http://www.dakwatun
Aqidah Muslim
5/10/2008 | 04 Syawal 1429 H | Hits: 535
Iman Kepada Hari Akhir
Oleh: Tim dakwatuna.com
dakwatuna.com - Kehidupan manusia terbagi menjadi dua: kehidupan
pendek di Darul `Amal dan kehidupan abadi di Darul Jaza.
Darul `Amal (tempat beramal) adalah bumi atau dunia yang kita tempati
sekarang ini sampai batas waktu tertentu yang amat singkat. Dunia
adalah tempat dan waktu yang diberikan kepada kita untuk melakukan
amal yang kita kehendaki seperti orang-orang sebelum kita yang juga
telah mengalaminya. Allah swt. berfirman:
"Dan apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu melihat bagaimana
kesudahan orang-orang yang sebelum mereka, sedangkan orang-orang itu
adalah lebih besar kekuatannya dari mereka? Dan tiada sesuatupun yang
dapat melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi. Sesungguhnya
Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. Dan kalau sekiranya Allah
menyiksa manusia disebabkan usahanya, niscaya Dia tidak akan
meninggalkan di atas permukaan bumi suatu mahluk yang melata pun
akantetapi Allah menangguhkan (penyiksaan) mereka, sampai waktu yang
tertentu; maka apabila datang ajal mereka, maka sesungguhnya Allah
adalah Maha melihat (keadaan) hamba-hamba-
Setiap lewat sehari, kesempatan hidup pun berkurang dan kita semakin
dekat dengan Darul Jaza (negeri balasan). Dan bila kesempatan itu
benar-benar habis, hidup di dunia ini terasa kurang dari sesaat. Allah
swt berfirman:
"Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan
mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah
berdiam (di dunia) kecuali hanya sesaat di siang hari, (di waktu itu)
mereka saling berkenalan. Sesungguhnya rugilah orang-orang yang
mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat
petunjuk." (Yunus: 45)
Sedangkan yang dimaksud dengan Darul Jaza adalah negeri akhirat,
tempat manusia mendapatkan balasan semua perbuatannya di Darul Amal.
Dan maut adalah titik perpindahan dari Darul Amal ke Darul Jaza. Allah
swt. berfirman:
"Katakanlah: `Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)-mu
akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmu-lah kamu akan
dikembalikan.
orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan
Tuhannya, (mereka berkata): `Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan
mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan
amal shalih, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.'"
(As-Sajadah: 11-12)
"Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa (balasan) apa yang telah
dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan.
Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan
Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah
pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya:
`Apakah belum pernah datang kepadamu Rasul-Rasul di antaramu yang
membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan
pertemuan dengan hari ini?' Mereka menjawab: `Benar (telah datang).'
Tetapi telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang
kafir. Dikatakan (kepada mereka): `Masukilah pintu-pintu neraka
Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya.' Maka neraka Jahannam
itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri.
Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam surga
berombong-rombongan (pula). sehingga apabila mereka sampai ke surga
itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka
penjaga-penjaganya: `Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah
kamu! Maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya.' Dan
mereka mengucapkan: `Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi
janji-Nya kepada kami dan telah (memberi) kepada kami tempat ini
sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam surga di mana saja
yang kami kehendaki; maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi
orang-orang yang beramal.' Dan kamu (Muhammad) akan melihat
malaikat-malaikat berlingkar di sekeliling `Arsy bertasbih sambil
memuji Tuhannya; dan diberi putusan di antara hamba-hamba Allah dengan
adil dan diucapkan: `Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.'"
(Az-Zumar: 70-75)
Hari Akhir adalah Bukti Keadilan Ilahi
Iman seorang mukmin kepada hari akhir punya dalil yang kuat. Dalil
yang utama adalah informasi semua Rasul, tanpa kecuali, tentang
hakikat hari akhir yang mereka terima dari Allah swt. Para Rasul
adalah orang-orang yang telah menunjukkan kepada manusia bukti-bukti
kebenaran risalah mereka. Namun disamping itu ada juga dalil-dalil
aqli (logika).
Ada banyak dalil aqli. Tapi, salah satunya adalah dalil logika
keadilan Ilahi.
Dalam diri manusia ada perasaan cinta kepada keadilan. Ini perasaan
yang membuat manusia membenci kezaliman. Pencipta perasaan cinta
keadilan dalam diri manusia ini adalah Allah swt., Pencipta manusia,
dan merupakan aksioma bahwa Sang Pencipta lebih agung dan lebih
sempurna dari ciptaan-Nya, dan bagi Allah segala perumpamaan yang
sempurna.
Jadi, keadilan Allah swt. jelas Maha Sempurna, sedangkan makhluknya
tidak. Jika rasa keadilan dalam diri manusia menolak perlakuan sama
antara orang zalim dan yang terzalimi, antara pembunuh dengan korban
terbunuh, orang yang taat dengan yang membangkang, maka keadilan Ilahi
yang sempurna tentunya lebih menolak penyamaan antara si zalim dengan
yang dizalimi, antara pembunuh dan terbunuh, antara yang taat dan yang
melakukan maksiat, antara mukmin dengan kafir, dan antara orang baik
dan orang jahat. Allah swt. berfirman:
"Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara
keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang
kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk
neraka. Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan
mengerjakan amal yang shalih sama dengan orang-orang yang berbuat
kerusakan di muka bumi? Patutkah (pula) Kami menganggap orang-orang
yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat maksiat?" (Shad: 27-28)
Namun kita tidak mendapati keadilan sempurna di dunia. Belum ada
balasan yang setimpal atas semua perbuatan manusia yang baik maupun
buruk. Dengan logika keadilan Ilahi yang tak mungkin diragukan, kita
beriman bahwa penghitungan dan balasan amal yang seadil-adilnya itu
akan kita temui di hari akhir sebagaimana diinformasikan oleh semua
Rasul a.s.
Kesimpulan
Kehidupan manusia terbagi dua: kehidupan singkat di Darul Amal dan
kehidupan abadi di Darul Jaza, sedangkan kematian adalah titik
perpindahan antara keduanya.
Siapa yang beramal shalih di dunia, Allah swt. akan membalasnya dengan
ganjaran pahala. Barangsiapa berbuat buruk, Allah swt. mengancamnya
dengan hukuman setimpal. Allah swt. juga mengutus para Rasul kepada
manusia, dan mereka telah membuktikan kebenaran pengakuan kerasulan
mereka lalu menyampaikan wahyu Allah yang diantaranya berisi keimanan
kepada hari akhir dan apa yang terjadi di sana.
Keadilan Allah swt. Maha Sempurna, dan konsekuensinya adalah perlakuan
yang tidak sama antara yang jahat dan yang baik. Di dunia ini ganjaran
untuk orang yang baik belum sempurna, begitu pula hukuman bagi orang
jahat. Oleh karenanya Allah swt. menjadikan hari akhir untuk
menyempurnakan penghargaan kepada orang-orang yang telah berbuat baik
dan mengadili serta menghukum orang-orang yang ingkar kepada-Nya.
http://www.dakwatun
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
===================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
===================================================
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar