Sabtu, 08 November 2008

[FISIKA] Digest Number 2581

Messages In This Digest (10 Messages)

1a.
Re: teori relativitas From: Irwan Effendi
1b.
Re: teori relativitas From: yyoorrggaa
1c.
Re: teori relativitas From: yyoorrggaa
1d.
Re: teori relativitas From: Haryo Sumowidagdo
1e.
Re: teori relativitas From: zxabidin
1f.
Re: teori relativitas From: zxabidin
2.
Penjelasan tentang seminar SFPA 2008 From: Seminar Fisika
3a.
Re: Pendaratan di bulan, benarkah ? From: my
3b.
Re: Pendaratan di bulan, benarkah ? From: Zaenal Arief
4a.
Re: Kerjasama nuklir dengan Rusia From: bonie bonbon

Messages

1a.

Re: teori relativitas

Posted by: "Irwan Effendi" hero_tsai@mainsyscon.net   hero_tsai

Fri Nov 7, 2008 12:57 am (PST)

Koreksi...
Di postulatnya memang tidak dinyatakan seperti itu
Tapi di penjelasannya yang panjang lebar, ada kalimat yang bunyinya kira-kira begini kalau diterjemahkan ke bahasa indonesia (aslinya Jerman)

kecepatan cahaya tetap sama tanpa tergantung dari bingkai referensinya.

dan juga

oleh karena itu kecepatan cahaya adalah kecepatan yang tidak mungkin dicapai oleh benda

salam,

Irwan.

>Sedikit meluruskan saja bahwa Einstein tidak pernah mengatakan bahwa kecepatan cahaya merupakan batas kecepatan tertinggi di alam semesta. Tapi kecepatan cahaya menjadi "batas" bagi teori relativitasnya, bahwa jika ada objek yang bergerak melebihi kecepatan cahaya maka bagi objek tersebut relativitas Einstein sudah tidak relevan lagi.
1b.

Re: teori relativitas

Posted by: "yyoorrggaa" yyoorrggaa@yahoo.com   yyoorrggaa

Fri Nov 7, 2008 1:02 am (PST)

--- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "Haryo Sumowidagdo"
<haryo@...> wrote:
>
>
> Jawaban saya:
>
> 1. Hukum-hukum fisika tidak akan berubah jika manusia tidak memiliki
> indera mata. Jika seluruh manusia yang ada sekarang menjadi
> buta/tuli/bisu, bahkan jika seluruh manusia punah, hukum-hukum
fisika tetap tidak berubah. Alasannya: karena secara konstruksi,
hukum-hukum fisika tersebut tidak bergantung dari pengamatnya siapa.

yorga wrote :
agak kurang setuju. Hk. Fisika (dengan F besar) tentu tidak akan
berubah. tetapi hukum-hukum fisika (dengan f kecil) yang dikonstruksi
manusia akan berubah sesuai dengan informasi yang didapatnya. dan itu
sangat bergantung pada "input port"nya khan?

> 2. Kalau yang dimaksud 'relativitas' ini adalah teori yang
> dikonstruksi seperti special relativity
> (gantikan c dengan s, dimana s adalah kecepatan suara) saya tetap
> berpendapat teori serupa tidak bisa dikontruksi (meski dicoba
> dikonstruksi dalam konteks terbatas).

yorga wrote:
dalam posting terdahulu pak haryo sempat membahas paper di arxiv.org
mengenai penurunan teori relativitas tanpa mempostulatkan nilai c.
saat itu anda bilang "...masalah batas kecepatan itu adalah c, itu
masalah lain".
Nah, jika pengalaman maksimum manusia hanya dengan gelombang s, apakah
mungkin teori serupa dikonstruksi dengan s?

wassalam
Yorga

> Kunci dari special relativity adalah: sifat absolut kecepatan cahaya
> <-> sifat topologi 3+1 spacetime. Gelombang akustik tidak memiliki
> sifat seperti kecepatan cahaya. Sehingga orang tidak bisa
> mengkonstruksi sesuatu yang analog dengan Lorentz invariance di
> special relativity dengan kecepatan suara.
>
>
>
> --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "yyoorrggaa" <yyoorrggaa@>
> wrote:
> >
> > Temans pecinta fisika,
> >
> > ada pertanyaan yang sangat menarik dlm sebuah milis dr seorang
> > senior q. atas izin ybs, pertanyaannya aq share disini
> >
> > ======================
> > Dear rekan-rekan,
> >
> > Seandainya saja manusia tidak dikarunia indera mata, hanya melihat
> > dan mendengar dengan telinga, apakah akan timbul teori relativitas
> > dengan batas kecepatan relative teratas adalah kecepatan suara?
> > Sehingga kecepatan diatas kecepatan suara, secara relative tidak
> > didefinisikan, alias tidak relevan dalam kerangka pengamatan.
> >
> > Salam,
> > -yohan-
> > El'93
> > ======================
> >
> > Ada yg mau membahas? silaken tanggapi (Jarang2 lho ada pertanyaan
> > bagus kayak gini) :D
> >
> > wassalam
> > Yorga
> >
>

1c.

Re: teori relativitas

Posted by: "yyoorrggaa" yyoorrggaa@yahoo.com   yyoorrggaa

Fri Nov 7, 2008 1:13 am (PST)

Maksud aq bukan begitu.

gini deh. maksud dari "buta" disini adalah jika indra yang dimiliki
adalah maksimum indra yang merespon gel suara, (baik untuk mendengar
ataupun "melihat" seperti kelelawar atau seperti di film dare devil)
apakah mungkin kemudian manusia merekonstruksi hukum fisika (atau
instrumen atau apapun) mengenai sesuatu yang "beyond the border"?

disini implikasinya akan bercabang dua;

Jika jawabannya mungkin, maka ini membuka peluang perluasan ilmu
fisika ke arah baru. yaitu ke arah dimensi lebih tinggi. atau
perancangan instrument2 untuk melacak keberadaan gelombang yang lebih
cepat dari c. siapa tahu 100 tahun kemudian ada yang dapet Nobel
karena berhasil membuktikan keberadaan gelombang yang lebih cepat dari c.

Jika tidak mungkin maka hal ini harus disadari sebagai batas teritori
ilmu fisika.

gitu sih,

wassalam
Yorga

--- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "zxabidin" <zxabidin@...> wrote:
>
> Tidak sependapat sama sekali.
> Postulat Einstein sama sekali tidak bergantung apakah manusia bisa
> melihat atau tidak. Tidak bergantung seberapa cepat respon sensor
> tubuh manusia.
>
> Misalnya semua manusia buta. Meskipun begitu, seandainya peradaban
> tetap berkembang. Manusia bisa membuat akselerator, roket, dan
> komputer. (Dijamin susah)
> Output data dari akseleratornya berupa huruf braille. Eksperimennya
> dijalankan lalu ditinggalkan. Besoknya datang lagi baca huruf braille
> nya. Percayalah setelah dibaca dan dihitung disimpulkan bahwa waktu
> decay muon berenergi tertentu sepakat dengan postulatnya einstein
> dengan c adalah kecepatan cahaya.
>
> Kirim roket keluar angkasa. Bumi dan roket saling mengirim sinyal.
> Bumi mengirim sinyal setiap 1 jam. Di roket ada detektor, setiap kali
> menerima sinyal maka detektor akan trigger alat pencubit yang mencubit
> manusia yg ada di roket. Percayalah frekuensi cubitan juga akan
> sepakat dengan teori relativitas dengan c adalah kecepatan cahaya.
>
> Bumi dan roket punya jam atom yang akan mencubit manusia setiap menit.
> Cara cubitnya dibuat beda dengan cubitan detektor cahaya supaya
> ketahuan bedanya.
>
> Meskipun manusia adalah "dumb-creature" yang sistem sarafnya lambat
> membutuhkan waktu lama utk mengirim sinyal dari lokasi cubitan ke
> otak, kesimpulannya tetap sama.
>
>
> --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "yyoorrggaa" <yyoorrggaa@>
> wrote:
> >
> > Buat aq, pertanyaan tsb sangat menarik karena implikasi dari
> > pertanyaan ini adalah : apakah postulat einstein (bahwa kecepatan
> > maksimum di alam semesta adalah kecepatan cahaya) itu benar?
> >
> > jangan-jangan postulat itu muncul hanya karena keterbatasan indra
> > kita belaka... Yaitu "hanya" karena Tuhan tidak mendesainkan bagi
> > kita indra untuk mendeteksi gelombang yang lebih cepat dari C.
> >
> > Ok coba kita telaah lebih lanjut.
> >
> > Teori relativitas einstein diturunkan dengan mempostulatkan
> > kecepatan cahaya sebagai kecepatan maksimum yang mungkin ada. Karena
> > kita mengindra sesuatu dengan perantaraan gel cahaya, maka jika kita
> > bergerak mendekati c, gerakan yang diindra akan melambat. disisi
> > lain, harus kita sadari kalau "waktu" sebenarnya adalah ilusi yang
> > timbul akibat pengamatan momen-momen siklik.
> >
> > jika momen2 tersebut terjadi lebih lambat, maka "waktu" akan
> > melambat. Nah kalau batas kecepatan relatif teratas adalah
> > kecepatan suara, maka itulah "visi" terjauh manusia. sehingga
> > nampaknya kalau terbit teori relativitas lain, maka nilai c disana
> > adalah kecepatan suara.
> >
> > hmmm, kemungkinan yang menarik :)
> >
> > walau nanti akan ada masalah dengan kesetaraan massa energi yang
> > terkait c^2.
> >
> > --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "Haryo Sumowidagdo"
> > <haryo@> wrote:
> > >
> > >
> > > Jawaban saya:
> > >
> > > 1. Hukum-hukum fisika tidak akan berubah jika manusia tidak
> > memiliki
> > > indera mata. Jika seluruh manusia yang ada sekarang menjadi
> > > buta/tuli/bisu, bahkan jika seluruh manusia punah, hukum-hukum
> > fisika
> > > tetap tidak berubah. Alasannya: karena secara konstruksi, hukum-
> > hukum
> > > fisika tersebut tidak bergantung dari pengamatnya siapa.
> > >
> > > 2. Kalau yang dimaksud 'relativitas' ini adalah teori yang
> > > dikonstruksi seperti special relativity
> > > (gantikan c dengan s, dimana s adalah kecepatan suara) saya tetap
> > > berpendapat teori serupa tidak bisa dikontruksi (meski dicoba
> > > dikonstruksi dalam konteks terbatas).
> > >
> > > Kunci dari special relativity adalah: sifat absolut kecepatan
> > cahaya
> > > <-> sifat topologi 3+1 spacetime. Gelombang akustik tidak
> memiliki
> > > sifat seperti kecepatan cahaya. Sehingga orang tidak bisa
> > > mengkonstruksi sesuatu yang analog dengan Lorentz invariance di
> > > special relativity dengan kecepatan suara.
> > >
> > >
> > >
> > > --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "yyoorrggaa"
> <yyoorrggaa@>
> > > wrote:
> > > >
> > > > Temans pecinta fisika,
> > > >
> > > > ada pertanyaan yang sangat menarik dlm sebuah milis dr seorang
> > > > senior q. atas izin ybs, pertanyaannya aq share disini
> > > >
> > > > ======================
> > > > Dear rekan-rekan,
> > > >
> > > > Seandainya saja manusia tidak dikarunia indera mata, hanya
> > melihat
> > > > dan mendengar dengan telinga, apakah akan timbul teori
> > relativitas
> > > > dengan batas kecepatan relative teratas adalah kecepatan suara?
> > > > Sehingga kecepatan diatas kecepatan suara, secara relative tidak
> > > > didefinisikan, alias tidak relevan dalam kerangka pengamatan.
> > > >
> > > > Salam,
> > > > -yohan-
> > > > El'93
> > > > ======================
> > > >
> > > > Ada yg mau membahas? silaken tanggapi (Jarang2 lho ada
> > pertanyaan
> > > > bagus kayak gini) :D
> > > >
> > > > wassalam
> > > > Yorga
> > > >
> > >
> >
>

1d.

Re: teori relativitas

Posted by: "Haryo Sumowidagdo" haryo@fnal.gov   haryo_fnal

Fri Nov 7, 2008 1:52 am (PST)

--- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "yyoorrggaa" <yyoorrggaa@...>
wrote:
>
> Maksud aq bukan begitu.
>
> gini deh. maksud dari "buta" disini adalah jika indra yang dimiliki
> adalah maksimum indra yang merespon gel suara, (baik untuk mendengar
> ataupun "melihat" seperti kelelawar atau seperti di film dare devil)
> apakah mungkin kemudian manusia merekonstruksi hukum fisika (atau
> instrumen atau apapun) mengenai sesuatu yang "beyond the border"?

Ini rangkaian argumen bahwa sekali lagi, seandainya manusia itu buta,
maka fenomena cahaya/elektromagnetik tetap akan ditemukan.

Asumsi 1:
- Indra manusia tidak sensitif kepada fenomena elektromagnetik.

Asumsi 2:
- Di alam ini ada fenomena elektromagnetik (kecepatan cahaya) dan
fenomena akustik (kecepatan suara).

Sekarang, apa syarat manusia yang buta bisa menemukan fenomena
elektromagnetik ?

Kuncinya:

Apakah ada hubungan (interaksi, coupling) antara fenomena
elektromagnetik dengan fenomena akustik. Bentuknya macam apa tidak
penting, yang penting ada atau tidak.

Jika ada, maka manusia BISA mendeteksi fenomena elektromagnetik via
hubungan fenomena elektromagnetik dan akustik.

Jika tidak ada, maka manusia TIDAK BISA mendeteksi fenomena
elektromagnetik.

Faktanya: _ada_ fenomena/gejala alam yang mengkaitkan elektromagnetik
dan akustik (contoh kasar: petir). Jadi ada interaksi antara
elektromagnetik dan akustik. Memang akan perlu laamaaaaa sekali bagi
manusia yang buta untuk menemukan bentuk-bentuk hukum elektromagnetik,
tapi jika manusia yang buta mau berusaha keras, maka evolusi ilmu di
masyarakat yang buta ini pada akhirnya akan menemukan hukum-hukum
elektromagnetik.

>
> Jika jawabannya mungkin, maka ini membuka peluang perluasan ilmu
> fisika ke arah baru. yaitu ke arah dimensi lebih tinggi. atau
> perancangan instrument2 untuk melacak keberadaan gelombang yang lebih
> cepat dari c. siapa tahu 100 tahun kemudian ada yang dapet Nobel
> karena berhasil membuktikan keberadaan gelombang yang lebih cepat
dari c.

Sekali lagi, yang menjadi masalah bukan _indra_ manusia, melainkan
_interaksi_ antara fenomena yang baru (yang tidak dikenali indra
manusia) dengan fenomena yang dikenali indra manusia.

Ide perluasan ilmu fisika ke arah fenomena lebih besar dari c
(namakanlah C, C huruf besar) sudah terpikir sejak lama, dan bukan ide
baru dikalangan fisikawan teori. Model-model yang mengkonstruksi
fenomena C itu ada.

http://en.wikipedia.org/wiki/Tachyon

Fenomena C _bisa_terdeteksi_ kalau ada interaksi dari fenomena C
dengan fenomena yang kita kenal. Sekarang, _kita_ belum mengamati
gejala alam yang menunjukkan ada atau tidak adanya C. Jadi tidak ada
bukti apakah C ada, ataupun C tidak ada.

Haryo

1e.

Re: teori relativitas

Posted by: "zxabidin" zxabidin@yahoo.com   zxabidin

Fri Nov 7, 2008 9:36 am (PST)

Ini pertanyaan "kemungkinan sejarah" toh? bukan pertanyaan fisika?
atau saya belum mengerti juga.
Walaupun manusia tidak bisa merespon cahaya. Tapi di alam semesta ini
cahaya berinteraksi dengan benda2. Interaksi ini misalnya meninggalkan
jejak berupa bunyi. Dari kecerdasan manusia dari pengamatan gejala
bunyi ini (mungkin manusia akan menyebutnya "dark matter", karena
sumbernya misterius), dibuatlah detektor berupa alat pencubit. Kembali
keposting saya sebelumnya. Persoalan sudah direduksi ke "previously
solved problem".

Kembali kedunia nyata, seandainya ternyata ada informasi yg bisa
merambat lebih cepat dari cahaya. Zat/partikel/apapun pembawa
informasi ini berinteraksi dengan partikel2 yang kita ketahui dan bisa
dipelajari. Teori relativitas akan dikoreksi, tapi akan tereduksi
menjadi teori relativitas juga pada domain dimana relativitas sudah
teruji.

Seandainya ternyata tidak berinteraksi dengan apapun, kita sebut saja Zat/partikel/apapun tsbt tidak eksis.

--- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "yyoorrggaa" <yyoorrggaa@...>
wrote:
>
> Maksud aq bukan begitu.
>
> gini deh. maksud dari "buta" disini adalah jika indra yang dimiliki
> adalah maksimum indra yang merespon gel suara, (baik untuk mendengar
> ataupun "melihat" seperti kelelawar atau seperti di film dare devil)
> apakah mungkin kemudian manusia merekonstruksi hukum fisika (atau
> instrumen atau apapun) mengenai sesuatu yang "beyond the border"?
>
> disini implikasinya akan bercabang dua;
>
> Jika jawabannya mungkin, maka ini membuka peluang perluasan ilmu
> fisika ke arah baru. yaitu ke arah dimensi lebih tinggi. atau
> perancangan instrument2 untuk melacak keberadaan gelombang yang
lebih
> cepat dari c. siapa tahu 100 tahun kemudian ada yang dapet Nobel
> karena berhasil membuktikan keberadaan gelombang yang lebih cepat
dari c.
>
> Jika tidak mungkin maka hal ini harus disadari sebagai batas
teritori
> ilmu fisika.
>
> gitu sih,
>
> wassalam
> Yorga

1f.

Re: teori relativitas

Posted by: "zxabidin" zxabidin@yahoo.com   zxabidin

Fri Nov 7, 2008 9:36 am (PST)

Tambahan,
Pertanyaan awalnya perlu dikoreksi.
Meskipun manusia cuma punya indera/sensor bunyi, teori tentang bunyi
di dunia khayalan ini tidak akan memberikan batas atas kecepatan. Sama
dengan teori bunyi di dunia nyata: bunyi adalah gelombang mekanik,
osilasi dari medium. Manusia mengenal mekanika Newton. Transisi ke
mekanika relativistik lebih sulit, tapi tidak mustahil, jika ada
ilmuan yang cukup jeli mengamati "jejak" cahaya pada benda2.

Ini cuma berandai2 "kemungkinan sejarah" di dunia khayalan.

2.

Penjelasan tentang seminar SFPA 2008

Posted by: "Seminar Fisika" seminarfisika@yahoo.com   seminarfisika

Fri Nov 7, 2008 2:05 am (PST)

Dear physics netters,
Sehubungan dengan adanya pertanyaan beberapa pemakalah Seminar Nasional
Fisika, Pembelajaran dan Aplikasinya (SFPA) 2008, Yogyakarta, 29 November 2008,
di PROGRAM MAGISTER PENDIDIKAN FISIKA, PROGRAM PASCASARJANA, UNIVERSITAS AHMAD
DAHLAN, melalui milis ini ijinkanlah kami panitia memberikan penjelasan:
 
1. Apakah makalah hanya khusus untuk magister, atau terbuka untuk mahasiswa, atau alumni
fisika?
TANGGAPAN:
Seminar SFPA 08 adalah untuk umum tidak hanya dari komunitas fisika/pendidikan fisika saja, 
dari profesi mana saja yang berminat terhadap fisika atau terkait dengan fisika. Mahasiswa
teknik misalnya, juga boleh mengirim makalah (jadinya termasuk aplikasi fisika).
Sekedar info, hingga saat ini sudah masuk beberapa makalah dari teknik.

2. Apakah riset teknologi reaktor dengan bahan bakar MOX bisa dikelompokkan dalam fisika
energi?
TANGGAPAN:
Bisa fisika energi, bisa juga aplikasi fisika (teknik).

3. Untuk mahasiswa, apakah tidak ada discount khusus?
TANGGAPAN:
Untuk mahasiswa/guru yang ingin menjadi peserta pendengar, biaya pendaftaran hanya Rp
75.000,- (kalau umum kan Rp 100.000,-), dan ada keringanan Rp 25.000,- (jadi hanya membayar
Rp 50.000,-) untuk pendaftaran paling lambat 8 Nov. 2008 (berarti tinggal besok, Sabtu.
Maaf).
Untuk pemakalah mahasiswa/guru biaya hanya Rp 125.000,- (kalau umum kan Rp 150.000,-).
Selain itu, kami juga menawarkan ada keringanan Rp 25.000,- per pemakalah untuk pendaftaran
berombongan minimal 5 orang (jadi per orang hanya Rp 100.000,-). Mudah-mudahan cukup
memuaskan.

4. Apakah sekarang masih boleh kirim makalah?
TANGGAPAN:
Deadline penerimaan abstrak adalah 10 November 2008 (kami perpanjang 5 hari). Lebih baik
lagi kalau kirim makalah lengkap agar review lebih afdol. File harap dikirim sebagai
attachment ke seminarfisika@yahoo.com .

5. Cara pembayaran?
TANGGAPAN:
Bisa secara tunai pada saat kedatangan, datang langsung ke panitia, via wesel pos, atau
transfer ke rekening Taplus BNI Kantor Cabang
Yogyakarta atas nama R. Oktova nomor 0030350709 (sebaiknya kirim e-mail konfirmasi atau fax
slip transfer). Untuk peserta pendengar yang ingin mendapat keringanan, tentunya pembayaran
harus dilakukan paling lambat tanggal 8 November 2008.
Untuk download form, format penulisan, serta informasi terkini (termasuk update daftar
peserta), silakan ke

http://www.pasca-pfisika.uad.ac.id/seminar.htm

Terima Kasih.
Panitia SFPA 08.

3a.

Re: Pendaratan di bulan, benarkah ?

Posted by: "my" myncokimori@yahoo.com   myncokimori

Fri Nov 7, 2008 9:37 am (PST)

saya sebagai orang awam ikuti saja apa yang di tuangkan dalam pikiran yang sangat hebat di millis ini. mungkin para bapak/ibu yang punya ilmu bisa memberi penjelasan ... semoga bisa berbagi kepada kami yang hanya tidak terlalu tahu tentang ilmu yang tinggi dan jauh sejauh bulan dan bintang

cuman dulu saya masih di kampung sambil gembala kerbau dan joki kuda pernah dengar ada manusia yang ke bulan.

--- On Wed, 11/5/08, ronitoxid paranoid <ronitoxid@gmail.com> wrote:
From: ronitoxid paranoid <ronitoxid@gmail.com>
Subject: Re: [FISIKA] Re: Pendaratan di bulan, benarkah ?
To: fisika_indonesia@yahoogroups.com
Date: Wednesday, November 5, 2008, 7:54 PM

 
 
TAPI HAL YANG ANEH KALO MEMANG PENDARATAN DI BULAN ITU BENAR
KENAPA SETELAH ITU TIDAK ADA PENDARATAN LAGI?
KENAPA TIDAK ADA PERBAIKAN MENGENAI CARA MENDARAT YANG LEBIH AMAN DAN GAMPANG
SECARA PENDARATAN PERTAMA SUDAH HAMPIR 40 TAHUN, MASA IYA SELAMA ITU GA ADA PERBAIKAN DAN PENGULANGAN MISI PENDARATAN DI BULAN
JELAS ITU SAMA SEKALI BUKAN SIKAP SAINS YANG SELALU MAJU KE DEPAN (APALAGI AMERIKA)
 
ANEH!

 
On 11/5/08, yyoorrggaa <yyoorrggaa@yahoo. com> wrote:

nah betul yang dikatakan bung tri. cermin yang dipasang di bulan
adalah bukti lain adanya pendaratan manusia di bulan. cermin ini
memungkinkan pengukuran jarak bumi-bulan hingga ketelitian orde
milimeter (its very amazing brow! :D).

Lalu ttg olivine dari sisa2 gunung berapi tidak mengandung air juga
tidak tepat. coba cari di wikipedia ttg olivine, disana dikatakan
kalau olivine yang terbentuk di kedalaman 310km pun (untuk tekanan
14GPA ini) mengandung air dengan kadar 6900PPM.

Mungkin dikiranya menghilangkan air dari senyawa hidrat itu semudah
mengeringkan pakaian basah hehehehe. ada masalah ikatan hidrogen,
trus juga susunan kimia senyawa tetangga yang ga boleh berubah. lalu
katakanlah bisa terlepas dari ikatan hidrat, itu air mau keluar

lewat mana? (emangnya sponge bob? hehehe) kalau air menemukan jalur
keluar lewat sebuah crack, tentunya Argon yang memiliki difusifitas
lebih tinggi dari air akan merembes keluar juga. akibatnya saat
diukur umurnya ga akan lagi sesuai dengan umur tata surya (oya

ternyata umur batu bulan menurut mas wiki, bukan 5 milyar tahun,
tapi 700 juta tahun, maap)

wassalam
Yorga

NB : satu hal menarik yang saya temukan, sebagian besar penentang
pendaratan di bulan bukanlah ilmuwan. kalaupun ilmuwan, biasanya

latar belakangnya sosial. sedangkan yang mendukung pendaratan
biasanya fisikawan. kenapa ya??? :D

--- In fisika_indonesia@ yahoogroups. com, "Tri Laksmana"

<trilaksmana@ ...> wrote:
>
> Mo nambahin dikit aja penjelasan Bung Yorga ini.
>
> Apollo 11, 14, dan 15 memasang cermin yang dapat memantulkan laser
yang
> ditembakkan dari Bumi ke permukaan Bulan. Dengan bantuan instrumen

> cermin+laser ini, kita dapat mengukur jarak Bumi-Bulan dan
perubahan2nya.
> Dari hasil pengukuran ini kita dapat mempelajari dengan lebih baik
dinamika
> antara Bumi - Bulan. Sumber:
> http://www.madsci. org/posts/ archives/ 1999-07/93135058 8.As.r.html

>
> Soal batuan bulan, pernah ada situs pendukung moon hoax yang
mengatakan
> bahwa batu bulan itupun palsu karena 1) diambil dari sisa2 gunung
berapi
> makanya gk mengandung air, dan 2) supaya jejak2 airnya hilang,

batu tersebut
> dimasukin ke dalam microwave. Hehehehe...
>
> Kalau mau tau soal moon hoax begini2, selain cari di google juga
bisa lihat
> di www.clavius. org.

>
> Salam,
> -tri-
>
> *2008/11/4 yyoorrggaa <yyoorrggaa@. ..>
> *
> >
> > *Hmmm, ikut berkomentar ya. Saya dulu pernah terpengaruh dan

ragu
> > kalau manusia pernah mendarat di bulan. Namun sebagai orang yang
> > dibesarkan dengan kultur saintifik (ngaku2 saintis mah belum
berani
> > euy :D ) saya coba melakukan riset sederhana dengan bantuan om

> > google (thx God you create Larry Page and Sergey Brin), dengan
key
> > word "moon HOAX". hingga akhirnya saya menemukan sebuah situs
dengan
> > argumentasi yang rigor dan tidak terbantah. maklum yang nulis

> > fisikawan :D
> >
> > Di situs itu terdapat penjelasan untuk menerangkan
> > berbagai "kejanggalan" seperti bendera yang berkibar, foto2 aneh,
> > masalah radiasi di perjalanan, dibulan itu sendiri, etc. silahkan

> > baca sendiri (alamat situsnya cari sendiri yaa, itung2
kenalan 'ma
> > om google :) )
> >
> > diantara argumen2 itu, ada 2 argumen yang sulit dibantah.
> >
> > pertama tentang telemetri. telemetri adalah sistem pengukuran

posisi
> > dengan sinyal radio. sinyal ini di-broadcast secara omni
directional
> > dari pesawat apolo ke bumi. sehingga ground station bisa
mengetahui
> > posisi pesawat itu setiap saat. mulai dari keberangkatan,

mendarat
> > dan kembali ke bumi. dan sinyal itu bisa di pantau oleh siapa pun
> > yang punya radar. Posisi rusia sebagai musuh amrik saat itu
justru
> > mempertegas ketidakmungkinan manipulasi. sinyal telemetri palsu

> > pasti diketahui oleh rusia dan mereka ga mungkin diam. (argumen
yang
> > masuk akal, walau masih bisa dibantah sih kalo seneng debat :p )
> >
> > Nah argumen kedua lebih mantap karena ada bukti fisik yang ga

bisa
> > dibantah.
> >
> > Bukti yang tak terbantah itu adalah batuan bulan.
> >
> > Anda tahu apa yang sangat unik dari batuan bulan?
> >
> > yaak seratus... Batuan bulan sama sekali TIDAK mengandung air.

dan
> > inilah kunci argumen tersebut.
> >
> > dalam situs itu dia memperlihatkan foto dua jenis batuan yang
sama
> > yaitu olivine. Mineral yang sangat umum ditemukan, baik di bumi

> > ataupun di bulan.
> >
> > Olivine bumi memperlihatkan butiran kristal yang teralterasi
dengan
> > senyawa hidrat (senyawa hidrat adalah senyawa yang mengikat
molekul
> > air dalam bentuk padat. karbohidrat dan karat besi a/ contoh

senyawa
> > ini) Selain itu secara makro terdapat jejak2 erosi air.
> >
> > Sebaliknya olivine bulan sama sekali terbebas dari senyawa
hidrat.
> > sesuatu yang mustahil terjadi dipermukaan bumi akibat

berlimpahnya
> > air. dengan teknik pengukuran radioaktif, ditemukan bahwa umurnya
> > sekitar 5 milyar tahun, kurang lebih setara dengan perkiraan umur
> > tata surya (CMIIW).
> >
> > katakanlah ada ilmuwan NASA yang berniat memalsukan batu

tersebut.
> > maka ia harus memberikan tekanan sebesar 14GPa (Giga Pascal) dan
> > suhu 1200 derajat celcius selama paling tidak beberapa tahun :D.
Oya
> > jangan lupa ia harus memerangkap Gas Argon dalam rasio yang pas,

> > tepat DI DALAM batu itu.(sehingga saat diukur dgn teknik
radioaktif
> > memberikan umur 5 milyar tahun) (gimana caranya ya nyuntik gas ke
> > dalam batu??? emang sponge bob hehehehe ). dan ga cuma setengah

> > kilo... ada sekitar 400kg batuan serupa itu di NASA.
> >
> > Oya selain itu teknik penentuan umur batuan secara radioaktif
baru
> > ditemukan sekitar 10 tahun SETELAH (sekali lagi SETELAH)

pendaratan
> > manusia di bulan.
> >
> > Sebenarnya kalau memang niat bikin HOAX, ngapain susah2 membuat
batu
> > yang "waterless". toh cukup olivine bumi dan dengan statement "oo

> > ternyata di bulan ada air juga toh", habis perkara.
> >
> > Dan kalau ternyata NASA punya kemampuan bikin batu palsu kayak
gitu,
> > maka pendaratan di bulan 100 kali lebih mudah (dan lebih murah)

> > untuk dilakukan. :D
> >
> > gitu aja
> >
> > semoga tambah penasaran hehehehe :D
> >
> > wassalam
> > Yorga (EL97)
> >
> > *
> >

> >
> >
>











3b.

Re: Pendaratan di bulan, benarkah ?

Posted by: "Zaenal Arief" zaenal@pudak.com

Fri Nov 7, 2008 9:16 pm (PST)

nah ini lebih "dewasa" dari pada pak Franklin, yg langsung menghardik..... saya kira nggak semua orang ngerti tata krama email....

----- Original Message -----
From: Asis Pattisahusiwa
To: fisika_indonesia@yahoogroups.com
Sent: Thursday, November 06, 2008 1:21 PM
Subject: Re: [FISIKA] Re: Pendaratan di bulan, benarkah ?

bung roni, apakah anda pernah membaca tata krama dalam menulis dan mengirim e-mail?

kalo belum nanti aku kirimin tata kramanya ke e-mail kamu.

salam.

Pada 6 November 2008 11:54, ronitoxid paranoid <ronitoxid@gmail.com> menulis:

TAPI HAL YANG ANEH KALO MEMANG PENDARATAN DI BULAN ITU BENAR
KENAPA SETELAH ITU TIDAK ADA PENDARATAN LAGI?
KENAPA TIDAK ADA PERBAIKAN MENGENAI CARA MENDARAT YANG LEBIH AMAN DAN GAMPANG
SECARA PENDARATAN PERTAMA SUDAH HAMPIR 40 TAHUN, MASA IYA SELAMA ITU GA ADA PERBAIKAN DAN PENGULANGAN MISI PENDARATAN DI BULAN
JELAS ITU SAMA SEKALI BUKAN SIKAP SAINS YANG SELALU MAJU KE DEPAN (APALAGI AMERIKA)

ANEH!

4a.

Re: Kerjasama nuklir dengan Rusia

Posted by: "bonie bonbon" b4g1nd4@gmail.com

Fri Nov 7, 2008 9:16 pm (PST)

Sangat setuju sekali,apa yang saya suka dari rusia,mereka gak nuntut
apa2,alias jual lepas dan gak perlu kesepakatan a b c d,lain hal nya kalo
kita beli dari salah satu Negara adidaya. Tingkatkan juga kerjasama dengan
iran.

_____

From: fisika_indonesia@yahoogroups.com
[mailto:fisika_indonesia@yahoogroups.com] On Behalf Of Syarif MARKABAN
Sent: Wednesday, November 05, 2008 4:58 AM
To: fisika_indonesia@yahoogroups.com
Subject: Re: [FISIKA] Kerjasama nuklir dengan Rusia

Terima kasih untuk tanggapan Bapak Alvano.

Saya sependapat dengan pendapat anda.

Dimasa yad, dengan memanfaatkan prinsip politik LN kita yg bebas dan
aktif, kerjasama dengan pihak Rusia juga bisa ditingkatkan misalnya
dalam bidang maritim (pembuatan kapal utk keperluan sipil, kapal perang
dan kapal selam dari hasil karya manusia indonesia), kerjasama dalam
bidang elektronik & telekomunikasi (satelit, IT dll), kerjasama dalam
bidang dirgantara (kapal terbang militer & sipil), kerjasama dalam
pembuatan senjata (spt roket, tank, rudal, persenjataan nuklir, senapan
serbu dll) yg mana dalam hal ini melibatkan pindad dan bidang2 lainnya
spt yang anda sebutkan dibawah.

Bagaimana dengan pendapat rekan2 semua ttg tambahan ide saya ini?.

Syarif MARKABAN
=====

Terima kasih atas tanggapan Pak Syarif namun untuk senjata nuklir
mungkin bagi kita masih sangat jauh dari kebutuhan dan hal tersebut
sangat sensitif bagi situasi politik dunia. Sebaiknya kerjasama
tersebut adalah teknologi yang tepat guna dan lebih bersifat
komersial seperti - selain PLTN - misalnya otomotif, komputer,
kedokteran, pertanian dll.

Alvano Yulian
--- In fisika_indonesia@ <mailto:fisika_indonesia%40yahoogroups.com>
yahoogroups.com, Syarif MARKABAN
<syarif.markaban@...> wrote:
>
> Saya ingin menambahkan dari e-mailnya Bapak Alvano,
>
> Saya pikir, kerjasama tsb tidak hanya sebatas dalam bidang PLTN,
tetapi
> juga kerjasama dalam pengembangan tehnologi nuklir lainnya seperti
> misalnya pengembangan senjata nuklir
> untuk Indonesia, kerjasama dalam ilmu pengetahuan & pengembangan
> tehnologi tinggi untuk kepentingan Indonesia, pengiriman mahasiwa2
> Indonesia ke Rusia untuk belajar ilmu2 tehnik.
>
> Bagaimana dengan pendapat rekan2 semua ttg tambahan ide saya ini?.
>
> Syarif MARKABAN
> =====
>
> Alvano Yulian schrieb:
> > Setelah peristiwa tragedi New York 11 September 2001 lambat laun
> > kepercayaan dunia terhadap "Blok Barat" kian menurun apalagi
ditambah
> > dengan krisis ekonomi global seperti sekarang ini dan terlihat
bahwa
> > kelompok mereka bila dibandingkan negara-negara di "Blok Timur"
> > menderita paling parah.
> >
> > Kita sebagai negara berkembang mungkin ada baiknya menjajagi
kerjasama
> > dengan mantan "Blok Timur" terutama Rusia, dan karena milis ini
> > merupakan salah satu yang membicarakan masalah-masalah teknologi
maka
> > kita cukup perlu untuk memikirkan kerjasama terutama bidang
nuklir
> > khususnya PLTN dan segala bentuk konsekwensinya.
> >
> > Bagaimana tanggapan rekan-rekan semua?
> >
> > Alvano Yulian (BATAN-PRPN)
> >
> >
> >
> > ------------------------------------
> >
> > ===============================================================
> > ** Arsip : http://members. <http://members.tripod.com/~fisika/>
tripod.com/~fisika/
> > ** Ingin Berhenti : silahkan mengirim email kosong ke :
> > <fisika_indonesia-
unsubscribe@ <mailto:unsubscribe%40yahoogroups.com> yahoogroups.com>
> > ===============================================================
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> >

--

M.Syarif.S.MARKABAN

eMail : syarif.markaban@ <mailto:syarif.markaban%40gmail.com> gmail.com
eFax : +1-270-518-7597
GSM Phone : +43-650-343-8317

Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Finance

It's Now Personal

Guides, news,

advice & more.

Yahoo! Groups

Latest product news

Join Mod. Central

stay connected.

Yahoo! Groups

Dog Lovers Group

Connect and share with

dog owners like you

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web
===============================================================
**  Arsip          : http://members.tripod.com/~fisika/
**  Ingin Berhenti : silahkan mengirim email kosong ke :
                     <fisika_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com>
===============================================================

Tidak ada komentar: