Messages In This Digest (9 Messages)
- 1a.
- Re: Pendaratan di bulan, benarkah ? From: yyoorrggaa
- 1b.
- Re: Pendaratan di bulan, benarkah ? From: ronitoxid paranoid
- 1c.
- Re: Pendaratan di bulan, benarkah ? From: Franklin
- 2a.
- Re: tAnYA TeNtaNG PemINAtan FisIkA From: syahril siregar
- 2b.
- Re: tAnYA TeNtaNG PemINAtan FisIkA From: Suharyo Sumowidagdo
- 3a.
- teori relativitas From: yyoorrggaa
- 3b.
- Re: teori relativitas From: Haryo Sumowidagdo
- 3c.
- Re: teori relativitas From: Muhammad Hikam
- 3d.
- Re: teori relativitas From: handhika ramadhan
Messages
- 1a.
-
Re: Pendaratan di bulan, benarkah ?
Posted by: "yyoorrggaa" yyoorrggaa@yahoo.com yyoorrggaa
Wed Nov 5, 2008 1:30 am (PST)
nah betul yang dikatakan bung tri. cermin yang dipasang di bulan
adalah bukti lain adanya pendaratan manusia di bulan. cermin ini
memungkinkan pengukuran jarak bumi-bulan hingga ketelitian orde
milimeter (its very amazing brow! :D).
Lalu ttg olivine dari sisa2 gunung berapi tidak mengandung air juga
tidak tepat. coba cari di wikipedia ttg olivine, disana dikatakan
kalau olivine yang terbentuk di kedalaman 310km pun (untuk tekanan
14GPA ini) mengandung air dengan kadar 6900PPM.
Mungkin dikiranya menghilangkan air dari senyawa hidrat itu semudah
mengeringkan pakaian basah hehehehe. ada masalah ikatan hidrogen,
trus juga susunan kimia senyawa tetangga yang ga boleh berubah. lalu
katakanlah bisa terlepas dari ikatan hidrat, itu air mau keluar
lewat mana? (emangnya sponge bob? hehehe) kalau air menemukan jalur
keluar lewat sebuah crack, tentunya Argon yang memiliki difusifitas
lebih tinggi dari air akan merembes keluar juga. akibatnya saat
diukur umurnya ga akan lagi sesuai dengan umur tata surya (oya
ternyata umur batu bulan menurut mas wiki, bukan 5 milyar tahun,
tapi 700 juta tahun, maap)
wassalam
Yorga
NB : satu hal menarik yang saya temukan, sebagian besar penentang
pendaratan di bulan bukanlah ilmuwan. kalaupun ilmuwan, biasanya
latar belakangnya sosial. sedangkan yang mendukung pendaratan
biasanya fisikawan. kenapa ya??? :D
--- In fisika_indonesia@yahoogroups. , "Tri Laksmana"com
<trilaksmana@...> wrote:
>
> Mo nambahin dikit aja penjelasan Bung Yorga ini.
>
> Apollo 11, 14, dan 15 memasang cermin yang dapat memantulkan laser
yang
> ditembakkan dari Bumi ke permukaan Bulan. Dengan bantuan instrumen
> cermin+laser ini, kita dapat mengukur jarak Bumi-Bulan dan
perubahan2nya.
> Dari hasil pengukuran ini kita dapat mempelajari dengan lebih baik
dinamika
> antara Bumi - Bulan. Sumber:
> http://www.madsci.org/posts/ archives/ 1999-07/93135058 8.As.r.html
>
> Soal batuan bulan, pernah ada situs pendukung moon hoax yang
mengatakan
> bahwa batu bulan itupun palsu karena 1) diambil dari sisa2 gunung
berapi
> makanya gk mengandung air, dan 2) supaya jejak2 airnya hilang,
batu tersebut
> dimasukin ke dalam microwave. Hehehehe...
>
> Kalau mau tau soal moon hoax begini2, selain cari di google juga
bisa lihat
> di www.clavius.org.
>
> Salam,
> -tri-
>
> *2008/11/4 yyoorrggaa <yyoorrggaa@...>
> *
> >
> > *Hmmm, ikut berkomentar ya. Saya dulu pernah terpengaruh dan
ragu
> > kalau manusia pernah mendarat di bulan. Namun sebagai orang yang
> > dibesarkan dengan kultur saintifik (ngaku2 saintis mah belum
berani
> > euy :D ) saya coba melakukan riset sederhana dengan bantuan om
> > google (thx God you create Larry Page and Sergey Brin), dengan
key
> > word "moon HOAX". hingga akhirnya saya menemukan sebuah situs
dengan
> > argumentasi yang rigor dan tidak terbantah. maklum yang nulis
> > fisikawan :D
> >
> > Di situs itu terdapat penjelasan untuk menerangkan
> > berbagai "kejanggalan" seperti bendera yang berkibar, foto2 aneh,
> > masalah radiasi di perjalanan, dibulan itu sendiri, etc. silahkan
> > baca sendiri (alamat situsnya cari sendiri yaa, itung2
kenalan 'ma
> > om google :) )
> >
> > diantara argumen2 itu, ada 2 argumen yang sulit dibantah.
> >
> > pertama tentang telemetri. telemetri adalah sistem pengukuran
posisi
> > dengan sinyal radio. sinyal ini di-broadcast secara omni
directional
> > dari pesawat apolo ke bumi. sehingga ground station bisa
mengetahui
> > posisi pesawat itu setiap saat. mulai dari keberangkatan,
mendarat
> > dan kembali ke bumi. dan sinyal itu bisa di pantau oleh siapa pun
> > yang punya radar. Posisi rusia sebagai musuh amrik saat itu
justru
> > mempertegas ketidakmungkinan manipulasi. sinyal telemetri palsu
> > pasti diketahui oleh rusia dan mereka ga mungkin diam. (argumen
yang
> > masuk akal, walau masih bisa dibantah sih kalo seneng debat :p )
> >
> > Nah argumen kedua lebih mantap karena ada bukti fisik yang ga
bisa
> > dibantah.
> >
> > Bukti yang tak terbantah itu adalah batuan bulan.
> >
> > Anda tahu apa yang sangat unik dari batuan bulan?
> >
> > yaak seratus... Batuan bulan sama sekali TIDAK mengandung air.
dan
> > inilah kunci argumen tersebut.
> >
> > dalam situs itu dia memperlihatkan foto dua jenis batuan yang
sama
> > yaitu olivine. Mineral yang sangat umum ditemukan, baik di bumi
> > ataupun di bulan.
> >
> > Olivine bumi memperlihatkan butiran kristal yang teralterasi
dengan
> > senyawa hidrat (senyawa hidrat adalah senyawa yang mengikat
molekul
> > air dalam bentuk padat. karbohidrat dan karat besi a/ contoh
senyawa
> > ini) Selain itu secara makro terdapat jejak2 erosi air.
> >
> > Sebaliknya olivine bulan sama sekali terbebas dari senyawa
hidrat.
> > sesuatu yang mustahil terjadi dipermukaan bumi akibat
berlimpahnya
> > air. dengan teknik pengukuran radioaktif, ditemukan bahwa umurnya
> > sekitar 5 milyar tahun, kurang lebih setara dengan perkiraan umur
> > tata surya (CMIIW).
> >
> > katakanlah ada ilmuwan NASA yang berniat memalsukan batu
tersebut.
> > maka ia harus memberikan tekanan sebesar 14GPa (Giga Pascal) dan
> > suhu 1200 derajat celcius selama paling tidak beberapa tahun :D.
Oya
> > jangan lupa ia harus memerangkap Gas Argon dalam rasio yang pas,
> > tepat DI DALAM batu itu.(sehingga saat diukur dgn teknik
radioaktif
> > memberikan umur 5 milyar tahun) (gimana caranya ya nyuntik gas ke
> > dalam batu??? emang sponge bob hehehehe ). dan ga cuma setengah
> > kilo... ada sekitar 400kg batuan serupa itu di NASA.
> >
> > Oya selain itu teknik penentuan umur batuan secara radioaktif
baru
> > ditemukan sekitar 10 tahun SETELAH (sekali lagi SETELAH)
pendaratan
> > manusia di bulan.
> >
> > Sebenarnya kalau memang niat bikin HOAX, ngapain susah2 membuat
batu
> > yang "waterless". toh cukup olivine bumi dan dengan statement "oo
> > ternyata di bulan ada air juga toh", habis perkara.
> >
> > Dan kalau ternyata NASA punya kemampuan bikin batu palsu kayak
gitu,
> > maka pendaratan di bulan 100 kali lebih mudah (dan lebih murah)
> > untuk dilakukan. :D
> >
> > gitu aja
> >
> > semoga tambah penasaran hehehehe :D
> >
> > wassalam
> > Yorga (EL97)
> >
> > *
> >
> >
> >
>
- 1b.
-
Re: Pendaratan di bulan, benarkah ?
Posted by: "ronitoxid paranoid" ronitoxid@gmail.com penjagamonas
Wed Nov 5, 2008 9:08 pm (PST)
TAPI HAL YANG ANEH KALO MEMANG PENDARATAN DI BULAN ITU BENAR
KENAPA SETELAH ITU TIDAK ADA PENDARATAN LAGI?
KENAPA TIDAK ADA PERBAIKAN MENGENAI CARA MENDARAT YANG LEBIH AMAN DAN
GAMPANG
SECARA PENDARATAN PERTAMA SUDAH HAMPIR 40 TAHUN, MASA IYA SELAMA ITU GA ADA
PERBAIKAN DAN PENGULANGAN MISI PENDARATAN DI BULAN
JELAS ITU SAMA SEKALI BUKAN SIKAP SAINS YANG SELALU MAJU KE DEPAN (APALAGI
AMERIKA)
ANEH!
On 11/5/08, yyoorrggaa <yyoorrggaa@yahoo.com > wrote:
>
> nah betul yang dikatakan bung tri. cermin yang dipasang di bulan
> adalah bukti lain adanya pendaratan manusia di bulan. cermin ini
> memungkinkan pengukuran jarak bumi-bulan hingga ketelitian orde
> milimeter (its very amazing brow! :D).
>
> Lalu ttg olivine dari sisa2 gunung berapi tidak mengandung air juga
> tidak tepat. coba cari di wikipedia ttg olivine, disana dikatakan
> kalau olivine yang terbentuk di kedalaman 310km pun (untuk tekanan
> 14GPA ini) mengandung air dengan kadar 6900PPM.
>
> Mungkin dikiranya menghilangkan air dari senyawa hidrat itu semudah
> mengeringkan pakaian basah hehehehe. ada masalah ikatan hidrogen,
> trus juga susunan kimia senyawa tetangga yang ga boleh berubah. lalu
> katakanlah bisa terlepas dari ikatan hidrat, itu air mau keluar
> lewat mana? (emangnya sponge bob? hehehe) kalau air menemukan jalur
> keluar lewat sebuah crack, tentunya Argon yang memiliki difusifitas
> lebih tinggi dari air akan merembes keluar juga. akibatnya saat
> diukur umurnya ga akan lagi sesuai dengan umur tata surya (oya
> ternyata umur batu bulan menurut mas wiki, bukan 5 milyar tahun,
> tapi 700 juta tahun, maap)
>
> wassalam
> Yorga
>
> NB : satu hal menarik yang saya temukan, sebagian besar penentang
> pendaratan di bulan bukanlah ilmuwan. kalaupun ilmuwan, biasanya
> latar belakangnya sosial. sedangkan yang mendukung pendaratan
> biasanya fisikawan. kenapa ya??? :D
>
> --- In fisika_indonesia@yahoogroups. <fisika_indonesia%com 40yahoogroups. com>,
> "Tri Laksmana"
> <trilaksmana@...> wrote:
> >
> > Mo nambahin dikit aja penjelasan Bung Yorga ini.
> >
> > Apollo 11, 14, dan 15 memasang cermin yang dapat memantulkan laser
> yang
> > ditembakkan dari Bumi ke permukaan Bulan. Dengan bantuan instrumen
> > cermin+laser ini, kita dapat mengukur jarak Bumi-Bulan dan
> perubahan2nya.
> > Dari hasil pengukuran ini kita dapat mempelajari dengan lebih baik
> dinamika
> > antara Bumi - Bulan. Sumber:
> > http://www.madsci.org/posts/ archives/ 1999-07/93135058 8.As.r.html
> >
> > Soal batuan bulan, pernah ada situs pendukung moon hoax yang
> mengatakan
> > bahwa batu bulan itupun palsu karena 1) diambil dari sisa2 gunung
> berapi
> > makanya gk mengandung air, dan 2) supaya jejak2 airnya hilang,
> batu tersebut
> > dimasukin ke dalam microwave. Hehehehe...
> >
> > Kalau mau tau soal moon hoax begini2, selain cari di google juga
> bisa lihat
> > di www.clavius.org.
> >
> > Salam,
> > -tri-
> >
> > *2008/11/4 yyoorrggaa <yyoorrggaa@...>
> > *
> > >
> > > *Hmmm, ikut berkomentar ya. Saya dulu pernah terpengaruh dan
> ragu
> > > kalau manusia pernah mendarat di bulan. Namun sebagai orang yang
> > > dibesarkan dengan kultur saintifik (ngaku2 saintis mah belum
> berani
> > > euy :D ) saya coba melakukan riset sederhana dengan bantuan om
> > > google (thx God you create Larry Page and Sergey Brin), dengan
> key
> > > word "moon HOAX". hingga akhirnya saya menemukan sebuah situs
> dengan
> > > argumentasi yang rigor dan tidak terbantah. maklum yang nulis
> > > fisikawan :D
> > >
> > > Di situs itu terdapat penjelasan untuk menerangkan
> > > berbagai "kejanggalan" seperti bendera yang berkibar, foto2 aneh,
> > > masalah radiasi di perjalanan, dibulan itu sendiri, etc. silahkan
> > > baca sendiri (alamat situsnya cari sendiri yaa, itung2
> kenalan 'ma
> > > om google :) )
> > >
> > > diantara argumen2 itu, ada 2 argumen yang sulit dibantah.
> > >
> > > pertama tentang telemetri. telemetri adalah sistem pengukuran
> posisi
> > > dengan sinyal radio. sinyal ini di-broadcast secara omni
> directional
> > > dari pesawat apolo ke bumi. sehingga ground station bisa
> mengetahui
> > > posisi pesawat itu setiap saat. mulai dari keberangkatan,
> mendarat
> > > dan kembali ke bumi. dan sinyal itu bisa di pantau oleh siapa pun
> > > yang punya radar. Posisi rusia sebagai musuh amrik saat itu
> justru
> > > mempertegas ketidakmungkinan manipulasi. sinyal telemetri palsu
> > > pasti diketahui oleh rusia dan mereka ga mungkin diam. (argumen
> yang
> > > masuk akal, walau masih bisa dibantah sih kalo seneng debat :p )
> > >
> > > Nah argumen kedua lebih mantap karena ada bukti fisik yang ga
> bisa
> > > dibantah.
> > >
> > > Bukti yang tak terbantah itu adalah batuan bulan.
> > >
> > > Anda tahu apa yang sangat unik dari batuan bulan?
> > >
> > > yaak seratus... Batuan bulan sama sekali TIDAK mengandung air.
> dan
> > > inilah kunci argumen tersebut.
> > >
> > > dalam situs itu dia memperlihatkan foto dua jenis batuan yang
> sama
> > > yaitu olivine. Mineral yang sangat umum ditemukan, baik di bumi
> > > ataupun di bulan.
> > >
> > > Olivine bumi memperlihatkan butiran kristal yang teralterasi
> dengan
> > > senyawa hidrat (senyawa hidrat adalah senyawa yang mengikat
> molekul
> > > air dalam bentuk padat. karbohidrat dan karat besi a/ contoh
> senyawa
> > > ini) Selain itu secara makro terdapat jejak2 erosi air.
> > >
> > > Sebaliknya olivine bulan sama sekali terbebas dari senyawa
> hidrat.
> > > sesuatu yang mustahil terjadi dipermukaan bumi akibat
> berlimpahnya
> > > air. dengan teknik pengukuran radioaktif, ditemukan bahwa umurnya
> > > sekitar 5 milyar tahun, kurang lebih setara dengan perkiraan umur
> > > tata surya (CMIIW).
> > >
> > > katakanlah ada ilmuwan NASA yang berniat memalsukan batu
> tersebut.
> > > maka ia harus memberikan tekanan sebesar 14GPa (Giga Pascal) dan
> > > suhu 1200 derajat celcius selama paling tidak beberapa tahun :D.
> Oya
> > > jangan lupa ia harus memerangkap Gas Argon dalam rasio yang pas,
> > > tepat DI DALAM batu itu.(sehingga saat diukur dgn teknik
> radioaktif
> > > memberikan umur 5 milyar tahun) (gimana caranya ya nyuntik gas ke
> > > dalam batu??? emang sponge bob hehehehe ). dan ga cuma setengah
> > > kilo... ada sekitar 400kg batuan serupa itu di NASA.
> > >
> > > Oya selain itu teknik penentuan umur batuan secara radioaktif
> baru
> > > ditemukan sekitar 10 tahun SETELAH (sekali lagi SETELAH)
> pendaratan
> > > manusia di bulan.
> > >
> > > Sebenarnya kalau memang niat bikin HOAX, ngapain susah2 membuat
> batu
> > > yang "waterless". toh cukup olivine bumi dan dengan statement "oo
> > > ternyata di bulan ada air juga toh", habis perkara.
> > >
> > > Dan kalau ternyata NASA punya kemampuan bikin batu palsu kayak
> gitu,
> > > maka pendaratan di bulan 100 kali lebih mudah (dan lebih murah)
> > > untuk dilakukan. :D
> > >
> > > gitu aja
> > >
> > > semoga tambah penasaran hehehehe :D
> > >
> > > wassalam
> > > Yorga (EL97)
> > >
> > > *
> > >
> > >
> > >
> >
>
>
>
- 1c.
-
Re: Pendaratan di bulan, benarkah ?
Posted by: "Franklin" frank_nasch@yahoo.com frank_thebard
Wed Nov 5, 2008 9:55 pm (PST)
Bung Roni,
mohon anda jaga tata krama dalam memposting suatu tanggapan. Sungguh
sangat tidak sopan menulis dengan huruf besar semua. Kalau dalam
bahasa lisan, anda itu sudah membentak-bentak semua anggota milis kita
disini. Saya tidak peduli anda masih "Anak Baru Gede" atau "Angkatan
Babe Gue", tetapi jika anda tidak bisa memberi pernyataan dengan
etiket penulisan yang baik, lebih baik anda diam saja. Anda hanya
memberikan sedikit kontribusi dalam diskusi ini, dan ketika saya
menulis "sedikit", saya sebenarnya masih bermurah hati pada anda.
salam,
Franklin
--- In fisika_indonesia@yahoogroups. , "ronitoxid paranoid"com
<ronitoxid@...> wrote:
>
> TAPI HAL YANG ANEH KALO MEMANG PENDARATAN DI BULAN ITU BENAR
> KENAPA SETELAH ITU TIDAK ADA PENDARATAN LAGI?
> KENAPA TIDAK ADA PERBAIKAN MENGENAI CARA MENDARAT YANG LEBIH AMAN DAN
> GAMPANG
> SECARA PENDARATAN PERTAMA SUDAH HAMPIR 40 TAHUN, MASA IYA SELAMA ITU
GA ADA
> PERBAIKAN DAN PENGULANGAN MISI PENDARATAN DI BULAN
> JELAS ITU SAMA SEKALI BUKAN SIKAP SAINS YANG SELALU MAJU KE DEPAN
(APALAGI
> AMERIKA)
>
> ANEH!
- 2a.
-
Re: tAnYA TeNtaNG PemINAtan FisIkA
Posted by: "syahril siregar" syahril98@yahoo.com syahril98
Wed Nov 5, 2008 2:48 am (PST)
peminatan yang ada di kampus saya, material, condensd matter, nuklir partikel, instrumentasi, geofisika.
terima kasih
--- On Mon, 11/3/08, Eka Subyantara <eka.subyantara@widyatama. > wrote:ac.id
From: Eka Subyantara <eka.subyantara@widyatama. >ac.id
Subject: Re: [FISIKA] tAnYA TeNtaNG PemINAtan FisIkA
To: fisika_indonesia@yahoogroups. com
Date: Monday, November 3, 2008, 4:36 PM
Saudara Syahril yang sedang menimbang-nimbang peminatan,
Sebaiknya Anda juga beri tahu kami, peminatan apa saja yang tersedia di kampus Anda.
Percuma kan kalo kami usulkan ambil peminatan Fisika Nuklir, sementara di kampus Anda tidak ada yang "begituan"
SekedarIkutMelurusk anYangSebenarnya BarangkaliSudahL urus
- eka -
2008/11/1 syahril98 <syahril98@yahoo. com>
saya mahasiswa tingkat 2 departemen fisika di salah satu universitas
di Indonesia. Tingkat 3 nanti saya harus memilih salah satu dari
beberapa program peminatan yang ada di kampus saya, saya ingin tahu
prospek dari masing- masing peminatan, mungkin teman - teman milis ada
yang alumni dari fisika material, nuklir, geofisika, medis,
instumentasi, dan condemsed matter. saya minta tolong teman-teman
milis memberikan keterangan tentang pemintan tersebut!. saya tertarik
dengan fisika di tingkat atomik dan molekular, kira - kira bagus nya
saya masuk peminatan apa ya ? terima kasih
- 2b.
-
Re: tAnYA TeNtaNG PemINAtan FisIkA
Posted by: "Suharyo Sumowidagdo" sss5946@garnet.acns.fsu.edu haryo_hep
Wed Nov 5, 2008 10:44 am (PST)
Condensed matter/material kelihatannya paling dekat dengan
atomic/molecular/optical (AMO) physics. Sudah cek ke jurusan Kimia,
apakah di jurusan Kimia ada riset molecular structure/molecular
spectroscopy. Ini malah mungkin lebih dekat dengan AMO dibandingkan
condensed matter.
Setahu saya tidak banyak fisikawan AMO di Indonesia. Grup OEAL di UI
banyak kerja di laser dan spektroskopi. Namun yang kerja di ultra
cold atoms, Bose-Einstein condensates sedikit.
Jangan lupa belajar mekanika kuantum lanjut, teori grup, dan segala
macam teori orbital molecular, chemical bond, etc yah !
--- In fisika_indonesia@yahoogroups. , syahril siregarcom
<syahril98@...> wrote:
>
> peminatan yang ada di kampus saya, material, condensd matter, nuklir
partikel, instrumentasi, geofisika.
> terima kasih
- 3a.
-
teori relativitas
Posted by: "yyoorrggaa" yyoorrggaa@yahoo.com yyoorrggaa
Wed Nov 5, 2008 9:09 pm (PST)
Temans pecinta fisika,
ada pertanyaan yang sangat menarik dlm sebuah milis dr seorang
senior q. atas izin ybs, pertanyaannya aq share disini
===================== =
Dear rekan-rekan,
Seandainya saja manusia tidak dikarunia indera mata, hanya melihat
dan mendengar dengan telinga, apakah akan timbul teori relativitas
dengan batas kecepatan relative teratas adalah kecepatan suara?
Sehingga kecepatan diatas kecepatan suara, secara relative tidak
didefinisikan, alias tidak relevan dalam kerangka pengamatan.
Salam,
-yohan-
El'93
===================== =
Ada yg mau membahas? silaken tanggapi (Jarang2 lho ada pertanyaan
bagus kayak gini) :D
wassalam
Yorga
- 3b.
-
Re: teori relativitas
Posted by: "Haryo Sumowidagdo" haryo@fnal.gov haryo_fnal
Wed Nov 5, 2008 9:21 pm (PST)
Jawaban saya:
1. Hukum-hukum fisika tidak akan berubah jika manusia tidak memiliki
indera mata. Jika seluruh manusia yang ada sekarang menjadi
buta/tuli/bisu, bahkan jika seluruh manusia punah, hukum-hukum fisika
tetap tidak berubah. Alasannya: karena secara konstruksi, hukum-hukum
fisika tersebut tidak bergantung dari pengamatnya siapa.
2. Kalau yang dimaksud 'relativitas' ini adalah teori yang
dikonstruksi seperti special relativity
(gantikan c dengan s, dimana s adalah kecepatan suara) saya tetap
berpendapat teori serupa tidak bisa dikontruksi (meski dicoba
dikonstruksi dalam konteks terbatas).
Kunci dari special relativity adalah: sifat absolut kecepatan cahaya
<-> sifat topologi 3+1 spacetime. Gelombang akustik tidak memiliki
sifat seperti kecepatan cahaya. Sehingga orang tidak bisa
mengkonstruksi sesuatu yang analog dengan Lorentz invariance di
special relativity dengan kecepatan suara.
--- In fisika_indonesia@yahoogroups. , "yyoorrggaa" <yyoorrggaa@com ...>
wrote:
>
> Temans pecinta fisika,
>
> ada pertanyaan yang sangat menarik dlm sebuah milis dr seorang
> senior q. atas izin ybs, pertanyaannya aq share disini
>
> ===================== =
> Dear rekan-rekan,
>
> Seandainya saja manusia tidak dikarunia indera mata, hanya melihat
> dan mendengar dengan telinga, apakah akan timbul teori relativitas
> dengan batas kecepatan relative teratas adalah kecepatan suara?
> Sehingga kecepatan diatas kecepatan suara, secara relative tidak
> didefinisikan, alias tidak relevan dalam kerangka pengamatan.
>
> Salam,
> -yohan-
> El'93
> ===================== =
>
> Ada yg mau membahas? silaken tanggapi (Jarang2 lho ada pertanyaan
> bagus kayak gini) :D
>
> wassalam
> Yorga
>
- 3c.
-
Re: teori relativitas
Posted by: "Muhammad Hikam" m.hikam@gmail.com hikam2003
Wed Nov 5, 2008 9:33 pm (PST)
Mas Haryo,
Apa bener secara konstruksi hukum-hukum fisika tidak bergantung pada
pengamat?
Bagaimana dengan hasil eksperimen double-slit yang amat tergantung pada cara
mengamati?
Memang secara konstruksi siapa pun yang mengamati asalkan cara mengamatinya
sama maka hasilnya akan sama. Kalau tidak ada yang mengamati? Apa ada hukum
Fisika? :-)
2008/11/6 Haryo Sumowidagdo <haryo@fnal.gov>
>
> Jawaban saya:
>
> 1. Hukum-hukum fisika tidak akan berubah jika manusia tidak memiliki
> indera mata. Jika seluruh manusia yang ada sekarang menjadi
> buta/tuli/bisu, bahkan jika seluruh manusia punah, hukum-hukum fisika
> tetap tidak berubah. Alasannya: karena secara konstruksi, hukum-hukum
> fisika tersebut tidak bergantung dari pengamatnya siapa.
>
> 2. Kalau yang dimaksud 'relativitas' ini adalah teori yang
> dikonstruksi seperti special relativity
> (gantikan c dengan s, dimana s adalah kecepatan suara) saya tetap
> berpendapat teori serupa tidak bisa dikontruksi (meski dicoba
> dikonstruksi dalam konteks terbatas).
>
> Kunci dari special relativity adalah: sifat absolut kecepatan cahaya
> <-> sifat topologi 3+1 spacetime. Gelombang akustik tidak memiliki
> sifat seperti kecepatan cahaya. Sehingga orang tidak bisa
> mengkonstruksi sesuatu yang analog dengan Lorentz invariance di
> special relativity dengan kecepatan suara.
>
> --- In fisika_indonesia@yahoogroups. <fisika_indonesia%com 40yahoogroups. com>,
> "yyoorrggaa" <yyoorrggaa@...>
> wrote:
> >
> > Temans pecinta fisika,
> >
> > ada pertanyaan yang sangat menarik dlm sebuah milis dr seorang
> > senior q. atas izin ybs, pertanyaannya aq share disini
> >
> > ===================== =
> > Dear rekan-rekan,
> >
> > Seandainya saja manusia tidak dikarunia indera mata, hanya melihat
> > dan mendengar dengan telinga, apakah akan timbul teori relativitas
> > dengan batas kecepatan relative teratas adalah kecepatan suara?
> > Sehingga kecepatan diatas kecepatan suara, secara relative tidak
> > didefinisikan, alias tidak relevan dalam kerangka pengamatan.
> >
> > Salam,
> > -yohan-
> > El'93
> > ===================== =
> >
> > Ada yg mau membahas? silaken tanggapi (Jarang2 lho ada pertanyaan
> > bagus kayak gini) :D
> >
> > wassalam
> > Yorga
> >
>
>
>
- 3d.
-
Re: teori relativitas
Posted by: "handhika ramadhan" isaacnewtonid@yahoo.com isaacnewtonid
Wed Nov 5, 2008 9:42 pm (PST)
hmm......
David Hume (atau Bishop Berkeley?) pernah mengajukan pertanyaan filosofis yg menarik:
"Apakah bulan akan tetap berada di situ (eksis) seandainya tidak kita amati? seandainya tidak ada satu orang manusia pun yg mengamati?"
Apakah eksistensi bergantung pada kesadaran?
Apakah spin elektron terdefinisi sebelum ada pengukuran?
hmm....
HR
--- On Thu, 11/6/08, Muhammad Hikam <m.hikam@gmail.com > wrote:
From: Muhammad Hikam <m.hikam@gmail.com >
Subject: Re: [FISIKA] Re: teori relativitas
To: fisika_indonesia@yahoogroups. com
Date: Thursday, November 6, 2008, 12:33 AM
Mas Haryo,
Apa bener secara konstruksi hukum-hukum fisika tidak bergantung pada pengamat?
Bagaimana dengan hasil eksperimen double-slit yang amat tergantung pada cara mengamati?
Memang secara konstruksi siapa pun yang mengamati asalkan cara mengamatinya sama maka hasilnya akan sama. Kalau tidak ada yang mengamati? Apa ada hukum Fisika? :-)
2008/11/6 Haryo Sumowidagdo <haryo@fnal.gov>
Jawaban saya:
1. Hukum-hukum fisika tidak akan berubah jika manusia tidak memiliki
indera mata. Jika seluruh manusia yang ada sekarang menjadi
buta/tuli/bisu, bahkan jika seluruh manusia punah, hukum-hukum fisika
tetap tidak berubah. Alasannya: karena secara konstruksi, hukum-hukum
fisika tersebut tidak bergantung dari pengamatnya siapa.
2. Kalau yang dimaksud 'relativitas' ini adalah teori yang
dikonstruksi seperti special relativity
(gantikan c dengan s, dimana s adalah kecepatan suara) saya tetap
berpendapat teori serupa tidak bisa dikontruksi (meski dicoba
dikonstruksi dalam konteks terbatas).
Kunci dari special relativity adalah: sifat absolut kecepatan cahaya
<-> sifat topologi 3+1 spacetime. Gelombang akustik tidak memiliki
sifat seperti kecepatan cahaya. Sehingga orang tidak bisa
mengkonstruksi sesuatu yang analog dengan Lorentz invariance di
special relativity dengan kecepatan suara.
--- In fisika_indonesia@ yahoogroups. com, "yyoorrggaa" <yyoorrggaa@. ..>
wrote:
>
> Temans pecinta fisika,
>
> ada pertanyaan yang sangat menarik dlm sebuah milis dr seorang
> senior q. atas izin ybs, pertanyaannya aq share disini
>
> ============ ========= =
> Dear rekan-rekan,
>
> Seandainya saja manusia tidak dikarunia indera mata, hanya melihat
> dan mendengar dengan telinga, apakah akan timbul teori relativitas
> dengan batas kecepatan relative teratas adalah kecepatan suara?
> Sehingga kecepatan diatas kecepatan suara, secara relative tidak
> didefinisikan, alias tidak relevan dalam kerangka pengamatan.
>
> Salam,
> -yohan-
> El'93
> ============ ========= =
>
> Ada yg mau membahas? silaken tanggapi (Jarang2 lho ada pertanyaan
> bagus kayak gini) :D
>
> wassalam
> Yorga
>
Need to Reply?
Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.
===============================================================
** Arsip : http://members.tripod.com/~fisika/
** Ingin Berhenti : silahkan mengirim email kosong ke :
<fisika_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com>
===============================================================
** Arsip : http://members.tripod.com/~fisika/
** Ingin Berhenti : silahkan mengirim email kosong ke :
<fisika_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com>
===============================================================
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Individual | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar