Selasa, 14 Oktober 2008

[daarut-tauhiid] Berinteraksi dan Mentadabburkan Al-Qur’an Secara Aplikatif (Kiat Sukses Berinteraksi Dengan Al-Qur’an)

http://www.al-ikhwan.net

Kiat Sukses Berinteraksi Dengan Al-Qur'an (9); Berinteraksi dan
Mentadabburkan Al-Qur'an Secara Aplikatif (7)

Al-Ikhwan.net | 25 September 2008 | 24 Ramadhan 1429 H | 302 views

Abu Ahmad


7. Memasuki Alam Al-Quran Dengan Background Yang Jelas

Kadang seorang pembaca dan penelaah Al-Quran memiliki background
–latar belakang- dan pengetahuan yang berasal dari sumber yang
beragam, bahkan kadang kala berasal dari sumber yang betolak belakang
atau bersebrangan, sehingga memiliki perbedaan atas
ketetapan-ketetapan yang diambil dan pengetahuan yang dimilikinya,
ideologinya ngawur dan pandangan-pandangannya selalu bertolak belakang
dan berbenturan dengan wawasannya…demikianlah keadaan para ilmuwan
saat ini, yang telah menimba ilmu dari sumber yang terkontaminasi oleh
ajaran sekuler dan mencari ilmu dari barat yang penuh dengan kedustaan
dan kebohongan.

Al-Quran Al-Karim adalah satu-satunya sumber yang bersih dan
fundamental, yang dapat mengeluarkan manusia menjadi muslim yang
seimbang, memberikan mereka bekal dengan pandangan-pandangan,
hakekat-hakekat, nilai-nilai, dan pengetahuan-pengetahuan yang benar,
jujur dan yakin. Namun Al-Quran tidak akan memberikan ini semua
kecuali dengan syarat; bahwa para penelaah dan pemerhati Al-Quran
hendaknya menghilangkan dahulu background yang dimiliki, yang berasal
dari berbagai sumber yang dibuat oleh manusia sebelum masuk ke dalam
dunia Al-Quran, membuang semua pengetahuan yang bertentangan dengan
Al-Quran dan membersihkan hatinya, lalu -setelah itu- mulai
berinteraksi dengan jiwa yang bersih sehingga dapat meraih
nilai-nilai, sentuhan-sentuhan dan petnjuk-petnjuk Al-Quran secara
kaffah.

Inilah yang pernah dilakukan oleh para sahabat dalam berinteraksi
dengan Al-Quran –sebagai generasi Al-Quran yang unik-. Bahkan seorang
diantara mereka dengan suka rela membuang setiap pandangan yang
bertolak belakang dengan Al-Quran sehingga memasuki alam Al-Qur'an
dengan lapang dada, bersih dan tangan terbuka, membangun dirinya
dengan bangunan yang seimbang, merengkuh darinya ketetapan-ketetapan,
pengetahuan dan system hidup yang kulli -menyeluruh- sehingga ketika
keluar dari madrasah tersebut menjadi generasi yang beriman dan
seimbang.

Al-Quran Al-Karim memberikan kepada pembacanya akan banyak nilai-nilai
dan hakekat, membekali berbagai cabang pengetahuan dan ilmu, dan
menganugrahkan akan banyak arahan dan petunjuk-petunjuk, serta
memperluas akan banyak ketetapan dan wawasan. Melalui nur Al-Quran
hidup seseorang akan menjadi cerah dan bercahaya, melaluinya akan
menyebarkan naungan dan Rahmat, ketenangan dan ketentraman. Itu semua
dengan syarat jangan melakukan interaksi dengan background masa lalu
yang asing dan kebohongan pada tashawwur –pandangan- yang bertentangan
dengan Islam.

Sebagian manusia salah dalam menjalin hubungan dengan Al-Quran, tidak
cermat dalam memasuki alam Al-Quran yang luas. Dan sebagian lain ada
yang hadir bersamanya dengan beban yang berat dari pengetahuan, ilmu,
akhlak, adat, urf dan prilaku –yang semuanya bertolak belakang dengan
arahan-arahan Al-Quran- sehingga antara dirinya dan Al-Qur'an ada
tirai yang menutupi cahaya Al-Quran. Begitupun sebagian lainnya ada
yang memasuki alam Al-Quran dengan ideologi klasik yang bersumber pada
daya khayal saat menelaah Al-Quran, sehingga menutupi wawasannya dan
menjerumuskan dirinya dalam tipudaya dan pencampur adukkan dan -pada
akhirnya- terjadi penyimpangan, membuat dalil-dalil yang membebani,
menanggalkan inti utama akan nashnya, dan mengatakan sesuatu yang
tidak diketahui untuk dijadikan penguat baginya.

Mereka semua telah keluar dengan membawa hasil yang salah, background
yang tertolak belakang yang mereka hubungkan dengan Al-Quran, padahal
yang demikian tidak lain kecuali tipu daya dan muslihat belaka, dan
pada akhirnya menjadi pintu yang menutupi cahaya Al-Quran dan
hakekat-hakekatnya.

Diantara contoh prilaku yang memasuki Al-Quran dengan latar belakang
klasik dan bertolak belakang dengan nash serta menyesatkan adalah
dalil dari Al-Quran yang menyatakan bahwa agama-agama samawiyah
seluruhnya adalah satu, dan para pengikutnya seluruhnya akan masuk
surga, dan sesungguhnya Yahudi dan Nasrani –setelah turunnya Al-Quran-
mereka diterima disisi Allah, sesuai dengan firman Allah :

"Sesungguhnya oang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, Shobiun dan
Nasrani yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir serta beramal Salih
maka tidak ada rasa takut atas mereka dan cemas" (Al-Maidah : 69)

Demikian pula dalil yang mereka pergunakan :

"Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung
yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti
kamu. Tiadalah Kami Alpakan sesuatupun di dalam Al-Kitab, kemudian
kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan". (Al-An'am : 38)

bahwa Al-Quran memberikan berbagai ilmu dan pengetahuan.

Dalil yang banyak digunakan para pemimpin –hakim- yang dzalim dan
selalu memerangi Allah dan Rasul-Nya serta agama-Nya, mereka
mencari-cari ayat yang mewajibkan untuk taat kepada mereka dan
melaksanakan/mentaati peraturan-peraturan mereka, seperti firman Allah
:

"Wahai orang-orang yang beriman taat kamu kepada Allah, taatilah kamu
kepada Rasul dan ulil Amru –pemimpin- kalian" (An-Nisa : 59)

Begitupun seseorang yang menjual agama dengan agama lainnya dari para
pemimpin yang dzalim, sehingga -pada hakikatnya- keduanya merugi
secara bersamaan, menghalalkan perbuatan keji dan sesat, dengan
mengambil dalih dari ajaran islam, payung Al-Quran dan ayat-ayat
Al-Quran untuk menguatkan ucapan mereka. Jika diminta kepada mereka
fatwa tentang bunga yang diharamkan, riba yang tercela, ditemukan
dalam ayat :

"Wahai orang-orang yang beriman janganlah kalian memakan harta riba
dengan berlipat ganda". (Ali Imron : 130)

Jika mereka berteman dengan orang-orang Nasrani, mencintai dan dekat
dengan mereka, mereka memberi dalil dengan ayat :

"Dan Kalian akan dapati orang yang paling dekat kecintaan kepada
orang-orang yang beriman orang-orang yang berkata sesungguhnya kami
adalah orang-orang Nasrani, yang demikian karena mereka dari pastur
dan Rahib dan mereka bukanlah orang-orang yang menyobongkan diri"
(Al-Maidah : 82)

Jika mereka merendah kepada para musuh dan takut memerang mereka serta
mau bernegoisasi dan berdamai, mereka membolehkannya dengan ayat :

"Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah
kepadanya". (Al-Anfal : 61)

Jika mereka menyerang prajurit Allah, memerangi para wali Allah,
menyiksa para kekasih Allah, menuduh mereka dengan kekejian,
mencemoohkan dengan segala keaiban, menjerat dengan segala tuduhan dan
melebarkan sayap dan lidah mereka dengan berbagai siksan, permusuhan,
tekanan dan siksaan. Pedagang agama dan Al-Quran akan menganggap para
pejuang Allah sebagai pembangkang yang harus diperangi dan harus
dijatuhkan hukum had atas mereka dengan dalil ayat Al-Quran :

"Sesungguhnya ganjaran orang-orang yang memerangi Allah dan Rasulnya
dan melakukan kerusakan di muka bumi dengan diperangi –dibunuh- atau
disalib atau dipotong tangan dan kaki mereka secara silang atau
dibuang dari negeri mereka'". (Al-Maidah : 33)

http://www.al-ikhwan.net/kiat-sukses-berinteraksi-dengan-al-quran-9-berinteraksi-dan-mentadabburkan-al-quran-secara-aplikatif-7-2008/

------------------------------------

===================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
===================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
===================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
mailto:daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar: