Messages In This Digest (4 Messages)
- 1a.
- Re: teori relativitas From: arifianto keren
- 1b.
- Re: teori relativitas From: Muhammad Hikam
- 2.
- Pengingat batas registrasi CCCNS-2008 From: L.T. Handoko
- 3a.
- Re: tAnYA TeNtaNG PemINAtan FisIkA From: Asis Pattisahusiwa
Messages
- 1a.
-
Re: teori relativitas
Posted by: "arifianto keren" arifianto_ipb@yahoo.com arifianto_ipb
Thu Nov 6, 2008 4:46 pm (PST)
Sedikit meluruskan saja bahwa Einstein tidak pernah mengatakan bahwa kecepatan cahaya merupakan batas kecepatan tertinggi di alam semesta. Tapi kecepatan cahaya menjadi "batas" bagi teori relativitasnya, bahwa jika ada objek yang bergerak melebihi kecepatan cahaya maka bagi objek tersebut relativitas Einstein sudah tidak relevan lagi.
Sekali lagi ini hanya masalah keterbatasan indera manusia. memang benar kita bisa "mendeteksi" sesuatu yang tidak dapat ditangkap indera kita dengan bantuan alat misalnya sinar infrared, infrasonic, dll. bahkan hal yang jaman dulu orang belum pernah memikirkan sebelumnya. Keterbatasan inilah merupakan kelemahan kita dan otak merupakan kelebihan yang bisa terus berkembang.
mungkin suatu saat nanti dengan berkembangnya otak manusia kita bisa mendeteksi "sesuatu" yang sekarang belum bisa kita deteksi, misalnya kecepatan diatas kecepatan cahaya, suhu dibawah 0K, dll. dengan keterbatasan yang sangat besar ini kita sebagai manusia tidaklah pantas untuk menjadi sombong. Seharusnya semakin berkembangnya otak kita, semakin sadar jika kita itu sangat lemah.
Kenapa Tuhan hanya memberikan kita 5 indra dan otak sebagai pengolahnya? karena dengan hanya itu sudah cukup bagi kita untuk menjalani kehidupan secara baik. kita tidak membutuhkan indera ke-6, ke-7 atau ke-8 untuk hidup, karena itu hanya mubadzir. misalnya perlukah kita memberikan motor ke anak yang masih balita? orang yang normal pasti menjawab tidak perlu karena hanya dengan memberikan sepeda mainan sudah cukup baginya.
Kembali ke masalah cahaya dan teori relativitas Einstein. Sampai saat ini bahkan cahaya yang sering kita jumpai setiap hari masih merupakan misteri bagi kita. teori relativitas Einstein, teori quantum, radiasi, dll. hanya merupakan sebagian kecil dari hal yang "mungkin" sesungguhnya tentang cahaya (dan orang masih belum menyadarinya). Teori relativitas memang indah baik secara fisika maupun matematika, tetapi jangan terlalu mengagung-agungkan teori ini sehingga menggapnya mutlak. masih banyak hal yang kurang dari teori ini. jadi kita tunggu saja teori yang lain dari para ilmuan.
Regards,
Arifianto
Science Depatment
BINUSSCHOOLSimprug
Jl. Sultan Iskandar Muda Kav G-8
Simprug JAKARTA SELATAN 12220 INDONESIA
Phone:62 21 724 3663 Ext: 4805
Fax: 62 21 7278 3939
http://www.binus-school.net
_____________________ _________ __
From: yyoorrggaa <yyoorrggaa@yahoo.com >
To: fisika_indonesia@yahoogroups. com
Sent: Thursday, November 6, 2008 3:51:36 PM
Subject: [FISIKA] Re: teori relativitas
Buat aq, pertanyaan tsb sangat menarik karena implikasi dari
pertanyaan ini adalah : apakah postulat einstein (bahwa kecepatan
maksimum di alam semesta adalah kecepatan cahaya) itu benar?
jangan-jangan postulat itu muncul hanya karena keterbatasan indra
kita belaka... Yaitu "hanya" karena Tuhan tidak mendesainkan bagi
kita indra untuk mendeteksi gelombang yang lebih cepat dari C.
Ok coba kita telaah lebih lanjut.
Teori relativitas einstein diturunkan dengan mempostulatkan
kecepatan cahaya sebagai kecepatan maksimum yang mungkin ada. Karena
kita mengindra sesuatu dengan perantaraan gel cahaya, maka jika kita
bergerak mendekati c, gerakan yang diindra akan melambat. disisi
lain, harus kita sadari kalau "waktu" sebenarnya adalah ilusi yang
timbul akibat pengamatan momen-momen siklik.
jika momen2 tersebut terjadi lebih lambat, maka "waktu" akan
melambat. Nah kalau batas kecepatan relatif teratas adalah
kecepatan suara, maka itulah "visi" terjauh manusia. sehingga
nampaknya kalau terbit teori relativitas lain, maka nilai c disana
adalah kecepatan suara.
hmmm, kemungkinan yang menarik :)
walau nanti akan ada masalah dengan kesetaraan massa energi yang
terkait c^2.
--- In fisika_indonesia@ yahoogroups. com, "Haryo Sumowidagdo"
<haryo@...> wrote:
>
>
> Jawaban saya:
>
> 1. Hukum-hukum fisika tidak akan berubah jika manusia tidak
memiliki
> indera mata. Jika seluruh manusia yang ada sekarang menjadi
> buta/tuli/bisu, bahkan jika seluruh manusia punah, hukum-hukum
fisika
> tetap tidak berubah. Alasannya: karena secara konstruksi, hukum-
hukum
> fisika tersebut tidak bergantung dari pengamatnya siapa.
>
> 2. Kalau yang dimaksud 'relativitas' ini adalah teori yang
> dikonstruksi seperti special relativity
> (gantikan c dengan s, dimana s adalah kecepatan suara) saya tetap
> berpendapat teori serupa tidak bisa dikontruksi (meski dicoba
> dikonstruksi dalam konteks terbatas).
>
> Kunci dari special relativity adalah: sifat absolut kecepatan
cahaya
> <-> sifat topologi 3+1 spacetime. Gelombang akustik tidak memiliki
> sifat seperti kecepatan cahaya. Sehingga orang tidak bisa
> mengkonstruksi sesuatu yang analog dengan Lorentz invariance di
> special relativity dengan kecepatan suara.
>
>
>
> --- In fisika_indonesia@ yahoogroups. com, "yyoorrggaa" <yyoorrggaa@ >
> wrote:
> >
> > Temans pecinta fisika,
> >
> > ada pertanyaan yang sangat menarik dlm sebuah milis dr seorang
> > senior q. atas izin ybs, pertanyaannya aq share disini
> >
> > ============ ========= =
> > Dear rekan-rekan,
> >
> > Seandainya saja manusia tidak dikarunia indera mata, hanya
melihat
> > dan mendengar dengan telinga, apakah akan timbul teori
relativitas
> > dengan batas kecepatan relative teratas adalah kecepatan suara?
> > Sehingga kecepatan diatas kecepatan suara, secara relative tidak
> > didefinisikan, alias tidak relevan dalam kerangka pengamatan.
> >
> > Salam,
> > -yohan-
> > El'93
> > ============ ========= =
> >
> > Ada yg mau membahas? silaken tanggapi (Jarang2 lho ada
pertanyaan
> > bagus kayak gini) :D
> >
> > wassalam
> > Yorga
> >
>
- 1b.
-
Re: teori relativitas
Posted by: "Muhammad Hikam" m.hikam@gmail.com hikam2003
Thu Nov 6, 2008 6:44 pm (PST)
Kali ini saya setuju, lebih tepat sangat menghargai pilihan yang dilakukan
oleh Mas Haryo. Life is so short -kata [H,J]- ya justru karena so short
maka perlu pilah-pilih mana yang terlebih dahulu harus dicicipi. Walau
-dalam hemat saya- sekali-kali kita bisa *jumping* ke ujung sono, untuk
kemudian kembali ke business as usual.
OK, back to the discussion. The truth is out there :-)
Ok-lah, batasi di Fisika saja (dengan nyerempet Filsafat dikit saja).
2008/11/7 Suharyo Sumowidagdo <sss5946@garnet.acns.fsu. >edu
>
> Manusia kenyataanya tidak bisa melakukan segala-galanya, dan harusn
> membuat pilihan. Pilihan saya adalah mengesampingkan segala diskusi
> filosofi itu ke samping. Saya kira semua orang juga membuat pilihan:
> ada yang memilih tidak menjadi fisikawan, ada yang memilih mempelajari
> hal selain fisika seperti matematika atau filsafat atau teknik.
>
> Selama ini pilihan tsb tidak pernah saya rasakan mengganggu atau
> menghambat kerja atau karir fisika saya. Orang lain mungkin berpikir
> berbeda, tapi mereka bukan saya.
>
> Sekali lagi, ini masalah selera dan pilihan individu. Lepas dari soal
> pilihan, saya mengamati sudah terlampau banyak orang di Indonesia yang
> terlalu asyik dalam sisi filsafatnya dan melupakan fisikanya: tidak
> mau bergulat dengan riset dalam aspek-aspek 'kotor'nya.
>
> Pergulatan dengan hal-hal yang tampaknya tidak relevan dengan fisika:
> stupid bug di program komputer dalam bahasa C (x = y atau x == y),
> koneksi kabel yang kendor di komponen elektronik detektor, notasi
> aljabar yang beda +/-, gimana mencari suplai tabung gas nitrogen atau
> helium yang murah, gimana negosiasi dengan Departemen Pertahanan di AS
> untuk minta uranium dari rudal nuklir, gimana ngatur komunikasi antara
> orang Rusia dengan orang Cina dalam bahasa Inggris agar bisa
> komunikasi, dll.
>
> Jipi menyebut nama Parangtopo dan Na Peng Bo. Justru dua orang itu
> menunjukkan sifat-sifat mau bekerja dan menyingsingkan lengan baju,
> dan mengotori tangan mereka melakukan hal-hal 'gruesome', sebelum
> masuk ke filsafat. Saya belum sampai seperti beliau dua orang yang
> juga bisa berfilsafat, masih sampai tahapan menyingsingkan lengan baju
> dan mengotori tangan saja. Jadi jalan saya masih panjang.
>
>
> --- In fisika_indonesia@yahoogroups. <fisika_indonesia%com 40yahoogroups. com>,
> "JIPI Hari" <kajipi@...> wrote:
> >
> > Bro Haryo...
> >
> > Hidup ini singkat teman...., namanya belajar tidak perlu menunggu dulu
> > sampe menjadi "pelaku" yang baik.
> > kayaknya dulu waktu kuliah pernah ada kuliah Filsafat Ilmu Pengetahuan
> > deh ..2 SKS mmh lupa ... dosennya.. Pak Parangtopo Alm , Pak Na atau
> > pak da Silva ...sekarang masih ada di silabus gak ya ?
> > --
> > Salam
> >
> > [H,J]=-ipi
>
>
>
- 2.
-
Pengingat batas registrasi CCCNS-2008
Posted by: "L.T. Handoko" handoko@teori.fisika.lipi.go.id lt.handoko
Thu Nov 6, 2008 6:15 pm (PST)
DH,
Bersama dengan ini perkenankan kami untuk mengingatkan bahwa batas
registrasi untuk CCCNS-2008 semakin dekat (20/11). Kami mohon para anggota
milis untuk segera melakukan registrasi, serta bagi pemakalah untuk
menuliskan judul dan abstraknya bila belum dilakukan.
Info detail dan registrasi :
http://www.opi.lipi.go.id/ situs/cccns2008/
Salam,
===================== ========= ========= ========= ========= ========= ========
L.T. Handoko | handoko@teori.fisika.lipi. go.id
http://teori.fisika.lipi. | laksana.tri.go.id/~handoko/ handoko@lipi. go.id
Tel / fax : +62 817 194778 / 21 77829369 | lt@handoko.net
===================== ========= ========= ========= ========= ========= ========
Grup Fisika Teoritik dan Komputasi
Pusat Penelitian Fisika - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Kompleks Puspiptek Serpong, Tangerang 15310, Indonesia
http://teori.fisika.lipi. - http://www.fisika.go.id lipi.go.id
- 3a.
-
Re: tAnYA TeNtaNG PemINAtan FisIkA
Posted by: "Asis Pattisahusiwa" asisphysic04@gmail.com aziz_physic04
Thu Nov 6, 2008 9:16 pm (PST)
Terima kasih pak atas komentarnya.....
Pada 7 November 2008 06:03, Haryo Sumowidagdo <haryo@fnal.gov> menulis:
>
> OK. Saya akan tulis subyek, bukan mata kuliah. Alasannya mata kuliah
> judulnya berganti-ganti di lain tempat.
>
> Asumsi saya, anda sudah menguasai subjek-subjek yang dibahas di
> perkuliahan wajib. Masalahnya sekali lagi, subjek-subjek di
> perkuliahan wajib itu akan muncul dimana pun juga.
>
> Particle physics theory:
>
> - Matematika lanjutan: analisis tensor, geometri diferensial dan
> teori grup, terutama Lie group (continous group) dan bukan discrete
> group (crystallography).
> - Teori relativitas khusus dan umum.
> - Formulasi teori medan untuk interaksi fundamental. Mulai dari teori
> quantum electrodynamics, lalu electroweak (SU(2)xU(1), GWS), dan
> strong (SU(3), QCD).
> - Analisis/Phenomenologi eksperimen. Bagaimana membuat prediksi
> eksperimen dari teori anda.
> - Programming tools entah pemrograman numerik klasik (dengan
> Fortran/C) atau simbolik (Mathematica/Matlab etc).
>
> Pada prinsipnya, untuk memulai riset anda bisa cukup mempelajari
> sebagian saja dari subjek-subjek di atas. Ini tergantung dari
> pembimbing anda. Particle theory bidangnya sangat luas: dari yang
> sangat fundamental semacam field theory, string theory, sampai ke
> lebih phenomenological seperti perhitungan numerik/detail tentang
> prediksi eksperimen seperti cross-section, lifetime, atau mass dari
> suatu partikel elementer.
>
> Namun kalau anda serius ingin berkarir di fisika partikel teori,
> sebaiknya semuanya memang di kuasai kalau mau menjadi fisikawan
> partikel teori yang kompeten.
>
> Nanotechnology:
>
> Wah, ada nggak expert lain yang bisa komentar lebih detail.
> Kelihatannya fokus utamanya adalah studi interaksi elektron dan foton
> dengan sistem zat padat pada skala mikroskopik, namun lebih dari itu
> saya tidak kompeten menjawabnya.
>
>
> > peminatan yang saya maksud adalah peminatan yang ke arah particle physic
> > theory atau nanotechnology.
> >
> >
> > --
> > Asis Pattisahusiwa
> >
> > Jurusan Fisika, F. MIPA, Universitas Pattimura - Ambon
> >
>
>
>
>
>
>
--
Asis Pattisahusiwa
Jurusan Fisika, F. MIPA, Universitas Pattimura - Ambon
Need to Reply?
Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.
===============================================================
** Arsip : http://members.tripod.com/~fisika/
** Ingin Berhenti : silahkan mengirim email kosong ke :
<fisika_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com>
===============================================================
** Arsip : http://members.tripod.com/~fisika/
** Ingin Berhenti : silahkan mengirim email kosong ke :
<fisika_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com>
===============================================================
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Individual | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar