Messages In This Digest (9 Messages)
- 1a.
- Re: Pendaratan di bulan, benarkah ? From: Indra Sutriadi ÇáÔÇÝÚÆ
- 2a.
- Tiny Solar Cells Built To Power Microscopic Machines From: idoenergys
- 2b.
- Re: Tiny Solar Cells Built To Power Microscopic Machines From: Haryo Sumowidagdo
- 2c.
- Re: Tiny Solar Cells Built To Power Microscopic Machines From: saidphysics
- 2d.
- Re: Tiny Solar Cells Built To Power Microscopic Machines From: Haryo Sumowidagdo
- 3a.
- tentang diskusi Pendaratan di bulan di MFI From: Franklin
- 4a.
- Re: Kerjasama nuklir dengan Rusia From: saidphysics
- 4b.
- Re: Kerjasama nuklir dengan Rusia From: Haryo Sumowidagdo
- 5.
- Movie: The DiVincenzo Code... From: saidphysics
Messages
- 1a.
-
Re: Pendaratan di bulan, benarkah ?
Posted by: "Indra Sutriadi ÇáÔÇÝÚÆ" indra.sutriadi@gmail.com
Sat Nov 8, 2008 1:51 am (PST)
2008/11/8 Zaenal Arief <zaenal@pudak.com >:
> 
>
> nah ini lebih "dewasa" dari pada pak Franklin, yg langsung menghardik.....
> saya kira nggak semua orang ngerti tata krama email....
Atau bisa jadi, mungkin dia menggunakan kibor yang rusak yang hanya
bisa menggunakan huruf kapital saja. :)
Atau dia mengirim lwat ponsel yang susah untuk harus berganti2 antara
huruf kecil dengan huruf besar, jadinya supaya gampang, huruf besar
aja semua. :)
Wassalam...
BEGIN EDIT MOD:
Thread tentang tata-krama email ini sebaiknya diakhiri saja.
END EDIT MOD:
- 2a.
-
Tiny Solar Cells Built To Power Microscopic Machines
Posted by: "idoenergys" idoenergys@yahoo.com idoenergys
Sat Nov 8, 2008 1:56 am (PST)
Some of the tiniest solar cells ever built have been successfully tested
as a power source for even tinier microscopic machines.Read more at
http://earthalternate.blogspot. com/
<http://earthalternate.blogspot. >com/
BEGIN EDIT MOD:
Posting ini akan lebih baik jika linknya ditujukan langsung ke jurnal JRSE (Journal of Renewable and Sustainable Energy), dan bukan ke blog. Blog bukan merupakan media ilmiah yang diterima universal.
http://jrse.aip.org/
<http://jrse.aip.org >
END EDIT MOD: - 2b.
-
Re: Tiny Solar Cells Built To Power Microscopic Machines
Posted by: "Haryo Sumowidagdo" haryo@fnal.gov haryo_fnal
Sat Nov 8, 2008 1:57 am (PST)
Posting ini akan lebih baik jika linknya ditujukan langsung ke jurnal
JRSE (Journal of Renewable and Sustainable Energy), dan bukan ke blog.
Blog bukan merupakan media ilmiah yang diterima universal.
Link ke jurnal tsb.
http://jrse.aip.org/
--- In fisika_indonesia@yahoogroups. , "idoenergys" <idoenergys@com ...>
wrote:
>
> Some of the tiniest solar cells ever built have been successfully tested
> as a power source for even tinier microscopic machines.Read more at
> http://earthalternate.blogspot. com/
> <http://earthalternate.blogspot. >com/
>
>
> BEGIN EDIT MOD:
>
> Posting ini akan lebih baik jika linknya ditujukan langsung ke
jurnal JRSE (Journal of Renewable and Sustainable Energy), dan bukan
ke blog. Blog bukan merupakan media ilmiah yang diterima universal.
>
> http://jrse.aip.org/
> <http://jrse.aip.org >
> END EDIT MOD:
>
- 2c.
-
Re: Tiny Solar Cells Built To Power Microscopic Machines
Posted by: "saidphysics" saidphysics@yahoo.com saidphysics
Sat Nov 8, 2008 8:53 am (PST)
Saya pikir gak masalah dengan itu, bagus bahkan karena sebelum
langsung ke journal kita singgah dulu di blog ... apalagi posting
mengenai topik di atas di blog tersebut memuat dengan jelas jejak
referensinya.
Lagipula banyak yang bisa di bahas/dikomentari di blog. Komunikasi
bisa dua arah antara author atau reviewer dengan komunitas, dan bisa
dilakukan dengan cepat. Blog juga bisa jadi sarana perluasan
pembahasan sebuah artikel yang seringkali format nya terbatasi oleh
format journal.
Di sebuah kuliah wajib program program doktoral disini, ditekankan
bahwa publish paper itu baru satu langkah dari sebuah upaya agar ide
kita diterima oleh komunitas .. selanjutnya adalah bagaimana paper
tersebut dikomunikasikan dan dikritisi secara luas dan cepat, salah
satunya melalui forum, milis, blog, konferensi, kolaborasi dan lain-lain.
"Blog bukan merupakan media ilmiah yang diterima universal.":
Pernyataan ini terkesan arogan. Siapa sih yang menentukan diterima
secara ilmiah atau nggak? Apa kompetensi mas Haryo bilang blog gak
diterima universal? Sedang Mas Haryo sendiri (dan juga saya) masih
mediocre dan muda lagi di dunia riset fisika? Apa mas Haryo punya data
"kebohongan blog"? Come on!
Benar memang artikel di journal itu punya kelebihan, karena di uji
oleh orang yang dinilai berkompeten di bidangnya oleh editor jurnal tsb.
Tapi ingat loh mas Haryo, peer-review processes di journal itu juga
gak lepas dari subyektivitas, dan gak sedikit artikel gak berbobot
masuk juga di PRL atau PRA cuma karena sang author udah kadung
menyandang nama besar.
Makanya diperlukan media lain untuk berdiskusi .. bisa blog (asal
jelas jejak referensi dan pembahasan-nya)
Remember .. remember ..
Kunci segalanya adalah sikap skeptis .. apapun yang keluar dalam
bentuk artikel di journal atau blog atau apapun bentuk komunikasinya,
selama mengatasnamakan sains maka kita perlu skeptis dan mengujinya
sebelum di yakini kebenaranya (tentunya temporary juga) ..
Tapi mengatakan bahwa blog bukan merupakan media ilmiah yang diterima
universal adalah lucu dan cederung seperti anak ABP (Anak baru
published) yang main nya masih di pojokan ilmunya dia sendiri yang
masih sangat-sangat terbatas.
Di komunitas kami di quantum information itu adalah hal biasa
mengomentari artikel, mereview artikel (bisa dengan bahasa yang simple
aja) melalui blog, melalui youtube or whatever ..
contohnya posting-2 seperti:
http://michaelnielsen.org/blog/ ?page_id= 181
http://quantumscience.info/node/ 347
Oke deh, kita sama-sama belajar .. melalui media apa saja .. dengan
kritis dan skeptik.
Cheers!
--- In fisika_indonesia@yahoogroups. , "Haryo Sumowidagdo"com
<haryo@...> wrote:
>
> Posting ini akan lebih baik jika linknya ditujukan langsung ke jurnal
> JRSE (Journal of Renewable and Sustainable Energy), dan bukan ke blog.
> Blog bukan merupakan media ilmiah yang diterima universal.
>
> Link ke jurnal tsb.
>
> http://jrse.aip.org/
>
- 2d.
-
Re: Tiny Solar Cells Built To Power Microscopic Machines
Posted by: "Haryo Sumowidagdo" haryo@fnal.gov haryo_fnal
Sat Nov 8, 2008 11:51 am (PST)
--- In fisika_indonesia@yahoogroups. , "saidphysics"com
<saidphysics@...> wrote:
>
> Saya pikir gak masalah dengan itu, bagus bahkan karena sebelum
> langsung ke journal kita singgah dulu di blog ... apalagi posting
> mengenai topik di atas di blog tersebut memuat dengan jelas jejak
> referensinya.
>
> Lagipula banyak yang bisa di bahas/dikomentari di blog. Komunikasi
> bisa dua arah antara author atau reviewer dengan komunitas, dan bisa
> dilakukan dengan cepat. Blog juga bisa jadi sarana perluasan
> pembahasan sebuah artikel yang seringkali format nya terbatasi oleh
> format journal.
Ini masalah yang saya lihat dengan posting tsb:
#1. Jejak referensinya. Saya tahu banyak jurnal AIP/APS, tapi tidak
pernah mendengar nama jurnal tsb. Tidak ada link. Jadi saya jadi
skeptis juga. Hanya setelah mengoogle sejenak, barulah saya temukan
bahwa jurnal tsb ternyata:
- diterbitkan APS
- baru edisi pertama
Maka setelah itu saya beri catatan.
#2. Setuju, komunikasi dua arah bisa terjadi, namun hanya kalau:
- si blogger adalah _penulis_ dari artikel tersebut, atau _melakukan_
- si blogger aktivitasnya terkait dengan artikel tersebut.
Masalah kedua dengan blog tsb: tidak ada indikasi apa aktivitas si
blogger: nama, pekerjaan, lokasi, interest, riset. Saya kira, kalau
sudah begini, semua orang (bukan saya saja) akan menjadi skeptis. Dua
contoh blog yang diposting di akhir reply ini, itu bagus karena jelas
asal-usulnya.
Review dengan komunitas _tanpa_ melalui jurnal sudah terjadi, melalui
arxiv, dan kontak langsung dengan author. Memang tidak tampak di mata
banyak orang, tapi ada.
> Di sebuah kuliah wajib program program doktoral disini, ditekankan
> bahwa publish paper itu baru satu langkah dari sebuah upaya agar ide
> kita diterima oleh komunitas .. selanjutnya adalah bagaimana paper
> tersebut dikomunikasikan dan dikritisi secara luas dan cepat, salah
> satunya melalui forum, milis, blog, konferensi, kolaborasi dan
lain-lain.
Setuju ! 'publish paper baru satu langkah .. selanjutnya' ... Ini
menunjukkan bahwa yang lain-lain itu follow-up. Saat ini paper masih
menjadi media paling umum, dan lain-lainnya follow-up. Ini point yang
ingin saya tekankan sebenarnya.
> "Blog bukan merupakan media ilmiah yang diterima universal.":
> Pernyataan ini terkesan arogan. Siapa sih yang menentukan diterima
> secara ilmiah atau nggak? Apa kompetensi mas Haryo bilang blog gak
> diterima universal? Sedang Mas Haryo sendiri (dan juga saya) masih
> mediocre dan muda lagi di dunia riset fisika? Apa mas Haryo punya data
> "kebohongan blog"? Come on!
Bukan kompetensi saya, tapi pengamatan. Tidak semua orang, baik yang
generasi muda atau tua (jadi pemahaman internet tidak berpengaruh),
menerima atau menggunakan blog sebagai media ilmiah. Yang menerima
dan menggunakan pun, biasanya menggunakannya sebagai
tambahan/follow-up setelah paper dimasukkan ke jurnal, atau minimal arxiv.
Jadi saya berpegang pada 'lowest common denominator': apa yang
diterima oleh paling banyak orang.
Ada 2 kasus blog yang saya ingat. Bukan bohong, tetapi bagaimana blog
menimbulkan masalah yang ujungnya sangat tidak menyenangkan.
- Kasus pertama adalah ketika John Conway (CDF) menyebutkan sesuatu
yang punya signifikansi statistik 2 sigma di analisis data mereka
untuk mencari Higgs boson. Entah kenapa, diskusi ringan ini meluber
ke press dan di-interpretasikan sebagai penemuan Higgs boson ! Conway
sendiri akhirnya terpaksa mengklarifikasi segala macam kesalahpahaman
yang terjadi, dan saya dengar manajemen CDF + Fermilab sangat tidak
bahagia dengan hal ini.
- Kasus kedua lebih parah lagi. Tommaso Dorigo, (juga dari CDF),
menulis tentang suatu analisis di blognya yang baru dipublikasi.
Sambil lalu, Tommaso menunjukkan sebuah paper teori dari Nima
Arkani-Hamed yang menurut Tommaso mendukung dan meprediksi.
Celakanya, Tommaso mengira bahwa Nima memiliki hubungan dengan 'orang
dalam' dari CDF, yang membocorkan paper itu keluar sebelum
diterbitkan. Tentu Nima tidak senang kalau dia dituduh semacam itu,
sehingga diskusi nya menjadi perang antara Tommaso dan Nima.
> Benar memang artikel di journal itu punya kelebihan, karena di uji
> oleh orang yang dinilai berkompeten di bidangnya oleh editor jurnal
tsb.
>
> Tapi ingat loh mas Haryo, peer-review processes di journal itu juga
> gak lepas dari subyektivitas, dan gak sedikit artikel gak berbobot
> masuk juga di PRL atau PRA cuma karena sang author udah kadung
> menyandang nama besar.
Tapi itu yang sudah ada, dan saat ini diterima di kalangan luas (saya
menghindari kata universal sekarang). Tidak sempurna, tapi demikian
pula dengan media lain.
> Makanya diperlukan media lain untuk berdiskusi .. bisa blog (asal
> jelas jejak referensi dan pembahasan-nya)
>
>
> Remember .. remember ..
>
> Kunci segalanya adalah sikap skeptis .. apapun yang keluar dalam
> bentuk artikel di journal atau blog atau apapun bentuk komunikasinya,
> selama mengatasnamakan sains maka kita perlu skeptis dan mengujinya
> sebelum di yakini kebenaranya (tentunya temporary juga) ..
>
> Tapi mengatakan bahwa blog bukan merupakan media ilmiah yang diterima
> universal adalah lucu dan cederung seperti anak ABP (Anak baru
> published) yang main nya masih di pojokan ilmunya dia sendiri yang
> masih sangat-sangat terbatas.
>
> Di komunitas kami di quantum information itu adalah hal biasa
> mengomentari artikel, mereview artikel (bisa dengan bahasa yang simple
> aja) melalui blog, melalui youtube or whatever ..
>
> contohnya posting-2 seperti:
>
> http://michaelnielsen.org/blog/ ?page_id= 181
> http://quantumscience.info/node/ 347
OK, saya tarik 'blog bukan media ilmiah yang diterima universal'.
Pernyataan ini memang merupakan refleksi dari pandangan saya yang
tidak menerima blog sebagai media utama, namun sebagai media tambahan.
Tapi saya tidak akan memaksakan pandangan ini di forum kita.
Haryo
- 3a.
-
tentang diskusi Pendaratan di bulan di MFI
Posted by: "Franklin" frank_nasch@yahoo.com frank_thebard
Sat Nov 8, 2008 8:53 am (PST)
Bung Zaenal,
mungkin anda salah mengerti. Apakah saya balas memaki-maki Bung Roni?
Apakah saya balas menanggapi dia dengan menggunakan "Caps Lock" pada
posting saya? Mungkin Bung Zaenal pribadi segan memberitahukan
kesalahan Bung Roni dan menganggap sama sekali bukan masalah jika
diskusi berubah menjadi ajang saling bentak yang mana emosi
dikedepankan di atas logika, dan merasa cukup "dewasa" untuk toleran
dan membiarkan kesalahannya. Kali ini saya pun mengingatkan Bung
Zaenal sebagai sesama orang "dewasa": toleran terhadap suatu kesalahan
juga harus ada batasnya.
Mari kita objektif saja disini, diskusi kita akan pendaratan di bulan
sebenarnya semakin melorot kualitasnya jika sampai terjerumus menjadi
adu emosi dan saling bentak seperti (entah sengaja atau tidak sengaja)
menuliskan kata per kata dengan huruf besar-besar untuk menonjolkan
opininya.
Jika ada yang tersinggung dengan "hardikan" saya yang "tidak dewasa",
Franklin mengaku salah dan memohon maaf. Bagaimanapun juga, kita
belajar bersama-sama di milis ini. Bukankah dengan saling mengingatkan
kesalahan masing-masing, mengakui letak kesalahannya, dan berusaha
agar tidak mengulangi kesalahan yang sama di saat yang akan datang
kita pun sama-sama melangkah maju menjadi pribadi yang lebih baik?
Terlebih lagi di milis ilmiah seperti Milis Fisika Indonesia.
Seharusnya logika, dan bukan emosi yang diutamakan disini.
salam,
Franklin
--- In fisika_indonesia@yahoogroups. , "Zaenal Arief" <zaenal@...>com
wrote:
>
> nah ini lebih "dewasa" dari pada pak Franklin, yg langsung
menghardik..... saya kira nggak semua orang ngerti tata krama email....
- 4a.
-
Re: Kerjasama nuklir dengan Rusia
Posted by: "saidphysics" saidphysics@yahoo.com saidphysics
Sat Nov 8, 2008 8:53 am (PST)
Anyhow, kayak nya sih selalu no free lunch ..
Rusia kan gak ada embel-embel itu karena kebutuhan mereka sekarang
kepada negara dunia ke3 juga besar, coba kalau nanti udah kembali
sebesar AS atau bahkan kalau AS malah di bawah Rusia .. sama aja lah
nantinya ..
Mana ada sih yang mau "resep dapur" dengan mudah di berikan pada orang?
Yang harus berubah itu bukan dengan siapa kerjasama kita, tapi
MENTALITAS KERJASAMA kita yang harus berubah. Dari mentalitas terima
jadi menjadi mentalitas start from scrap with reverse engineering, dan
di iringi oleh kerja keras.
:-)
--- In fisika_indonesia@yahoogroups. , "bonie bonbon" <b4g1nd4@...com >
wrote:
>
> Sangat setuju sekali,apa yang saya suka dari rusia,mereka gak nuntut
> apa2,alias jual lepas dan gak perlu kesepakatan a b c d,lain hal nya
kalo
> kita beli dari salah satu Negara adidaya. Tingkatkan juga kerjasama
dengan
> iran.
>
>
>
> _____
- 4b.
-
Re: Kerjasama nuklir dengan Rusia
Posted by: "Haryo Sumowidagdo" haryo@fnal.gov haryo_fnal
Sat Nov 8, 2008 12:01 pm (PST)
Prinsip yang saya pegang tentang kerja sama, entah di bidang apa pun,
adalah seperti ini:
Pertama, sudahkah ada cukup SDM dari Indonesia yang melakukan
pekerjaan dan kompeten di bidang tersebut ? Definisi cukup ini
berbeda-beda
untuk tiap bidang, jadi harus bijak mendefinisikannya.
Jika sudah ada, maka kerja sama akan terjadi dengan sendirinya suatu
waktu nanti, tanpa perlu inisiatif/instruksi dari atas/pemerintah.
Pemerintah hanya akan menjadi fasilitator, namun inisiatifnya akan
datang dari para pelaku di bidang tersebut.
Jika belum ada, maka kita belum siap, dan kita cenderung menjadi
pengikut, dan bukan rekan yang setara. Kalau sudah begini lebih baik
difokuskan ke pengembangan SDM terlebih dahulu.
Haryo
- 5.
-
Movie: The DiVincenzo Code...
Posted by: "saidphysics" saidphysics@yahoo.com saidphysics
Sat Nov 8, 2008 8:53 am (PST)
Cheers!
Sebuah inisiatif yang 'keren' dari proyek European Community of
quantum bits and quantum stuff (QAP) ... a la Da Vince Code...
silahkan klik:
http://www.youtube.com/watch? v=Arg5Q8NfDrk& feature=related
David DiVincenzo, peneliti di IBM, adalah salah seorang big guy di
quantum information and computation yang terkenal dengan DiVincenzo
Five Commandments nya .. tentang 5 syarat yang harus dipenuhi oleh
sebuah sistem fisika untuk bisa menjadi komputer kuantum. 5 syarat ini
yang kemudian di tambah dengan 2 syarat interkoneksi, menjadi alat
ukur dalam ARDA US Road Map in Quantum Computer and Quantum Communication.
useful links:
http://en.wikipedia.org/wiki/ Quantum_computer
http://www.facebook.com/people/ David_Di_ Vincenzo/ 1371178200
...
Need to Reply?
Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.
===============================================================
** Arsip : http://members.tripod.com/~fisika/
** Ingin Berhenti : silahkan mengirim email kosong ke :
<fisika_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com>
===============================================================
** Arsip : http://members.tripod.com/~fisika/
** Ingin Berhenti : silahkan mengirim email kosong ke :
<fisika_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com>
===============================================================
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Individual | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar