http://www.dakwatun
30/9/2008 | 29 Ramadhan 1429 H | Hits: 1.774
Rahasia 1 Syawal
dakwatuna.com - Dengan datangnya 1 Syawal, otomatis bulan Ramadhan
telah pergi. Pergi meninggalkan kita, untuk kemudian datang lagi di
tahun yang akan datang. Kita tidak tahu apakah kelak akan bertemu lagi
dengan Ramadhan, atau ternyata ini adalah Ramadhan yang terakhir.
Banyak suadara kita yang sebenarnya ingin menikmati Ramadhan tahun
ini, tetapi ternyata ajal segera menjemptnya beberapa detik sebelum
memasukinya. Karenanya kita sangat bersyukur bahwa Allah swt. telah
memberikan kesempatan kepada kita bisa bertemu dengan Ramadhan tahun ini.
Benar 1 Syawal telah tiba. Dan kita tidak serta merta gembira, karena
di saat yang sama kita harus berpisah dengan Ramadhan. Perpisahan yang
sangat mengharukan. Bayangkan selama Ramadhan kita telah mendapatkan
suasana yang dalam, di mana kita dihantarkan kepada nuansa ketaatan
yang tak terhingga. Nafsu yang selama ini diagungkan manusia, ternyata
dengan Ramadhan, nafsu ini tidak berdaya. Setan yang selama ini sangat
kuat menguasai manusia, ternyata dengan Ramadhan tersingkirkan. Kita
bisa setiap saat membaca Al Qur'an selama Ramadhan, di mana di luar
Ramadhan itu sangat sulit kita lakukan. Di malam hari kita selalu
bangun sebelum fajar dan shalat subuh berjamaah di masjid, padahal itu
sangat sedikit yang melakukannya di luar Ramadhan. Pun tangan kita
terasa ringan berinfak selama Ramadhan, sementara di luar Ramadhan itu
sangat berat dilakukan. Lebih jauh, kita bisa beri'tikaf -atau minimal
selalu di masjid sepanjang malam- terutama pada 10 malam terakhir
Ramadhan, dan kita tahu bahwa itu sangat jarang dapat kita lakukan di
luar Ramadhan.
Berpisah dengan Ramadhan memang tidak dapat dibandingkan dengan
perpisahan yang lain. Berpisah dengan Ramadhan adalah perpisahan
dengan suasana ruhani yang sangat kental dan menguatkan iman. Itulah
yang membuat airmata harus menetes. Menetes bukan karena kesedihan
murahan, yang datang dari sentuhan emosional belaka. Melainkan menetes
kerena kesedihan yang memancar dari gelora iman. Menetes karena takut
bila setelah Ramadhan suasana keimanan itu melemah kembali tergerogoti
dosa-dosa. Takut kalau lidah kita ini berat kembali bertasbih dan
membaca Al Qur'an. Takut kalau malam-malam kita kembali diwarnai tawa
dan hiburan yang melalaikan. Takut kalau hati ini kembali keras dan
sulit menerima sentuhan ayat-ayat Al Qur'an. Karena itu kita berdoa,
semoga kita bisa bertemu lagi dengan Ramadhan di tahun yang akan datang.
Tapi apapun, tanggal 1 Syawal telah datang. Kita harus menerima
kenyataan. Hari Raya adalah hari kegembiraan bagi setiap yang beriman.
Gembira karena telah berhasil melepaskan dosa-dosa selama Ramadhan.
Gembira karena telah menang terhadap setan dan hawa nafsu. Karena itu
kegembiraan ini jangan disambut dengan gelora nafsu belaka. Ingat
bahwa setan seringkali masuk melalui nafsu makan. Karena itu, bila
nafsu makan dibuka, setan selalu menang menguasai manusia. Oleh sebab
itu, begitu Ramadhan pergi, pemandangan durjana seringkali begitu
mudah bermunculan. Allah swt. dalam surah An Nashr mengingatkan, bahwa
kemenangan tidak pantas disambut dengan tawa dan nafsu. Kemenangan
harus disambut dengan tasbih, tahmid, tahlil, dan istighfar. Benar
kita harus menyebut kemenagan fitri ini dengan tasbih tahmid, tahlil
dan istighfar. Dengarkan Allah berfirman: fasabbih bihamdika rabbika
wastaggfir, innahuua kaana tawwabaa.
Oleh karena itu, 1 Syawal bukan hari pembebasan sebebas-bebasnya.
Melainkan hari pertama kita mulai terjun ke medan pertarungan melawan
hawa nafsu dan setan, seteleh sebulan penuh kita berbekal iman dan
kekuatan ruhani. Karena itu kita harus menang. Kita harus kendalikan
nafsu itu ke arah yang positif, bukan malah dikendalikan nafsu ke arah
yang buruk. Kita harus bergegas dalam kebaikan-kebaikan seperti kita
dalam suasana Ramadhan. Bila kita kalah berarti perbekalan kita selama
Ramadhan tidak maksimal. Tidak sungguh - sungguh. Tidak sedikit dari
saudara-saudara kita seiman, yang langsung KO justru pada tanggal 1
Syawal. Artinya, begitu mereka masuk bulan Syawal seketika itu mereka
terperosok dalam gelimang dosa.
Nabi saw. tidak ingin kita kalah lagi. Itulah rahasia mengapa kita
disunnahkan menambah puasa lagi minimal 6 hari di antara bulan Syawal.
Nabi bersabda: bahwa siapa yang menambah puasa 6 hari di bulan Syawal,
ia akan mendapatkan pahala puasa setahun, seperti pahala puasa yang
didapat umat-umat terdahulu. Mengapa puasa Syawal? Ini suatau isyarat
bahwa kita harus terus mempertahnkan diri seperti dalam suasana
Ramadhan. Suasana di mana kita tetap dekat kepada Allah swt. Sebab
seorang yang menahan nafsunya, tidak akan didekati setan. Bila setan
menjauh maka malaikat mendekatinya. Bila malaikat mendekatinya
otomatis ia akan semakin dekat kepada Allah. Ingat bahwa seorang yang
dekat kepada Allah, ia akan mendapat keutamaan yang luar biasa: tidak
saja doa-nya mustajab, melainkan lebih dari itu ia akan dijauhkan dari
rasa sedih dan galau. Allah befirman: "alaa inna awliyaa Allahi laa
khawfun `alaihim walaa hum yahazanuun (ketahuilah bahwa orang-orang
yang dekat kepada Allah mereka tidak akan mendapatkan rasa takut atau
kekhawatiran dan tidak akan pernah dirundung kesedihan)."
Terakhir, pada 1 Syawal kali ini marilah kita sama-sama membuka hati,
buang jauh segala penyakit dengki dan hasud di hati, bersihkan jiwa
kita dari berbagai beban penyakit, sayangi diri kita dengan
meningkatkan iman bukan dengan memanjakan diri dalam dosa-dosa. Mari
kira saling mengucapakan: Selamat hari raya, taqabbalahhu minnaa
waminkum shaalihal a'maali, wa kullu `aamin wa antum bikhairin (semoga
Allah menerima amal-amal baik kita, dan semoga dalam semua hari-hari
sepanjang tahun kita selalu dalam kebaikan). Amin. Wallahu a'lam
bishshowab.
http://www.dakwatun
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
===================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
===================================================
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar