Jumat, 14 November 2008

[sekolah-kehidupan] Digest Number 2364

sekolah-kehidupan

Messages In This Digest (25 Messages)

Messages

1a.

Re: (catatan kecil) Jenuh

Posted by: "Ain Nisa" jurnalcahaya@yahoo.com   jurnalcahaya

Thu Nov 13, 2008 4:27 am (PST)

tersiksa sekali ya memang kalo sudah jenuh itu
humanis, sangat humanis
thanks mbak untuk sharing

--- On Thu, 11/13/08, Lia Octavia <liaoctavia@gmail.com> wrote:
From: Lia Octavia <liaoctavia@gmail.com>
Subject: [sekolah-kehidupan] Re: (catatan kecil) Jenuh
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Date: Thursday, November 13, 2008, 12:47 AM

iya bener banget, mbak fety... dan perlu taktik tersendiri untuk memenangkannya. .. ^_^
thanks, mbak...

Salam
lia

2008/11/12 inga_fety <inga_fety@yahoo. com>

jenuh dengan rutinitas memang milik semua orang yah, mbak:D

salam,

fety

--- In sekolah-kehidupan@ yahoogroups. com, "Lia Octavia"

<liaoctavia@. ..> wrote:

>

> Jenuh

>

>

> Suara angin siang itu terdengar aneh, menerpa pinggiran bingkai jendela

> disertai gugurnya daun-daun pohon akasia di halaman parkir. Mentari

> tersenyum setengah hati sementara hawa yang dingin-setelah- hujan membuat

> saya membenamkan diri dalam sweater hitam yang membungkus saya

rapat-rapat.

> Pendingin udara berdesis. Suasana ruangan kerja begitu hening. Hanya

detak

> detik keyboard komputer yang ditekan terdengar di setiap sudut.

Hening yang

> aneh. Udara nyaris tidak bergerak dan membuat saya nyaris tercekik.

>

> Perlahan saya membuka winamp di komputer saya dan memutar beberapa

lagu di

> listplay. Musik berpendaran bagai hujan di sekitar meja kerja saya.

> Tiba-tiba sebuah pesan muncul di layar monitor.

>

> "Mbak, aku lagi jenuh banget! Bosan! Rasanya pengen marah aja dari tadi

> pagi," saya menatap layar monitor dengan pikiran beterbangan.

>

> "Ada apa, Mbak?" ketik saya.

>

> "Aku lagi sensi banget. Rasanya pengen memaki-maki orang!" balasnya.

>

> Saya terdiam lalu melayangkan pandangan saya ke luar jendela. Dari

lantai

> dua ini, dengan jelas terlihat dahan-dahan pohon akasia masih

memukul-mukul

> jendela ruangan kantor.

> Tiba-tiba sebuah suara membelah pikiran saya.

>

> "Aku jenuuuuh!!! Ngapain sih enaknya? Pulang ke rumah atau jalan-jalan?

> Kemana? Ke Bunaken atau ke bulan?" seorang rekan kerja saya

berteriak sambil

> memukul meja. Beberapa helai kertas berserakan di lantai.

>

> Belum sempat saya berkata-kata, seorang rekan kerja saya yang lain yang

> duduk di depan meja saya memukul partisi meja yang membatasi meja saya

> dengan mejanya.

>

> "Aku jugaaa! Bosaaaan! Iih aku kesal banget! Pengen makan apa ya

enaknya?

> Makan orang kali ya?" Partisi hijau di hadapan saya bergetar. Monitor di

> hadapan saya berkedip.

>

> "Mbak, aku kesel banget sama bosku. Nyari-nyari alasan macam-macam. Aku

> kesal!" tulisan itu muncul menghiasi monitor saya. Saya menatap meja

kerja

> saya yang berantakan. Banyak dokumen yang belum selesai, email-email

> pekerjaan dari seantero dunia yang belum dibalas. Inilah dunia

dengan segala

> warna warninya. Warna warni yang bisa setiap saat menggedor dan

mendobrak

> benteng pertahanan kesabaran, mengguncangkan keikhlasan dan niat yang

> tergurat sebelum melangkahkan kaki keluar rumah tadi pagi. Warna

warni yang

> kini mengeluarkan silet-silet kecilnya. Yang tajam dan menyilaukan mata

> diterpa sinar mentari yang setengah hati. Bagaimana bisa berkelit dan

> menghindari silet-silet tajam yang beterbangan ke segala arah?

Rupanya Jenuh

> yang bertopeng ninja itu sedang mengeluarkan jurus-jurus pamungkasnya.

>

> Saya bangkit dari tempat duduk saya. Mengambil handuk kecil, keluar

> ruangan, menuruni tangga lalu masuk ke kamar mandi di lantai satu.

Perlahan

> saya membuka keran air dan seiring dengan tetesan pertama yang membasuh

> wajah saya, saya menatap tajam pada silet yang sedang tersenyum sinis di

> samping kiri saya, lalu berbalik terbang, pergi sambil berteriak parau

> melalui pintu depan. Dan Jenuh turut berlutut di samping sajadah

saya, siang

> itu.

>

>

> Jakarta, 12 November 2008 at 12.00 p.m.

>

> http://mutiaracinta .multiply. com

>
























2a.

Re: (Ruang Keluarga) Dilarang Jualan

Posted by: "Ain Nisa" jurnalcahaya@yahoo.com   jurnalcahaya

Thu Nov 13, 2008 4:34 am (PST)

wah, hebat! jiwa marketingnya uda tumbuh dari kecil
harus terus diasah tuh mbak, biar tambah kreatif
semangat!

--- On Wed, 11/12/08, inga_fety <inga_fety@yahoo.com> wrote:
From: inga_fety <inga_fety@yahoo.com>
Subject: [sekolah-kehidupan] Re: (Ruang Keluarga) Dilarang Jualan
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Date: Wednesday, November 12, 2008, 11:35 PM

pasti ais senang bgt yah mbak bisa dapat uang dari hasil usahanya:)

segala sesuatu mmg py sisi positif dan negatif yah, mbak?

tapi, mmg bnr, jiwa wirausaha ais sdh ada tuh mbak?:)

salam untuk ais..

salam,

fety

--- In sekolah-kehidupan@ yahoogroups. com, INDARWATI HARSONO

<patisayang@ ...> wrote:

>

>

>

>

> Dilarang Jualan

>

>

>

> Dua

> anak segera menghampiri Ais begitu gadis kecil tujuh tahun itu

> menapak koridor kelas. Kasak kusuk, perhatian mereka tersedot ke isi

> tas Ais. Seolah tak sabar untuk segera melakukan transaksi mereka

> berusaha membuka resleting tas. Sementara Ais, mencuri pandang dengan

> sedikit segan ke arahku. Sesampainya di kelas, ketidaksabaran itu

> memuncak.

>

>

>

>

> "Lupa,

> nggak bawa," kata Ais setelah tak menemukan apa yang dicarinya dari

> saku depan tasnya.

>

>

>

> Tak

> banyak kata, salah seorang temannya yang kemudian kutahu kakak kelas

> bernama Kamila membantu dengan membuka bagian tas yang lain, mencoba

> menemukan apa yang sudah dinantinya. Meski dengan hasil yang sama,

> nihil.

>

>

>

> Kemarin

> sore, Ais memang mengaku kalau dinasehati ustadzahnya agar tak jualan

> lagi. Gara-garanya, transaksi itu dilakukan saat jam pelajaran. Meski

> sudah kuwanti-wanti, tetap saja dia melakukan itu di saat jam

> pelajaran.

>

>

>

> "Temen-temen

> pada mau lihat Ma," begitu alasannya.

> "Tapi

> kan Kakak yang jual. Mestinya Kakak ingat nasehat Mama. Sekarang yang

> rugi kan Kakak sendiri. Udah kena tegur ustadzah, nggak bisa dapat

> tambahan uang saku lagi," kataku.

> "Iya

> deh, Kakak janji," katanya lagi. "Tapi Mama bikinin lagi ya. Udah

> pada pesan tuh."

> Aku

> hanya tersenyum sembari menstater motor merahku. Mendung hitam

> menggantung, memberati langit senja itu.

>

>

>

> Anakku

> itu, selalu saja mempunyai ide untuk jualan. Entah secara alamiah

> anak-anak memang seperti itu atau dia ingat pengalamannya saat masih

> di Sidoarjo, betapa asyiknya mendapat duit dan melayani pembeli es

> lilin di rumah kami.

>

>

>

> Setelah

> gagal membujukku untuk membuat es lilin nanas dan kacang ijo untuk

> dijual seperti dulu, dia mengalihkan perhatiannya ke buku-buku. Mau

> dijual, atau mau bikin perpustakaan. Dia merancang juga, bagaimana

> sistem pinjam meminjamnya. Peminjam berada di sini, pakai kartu

> pinjaman seperti ini, bla bla bla.

>

>

>

>

> Sekarang,

> kecenderungannya jualan itu dilampiaskan pada pernak-pernik dari kain

> flanel yang tengah kutekuni. Setelah berhasil coba-coba dengan boneka

> jari, aku mencoba membuat bros dengan bentuk wajah gadis berjilbab.

> Beberapa barangku itu lalu dibawanya ke sekolah. Sambutan temannya

> ternyata luar biasa. Mereka pada suka. Hari pertama jualan beneran,

> dari 4 tempat tissue yang kubawakan laku 2 buah. Dan dari 5 buah

> brosnya laku 3 buah. Uangnya, jangan ditanya. Tak sesuai dengan harga

> yang kutetapkan. Tapi biarlah, namanya juga anak-anak dan dia belum

> mengerti sepenuhnya nilai uang dan perhitungannya.

>

>

>

> "Sebenarnya

> temenku banyak yang mau beli Ma. Tapi mereka nggak bawa duit,"

> akunya. Karena tak ada kantin dan jajan sudah diselesaikan sekolah,

> anak-anak itu memang biasa tak membawa uang jajan.

>

> "Besok

> saja katanya. Nanti malam Mama bikin lagi yang banyak ya." Katanya

> lagi.

>

>

>

> Malamnya,

> aku membuat bros dengan bentuk hati bertuliskan namanya. Bersama

> tempat tissue dan bros gadis berjilbab kesukaannya, sengaja

> kumasukkan di plastik tersendiri. Ternyata hal itu meletupkan ide

> lain di kepalanya. "Bikin paket komplit, Ma. Komplit satu kalau

> brosnya dua, komplit dua kalau brosnya tiga." Katanya sembari

> memilah warna dari tempat tissue dan bros yang senada. Bahkan sebelum

> berangkat tidur dia masih saja cerewet mengatur pernak-pernik yang

> senada.

>

>

>

>

> Seperti

> saat dia menjual sticker pada teman SDNnya dulu, aku membiarkan saja.

> Kalau perlu kudukung seperti sekarang untuk menumbuhkan jiwa

> wirausahanya. Segi positifnya, dia juga belajar mengerti nilai uang

> dan perhitungannya. Hanya, yang kurang kuwaspadai, namanya anak-anak,

> meski sudah kuwanti-wanti jangan mengeluarkan jualannya itu di jam

> pelajaran, tetap saja dilanggar.

>

>

>

> Petang

> ini, usai sholat maghrib dia mengeluarkan berlembar-lembar uang

> ribuan dan dua lima ribuan. "Ini dari Hana, Zalfa, sama Rizka, Ma,"

> katanya. "Zalfa pesen yang bentuk bintang pake manik-manik atasnya.

> Hana dua tapi duitnya kurang. Bla bla bla…"

>

>

>

>

> Aku

> tersenyum saja, rebah di karpet ruang tengah, kelelahan setelah

> seharian 'thawaf' di Plaza Senayan dan Mall Cilandak. Ugh, gadis

> kecilku itu memang ada-ada saja! 

>

>

>

> Tanah

> Baru, 30/10/08 06.00

>











3a.

Re: [mimbar] Pecinta sepertiga malam

Posted by: "Ain Nisa" jurnalcahaya@yahoo.com   jurnalcahaya

Thu Nov 13, 2008 6:24 am (PST)

iya, memang setan menaruh tiga buhul di kepala manusia ketika mreka tertidur
makasih ya mbak lia, untuk tambahan motivasinya

--- On Mon, 11/10/08, Lia Octavia <liaoctavia@gmail.com> wrote:
From: Lia Octavia <liaoctavia@gmail.com>
Subject: [sekolah-kehidupan] [mimbar] Pecinta sepertiga malam
To: "sekolah-kehidupan@yahoogroups.com" <sekolah-kehidupan@yahoogroups.com>, shibghah_dtjkt@yahoogroups.com
Date: Monday, November 10, 2008, 8:06 PM

Pecinta sepertiga malam

<http://groups. yahoo.com/ group/tentang- pernikahan/ message/6129;

Surat Cinta Dari Manusia-Manusia Yang Malamnya Penuh Cinta

Wahai orang-orang yang terpejam matanya, perkenankanlah kami

manusia-manusia malam menuliskan sebuah surat cinta kepadamu. Seperti

halnya cinta kami pada waktu malam-malam yang kami rajut di sepertiga

terakhir. Atau seperti cinta kami pada keagungan dan rahasiaNya yang

penuh pesona. Kami tahu dirimu bersusah payah lepas tengah hari

berharap intan dan mutiara dunia. Namun kami tak perlu bersusah payah.

sebab malam-malam kami berhiaskan intan dan mutiara dari surga.

Wahai orang-orang yang terlelap, sungguh nikmat malam-malammu,

gelapnya yang pekat membuat matamu tak mampu melihat energi cahaya

yang tersembunyi di baliknya. Sunyi senyapnya membuat dirimu hanyut

tak menghiraukan seruan cinta. Dinginnya yang merasuk semakin membuat

dirimu terlena, menikmati tidurmu diatas pembaringan yang empuk,

bermesraan dengan bantal dan gulingmu, bergeliat manja di balik

selimutmu yang demikian hangatnya.

Wahai orang-orang yang terlena, ketahuilah, kami tidak seperti dirimu!

Yang setiap malam terpejam matanya, yang terlelap pulas tak terkira.

Atau yang terlena oleh suasananya yang begitu menggoda. Kami tidak

sepeti dirimu!! kami adalah para perindu kamar di surga. Tak pernahkah

kau dengar Sang Insan Kamil, Rasulullah SAW bersabda: "sesungguhnya di

surga itu ada kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisi

dalamnya terlihat dari luar. Disediakan untuk mereka yang memberi

makan orang-orang yang memerlukan, menyebarkan salam serta mendirikan

sholat pada saat manusia terlelap dalam tidur malam." itulah sebuah

kamar yang menakjubkan bagi kami dan orang-orang yang mendirikan

sholat pada saat manusia-manusia yang lain tertutup mata dan hatinya.

Wahai orang-orang yang keluarganya hampa cinta, kau pasti pernah

mendengar namaku disebut. Aku Abu Khurairah , Periwayat Hadits.

Kerinduanku akan sepertiga malam adalah hal yang tidak terperi.

penghujung malam adalah kenikmatanku terbesar. Tapi tahukah kau?

kenikmatan itu tidak serat merta kukecap sendiri, ku bagi

malam-malamku yang penuh syahdu itu menjadi tiga. Satu untukku, satu

untuk istriku tercinta dan satu lagi untuk pelayan yang aku kasihi.

Jika salah satu dari kami telah selesai mendirikan sholat, maka kami

bersegera membangunkan yang lain untuk menikmati bagiannya.

Subhanallah, tak tergerakkah dirimu? pedulikah kau pada keluargamu?

adakah kebaikan yang kau inginkan dari mereka? sekedar untuk

membangunkan orang-orang yang paling dekat denganmu, keluargamu?

Lain lagi dengan aku, Nuruddin Mahmud Zanki. sejarah mencatatku

sebagai sang Penakluk Kesombongan pasukan salib, suatu kali seorang

ulama tersohor Ibnu Katsir mengomentari diriku, katanya, "Nuruddin itu

kecanduan sholat malam, banyak berpuasa dan berjihad dengan akidah

yang benar. "Kemenangan demi kemenangan aku raih bersama pasukanku.

Bahkan pasukan musuh itu terlibat dalam sebuah perbincangan seru. Kata

mereka, "Nuruddin Mahmud Zanki menang bukan karena pasukannya yang

banyak. Tetapi lebih karena dia mempunyai rahasia bersama Tuhan". Aku

tersenyum, mereka memang benar, kemenangan yang kuraih adalah karena

do'a dan sholat-sholat malamku yang penuh kekhusyu'an. Tahukah kau

dengan orang yang selalu setia mendampingiku? Dialah Istriku tercinta,

Khotum binti Atabik. Dia adalah istri sholehah di mataku, terlebih di

mata Allah, malam-malam kami adalah malam penuh kemesraan dalam

bingkai Tuhan.

Gemersikan dedaunan dan desahan angin seakan menjadi pernak-pernik

kami saat mendung di mata kami jatuh berderai dalam sujud kami yang

panjang. Kuceritakan padamu suatu hari ada kejadian yang membuat

belahan jiwaku itu tampak murung. Kutanyakan padanya apa gerangan yang

membuatnya resah. Ya Allah, ternyata dia tertidur, tidak bangun pada

malam itu, sehingga kehilangan kesempatan untuk beribadah.

Astaghfirullah, aku menyesal telah membuat dia kecewa. Segera setelah

peristiwa itu kubayar saja penyesalanku dengan mengangkat seorang

pegawai khusus untuknya, pegawai yang kuperintahkan untuk menabuh

genderang agar kami terbangun di sepertiga malamnya.

Wahai orang-orang yang terbuai, kau pasti mengenalku dalam kisah

pembebasan Al-Aqso, rumah Allah yang diberkati. Akulah pengukir tinta

emas itu, seorang Panglima Perang, sholahuddin Al-Ayyubi, orang-orang

yang hidup di zamanku mengenalku tak lebih dari seorang panglima yang

selalu menjaga sholat berjamaah. Kesenanganku adalah mendengarkan

bacaan Al-Quran yang indah dan syahdu. Malam-malamku adalah saat yang

paling kutunggu. saat-saat dimana aku bercengkerama dengan Tuhanku,

sedangkan siang hariku adalah perjuangan-perjuang an nyata.

Wahai orang-orang yang masih terlelap, Pernahkah kau mendengar

penaklukan Konstantinopel? Akulah orang di balik penaklukan itu,

Sultan Muhammad Al Fatih. Aku sangat lihai dalam memimpin bala

tentaraku, namun tahukah kau bahwa sehari sebelum penaklukan itu, aku

telah memerintahkan kepada para pasukanku untuk berpuasa pada siang

hari dan pada saat malam tiba kami melaksanakan sholat malam dan

munajat penuh pertolongan padaNya, jika Allah memberikan kematian

kepada kami pada siang hari di saat kami berjuang, maka kesyahidan,

itulah harapan kami terbesar. Biarlah siang hari kami berada di ujung

kematian, namun sebelum itu di ujung malamnya Allah temukan kami

berada dalam kehidupan, kehidupan dengan menghidupkan malam kami.

Wahai orang-orang yang tergoda, begitu kuatkah syetan mengikat tengkuk

lehermu saat kau tidur? ya sangat kuat, tiga ikatan kuat di tengkuk

lehermu, dia lalu menepuk setiap ikatan sambil berkata "Hai manusia

sadarlah, engkau masih punya malam panjang, maka tidurlah!!" "Hei

sadarlah, sadarlah jangan kau dengarkan dia, itu tipu muslihatnya,

syetan itu berbohong kepadamu, maka bangunlah! bangkitlah kerahkan

kekutaanmu untuk menangkal godaannya. Sebutlah nama Allah, maka akan

lepas ikatan yang pertama, kemudian berwudhulah maka akan lepas ikatan

yang kedua, dan terakhir sholatlah, sholat seperti kami maka akan

lepaslah semua ikatan-ikatan itu.

Wahai orang-orang yang masih terlena, masihkah kau menikmati

malam-malammu dengan kepulasan? masihkah? adakah tergerak hatimu untuk

bangkit, bersegera mendekat kepadaNya, memohon ampunanNya walaupun

hanya dengan dua rakaat? tidakkah kau tahu, bahwa Dia berkata. "Akulah

Raja, Akulah Raja, siapa yang memohon kepada-Ku akan Kukabulkan, siapa

yang memohon ampun kepada-Ku akan Ku ampuni," Dia terus berkata

demikian hingga fajar merekah.

Wahai orang-orang yang terbujuk rayu dunia, bagi kami manusia-manusia

malam, dunia ini sungguh tak ada artinya. Malamlah yang memberi kami

kehidupan sesungguhnya, sebab malam bagi kami adalah malam-malam yang

penuh cinta, sarat makna. Masihkah kau terlelap? Apakah kau

menginginkan kehidupan sesungguhnya? maka ikutilah jejak kami,

manusia-manusia malam, kelak kau akan temukan cahaya di sana, di waktu

sepertiga malam. Namun jika kau masih ingin terlelap, nikmatilah

tidurmu diatas pembaringan yang empuk, bermesraan dengan bantal

gulingmu, bergeliat manja di balik selimutmu yang demikian hangatnya,

maka surat cinta kami ini sungguh tak berarti apa-apa bagimu.

Semoga Allah mempertemukan kita di sana, di surgaNya, mendapati dirimu

dan diri kami dalam kamar-kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam

dan sisi dalamnya terlihat dari luar.

Amin........ .

[Non-text portions of this message have been removed]











4.

(Mimbar) Untuk-Nya Cukup Sisa Waktu

Posted by: "orizaisfahan" orizaisfahan@yahoo.co.id   orizaisfahan

Thu Nov 13, 2008 3:16 pm (PST)

Entah untuk yang ke berapa kali pagi itu shalat subuh si Fulan
tertinggal untuk berjamaah. Waktu sudah menunjukkan pukul 05.30 pagi
dan pada jam segitu masjid sudah barang tentu kosong dari jemaah.
Kemudian dengan mata yang masih sepet Fulan beranjak untuk mengambil
air wudhu dan dilanjutkan dengan shalat subuh secara munfarid.
Saking seringnya tidak ada perasaan sesal yang singgah di benak
Fulan ini. Seolah hal yang wajar apabila shalat subuh dikerjakan
pukul 05.30 pagi.

Bukan hanya itu, sebagai orang yang tinggal di kota yang padat
dengan aktivitas mengharuskan untuk selalu berburu dengan waktu.
Otomatis selepas shalat subuh sendirian tidak bisa melakukan dzikir
pagi karena harus segera merapikan diri untuk berangkat kerja,
apalagi baca quran, satu ayat pun tidak akan keburu.

Tapi entah kenapa untuk masalah pekerjaan Fulan selalu berusaha
untuk tepat waktu masuk kantor. Jam masuk kantornya adalah jam
delapan pagi dan Fulan sering sampai disana sebelum jam delapan.
Setiap pergi ke kantor Fulan selalu berusaha untuk tampil rapi dan
wangi dan hal ini sangat bertolak belakang dengan aktivitasnya
ketika bangun tidur. Aktivitas shalat subuh Fulan cukup dengan
menggunakan pakaian tidur, tanpa gosok gigi, apalagi wangi-wangian.
Intinya yang penting kewajiban sudah gugur.

Sebagai seorang karyawan Fulan selalu mendedikasikan dan mengerjakan
segala tanggung jawabknya dengan sungguh-sungguh dan senang hati.
Hal ini diperlukan agar kinerjanya baik yang akan berakibat bagusnya
karir di kemudian hari. Karir bagus akan berbanding lurus dengan
penghasilan tentunya. Boleh di bilang Fulan ini seorang yang
perfectionist. Apabila terjadi suatu kesalahan, Fulan akan dengan
segera menelusuri akar penyebab masalahnya dan mencari solusi
terbaik sehingga masalah ini tidak muncul lagi.

Pada jam istirahat, selepas makan siang, biasanya Fulan asyik
ngobrol dengan teman-teman kerjanya. Biasanya Fulan shalat Dzuhur
lima menit menjelang bel masuk berbunyi. Walhasil shalat dzuhur yang
dikerjakannya sangat minim waktunya. Dari mulai wudhu pun terlihat
terburu-buru. Maka selepas salam Fulan langsung kembali bekerja.
Tidak ada dzikir ataupun shalat ba'diyah dzuhur.

Gambaran di atas bisa jadi merupakan refleksi dari rutinitas harian
kita. Di sadari atau tidak terkadang kita tidak adil dalam menyikapi
urusan dunia dan akhirat. Meski kita sering mengatakan bahwa dalam
hidup ini harus seimbang antara dunia dan akhirat kita. Tapi,
tanyalah ke dalam lubuk hati ini, benarkah perkataan itu? Benarkah
kita sudah memposisikan timbangan dunia dan timbangan akhirat pada
posisi yang sama tinggi jika takarannya harus seimbang?

Kalau boleh jujur kita lebih cenderung memperhatikan kepeluan dunia
kita. Dalam arti nilai-nilai agama jarang sekali dilibatkan dalam
seluruh aktivitas kita.

Dalam pekerjaan kita sering berusaha untuk datang tepat waktu. Jika
sekali saja terlambat maka keesokan harinya akan bangun dan
berangkat lebih awal agar tidak terlambat lagi. Tapi kita jarang
sekali khawatir karena telah mengakhirkan shalat, bahkan kalau
sedang asyik biasanya kita dengan tenang meninggalkan kewajiban
tersebut tanpa ada sesal yang singgah di hati.

Kita selalu berpenampilan rapi, harum dan segar setiap pergi ke
kantor. Kita selalu memberikan penampilan terbaik dalam bekerja
bahkan memakai seragam sesuai peraturan perusahaan. Namun dalam
sujud kepada Alloh kita cukup memakai kaos oblong dan sarung
seadanya. Bahkan hal yang wajar memakai pakaian yang terlihat aurat
dalam keseharian meski dalam aturan Alloh kewajiban untuk menutupnya
cukup jelas.

Agar mudah mendapatkan pekerjaan banyak dari kita sekolah sampai
jenjang yang tinggi. Latar belakang pendidikan akan mempengaruhi
masa depan kita nantinya, terutama dalam masalah jenjang karir.
Lagi, sampai saat ini kita masih belum mengetahui bagaimana cara
wudhu yang baik sesuai dengan petunjuk nabi. Artinya, bagaimana
shalat kita diterima apabila kita keliru dalam berwudhu. Ajaibnya
hal itu tidaklah dianggap terlalu penting karena tidak pernah
ditanyakan dalam setiap interview di perusahaan.

Masih banyak hal-hal lain dimana kita tidak adil dalam menempatkan
antara dunia dan akhirat. Padahal, seandainya kita mau sedikit
mempelajari, apa yang kita lakukan dalam 24 jam bisa bernilai
ibadah. Namun untuk mempelajarinya badan ini sudah terlampau letih
oleh setumpuk pekerjaan. Saking letihnya kita sering ketiduran untuk
melaksanakan shalat isya. Namun, meskipun badan ini letih terkadang
kondisi badan bisa menjadi fit kembali ketika ada panggilan dari
atasan meskipun itu tiba-tiba.

Begitu pun pada hari libur di akhir pekan. Dengan alasan istirahat
kita menghabiskan waktu dengan tidur, nonton tv, shopping, ke
bioskop, hang out, dll. Sangat jarang dari kita untuk meluangkan
waktu sesaat untuk sekedar membaca satu ayat dari ribuan firman
Alloh. Apalagi membaca satu bab tata cara berwudhu. Bahkan meskipun
tidak dalam kondisi bekerja kita masih saja tidak dapat melaksanakan
shalat tepat pada waktunya. Tetapi jika sang pacar meminta waktu
untuk bertemu, kita akan dengan sigap memenuhi permintaannya itu
tanpa pikir panjang dan tepat waktu.

Tidak salah jika sesakali kita memanjakan diri dengan hiburan di
tengah kesibukan sehari-hari. Tapi apakah tidak ada waktu untuk
sekedar bercakap-cakap dengan Alloh meski dengan shalat di awal
waktu? Atau sekedar membaca satu ayat saja setiap minggunya?

Sebenarnya hukum untuk mendapatkan kebahagiaan dunia sama dengan
kebahagiaan akhirat. Kita akan mendapatkan kemapanan hidup apabila
memiliki bekal ilmu yang cukup dan bersungguh-sungguh bekerja.
Tentunya untuk mendapatkan ilmu tersebut kita memerlukan waktu untuk
mempelajarinya bahkan memerlukan biaya yang tidak sedikit. Semua itu
kita lakukan dan jalani dengan kerelaan.

Untuk mendapatkan akhirat pun demikian. Diperlukan ilmu yang cukup
dan kesungguhan untuk mengamalkannya. Ilmu tersebut pun harus
diusahakan dengan cara menuntut ilmu dan itu memerlukan waktu dan
biaya. Namun kenapa kita menjadi pelit untuk segala hal yang dapat
membuat kita lebih memahami ajaran islam. Membeli buku aqidah
seharga lima puluh ribu akan terasa mahal apabila dibandingkan
dengan jalan-jalan yang bisa menghabiskan uang sampai ratusan ribu
rupiah.

Berhenti sejenak dan merenungi atas apa yang telah kita kerjakan
mungkin salah satu sikap yang bijak. Mencoba berfikir atas semua
aktivitas kita apakah sudah proporsional dan adilkah kebutuhan dunia
dan akhirat kita tunaikan?

Akan terlalu berat mungkin apabila kita mengikuti Rasulullah dalam
semua hal. Paling tidak ada proses untuk berkeinginan mengenal Alloh
dalam ibadah-ibadah pokok dan milibatkan-Nya dalam seluruh aktivitas
kita. Setidaknya untuk tidak lupa mengucapkan basmalah dalam setiap
memulai aktivitas sehingga akan bernilai kebaikan. Alloh pun tidak
membebankan syariat-Nya melainkan sesuai dengan kemampuan hamba-Nya.

Wallahu'alam

14 November 2008, 00.25
Renungan kala menyadari diri ini telah banyak berbuat dzalim atas
hak-hak-Nya. Diri ini memang bukan seorang hanba yang taat melainkan
penuh dengan kekhilafan. Namun masih berharap untuk datangnya
secercah hidayah yang akan menggerakkan hati ini untuk lebih dekat
mengenal Tuhannya.

5a.

(Artikel)Dua Pertanyaan Minggu Ini, untuk Indonesiaku

Posted by: "febty febriani" inga_fety@yahoo.com   inga_fety

Thu Nov 13, 2008 5:18 pm (PST)


Dua
Pertanyaan Minggu Ini, untuk Indonesiaku
Inga Fety

Kelas
bahasa jepangku baru dimulai. Ada sekitar limabelasan mahasiswa.
Berasal dari beberapa negara. Hanya aku dan seorang teman yang
berasal dari Indonesia. Sisanya berasal dari China, Amerika,
Bangladesh, Malaysia dan lain-lain. Maka saat kelas dimulai akan
terlihatlah perbedaan itu. Mahasiswa yang berasal dari Amerika
biasanya akan mengelompok sendiri. Begitu juga dengan teman-teman
yang berasal dari China, atau negara Asia lainnya, juga membuat
kelompok sendiri. Aku biasanya berada di kelompok mahasiswa yang
berasal dari China, karena jumlah mahasiswa perempuannya lebih
banyak. Aku merasa lebih klop saja
ketika bergabung dengan sesama mahasiswa perempuan.

Bukan
tanpa masalah berada di kelompok ini. Bahasa jepangku yang masih
sangat amburadul, baik grammar ataupun vocabularynya,
serta teman-teman dari China yang tidak pede dengan bahasa
Inggrisnya, menjadikan bahasa isyarat adalah bahasa favorit kami. Tak
lupa juga membawa kamus bahasa Jepang-Inggris, untuk mewanti-wanti
jika bahasa isyarat tidak cukup mampu menjelaskan maksud sebuah
kalimat.

Hari
itu kelas bahasa jepangku baru dimulai. Pembahasan tentang kuis grammar bahasa jepang. Memang melelahkan, setiap hari, di awal memulai kelas sarapan
seluruh mahasiswa kelas bahasa jepangku adalah selembar kertas kuis grammar atau vocabulary bahasa Jepang. Mungkin, karena
di Jepang sekarang sedang musim gugur menjelang musim dingin dengan
temperatur udara yang selalu di bawah 20 derajat, akhirnya topik
pembicaraan hari itu berlanjut tentang suhu terendah di masing-masing
negara.

Hampir
seluruh mahasiswa menyebutkan angka favorit dibawah 0 derajat sebagai
suhu terendah, bahkan seorang mahasiswa yang berasal dari Kanada
bercerita kalau di negaranya suhu terendah pernah mencapai 30 derajat
celcius. Fantastiskan? Tiba giliranku. Dengan bahasa jepang yang
terbata-bata, aku menyebutkan angka 20 derajat celcius sebagai suhu
terendah di Indonesia. Tentu pengecualiannya adalah puncak
Jayawijaya. Dan sungguh mengejutkan reaksi mahasiswa yang lain.
Sebuah nada ketidakpercayaan terlontarkan dari seorang mahasiswa
China. Untunglah, di ruangan belajar kami terpampang sebuah peta
dunia. Dan, akhirnya, meluncurlah penjelasan sang sensei tentang posisi Indonesia yang terletak di garis khatulistiwa sehingga
Indonesia selalu berlimpahan sinar matahari sepanjang tahun.

Selesailah
sudah pertanyaan pertama tentang Indonesia di pagi hari itu.

Pertanyaan
kedua tentang Indonesia hadir di saat diskusiku dengan seorang sister dari Mesir, sehabis shalat ashar jamaah kami. Awalnya saat dia
bertanya apakah ucapan yang lazim diucapkan di Indonesia sehabis
sholat berjamaah. Sepengetahuanku tidak ada ucapan khusus, selain
bersalaman-salaman meminta maaf dan cipika-cipiki sesama perempuan.
Aku menjelaskannya. Kemudian, diskusi itu berlanjut dengan
pertanyaannya apakah aku bisa membaca Al-Quran. Ketika aku menjawab
iya, dia memintaku membaca sebuah ayat. Dan diapun bertanya seperti
apa pengajaran membaca AL-Quran di Indonesia. Kujelaskan sebisaku.

Diskusi
kamipun semakin seru saat aku bertanya namanya dan dia menjelaskan
kalau namanya terdiri dari empat huruf. Huruf pertama adalah namanya,
huruf kedua adalah nama ayahandanya, huruf ketiga adalah nama kakek
dari bapaknya, dan huruf keempat adalah nama keluarganya. Menurutnya,
penamaan seperti itu adalah sebuah kelaziman di negeri asalnya,
Mesir. Dan sebuah keheranan terlihat di wajahnya saat dia memintaku
menyebutkan nama lengkapku yang terdiri dari dua huruf, tanpa
disertai nama bapak, nama kakekku dan nama keluarga.

Aku
menjelaskan sebisaku, menjawab keherananya, kalau penamaan seperti
itu adalah sebuah hal yang lazim di Indonesia. Dan, bukanlah sebuah
hal yang aneh ketika di belakang nama seseorang tidak tercantun nama
bapak atau kakeknya. Tapi, dia tetap tidak percaya dan berkata kalau
itu aneh dan akan sangat sulit bagi seorang polisi untuk menelusuri
pelaku sebuah kejahatan dari namanya karena ada kemungkinan sebuah
nama dimiliki oleh beberapa orang. Juga, sangat sulit untuk melihat
apakah dua orang adalah bersaudara atau tidak dari namanya. Kuakui
argumennya benar. Dan setelah itu, aku jadi berfikir, apakah karena
itu pulah kasus kejahatan di Indonesia memerlukan waktu yang lama
untuk mengungkapkannya?

Bukan
hanya dengan dia aku bertemu pertanyaan itu. Mengurus beberapa
dokumen di Jepang, nama keluarga (family name) selalu menjadi
sebuah bahan pertanyaan. Dan biasanya untuk mempersingkat penjelasan
atau bahkan mengurangi pertanyaan lanjutan, aku mencantumkan nama
belakangku di kolom family name.
Aku belum sanggup jika diajak berdebat dalam bahasa Jepang. Grammarnya saja masih
kacau. Apalagi, perbendaharaan kata-katanya. Banyak yang tidak
kuketahui dibandingkan yang kuketahui. Itu alasanku mencantumkan nama
belakangku sebagai family name.
Biasanya jurus ini sangat jitu. Tidak ada pertanyaan lanjutan tentang family name.

Tapi,
bertemu dan berdiskusi seru dengan sisterdari Mesir membuatku bertanya: mengapa di Indonesia, kecuali beberapa
suku: Batak contohnya, tidak menggunakan family name dalam
penamaan seorang anak? Bukankah dulu, awalnya, Indonesia juga adalah
negara kerajaan? Sampai kini, aku belum menemukan jawabannya, mungkin
ada teman-teman yang menyimpan jawabnya. Tolong jelaskan untukku yah.
Siapa tahu suatu saat aku mendapatkan pertanyaan itu lagi.

@dormitory, Inage, November 2008
~ http://ingafety.wordpress.com ~

5b.

Re: (Artikel)Dua Pertanyaan Minggu Ini, untuk Indonesiaku

Posted by: "Lia Octavia" liaoctavia@gmail.com   octavialia

Thu Nov 13, 2008 11:36 pm (PST)

hehehe... aku jadi inget waktu raker tahun lalu di lembang, mbak fety, suhu
udara saat subuh itu benar-benar sedingin es balok yang ditaruh ke bak kamar
mandi. juga udara dingin berhembus setiap saat kita bernafas. prediksiku
waktu itu suhunya mungkin sekitar 15-16 derajat. dan itu mah masih belum
seberapa bagi mereka yang tinggal di negara 4 musim. ^_^

dan setelah membaca tulisan mbak fety ini, aku tiba-tiba merasa Allah
benar-benar tersenyum dan memanjakan Indonesia dengan membiarkan negeri in
berlimpahan sinar matahari sepanjang tahun, sinar matahari yang banyak
dirindukan oleh orang-orang di negara lain. indonesia dengan kekayaan
alamnya, berlimpah susu dan madu... Allah, how can I not love You? ^_^

salam
Lia

2008/11/14 febty febriani <inga_fety@yahoo.com>

> Dua Pertanyaan Minggu Ini, untuk Indonesiaku
>
> Inga Fety
>
>
>
>
> Kelas bahasa jepangku baru dimulai. Ada sekitar limabelasan mahasiswa.
> Berasal dari beberapa negara. Hanya aku dan seorang teman yang berasal dari
> Indonesia. Sisanya berasal dari China, Amerika, Bangladesh, Malaysia dan
> lain-lain. Maka saat kelas dimulai akan terlihatlah perbedaan itu. Mahasiswa
> yang berasal dari Amerika biasanya akan mengelompok sendiri. Begitu juga
> dengan teman-teman yang berasal dari China, atau negara Asia lainnya, juga
> membuat kelompok sendiri. Aku biasanya berada di kelompok mahasiswa yang
> berasal dari China, karena jumlah mahasiswa perempuannya lebih banyak. Aku
> merasa lebih *klop *saja ketika bergabung dengan sesama mahasiswa
> perempuan.
>
>
> Bukan tanpa masalah berada di kelompok ini. Bahasa jepangku yang masih
> sangat amburadul, baik *grammar* ataupun *vocabulary*nya, serta
> teman-teman dari China yang tidak *pede* dengan bahasa Inggrisnya,
> menjadikan bahasa isyarat adalah bahasa favorit kami. Tak lupa juga membawa
> kamus bahasa Jepang-Inggris, untuk mewanti-wanti jika bahasa isyarat tidak
> cukup mampu menjelaskan maksud sebuah kalimat.
>
>
> Hari itu kelas bahasa jepangku baru dimulai. Pembahasan tentang kuis *grammar
> *bahasa jepang. Memang melelahkan, setiap hari, di awal memulai kelas
> sarapan seluruh mahasiswa kelas bahasa jepangku adalah selembar kertas kuis
> *grammar* atau *vocabulary* bahasa Jepang. Mungkin, karena di Jepang
> sekarang sedang musim gugur menjelang musim dingin dengan temperatur udara
> yang selalu di bawah 20 derajat, akhirnya topik pembicaraan hari itu
> berlanjut tentang suhu terendah di masing-masing negara.
>
>
> Hampir seluruh mahasiswa menyebutkan angka favorit dibawah 0 derajat
> sebagai suhu terendah, bahkan seorang mahasiswa yang berasal dari Kanada
> bercerita kalau di negaranya suhu terendah pernah mencapai 30 derajat
> celcius. Fantastiskan? Tiba giliranku. Dengan bahasa jepang yang
> terbata-bata, aku menyebutkan angka 20 derajat celcius sebagai suhu terendah
> di Indonesia. Tentu pengecualiannya adalah puncak Jayawijaya. Dan sungguh
> mengejutkan reaksi mahasiswa yang lain. Sebuah nada ketidakpercayaan
> terlontarkan dari seorang mahasiswa China. Untunglah, di ruangan belajar
> kami terpampang sebuah peta dunia. Dan, akhirnya, meluncurlah penjelasan
> sang *sensei* tentang posisi Indonesia yang terletak di garis khatulistiwa
> sehingga Indonesia selalu berlimpahan sinar matahari sepanjang tahun.
>
>
> Selesailah sudah pertanyaan pertama tentang Indonesia di pagi hari itu.
>
>
> Pertanyaan kedua tentang Indonesia hadir di saat diskusiku dengan seorang
> *sister* dari Mesir, sehabis shalat ashar jamaah kami. Awalnya saat dia
> bertanya apakah ucapan yang lazim diucapkan di Indonesia sehabis sholat
> berjamaah. Sepengetahuanku tidak ada ucapan khusus, selain
> bersalaman-salaman meminta maaf dan cipika-cipiki sesama perempuan. Aku
> menjelaskannya. Kemudian, diskusi itu berlanjut dengan pertanyaannya apakah
> aku bisa membaca Al-Quran. Ketika aku menjawab iya, dia memintaku membaca
> sebuah ayat. Dan diapun bertanya seperti apa pengajaran membaca AL-Quran di
> Indonesia. Kujelaskan sebisaku.
>
>
> Diskusi kamipun semakin seru saat aku bertanya namanya dan dia
> menjelaskan kalau namanya terdiri dari empat huruf. Huruf pertama adalah
> namanya, huruf kedua adalah nama ayahandanya, huruf ketiga adalah nama kakek
> dari bapaknya, dan huruf keempat adalah nama keluarganya. Menurutnya,
> penamaan seperti itu adalah sebuah kelaziman di negeri asalnya, Mesir. Dan
> sebuah keheranan terlihat di wajahnya saat dia memintaku menyebutkan nama
> lengkapku yang terdiri dari dua huruf, tanpa disertai nama bapak, nama
> kakekku dan nama keluarga.
>
>
> Aku menjelaskan sebisaku, menjawab keherananya, kalau penamaan seperti
> itu adalah sebuah hal yang lazim di Indonesia. Dan, bukanlah sebuah hal yang
> aneh ketika di belakang nama seseorang tidak tercantun nama bapak atau
> kakeknya. Tapi, dia tetap tidak percaya dan berkata kalau itu aneh dan akan
> sangat sulit bagi seorang polisi untuk menelusuri pelaku sebuah kejahatan
> dari namanya karena ada kemungkinan sebuah nama dimiliki oleh beberapa
> orang. Juga, sangat sulit untuk melihat apakah dua orang adalah bersaudara
> atau tidak dari namanya. Kuakui argumennya benar. Dan setelah itu, aku jadi
> berfikir, apakah karena itu pulah kasus kejahatan di Indonesia memerlukan
> waktu yang lama untuk mengungkapkannya?
>
>
> Bukan hanya dengan dia aku bertemu pertanyaan itu. Mengurus beberapa
> dokumen di Jepang, nama keluarga (*family name*) selalu menjadi sebuah
> bahan pertanyaan. Dan biasanya untuk mempersingkat penjelasan atau bahkan
> mengurangi pertanyaan lanjutan, aku mencantumkan nama belakangku di kolom
> *family name*. Aku belum sanggup jika diajak berdebat dalam bahasa Jepang.
> *Grammar*nya saja masih kacau. Apalagi, perbendaharaan kata-katanya.
> Banyak yang tidak kuketahui dibandingkan yang kuketahui. Itu alasanku
> mencantumkan nama belakangku sebagai *family name*. Biasanya jurus ini
> sangat jitu. Tidak ada pertanyaan lanjutan tentang *family name*.
>
>
> Tapi, bertemu dan berdiskusi seru dengan *sister* dari Mesir membuatku
> bertanya: mengapa di Indonesia, kecuali beberapa suku: Batak contohnya,
> tidak menggunakan *family name *dalam penamaan seorang anak? Bukankah
> dulu, awalnya, Indonesia juga adalah negara kerajaan? Sampai kini, aku belum
> menemukan jawabannya, mungkin ada teman-teman yang menyimpan jawabnya.
> Tolong jelaskan untukku yah. Siapa tahu suatu saat aku mendapatkan
> pertanyaan itu lagi.
>
>
>
>
> @dormitory, Inage, November 2008
> ~ http://ingafety.wordpress.com ~
>
>
>
>
6.

Jangan Lupa: Malam Ini Ada Gathering Penulis & Penerbit

Posted by: "Jonru" jonrusaja@gmail.com   j0nru

Thu Nov 13, 2008 5:56 pm (PST)

Assallamualaikum,

Teman-teman sekalian...
Bagi Anda yang ingin menerbitkan buku, tapi belum tahu caranya,
jangan lewatkan acara yang sangat menarik malam ini:

Gathering Penulis Tiga Serangkai

Tema:
"Saatnya Menerbitkan Buku!"

Pembicara :
1. Siswanto (Tiga Serangkai)
2. Jonru (Penulislepas.com)
3. Epri Abdurrahman (Penulis)

Waktu/Tempat:
Jumat, 14 Nov 2008 jam 19.00-20.00 WIB
Panggung utama Indonesia Book Fair, JHCC Senayan, Jakarta

Simak kiat dan panduan penerbitan buku bersama ketiga pembicara. Tak
lupa, simak pula bagaimana cara mengirim naskah ke penerbit Tiga
Serangkai.

* * *

Jangan lupa pula, besok harinya ada acara:

Launching buku "Menerbitkan Buku Itu Gampang!" (MBIG)

Pembicara:
1. Jonru (Penulis Buku MBIG)
2. Eko Ramaditya Adikara (Penulis Buku Best Seller Blind Power)

Waktu/Tempat:
Sabtu, 15 Nov 2008 jam 19.00-20.00 WIB
Panggung utama Indonesia Book Fair, JHCC Senayan, Jakarta

Ada acara book signing dan door prize menarik buat Anda.

Jangan sampai terlewat, ya....

Info detil, klik http://jonru.multiply.com/journal/item/644

--
Thanks dan wassalam

Jonru
Penulis Buku "Menerbitkan Buku Itu Gampang!" (MBIG)
http://www.MenerbitkanBukuItuGampang.com/

Founder PenulisLepas.com & BelajarMenulis.com
http://www.penulislepas.com/v2
http://www.belajarmenulis.com/

Telp: 0852-1701-4194 / 021-9829-3326
YM: jonrusaja

Belajar Menulis Jarak Jauh, Kapan Saja di Mana Saja, Berlaku Internasional
=====>>> http://www.SekolahMenulisOnline.com

Personal blog:
http://www.jonru.net
http://jonru.multiply.com

7.

(mimbar) Jurnal Cahaya

Posted by: "Ain Nisa" jurnalcahaya@yahoo.com   jurnalcahaya

Thu Nov 13, 2008 6:14 pm (PST)

Jurnal Cahaya

Dan di satu pagi aku berlari mengejar kabut
mencoba menguak satu misteri dibalik dingin dan abu-abu
mencoba meraih masa yang tak kunjung tergenggam jemari
membuahkan geramku karena perlahan para kabut menepi
menyisakan ilusi sebagai konklusi

Karena kupikir di balik kabut adalah cahaya
baik yang hangat atau yang membutakan mata
mencoba menunjukkannya jalan ke dalam jiwaku
agar hati ini tunduk, sedikit patuh
namun di pertengahan jalan,
cahaya selalu tersasar entah kemana

Kuurai kesal,
kesal karena rindu
Kujajaki amarah,
marah karena cinta
Kutapaki benci,
benci akan rumah yang ingin kutinggali
Kuberlari pergi,
sambil berharap tercerabut pulang lagi

Dunia memanusiakanku
Membuatku khilaf akan nasihat abadi
Bahwa cahaya itu layaknya bintang-bintang yang sebenarnya tak pernah menghilang
baik di angkasa malam ataupun siang
Mataku-lah, yang belum mampu menampung seisi gemerlapnya

8a.

Re: Siap Menang Tidak Siap Kalah

Posted by: "Siwi LH" siuhik@yahoo.com   siuhik

Thu Nov 13, 2008 7:12 pm (PST)

saya tadi pagi juga pengen nulis fenomena yang satu ini, terutama menyoroti pilkada di Jatim yang aneh bin ajaib...

angka golput yang demikian tinggi, mencapai 56 % menunjukkan karakter orang jawa timur yang cuek beiebeh... sampai saya berpikir, berapa biaya pesta atas nama demokrasi yang terbuang begitu saja? seandainya bisa dialihkan buat mengentas anak-anak jalanan, memperbaiki kondisi penghuni Liponsos, atau memperbaiki kualitas pendidikan kita? hmmhhh...

Tapi sudahlah... saya cuma orang awam yang juga jenuh dengan segala macam coblosan, jenuh karena nyoblos ato tak nyoblos saya merasa perubahan itu tak terasakan... kecuali jika kita berusaha keras dan berdo'a tentunya maka hasil akan kita nikmati. Saya juga melihat fenomena masyarakat Jatim yang lebih simple berpikir, "siapapun pemimpinnya aku ngga peduli, siapapun yang menang akan saya dukung" rata-rata temen2 disekitar saya mengatakan paradigma tersebut.

Sebenarnya pilkada di Jatim ini layak untuk dijadikan bahan kajian, karena ada beberapa faktor menarik menurut saya. Pertama berdasarkan Quick Count oleh beberapa lembaga pasangan Kaji dinyatakan sebagai pemenang dengan selisih hanya 1% suara. Sementara hasil KPU menyatakan bahwa Karsa adalah pemenangnya dengan selisih suara hanya 0.39%. Dan angka Golput yang demikian tinggi mencapai 56%. Dan sebenarnya saya sedikit khawatir bahwa hasil yang berbeda antara Quick Count dan KPU akan memicu bentrok massa apalagi melihat selisih yg sangat sedikit. Sangat rawan kecurangan. Wajar jika banyak terjadi protes disana-sini. BAyangkan di depan anda dinyatakan sebagai pemenang, minimal perasaan menang itu sudah tergenggam kemudian di detik2 terakhir divonis anda kalah, kalau ada kecewa itu sudah sangat jelas! Tapi salutnya, masyarakat Jawa Timur tidak melakukan tindakan anarkis yang merugikan banyak pihak, bahkan sampai sekarang terasa adem ayem saja. Seperti tak
terjadi apa-apa Saya sangat salut, dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat Jawa Timur.

Walaupun sejujurnya disisi hati saya yang lain mempertanyakan "Apakaha ini bukti kedewasaan demokrasi masyarakat di Jawa Timur ataukah Masyarakat jawa timur benar2 sudah jenuh dengan segala sesuatu yang berbau coblosan?....

Salam perdamaian!

Salam Hebat Penuh Berkah
Siwi LH
cahayabintang. wordpress.com
siu-elha. blogspot.com
YM : siuhik

________________________________
From: "galih@asmo.co.id" <galih@asmo.co.id>
To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
Sent: Thursday, November 13, 2008 1:20:06 PM
Subject: [sekolah-kehidupan] Siap Menang Tidak Siap Kalah

Lagi, untuk yang kesekian kali, dan entah akan berulang untuk yang ke berapa kalinya hal yang aku tonton itu akan terus terjadi. Pagi tadi sebuah berita mengenai pilkada kembali menjadi top news (saya pikir sih berita kayak gini mah sudah basi). Berita mengenai gugatan dari salah satu calon peserta pilkada yang kalah pada perhitungan akhir versi KPU.

Kalau dihitung jumlah gugatan yang terjadi dari mulai pilkada itu diselenggarakan sampai saat ini mungkin akan sama banyaknya dengan jumlah pilkada itu sendiri. Banyak alasan dan argumentasi yang dijadikan alat untuk melakukan gugatan oleh pihak yang kalah, dari mulai penggelembungan suara, tidak transparan, money politic, dsb.

Yang menjadi pertanyaan saya adalah kenapa mereka yang kalah sering ngotot mengeluarkan suara ketidakpuasan atas berlangsungnya pemilihan tersebut? Seharusnya ketika sedari awal mencalonkan setiap calon menyadari bahwa hanya akan ada satu pemenang dan yang sisanya harus menerima kekalahan. Apakah ini yang dinamakan mental siap menang tapi tidak siap kalah (kagak intelek banget)?

Sungguh sangat disayangkan apabila sebuah pesta demokrasi tersandung pelaksanaannya hanya karena sifat kekanak-kanakan calon peserta. Mengingat untuk mengadakan pesta demokrasi ini sudah mengeluarkan banyak biaya yang kalau ditelusuri biaya tersebut hasil dari setoran rakyat kepada pemerintah. Bok ya, jangan buang-buang duit rakyat..., rakyat sudah susah.

Yang parah seperti kasus pilkada yang terjadi di Sulawesi (pemilihan gubernur salah satu propinsi kalau gak salah). Kedua kubu, yang menang dan yang kalah, menggunakan masanya untuk saling protes, demo, bahkan saling serang. Saya berfiikir bego banget yang jadi pendukungnya. Mau-maunya membela mati-matian untuk seorang calon pemimpin yang belu tentu akan berbuat sama untuk mereka. Sudah pilkadanya pakai uang rakyat, hasilnya di demo dan ada tuntutan untuk pengulangan pemilihan. cape deh... Bayangkan kalau beneran diulang, rakyat juga yang harus merogoh kocek.

Belum lagi acara rusak merusak, sepertinya sifat anarkis sudah membudaya di negara kita (bukan hanya FPI saja, harus fair dong, masa parpol jauh lebih banyak). Segala macam fasilitas pemerintahan dirusak yang otomatis memerlukan perbaikan kembali, duit lagi, rakyat lagi. Pinter sedikit kenapa?

Sepertinya pemilu yang baru saja berlangsung di negara Paman Sam perlu dicontoh (bukan bermaksud membanggakan) . Ketika Mc Cain dinyatakan kalah beliau tidak langsung mengajukan mosi tidak percaya dan melayangkan gugatan. Malah dia mengucapkan selamat kepada rivalnya, itu baru fair.

Sudahlah wahai calom pemimpin, kalau tidak siap kalah dalam pertarungan jangan maju nanti akan capek sia-sia. Tahu sendiri kan, yang namanya pilkada atau pemilu buth duit banyak. Nah, karena ambisi pengen tercatat namanya di deretan nama-nama pemimpin di negara ini bela-belain ngutang deh. Yang namanya hutang kan harus di bayar, bagaimana cara bayarnya? Mau tidak mau harus menang dalam pemilihan tersebut. Kalau sudah seperti ini menurut saya sudah bukan lagi perjuangan yang tulus untuk rakyat. Walhasil bukan namanya yang tercatat di deretan pemimpin bangsa malah tercatat sebagai pimpinan kerusuhan di negara ini.

Kemudian untuk yang menjadi kroco-kroco. Jangan pernah mati-matian membela manusia karena kebenaran itu orang belum terjamin dan terbukti, apalagi masih calon. Yang namanya mau berbuat untuk rakyat tidak mesti lewat kursi, beneran, tanpa jalur kursi jika orang-orang itu mau berbuat untuk rakyat masih bisa. Ingat yang namanya suster apung? Adalagi seorang warga dari Bandung yang membuat perpustakaan buat masyarakat sekitar, atau seorang bidan keliling yang membeli ambulance dari koceknya sendiri yang kemudian berkeliling di wilayah Jakarta melayani ibu-ibu hamil yang kurang mampu, free of charge lagi. Jangan jadikan kursi sebagai lahan untuk mendulang emas Pak, Bu.

Sudahlah, buang jauh-jauh politik mercu suar, buat saja kerja rill. Orang akan menilai dengan sendirinya. Kalaupun orang tidak dapat menilai yakinlah mata Tuhan itu tidak pernah terpejam.

13 November 2008, 13.05 pm

8b.

Re: Siap Menang Tidak Siap Kalah

Posted by: "sismanto" siril_wafa@yahoo.co.id   siril_wafa

Thu Nov 13, 2008 9:49 pm (PST)

Setuju kang...
ayo...Om. Galih

-sis-

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "Hadian
Febrianto" <hadianf@...> wrote:
>
> beliau ga mau jadi ketua SK Jakarta karena beliau siap jadi Ketua SK
> Bekasi...
>
> Vote GALIH for SK BEKASI!!!
> Vote GALIH for SK BEKASI!!!
> Vote GALIH for SK BEKASI!!!
>
>
> --
> Regards,
> Hadian Febrianto, S.Si
> PT SAGA VISI PARIPURNA

9a.

[Lonceng] Met Milad Buat Mbak Novi

Posted by: "Lia Octavia" liaoctavia@gmail.com   octavialia

Thu Nov 13, 2008 7:30 pm (PST)

Selamat hari lahir buat Mbak Novi yang berulang tahun pada hari ini, 14
November 2008. Semoga sisa umurmu menjadi berkah dan bermanfaat bagi orang
lain. Amin. ^_^

Salam hangat
Lia
9b.

Re: [Lonceng] Met Milad Buat Mbak Novi

Posted by: "Yon's Revolta" kolumnis@gmail.com   freelance_corp

Thu Nov 13, 2008 7:46 pm (PST)

makan..makan
oseng-oseng puisi ^_^

selamat..selamat

salam
yon's

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "Lia Octavia"
<liaoctavia@...> wrote:
>
> Selamat hari lahir buat Mbak Novi yang berulang tahun pada hari ini, 14
> November 2008. Semoga sisa umurmu menjadi berkah dan bermanfaat bagi
orang
> lain. Amin. ^_^
>
> Salam hangat
> Lia
>

9c.

Re: [Lonceng] Met Milad Buat Mbak Novi

Posted by: "galih@asmo.co.id" galih@asmo.co.id

Thu Nov 13, 2008 7:55 pm (PST)

Selamat Novi...
Semoga tambah berkah sisa umurnya.
Semoga besok bawa coklat yang buanyak.......

Salam,

Galih

"Yon's Revolta" <kolumnis@gmail.com>
Sent by: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
11/14/2008 10:46 AM
Please respond to sekolah-kehidupan

To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
cc:
Subject: [sekolah-kehidupan] Re: [Lonceng] Met Milad Buat Mbak Novi

makan..makan
oseng-oseng puisi ^_^

selamat..selamat

salam
yon's

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "Lia Octavia"
<liaoctavia@...> wrote:
>
> Selamat hari lahir buat Mbak Novi yang berulang tahun pada hari ini, 14
> November 2008. Semoga sisa umurmu menjadi berkah dan bermanfaat bagi
orang
> lain. Amin. ^_^
>
> Salam hangat
> Lia
>

9d.

Re: [Lonceng] Met Milad Buat Mbak Novi

Posted by: "inga_fety" inga_fety@yahoo.com   inga_fety

Thu Nov 13, 2008 8:13 pm (PST)

Novi yang manis, barakallah di hari lahirmu...

salam,
fety

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, galih@... wrote:
>
> Selamat Novi...
> Semoga tambah berkah sisa umurnya.
> Semoga besok bawa coklat yang buanyak.......
>
> Salam,
>
> Galih
>
>
>
>
> "Yon's Revolta" <kolumnis@...>
> Sent by: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
> 11/14/2008 10:46 AM
> Please respond to sekolah-kehidupan
>
>
> To: sekolah-kehidupan@yahoogroups.com
> cc:
> Subject: [sekolah-kehidupan] Re: [Lonceng] Met Milad
Buat Mbak Novi
>
>
> makan..makan
> oseng-oseng puisi ^_^
>
> selamat..selamat
>
> salam
> yon's
>
> --- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "Lia Octavia"
> <liaoctavia@> wrote:
> >
> > Selamat hari lahir buat Mbak Novi yang berulang tahun pada hari
ini, 14
> > November 2008. Semoga sisa umurmu menjadi berkah dan bermanfaat bagi
> orang
> > lain. Amin. ^_^
> >
> > Salam hangat
> > Lia
> >
>

9e.

Re: [Lonceng] Met Milad Buat Mbak Novi

Posted by: "sismanto" siril_wafa@yahoo.co.id   siril_wafa

Thu Nov 13, 2008 9:59 pm (PST)

Met Ultah ya NOv, moga panjang umur dan cepet mendapatkan jodoh
(Lho...??)

--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, "Lia
Octavia" <liaoctavia@...> wrote:
>
> Selamat hari lahir buat Mbak Novi yang berulang tahun pada hari
ini, 14
> November 2008. Semoga sisa umurmu menjadi berkah dan bermanfaat
bagi orang
> lain. Amin. ^_^
>
> Salam hangat
> Lia
>

9f.

Re: [Lonceng] Met Milad Buat Mbak Novi

Posted by: "hariyanty thahir" anty_th@yahoo.com   anty_th

Fri Nov 14, 2008 1:32 am (PST)

Barokallah ya mbak Novi ^_^
smoga makin sholehah dan d cinta Allah

by:antz

10a.

(catcil) Emang aku mau nikah :-)

Posted by: "aisyah muchtar" myaisyah_mymuchtar@yahoo.co.id   myaisyah_mymuchtar

Thu Nov 13, 2008 7:51 pm (PST)

Huaaaa...belakangan ini banyak orang yang beranggapan aku mau
menikah! (ya iyalah masa gak mau...)

1.
Baru berapa menit sampe ruang kerja, seorang rekan kerja dari divisi
lain, sengaja menghampiriku untuk bersalaman dan menyapa. Mba Luluk,
tiba-tiba menatapku beberapa detik tanpa mengedip. Sambil mesem-
mesem dia bilang: "Wah..Neneng tambah putih ya.., tambah cantik..
Mau nikah ya Neng?. Glek, aku terbang dengar pujiannya dan segera
turun lagi ke Bumi. "ya iyalah..masa gak mau nikah!!"

2.
Di Asrama mahasiswa kampusku UNESA Surabaya lagi tersebar berita
tentang 4 orang muslimah yang Insya Allah akan menikah di Bulan
Desember. Sebenarnya prinsip para muslimah ini adalah seperti yang
disabdakan Rasulullah: merahasiakan pinangan dan mensyiarkan
pernikahan. Nah, entah kenapa, pernikahan 4 orang muslimah ini sudah
terdengar dan menyebar bahkan sampai ke luar kota dan luar propinsi,
seperti aku yang di jakarta. Biasanya, berita baru menyebar H-7, lah
ini aneh sekali H-60 hari sudah menyebar.

Biasalahhhh muslimah khan juga perempuan, manusia biasa. Denger yang
heboh dan menggembirakan sedikit, pasti 'ngegosipin'. Maka mulailah
banyak orang 'mencari tahu' siapa yang akan menikah. Spekulasipun
bermunculan, para senior jadi 'tertuduh' dan pelaku utama tetap
bungkam!. Di suatu smsm "ya kan, mba neneng khan salah satunya??
Hayo ngaku!!". Di suatu pembicaraan via YM: Mba, waktu anti ke
surabaya Ied kemaren pakaiannya khan pinky terus, tanda-tanda mau
nikah nih..ya kan? desember kan?, salah satu dari 4 orang itu
kan?.". Ampun deh nih, adek-adekku...mau tabayun, koq nuduh
gitu..maksa lagi.:-).

Lalu apa yang harus ku jawab?. Kalo aku bilang "enggak", trus
kebetulan malaikat lewat dan meng'aminkan; gimaana dunk? Aku beneran
gak nikah entar :-(. Yo wis..ku anggap 'tuduhan' mereka adalah do'a
dan akhirnya ku 'amin'kan tuduhan mereka. Merekapun semakin senang,
karena menurut mereka aku telah 'mengaku. Hahahaha, adek-adekku yang
aneh :D.

3.
Dan tiba-tiba..akupun menuliskan sebuah hasrat;

Setiap hari adalah memintal kesabaran dan kesyukuran agar tidak sia-
sia usaha kita untuk bertemu
Setiap hari adalah memperbaiki diri agar dewasa dan matang kita saat
bertemu
Setiap hari adalah bekerja, berbuat, bergerak agar nyata keyakinan
dan keinginan kita untuk bertemu
Setiap hari adalah membaca alam agar bertambah ilmu kita untuk
bertemu
Setiap hari adalah 'memaksa'-Nya agar dijauhkan dari ketergesaan
tapi disegerakan bagi kita utuk bertemu
Setiap hari adalah 'merayu'Nya agar berkah ijab dan qobul kita saat
bertemu
Setiap hari adalah menggairahkan cinta dan menyulam harapan agar sia-
sia usaha syetan memisahkan kita saat bertemu

ps.: Tujuan utama tulisan ini dibuat adalah: agar lebih banyak lagi
yang mendoakan dan mengaminkan hasratku. Jadi...ayo amin-kan bareng-
bareng..:D
-nurhasanah muchtar yang lagi .........:D.

10b.

Re: (catcil) Emang aku mau nikah :-)

Posted by: "hariyanty thahir" anty_th@yahoo.com   anty_th

Fri Nov 14, 2008 1:32 am (PST)

Amiin ya Robb
Duh bapak kepala sekolah harus mulai mikirin anak2 nya nih ^_^

by : antz

11.

(Mimbar) Akhlak Spontan

Posted by: "cahaya.khairani" cahaya.khairani@yahoo.com   cahaya.khairani

Thu Nov 13, 2008 7:52 pm (PST)


Di sebuah ruang bangsal rumah sakit, dua orang Nenek tengah
mendapatkan perawatan atas penyakit yang dideritanya. Keluarga
masing-masing dari kedua Nenek tersebut telah berkumpul disamping
pembaringan, ada anak, menantu, dan cucu. Kondisi kedua Nenek
tersebut rupanya telah cukup parah, hanya tinggal menunggu waktu.

Dalam kondisi yang sama, Nenek pertama terus-menerus mengeluarkan
suara erangan kesakitan, dengan sekali-sekali disertai dengan umpatan.
Ketika perawat menyuruhnya untuk "nyebut", Si Nenek malah menyebut dan
memanggil-manggil Ibunya yang telah meninggal. Ketika anak dan
menantunya membimbing mengucapkan "Astaghfirullah", Si Nenek malah
berteriak, "Aku ora isooo…!".

Lain halnya dengan Nenek kedua, tanpa disuruh, dan tanpa dibimbing,
kalimat thoyyibah mengalir terucap dari lisannya. Rasa sakit disekujur
tubuh yang dirasakannya, dipasrahkan sepenuhnya kepada Allah. Sesekali
terdengar juga ia mengucapkan shalawat.

Bagaimana akhlak seseorang dapat dilihat dari perkataan atau perbuatan
yang keluar secara spontan dari dalam dirinya ketika orang itu tengah
dalam kondisi dibawah ambang kesadaran. Seorang yang berakhlak
pendzikir, yang lisannya senantiasa berdzikir dalam keadaan duduk,
berdiri, dan berbaring, secara spontan akan mengucapkan
"Astaghfirullah!" bila ia tiba-tiba tersandung, atau mengucapkan
"Allahu Akbar!" bila ia dikejutkan oleh sesuatu, sedangkan seorang
yang tidak terbiasa membasahi lidahnya dengan berdzikir, serta merta
mengucapkan "Aduh!", atau bahkan umpatan dengan menyebutkan nama-nama
penghuni kebun binatang.

Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa akhlak merupakan suatu perbuatan yang
dilakukan oleh seseorang tanpa melalui proses pemikiran dan
pertimbangan sehingga dapat dikatakan bahwa akhlak adalah perbuatan
yang muncul secara spontan.

Seseorang yang bersedekah untuk panti asuhan setelah ia mendengar
khotbah Jumat, yang menerangkan tentang keutamaan menyantuni anak-anak
yatim. Orang tersebut belum dapat dikatakan mempunyai akhlak dermawan,
karena kedermawanannya muncul begitu ia mendengar khotbah, dan belum
tentu muncul lagi pada kesempatan yang lain. Namun apabila kapan dan
dimanapun ia bersedekah, ada stimulan dari luar ataupun tidak, dalam
jumlah sedikit ataupun banyak, diminta ataupun tidak . Dia selalu
bersedekah, maka barulah dia dikatakan mempunyai akhlak dermawan.

Seseorang juga belum dikatakan mempunyai akhlak penolong ketika pada
orang yang tengah membutuhkan pertolongan ia masih menimbang-nimbang
apakah akan menolong ataukah tidak. Baru disebut mempunyai akhlak
penolong apabila dia segera memberikan pertolongan tanpa banyak
pertimbangan dan pemikiran, baik dirinya dalam keadaan lapang maupun
sempit, baik diketahui khalayak ramai maupun tidak.

Ibarat rembulan yang setia menerangi malam walaupun rembulan sangat
bergantung pada matahari. Meski dalam keadaan sempit dan dirinya
sendiri sesungguhnya membutuhkan pertolongan orang lain, tidak
menjadikannya terhalang untuk membantu orang lain yang membutuhkan.
Demikianlah seorang yang memiliki akhlak penolong.

Dalam islam, akhlak tidak terbentuk hanya sekali kemudian `mentok'.
Oleh karena itu kita tidak dapat mengatakan seseorang yang mempunyai
sifat pemarah sampai mati pun ia tidak akan berubah. Sebab dalam
islam, akhlak terbuka bagi seluruh perbaikan, pengembangan, dan
penyempurnaan diri.

Saya setuju dengan pendapat yang mengatakan bahwa diri kita yang
sekarang bukanlah diri kita yang sesungguhnya, karena diri kita yang
sesungguhnya adalah seluruh proses perbaikan diri hingga ajal datang
menjemput. Tidak perlu berkecil hati bila kita mempunyai kekurangan
dalam karakter, dan jangan terburu-buru mengklaim seseorang mempunyai
karakter yang tak dapat berubah. Karena selama ajal belum menjemput
kita maupun dia masih mempunyai kesempatan untuk terus-menerus
memperbaiki diri hingga menjadi manusia terbaik yang dicintai Allah
dan RasulNya. Sebagaimana kepribadian muslim yang digambarkan dalam
Al-Qur'an (QS. Ibrahim : 24-25) dengan permisalan pohon thoyyibah.
Seorang muslim yang aqidahnya kokoh tertancap dalam jiwa, ibadahnya
benar-benar ikhlas mengharap ridho Allah, serta selalu menampilkan
diri dengan akhlak yang mulia.

Seorang yang masih harus banyak banget memperbaiki diri,
http://www.cahayakhairani.multiply.com

12.

Lowongan CPNS Depag 2008

Posted by: "bApaKne vLeA" kampungcahaya@yahoo.com   kampungcahaya

Thu Nov 13, 2008 8:35 pm (PST)

Untuk memenuhi kebutuhan pegawai Depag, maka Depag mengadakan seleksi calon karyawan. Pendaftaran dilakukan pada 17-20 November 2008.
Lokasi pendaftaran:
Kanwil Dep. Agama Provinsi DKI Jakarta
Jl. DI Panjaitan No.10 Kebon Nanas
Jakarta Timur
 
Keterangan mengenai persyaratan lebih lanjut, silakan download di sini.

 

13.

[Rampai] Kupu-Kupu

Posted by: "Agung Argopo" gopo_alhusna@yahoo.co.id   gopo_alhusna

Thu Nov 13, 2008 9:45 pm (PST)

Kupu-Kupu
~ Achi TM ~
 
Kupu-kupu itu indah
elok rupanya, ia terbang ke sana kemari untuk mencari bunga yang cantik
kupu-kupu adalah puitisasi
keromantisannya menjalar bagaikan rambat
menjulur bagaikan sulur
 
ia buat diriku termenung
ah... kupu-kupu...
kau bertarung dalam kepompong
kau memaknai hidup dengan menyeruakkan kepompong
akankah aku menjadimu?
 
kupu-kupu
pagi ini kau datang lewat kartu
bernama Multiply
salam sapa bersama kupu-kupu yang  terbang
 
duhai... siapakah gerangan yang berbaik hati mengirimkan kupu-kupu?
oh... seorang sahabat baru... cantik nian berbalut jilbab
 
terima kasih...
semoga kupu-kupu itu bisa membawaku terbang dari keterpurukan ini...
 
14-11-09
In Cimone, With Tears...

__________________________________________________________
Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
14.

BUKAN SEKADAR MENGUTIP (CATATAN KAKI)

Posted by: "arya noor amarsyah arya" arnabgaizir@yahoo.co.id   arnabgaizir

Fri Nov 14, 2008 12:24 am (PST)


 
BUKAN SEKADAR MENGUTIP
 
            Kemarin (12/11-2008) saya menulis sebuah artikel yang berjudul 'HENDAK KEMANAKAH MEDIA MASSA KITA?'. Dalam tulisan itu, saya mencantumkan data dari Komisi Penyiaran Indonesia. Tepatnya data di bawah ini.
Apa jadinya bila tayangan kekerasan di televisi sudah mencapai 95,8 % kekerasan secara fisik, 2,8% kekerasan secara fisik dan verbal dan 1,4 kekerasan secara verbal. (sumber Komisi Penyiaran Indonesia) (Kompas Senin 10/11-2008)
Ketika tulisan itu selesai dibuat, saya segera mengirimkannya ke berbagai milis yang saya ikuti. Saya juga mengirimkannya ke beberapa orang tertentu.
Terlintas sebuah tanda tanya dalam diri saya. Apa maksud dari data di atas? 95,8 untuk kekerasan secara fisik, 2,8 untuk kekerasan secara fisik dan verbal serta 1,4 untuk kekerasan secara verbal?
Apakah yang dimaksud dengan 95,8 ini mewakili tayangan TV secara keseluruhan.  
Atau, 95,8 hanya menggambarkan besarnya tayangan kekerasan fisik saja,  sehingga 95,8 ini bukan besarnya tayangan kekerasan yang mewakili tayangan TV secara keseluruhan. Misalnya 95,8 % merupakan salah satu bagian dari tayangan kekerasan secara umum. Sedangkan porsi tayangan kekerasan di tengah-tengah tayangan televisi secara umum hanya mencapai 20%. Sehingga 80% nya lagi bukan tayangan kekerasan.
Usai kemunculan lintasan pikiran ini, saya kembali memeriksa tulisan yang telah dikirim.  Saya juga kembali memeriksa data yang telah saya kutip dari sebuah harian. Apakah data yang dikutip sama dengan tulisan yang saya telah buat? Apakah maksud yang terdapat di harian itu sama dengan maksud yang terdapat di dalam tulisan saya?
Hasilnya, angka-angka seperti 95,8; 2,8 serta 1,4  yang terdapat di harian tidak menggunakan persen. Sedangkan angka-angka yang terdapat di dalam tulisan saya menggunakan persen. Sehingga menjadi 95,8 %, 2,8% serta 1,4%. Pertimbangan saya mencantumkan persen adalah karena kemungkinan besar memang itu yang dimaksud. Jika bukan persen, lalu apa?
Saya juga memeriksa ulang tulisan yang ada di koran mengenai maksud angka-angka ini. Lalu dibandingkan dengan maksud yang terdapat di dalam tulisan saya. Apakah maksud yang di dalam koran sama dengan maksud yang terdapat di dalam tulisan saya?
 
arnabgaizir.blogspot.com
arnab20.multiply.com

__________________________________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
15.

JIKA RAZIA PREMAN, PSK ADA, MENGAPA RAZIA HOMO DAN LESBI BELUM? (CAT

Posted by: "arya noor amarsyah arya" arnabgaizir@yahoo.co.id   arnabgaizir

Fri Nov 14, 2008 12:30 am (PST)


 
JIKA RAZIA PREMAN, PSK ADA,
MENGAPA RAZIA HOMO DAN LESBI BELUM?
 
            Anda mungkin menyaksikan tayangan terakhir mengenai Rian –si penjagal-. Karena aksi mutilasinya, Rian dituntut hukuman mati. Di sela-sela wawancara, Rian sempat mengirimkan salam kepada Nouval, kekasih gay-nya. Dengan tersenyum, Rian mengatakan bahwa sebentar lagi Nouval akan berulang tahun.
            Sejak Rian ditangkap hingga kini yang menjadi sorotan hanyalah perkara pembunuhan mutilasi yang telah dilakukannya. Sedangkan prilaku menyimpangnya sebagai seorang gay tidak dipermasalahkan. Coba perhatikan ayat-ayat mengenai hal ini. Misalnya Al-Qur'an surat Al-'Araf (7): ayat 80-84. Selain itu baca pula Al-Qur'an surat Hud (11):78-83.
            Dalam surat Al-'Araf dijelaskan perilaku menyimpang dari kaum nabi Luth yang menyukai sesama jenis (sesama lelaki) dan bukan kepada lawan jenis (wanita). Kemudian Allah mengadzab mereka dengan menurunkan hujan batu.
            Dalam surat Hud dijelaskan bahwa nabi Luth menawarkan putri-putrinya untuk dinikahi kaum pria. Namun apa jawabnya, "Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap putri-putrimu, dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki." Kemudian Allah mengadzab kaum Luth dengan membalikkan negeri mereka. Mereka juga dihujani dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi.
            Fenomena pasangan sejenis sepertinya mendapat angin di Indonesia. Buktinya, Pasangan gay asal Belanda menikah di Bali. Mereka menjalani upacara pernikahan secara Hindu, di pinggiran Tabanan, Bali. (http://www.detiknews.com/read/2008/10/15/182527/1020657/10/pasangan-gay-belanda-nikah-secara-hindu-di-Bali)
            Memberi izin dan memfasilitasi pasangan sejenis yang ingin menikah merupakan gejala yang tidak baik. Sebab bisa jadi ini akan menjadi pelopor dan terus berkembang di Indonesia, na'udzu billahi min dzalik.
            Perilaku homo dan lesbian merupakan perilaku yang bertentangan dengan fitrah manusia. Allah menciptakan manusia terdiri dari laki-laki dan perempuan. Masing-masing dibekali oleh Allah dengan naluri seksual. Setiap laki-laki mempunyai kecendrungan terhadap perempuan, juga sebaliknya. Bila ada manusia yang tidak tertarik terhadap lawan jenisnya, maka itu perlu dipertanyakan.
            Perilaku menyimpang ini dapat menular. Sebagaimana kebaikan dapat menyebar, demikian pula sebuah kemaksiatan.
Soalnya, ada bukti yang boleh dibilang sangat mewakili untuk dijadikan alasan. Sebut saja Andi (bukan nama sebenarnya) yang mengungkapkan masa lalunya kepada majalah Jakarta-Jakarta, edisi Agustus 1996. Kepada majalah tersebut Andi menuturkan bahwa suatu ketika ia pernah diajak kencan oleh seorang sopir yang bekerja pada teman bapaknya. Perkenalan itu dimulai ketika Andi main ke tempat teman bapaknya itu. Disitulah sang sopir yang berbadan kekar dan terkesan jantan alias macho memperkenalkan 'sentuhan' awal dari teknik-teknik bersodomi. Celakanya, setelah kejadian itu Andi malah jadi nyandu bahkan doyan melakukan cara gaul yang abnormal itu. Naudzu billahi min dzalik!
Bukti lain bahwa 'penyakit' ini bisa menular adalah pada jaman Nabi Luth. Orang-orang yang melakukan kemaksiatan itu awalnya bsia dihitung dengan jari, tapi kemudian secepat kilat membengkak menjadi satu kampung, jelas ini memang menular. Maka perlu ada tindakan khusus supaya tidak menjalar kemana-mana. Gawat! http://www.gaulislam.com/gay-lesbian-no-way
Oleh karenanya, masalah tidak dapat dibilang ringan. Selain dosanya dapat mengundang adzab Allah, ternyata perilaku ini dapat menular kepada orang lain.
Jika razia preman dan PSK dapat dilakukan, mengapa razia homo dan lesbian tidak dilakukan? Terutama kepada mereka yang telah mengaku bahwa diri mereka melakukan prilaku menyimpang. Terutama terhadap mereka yang sudah diketahui sebagai pengikut kaum nabi Luth yang homoseksual dan lesbi.
Sebagaimana para preman diberi penyuluhan dan pengarahan, maka kaum homo dan lesbi juga tidak kalah penting untuk diluruskan.
Namun jika mereka masih membandel, tidak salah kalau kita memberi mereka sanksi hukum.
Apa bentuk hukuman menurut Islam yang bakal dikenakan kepada kaum homo dan lesbian ini? Salah satu di antaranya dikemukakan oleh Zainuddin bin Abdul 'Aziz Al Malibaary, yang mengatakan: Sekelompok fuqaha (ahli fiqih) yang menetapkan bahwa pelakunya wajib dihukum sebagaimana menjatuhkan hukuman perzinaan. Kalau pelakunya adalah orang yang telah menikah, maka wajib dirajam. Yaitu bentuk siksaan yang pelaku kemaksiatan itu ditanam sebatas leher lalu dilempari dengan batu sampai mati. Kalau pelakunya masih lajang? Wajib didera alias dicambuk sebanyak seratus kali.
Dan pendapat ini pula yang menetapkan bahwa terhadap laki-laki yang digauli oleh homoseksual, diberikan sanksi dera 100 kali atau diasingkan selama setahun; baik laki-laki maupun perempuan, yang pernah kawin maupun yang belum pernah.
Ada juga segolongan fuqaha yang berpendapat bahwa pelaku homoseksual itu harus dirajam, meskipun ia belum pernah kawin. Ini termasuk pendapat Imam Malik dan Imam Ahmad bin Hambal, Pendapat lain, yakni Imam Syafi'i menetapkan pelaku dan orang-orang yang 'dikumpuli' (oleh homoseksual dan lesbian) wajib dihukum mati, sebagaimana keterangan dalam hadits, "Barangsiapa yang mendapatkan orang-orang yang melakukan perbuatan kaum Nabi Luth (praktek homoseksual dan lesbian), maka ia harus menghukum mati; baik yang melakukannya maupun yang dikumpulinya." (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Baihaqi). (Zainuddin bin Abdul 'Aziz Al Malibaary, Irsyaadu Al 'ibaadi ilaa Sabili Al Risyaad. Al Ma'aarif, Bandung, hlm. 110).
Adapun teknis yang digunakan dalam eksekusinya tidak ditentukan oleh syara'. Para sahabat pun berbeda pendapat tentang masalah ini. Ali r.a. memilih merajam dan membakar pelaku homoseks, sedang Umar dan Usman r.a. berpendapat pelaku dibenturkan ke dinding sampai mati, dan menurut Ibnu Abbas dilempar dari gedung yang paling tinggi dalam keadaan terjungkir lalu diikuti (dihujani) dengan batu. Boleh jadi menurut ukuran hawa nafsu kita hal itu mengerikan. Tapi, tentu saja sebagai seorang muslim yang beriman, kita wajib mentaati segala ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya. http://www.gaulislam.com/gay-lesbian-no-way
 
 
 
 
           
 
arnabgaizir.blogspot.com
arnab20.multiply.com

__________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
16.

(Kelana) Mengenal Orang Baduy Yuks !

Posted by: "Saloute !!" saloute007@yahoo.com   saloute007

Fri Nov 14, 2008 12:31 am (PST)



Baduy yang
berlokasi di desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Rangkasbitung Banten
terdiri dari kampung Gajebo, Cikeusik, Cibeo,dan Cikertawana.dan terbagi atas baduy
luar dan baduy dalam.Daerah yang berluas 138 ha, terdiri atas 117 kk yang
menempati 99 rumah yang dinamakan Culah Nyanda atau rumah panggung, sedangkan
rumah kokolot atau duku dinamakan Dangka, yang menghadap keselatan.Masyarakat
suku baduy yang berpenduduk kurang lebih 10 ribu jiwa ini tinggal di wilayah
yang berbukit-bukit, dan berhutan-hutan, dengan memilki lembah yang curam
sedang, sampai curam sekali. Berdasarkan hasil pengukuran langsung di lapangan
wilayah-wilayah pemukiman baduy rata-rata terletak pada ketinggian 250 m diatas
permukaan laut, dengan wilayah pemukiman di daerah yang cukup rendah 150 m
diatas permukaan air laut dan pemukiman yang cukuop tinggi pada ketinggian 400
m diatas permukaaan laut.



Wilayah Baduy
itu berdasarkan lokasi geografinya terletak pada 60 27� 27� � 60
30� LU dan 1080 3� 9� � 1060 4� 55� BT. wilayahnya
berbukit � bukit dengan rata �rata terlelak pada ketinggian 250m diatas
permukaan laut.



Sebutan "Baduy"
merupakan sebutan yang diberikan oleh penduduk luar kepada kelompok masyarakat
tersebut, berawal dari sebutan para peneliti Belanda yang agaknya mempersamakan
mereka dengan Badawi atau Bedouin Arab yang merupakan masyarakat yang
berpindah-pindah (nomaden).



Mengenai asal usul orang Baduy,
jawaban yang akan diperoleh adalah mereka keturunan dari Batara Cikal, salah
satu dari tujuh dewa atau batara yang diutus ke bumi. Asal usul tersebut sering
pula dihubungkan dengan Nabi Adam sebagai nenek moyang pertama. Menurut
kepercayaan mereka, Adam dan keturunannya, termasuk warga Baduy mempunyai tugas
bertapa atau asketik (mandita) untuk menjaga harmoni dunia. Mereka juga
beranggapan bahwa suku Baduy merupakan peradaban masyarakat yang pertama kali
ada di dunia



Kemungkinan lain adalah karena
adanya Sungai Baduy dan Gunung Baduy yang ada di bagian utara dari wilayah
tersebut. Mereka sendiri lebih suka menyebut diri sebagai urang Kanekes
atau "orang Kanekes" sesuai dengan nama wilayah mereka, atau sebutan
yang mengacu kepada nama kampung mereka seperti Urang Cibeo (Garna,
1993).



Pendapat lainnya yang membuktikan orang Baduy manusia tertua
setidaknya di Pulau Jawa�, berdasarkan �bukti-bukti prasejarah dan
sejarah,�punden berundak�Lebak Sibedug di Gunung Halimun�3 km
lebih dari Cibeo berusia 2500 SM masa neolitik, memiliki kesamaan simetris
dengan peninggalan yang sama� dengan piramida di�Mesir dan Kuil Mancu
Pichu di Peru ribuan tahun silam.



Untuk mengetahui lebih detailnya, silahkan mengunjungi� http://saloute.multiply.com



Salam�

17.

OSHIN di TVRI !!!

Posted by: "magnet zone" magnetzone@gmail.com

Fri Nov 14, 2008 1:32 am (PST)

*OSHIN** di TVRI !!!*

Masih ingat Oshin yang imut, rajin dan tangguh ?

Ia akan hadir kembali di TVRI !!

Setiap hari Senin hingga Jumat pk. 19:30-20:00 WIB

Mulai 1 Desember 2008� 18 Februari 2009

--
Magnet Zone Cafe Bookstore at www.magnetzone.multiply.com
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

Instant smiles

Share photos while

you IM friends.

Yahoo! Groups

w/ John McEnroe

Join the All-Bran

Day 10 Club.

Special K Group

on Yahoo! Groups

Join the challenge

and lose weight.

Need to Reply?

Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.

Create New Topic | Visit Your Group on the Web

Tidak ada komentar: