Jemaah haji Indonesia akan berada di tanah suci
Madinah dan Mekkah selama lebih kurang 38 hari. Kebanyakan dari mereka
melakukan ibadah haji tamattu', yaitu umrah dikerjakan terlebih dahulu
hingga menunggu kedatangan hari-hari puncak ibadah haji yang dimulai tanggal
8-13 Dzul Hijjah.
Ketika mereka sudah mengerjakan umrah wajib, maka
pakaian ihram yang mereka kenakan boleh untuk ditanggalkan, dan mereka kini
banyak memiliki saat-saat luang yang bisa diisi dengan aktifitas ibadah maupun
lainnya. Hal yang kerap dilakukan oleh jemaah haji manapun bukan hanya jemaah Indonesia
adalah berbelanja. Kok belanja? Ya, di seluruh pelosok tanah suci Mekkah dan
Madinah begitu banyak pusat perbelanjaan, toko, pasar yang menyediakan berbagai
macam keperluan para jemaah haji. Mulai dari yang menjual kebutuhan sehari-hari
seperti makanan, pakaian, alat cuci-mandi, bahkan hingga menjual berbagai
kebutuhan oleh-oleh haji yang bisa dibawa ke tanah air.
Berbagai model barang dan harga ditawarkan di sana, dan boleh diketahui bahwa jemaah haji yang paling
gemar berbelanja adalah JEMAAH HAJI INDONESIA. Maka tak heran, hampir
semua pedagang yang berada di kota suci Mekkah dan Madinah lancar bahasa
Indonesia karena memang bangsa Indonesia adalah jemaah haji yang paling banyak
memberi keuntungan bagi pedagang di sana.
Lalu apakah hukumnya berbelanja bagi jemaah haji
selama berada di tanah suci? Hukumnya mubah atau boleh. Namun kemubahan
ini bisa berkembang hukumnya menjadi sunnah, makruh bahkan haram tergantung
situasi dan kondisinya.
Mengenai hukum asal kemubahan berbelanja bagi
jemaah haji saat berada di tanah suci maka seperti salah satu riwayat yang
dinukil oleh Imam Ar Razi dalam tafsirnya bahwa penduduk Ukadz, Majinah
dan Dzul Majaz di Mekkah kerap berdagang pada musim haji karena itulah
mata pencaharian mereka sehari-hari. Begitu Islam datang, para penduduk daerah
itu enggan berdagang pada musim haji sebelum mendapat izin dari Rasulullah Saw.
Atas sebab itu Allah Swt menurunkan ayat berikut:
áóíúÓó
Úóáóíúßõãú ÌõäóÇÍñ Ãóäú ÊóÈúÊóÛõæÇ ÝóÖúáðÇ ãöäú ÑóÈøößõãú
"Tidak ada dosa bagimu
untuk mencari karunia (rezki hasil perniagaan) dari Tuhanmu."
(QS. 2 : 198)
Ayat ini memberi penegasan bahwa transaksi
perdagangan saat musim haji sekalipun tidak menjadi masalah. Meskipun transaksi
dilaksanakan saat jemaah sedang berpakaian ihram di Arafah, Muzdalifah dan
Mina. Asalkan transaksi ini tidak membuat jemaah haji menjadi lalai dalam
beribadah dan mengingat Allah Swt.
Belanja memang amat mengasyikkan bagi sebagian
jemaah. Malah tidak sedikit dari jemaah haji yang sudah bercita-cita ingin
membeli sesuatu di tempat tertentu karena ia mendapatkan referensi kisah dari
sahabat atau familinya yang pernah pergi ke tanah suci sebelumnya. Bahkan meski
sudah diberitahu bahwa Pasar Seng sudah digusur, sebagian jemaah memaksakan
diri untuk berkunjung ke sana
agar sekembalinya ke tanah air, mereka bisa menjawab pertanyaan orang tentang
keberadaan pasar tersebut sekarang.
Sebab itu, agar jemaah haji dapat menjalani ibadah
lebih khusyuk dan tidak membuang tenaga dan energi karena sibuk berbelanja,
berikut ini kami tuliskan beberapa tips berbelanja selama di tanah suci:
Membeli barang yang dibutuhkan. Begitu banyak jenis barang yang ditawarkan
di pasar yang mungkin belum pernah kita lihat di tanah air. Jatah living-cost
yang terbatas serta uang saku yang seadanya tidak mungkin membuat kita
mampu membeli semua yang kita inginkan. Ingat, beli barang yang dibutuhkan
saja! Selain itu jatah bagasi kita terbatas, dan kalaupun kita ingin
membeli oleh-oleh, maka percayalah semua yang dijual di tanah suci bisa
didapatkan di tanah air dengan harga yang sama bahkan lebih murah! Jadi
kalau mau berbelanja di sana,
sebaiknya yang benar-benar kita butuhkan.
Jangan terlalu sering
berkunjung ke pasar dan pertokoan. Perjalanan dari
pemondokan menuju masjid dan sekembalinya pasti akan melintasi banyak
sekali pertokoan. Bila Anda tidak memiliki keinginan untuk membeli
sesuatu, maka janganlah singgah di tempat-tempat itu. Sebab banyak
sekali jemaah haji Indonesia yang kehabisan uang untuk makan sehari-hari,
karena mereka tidak mampu mengontrol hawa nafsu mereka ketika berbelanja.
Ingat, ibadah ini adalah ibadah fisik yang cukup melelahkan. Jangan sampai
Anda tidak kuat beribadah karena lemah, sebab jatah makan Anda terkurangi
karena kebiasaan Anda dalam berbelanja!
Berbicara seperlunya dan
jaga akhlak saat berbelanja. Bilapun Anda berbelanja maka bicaralah
seperlunya dengan para pedagang. Para pembeli dari bangsa Indonesia
terkenal sebagai bangsa yang ramah dan gemar menawar. Maka banyak sekali
kaum wanita yang menawar para pedagang dengan cara-cara seperti yang
mereka lakukan di tanah air. Ada di antara jemaah yang menawar dengan
suara yang memelas dan mendayu-dayu. Ada juga sebagian dari mereka yang
maaf menawar dengan cara bersalaman dan memegang tangan para pedagang. Hal
itu biasa dilakukan di tanah air, namun amat tabu di sana. Karenanya,
perempuan Indonesia kerap dipanggil oleh pedagang di sana dengan sapaan
SITI RAHMA. Gelar itu bukanlah pujian, pada dasarnya itu adalah pelecehan!
Membaca doa masuk pasar. Ini hal
terpenting yang tidak boleh dilupakan oleh para jemaah haji saat mereka
hendak berbelanja. Sebab dengan membaca doa yang tidak sampai 5 detik ini,
mereka akan mendapatkan pahala sebanyak satu juta dan dosa-dosanya
sebanyak jumlah yang sama akan dihapuskan. Sebagaimana disampaikan dari Salim bin 'Abdullah, dari ayahnya, dari
kakeknya ra., dia berkata, "Rasulullah saw. telah bersabda, 'Barangsiapa
yang ketika berada di dalam pasar mengucapkan "La Ilaha illallah
wahdahu la syarika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumit wa huwa
'ala kulli sya`in qadir" (Tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha
Esa, dan tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan pujian. Dia-lah
yang menghidupkan dan mematikan. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa terhadap
segala sesuatu), maka Allah akan menulis pahala 1.000.000 kebaikan
untuknya, dan Allah akan menghapus 1.000.000 keburukannya, serta Allah
akan membangunkan istana untuknya. HR. Tirmidzi, Ibnu majah & Ahmad.
Demikianlah beberapa hal yang perlu diperhatikan
oleh jemaah haji yang berkeinginan untuk berbelanja saat meraka berada di tanah
suci. Saya berharap kegiatan seperti berbelanja tidak akan menyita perhatian,
waktu dan tenaga para jemaah haji yang datang ke tanah suci sehingga mereka
bisa memanfaatkan waktu di sana
untuk giat beribadah demi mendapat haji yang mabrur dari Allah Swt. Amien
Salam,
H. Bobby Herwibowo, Lc
------------------------------------
===================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
===================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
===================================================Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar