Selasa, 16 September 2008

[daarut-tauhiid] Cara Mengucapkan Salam Kepada Orang Kafir

Assalamu'alaikum wr wb,
Ucapan "Assalamu'alaikum" adalah doa yang artinya
semoga Allah memberi keselamatan bagimu. Salam ini
hanya boleh diucapkan kepada Muslim karena doa kepada
Non Muslim hanya boleh berupa doa agar mereka diberi
petunjuk/hidayat oleh Allah SWT ketika masih hidup.

Ada pun salam yang diucapkan Nabi kepada orang kafir
adalah:

salamun 'alaa man ittaba'al-huda (salam kepada orang
yang mengikuti petunjuk).

Di situ ada persyaratan bahwa hanya yang mengikuti
petunjuk Allah yang dapat keselamatan. Jadi kalau
orang kafir itu tidak mengikuti petunjuk, dia tidak
dapat.

Bagaimana jika orang kafir yang mengucapkan lebih
dulu? Ketika orang Yahudi memelesetkan Salam, kepada
'Aisyah Nabi mengatakan agar mengucapkan 'Alaika
(begitu pula bagimu).

Berikut artikel tentang mengucapkan Salam kepada orang
kafir.
Wassalam

http://www.eramuslim.com/ustadz/shl/6815131508-memberi-salam-lebih-dahulu-non-muslim.htm?rel
Ustadz Menjawab
bersama Ust. H. Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan
Memberi Salam Lebih Dahulu kepada Non Muslim

Rabu, 16 Agu 06 12:10 WIB

Kirim teman

Assalamu'alaikum ustadz.

Saya mau bertanya mengenai salam. Bagaimana hukumnya
orang Islam yang mengucapkan assalamu'alaikum kepada
teman/orang yang bukan Islam?

Saya pernah berselisih pendapat dengan teman saya
karana saya menyatakan kita tidak boleh mengucapkan
salam (assalamu'alaikum warramatullahi wa barakatuh)
kepada teman/orang non muslim.

Teman saya membantah dengan argumen bahwa kita
diperbolehkan mengucapkan assalamu'alaikum kepada
teman/orang non muslim jika tidak diiringi dengan
kalimat warramatullahi wa barakatuh.

Bagaimana yang benar menurut syari'at, pak ustadz?

Pramono
bilapram
Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ada beberapa sudut pandang yang sedikit berbeda dari
para ulama tentang masalah ini. Sebagian ada yang
mengharamkan dan sebagian membolehannya dengan syarat.

Sebagian ulama ada yang punya harga diri tinggi di
depan kaum kafir. Sehingga beberapa dari mereka
bersemangat untuk mengharamkan memberikan salam kepada
orang kafir. Terutama kalau memulai memberi salam.

Syeikh Ibnu Utsaimin ketika ditanyakan masalah ini,
secara tegas menjawab haram dan tidak boleh. Dalilnya
adalah sabda Rasulullah SAW:

Janganlah kalian memberi salam terlebih dahulu kepada
yahudi dan nasrani. Kalau kalian bertemu mereka di
jalanan, maka pepetlah mereka ke tempat yang sempit'.
(Al-Hadits)

Namun Syeikh Utsaimin mewajibkan umat Islam menjawab
salam orang kafir dengan jawaban yang setimpal.
Lantaran Allah SWT sudah berfirman:

وَإِذَا حُيِّيْتُم
بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّواْ
بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ
رُدُّوهَا إِنَّ اللّهَ كَانَ
عَلَى كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا

Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu
penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan
yang lebih baik dari padanya, atau balaslah
penghormatan itu. Sesungguhnya Allah memperhitungankan
segala sesuatu. (QS. An-Nisa': 86)

Yang dimaksud dengan jawaban yang setimpal seperti
ucapan: 'wa'alaikum', yang artinya kira-kira: dan
demikian juga dengan anda. Hal itu karena diriwayatkan
bahwa dahulu ada seorang yahudi yang memberi salam
kepada nabi dengan ucapan: 'assaamu 'alaika ya
Muhammad'. Dan kata assaamu artinya kematian. Kata ini
pelesetan dari 'assalaamu 'alaikum'. Maka nabi
berkata, "Kalau orang kafir mengatakan padamu assaamu
'alaikum, maka jawablah dengan wa 'alaikum."

Dan syeikh mengatakan bahwa seandainya mereka memberi
salam dengan lafadz yang benar seperti 'assalamu
'alaikum', maka kita wajib membalasnya dengan lafadz
yang sama.

Pendapat yang Tidak Mengharamkan Secara Mutlak

Namun sebagian ulama memandang bahwa penyampaian salam
dikembalikan kepada niatnya. Kalau niatnya berupa rasa
rendah diri di depan orang kafir, haram hukumnya.
Tetapi kalau penghormatan yang tidak menunjukkan
kerendahan umat Islam, tidak menjadi soal.

Dalilnya adalah salam yang dituliskan nabi Muhammad
SAW ketika berkirim surat kepada raja-raja dunia yang
bukan muslim. Surat-surat nabi itu dimulai dengan
basmalah dan salam. Lengkapnya berbunyi: salamun 'alaa
man ittaba'al-huda (salam kepada orang yang mengikuti
petunjuk).

Meski bukan lafadz assalamu 'alaikum, namun kalimat
pembuka surat nabi itu juga tetap mengandung kata-kata
'salam. Meski pun juga sifatnya masih mu'allaq
(tergantung), tidak langsung mendoakan orang kafir
penerima surat itu secara pasti, tetapi mendoakannya
bila dia mengikuti petunjuk (masuk Islam).

Juga tidak mengapa bila berbasa-basi dengan orang
kafir yang tidak memusuhi kita dan mulai dengan
menyapa mereka, asalkan dengan lafaz yang tidak
mengandung rasa rendah diri sebagai muslim. Terutama
bila memang dirasa perlu. Seperti ucapan ahlan wa
sahlan dan kaifa haluka. Ucapan ahlan wa sahlan kalau
diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi 'selamat
datang'. Selamat yang dimaksud dalam idiom ini sama
sekali berbeda makna dan esensinya dengan lafadz
assalamu 'alaikum. (lihat kitab Al-Mausu;ah
Al-Fiqqhiyah Al-Kuwaitiyah jiid 25 halaman 168)

Demikian juga kita boleh menyapa mereka dengan lafaz
shabahul khair, atau shabahus surur, yang terjemahan
bebasnya adalah selamat pagi atau selamat sore. Tapi
makna selamat di sini berbeda dengan makna assalamu
'alaikum.

Imam Ibnul Qayyim dalam kitab Zaadul Ma'aad jilid 2
halaman 424 menuliskan bahwa sebagian ulama
membolehkan untuk mendahului orang kafir dalam memberi
salam demi kemashlahatan yang kuat dan nyata
dibutuhkan. Atau karena alasan takut dari ulah orang
kafir itu. Atau karena adanya hubungan kekerabatan
denganmereka. Atau karena sebab-sebab lain yang
seperti itu.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum
warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

http://www.almanhaj.or.id/content/2006/slash/0
Mengucapkan Salam Kepada Orang Kafir, Dan Mengucapkan
Salam Kepada Muslim Dan Kafir
Sabtu, 23 Desember 2006 00:58:40 WIB

MENGUCAPKAN SALAM KEPADA MUSLIM DAN KAFIR

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya :
Tentang hukum mengucapkan salam kepada seorang muslim
dengan ungkapan, "Assalamu 'ala man ittaba 'a
Al-Huda" (semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada
yang mengikuti petunjuk)? Dan bagaiamana mengucapkan
salam kepada penghuni suatu tempat yang terdiri dari
muslim dan kafir?

Jawaban
Tidak boleh mengucapkan salam kepada seorang muslim
dengan ungkapan, "Assalamu 'ala man ittaba 'a
Al-Huda", karena ungkapan ini dinyatakan oleh
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika
berkirim surat kepada orang-orang non muslim. Karena
saudara anda seorang muslim, maka ucapkan
"Assalamu'alaikum". Jika anda mengucapkan,
"Assalamu 'ala man ittaba 'a Al-Huda", berarti
mengkatagorikan saudara anda tidak termasuk
orang-orang yang mengikuti petunjuk.

Jika orang-orang itu terdiri dari kaum muslimin dan
nashrani, maka hendaknya mengucapkan kepada mereka
dengan ucapan yang biasa, "Assalamu 'alaikum"
dengan tujuan kepada kaum muslimin.

[Majmu Fatawa wa Rasa'il, Syaikh Ibnu Utsaimin 3/35]

MENGUCAPKAN SALAM KEPADA ORANG KAFIR

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya :
Bolehkah kita memulai salam kepada orang-orang kfir ?
Dan bagaimana kita membalas salam jika mereka lebih
dulu mengucapkan salam kepada kita ?

Jawaban
Orang-orang yang datang kepada kita, baik dari timur
maupun dari barat yang non muslim, tidak halal bagi
kita untuk memulai mengucapkan salam kepada mereka,
karena Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Janganlah kalian memulai kaum yahudi dan
jangan pula kaum nashrani dengan ucapan salam
"[Hadits Riwyat Muslim dalam As-Salam 2167]

Tapi jika mereka lebih dahulu mengucapkan salam kepada
kita, maka hendaklah kita megucapkan seperti salam
mereka kepada kita, hal berdasarkan firman Allah
Subhanahu wa Ta'ala.

"Artinya : Apabila kamu dihormati dengan suatu
penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan
lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa)"
[An-Nisa : 86]

Ucapan salam mereka dengan ungkapan salam Islam
"Assalamu 'alaikum" tidak terlepas dari dua hal.

Pertama : Mereka jelas-jelas mengucapkan dengan adanya
lam yaitu, "Assalamu 'alaikum (semoga
kesejahteraan bagimu), maka kita boleh mengucapkan
'Alaikumus salam atau wa alaikum (semoga juga
bagimu).

Kedua : Jika mereka tidak jelas mengucapkan lam,
misalnya mereka mengucapkan, "Assamu 'alaikum"
(semoga kematian menimpamu), maka kita mengucapkan,
"wa 'alaikum" [1] (juga menimpamu). Demikian
ini, karena dulu kaum Yahudi pernah datang kepada
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam lalu
mengucapkan salam kepada beliau dengan ucapan,
"Assamu 'alaikum", mereka tidak jelas
mengucapkan lam. As-Sam artinya al-maut (kematian),
maksudnya mereka mendo'akan Nabi Shallallahu
'alaihi wa sallam agar mati. Karena itu Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan untuk
mengucapkan pada mereka, "wa 'alaikum". Jadi,
jika mereka mengucapkan, "Assamu 'alaikum" maka
kita membalas dengan ucapan, "wa 'alaikum",
maksudnya, semoga kematian itu menimpa kalian pula.
Demikianlah yang ditunjukkan oleh As-Sunnah.

Adapun memulai salam kepada mereka dengan ucapan
salam, maka ini telah dilarang oleh Nabi kita
Shallallahu 'alaihi wa sallam

[Al-Majmu Ats-Tsamin, Syaikh Ibnu Utsaimin, Juz 2,
hal. 97-98]

[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar'iyyah Fi
Al-Masa'il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad
Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini-2,
Penerbit Darul Haq]
_________
Foote Note
[1]. Hadits Riwayat Bukhari dalam Al-Isti'dzan
(2656), Muslim dalam As-Salam (2165)

===
Paket Umrah Mulai Rp 15,4 juta
Informasi selengkapnya ada di:
http://www.media-islam.or.id

Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS

Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252

Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel
Informasi selengkapnya ada di http://syiarislam.wordpress.com

__________________________________________________________
Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga.
http://id.toolbar.yahoo.com/

__._,_.___
===================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
===================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
===================================================
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

Send pics quick

Share photos while

you IM friends.

Moderator Central

Get answers to

your questions about

running Y! Groups.

New web site?

Drive traffic now.

Get your business

on Yahoo! search.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: