oleh Yulia Safitri
-----------------
Sudah
menjadi kebiasaan,bahwa aku harus mendengarkan sesuatu sebagai
pengantar tidur.Sejak memiliki Qur'an mobile,ayat-ayat yang melantunkan
firman Allah,terkadang menjadi teman setia ketika aku dipeluk mimpi
sampai terbangun dikeesokan harinya.Hanya mendengar saja,untuk
terjemahan sambil lalu kulihat.Hingga kuterjaga dini hari itu.Dalam
kesadaran penuh,terdengar Qira'ah bersuara janggal,kemudian aku ulang
dan menyimak lebih baik.Subhanallah!ternyata dia menangis
bahkan sampai bergetar,suaranya penuh penyesalan,terdengar lantang di
beberapa bagian,dalam surat dan ayat sebagai berikut:
Katakanlah;"Hai hamba-hambaKu yang melampui batas terhadap diri
mereka sendiri,janganlah kamu berputus asa dari rahmat
Allah.Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.Sesungguhnyalah
Dialah Yang Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.(Az-Zumar;53)
Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu,dan berserah dirilah
kepadaNya sebelum datang azab kepadamu,kemudian kamu tidak dapat
ditolong(lagi).(Az-Zumar;54)
Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari
Tuhanmu,sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba,sedang kamu tidak
menyadarinya.(Az-Zumar;55)
Supaya jangan ada orang yang mengatakan;'Amat besar penyesalanku
atas
kelalaianku(dalam menunaikan kewajiban) terhadap Allah,sedang aku
sesungguhnya termasuk orang-orang yang memperolok-olok kan agama
Allah(Az-Zumar;56)
Aku renungkan dan menghubungkan dengan sikap Qira'ah tadi.Mencoba
menebak apa yang ada dalam benaknya sehingga dia begitu terharu.
Apa dia menyesalkan perbuatannya sendiri ataukah meresapi kasih
sayang Allah dengan peringatan tersebut,ataukah kekawatirannya pada
umat sesamanya?Wallahu'alam.
Tiada yang tahu sampai dimana berhentinya perjalanan waktu
seseorang.Namun kita sering lalai dengan hal ini.Hingga tanpa
sadar,sering menunda taubat dengan keyakinan bahwa Allah memberikan
usia panjang dengan memanfaatkan waktu yang ada untuk mengamalkan apa
yang justru dilarangNya.Beranggapan bahwa taubat dan kematian identik
dengan lanjutnya usia.
Kisah seorang teman yang tinggal di ibukota.Berprofesi cukup mapan
di usia belia.Terlihat dari posisi yang dicapai dan materi yang
diperoleh.Fisik rupawan,penampilan selalu smart dan modis ditambah
dunia glamour yang dijalaninya,seolah alasan logis ketika dengan ringan
dia melakukan pelanggaran terhadap agamanya.Islam dia ikrarkan,basic
keutamaan seorang muslim dia tahu dan kuasai betul.Namun mutiara iman
itu sengaja dibiarkan
kusam,bahkan dia siram dengan comberan
duniawi.Sungguh sayang…
Di bumi para nabi,seseorang dengan usia yang tak terpaut jauh,sedang
menjalani studi.Sosoknya mirip dengan tokoh novel yang bersetting di
negeri seribu menara tersebut.Merenda waktu dengan bekerja dan menuntut
ilmu,karena dia adalah mahasiswa yang terjun bebas tanpa beasiswa.Studi
yang lancar dan pekerjaan yang lumayan,serta teguh melaksanakan
syariah.Sebuah contoh ideal seorang pemuda islam.
Bila diamati keduanya menjadikan usia muda sebagai motivator dalam
menjalani masa,namun hasilnya berseberangan.Apa karena faktor tempat
yang mempengaruhi?tapi bukankah syetan berhak menggoda manusia selama
di dunia terlepas dari tempat itu tanah suci dan bumi para
nabi.Alangkah kerdilnya bila mengkambinghitamkan lingkungan sekitar
sebagai kendala untuk mengamalkan kebajikan.Bagaimana dengan kewajiban
untuk selalu berusaha mencari kebenaran?serta akal sehat dimana godaan
memang bisa datang dari arah mana saja.Apalagi bila semua itu tampak
secara kasat dan jelas hukumnya.
Pilihan ada di tangan kita,Allah telah banyak menyeru dalam
ayat-ayatnya,Rasul telah memberikan bimbingan dan diteruskan oleh para
ulama,hibgga saat iniSemua itu bukti kasih sayang Allah bahwa Dia juga
ingin mempersembahkan yang terbaik buat hambaNya.Apalagi terhadap umat
Muhammad yang sangat dicintaiNya.Bisakah kita belajar memulai
menyayangi diri kita sendiri dengan taat,ikhlas menghindari apa yang
diharamkan buat kita.Tyada sebanding kenikmatan dunia dengan
akhirat.Sebelum penyesalan menghampiri setelah habis masa.
Wallahu'alam Bishawab
sumber :eramuslim.com
-------------------------
Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al Baqarah : 45 ]
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
===================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
===================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
===================================================Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar