Messages In This Digest (25 Messages)
- 1.
- Apakah Anda Dibayar Terlalu Murah? From: dkadarusman
- 2.1.
- File - Moderator Sekolah Kehidupan From: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
- 3a.
- (Catcil) Hujan dan Badai From: rafif_amir
- 3b.
- Re: (Catcil) Hujan dan Badai From: setyawan_abe
- 4a.
- Re: FW: (Curhat) I'm A SAHM and A Writer! From: ukhti hazimah
- 5a.
- [CATCIL] Aku Pernah Ada di Posisi Mereka From: Nia Robiatun Jumiah
- 5b.
- Re: [CATCIL] Aku Pernah Ada di Posisi Mereka From: inga_fety
- 5c.
- Re: [CATCIL] Aku Pernah Ada di Posisi Mereka From: ugik madyo
- 5d.
- Re: [CATCIL] Aku Pernah Ada di Posisi Mereka From: Hadian Febrianto
- 5e.
- Re: [CATCIL] Aku Pernah Ada di Posisi Mereka From: novi_ningsih
- 5f.
- Re: [CATCIL] Aku Pernah Ada di Posisi Mereka --> Mr Hadian From: Hamasah
- 5g.
- Re: [CATCIL] Aku Pernah Ada di Posisi Mereka --> Mr Hadian From: Hadian Febrianto
- 5h.
- Re: [CATCIL] Aku Pernah Ada di Posisi Mereka -> Syah-syah saja From: setyawan_abe
- 5i.
- Re: [CATCIL] Aku Pernah Ada di Posisi Mereka -> Syah-syah saja -Rala From: setyawan_abe
- 5j.
- Re: [CATCIL] Aku Pernah Ada di Posisi Mereka --> Mr Hadian From: setyawan_abe
- 6.
- Saya Baru Saja Membakar Seseorang! From: Jonru
- 7a.
- Re: [maklumat] Artikel ttg SK di Republika bisa dibaca di blog SK From: sismanto
- 8.
- (Catatan Kaki) Special Gift from Islamic-Invitation.com From: setyawan_abe
- 9.
- Kebahagiaan Apa Lagi yang Hendak Allah Berikan? From: rafif_amir
- 10.
- [Catcil] Para Penulis Daerah, Bangkitlah! From: rafif_amir
- 11a.
- (Catcil) Kecerdasan dan Kesederhanaan Seorang Epri. From: Siwi LH
- 11b.
- Re: (Catcil) Kecerdasan dan Kesederhanaan Seorang Epri. From: ukhti hazimah
- 12.
- Jika Dokter Mengatakan "Tidak Ada Harapan" From: agussyafii
- 13a.
- Re: 10 KEKELIRUAN DALAM WACANA ANTI RUU PORNOGRAFI From: Arrizki Abidin
- 14.
- The 7 Laws of Happiness (Arvan Pradiansyah) Menurut Hernowo From: Anwar Holid
Messages
- 1.
-
Apakah Anda Dibayar Terlalu Murah?
Posted by: "dkadarusman" dkadarusman@yahoo.com dkadarusman
Sun Oct 19, 2008 6:22 am (PDT)
Apakah Anda Dibayar Terlalu Murah?
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
Salah satu keluhan manusia paling umum adalah tentang betapa murahnya
kita dibayar. Keluhan ini muncul terutama ketika surat kenaikan gaji
rutin kita terima. Betapa kenaikan take-home-pay itu tidak bisa
mengimbangi kenaikan kebutuhan hidup kita. Meskipun komplain itu
tidak selamanya jelek. Namun, untuk soal gaji kita perlu bertanya
lagi; benarkah kita ini dibayar terlalu murah?
Ada sahabat yang getol mengomel tentang gaji. Suatu kali, kami
berkesempatan makan siang setelah sekian lama tidak berjumpa.
Komplain itu masih menjadi bagian dari dirinya. Lalu saya
bertanya; "Memangnya elo digaji berapa?" Sebuah pertanyaan untung-
untungan. Tidak dijawab juga tidak apa-apa.
"Yaaa, sekitar segini lah." Saya terbelalak karena dia begitu terbuka
dengan gajinya, dan juga karena menurut hemat saya gajinya sudah
tergolong besar untuk ukuran pekerjaan dan jabatan yang dia sandang.
"Pren, elu tahu rata-rata pendapatan orang Indonesia itu hanya
sekitar $1,600 setahun. Artinya, cuma sekitar satu setengah juta
setiap bulan. Lha, elo sudah lebih dari sepuluh kali lipat dari itu."
"Heh, elo jangan anggap gue pekerja kelas bawah gitu ye. Ya nggak
berlaku lah rata-rata pendapatan semua penduduk termasuk kelas
pekerja kasar dikampung-kampung dan pelosok desa tuch!" dia menukas
dengan nada sengit.
"Oke, oke," saya mengangkat tangan. "Tapi, rata-rata pendapatan orang
yang kerja di Jakarta pun cuma sekitar $5,167, Man. Empat setengah
jutaan doang." Mata saya tertuju kearah piring. Tapi saya tahu teman
saya ini melotot. "Gaji elu masih berkali-kali lipat dari itu."
"Heh, boy, udah gua bilang jangan pake rata-rata dong. Kemampuan gue
juga kan diatas rata-rata!" katanya.
"Dan elo juga sudah dibayar jaoooh diatas rata-rata," tangkis saya.
"Ah, susah kali ngomong sama kau tuch!" Saya tidak kaget ketika dia
menggebrak meja. Sifat aslinya keluar kalau sedang terdesak. "Orang
harus dibayar sesuai dengan kemampuan dan kontribusinya masing-
maaaasing!" Gayanya mirip Giant dalam film Dora Emon.
"Wah, kalau yang satu itu gue setuju abis, Man. Masalahnya, elu udah
dibayar tinggi, masih komplen juga." Saya bilang. "Atas dasar apa elu
merasa pantas mendapatkan bayaran lebih tinggi?"
"Pertama, teman gue." katanya "Diperusahaan lain dibayar lebih
tinggi, padahal kemampuan gue nggak kalah dari dia."
lanjutnya. "Kedua, gue udah kerja disini lebih dari lima tahun.
Maasak, cuma segini-segini doang!"
"Menurut gue," saya meneguk teh botol. "ada satu cara yang lebih
objektif untuk menentukan apakah elo dibayar terlalu murah atau
tidak."
"Gimana?"
"Caranya," saya berhenti sejenak. "Elu harus menentukan satu hal.
Yaitu; kalau elu tidak bekerja diperusahaan manapun, elu bisa
mendapatkan penghasilan berapa?" Sesendok sayur bayam masuk kemulut
saya. "Nah, kalau elu dibayar dibawah angka itu, maka elu dibayar
terlalu murah. Jika tidak, artinya elu sudah mendapatkan bayaran yang
layak."
Saya tahu bahwa gagasan ini agak kurang lazim. Tetapi anehnya,
meskipun kita tidak puas dengan bayaran yang kita terima, kita masih
juga bercokol disitu. Pertanda bahwa sesungguhnya kita tidak memiliki
dasar yang kuat untuk menuntut bayaran lebih dari itu. Sebab, jika
kita benar-benar memiliki alternatif lain yang jauh lebih baik,
tidaklah mungkin kita berdiam diri.
Mungkin, hengkang ketempat lain bisa jadi pilihan. Tidak aneh. Kalau
perusahaan pesaing merekrut kita, pastilah mereka bersedia membayar
ekstra dimuka. Karena, itu bagian dari strategy persaingan bisnis
mereka. Kadang, perusahaan lama melakukan 'buy back' juga. Tapi hal
ini tidak selalu bisa menggambarkan kemampuan dan kelayakbayaran kita
sebagai individu secara utuh. Sebab, ada 'benchmark' disetiap
industry. Artinya, selalu ada saat dimana gaji kita tidak bisa naik
lagi kecuali kita layak untuk dipromosi kepada jabatan dan tugas yang
lebih tinggi. Makanya, tidak aneh jika ada karyawan yang direkrut
dengan bayaran awal yang tinggi, tapi kenaikan gaji berkalanya tak
terlalu bermakna.
Sebaliknya, jika kita bisa menentukan; 'berapa pendapatan yang bisa
kita hasilkan jika tidak bekerja untuk perusahaan manapun'. Maka kita
akan bisa menentukan 'nilai' kita yang sesungguhnya. Misalnya, jika
kita bisa menghasilkan 30 juta sebulan, maka kita bisa bernegosiasi
dengan manajemen untuk mendapatkan bayaran yang sekurang-kurangnya
setara dengan itu. Mengapa kita harus bertahan disana, jika
bayarannya jauh lebih rendah dari yang bisa kita hasilkan sendiri?
Namun, jika perusahaan sudah membayar kita lebih tinggi dari itu;
kita tahu apa artinya itu, bukan?.
Sahabat saya menggugat: "Kalau gua bisa kerja sendiri ngapain gua
disini? Dari dulu gua pasti sudah berhenti! Gua disini, karena gua
nggak bisa kerja sendiri!" Betul. Disitulah point utamanya. Kita
menyandarkan diri kepada perusahaan itu, tanpa ada alternatif lain
yang lebih baik. Jika demikian situasinya, bukankah akan lebih baik
jika kita berfokus kepada kontribusi yang bisa kita berikan ditempat
kerja? Tanpa harus terlebih dahulu berhitung-hitung soal gaji. Sebab,
jika kita hanya bisa menjadi karyawan dengan prestasi rata-rata,
mengapa perusahaan harus mengistimewakan kita? Sebaliknya, jika
memang kita berprestasi sangat tinggi; tidaklah mungkin perusahaan
menyia-nyiakan kita. Bahkan, kenaikan gaji 'tidak lazim' mungkin bisa
kita terima tanpa terduga. Dan, jikapun perusahaan tempat kerja kita
benar-benar menutup mata; masih banyak perusahaan baik yang bersedia
mempekerjakan kita, dengan bayaran yang sepantasnya. Asal kita bisa
menunjukkan 'siapa sesungguhnya' kita ini.
Hore,
Hari Baru!
Dadang Kadarusman
http://www.dadangkadarusman. com/
Catatan Kaki:
Komplain itu menghabiskan energi. Lakukan, hanya jika memang itu
cukup berharga.
- 2.1.
-
File - Moderator Sekolah Kehidupan
Posted by: "sekolah-kehidupan@yahoogroups.com" sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Sun Oct 19, 2008 6:26 am (PDT)
(Moderator) INFO: Cara Mudah Baca Email
Para anggota milis sekolah-kehidupan Yth.,
Dari pengamatan yang kami lakukan, jumlah postingan yang masuk ke milis kita rata-rata 20-30 email sehari baik berupa artikel maupun postingan lainnya. Sehubungan dengan itu maka kami menyarankan bagi semua anggota agar email-box tidak cepat penuh maka disarankan agar mengubah status posting-emailnya dari individual email menjadi digest atau web-only. Tetapi dari pengalaman yang kami lakukan, hal yang terbaik bila kita memilih option web-only. Dengan pilihan ini maka kita hanya bisa membaca seluruh postingan dengan cara membuka mail site, juga untuk membalas postingan, serta mengirim email langsung ke si penulis.
1. Cara mengubah sistem info email dari individual email ke digest atau web-only
Ketik http://groups.yahoo.com/ group/sekolah- kehidupan,
Sign in dulu, kemudian klik Edit Membership
Kemudian di bawah ubah pilihan dari individual email ke pilihan digest atau web-only.
Kemudian akhiri dengan klik tanda SAVE
2. Cara mudah untuk membuka mail-group.
Bila kita sudah ingin memilih dengan web-only, berarti informasi semua postingan harus
dilihat di mail site. Untuk itu ketik http://groups.yahoo.com/ group/sekolah- kehidupan.
Sign in dulu, kemudian klik view all, untuk melihat semua postingan dari dulu yang paling
lama sampai yang terbaru.
Untuk memudahkan membuka mail-site kita di waktu-waktu berikutnya maka alamat mail
tadi yang di awali dengan http://....., sebaiknya di book-mark atau di masukkan dalam
daftar favorite (ada di ujung atas sebelah kiri layar monitor). Klik Favorites, dan add.
Demikian yang dapat disampaikan. Terima kasih.
Salam Hormat,
Moderator Bersama
- 3a.
-
(Catcil) Hujan dan Badai
Posted by: "rafif_amir" rafif_amir@yahoo.co.id rafif_amir
Sun Oct 19, 2008 8:19 am (PDT)
langit berubah kelam. hita. setelah berjam-jam lamanya terik
menyambar-nyambar. hujan mengguyur kotaku.deras. Angin bertiup
kencang. listrik padam.orang-orang berlarian ke luar rumah. beberapa
mengumandangkan adzan.
Subhanallah. betapa Maha Kuasa Allah mempergantikan panas dan hujan.
Maha Suci Allah yang dalam waktu sekejap menukar terang menjadi
gulita. Tubuhku bergetar. angin begitu dahsyatnya. petir dan gemuruh
saling bersahutan.
Dengan suhu tubuh di atas normal, aku berusaha tenang. aku percaya,
Allah hendak menurunkan berkahNya pada kami. yang bisa kulakukkan saat
itu hanya mengingat-ingat nikmatNya. betapa tidak, ketika kami semua
menginginkan kesejukan di tengah siang yang gersang, Allah menurunkan
hujan. Lalu ketika kami menginginkan terik, Allah kembali
mempertemukan kami dengannya di hari esok.
Maha Kuasa Allah. Maha Perkasa Allah
rafif,18-1008
- 3b.
-
Re: (Catcil) Hujan dan Badai
Posted by: "setyawan_abe" setyawan_abe@yahoo.com setyawan_abe
Sun Oct 19, 2008 8:10 pm (PDT)
di kehidupanNya
angin menelusup masyuk ke pembuluh
darah mendesir selusuri arteri vena syaraf
nadi jantung berdetak-detak
menyedot sumsum yang putih
sama tiada membiru
sediakan payung sebelum perlu
detik-detik jarum gerimis memerciki
wajah membeku, bibir kelu
menunggu waktu yang tak menanggung jawab
kala hanya tangan dan kaki yang angkat bicara
dan kini diri ini masih disini
mendendang nikmatNya
sejurus menunggu panggilan
mempersiapkan jawaban
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "rafif_amir" <rafif_amir@com ...>
wrote:
>
> langit berubah kelam. hita. setelah berjam-jam lamanya terik
> menyambar-nyambar. hujan mengguyur kotaku.deras. Angin bertiup
> kencang. listrik padam.orang-orang berlarian ke luar rumah. beberapa
> mengumandangkan adzan.
>
> Subhanallah. betapa Maha Kuasa Allah mempergantikan panas dan hujan.
> Maha Suci Allah yang dalam waktu sekejap menukar terang menjadi
> gulita. Tubuhku bergetar. angin begitu dahsyatnya. petir dan gemuruh
> saling bersahutan.
>
> Dengan suhu tubuh di atas normal, aku berusaha tenang. aku percaya,
> Allah hendak menurunkan berkahNya pada kami. yang bisa kulakukkan saat
> itu hanya mengingat-ingat nikmatNya. betapa tidak, ketika kami semua
> menginginkan kesejukan di tengah siang yang gersang, Allah menurunkan
> hujan. Lalu ketika kami menginginkan terik, Allah kembali
> mempertemukan kami dengannya di hari esok.
>
> Maha Kuasa Allah. Maha Perkasa Allah
>
> rafif,18-1008
>
- 4a.
-
Re: FW: (Curhat) I'm A SAHM and A Writer!
Posted by: "ukhti hazimah" ukhtihazimah@yahoo.com ukhtihazimah
Sun Oct 19, 2008 12:54 pm (PDT)
hehehe...tiap jengkal tulisan bikin ngikik terus, gokil abis. Eniwei, chayo deh mbak dew...seru amir kesehariannye ^_^:sinta:
Keindahan selalu muncul saat kepala manusia berpikir positif
^_^
www.sinthionk.rezaervani. com
www.sinthionk.multiply. com YM: sinthionk
--- On Sun, 10/19/08, d r <dedew_cheesecake@yahoo.com > wrote:
From: d r <dedew_cheesecake@yahoo.com >
Subject: [sekolah-kehidupan] FW: (Curhat) I'm A SAHM and A Writer!
To: "sekolah-kehidupan@yahoogroups. " <sekolah-kehidupan@com yahoogroups. >com
Date: Sunday, October 19, 2008, 5:34 AM
----- Original Message -----
Subject: FW: (Curhat) I'm A SAHM and A Writer!
Date: Thu, 16 Oct 2008 4:07:07
From: d r <dedew_cheesecake@ yahoo.com>
To: sekolah_kehidupan@ yahoogroups. com <sekolah_kehidupan@ yahoogroups. com>
----- Original Message -----
Subject: (Curhat) I'm A SAHM and A Writer!
Date: Thu, 16 Oct 2008 3:09:33
From: d r <dedew_cheesecake@ yahoo.com>
To: <pembacaanadia@ yahoogroups. com>,sekolah kehidupan <sekolahkehidupan@ yahoogroups. com>
Dear All,
Alhamdulillah, Setelah berjibaku hampir tiga bulan, kelar juga naskah buku terbaruku. Horeeee lega banget rasanya.. satu beban terlepas dari pundak, hehe lebay ya. Tebal ya kok lama banget? Atau membutuhkan riset mendalam? Temanya berat?
_____________________ _________ _________ _________ __
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
- 5a.
-
[CATCIL] Aku Pernah Ada di Posisi Mereka
Posted by: "Nia Robiatun Jumiah" musimbunga@gmail.com
Sun Oct 19, 2008 4:54 pm (PDT)
Mohon maaf kalo tulisanya gak penting.. tapi semoga ini bisa menjadi
pelajaran kalau-kalau kisah ini menimpa diri, anak, keluarga atau
orang-orang terdekat.
*[CATCIL] Aku Pernah Ada di Posisi Mereka*
Kata-kata yang umumnya keluar dari mulut-mulut orang yang
terdekat ketika aku tanya "what do you think about me?", sering sekali
adalah supel, gampang deket sama orang, gaul, ikhwid (akhwat gaul, atau
mungkin nyeleneh?) dsb...
Sungguh.. dahulu jauh dari yang mereka bayangkan. Aku tidak
lahir dalam keadaan seorang Nia yang ekspresif atau seorang Nia yang suka
curhat dan dicurhati orang. Entah percaya atau tidak, dulu aku seseorang
yang amat pendiam, yang bagiku punya masalah besar tentang sebuah
kepercayaan diri.
Aku kecil bukan orang yang verbal, yang ketika suka atau tidak
suka langsung diungkapkan. Bukan juga orang yang ekspresif, justru aku kecil
adalah seorang Nia yang pendiam. Sangat pendiam.
Aku SD bukan seorang siswa yang ketika ditanya pertanyaan oleh
guru langsung mengacungkan tangan. Walaupun aku tahu jawaban dari pertanyaan
guruku, dan teman-temanku tidak menjawabnya maka aku hanya diam. Dan
ujung-ujungnya berakhir dengan penyesalan.
SD, Nia dikenal bukan seorang yang tenar disekolah tidak juga karena
kepintaran atau gaul dengan banyak orang. Saat itu, ketika tugas maju
kedepan dan bercerita, maka yang terjadi adalah rok dan bajuku bergetar dan
dingin menjalari tubuh bahkan saat dimana aku sering meremas-remas tangan
dan mulai gagap berkata-kata. Dan saat itu menjadi moment yang benar-benar
menegangkan.
Dirumah, keluargaku bukan juga keluarga yang verbal, bahkan
awalnya aku aneh ketika ada temanku yang ditelpon ibunya dan diakhir telepon
mengucapkan kata-kata 'i love you..'.
Aku hanya berbicara pada hatiku dan angrek ketika senja tiba. Saat itu saat
baju seragamku belum diganti, dan lembayung mulai menguning. Aku menghampiri
kebun angrek di samping rumah, duduk di teras dekat kebun itu. Memandangi
bunga angrek yang bermekaran dengan indahnya, dan saat itu dimana aku
mencurahkan perasaanku kepada hati dan angrek melalui tatapan kosong,
seolah-olah
mencurahkan banyak hal yang terjadi di sekolah.
Dan sering ibu membuyarakan fikiran "Nia, ngapain sore-sore disini? Udah mau
magrib". Aku tidak bercerita tentang apa yang aku fikirkan.
SMP, membawa perubahan besar ketika pada suatu waktu seorang guru akutansi
bertanya, dan tak satu pun menjawab.. maka tekad perubahan menjadi seorang
Nia yang tidak mau lagi menjadikan kependiaman sebagai tempat yang nyaman.
Aku mulai mengacungkan tangan.. selalu..dan selalu maka guruku mengira aku
anak yang aktif dan cerdas sehingga peringkat kelas dan beasiswa sering aku
dapatkan. Walaupun mungkin di sekelilingku ada banyak 'Nia' yang dulu, yang
berjibaku dengan kependiaman sebagai jalan keluar. Dan mungkin mereka lebih
pintar dari pada aku.
Aku mulai memperhatikan mereka karena aku dulu pernah berada di posisi
mereka. Ketakutan akan banyak hal yang belum tentu terbukti benar seperti
penerimaan orang terhadap mereka, ketakutan melakukan kesalahan, kenyamanan
seseorang terhadap dirinya, dan mencari posisi aman dengan diam. Maka saat
itu aku mulai mendekati mereka satu persatu.. hanya satu alasan. Karena aku
pernah berada di posisi mereka.
Sampai kuliah pun, misi mendekati 'orang-orang pendiam' masih
terus berlanjut. Bukan hanya orang-orang pendiam, tapi juga orang-orang yang
pernah merasakan kekecewaan dalam hidup. Dan alhasil, ketika mereka mulai
membicarakan banyak uneg-uneg dan kekecewaan dalam hidup ada satu kepuasan
tersendiri bahwa ternyata aku merasa ada untuk mereka. Dari sana aku sangat
tertarik dengan ilmu kepribadian dan karakter manusia. Dan ujung-ujungnya
berguna sampai sekarang terlebih ketika mendekati murid-muridku yang punya
masalah dengan kependiaman dan kekecewaan. Bukan itu saja bahkan
cerita-cerita mereka yang luar biasa kadang menjadi sumber inspirasi banyak
tulisan.
No body's perfect ternyata sikap aku yang mungkin 'terbuka'
dengan banyak orang walaupun dengan alasan di atas ternyata menimbulkan
anggapan yang miring tentang aku, juga kekurangpercayaan dari orang-orang
terdekat. Karena mereka menganggap aku terlalu terbuka dengan orang lain
termasuk dengan lawan jenis.
Hmm.. biarkan mereka menilai.. karena aku seorang Nia yang
sangat biasa... amat biasa..
Nia Robie'
-20 Oktober 2008-
Ps: Makasih banyak buat masukan-masukan dan kritik penuh cinta dari
orang-orang terdekat. Sungguh aku hanya butuh kepercayaan.
- 5b.
-
Re: [CATCIL] Aku Pernah Ada di Posisi Mereka
Posted by: "inga_fety" inga_fety@yahoo.com inga_fety
Sun Oct 19, 2008 9:53 pm (PDT)
nia, jadi ingat hingga jaman kuliah semester pertama masih sebagai
mahasiswi pendiam. tapi, klo cerita tentang itu saat itu, kok ada yang
percaya yah kalo aku juga anak yang pendiam dulu:D
salam,
fety
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "Nia Robiatun Jumiah"com
<musimbunga@...> wrote:
>
> Mohon maaf kalo tulisanya gak penting.. tapi semoga ini bisa menjadi
> pelajaran kalau-kalau kisah ini menimpa diri, anak, keluarga atau
> orang-orang terdekat.
>
>
>
> *[CATCIL] Aku Pernah Ada di Posisi Mereka*
>
>
>
> Kata-kata yang umumnya keluar dari mulut-mulut orang yang
> terdekat ketika aku tanya "what do you think about me?", sering sekali
> adalah supel, gampang deket sama orang, gaul, ikhwid (akhwat gaul, atau
> mungkin nyeleneh?) dsb...
>
> Sungguh.. dahulu jauh dari yang mereka bayangkan. Aku tidak
> lahir dalam keadaan seorang Nia yang ekspresif atau seorang Nia yang
suka
> curhat dan dicurhati orang. Entah percaya atau tidak, dulu aku seseorang
> yang amat pendiam, yang bagiku punya masalah besar tentang sebuah
> kepercayaan diri.
>
> Aku kecil bukan orang yang verbal, yang ketika suka atau
tidak
> suka langsung diungkapkan. Bukan juga orang yang ekspresif, justru
aku kecil
> adalah seorang Nia yang pendiam. Sangat pendiam.
>
> Aku SD bukan seorang siswa yang ketika ditanya
pertanyaan oleh
> guru langsung mengacungkan tangan. Walaupun aku tahu jawaban dari
pertanyaan
> guruku, dan teman-temanku tidak menjawabnya maka aku hanya diam. Dan
> ujung-ujungnya berakhir dengan penyesalan.
>
> SD, Nia dikenal bukan seorang yang tenar disekolah tidak juga karena
> kepintaran atau gaul dengan banyak orang. Saat itu, ketika tugas maju
> kedepan dan bercerita, maka yang terjadi adalah rok dan bajuku
bergetar dan
> dingin menjalari tubuh bahkan saat dimana aku sering meremas-remas
tangan
> dan mulai gagap berkata-kata. Dan saat itu menjadi moment yang
benar-benar
> menegangkan.
>
> Dirumah, keluargaku bukan juga keluarga yang verbal, bahkan
> awalnya aku aneh ketika ada temanku yang ditelpon ibunya dan diakhir
telepon
> mengucapkan kata-kata 'i love you..'.
>
> Aku hanya berbicara pada hatiku dan angrek ketika senja tiba. Saat
itu saat
> baju seragamku belum diganti, dan lembayung mulai menguning. Aku
menghampiri
> kebun angrek di samping rumah, duduk di teras dekat kebun itu.
Memandangi
> bunga angrek yang bermekaran dengan indahnya, dan saat itu dimana aku
> mencurahkan perasaanku kepada hati dan angrek melalui tatapan kosong,
> seolah-olah
> mencurahkan banyak hal yang terjadi di sekolah.
>
> Dan sering ibu membuyarakan fikiran "Nia, ngapain sore-sore disini?
Udah mau
> magrib". Aku tidak bercerita tentang apa yang aku fikirkan.
>
> SMP, membawa perubahan besar ketika pada suatu waktu seorang guru
akutansi
> bertanya, dan tak satu pun menjawab.. maka tekad perubahan menjadi
seorang
> Nia yang tidak mau lagi menjadikan kependiaman sebagai tempat yang
nyaman.
> Aku mulai mengacungkan tangan.. selalu..dan selalu maka guruku
mengira aku
> anak yang aktif dan cerdas sehingga peringkat kelas dan beasiswa
sering aku
> dapatkan. Walaupun mungkin di sekelilingku ada banyak 'Nia' yang
dulu, yang
> berjibaku dengan kependiaman sebagai jalan keluar. Dan mungkin
mereka lebih
> pintar dari pada aku.
>
> Aku mulai memperhatikan mereka karena aku dulu pernah berada di posisi
> mereka. Ketakutan akan banyak hal yang belum tentu terbukti benar
seperti
> penerimaan orang terhadap mereka, ketakutan melakukan kesalahan,
kenyamanan
> seseorang terhadap dirinya, dan mencari posisi aman dengan diam.
Maka saat
> itu aku mulai mendekati mereka satu persatu.. hanya satu alasan.
Karena aku
> pernah berada di posisi mereka.
>
> Sampai kuliah pun, misi mendekati 'orang-orang pendiam'
masih
> terus berlanjut. Bukan hanya orang-orang pendiam, tapi juga
orang-orang yang
> pernah merasakan kekecewaan dalam hidup. Dan alhasil, ketika mereka
mulai
> membicarakan banyak uneg-uneg dan kekecewaan dalam hidup ada satu
kepuasan
> tersendiri bahwa ternyata aku merasa ada untuk mereka. Dari sana aku
sangat
> tertarik dengan ilmu kepribadian dan karakter manusia. Dan
ujung-ujungnya
> berguna sampai sekarang terlebih ketika mendekati murid-muridku yang
punya
> masalah dengan kependiaman dan kekecewaan. Bukan itu saja bahkan
> cerita-cerita mereka yang luar biasa kadang menjadi sumber inspirasi
banyak
> tulisan.
>
> No body's perfect ternyata sikap aku yang mungkin 'terbuka'
> dengan banyak orang walaupun dengan alasan di atas ternyata menimbulkan
> anggapan yang miring tentang aku, juga kekurangpercayaan dari
orang-orang
> terdekat. Karena mereka menganggap aku terlalu terbuka dengan orang lain
> termasuk dengan lawan jenis.
>
> Hmm.. biarkan mereka menilai.. karena aku seorang Nia yang
> sangat biasa... amat biasa..
>
>
>
>
>
> Nia Robie'
>
> -20 Oktober 2008-
>
>
>
>
>
> Ps: Makasih banyak buat masukan-masukan dan kritik penuh cinta dari
> orang-orang terdekat. Sungguh aku hanya butuh kepercayaan.
>
- 5c.
-
Re: [CATCIL] Aku Pernah Ada di Posisi Mereka
Posted by: "ugik madyo" ugikmadyo@gmail.com ugikmadyo
Sun Oct 19, 2008 10:15 pm (PDT)
eeeh ternyata aku tak sendiri :D
Sama Nia dan Fety.
Aku dulu juga pendiam dan pemalu banget.
Baru bisa ngomong lancar waktu SMA
Waktu itu terpaksa banyak ngomong karena jadi reporter majalah sekolah
Sekarang malah kram mulut kalau kelamaan diem plus pemalunya hilang malah
jadi malu-maluin :)
Dan banyak yang gak percaya kalau aku dulu pendiam dan pemalu
Duuh... :D
2008/10/20 inga_fety <inga_fety@yahoo.com >
> nia, jadi ingat hingga jaman kuliah semester pertama masih sebagai
> mahasiswi pendiam. tapi, klo cerita tentang itu saat itu, kok ada yang
> percaya yah kalo aku juga anak yang pendiam dulu:D
>
> salam,
> fety
>
> --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. <sekolah-kehidupan%com 40yahoogroups. com>,
> "Nia Robiatun Jumiah"
> <musimbunga@...> wrote:
> >
> > Mohon maaf kalo tulisanya gak penting.. tapi semoga ini bisa menjadi
> > pelajaran kalau-kalau kisah ini menimpa diri, anak, keluarga atau
> > orang-orang terdekat.
>
- 5d.
-
Re: [CATCIL] Aku Pernah Ada di Posisi Mereka
Posted by: "Hadian Febrianto" hadianf@gmail.com hadian.kasep
Sun Oct 19, 2008 10:49 pm (PDT)
Daaaaaaaaaaan.... aku pun sampai sekarang masih pendiam
2008/10/20 ugik madyo <ugikmadyo@gmail.com >
> eeeh ternyata aku tak sendiri :D
> Sama Nia dan Fety.
> Aku dulu juga pendiam dan pemalu banget.
> Baru bisa ngomong lancar waktu SMA
> Waktu itu terpaksa banyak ngomong karena jadi reporter majalah sekolah
> Sekarang malah kram mulut kalau kelamaan diem plus pemalunya hilang malah
> jadi malu-maluin :)
>
> Dan banyak yang gak percaya kalau aku dulu pendiam dan pemalu
> Duuh... :D
>
>
> 2008/10/20 inga_fety <inga_fety@yahoo.com >
>
>> nia, jadi ingat hingga jaman kuliah semester pertama masih sebagai
>> mahasiswi pendiam. tapi, klo cerita tentang itu saat itu, kok ada yang
>> percaya yah kalo aku juga anak yang pendiam dulu:D
>>
>> salam,
>> fety
>>
>> --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. <sekolah-kehidupan%com 40yahoogroups. com>,
>> "Nia Robiatun Jumiah"
>> <musimbunga@...> wrote:
>> >
>> > Mohon maaf kalo tulisanya gak penting.. tapi semoga ini bisa menjadi
>> > pelajaran kalau-kalau kisah ini menimpa diri, anak, keluarga atau
>> > orang-orang terdekat.
>>
>
>
>
--
Regards,
Hadian Febrianto, S.Si
PT SAGA VISI PARIPURNA
Jl. Rereng Barong no.53 Bandung 40123
Ph/fax: (+6222) 2507537
- 5e.
-
Re: [CATCIL] Aku Pernah Ada di Posisi Mereka
Posted by: "novi_ningsih" novi_ningsih@yahoo.com novi_ningsih
Sun Oct 19, 2008 10:55 pm (PDT)
percaya, kok
karena aku juga pendiam ketika sedang makan :P
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "Hadian Febrianto"com
<hadianf@...> wrote:
>
> Daaaaaaaaaaan.... aku pun sampai sekarang masih pendiam
>
> 2008/10/20 ugik madyo <ugikmadyo@...>
>
> > eeeh ternyata aku tak sendiri :D
> > Sama Nia dan Fety.
> > Aku dulu juga pendiam dan pemalu banget.
> > Baru bisa ngomong lancar waktu SMA
> > Waktu itu terpaksa banyak ngomong karena jadi reporter majalah sekolah
> > Sekarang malah kram mulut kalau kelamaan diem plus pemalunya
hilang malah
> > jadi malu-maluin :)
> >
> > Dan banyak yang gak percaya kalau aku dulu pendiam dan pemalu
> > Duuh... :D
> >
> >
> > 2008/10/20 inga_fety <inga_fety@...>
> >
> >> nia, jadi ingat hingga jaman kuliah semester pertama masih sebagai
> >> mahasiswi pendiam. tapi, klo cerita tentang itu saat itu, kok ada
yang
> >> percaya yah kalo aku juga anak yang pendiam dulu:D
> >>
> >> salam,
> >> fety
> >>
> >> --- In
sekolah-kehidupan@yahoogroups. <sekolah-kehidupan%com 40yahoogroups. com>,
> >> "Nia Robiatun Jumiah"
> >> <musimbunga@> wrote:
> >> >
> >> > Mohon maaf kalo tulisanya gak penting.. tapi semoga ini bisa
menjadi
> >> > pelajaran kalau-kalau kisah ini menimpa diri, anak, keluarga atau
> >> > orang-orang terdekat.
> >>
> >
> >
> >
>
>
>
> --
> Regards,
> Hadian Febrianto, S.Si
> PT SAGA VISI PARIPURNA
> Jl. Rereng Barong no.53 Bandung 40123
> Ph/fax: (+6222) 2507537
>
- 5f.
-
Re: [CATCIL] Aku Pernah Ada di Posisi Mereka --> Mr Hadian
Posted by: "Hamasah" widayati_endah@yahoo.com hamasahputri
Mon Oct 20, 2008 2:18 am (PDT)
Hadzihi fitnah!!
Nibras sebagai saksinya..hahaha
Piss ah, Om!!
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "Hadian Febrianto"com
<hadianf@...> wrote:
>
> Daaaaaaaaaaan.... aku pun sampai sekarang masih pendiam
>
> 2008/10/20 ugik madyo <ugikmadyo@...>
>
> > eeeh ternyata aku tak sendiri :D
> > Sama Nia dan Fety.
> > Aku dulu juga pendiam dan pemalu banget.
> > Baru bisa ngomong lancar waktu SMA
> > Waktu itu terpaksa banyak ngomong karena jadi reporter majalah sekolah
> > Sekarang malah kram mulut kalau kelamaan diem plus pemalunya
hilang malah
> > jadi malu-maluin :)
> >
> > Dan banyak yang gak percaya kalau aku dulu pendiam dan pemalu
> > Duuh... :D
> >
> >
> > 2008/10/20 inga_fety <inga_fety@...>
> >
> >> nia, jadi ingat hingga jaman kuliah semester pertama masih sebagai
> >> mahasiswi pendiam. tapi, klo cerita tentang itu saat itu, kok ada
yang
> >> percaya yah kalo aku juga anak yang pendiam dulu:D
> >>
> >> salam,
> >> fety
> >>
> >> --- In
sekolah-kehidupan@yahoogroups. <sekolah-kehidupan%com 40yahoogroups. com>,
> >> "Nia Robiatun Jumiah"
> >> <musimbunga@> wrote:
> >> >
> >> > Mohon maaf kalo tulisanya gak penting.. tapi semoga ini bisa
menjadi
> >> > pelajaran kalau-kalau kisah ini menimpa diri, anak, keluarga atau
> >> > orang-orang terdekat.
> >>
> >
> >
> >
>
>
>
> --
> Regards,
> Hadian Febrianto, S.Si
> PT SAGA VISI PARIPURNA
> Jl. Rereng Barong no.53 Bandung 40123
> Ph/fax: (+6222) 2507537
>
- 5g.
-
Re: [CATCIL] Aku Pernah Ada di Posisi Mereka --> Mr Hadian
Posted by: "Hadian Febrianto" hadianf@gmail.com hadian.kasep
Mon Oct 20, 2008 2:22 am (PDT)
Fitnatun hasanah
Mba Nuke sebagai temannya...
halah bawa orang lain
2008/10/20 Hamasah <widayati_endah@yahoo.com >
> Hadzihi fitnah!!
> Nibras sebagai saksinya..hahaha
>
> Piss ah, Om!!
>
> --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. <sekolah-kehidupan%com 40yahoogroups. com>,
> "Hadian Febrianto"
> <hadianf@...> wrote:
> >
> > Daaaaaaaaaaan.... aku pun sampai sekarang masih pendiam
> >
> > 2008/10/20 ugik madyo <ugikmadyo@...>
> >
> > > eeeh ternyata aku tak sendiri :D
> > > Sama Nia dan Fety.
> > > Aku dulu juga pendiam dan pemalu banget.
> > > Baru bisa ngomong lancar waktu SMA
> > > Waktu itu terpaksa banyak ngomong karena jadi reporter majalah sekolah
> > > Sekarang malah kram mulut kalau kelamaan diem plus pemalunya
> hilang malah
> > > jadi malu-maluin :)
> > >
> > > Dan banyak yang gak percaya kalau aku dulu pendiam dan pemalu
> > > Duuh... :D
> > >
> > >
> > > 2008/10/20 inga_fety <inga_fety@...>
> > >
> > >> nia, jadi ingat hingga jaman kuliah semester pertama masih sebagai
> > >> mahasiswi pendiam. tapi, klo cerita tentang itu saat itu, kok ada
> yang
> > >> percaya yah kalo aku juga anak yang pendiam dulu:D
> > >>
> > >> salam,
> > >> fety
> > >>
> > >> --- In
> sekolah-kehidupan@yahoogroups. <sekolah-kehidupan%com 40yahoogroups. com>
> <sekolah-kehidupan%40yahoogroups. com>,
> > >> "Nia Robiatun Jumiah"
> > >> <musimbunga@> wrote:
> > >> >
> > >> > Mohon maaf kalo tulisanya gak penting.. tapi semoga ini bisa
> menjadi
> > >> > pelajaran kalau-kalau kisah ini menimpa diri, anak, keluarga atau
> > >> > orang-orang terdekat.
> > >>
> > >
> > >
> > >
> >
> >
> >
> > --
> > Regards,
> > Hadian Febrianto, S.Si
> > PT SAGA VISI PARIPURNA
> > Jl. Rereng Barong no.53 Bandung 40123
> > Ph/fax: (+6222) 2507537
> >
>
>
>
--
Regards,
Hadian Febrianto, S.Si
PT SAGA VISI PARIPURNA
Jl. Rereng Barong no.53 Bandung 40123
Ph/fax: (+6222) 2507537
- 5h.
-
Re: [CATCIL] Aku Pernah Ada di Posisi Mereka -> Syah-syah saja
Posted by: "setyawan_abe" setyawan_abe@yahoo.com setyawan_abe
Mon Oct 20, 2008 2:38 am (PDT)
Daaaaaaan tiada fitnah diantara kita,
mantan pendiam telkom
umminya Nibras itu dia ahlinya
bercerita tentang Cahaya
serahkan saja padanya atau abinya
Dani Ardiansyah
syah... ^_^
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "Hadian Febrianto"coDm
<hadianf@...> wrote:
>
> Fitnatun hasanah
> Mba Nuke sebagai temannya...
>
> halah bawa orang lain
>
> 2008/10/20 Hamasah widayati_endah@...
>
> > Hadzihi fitnah!!
> > Nibras sebagai saksinya..hahaha
> >
> > Piss ah, Om!!
> >
> > --- In
sekolah-kehidupan@yahoogroups. <sekolah-kehidupan%com 40yahoogroups. com>,
> > "Hadian Febrianto"
> > hadianf@ wrote:
> > >
> > > Daaaaaaaaaaan.... aku pun sampai sekarang masih pendiam
> > >
> > > 2008/10/20 ugik madyo ugikmadyo@
> > >
> > > > eeeh ternyata aku tak sendiri :D
> > > > Sama Nia dan Fety.
> > > > Aku dulu juga pendiam dan pemalu banget.
> > > > Baru bisa ngomong lancar waktu SMA
> > > > Waktu itu terpaksa banyak ngomong karena jadi reporter majalah
sekolah
> > > > Sekarang malah kram mulut kalau kelamaan diem plus pemalunya
> > hilang malah
> > > > jadi malu-maluin :)
> > > >
> > > > Dan banyak yang gak percaya kalau aku dulu pendiam dan pemalu
> > > > Duuh... :D
> > > >
> > > >
> > > > 2008/10/20 inga_fety inga_fety@
> > > >
> > > >> nia, jadi ingat hingga jaman kuliah semester pertama masih
sebagai
> > > >> mahasiswi pendiam. tapi, klo cerita tentang itu saat itu, kok
ada
> > yang
> > > >> percaya yah kalo aku juga anak yang pendiam dulu:D
> > > >>
> > > >> salam,
> > > >> fety
> > > >>
> > > >> --- In
> > sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
<sekolah-kehidupan%40yahoogroups. com>
> > <sekolah-kehidupan%40yahoogroups. com>,
> > > >> "Nia Robiatun Jumiah"
> > > >> <musimbunga@> wrote:
> > > >> >
> > > >> > Mohon maaf kalo tulisanya gak penting.. tapi semoga ini bisa
> > menjadi
> > > >> > pelajaran kalau-kalau kisah ini menimpa diri, anak, keluarga
atau
> > > >> > orang-orang terdekat.
> > > >>
> > > >
> > > >
> > > >
> > >
> > >
> > >
> > > --
> > > Regards,
> > > Hadian Febrianto, S.Si
> > > PT SAGA VISI PARIPURNA
> > > Jl. Rereng Barong no.53 Bandung 40123
> > > Ph/fax: (+6222) 2507537
> > >
> >
> >
> >
>
>
>
> --
> Regards,
> Hadian Febrianto, S.Si
> PT SAGA VISI PARIPURNA
> Jl. Rereng Barong no.53 Bandung 40123
> Ph/fax: (+6222) 2507537
>
- 5i.
-
Re: [CATCIL] Aku Pernah Ada di Posisi Mereka -> Syah-syah saja -Rala
Posted by: "setyawan_abe" setyawan_abe@yahoo.com setyawan_abe
Mon Oct 20, 2008 2:41 am (PDT)
hehehe, siapa bilang?
STT-Telkom maksudnya, demikiankah?
Hamasah?
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "setyawan_abe"com
<setyawan_abe@...> wrote:
>
> Daaaaaaan tiada fitnah diantara kita,
> mantan pendiam telkom
> umminya Nibras itu dia ahlinya
> bercerita tentang Cahaya
> serahkan saja padanya atau abinya
> Dani Ardiansyah
> syah... ^_^
> --- In sekolah-kehidupan@..., "Hadian Febrianto"
> hadianf@ wrote:
> >
> > Fitnatun hasanah
> > Mba Nuke sebagai temannya...
> >
> > halah bawa orang lain
> >
> > 2008/10/20 Hamasah widayati_endah@
> >
> > > Hadzihi fitnah!!
> > > Nibras sebagai saksinya..hahaha
> > >
> > > Piss ah, Om!!
> > >
> > > --- In
>
sekolah-kehidupan@yahoogroups. <sekolah-kehidupan%com 40yahoogroups. com>,
> > > "Hadian Febrianto"
> > > hadianf@ wrote:
> > > >
> > > > Daaaaaaaaaaan.... aku pun sampai sekarang masih pendiam
> > > >
> > > > 2008/10/20 ugik madyo ugikmadyo@
> > > >
> > > > > eeeh ternyata aku tak sendiri :D
> > > > > Sama Nia dan Fety.
> > > > > Aku dulu juga pendiam dan pemalu banget.
> > > > > Baru bisa ngomong lancar waktu SMA
> > > > > Waktu itu terpaksa banyak ngomong karena jadi reporter majalah
> sekolah
> > > > > Sekarang malah kram mulut kalau kelamaan diem plus pemalunya
> > > hilang malah
> > > > > jadi malu-maluin :)
> > > > >
> > > > > Dan banyak yang gak percaya kalau aku dulu pendiam dan pemalu
> > > > > Duuh... :D
> > > > >
> > > > >
> > > > > 2008/10/20 inga_fety inga_fety@
> > > > >
> > > > >> nia, jadi ingat hingga jaman kuliah semester pertama masih
> sebagai
> > > > >> mahasiswi pendiam. tapi, klo cerita tentang itu saat itu, kok
> ada
> > > yang
> > > > >> percaya yah kalo aku juga anak yang pendiam dulu:D
> > > > >>
> > > > >> salam,
> > > > >> fety
> > > > >>
> > > > >> --- In
> > > sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
> <sekolah-kehidupan%40yahoogroups. com>
> > > <sekolah-kehidupan%40yahoogroups. com>,
> > > > >> "Nia Robiatun Jumiah"
> > > > >> <musimbunga@> wrote:
> > > > >> >
> > > > >> > Mohon maaf kalo tulisanya gak penting.. tapi semoga ini
bisa
> > > menjadi
> > > > >> > pelajaran kalau-kalau kisah ini menimpa diri, anak,
keluarga
> atau
> > > > >> > orang-orang terdekat.
> > > > >>
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > --
> > > > Regards,
> > > > Hadian Febrianto, S.Si
> > > > PT SAGA VISI PARIPURNA
> > > > Jl. Rereng Barong no.53 Bandung 40123
> > > > Ph/fax: (+6222) 2507537
> > > >
> > >
> > >
> > >
> >
> >
> >
> > --
> > Regards,
> > Hadian Febrianto, S.Si
> > PT SAGA VISI PARIPURNA
> > Jl. Rereng Barong no.53 Bandung 40123
> > Ph/fax: (+6222) 2507537
> >
>
- 5j.
-
Re: [CATCIL] Aku Pernah Ada di Posisi Mereka --> Mr Hadian
Posted by: "setyawan_abe" setyawan_abe@yahoo.com setyawan_abe
Mon Oct 20, 2008 3:01 am (PDT)
Ma huwa bihi?
please share for me
(bener ga si?) ^_^
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "Hadian Febrianto"com
<hadianf@...> wrote:
>
> Fitnatun hasanah
> Mba Nuke sebagai temannya...
>
> halah bawa orang lain
>
> 2008/10/20 Hamasah widayati_endah@...
>
> > Hadzihi fitnah!!
> > Nibras sebagai saksinya..hahaha
> >
> > Piss ah, Om!!
> >
> > --- In
sekolah-kehidupan@yahoogroups. <sekolah-kehidupan%com 40yahoogroups. com>,
> > "Hadian Febrianto"
> > hadianf@ wrote:
> > >
> > > Daaaaaaaaaaan.... aku pun sampai sekarang masih pendiam
> > >
> > > 2008/10/20 ugik madyo ugikmadyo@
> > >
> > > > eeeh ternyata aku tak sendiri :D
> > > > Sama Nia dan Fety.
> > > > Aku dulu juga pendiam dan pemalu banget.
> > > > Baru bisa ngomong lancar waktu SMA
> > > > Waktu itu terpaksa banyak ngomong karena jadi reporter majalah
sekolah
> > > > Sekarang malah kram mulut kalau kelamaan diem plus pemalunya
> > hilang malah
> > > > jadi malu-maluin :)
> > > >
> > > > Dan banyak yang gak percaya kalau aku dulu pendiam dan pemalu
> > > > Duuh... :D
> > > >
> > > >
> > > > 2008/10/20 inga_fety inga_fety@
> > > >
> > > >> nia, jadi ingat hingga jaman kuliah semester pertama masih
sebagai
> > > >> mahasiswi pendiam. tapi, klo cerita tentang itu saat itu, kok
ada
> > yang
> > > >> percaya yah kalo aku juga anak yang pendiam dulu:D
> > > >>
> > > >> salam,
> > > >> fety
> > > >>
> > > >> --- In
> > sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
<sekolah-kehidupan%40yahoogroups. com>
> > <sekolah-kehidupan%40yahoogroups. com>,
> > > >> "Nia Robiatun Jumiah"
> > > >> <musimbunga@> wrote:
> > > >> >
> > > >> > Mohon maaf kalo tulisanya gak penting.. tapi semoga ini bisa
> > menjadi
> > > >> > pelajaran kalau-kalau kisah ini menimpa diri, anak, keluarga
atau
> > > >> > orang-orang terdekat.
> > > >>
> > > >
> > > >
> > > >
> > >
> > >
> > >
> > > --
> > > Regards,
> > > Hadian Febrianto, S.Si
> > > PT SAGA VISI PARIPURNA
> > > Jl. Rereng Barong no.53 Bandung 40123
> > > Ph/fax: (+6222) 2507537
> > >
> >
> >
> >
>
>
>
> --
> Regards,
> Hadian Febrianto, S.Si
> PT SAGA VISI PARIPURNA
> Jl. Rereng Barong no.53 Bandung 40123
> Ph/fax: (+6222) 2507537
>
- 6.
-
Saya Baru Saja Membakar Seseorang!
Posted by: "Jonru" jonrusaja@gmail.com j0nru
Sun Oct 19, 2008 6:22 pm (PDT)
Alhamdulillah...
Senang rasanya bila bisa berbagi kebaikan dengan sesama.
(Artikel yang sangat inspiratif terlampir di bawah ini)
--
Thanks dan wassalam
Jonru
Founder PenulisLepas.com & BelajarMenulis. com
http://www.penulislepas.com/ v2
http://www.belajarmenulis.com/
Telp: 0852-1701-4194 / 021-9829-3326
YM: jonrusaja
Belajar Menulis Jarak Jauh, Kapan Saja di Mana Saja, Berlaku Internasional
=====>>> http://www.SekolahMenulisOnline. com
Mau menerbitkan buku tapi belum tahu caranya?
http://www.naskahoke.com/e-mbig :)
Peluang Bisnis untuk Penulis?
===>>> http://bisnis.penulislepas. com/
Personal blog:
http://www.jonru.net
http://jonru.multiply. com
===================== ========= ========= ======
Ketika Jonru Membakarku!
Oleh: Fadhil Wahyudi
http://fadhilwahyudi.multiply. com/journal/ item/36
jonrusaja (10/11/2008 9:03:00 AM): Broadcast: Semua orang pasti ingin
mendapat penghasilan utama dari sesuatu yang paling mereka minati dan
cintai. Bagaimana caranya? Klik
http://www.jonru.net/ingin- menemukan- lentera-jiwa- ini-kiatnya
Demikianlah private message yang masuk melalui window Yahoo! Messenger
saya. Sebuah pesan yang dikirim Pak Jonru, guru saya di SMO. Pesan
dengan kalimat singkat yang membuat saya dipengaruhi rasa penasaran
untuk segera meluncur, mengakses link yang dimaksud.
Subhanallah, apa yang saya temukan di sana ternyata sangat menggugah
diri saya. Ibarat menemukan sebongkah emas di kolong tempat tidur,
tiba-tiba saya merasa gembira karena telah menemukan sesuatu yang
sangat berarti dalam pemikiran saya. Anda mau bukti? Klik saja link di
atas! Percayalah, anda akan mendapatkan hal berharga di dalamnya.
Jujur, selama ini saya begitu merasa nyaman dengan pekerjaan saya
sebagai seorang karyawan di sebuah perusahaan konstruksi yang
beroperasi di daerah Migas. Saya merasakan bahwa cita-cita yang saya
impikan sedari dulu terlaksana sudah. Cita-cita yang dimiliki,
layaknya cita-cita seorang anak yang masih menempuh jenjang
pendidikan; setelah lulus dapat kerja! Itu saja, tak pernah lebih! Dan
saya harus menjadi orang yang banyak bersyukur karena apa yang saya
idamkan sejak mengenyam bangku pendidikan ternyata menjadi kenyataan.
Dua bulan setelah lulus, saya mendapatkan pekerjaan di kota Duri,
salah satu daerah penghasil minyak bumi terbesar di Riau.
Namun, setelah membaca tulisan Pak Jonru dan tulisan-tulisan terkait
lainnya tentang "lentera jiwa", saya berpikir untuk sesuatu yang lain.
Saya memikirkan apa yang sebelumnya tidak pernah serius saya pikirkan.
Apabila saya berhenti bekerja dari perusahaan ini, apa yang akan saya
lakukan? Siapkah saya untuk melanjutkan kehidupan tanpa menjadi "orang
gajian"?
Dari pertanyaan itulah saya mulai mengukur diri, menghitung jumlah
tabungan yang ada, menimbang semua kebutuhan hidup yang harus
ditunaikan, mengingat semua biaya yang harus dikeluarkan untuk
pendidikan anak, dan............ Ah! Terlalu lelah saya menghitung
semuanya. Kelelahan yang bersumber dari ketidak mampuan saya
membayangkan kejadian-kejadian buruk yang harus saya alami apabila
terus menggantungkan diri bekerja sebagai karyawan di perusahaan
kontraktor. Kejadian buruk yang terus membayangi tatkala persaingan
semakin ketat dengan lapangan kerja yang semakin sempit adanya.
Saya kembali merenungi perjalanan Pak Jonru melalui tulisannya. Ya,
saya harus membuat sesuatu yang lain dalam kehidupan saya! Harus!
Tanpa menunda waktu lagi untuk menggali potensi yang sebenarnya saya
miliki dan mungkin terpendam jauh ke dalam diri saya, karena sejauh
ini telah saya lupakan akibat buaian kenyamanan yang saya dapati. Saya
optimis bisa mengangkatnya kembali, menempatakannya menjadi sebuah
keunggulan yang memiliki arti dan nilai jual hingga diri saya tak lagi
mengalami ketergantungan menjadi "orang gajian" selamanya.
Sekali lagi saya katakan, tulisan tersebut membakar motivasi saya
untuk berpikir lebih dalam tentang kehidupan saya selanjutnya.
Sehingga saya mencanangkan niat untuk memulai perubahan dari sekarang!
Bahkan sebelum tulisan ini saya rangkai kata demi kata hingga menjadi
sebuah tulisan yang utuh di hadapan anda semua.
Dalam hal ini saya tak ingin kalah niat dengan Pak Jonru ( Ini kalimat
ajaib saya! ). Ketika Pak Jonru memiliki keinginan untuk menjadi lebih
besar dan sukses dari orang-orang sebelumnya, tak ada salahnya kan
apabila saya bercita-cita untuk lebih besar dan sukses dari Pak Jonru?
Do'akan saja untuk kesuksesan saya..... J (*)
Terima kasih, Pak Guru atas pencerahannya.....
- 7a.
-
Re: [maklumat] Artikel ttg SK di Republika bisa dibaca di blog SK
Posted by: "sismanto" siril_wafa@yahoo.co.id siril_wafa
Sun Oct 19, 2008 6:55 pm (PDT)
Saya dah baca, sayang di hutan nggak ada republika . .^_^
adanya cuma koraan lokal, kalaupun ada koran ibukota telat satu
hari... :))
-sis-
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "Pandika Sampurna"com
<pandika_sampurna@...> wrote:
>
>
> CONGRATULATION for you all.
> --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "Lia Octavia"com
> <liaoctavia@> wrote:
> >
> > > > > --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "Bu CaturCatriks"com
> > > > <punya_retno@> wrote:
>
- 8.
-
(Catatan Kaki) Special Gift from Islamic-Invitation.com
Posted by: "setyawan_abe" setyawan_abe@yahoo.com setyawan_abe
Sun Oct 19, 2008 8:10 pm (PDT)
Nuwun sewu, just forwarding, sumonggo...
Assalamoalaikum
We Muslims inherited the guidance of Allah and it is duty of every
Muslim to deliver the message of Allah. We are sending books pertaining
to the knowledge of Islam and comparative religions for free to Muslims,
Non-Muslims and Reverts with the help of Almighty Allah. You can also
download more than 410 titles of books(in more than 68 languages) from
our websites www.hadices.com <http://www.hadices. com/ >
<http://www.hadices.com/ <http://www.hadices.com/ > > and
www.islamic-invitation. com <http://www.islamic- invitation. >com/
<http://www.islamic-invitation. <http://www.islamic-com/ invitation. >com/
> . You are requested kindly give us address of yourself as well as the
addresses of Muslims, Non-Muslims and Reverts so that we can send books
by postal mail. We have books readily available to dispatch and we are
seeking for people who are interested in the study of these books. If
you need specific books please look up the lists of these books given on
our website and notify us about the books selected by you. We shall mail
you your selected books. May Allah accept your endeavor for the sake of
Islam.
Jazak Allah
Sincerely
Asif Sheikh
www.hadices.com <http://www.hadices. com/ >
fidvi@hotmail.com <mailto:fidvi%40hotmail. com>
- 9.
-
Kebahagiaan Apa Lagi yang Hendak Allah Berikan?
Posted by: "rafif_amir" rafif_amir@yahoo.co.id rafif_amir
Sun Oct 19, 2008 8:10 pm (PDT)
Berulang kali saya mengalaminya. atau mungkin kita semua sering
mengalaminya. karena hakikatnya ini adalah sebuah janji dariNya,
"Bersama kesulitan ada kemudahan" hanya terkadang kita lah yang tak
bisa menangkap hikmahnya.
Kejadian itu bermula ketika pada suatu siang, dengan bersepeda ria
saya silaturahim ke salah seorang teman. di tengah deru kendaraan
bermotor yang berpacu di jalan raya, dan udara yang semakin membuat
saya gerah, saya terus mengayuh hingga sampai di tempat tujuan
Singkat cerita, dalam perjalanan pulang, saya sempatkan mampir di
stasiun radio Akbar FM untuk konfirmasi proposal kegiatan. setelah
berbincang-bincang dan hendak pulang, saya merogoh saku celana. saya
mencari HP. tapi tak ketemu. saya mencarinya di tas. juga tak ada.
seingat saya, mungkin tertinggal di rumah teman saya. saya pun
berlalu, meneruskan perjalanan ke rumah.
Dalam perjalanan pulang. panas terasa lebih menyengat. peluh mulai
bercucuran memenuhi permukaan kulit. baju yang saya kenakan basah.
saya dilanda lapar dan haus yang sangat. padahal hari itu saya niatkan
untuk puasa. keraguan mulai datang menggoda. hingga akhirnya saya
memutuskan untuk berbuka siang itu juga :)
Setelah menunaikan hajat, saya meminjam motor teman untuk menacri Hp
saya di rumah teman yang saya kunjungi. ternyata tidak ada. beberapa
kali dihubungi, namun tak ada jawaban. walhasil, saya kembali dengan
tangan hampa
setibanya kembali di rumah, langit yang terik tiba-tiba mendung dan
hujan deras mengguyur kotaku. beberapa saat saya terdiam, sebelum
akhirnya melanjutkan perjalanan untuk syuro bersama teman2 panitia di
FLP. semua pakaian saya basah kuyup.
Setelah keramas, saya akan segera melanjutkan agenda malam itu dengan
mengisi pertemuan pekanan adik-adik. kepala saya mulai terasa
berat.suhu badan naik. oya, akhirnya saya tahu bahwa ternyata HP saya
telah berpindah tangan ke tangan orang jahil.mungkin terjatuh di
sepanjang jalan dari rumah teman. teman2 yang sms ke saya dibalasnya
dengan kata-kata jorok dan kotor. Ah, biarlah..
Malam hari, suhu badan saya semakin naik. kepala semakin berat saja
rasanya.saya pun memilih tidur, sambil mencoba menguntai hikmah
peristiwa hari itu. dan beberapa musibah yang beruntun terjadi di hari
sebelumnya.saya percaya, Allah hendak memberikan kebahagiaan pada
saya.karena "bersama kesulitan ada kemudahan"
kenangan 16-10-2008, dan 1 kebahagiaan pun tiba sebelum saya menulis
cerita ini
- 10.
-
[Catcil] Para Penulis Daerah, Bangkitlah!
Posted by: "rafif_amir" rafif_amir@yahoo.co.id rafif_amir
Sun Oct 19, 2008 8:10 pm (PDT)
Suatu hari saya bertemu dengan salah seorang sastrawan Jember. saya
memanggilnya Mas Gun. kami terlibat diskusi seputar dunia kepenulisan.
kebetulan juga karena kedatangan saya ke "Markaz" Nasi putih yang
beliau kelola adalah dengan maksud menjalin kerjasama untuk acara
Talkshow FLP Jember.
"Para penulis di daerah kurang diperhatikan. padahal, saya tidak
menjamin bahwa para penulis seperti di Jakarta ataupun di jogja
kualitas tulisannya lebih bagus daripada penulis di daerah. seperti di
Jember misalnya. Justru tantangan mereka lebih besar. mungkin secara
produktivitas, boleh jadi penulis di kota-kota besar lebih produktif,
tapi secara kualitas, belum tentu...."
Mungkin apa yang beliau sampaikan ada benarnya.mengingat betapa
banyaknya para penulis di daerah yang tidak semuanya bisa menjangkau
dunia penerbitan, karyanya tidak dilirik, atau dianak tirikan. saya
pernah mendengar kritikan serupa di acara SILNAS FLP beberapa bulan silam.
Mas Gun melanjutkan argumentasinya. beberapa kritikan juga dialamatkan
pada FLP. saya terima sejauh kritikan itu bermanfaat dan benar adanya.
namun di balik itu semua, beliau salut dengan teman-teman FLP yang
saat ini memiliki jaringan di seluruh nusantara.
"...Seharusnya pusat lebih peka dan antusias terhadap karya-karya di
daerah. kemudian dibantu dengan menerbitkannya atau
mengeksplorkannya.. bukan dari daerah yang ke pusat, kerena mereka
juga pontang-panting dan kesulitan"
saya hanya mengangguk meskipun tidak setuju sepenuhnya.Tapi yang
jelas, bahwa banyak karya-karya hebat di daerah, saya setuju. bahwa
kemudian harus ada yang memunculkan dan mengapresiasi karyanya, saya
setuju.
sejatinya, saya berharap kepada semua penulis yang ada di daerah,
untuk terus mengembangkan kemampuan menulisnya.jangan pernah lelah dan
'minder' untuk bersaing dengan penulis lokal. saya yakin, seperti
bintang bintang yang bersinar dalam kegelapan, jikalau kalian sudah
bisa menembus ranah penerbitan, atau nama kalian dikenal, maka kalian
bisa 'mengalahkan' karya-karya penulis yang ada di kota besar. karena
perjuangan kalian lebih melelahkan, dan semangat kalian lebih bersinar.
---------Special Untuk teman-teman FLP Jember,berjuanglah! teruslah
menulis! meski hari ini tulisan kalian belum bisa dilihat semua orang.
teruslah menulis! saya yakin kalian akan menjadi penulis besar! jangan
lelah, karena Allah juga menilai amal dan kebeningan jihad
kalian!--------------
Jember,20 Oktober 2008
- 11a.
-
(Catcil) Kecerdasan dan Kesederhanaan Seorang Epri.
Posted by: "Siwi LH" siuhik@yahoo.com siuhik
Sun Oct 19, 2008 8:50 pm (PDT)
Kecerdasan Seorang Epri.
(Oleh-oleh mengikuti Launching Buku
Ruang Lengang di Surabaya)
Perkenalan pertama saya dengan Epri di dunia maya ketika sebuah puisinya cukup
membuat saya tersenyum,
Akan kumenangkan semua lomba
makan kerupuk
agar aku lupa harga beras dan minyak goreng
Merdeka!
(Puisi diatas
dipermanis dengan sebuah foto orang berlomba makan krupuk pada peringatan HUT
RI)
"Cerdas juga orang ini" pikirku. Kemudian saya tahu ternyata dia adalah
founder milis komunitas puisi FLP, sehingga sayapun memutuskan untuk bergabung
di milis itu, kurang lebih setahun yang lalu, selain ternyata dia juga anggota
milis Sekolah Kehidupan.
Hari Sabtu tanggal 18 Oktober 2008, saya berkesempatan bertemu langsung
dengan Epri dalam sebuah acara bertajuk Launching Buku "Ruang Lengang"
karyanya, yang dipandhegani oleh Komunitas Esok. Acara yang dikemas sangat
sederhana untuk seorang Epri. Saya salut dengan orang sekapasitas Epri menghadiri
launchingnya dengan sedemikian sederhana. Menggelar tikar, lesehan di Gedung Ex
Museum Mpu Tantular, dibumbui udara sangat panas Surabaya, tanpa AC, tanpa
kipas angin, rasanya terlalu sederhana untuk karya-karya Epri. Tapi itulah yang
membuat saya salut, Epri yang sederhana, saya tidak melihat dia mengeluh, saya
melihat dia enjoy aja lagi! Bahkan saya
melihat dia serasa di rumah sendiri. Mungkin yang sedikit saya sesalkan adalah
kenapa Eska Surabaya tidak ambil bagian dalam acara ini, sekaligus melaunching
buku Menggenggam Cahaya, karena sebenarnya saya melihat momen itu begitu pas,
dalam buku Menggenggam Cahaya pun saya melihat puisi Mas Epri nangkring disana.
Tapi sudahlah barangkali belum saatnya.
Sejak awal saya menikmati puisi-puisi Epri komen yang pertama kali
muncul adalah "Cerdas!" ya saya yang sangatttt awam dengan dunia puisi melihat
karya-karya Epri adalah cerdas, segar, tak bermaksud menggurui, jelas
maksudnya, sederhana, dan lebih mudah dimusikalisasi. Yang terakhir ini
kemaren sempat di kritik pula oleh sang peresensi Buku Ruang Lengang, katanya,
"Jangan-jangan nanti Epri terjebak untuk membuat puisi yang bisa
dimusikalisasi, sehingga karyanya tak murni lagi". Yang langsung dijawab 'tidak'
dengan tegas oleh Epri.
Jujur saya yang baru awal-awal menulis puisi dengan sedikit serius,
sedikit terwarnai dengan karya Epri, karena memang beliau ini juga salah satu
guru saya, secara tak langsung.Saya selalu dibuat berkomentar "Kok bisa ya?"
Apalagi kemaren ia membaca karyanya yang berjudul 'Panggilan Super Penting'
: corong informasi
stasiun
neng-nong
ning-gung
perhatian-perhatian
panggilan kepada bapak dan ibu
para budak yang mestinya tahu diri
waktu menghadap sudah tiba
ditunggu kehadirannya di atas
sajadah
atau apapun yang bersih di atas bumi fana ini
ambil wudhu, sujud dan rukuklah
berserah diri
neng-nong
ning-gung
perhatian
panggilan ini akan diputar 5 kali setiap hari
dan akan ada sedikit tambahan kalimat
pada waktu subuh
: sholat lebih
baik daripada tidur
terimakasih
mari menuju kebahagiaan!
neng-nong
ning-gung
.............
sayup-sayup kumandang indah nan
syahdu
di kejauhan merembesi bilahbilah hati
yang kasat
Epri Tsaqib, 2007
Mungkin puisi diatas tidak asyik ketika dibaca, tapi ketika
dipanggungkan (istilah Epri) nilainya akan jauh lebih bagus. Dan memang
terbukti! Ada puisi yang memang indah ketika ditulis, tapi ada puisi yang bobot
keindahannya (menarik) lebih terasa ketika dipanggungkan, dan puisi diatas
salah satunya, yang dibawakan dengan apik oleh Epri.
Kawan-kawan dari Komunitas Esok juga membuat Epri tersenyum-senyum,
sambil geleng-geleng kepala ketika beberapa puisinya bisa dimusikalisasi dengan
sangat apik oleh mereka. Tak kurang dari dua puisi dari Buku Ruang Lengang yang
dinyanyikan dengan sangat indah oleh temen-temen Komunitas Esok. Sebenarnya sangat banyak yang sudah dimusikalisasi, tapi
entah sang komposer yang cukup tambun malu menampilkan. Padahal asyik-asyik lho lagunya!
Tak terasa waktu merambat malam, artinya waktu untuk pulang. Saya
sangat senang dengan pertemuan tersebut , karena jujur baru kali itu saya hadir
dalam sebuah komunitas sastra di Surabaya. Ternyata banyak sodara disana. Setelah
saling menyapa dengan Epri, dan bertukar no Hp, kami berpamitan, Eska Surabaya
yang hadir April , Gita dan saya. Kami berpamitan dengan satu pesan " Mas Epri
disini juga ada saudara yang lain juga lo, Eska Surabaya, so kalau ke Surabaya
beritahu kami, agar kami bisa membantu yang kami bisa!" Sukses dan berkah
selalu buat Epri sekeluarga, teruslah berkarya dengan hatimu!
Pacar
Kembang, 19 Oktober 2008
Salam Hebat Penuh Berkah
Siwi LH
cahayabintang. wordpress.com
siu-elha. blogspot.com
YM : siuhik
_____________________ _________ _________ _________ __
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com - 11b.
-
Re: (Catcil) Kecerdasan dan Kesederhanaan Seorang Epri.
Posted by: "ukhti hazimah" ukhtihazimah@yahoo.com ukhtihazimah
Sun Oct 19, 2008 9:20 pm (PDT)
Musikalisasi puisi?? haduh, pasti seru euy!!aku jadi suka musikalisasi puisi sejak ngeliat sumbangsih dari mas adew dan kawan pas acara Launching MC di Bandung...wew asyik dan enak untuk dinikmati.
Mbak Siwi, bikin reportasenya duonk ^_^thank ceritanya ya mbak...:sinta:
Keindahan selalu muncul saat kepala manusia berpikir positif
^_^
www.sinthionk.rezaervani. com
www.sinthionk.multiply. com YM: sinthionk
--- On Mon, 10/20/08, Siwi LH <siuhik@yahoo.com > wrote:
From: Siwi LH <siuhik@yahoo.com >
Subject: [sekolah-kehidupan] (Catcil) Kecerdasan dan Kesederhanaan Seorang Epri.
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
Cc: komunitaspuisi_flp@yahoogroups. , sekolahkehidupan@com yahoo.com
Date: Monday, October 20, 2008, 3:50 AM
Kecerdasan Seorang Epri.
(Oleh-oleh mengikuti Launching Buku
Ruang Lengang di Surabaya)
_____________________ _________ _________ _________ __
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
- 12.
-
Jika Dokter Mengatakan "Tidak Ada Harapan"
Posted by: "agussyafii" agussyafii@yahoo.com agussyafii
Sun Oct 19, 2008 10:49 pm (PDT)
Jika Dokter Mengatakan "Tidak Ada Harapan"
By: agussyafii
Di rumah bercat putih itu saya diundang oleh satu keluarga. Ibu dari
pemilik rumah itu cukup ramah. Hari itu kehadiran saya untuk memenuhi
undangan tasyakuran. Sambil menunggu tamu lainnya datang saya
mendengarkan penuturan sang ibu. Katanya sejak setahun yang lalu
suaminya terbaring koma dirumah sakit. hampir seminggu dua kali
dirinya dan putrinya selalu menjenguk kondisi suaminya tidak berubah.
Kesembuhan suaminya kata dokter, "tidak ada harapan." Bahkan sang
dokterpun sudah menyerah. selalu saja sang ibu menyakini "Alloh al
Musta'an." (Allohlah tempat meminta pertolongan).
Sampai suatu hari ditengah kunjungannya melihat posisi tidur suaminya
mulai berubah. tanda-tanda tersadar nampak dari gerakan. terbuka
kelopak matanya membuat derai airmatanya bercururan. akhirnya alat
bantu pernapasannya juga dicopotnya. Dokter terheran bagaiamana
mungkin ini bisa terjadi.
"Doa apa yang ibu mohonkan untuk kesembuhan bapak?" tanya saya.
"Saya pergi mengunjungi rumah anak yatim, membantu dan mengurus orang
tuanya yang janda sedang sakit dengan tujuan bertaqarrub kepada Alloh.
supaya Alloh SWT memberikan kesembuhan kepada suami saya." Jawabnya.
Dengan mata yang berkaca-kaca, ibu itu mengatakan, "Alloh tidak
menyia-nyiakan harapan dan doa saya."
Dari cerita itu saya memahami bahwa ibadah sholat, doa, dan
mengeluarkan shodaqoh dan bertaqarrub kepada Alloh dengan kita
membantu orang lain yang sedang kesusahan.Maka Alloh SWT akan
menyelesaikan masalah kita sebab hanya Allohlah sang penolong kita.
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka
(jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan
orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka
itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman
kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (QS Al Baqarah
2:186).
sumber, http://agussyafii.blogspot. com
Salam Cinta,
agussyafii
=======
Tulisan ini dibuat dalam kampanye "Kunci Doa yang Dikabulkan" Terima
kasih atas berkenannya memberikan komentar di
http://agussyafii.blogspot. atau sms 087 8777 12 431com
- 13a.
-
Re: 10 KEKELIRUAN DALAM WACANA ANTI RUU PORNOGRAFI
Posted by: "Arrizki Abidin" arrizki_abidin@yahoo.com arrizki_abidin
Mon Oct 20, 2008 1:46 am (PDT)
Assalamu'alaikum
RUU Anti Pornografi? Saya tidak terlalu mengikuti perkembangannya, tapi paling tidak kabar-kabar yang menyatakan Anti terhadap RUU tersebut juga terdengar oleh saya. Sampai saat ini saya masih bingung apa yang menjadi kendala pembuatan RUU tersebut. Jika ukurannya landasan yang akan dipakai, cukup gunakan saja ukuran Religi dan Logika. Religi? Sudah disediakan jalan yang lurus buat apa dibelok-belokkan lagi biar katanya adil bagi semua pihak. Logika? Anak kecil zaman sekarang saja tahu apa yang dimaksud dengan "porno". Jika ukurannya perlu atau tidak, pada dasarnya sudah dan telah diatur secara Religi. Jalannya secara Religi sudah disediakan, tinggal apakah kita mau mengikutinya atau tidak. Kalau pun RUU disahkan menjadi UU tetap saja aturan Religi tidak akan terkalahkan, toh yang buat juga Tuhan. UU hanya menjadi identifikasi bagi suatu negara saja.
Bicara setuju atau tidak, saya sangat setuju, terlebih dengan alasan agar negara kita mempunyai identifikasi dimata dunia mengenai perlakuan terhadap "PORNOGRAFI", identifikasi yang bisa meninggikan martabat negara kita dimata dunia. Menurut pandangan saya, permasalahanny a sekarang adalah dalam menyusun RUU tersebut, yaitu :
1. Bagaimana definisi Pornografi itu?
2. Apa aturannya bagi yang melanggar?
Untuk NO.1 sudah saya paparkan dikalimat-kalimat sebelumnya secara singkat (walaupun tidak detail). Untuk aturannya bagi yang melanggar juga tidak boleh kalah. Sehebat apapun teknologi keamanannya sebuah mobil mewah, kalau yang namanya penjahat pasti lebih hebat lagi. Begitu juga pelaku pornografi, kalau sudah niat, "ilmunya" pasti tumbuh dengan sendirinya. Yang penting sekarang adalah aturan yang berlaku "JERA" bagi pelakunya. Melihat hukum dinegara kita, hukuman "MATI" telah menjadi yang paling menakutkan. Nah, itu dia salah satu contohnya. Tentunya dipraktekan sesuai tingkatan kejahatannya.
Tak banyak solusi yang bisa dipaparkan oleh saya. Tapi ada satu hal yang ingin saya sampaikan :
Wahai orang-orang pintar disana, buatlah yang sulit menjadi mudah, karena hanya orang-orang bodoh yang membuat yang mudah menjadi sulit. Kebanyakan orang disebut pintar karena berhasil membuat yang sulit-sulit (biar kelihatan pinternya dan jenius), tapi buat saya hukumnya sederhana saja :
Sulit menjadi mudah = kerjaan orang pintar
Mudah menjadi sulit = kerjaan orang bodoh
Jadi........buatlah hukum yang adil dan mudah dilaksanakan serta dimengerti oleh semua pihak, bukan untuk memuaskan semua pihak.
Wassalamu'alaikum
RIZ-Q
--- On Sat, 10/18/08, Sunis Emgie <sunis_emgie@yahoo.com > wrote:
From: Sunis Emgie <sunis_emgie@yahoo.com >
Subject: [sekolah-kehidupan] 10 KEKELIRUAN DALAM WACANA ANTI RUU PORNOGRAFI
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups. com
Cc: fka_ikahimbi@yahoogroups. com
Date: Saturday, October 18, 2008, 4:50 AM
10 Kekeliruan dalam Wacana Anti RUU Pornografi
http://www.wujudkan uupornografi. blogspot. com/
Ditulis pada Oktober 5, 2008 oleh ade armando
Seusai Ramadhan ini, DPR akan membicarakan kembali RUU Pornografi yang kontroversial. Ada harapan,RUU ini bisa disahkan menjadi UU sebelum akhir tahun. Kritik terhadap draft RUU yang beredar sudah banyak terdengar. Sebagian kritik bahkan sampai pada tahap "Hanya satu kata Lawan!". Sembari mengakui bahwa RU tersebut masih mengandung beberapa hal yang perlu diperebatkan, saya merasa salah satu persoalan yang mendasari ketajaman kontroversi adalah adanya kekeliruan mendasar dalam mempersepsikan dan menilai RUU ini. Saya ingin berbagi pandangan tentang apa yang saya lihat sebagai 10 kekeliruan mendasar dalam kritik terhadap RUU. Laporan lebih lengkap tentang RUU Pornografi ini sendiri akan dimuat dalam Majalah Madina edisi Oktober ini.
Rangkaian kekeliruan cara pandang tersebut adalah:
1. RUU Pornografi ini bertentangan dengan hak asasi manusia karena masuk ke ranah moral pribadi yang seharusnya tidak diintervensi negara.
Argumen ini memiliki kelemahan karena isu pornografi bukanlah sekadar masalah moral. Di berbagai belahan dunia, perang terhadap pornografi dilancarkan karena masalah-masalah sosial yang ditimbulkannya. Pornografi diakui bahkan oleh masyarakat akademiksebagai hal yang berkorelasi dengan berbagai masalah sosial.
Kebebasan yang dinikmati para pembuat media pornografis adalah sesuatu yang baru berlangsung sekitar 30-40 tahun terakhir. Sebelumnya untuk waktu yang lama, masyarakat demokratis di berbagai belahan dunia memandang pornografi sebagai "anak haram" yang bukan hanya mengganggu etika kaum beradab tapi juga dipercaya membawa banyak masalah kemasyarakatan.
Saat ini pun, industri pornografi yang tumbuh pesat dalam beberapa dekade terakhir dipercaya mendorong perilaku seks bebas dan tidak sehat yang pada gilirannya menyumbang beragam persoalan kemasyarakatan: kehamilan remaja, penyebaran penyakit menular melalui seks, kekerasan seksual, keruntuhan nilai-nilai keluarga, aborsi, serta bahkan pedophilia dan pelecehan perempuan. Sebagian feminis bahkan menyebut pornogafi sebagai "kejahatan terhadap perempuan".
Karena rangkaian masalah ini, plus pertimbangan agama, tak ada negara di dunia ini yang membebaskan penyebaran pornografi di wilayahnya. Bentuk pengaturannya memang tak harus dalam format UU Pornografi, namun dalam satu dan lain cara, negara-negara paling demokratis sekali pun mengatur soal pornografi.
Di sisi lain, argumen bahwa soal "moral" seharusnya tidak diatur negara juga memiliki kelemahan mendasar.. Deklarasi Univeral Hak-hak Asas Manusia (ayat 29), misalnya, secara tegas menyatakan bahwa pembatasan terhadap kebebasan berekspresi dapat dilakukan atas dasar, antara lain, pertimbangan moral dalam masyarakat demokratis. Hal yang sama tertuang dalam amandemen Pasal 28J UUD 1945. Dengan begitu, kalaupun RUU ini menggunakan pendekatan moral pun sebenarnya tetap konstitusional.
2. RUU ini memiliki agenda penegakan syariah.
Tuduhan ini sulit diterima karena RUU ini jelas memberi pengakuan hukum terhadap sejumlah bentuk pornografi. RUU ini menyatakan bahwa yang dilarang sama sekali, hanyalah: adegan persenggamaan, ketelanjangan, masturbasi, alat vital dan kekerasan seksual. Pornografi yang tidak termasuk dalam lima kategori itu akan diatur oleh peraturan lebih lanjut.
Dengan kata lain, RUU ini sebenarnya justru mengikuti logika pengaturan distribusi pornografi yang diterapkan di banyak negara Barat. Mengingat ajaran Islam menolak semua bentuk pornografi, bila memang ada agenda Syariah, RUU ini seharusnya mengharamkan semua bentuk pornografi tanpa kecuali.
Dengan RUU ini, justru majalah pria dewasa seperti Popular, FHM , ME , Playboy ( Indonesia ) akan memperoleh kepastian hukum. Mereka diizinkan ada, tapi pendistribusiannya akan diatur melalui peraturan lebih lanjut.
Memang benar bahwa kelompok-kelompok yang pertama berinsiatif melahirkan RUU ini, sejak 1999, adalah kelompok-kelompok Islam. Begitu juga dalam prosesnya, dukungan terhadap RUU ini di dalam maupun di luar parlemen, lazimnya datang dari komunitas muslim. Dalam perkembangan terakhir, bahkan pembelahannya nampak jelas: Konnferensi Waligereja Indonesia dan Persatuan Gereja Indonesia meminta agar RUU tidak disahkan; Majelis Ulama Indonesia mendukung RUU.
Namun kalau dilihat isi RUU, agak sulit untuk menemukan nuansa syariah di dalamnya. Ini yang menyebabkan Hizbut Tahrir Indonesia secara terbuka mengeluarkan kritik terhadap RUU yang dianggap mereka sebagai membuka jalan bagi sebagian pornografi. Bagaimanapun, HTI juga secara terbuka menyatakan dukungan atas pengesahannya dengan alasan "lebih baik tetap ada aturan daripada tidak ada sama sekali".
3. RUU ini merupakan bentuk kriminalisasi perempuan.
Tuduhan ini sering diulang-ulang sebagian feminis Indonesia . Tapi, sulit untuk menerima tuduhan ini mengingat justru yang berpotensi terkena ancaman pidana adalah kaum lelaki. RUU ini mengancam dengan keras mereka yang mendanai, membuat, menawarkan, menjual, menyebarkan dan memiliki pornografi. Mengingat industri pornografi adalah industri yang dibuat dan ditujukan kepada (terutama) pria, yang paling terancam tentu saja adalah kaum pria.
RUU ini memang juga mengancam para model yang terlibat dalam pembuatan pornografi. Namun ditambahkan di situ bahwa hanya mereka yang menjadi model dengan kesadaran sendiri yang akan dikenakan hukuman. Dengan begitu, RUU ini akan melindungi para perempuan yang misalnya menjadi "model" porno karena ditipu, dipaksa, atau yang gambarnya diambil melalui rekaman tersembunyi (hidden camera).
Para pejuang hak perempuan juga lazim berargumen bahwa RUU ini membahayakan kaum perempuan karena banyak model yang terjun ke dalam bisnis pornografi karena alasan keterhimpitan ekonomi. Sayangnya, kalau dilihat muatan pornografi yang berkembang di Indonesia , argumen itu nampak tidak berdasar. Para model pornografi itu tidak bisa disamakan dengan para pekerja seks komersial kelas bawah yang tertindas. Para model itu mengeruk keuntungan finansial yang besar dan sulit untuk membayangkan mereka melakukannya karena keterhimpitan dalam struktur gender yang timpang..
4. Definisi pornografi dalam RUU sangat tidak jelas.
Secara ringkas, definisi pornografi di dalam RUU ini adalah: ""materi seksualitas melalui media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang dapat membangkitkan hasrat seksual dan/atau melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat".
Para pengeritik RUU menganggap, definisi ini kabur karena penerapannya melibatkan tafsiran subjektiif mengenai apa yang dimaksudkan dengan "membangkitkan hasrat seksual" dan "melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat". Karena kelemahan itu, para pengeritik menganggap RUU sebaiknya ditunda atau dibatalkan pengesahannya.
Kritik semacam ini tidak berdasar karena definisi soal pornografi yang lazim berlaku di seluruh dunia kurang lebih seperti yang dirumuskan dalam RUU itu. Ensiklopedi Encarta 2008, misalnya menulis pornografi adalah film, majalah, tulisan, fotografi dan materi lainnya yang eksplisit secara seksual dan bertujuan untuk membangkitkan hasrat seksual. English Learner's Dictionary (1986-2008) mendefinisikan pornografi sebagai literatur, gambar film, dan sebagainya yang tidak sopan (indecent) secara seksual.
Di banyak negara, pengaturan soal pornografi memang lazim berada dalam wilayah multi-tafsir ini. Karena itu, pembatasan tentang pornografi bisa berbeda-beda dari tahun ke tahun dan di berbagai daerah dengan budaya berbeda. Sebagai contoh, pada tahun 1960an, akan sulit ditemukan film AS yang menampilkan adegan wanita bertelanjang dada, sementara pada abad 21 ini, bagian semacam itu lazim tersaji di filmfilm yang diperuntukkan pada penonton 17 tahun ke atas. Itu terjadi karena batasan "tidak pantas" memang terus berubah.
Soal ketidakpastian definisi ini juga sebenarnya lazim ditemukan di berbagai UU lain. Dalam KUHP saja misalnya, definisi tegas "mencemarkan nama baik" atau "melanggar kesusilaan" tidak ditemukan. Yang menentukan, pada akhirnya, adalah sidang pengadilan. Ini lazim berlaku dalam hukum mengingat ada kepercayaan pada kemampuan akal sehat manusia untuk mendefinisikannya sesuai dengan konteks ruang dan waktu.
5. RUU ini mengancam kebhinekaan
Cara pandang keliru ini nampaknya bisa terjadi karena salah baca. Dalam draft RUU yang dikeluarkan pada 2006, memang ada pasal-pasal yang dapat ditafsirkan sebagai tidak menghargai keberagaman budaya. Misalnya saja, aturan yang memerintahkan masyarakat untuk tidak mengenakan pakaian yang memperlihatkan bagian tubuh yang sensual seperti payudara, paha, pusar, baik secara keseluruhan ataupun sebagian.
Ini memang bermasalah karena itu mengkriminalkan berbagai cara berpakaian yang lazim di berbagai daerah. Tak usah di wilayah yang dihuni masyarakat non-muslim; di wilayah mayoritas muslim pun, seperti Jawa Barat, kebaya dengan dada rendah adalah lazim. Hanya saja, pasal-pasal itu seharusnya sudah tidak lagi menjadi masalah karena sudah dicoret dari RUU yang baru.
Begitu juga dengan kesenian tradisional yang lazim menampilkan gerak tubuh yang sensual, seperti jaipongan. Dalam RUU yang baru, tak ada satupun pasal yang menyebabkan kesenian semacam itu akan dilarang. RUU ini bahkan menambahkan klausul yang menyatakan bahwa pelarangan terhadap pornografi kelas berat (misalnya mengandung ketelanjangan) akan dianulir kalau itu memiliki nilai seni-budaya.
6. RUU ini akan mengatur cara berpakaian.
Sebagian pengeritik menakut-nakuti masyarakat bahwa bila RUU ini disahkan, perempuan tak boleh lagi mengenakan rok mini atau celana pendek di luar rumah. Ini peringatan yang menyesatkan. Tak satupun ada pasal dalam RUU ini yang berbicara soal cara berpakaian masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
7.RUU ini berpotensi mendorong lahirnya aksi-aksi anarkis masyarakat.
Para pengecam menuduh bahwa RUU ini akan membuka peluang bagi tindak anarkisme masyarakat, mengingat adanya pasal 21 yang berbunyi: "Masyarakat dapat berperan serta dalam melakukan pencegahan terhadap pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi."
Tuduhan ini agak mencari-cari, karena dalam pasal berikutnya, RUU menyatakan bahwa "peran serta" masyarakat itu hanya terbatas pada: melaporkan pelanggaran UU, menggugat ke pengadilan, melakukan sosialisasi peraturan, dan melakukan pembinaan terhadap masyarakat.
Dengan kata lain, justru RUU ini memberi batasan yang tegas terhadap kelompok-kelompok yang senang main hakim sendiri bahwa dalam alam demokratis, peran serta itu tak boleh ditafsirkan semena-mena.
8. RUU ini tidak perlu karena sudah ada perangkat hukum yang lain untuk mengerem pornografi.
Para pengeritik lazim menganggap RUU ini sebagai tak diperlukan karena sudah ada KUHP yang bila ditegakkan akan bisa digunakan untuk mengatur pornografi.
Argumen ini lemah karena sejumlah hal. Pertama, KUHP melarang penyebaran hal-hal yang melanggar kesusilaan yang definisinya jauh lebih luas daripada pornografi. KUHP pun menyamaratakan semua bentuk pornografi. Selama sesuatu dianggap "melanggar kesusilaan", benda itu menjadi barang haram yang harus dienyahkan dari Indonesia . Dengan demikian, KUHP justru tidak membedakan antara sebuah novel yang di dalamnya mengandung muatan seks beberapa halaman dengan film porno yang selama dua jam menghadirkan adegan seks. Dua-duanya dianggap melanggar KUHP.
RUU ini, sebaliknya, membedakan kedua ragam pornografi itu. Media yang menyajikan adegan pornografis kelas berat memang dilarang, tapi yang menyajikan muatan pornografis ringan akan diatur pendistribusiannya.
Lebih jauh lagi, sebagai produk di masa awal kemerdekaan, KUHP memang nampak ketinggalan jaman. Terhadap mereka yang membuat dan menyebarkan hal-hal yang melanggar kesusilaan, KUHP hanya memberi ancaman pidana penjara maksimal 18 bulan dan denda maksimal empat ribu lima ratus rupiah! KUHP juga tidak membedakan perlakuan terhadap pornografi biasa dan pornografi anak.
9. RUU Pornografi tidak perlu, yang diperlukan adalah mendidik masyarakat.
Para pengecam menganggap bahwa sebuah pornografi tidak diperlukan karena untuk mencegah efek negatif pornografi yang lebih penting adalah memperkuat kemampuan masyarakat untuk menolak dan menseleksi sendiri pornografi. Jadi yang diperlukan adalah pendidikan melek media dan bukan Undang-undang.
Argumen ini lemah karena bahkan para pendukung mekanisme pasar bebas pun, lazim mempercayai arti penting aturan. Bila pornografi memang dipercaya mengandung muatan yang negatif (misalnya mendorong perilaku seks bebas, melecehkan perempuan, mendorong kekerasan seks, dan sebagainya), maka negara lazim diberi kewenangan untuk melindungi masyarakat dengan antara lain mengeluarkan peraturan perundangan yang ketat..
Di Amerika Serikat, sebagai contoh sebuah negara yang demokratis, terdapat aturan yang ketat terhadap pornografi yang dianggap masuk dalam kategori cabul (obscene). Di sana pun, masyarakat tak diberi kewenangan untuk menentukan sendiri apakah mereka mau atau tidak mau menonton film cabul, karena begitu sebuah materi pornografis dianggap 'cabul', itu akan langsung dianggap melanggar hukum.
Pendidikan untuk meningkatkan daya kritis masyarakat tetap penting. Namun membayangkan itu akan cukup untuk mencegah efek negatif pornografi, sementara gencaran rangsangan pornografi berlangsung secara bebas di tengah masyarakat, mugnkin adalah harapan berlebihan.
10. RUU ini mengancam para seniman.
Tuduhan bahwa RUU ini akan mengekang kebebasan para seniman juga mencerminkan kemiskinan informasi para pengecam tersebut. RUU ini justru memberi penghormatan khusus pada wilayah kesenian dan kebudayaan, dengan memasukkan pasal yang menyatakan bahwa pasal-pasal pelarangan pornografi akan dikecualikan pada karya-karya yang diangap memiliki nilai seni dan budaya
____________ _________ _________ _________ _________ __
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail. yahoo.com
_____________________ _________ _________ _________ __
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
- 14.
-
The 7 Laws of Happiness (Arvan Pradiansyah) Menurut Hernowo
Posted by: "Anwar Holid" wartax@yahoo.com wartax
Mon Oct 20, 2008 3:17 am (PDT)
The 7 Laws of Happiness (Arvan Pradiansyah) Menurut Hernowo
--------------------- --------- --------- --------- --------- -
Untuk mencapai kebahagiaan, memilih tindakan saja tidaklah cukup. Agar bisa bahagia, yang harus kita lakukan adalah memilih pikiran.
Pikiran kita adalah segala-galanya. Buddha mengatakan, "Seluruh diri kita adalah hasil dari apa yang telah kita pikirkan." Oleh karena itu, semua yang akan terjadi pada diri kita adalah hasil dari yang sedang kita pikirkan saat ini.
Bukankah tujuan hidup kita adalah mencapai kebahagiaan? Bukankah banyak orang yang telah mencapai puncak-puncak kesuksesan, tetapi tetap saja tidak merasa bahagia?
Kita tidak bisa mengontrol perasaan kita secara langsung, tetapi kita dapat mengelola perasaan kita dengan jalan MEMILIH PIKIRAN yang akan kita konsumsi.
Pilihan pikiran akan menentukan perasaan kita.
-*-
Kalimat-kalimat bernas di atas berasal dari Arvan Pradiansyah, penulis sukses buku-buku yang berjudul indah: You Are a Leader! (2003), Life is Beautiful (2004), dan Cherish Every Moment (2007). Saya mengutip kalimat di atas dari buku keempat, buku terbarunya, yang baru saja muncul di pasaran: The 7 Laws of Happiness: Tujuh Rahasia Hidup yang Bahagia.
"...buku keempat saya ini merupakan masterpice pertama saya," tulis Arvan di Prakata. Lho, mengapa? "Karena baru dalam buku inilah saya mengungkapkan sebuah konsep yang utuh dan terpadu, sebuah model kebahagiaan," jawabnya.
Jika kita sempat membaca buku terbaru Arvan ini yang, menurut saya, memiliki ragam-bahasa-tulis yang indah-menenteramkan , kita akan setuju dengan apa yang dikatakannya: "Jadi, kunci kemenangan sebenarnya ada di dalam pikiran kita dan sangat bergantung pada pikiran yang kita pilih. Apabila kita memilih pikiran yang negatif, seluruh diri kita akan menjadi negatif. Sebaliknya, jika memilih pikiran positif, kita akan senantiasa diliputi rasa bahagia."
Betapa menentukannya pikiran kita terhadap kehidupan kita ya? Sudahkah kita melatih pikiran kita untuk memilih sesuatu yang bersifat positif? Kalau jawabannya sudah, ada satu pertanyaan susulan yang sangat penting untuk segera kita jawab: Seberapa sering kita melatih pikiran kita itu untuk memilih hal-hal positif? Karena, menurut Arvan, bukan "you are what you think" yang menentukan diri kita seperti apa, tetapi apakah kita sering mengulang-ulang pikiran positif kita?
Semoga ada manfaatnya.[]
Hernowo
(Penulis bestseller Mengikat Makna)
_____________________ _________ _________ _________ __
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
Need to Reply?
Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Individual | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar