaian.
Sebagian pengeritik menakut-nakuti
masyarakat bahwa bila RUU ini disahkan, perempuan tak boleh lagi mengenakan rok
mini atau celana pendek di luar rumah. Ini peringatan yang menyesatkan. Tak
satupun ada pasal dalam RUU ini yang berbicara soal cara berpakaian masyarakat
dalam kehidupan sehari-hari.
7.RUU ini berpotensi mendorong
lahirnya aksi-aksi anarkis masyarakat.
Para pengecam menuduh bahwa RUU ini
akan membuka peluang bagi tindak anarkisme masyarakat, mengingat adanya pasal
21 yang berbunyi: "Masyarakat dapat berperan serta dalam melakukan pencegahan
terhadap pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi."
Tuduhan ini agak mencari-cari,
karena dalam pasal berikutnya, RUU menyatakan bahwa "peran serta" masyarakat
itu hanya terbatas pada: melaporkan pelanggaran UU, menggugat ke pengadilan,
melakukan sosialisasi peraturan, dan melakukan pembinaan terhadap masyarakat.
Dengan kata lain, justru RUU ini memberi batasan yang tegas terhadap
kelompok-kelompok yang senang main hakim sendiri bahwa dalam alam demokratis,
peran serta itu tak boleh ditafsirkan semena-mena.
8. RUU ini tidak perlu karena sudah
ada perangkat hukum yang lain untuk mengerem pornografi.
Para pengeritik lazim menganggap RUU
ini sebagai tak diperlukan karena sudah ada KUHP yang bila ditegakkan akan bisa
digunakan untuk mengatur pornografi.
Argumen ini lemah karena sejumlah hal. Pertama, KUHP melarang penyebaran
hal-hal yang melanggar kesusilaan yang definisinya jauh lebih luas daripada
pornografi. KUHP pun menyamaratakan semua bentuk pornografi. Selama sesuatu
dianggap "melanggar kesusilaan", benda itu menjadi barang haram yang harus
dienyahkan dari Indonesia . Dengan demikian, KUHP justru tidak membedakan
antara sebuah novel yang di dalamnya mengandung muatan seks beberapa halaman
dengan film porno yang selama dua jam menghadirkan adegan seks. Dua-duanya
dianggap melanggar KUHP.
RUU ini, sebaliknya, membedakan
kedua ragam pornografi itu. Media yang menyajikan adegan pornografis kelas
berat memang dilarang, tapi yang menyajikan muatan pornografis ringan akan
diatur pendistribusiannya.
Lebih jauh lagi, sebagai produk di
masa awal kemerdekaan, KUHP memang nampak ketinggalan jaman. Terhadap mereka
yang membuat dan menyebarkan hal-hal yang melanggar kesusilaan, KUHP hanya
memberi ancaman pidana penjara maksimal 18 bulan dan denda maksimal empat ribu
lima ratus rupiah! KUHP juga tidak membedakan perlakuan terhadap pornografi
biasa dan pornografi anak.
9. RUU Pornografi tidak perlu, yang
diperlukan adalah mendidik masyarakat.
Para pengecam menganggap bahwa
sebuah pornografi tidak diperlukan karena untuk mencegah efek negatif
pornografi yang lebih penting adalah memperkuat kemampuan masyarakat untuk
menolak dan menseleksi sendiri pornografi. Jadi yang diperlukan adalah
pendidikan melek media dan bukan Undang-undang.
Argumen ini lemah karena bahkan para
pendukung mekanisme pasar bebas pun, lazim mempercayai arti penting aturan.
Bila pornografi memang dipercaya mengandung muatan yang negatif (misalnya
mendorong perilaku seks bebas, melecehkan perempuan, mendorong kekerasan seks,
dan sebagainya), maka negara lazim diberi kewenangan untuk melindungi
masyarakat dengan antara lain mengeluarkan peraturan perundangan yang ketat..
Di Amerika Serikat, sebagai contoh
sebuah negara yang demokratis, terdapat aturan yang ketat terhadap pornografi
yang dianggap masuk dalam kategori cabul (obscene). Di sana pun, masyarakat tak
diberi kewenangan untuk menentukan sendiri apakah mereka mau atau tidak mau
menonton film cabul, karena begitu sebuah materi pornografis dianggap 'cabul',
itu akan langsung dianggap melanggar hukum.
Pendidikan untuk meningkatkan daya kritis masyarakat tetap penting. Namun
membayangkan itu akan cukup untuk mencegah efek negatif pornografi, sementara
gencaran rangsangan pornografi berlangsung secara bebas di tengah masyarakat,
mugnkin adalah harapan berlebihan.
10. RUU ini mengancam para seniman.
Tuduhan bahwa RUU ini akan mengekang
kebebasan para seniman juga mencerminkan kemiskinan informasi para pengecam
tersebut. RUU ini justru memberi penghormatan khusus pada wilayah kesenian dan
kebudayaan, dengan memasukkan pasal yang menyatakan bahwa pasal-pasal
pelarangan pornografi akan dikecualikan pada karya-karya yang diangap memiliki
nilai seni dan budaya
_____________________ _________ _________ _________ __
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
- 3.
-
Winner and Looser
Posted by: "Sunis Emgie" sunis_emgie@yahoo.com sunis_emgie
Sat Oct 18, 2008 8:22 am (PDT)
Winner and Looser
Pemenang selalu jadi bagian dari jawaban
Pecundang selalu jadi bagian dari masalah
Pemenang selalu punya program
Pecundang selalu punya kambing hitam
Pemenang selalu berkata, " Biarkan saya mengerjakan untuk Anda"
Pecundang selalu berkata, "Itu bukan kerjaan saya"
Pemenang selalu melihat jawaban dalam setiap masalah
Pecundang selalu melihat masalah dalam setiap jawaban
Pemenang selalu berkata, "Itu memang sulit,tapi kemungkinan bisa"
Pecundang selalu berkata, "Itu mungkin bisa,tapi terlalu sulit".
Saat pemenang melakukan kesalahan, dia berkata,"saya salah".
Saat pecundang melakukan kesalahan,dia berkata,"itu bukan salah saya".
Pemenang membuat komitment-komitment
Pecundang membuat janji-janji
Pemenang mempunyai impian-impian
Pecundang punya tipu muslihat.
Pemenang berkata, "Saya harus melakukan sesuatu".
Pecundang berkata, "Harus ada yang dilakukan".
Pemenang adalah bagian dari sebuah tim
Pecundang melepasakan diri dari tim
Pemenang melihat keuntungan
Pecundang melihat kesusahan
Pemenang melihat kemungkinan-kemungkinan
Pecundang melihat permasalahan
Pemenang percaya pada menang/menang-win/win
Pecundang percaya,mereka harus menang,orang lain yang harus kalah
Pemenang melihat potensi
Pecundang melihat yang sudah lewat
Pemenang melihat seperti thermostat-alat pengantur/pengimbang panas
Pecundang seperti thermometer
Pemenang memilih apa yang mereka katakan
Pecundang mengatakan apa yang mereka pilih
Pemenang menggunakan argumentasi keras tapi kata-kata lembut
Pecundang menggunakan argumentasi lunak tapi kata-kata keras
Pemenang berpegang teguh pada nilai-nilai tapi bersedia kompromi pada
hal-hal remeh
Pecundang berkeras pada hal-hal remeh tapi kompromikan pada nilai-
nilai
Pemenang menganut filosifi empati,"jangan perbuat pada orang lain apa
yang Anda tidak ingin orang lain perbuat pada Anda".
Pecundang menganut filosofi,"lakukan pada orang lain sebelum mereka
melakukan pada Anda
Pemenang membuat sesuatu terjadi
Pecundang membiarkan sesuatu terjadi
dee [rangking 43 dari 43 tapi bukan pecundang].
Mungkin termasuk juga:
Pemenang mengimani surga
Pecundang percaya surga
Nb. Iman adalah percaya diikuti ketaatan, sedangkan percaya adalah
sekedar percaya; atau bahkan sekedar mengaku percaya .
( SeComp File)
_____________________ _________ _________ _________ __
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
- 4.
-
CERMIN KITA HARI INI..
Posted by: "Sunis Emgie" sunis_emgie@yahoo.com sunis_emgie
Sat Oct 18, 2008 8:23 am (PDT)
Cermin
kita hari ini
Disebuah sekolah setiap akhir
ajaran selalu diadakan pementasan drama kolosal. Banyak murid yang terlibat
disana. Memainkan bermacam-macam tokoh. Pementasan ini selalu ditunggu-tunggu
oleh semua murid dan juga orang tua murid. Karena di akhir pementasan akan
diberikan piala bergilir dari kepala Sekolah bagi murid yang paling bagus
beraktingnya. Tentu saja menjadi kebanggaan bagi murid maupun orang tuanya.
Tibalah saatnya. Pementasan
berjalan sempurna. Semua berhasil memerankan perannya dengan baik. Gemuruh
tepuk tangan mengakhiri pertunjukan. Semua puas melihat hasil latihan siswa
selama beberapa bulan terakhir menjelang pementasan.
Kini tibalah saat pengumuman
pemenang. Siapa yang berhak mendapatkan giliran memegang piala kepala sekolah
selama setahun yang akan datang. Dan tentu saja mendapatkan hadiah.Setiap anak
berdebar-debar menunggu hasilnya. Begitu juga dengan orang tua mereka. Akan
sangat membanggakan tampil di atas panggung dengan disaksikan ribuan pasang
mata.Semua berdo'a supaya nama merekalah yang disebut Pak Guru.
Pak Guru naik ke atas panggung. Ia
menyebutkan sebuah nama. Subhannallahternyata Beliau menyebut sebuah nama dan
ternyata seorang anak yang berperan menjadi seorang bapak yang pemarah. Bahkan
sangat pemarah. Ia memang sangat berhasil memerankannya. Ditambah gaya menggebrak meja dan
membanting piring serta gelas. Sungguh akting yang menakjubkan.
Pak Guru menyuruh si anak naik ke
atas panggung beserta kedua orang tuanya. Tepuk tangan bergemuruh lagi
menyambut mereka ke atas panggung. Terlihat sekali baik si anak ataupun si ayah
anak bangga sekali. Ia menetap sekeliling sambil menegakkan dada. Mereka
Bangga.
Sebelum menyerahkan hadiah, Pak
Guru menanyakan kepada si anak. Apa rahasia ia mampu tampil di atas panggung
begitu bagus. Begitu menghayati perannya. Dan si Anak dipersilahkan
menceritakan kepada hadirin tentang lika-likunya ia berlatih.
Sang Anak maju dan meraih pengeras
suara dan mulai bercerita " Terima kasih atas hadiahnya Pak ! Sebenarnya yang
paling membantu peran saya adalah ayah saya. Karena beliaulah saya mampu
memerankan orang tua pemarah tanpa kesulitan sama sekali. Bahkan saya tidak
harus berlatih giat seperti halnya teman-teman yang lain. Dari beliaulah saya
belajar berteriak, membentak dan menjadi pemarah. Belajar membanting pintu,
menggebrak meja dan membanting gelas serta piring. Ayah saya membesarkan saya
seperti itu. Dari Ayahlah saya belajar menjadi pemarah."
Sang ayah tercenung. Ia yang tadi
menatap dengan dada tegak sekarang menunduk.Keadaan senyap. Jika sebelumnya
mereka bangga, sekarang mereka merasa malu sekali. Mereka bagai terdakwa di
muka pengadilan. Mereka belajar banyak hari ini. Dihari anaknya memperoleh
Piala Bergilir dari Kepala Sekolah atas prestasi anaknya menjadi pemarah. Ada yang perlu diluruskan
atas prilakunya selama ini.
Kawan begitulah ! Anak adalah
duplikat orang-orang di sekitarnya. Setiap anak adalah peniru ulung. Mereka
belajar sesuatu dengan kita sebagai contohnya. Mereka lah cermin bagi kita.
Tempat kita seharusnya berkaca.
Cermin itu meniru semua hal. Baik
yang terpuji ataupun yang tercela. Tak tersisa. Semuanya. Orang-orang di
sekitarnya. Disinilah keharusan kita untuk menjadikan diri kita model ..contoh
prilaku seperti yang di teladankan oleh Rosullullah SAW. Juga adalah kewajiban
kita untuk mencarikan teman dan bi'ah yang sholihah untuk anak kita. Karena ia
peniru ulung. Itu saja !
Disinilah jawabannya kenapa kita
tidak boleh egois untuk hanya memikirkan diri kita semata. Keluarga kita
semata. Asal keluarga kita baik sesuai sunah Rosullullah..kita sudah merasa
aman tanpa harus memikirkan masyarakat kita. Padahal bi'ah sangat menentukan
kepribadian anak kita. Disinilah mengapa dai dan da'iyah harus memulai perannya
di masyarakat. Demi anak kita. Demi generasi yang akan datang.
Semoga kita bisa menjadi orang yang
sabar saat melihat anak kita mulai bertingkah. Saat mereka memecahkan piring
misalnya. Sebab mereka baru belajar memegang piring selama lima tahun..sementara kita
telah belajar memegang piring selama lebih dari dua puluh tahun. Tentu mereka
membutuhkan waktu juga untuk belajar.
Mari kita tarbiyah diri kita dengan
kesungguhan hati agar kepribadian kita seperti apa yang di contohkan oleh Rosulullah
SAW. Dan pantulannya pun akan seperti yang kita harapkan. Wallahu alam bishowab
!
(( Dari File2 SeComp ))
_____________________ _________ _________ _________ __
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
- 5.
-
FW: (Curhat) I'm A SAHM and A Writer!
Posted by: "d r" dedew_cheesecake@yahoo.com dedew_cheesecake
Sat Oct 18, 2008 10:34 pm (PDT)
----- Original Message -----
Subject: FW: (Curhat) I'm A SAHM and A Writer!
Date: Thu, 16 Oct 2008 4:07:07
From: d r <dedew_cheesecake@yahoo.com >
To: sekolah_kehidupan@yahoogroups. <sekolah_kehidupan@com yahoogroups. >com
----- Original Message -----
Subject: (Curhat) I'm A SAHM and A Writer!
Date: Thu, 16 Oct 2008 3:09:33
From: d r <dedew_cheesecake@yahoo.com >
To: <pembacaanadia@yahoogroups. >,sekolah kehidupan <sekolahkehidupan@com yahoogroups. >com
Dear All,
Alhamdulillah, Setelah berjibaku hampir tiga bulan, kelar juga naskah buku terbaruku. Horeeee...lega banget rasanya. satu beban terlepas dari pundak, hehe lebay ya. Tebal ya kok lama banget? Atau membutuhkan riset mendalam? Temanya berat?
Hehe nggak sih..jumlah halamannya standar saja, risetnya juga cuma banyak ngobrol sama sobat-sobat lama dan menggali cerita dari mereka, temanyaaa ringan banget dan Insya Allah, bikin ketawa-ketawa geli.
Terus, kok lama? Yup, soale nulisnya disela-sela kesibukan menjadi emak dan pembokat baru untuk Nailah, si baby lincah berumur 5 bulan 1 minggu dan 5 hari, hehe.
Sebelum punya baby, yang namanya mengetik dan merenung menyusun jalan cerita tuh bisa dimana saja dan kapan saja. Ngebut nulis sampai lupa mandi dan mencuci baju. Nongkrong seharian depan kompi, sok atuhh. Suami juga oke-oke saja, malah ngegantiin tugas menyetrika, hehe. Merdeka banget deh.
Kalau malas-malasan ngikuti maunya Mbak MOOD, Si Nunik Utami my solmet berulangkali bilang, "Dew..semangat doong! Mumpung belum brojol bebi na, puas-puasin nulis! Kalau punya bayi...beuhhh!" Aku cengar-cengir saja. Ah, masa sih segitunya?
Eng. .ing..eng...dan kini KUTUKAN EH OMONGAN Jeng Nunik terbukti! Memang, setelah punya bayi, menulis dengan tenang dan damai itu momen langka bangeet, jeeeeungg! Tiap pagi hingga siang adalah sibuk..buk..buk sebagai SAHM aka Stay At Home Mother.
Dakuw kudu beberes, nenenin, pijat-pijat Nai, siapin air mandi, mandikan Nai sambil konser tunggal menyanyi-nyanyi lagu ayo mandi bersih anakku, cuci-cuci popok, baru bisa menulis siangan abis dhuhur.
Pas buka laptop, eh Nai terbangun pengen main or nenen ronde ke tujuh. Atau emaknya tergiur melihat bayinya pulas terus ikutan bobok sampai bablas sore banget. Batal deh menulis soalnya si mas bentar lagi pulang.
Hihihi..banyak godaan na dari cewek kecil bernama Nailah. Awal-awal bawaannya pengen nangis karena beban pekerjaan *halah. Badan rasanya rontok, nulis nggak sempat-sempat. Ritme hidup kacau beliau. Maklum, hamba sahaya baru hehe belum ngerti manajemen waktu.
Sekarang juga masih kacau sihh ngatur waktunya hehe. Tapii..lumayanlah dibawa santai. Nggak usah neko-neko atau idealis banget kayak ibu-ibu jenius nan lincah di iklan TV. Segala hal dikerjakan sekaligus. Wahh, Nih pinggang bisa encok hihihi. Pokoke, pinter-pinternya emaknya curi waktu saja.
Kalau rencana mau serius menulis atau ngedit tulisan, kerjaan cuci popok libur sehari dua hari biarpun besoknya jadi tiga empat emberr, hahaha. Pas Nai nenen, ada ide..ketik-ketiklah dengan sedikit berakrobat ria, Nai bobok siang nahh..lumayan tuh bisa dapat sehalaman terus ikutan boboy hehe nge-charge tenaga. Nai main sama eyangnya nah..bisa ngetik lagi sedikiit. Pas nyuci ada ide? Ayo lari ke laptop! Jangan ditunda nanti idenya kabur naik ojek!
Kalau sakit punggung, Nai terpaksa mandi di darat alias nggak dicemplungin di baskomnya karena butuh tenaga ekstra. Kalau teler nggak bisa ngapa-ngapain? Hehehe..Titip Nai ke eyangnya dan tidurrr. Capek nulis dan bekerja butuh hiburan..jangan nonton televisi. Gelitikin saja si Nailah, bercanda sama dia..duh segar lagi nih bodi. Subhanallah. Resepnya ternyata, enjoy yourself..jangan memaksakan diri.
Memang sih, sekarang nggak bisa lagi menulis satu naskah buku dalam waktu sebulan seperti (pernah sekali, ding) di masa muda dulu *beuhhh. Yang bisa ngebuut kayak Casey Stoner. Sekarang prinsipnya alon-alon waton kelakon hehe Njawani banget yaa, mentang-mentang punya bojo wong Jowo *bukan LETTO.
Tapi setidaknya dakuw bisa menjadi hamba sahaya eh bunda Nai sambil mengerjakan hal yang aku cintai yaitu menulisss..semangaaat ya teman-teman! Ayo nulis lagiiii! *masih punya pe er Fabel banyaaak, nih huhuhu! Mmuaah!
Dewi Rieka aka Dedew
www.dedew80.multiply. com
www.anakkosdodol.multiply. com
_____________________ _________ _________ _________ __
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
Need to Reply?
Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Individual | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar