Messages In This Digest (4 Messages)
- 1a.
- Re: (bioskop) matahari yang takkan pernah padam From: Bu CaturCatriks
- 1b.
- Re: (bioskop) matahari yang takkan pernah padam From: gopo_alhusna
- 2.
- LAOBULALUO KEPALA POLISI YANG TEGAS (CATATAN KAKI) From: arya noor amarsyah arya
- 3.
- HENDAK KEMANAKAH MEDIA MASSA KITA? (CATATAN KAKI) From: arya noor amarsyah arya
Messages
- 1a.
-
Re: (bioskop) matahari yang takkan pernah padam
Posted by: "Bu CaturCatriks" punya_retno@yahoo.com punya_retno
Wed Nov 12, 2008 12:11 am (PST)
dear all,
utk mbak fety: iya nih, panjang bgt. aku pas baca ulang juga
mikir "ya olloo, gua nulis apa aja, ya??". anyway, thanks utk
membaca tulisan panjang ini, ya, mbak fety yg baik :)
utk mbak lia: iyaaaa, aku ingetingetinget pernah ngobrolin ini
lamaaa bgt sama dirimu!aku biasanya juga nggak suka jim carrey,
karena suka berlebihan aktingnya (hmmm, mungkin karena dulu dia
pernah dirawat di RSJ kali, ya). oya, mbak lia pasti juga suka
bigfish-nya tim burton dan being john malkovich (hmmm, mungkin yg
ini mbak lia nggak akan begitu suka, tapi film surealis ini oke, kok)
utk mbak achi: ah, mbak achi ini suka berlebihan memuji :). justru
aku yg minder sm penulis skrip handal kaya mbak achi dan mbak divin.
kemampuan visual deskriptifku buruk bgt, nih. ajari saya, suhu!
osh! :)
-retno-
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "inga_fety"com
<inga_fety@...> wrote:
>
> retno, resensi yang panjang bgt:)
> tapi, selalu indah dengan cara retno bertutur.
>
>
> saalm,
> fety
>
> --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "Bu CaturCatriks"com
> <punya_retno@> wrote:
> >
> > Matahari yang Takkan Pernah Padam
> > Oleh: Retnadi Nur'aini
> >
> > Judul : Eternal Sunshine of the Spotless Mind
> > Sutradara : Michel Gondry
> > Penulis naskah : Charlie Kaufman, Michel Gondry
> > Pemain : Jim Carrey, Kate Winslet, Elijah Wood,
Kirsten
> > Dunst
> >
> >
> > Karena matahari tak pernah tenggelam.
> > Ia membakar hari sampai gosong,
> > Dan, terjadilah malam
> > (disadur dari ucapan Diva pada Gio, dalam Supernova:Dewi Lestari)
> >
> > Hubungan Joel Barish (Jim Carrey) dan Clementine Krucynzky (Kate
> > Winslet) bukanlah suatu hubungan yang ideal. Sementara Joel
adalah
> > seorang pria yang rentan terhadap depresi, Clementine justru
adalah
> > seorang wanita yang impulsif.
> >
> > Namunseperti hukum magnetisopposite attracts. Kehidupan garing
> > Joel menjadi lebih berwarna dengan adanya kehadiran Clementine.
> > Clementine yang gemar mengganti cat rambutnya sesuai warna
jaket.
> > Clementine yang hobi membuat boneka kentang. Clementine yang
bermain
> > piano, sementara Joel menari di atas kasur. Clementine yang
> > mengajaknya ke Mantouk, berseluncur di atas lapisan es Sungai
> > Charles tanpa papan luncur. Untuk kemudian berbaring bersisian
di
> > atas lapisan es yang dingin. Dan bersama-sama, mencoba memetakan
> > rasi bintang-bintang.
> >
> > It was fun. At first. Sampaiseperti banyak pasangan lainnya di
> > duniamereka bertengkar. Ada kalanya rutinitas makan di restoran
> > Cina membuat mereka bosan. "Dinner's Dead," begitu istilah Joel.
Ada
> > kalanya kebiasaan buruk Joel meninggalkan helai-helai rambut
> > menempel di sabun batangan mereka, juga kebiasaan mabuk
Clementine,
> > tak lagi bisa ditolerir. Ada kalanya Joel cemburu. Ada kalanya,
baik
> > Joel maupun Clementine, salah bicara, salah intonasi,
miskomunikasi.
> > Yang berakhir dengan jeritan di kuping, kata-kata menyakitkan,
> > bantingan pintu, dan salah satu dari mereka minggat.
> >
> > Bosan dengan hubungan ini, Clementine pun pergi ke Lacuna
Inc.dan
> > bertemu Dr Howard Mierzwak (Tom Wilkinson). Suatu tempat yang
bisa
> > menghapus ingatan tentang seseorang dari memori pikiran kita.
> > Prosedurnya sederhana saja. Pertama, otakmu akan discan dan
> > dipetakan. Kemudian, kamu harus membawa semua benda yang
> > mengingatkanmu pada orang itusemua mug, foto, surat cinta,
lukisan,
> > pakaian, hadiah, perhiasansemua. Setelah terkumpul semua,
kemudian
> > kamu harus bercerita secara mendetil mengenai kenanganmu,
> > berdasarkan benda itu. Detil ini bukan hanya sekedar waktu,
hari,
> > tanggal. Namun juga, impian, harapan, ketakutan yang dibagi,
saat
> > ada momen yang melibatkan benda itu. Sebagai arsip, digunakan
kaset
> > rekaman.
> >
> > Tahap prosedur berikutnya adalah kamu minum obat tidur di malam
> > harinya. Saat kamu terlelap, para petugas Lacuna akan
menyambangi
> > rumahmu, dan melakukan prosedur penghapusan memori. Untuk
kemudian,
> > esok paginya, wala! kamu pun terlahir menjadi orang yang baru.
> > Bersih dari setiap sel memori menyakitkan.
> >
> > Untuk menjaga agar memori yang telah direproduksi itu tetap
steril,
> > Lacuna pun mengirimkan sejumlah surat pada orang terdekat si
klien.
> > Yang berisikan imbauan agar mereka tak menyebutkan nama oknum
yang
> > telah dihapus dari ingatan klien mereka. Surat inilah yang
kemudian
> > terpaksa ditunjukkan seorang sahabat mereka, karena Joel terus
> > menerus mengeluh betapa Clementine cepat sekali melupakannya
pasca
> > mereka putus. Betapa Clementine bahkan tampak tak mengenalnya,
saat
> > Joel datang ke toko buku tempatnya bekerja membawa kalung cantik
> > sebagai hadiah untuk berbaikan. Dan betapa Clementine bahkan
telah
> > memiliki pacar baru, Patrick (Elijah Wood)remaja pria yang
kerap
> > dipanggilnya dengan "Baby Boy."
> >
> > Merasa sakit hati, marah, dan ingin balas dendam, Joel pun
> > melancarkan serangan balik. Ia datang ke Lacuna, mendaftar untuk
> > dihapuskan ingatan tentang Clementine. Well, secara teoritis,
> > menghapuskan kenangan menyakitkan mungkin mudah. Kenapa? Karena
> > secara naluriah, kita sendiri tak ingin mengingatnya lebih
dalam.
> > Dalam buku Psikologi Komunikasi karya Djalaluddin Rakhmat,
> > disebutkan, bahwa manusia punya kecenderungan untuk mengulangi
hal-
> > hal yang mereka sukai, dan meninggalkan hal-hal yang tidak
mereka
> > sukai.
> >
> > Logis, tentu saja. Namun bagaimana dengan kenangan-kenangan
indah?
> > Kenangan yang sempurna cantiknya, menghangatkan jiwa, dan
membuatmu
> > merasa menjadi makhluk paling bahagia dan beruntung sejagad
raya?
> > Bagaimana caramu menghapusnya?
> >
> > Pertanyaan inilah yang secara tak sadar mengusik kepala Joel.
Karena
> > belakangan ia sadar, bahwa ternyata, ingatannya tentang
Clementine
> > tidaklah melulu tentang pertenngkaran dan Clementine mabuk-
mabukan.
> > Namun juga Clementine cantik, yang dengan caranya yang cukup
> > eksentrik, mengajarinya untuk bersikap "lepas", dan bersenang-
> > senang. Yang membuat Joel yang kaku dan pendiam, betah mengobrol
> > berjam-jam di telpon. Yang spontanitas dan impulsivitasnya pada
> > banyak hal mencengangkan, namun sekaligus juga menimbulkan
sensasi
> > pada diri Joel untuk berani mencoba hal-hal baruseperti tiba-
tiba
> > saja menyapa Joel yang duduk di bangku kereta, atau mengambil
> > potongan ayam goreng di piring Joel, atau menyelinap masuk ke
rumah
> > orang saat mereka berkencan di pantai atau nonton film.
> >
> > Atau saat Clementine menanggalkan salah satu "jubah"
> > dan "topeng"nya, dengan bertanya pada Joel: "Joely, am I ugly?".
> > Sambil menghela napas, Clementine pun berkisah tentang betapa
> > beratnya menjadi anak kecil. Betapa Clementine kecil pernah
punya
> > satu boneka yang dinamainya dengan namanya sendiri. "And
everyday I
> > said to her `You can't be ugly! Be pretty!'," lanjut Clementine.
> > "Seolah-olah dengan berkata begitu, maka saya bisa mentransform
diri
> > saya sendiri untuk menjadi cantik," isak Clementine. Menyaksikan
> > sisi rapuh dan insecure Clementine ini, Joel pun luluh. Secara
> > naluriah Joel pun merengkuhnya, untuk kemudian menghujaninya
dengan
> > ciuman sambil berujar "You're pretty, pretty, pretty, pretty,
> > pretty.."
> >
> > Ah, cinta
> > ***
> >
> > Script Eternal Sunshine of the Spotless Mind tidak ditulis
dengan
> > runutan kronologis seperti interpretasi saya di atas. Ia juga
tidak
> > dihiasi banyak kalimat corny berisi rayuan dan gombalan "eneng
> > kembang abang kumbang" seperti film komedi romantis.
> >
> > Sebaliknya, alur film yang sudah saya tonton untuk ke-7 kalinya
ini,
> > malah terkesan acakmeski bukan acak random, namun acak
terstruktur
> > dan bertujuan. Menonton film ini, kita akan mengikuti jalan
pikiran
> > Joel, yang di tengah-tengah prosedur penghapusan ingatannya
tentang
> > Clementine, seketika tersadar bahwa: ia mencintai Clementine
atau
> > setidaknya, mencintai semua kenangan indah tentang Clementine.
> > Namun, karena Joel sedang berada dalam keadaan tak sadar, ia tak
> > bisa membatalkan prosedur itu. Sehingga satu-satunya cara adalah
> > Joel di alam bawah sadar main kucing-kucingan dengan para
petugas
> > penghapus ingatan. Literally.
> >
> > Disinilah saya terkagum-kagum pada scene-scene dalam film
surealis
> > ini. Betapa Gondry bisa menerjemahkan dunia surealisme dan dunia
> > realisme, dengan pas. Ada banyak adegan dimana Joel berlari-lari
> > bersama Clementine, sambil terus mencari ruang ingatannya yang
masih
> > tersisa tentang Clementine. Mulai dari adegan Joel terbangun di
tepi
> > pantai bersama Clementine, atau adegan mereka berseluncur di
> > Mantouk. Atau saat Joel mencoba mencari ruang ingatannya yang
paling
> > memalukan dan tak ingin diingatnya, agar bisa menyimpan ingatan
> > tentang Clementine rapat-rapat disana. Seperti misalnya, adegan
Joel
> > kecil tengah merajuk di bawah meja karena tak boleh makan kue,
> > sampai adegan Joel remaja bermasturbasi.
> >
> > Adegan-adegan inilah yang bagi saya justru terasa romantis.
Karena
> > tampak jelas, bahwa Joel berjuang sekuat tenaga untuk menyimpan
> > Clementine dalam ingatannya, dalam genggamannya. Apalagi
definisi
> > dari operasionalisasi konsep itu, selain cinta?
> >
> > Padahal, di sisi lain, Joel mestinya tidak perlu berpayah-payah.
> > Karena, pun Clementine sudah punya pacar baru, pun mereka berdua
> > sudah sama-sama terhapus ingatannya satu sama lain, pada
akhirnya,
> > mereka akan saling jatuh cinta lagi. Satu faktor yang tak bisa
> > dikontrol oleh metode penghapusan manapun. Faktor itu bernama:
> > Takdir.
> > ***
> >
> > Film yang menuai banyak pujian dari para kritikus film ini tak
hanya
> > bertutur tentang matahari cinta yang tak pernah padam di benak
Joel
> > dan Clementine. Namun juga, pada asisten si dokterMary (Kirsten
> > Dunst) dan Howard. Sebagai pria beristri, hubungan mereka juga
> > bukanlah hubungan yang ideal. Merasa letih menangis dan
berharap,
> > Mary minta pada Howard untuk menghapus ingatannya.
> >
> > Namun seperti matahari yang tak pernah tenggelam dan
menggosongkan
> > hari sampai malam, Mary lagi-lagi jatuh cinta pada Howard. Pada
> > malam saat Howard turun tangan untuk menangani kasus Joel, Mary
> > mengungkapkan perasaannya. Saat mereka berciuman, istri Howard
> > datang melabrak Howard. Satu komentar pendek wanita itu,
seketika
> > menyadarkan Mary akan banyak hal.
> >
> > Bahwa, setiap orang berhak atas setiap ingatannya. Baik itu
kenangan
> > indah atau menyakitkan. Karena dari sanalah seseorang bisa
belajar
> > untuk bertumbuh dan dewasa. Bahwa pun sudah dihapus berkali-
kali,
> > tetap bukanlah hal mudah untuk mengenyahkan cinta begitu saja.
> > Dengan niatan itulah, Mary kemudian mengembalikan semua kaset
> > rekaman kepada setiap klien mereka. Termasuk Joel dan
Clementine.
> > Yang pada saat itu, (kembali) saling tertarik satu sama lain.
> >
> > Tentu saja, butuh jiwa besar bagi Joel dan Clementine, untuk
tabah
> > mendengarkan kaset rekaman satu sama lain. Yang banyak berisi
keluh
> > kesah seputar ketidakpuasan mereka terhadap diri satu sama lain.
> > Butuh kesabaran dan ketenangan tingkat tinggi, untuk
mendengarkan
> > banyak pernyataan spontan yang diedit ataupun dieufemisme
mengenai
> > hubungan mereka selama ini. Dan ya, tentu saja, seperti banyak
> > manusia biasa lainnya di dunia, mereka bersikap reaktif
bertengkar.
> >
> > Dimana Clementine lari menuju lift, untuk kemudian disusul Joel.
> > Inilah salah satu adegan favorit saya. Saat Clementine yang
putus
> > asa berujar "I'm just a fucked up girl, Joel... I'm not
perfect."
> > Yang hanya dijawab "Ok," oleh Joel, dengan satu senyum
pengertian.
> >
> > Disinilah saya sontak teringat pada salah satu diskusi saya
bersama
> > Citra. Bahwa basically, cinta adalah satu paket. Kita tidak
hanya
> > menerima tumpukan kado cantik berlapis kain sutra dan
berbalutkan
> > pita satin. Namun juga harus sekaligus menerima bungkusan-
bungkusan
> > hitam.
> >
> > Dan bahwa suatu hubungan interpersonal adalah proses untuk
membuka
> > semua kado dan bungkusan itu, untuk kemudian menerima isinya
dengan
> > lapang dadaapapun itu. Seperti lirik lagu penutup dalam film
> > ini. "Everybody Got to Learn Sometime.."
> >
> > Ya, kan?
> >
>
- 1b.
-
Re: (bioskop) matahari yang takkan pernah padam
Posted by: "gopo_alhusna" gopo_alhusna@yahoo.co.id gopo_alhusna
Wed Nov 12, 2008 1:47 am (PST)
Aku tulus memuji, mbak :-)
membaca tulisan mbak, aku ngerasa jadi bodoh banget. :-)
suwerr...
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "Bu CaturCatriks"com
<punya_retno@...> wrote:
>
> dear all,
>
> utk mbak fety: iya nih, panjang bgt. aku pas baca ulang juga
> mikir "ya olloo, gua nulis apa aja, ya??". anyway, thanks utk
> membaca tulisan panjang ini, ya, mbak fety yg baik :)
>
> utk mbak lia: iyaaaa, aku ingetingetinget pernah ngobrolin ini
> lamaaa bgt sama dirimu!aku biasanya juga nggak suka jim carrey,
> karena suka berlebihan aktingnya (hmmm, mungkin karena dulu dia
> pernah dirawat di RSJ kali, ya). oya, mbak lia pasti juga suka
> bigfish-nya tim burton dan being john malkovich (hmmm, mungkin yg
> ini mbak lia nggak akan begitu suka, tapi film surealis ini oke,
kok)
>
> utk mbak achi: ah, mbak achi ini suka berlebihan memuji :). justru
> aku yg minder sm penulis skrip handal kaya mbak achi dan mbak
divin.
> kemampuan visual deskriptifku buruk bgt, nih. ajari saya, suhu!
> osh! :)
>
> -retno-
>
> --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "inga_fety"com
> <inga_fety@> wrote:
> >
> > retno, resensi yang panjang bgt:)
> > tapi, selalu indah dengan cara retno bertutur.
> >
> >
> > saalm,
> > fety
> >
> > --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups. , "Bu CaturCatriks"com
> > <punya_retno@> wrote:
> > >
> > > Matahari yang Takkan Pernah Padam
> > > Oleh: Retnadi Nur'aini
> > >
> > > Judul : Eternal Sunshine of the Spotless Mind
> > > Sutradara : Michel Gondry
> > > Penulis naskah : Charlie Kaufman, Michel Gondry
> > > Pemain : Jim Carrey, Kate Winslet, Elijah Wood,
> Kirsten
> > > Dunst
> > >
> > >
> > > Karena matahari tak pernah tenggelam.
> > > Ia membakar hari sampai gosong,
> > > Dan, terjadilah malam
> > > (disadur dari ucapan Diva pada Gio, dalam Supernova:Dewi
Lestari)
> > >
> > > Hubungan Joel Barish (Jim Carrey) dan Clementine Krucynzky
(Kate
> > > Winslet) bukanlah suatu hubungan yang ideal. Sementara Joel
> adalah
> > > seorang pria yang rentan terhadap depresi, Clementine justru
> adalah
> > > seorang wanita yang impulsif.
> > >
> > > Namunseperti hukum magnetisopposite attracts. Kehidupan
garing
> > > Joel menjadi lebih berwarna dengan adanya kehadiran
Clementine.
> > > Clementine yang gemar mengganti cat rambutnya sesuai warna
> jaket.
> > > Clementine yang hobi membuat boneka kentang. Clementine yang
> bermain
> > > piano, sementara Joel menari di atas kasur. Clementine yang
> > > mengajaknya ke Mantouk, berseluncur di atas lapisan es Sungai
> > > Charles tanpa papan luncur. Untuk kemudian berbaring bersisian
> di
> > > atas lapisan es yang dingin. Dan bersama-sama, mencoba
memetakan
> > > rasi bintang-bintang.
> > >
> > > It was fun. At first. Sampaiseperti banyak pasangan lainnya
di
> > > duniamereka bertengkar. Ada kalanya rutinitas makan di
restoran
> > > Cina membuat mereka bosan. "Dinner's Dead," begitu istilah
Joel.
> Ada
> > > kalanya kebiasaan buruk Joel meninggalkan helai-helai rambut
> > > menempel di sabun batangan mereka, juga kebiasaan mabuk
> Clementine,
> > > tak lagi bisa ditolerir. Ada kalanya Joel cemburu. Ada
kalanya,
> baik
> > > Joel maupun Clementine, salah bicara, salah intonasi,
> miskomunikasi.
> > > Yang berakhir dengan jeritan di kuping, kata-kata menyakitkan,
> > > bantingan pintu, dan salah satu dari mereka minggat.
> > >
> > > Bosan dengan hubungan ini, Clementine pun pergi ke Lacuna
> Inc.dan
> > > bertemu Dr Howard Mierzwak (Tom Wilkinson). Suatu tempat yang
> bisa
> > > menghapus ingatan tentang seseorang dari memori pikiran kita.
> > > Prosedurnya sederhana saja. Pertama, otakmu akan discan dan
> > > dipetakan. Kemudian, kamu harus membawa semua benda yang
> > > mengingatkanmu pada orang itusemua mug, foto, surat cinta,
> lukisan,
> > > pakaian, hadiah, perhiasansemua. Setelah terkumpul semua,
> kemudian
> > > kamu harus bercerita secara mendetil mengenai kenanganmu,
> > > berdasarkan benda itu. Detil ini bukan hanya sekedar waktu,
> hari,
> > > tanggal. Namun juga, impian, harapan, ketakutan yang dibagi,
> saat
> > > ada momen yang melibatkan benda itu. Sebagai arsip, digunakan
> kaset
> > > rekaman.
> > >
> > > Tahap prosedur berikutnya adalah kamu minum obat tidur di
malam
> > > harinya. Saat kamu terlelap, para petugas Lacuna akan
> menyambangi
> > > rumahmu, dan melakukan prosedur penghapusan memori. Untuk
> kemudian,
> > > esok paginya, wala! kamu pun terlahir menjadi orang yang baru.
> > > Bersih dari setiap sel memori menyakitkan.
> > >
> > > Untuk menjaga agar memori yang telah direproduksi itu tetap
> steril,
> > > Lacuna pun mengirimkan sejumlah surat pada orang terdekat si
> klien.
> > > Yang berisikan imbauan agar mereka tak menyebutkan nama oknum
> yang
> > > telah dihapus dari ingatan klien mereka. Surat inilah yang
> kemudian
> > > terpaksa ditunjukkan seorang sahabat mereka, karena Joel terus
> > > menerus mengeluh betapa Clementine cepat sekali melupakannya
> pasca
> > > mereka putus. Betapa Clementine bahkan tampak tak mengenalnya,
> saat
> > > Joel datang ke toko buku tempatnya bekerja membawa kalung
cantik
> > > sebagai hadiah untuk berbaikan. Dan betapa Clementine bahkan
> telah
> > > memiliki pacar baru, Patrick (Elijah Wood)remaja pria yang
> kerap
> > > dipanggilnya dengan "Baby Boy."
> > >
> > > Merasa sakit hati, marah, dan ingin balas dendam, Joel pun
> > > melancarkan serangan balik. Ia datang ke Lacuna, mendaftar
untuk
> > > dihapuskan ingatan tentang Clementine. Well, secara teoritis,
> > > menghapuskan kenangan menyakitkan mungkin mudah. Kenapa?
Karena
> > > secara naluriah, kita sendiri tak ingin mengingatnya lebih
> dalam.
> > > Dalam buku Psikologi Komunikasi karya Djalaluddin Rakhmat,
> > > disebutkan, bahwa manusia punya kecenderungan untuk mengulangi
> hal-
> > > hal yang mereka sukai, dan meninggalkan hal-hal yang tidak
> mereka
> > > sukai.
> > >
> > > Logis, tentu saja. Namun bagaimana dengan kenangan-kenangan
> indah?
> > > Kenangan yang sempurna cantiknya, menghangatkan jiwa, dan
> membuatmu
> > > merasa menjadi makhluk paling bahagia dan beruntung sejagad
> raya?
> > > Bagaimana caramu menghapusnya?
> > >
> > > Pertanyaan inilah yang secara tak sadar mengusik kepala Joel.
> Karena
> > > belakangan ia sadar, bahwa ternyata, ingatannya tentang
> Clementine
> > > tidaklah melulu tentang pertenngkaran dan Clementine mabuk-
> mabukan.
> > > Namun juga Clementine cantik, yang dengan caranya yang cukup
> > > eksentrik, mengajarinya untuk bersikap "lepas", dan bersenang-
> > > senang. Yang membuat Joel yang kaku dan pendiam, betah
mengobrol
> > > berjam-jam di telpon. Yang spontanitas dan impulsivitasnya
pada
> > > banyak hal mencengangkan, namun sekaligus juga menimbulkan
> sensasi
> > > pada diri Joel untuk berani mencoba hal-hal baruseperti tiba-
> tiba
> > > saja menyapa Joel yang duduk di bangku kereta, atau mengambil
> > > potongan ayam goreng di piring Joel, atau menyelinap masuk ke
> rumah
> > > orang saat mereka berkencan di pantai atau nonton film.
> > >
> > > Atau saat Clementine menanggalkan salah satu "jubah"
> > > dan "topeng"nya, dengan bertanya pada Joel: "Joely, am I
ugly?".
> > > Sambil menghela napas, Clementine pun berkisah tentang betapa
> > > beratnya menjadi anak kecil. Betapa Clementine kecil pernah
> punya
> > > satu boneka yang dinamainya dengan namanya sendiri. "And
> everyday I
> > > said to her `You can't be ugly! Be pretty!'," lanjut
Clementine.
> > > "Seolah-olah dengan berkata begitu, maka saya bisa
mentransform
> diri
> > > saya sendiri untuk menjadi cantik," isak Clementine.
Menyaksikan
> > > sisi rapuh dan insecure Clementine ini, Joel pun luluh. Secara
> > > naluriah Joel pun merengkuhnya, untuk kemudian menghujaninya
> dengan
> > > ciuman sambil berujar "You're pretty, pretty, pretty, pretty,
> > > pretty.."
> > >
> > > Ah, cinta
> > > ***
> > >
> > > Script Eternal Sunshine of the Spotless Mind tidak ditulis
> dengan
> > > runutan kronologis seperti interpretasi saya di atas. Ia juga
> tidak
> > > dihiasi banyak kalimat corny berisi rayuan dan
gombalan "eneng
> > > kembang abang kumbang" seperti film komedi romantis.
> > >
> > > Sebaliknya, alur film yang sudah saya tonton untuk ke-7
kalinya
> ini,
> > > malah terkesan acakmeski bukan acak random, namun acak
> terstruktur
> > > dan bertujuan. Menonton film ini, kita akan mengikuti jalan
> pikiran
> > > Joel, yang di tengah-tengah prosedur penghapusan ingatannya
> tentang
> > > Clementine, seketika tersadar bahwa: ia mencintai Clementine
> atau
> > > setidaknya, mencintai semua kenangan indah tentang Clementine.
> > > Namun, karena Joel sedang berada dalam keadaan tak sadar, ia
tak
> > > bisa membatalkan prosedur itu. Sehingga satu-satunya cara
adalah
> > > Joel di alam bawah sadar main kucing-kucingan dengan para
> petugas
> > > penghapus ingatan. Literally.
> > >
> > > Disinilah saya terkagum-kagum pada scene-scene dalam film
> surealis
> > > ini. Betapa Gondry bisa menerjemahkan dunia surealisme dan
dunia
> > > realisme, dengan pas. Ada banyak adegan dimana Joel berlari-
lari
> > > bersama Clementine, sambil terus mencari ruang ingatannya yang
> masih
> > > tersisa tentang Clementine. Mulai dari adegan Joel terbangun
di
> tepi
> > > pantai bersama Clementine, atau adegan mereka berseluncur di
> > > Mantouk. Atau saat Joel mencoba mencari ruang ingatannya yang
> paling
> > > memalukan dan tak ingin diingatnya, agar bisa menyimpan
ingatan
> > > tentang Clementine rapat-rapat disana. Seperti misalnya,
adegan
> Joel
> > > kecil tengah merajuk di bawah meja karena tak boleh makan kue,
> > > sampai adegan Joel remaja bermasturbasi.
> > >
> > > Adegan-adegan inilah yang bagi saya justru terasa romantis.
> Karena
> > > tampak jelas, bahwa Joel berjuang sekuat tenaga untuk
menyimpan
> > > Clementine dalam ingatannya, dalam genggamannya. Apalagi
> definisi
> > > dari operasionalisasi konsep itu, selain cinta?
> > >
> > > Padahal, di sisi lain, Joel mestinya tidak perlu berpayah-
payah.
> > > Karena, pun Clementine sudah punya pacar baru, pun mereka
berdua
> > > sudah sama-sama terhapus ingatannya satu sama lain, pada
> akhirnya,
> > > mereka akan saling jatuh cinta lagi. Satu faktor yang tak bisa
> > > dikontrol oleh metode penghapusan manapun. Faktor itu bernama:
> > > Takdir.
> > > ***
> > >
> > > Film yang menuai banyak pujian dari para kritikus film ini tak
> hanya
> > > bertutur tentang matahari cinta yang tak pernah padam di benak
> Joel
> > > dan Clementine. Namun juga, pada asisten si dokterMary
(Kirsten
> > > Dunst) dan Howard. Sebagai pria beristri, hubungan mereka juga
> > > bukanlah hubungan yang ideal. Merasa letih menangis dan
> berharap,
> > > Mary minta pada Howard untuk menghapus ingatannya.
> > >
> > > Namun seperti matahari yang tak pernah tenggelam dan
> menggosongkan
> > > hari sampai malam, Mary lagi-lagi jatuh cinta pada Howard.
Pada
> > > malam saat Howard turun tangan untuk menangani kasus Joel,
Mary
> > > mengungkapkan perasaannya. Saat mereka berciuman, istri Howard
> > > datang melabrak Howard. Satu komentar pendek wanita itu,
> seketika
> > > menyadarkan Mary akan banyak hal.
> > >
> > > Bahwa, setiap orang berhak atas setiap ingatannya. Baik itu
> kenangan
> > > indah atau menyakitkan. Karena dari sanalah seseorang bisa
> belajar
> > > untuk bertumbuh dan dewasa. Bahwa pun sudah dihapus berkali-
> kali,
> > > tetap bukanlah hal mudah untuk mengenyahkan cinta begitu saja.
> > > Dengan niatan itulah, Mary kemudian mengembalikan semua kaset
> > > rekaman kepada setiap klien mereka. Termasuk Joel dan
> Clementine.
> > > Yang pada saat itu, (kembali) saling tertarik satu sama lain.
> > >
> > > Tentu saja, butuh jiwa besar bagi Joel dan Clementine, untuk
> tabah
> > > mendengarkan kaset rekaman satu sama lain. Yang banyak berisi
> keluh
> > > kesah seputar ketidakpuasan mereka terhadap diri satu sama
lain.
> > > Butuh kesabaran dan ketenangan tingkat tinggi, untuk
> mendengarkan
> > > banyak pernyataan spontan yang diedit ataupun dieufemisme
> mengenai
> > > hubungan mereka selama ini. Dan ya, tentu saja, seperti banyak
> > > manusia biasa lainnya di dunia, mereka bersikap reaktif
> bertengkar.
> > >
> > > Dimana Clementine lari menuju lift, untuk kemudian disusul
Joel.
> > > Inilah salah satu adegan favorit saya. Saat Clementine yang
> putus
> > > asa berujar "I'm just a fucked up girl, Joel... I'm not
> perfect."
> > > Yang hanya dijawab "Ok," oleh Joel, dengan satu senyum
> pengertian.
> > >
> > > Disinilah saya sontak teringat pada salah satu diskusi saya
> bersama
> > > Citra. Bahwa basically, cinta adalah satu paket. Kita tidak
> hanya
> > > menerima tumpukan kado cantik berlapis kain sutra dan
> berbalutkan
> > > pita satin. Namun juga harus sekaligus menerima bungkusan-
> bungkusan
> > > hitam.
> > >
> > > Dan bahwa suatu hubungan interpersonal adalah proses untuk
> membuka
> > > semua kado dan bungkusan itu, untuk kemudian menerima isinya
> dengan
> > > lapang dadaapapun itu. Seperti lirik lagu penutup dalam film
> > > ini. "Everybody Got to Learn Sometime.."
> > >
> > > Ya, kan?
> > >
> >
>
- 2.
-
LAOBULALUO KEPALA POLISI YANG TEGAS (CATATAN KAKI)
Posted by: "arya noor amarsyah arya" arnabgaizir@yahoo.co.id arnabgaizir
Wed Nov 12, 2008 2:29 am (PST)
LAOBULALUO KEPALA POLISI
YANG TEGAS
Laobulaluo bisa mengklaim
diri sebagai kepala polisi yang tidak kenal nepotisme. Media lokal. Selasa
(11/11-2008) memberitakan, Laobulaluo
yang menjadi kepala polisi di kota Heizhugou, Provinsi Sichuan, China barat,
menahan 48 sanak keluarga berkaitan dengan berbagai kejahatan yang dilakukan
mereka. Mereka adalah saudara, sepupu dan sejumlah anggota keluarga dari pihak
istrinya. Bahkan 25 sanak keluarganya harus meringkuk di penjara atau dikirim
melakukan kerja sosial atau berbagai bentuk hukuman lainnya. Kepala polisi
berusia sekitar 30 tahun ini adalah anggota etnis minoritas Yi. Selama 10 tahun
kariernya, dia secara pribadi menahan
seorang adiknya dan dua sepupunya karena mabuk dan memukul guru SD setempat.
Sanak keluarganya yang lain ditahan karena mencopet tas seorang perempuan. Sikap
tegas kepala polisi ini membuat sanak keluarganya marah dan balik mengancam
orang tuanya. Kadang mereka diam-diam memotong ekor dan kaki sapi piaraannya.
"Pada tahun-tahun pertama, saya tidak berani mudik ke kampung untuk libur Tahun
Baru. Kami sekarang semuanya ok-ok saja, " ujar Laobulaluo. Sanak keluarganya
akhirnya paham. Hebat! (Kompas Rabu 12 November 2008, hal 11)
Penegakkan hukum memang
perlu keberanian dan ketegasan. Penegakkan hukum terkadang harus mengesampingkan
perasaan. Rasulullah Saw siap memotong tangan putrinya Fatimah, jika Fatimah
mencuri.
Seorang Qadhi (Hakim)
harus berani mengambil keputusan, walau dia harus mengalahkan penguasa dalam
persidangan. Qadhi Syuraih harus mengalahkan khalifah Ali bin Abu Thalib ra.
dalam persidangan. Pasalnya, khalifah Ali bin Abu Thalib ra. tidak dapat
membuktikan bahwa baju besi yang diperkarakan merupakan baju besi miliknya.
Beliau hanya dapat mengajukan seorang saksi, yaitu anaknya. Namun karena
kesaksian seorang anak terhadap ayahnya tidak dapat diterima, maka Qadhi
Syuraih memutuskan bahwa Ali bin Thalib ra. kalah dalam persidangan itu.
Jika (mungkin) Laobulaluo
yang non muslim dapat tegas terhadap para pelanggar hukum, tentu seorang muslim
juga demikian. Mengapa? Karena tegas atau tidaknya seorang muslim terhadap para
pelanggar hukum akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah.
arnabgaizir.blogspot. com
arnab20.multiply.com
Is demonstration and go to the street the right things to do?
- 3.
-
HENDAK KEMANAKAH MEDIA MASSA KITA? (CATATAN KAKI)
Posted by: "arya noor amarsyah arya" arnabgaizir@yahoo.co.id arnabgaizir
Wed Nov 12, 2008 2:32 am (PST)
HENDAK KEMANAKAH MEDIA MASSA KITA?
Sudah dua hari ini harian
Kompas membahas tentang dampak negatif dari media massa. Sri Rumiyati yang
membunuh suaminya, Hendra mengakui bahwa mutilasi yang dilakukannya itu
terinspirasi Rian yang telah memutilasi Heri Santoso Analisis di atas
disampaikan oleh Ade Erlangga Masdiana seorang kriminolog dari Universitas
Indonesia.
Analisis ini cocok dalam
kasus pembunuhan dan mutilasi terhadap Ny. Diah oleh Agus Naser, suaminya di
tahun 1989. Dalam sidang pada 2 Desember 1989, Agus mengaku memutilasi karena
terinspirasi peristiwa penemuan mayat terpotong 13 di Jalan Jendral Sudirman.
(Kompas Senin 10/11-2008)
Media massa memang seperti
pisau bermata dua, memiliki fungsi dan disfungsi sekaligus. Fungsi media
menginformasikan realitas pada akhirnya memberi dampak sampingan yang negatif.
Hal itu dikemukakan Ibnu
Hamad, pengajar Etika Media dari Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu
Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia, Senin (10/11). Ibnu
mengemukakan pendapatnya terkait gejala peniruan kejahatan dan kekerasan oleh
masyarakat melalui media massa. Dalam hal berita kriminal, tidak lantas media
tidak memberitakan sama sekali. Tetapi ini soal penyajiannya," kata Ibnu.
Ibnu mengatakan, upaya media mengaburkan
gambar-gambar yang mengerikan saja tidak cukup. Media juga sepatutnya tidak
menampilkan, termasuk secara grafis, soal rekonstruksi tentang teknis sebuah
kejahatan dilakukan. (Kompas, Selasa 11 November 2008)
Tapi ternyata soal penyajian berita -baik media cetak
maupun elektronik- masih jauh dari sehat. Dodo -seorang reporter senior berita
kriminal di sebuah televisi menjelaskan bahwa liputan dan tayangan berita
kriminal sudah seperti perburuan sensasi infotainment. "Yang dicari hanya
kehebohan. Dampak pemberitaan kerap diabaikan," kata Dodo. (Kompas Senin
10/11-2008)
Bukan itu saja. Tayangan kekerasan juga kerap
menghiasi layar kaca kita. Seolah para penonton tidak sadar pada tayangan yang
disuguhkan kepada mereka. Mereka tidak sadar apa akibatnya bila sering menonton
tayangan kekerasan. Persespsi mereka terhadap kekerasan lambat laun berubah.
Harry Susianto, psikolog sosial dari Universitas
Indonesia mengungkapkan, masyarakat yang terus menerus dicekoki nilai-nilai
kekerasan lama kelamaan menganggapnya lumrah dan tidak lagi sensitif. (Kompas,
Selasa 11 November 2008).
Kasus korban anak-anak karena menirukan tayangan ada
di televisi, sudah berulang kali terjadi. Yang pertama ketika anak-anak menjadi
korban akibat menirukan tayangan "Tinju gaya bebas" dan yang kedua
akibat menirukan gaya atau gerakan tokoh kartun idolanya.
Coba perhatikan bagaimana tingkah anak-anak ketika
menirukan gaya "Tinju Bebas". Mereka berkelahi dengan tertawa-tawa dan tanpa
beban. Ini menandakan kekerasan merupakan hal yang biasa dan lumrah. Mereka
baru tersadar setelah ada korban.
Apa jadinya bila tayangan kekerasan di televisi sudah
mencapai 95,8 % kekerasan secara fisik, 2,8% kekerasan secara fisik dan verbal
dan 1,4 kekerasan secara verbal. (sumber Komisi Penyiaran Indonesia) (Kompas
Senin 10/11-2008)
Mari, para pengelola mass media elektronik dan cetak
bersama-sama untuk memikirkan hal ini. Bagaimana agar acara atau berita yang
ditayangkan dan dimuat tidak hanya mengejar keuntungan materi semata. Bukan
hanya mencari sensasi agar dilirik oleh konsumen. Tidak hanya mengikuti
kecendrungan pasar saja. Bukankah kecendrungan pasar dapat dibentuk? Yang
terakhir, pemerintah nampaknya perlu memperhatikan permasalahan ini. Hilangnya
1 nyawa bukan merupakan perkara yang kecil. Permasalahan tidak hanya pada
pemberian izin tayang atau pengeluaran SIUPP. Pemerintah hendaknya juga terus
memperhatikan dan mengevaluasi tayangan-tayangan yang telah beredar dan
berita-berita yang dimuat di harian.
Mungkin ada masih ingat dengan upaya keras Amirul
Mukminin Umar bin Khathab ra. yang mencari seekor unta baitul mal yang hilang.
Beliau mencari unta itu di tengah hari di saat panas mentari sedang
terik-teriknya. Sampai-sampai sahabat Utsman bin Affan ra. menawarkan untuk
membantunya. Namun Umar menolaknya. Beliau mati-matian mencari unta yang
hilang. Beliau menempatkan keselamatan nyawa unta itu sebagai bagian dari
tanggung jawabnya. Apalagi dengan nyawa manusia.
Allah berfirman, "Barang siapa yang membunuh
seorang manusia, -bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan
karena membuat kerusakan di muka bumi-, maka seakan-akan dia telah membunuh
manusia seluruhnya." (QS Al-Maidah (5):32)
Korban sudah berjatuhan. Mulai dari anak-anak hingga
dewasa. Hendak kemanakah media massa kita? (arnab)
arnabgaizir.blogspot. com
arnab20.multiply.com
_____________________ _________ _________ _________ _________ _
Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions. yahoo.com/ newdomains/ id/
Need to Reply?
Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Individual | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar